LOGO

1
2
3
LOGO

BAB 14
Dewi Putri Kusrin
Muhammad Ihlasul Amal
Balqis Abiyyah A. W.
KIMIA ORGANIK
X 
Daftar Isi
Senyawa Organik
Senyawa Alifatik
Isomer
Gugus Fungsional
Senyawa Siklik
Aspek Biokimia
Polimer
X





Senyawa Organik
Senyawa organik adalah senyawa yang dihasilkan
oleh makhluk hidup.
Klik kotak di bawah untuk mengetahui senyawa
berdasarkan strukturnya.
Senyawa
Organik
X

 

Grafik Senyawa Organik
Senyawa
Siklik

Karbosiklik

Heterosiklik

Senyawa
Alifatik
Senyawa
Jenuh

Senyawa
Tak Jenuh

Alisiklik
Contoh: Senyawa
Alkana Organik
Turunan Alkana
Alkanol/alkohol
Contoh:
Alkena
Turunan Alkena
Alkuna

Aromatik
Contoh:
Pirimidin
Purin
Contoh:
Benzena
Naftalena
Antrasena
Contoh:
Sikloalkana
X

Senyawa Alifatik

Senyawa ini dibedakan menjadi:
Senyawa jenuh
Senyawa tak jenuh




X



Senyawa Jenuh
Adalah senyawa organik yang tidak mempunyai
ikatan rangkap atau tidak dapat mengikat atom H
lagi.


X

  

Senyawa Alkana
Alkana adalah senyawa organik yang bersifat
jenuh atau hanya mempunyai ikatan tunggal, dan
mempunyai rumus umum:
CnH2n + 2

n
= Jumlah atom karbon (C)
2n + 2 = Jumlah atom hidrogen (H)
X

Senyawa Alkana
Berikut macam-macam senyawa alkana.
Atom C

Rumus Molekul

Nama

1

CH4

Metana

2

C2H6

Etana

3

C3H8

Propana

4

C4H10

Butana

5

C5H12

Pentana

6

C6H14

Heksana

7

C7H16

Heptana

8

C8H18

Oktana

9

C9H20

Nonana

10

C10H22

Dekana

  
X

  

Senyawa Alkana
Kedudukan atom C pada alkana, yaitu:
CH3
CH3

C

CH2

CH2

CH

CH3
CH3
C primer = mengikat 1 atom C  CH3
C sekunder = mengikat 2 atom C  CH2
C tersier = mengikat 3 atom C  CH
C kuartener = mengikat 4 atom C  C

CH3
X

  

Gugus Alkil
Gugus yang terbentuk karena salah satu atom
hidrogen dalam alkana digantikan oleh unsur atau
senyawa lain dan memiliki rumus umum:
CnH2n + 1

n
= Jumlah atom karbon (C)
2n + 1 = Jumlah atom hidrogen (H)
X

 

Penamaan Alkana (IUPAC)
1.

2.

Untuk rantai C terpanjang dan tidak bercabang nama alkana
sesuai jumlah C tersebut dan diberi awalan n (normal).
Untuk rantai C terpanjang dan bercabang beri nama alkana
sesuai jumlah C terpanjang tersebut, atom C yang tidak
terletak pada rantai terpanjang sebagai cabang (alkil).
 Beri nomor rantai terpanjang dan atom C yang mengikat
alkil di nomor terkecil.
 Apabila dari kiri dan dari kanan atom C-nya mengikat alkil
di nomor yang sama utamakan atom C yang mengikat
lebih dari satu alkil terlebih dahulu.
 Alkil tidak sejenis ditulis namanya sesuai urutan abjad,
sedang yang sejenis dikumpulkan dan beri awalan sesuai
jumlah alkil tersebut; di- untuk 2, tri- untuk 3 dan tetrauntuk 4.
X



Senyawa Tak Jenuh
Adalah senyawa organik yang mempunyai ikatan
rangkap sehingga pada reaksi adisi ikatan itu
dapat berubah menjadi ikatan tunggal dan
mengikat atom H.
Senyawa tak jenuh dibagi menjadi:
Alkena
Alkuna
Alkadiena


X

  

Senyawa Alkena
Alkena adalah senyawa organik yang bersifat tak
jenuh, mempunyai ikatan rangkap dua, dan
mempunyai rumus umum:
CnH2n

n
2n

= Jumlah atom karbon (C)
= Jumlah atom hidrogen (H)
X

Senyawa Alkena
Berikut beberapa senyawa alkena.
Atom C

Rumus Molekul

Nama

1

-

-

2

C2H4

Etena

3

C3H6

Propena

4

C4H8

Butena

5

C5H10

Pentena

6

C6H12

Heksena

7

C7H14

Heptena

8

C8H16

Oktena

9

C9H18

Nonena

10

C10H20

Dekena

  
X

 

Penamaan Alkena (IUPAC)
1. Rantai terpanjang mengandung ikatan rangkap
dan ikatan rangkap di nomor terkecil dan diberi
nomor sesuai letak ikatan rangkapnya.
2. Untuk menentukan cabang-cabang aturannya
seperti pada alkana.
X



Senyawa Alkuna
Alkuna adalah senyawa organik yang bersifat tak
jenuh mempunyai ikatan rangkap tiga, dan
mempunyai rumus umum :
CnH2n - 2

n
= Jumlah atom karbon (C)
2n - 2 = Jumlah atom hidrogen (H)


X

Senyawa Alkuna
Berikut beberapa senyawa alkuna.
Atom C

Rumus Molekul

Nama

1

-

-

2

C2H2

Etuna

3

C3H4

Propuna

4

C4H6

Butuna

5

C5H8

Pentuna

6

C6H10

Heksuna

7

C7H12

Heptuna

8

C8H14

Oktuna

9

C9H16

Nonuna

10

C10H18

Dekuna

  
X

 

Penamaan Alkuna (IUPAC)
1. Rantai terpanjang mengandung ikatan rangkap
dan ikatan rangkap di nomor terkecil dan diberi
nomor, sama seperti pada alkena.
2. Untuk menentukan cabang-cabang aturannya
seperti pada alkana dan alkena.
X



Alkadiena
Alkadiena adalah senyawa organik yang bersifat
tak jenuh mempunyai 2 buah ikatan rangkap dua.
X



Isomer
Isomer adalah senyawa-senyawa dengan rumus
molekul sama tetapi rumus struktur atau
konfigurasinya. Isomer dibagi menjadi:
Isomer kerangka
Isomer posisi
Isomer fungsional (isomer gugus fungsi)
Isomer geometris
Isomer optis
X



Isomer Kerangka
Pada isomer kerangka, rumus molekul dan gugus
fungsi sama, tetapi rantai induk berbeda.
C

C

C

C

C

dengan
C
C

C

C

C
X



Isomer Posisi
Pada isomer posisi, rumus molekul dan gugus
fungsi sama, tetapi posisi gugus fungsinya
berbeda.
OH
C
C
C
C

dengan
OH
C

C

C

C
Isomer Fungsional (Isomer
Gugus Fungsi)

X





Pada isomer ini, rumus molekul sama tetapi gugus
fungsionalnya berbeda, senyawa-senyawa yang
berisomer fungsional:
 Alkanol (Alkohol) dengan Alkoksi Alkana (Eter)
 Alkanal (Aldehid) dengan Alkanon (Keton)
 Asam Alkanoat (Asam Karboksilat) dengan Alkil
Alkanoat (Ester)
Isomer Fungsional (Isomer
Gugus Fungsi)
CH3

CH2

CH3

O

CH3

CH2

CH3

X

 

Propanol
CH2
OH
berisomer fungsi dengan
Metoksi Etana
CH2
CH3

CHO
berisomer fungsi dengan
CH3
CO

Propanal

Propanon
X



Isomer Geometris
Pada isomer ini, rumus molekulnya sama, rumus
strukturnya sama, tetapi berbeda susunan ruang
atomnya dalam molekul yang dibentuknya.
CH3 berisomer
geometris
C C
dengan
H
H
cis 2-butena

CH3

CH3

H
C

C

H
CH3
trans 2-butena
X



Isomer Optis
Isomer ini adalah isomer yang terjadi terutama
pada atom C asimetris (atom C terikat pada 4
gugus berbeda).
H

CH3

C’

CH2

CH2

CH3

OH
1-pentanol
C’ = C asimetris mengikat CH3, H, OH, dan C3H7
X



Gugus Fungsional
Gugus fungsi adalah gugus pengganti yang dapat
menentukan sifat senyawa karbon.
Homolog

Rumus

Gugus Fungsi

Alkohol

R – OH

– OH

Alkoksi Alkana

Eter

R – O – R’

–O–

Alkanal

Aldehid

R – CHO

– CHO

Alkanon

Keton

R – CO – R’

– CO –

Asam Alkanoat

Asam Karboksilat

R – COOH

– COOH

Alkil Alkanoat

Ester

R – COO – R’

– COO -

Amina

Amina

R – NH2

– NH2

IUPAC

Trivial

Alkanol
X



Alkanol (Alkohol)
Nama Trivial (umum) : Alkohol
Rumus
: R – OH
Gugus fungsi
: – OH

Penamaan Alkana menurut IUPAC
1. Rantai utama adalah rantai terpanjang yang
mengandung gugus OH.
2. Gugus OH harus di nomor terkecil.


X

 

Alkanol (Alkohol)
CH3

CH2

CH2

CH2

CH2

1-pentanol

OH
CH3

CH2

CH2

CH

CH3

2-pentanol

OH

CH3

CH

CH2

CH

CH3

4-metil-2-pentanol
CH3
OH
OH di nomor 2, bukan 4, jadi bukan 4-pentanol
X





Alkoksi Alkana
Nama Trivial (umum) : Eter
Rumus
: R – OR’
Gugus Fungsi
:–O–

Penamaan Alkoksi Alkana menurut IUPAC
1. Jika gugus alkil berbeda maka yang C-nya kecil
sebagai alkoksi.
2. Gugus alkoksi di nomor terkecil.
 

X

Alkoksi Alkana
CH3
CH3 O
Metoksi metana
CH3

O

C2H5

Metoksi etana
CH3

CH
CH3

CH2

CH

O

CH3

C2H5

5-metil-3-metoksi heksana
Gugus metoksi di nomor 3 bukan di nomor 4
X

Alkanal
Nama Trivial (umum) : Aldehida
Rumus
: R – COH
Gugus Fungsi
: – COH

Penamaan Alkanal menurut IUPAC
Gugus CHO selalu dihitung nomor 1.




X

 

Alkanal
CH3

CH2

CH2

C

CH

CH2

C

CH3

CH3

C
C2H5

Butanal

O

CH3

CH3

H

H

3-metil butanal

O
CH2

C
O

H

3,3-dimetil pentanal
X



Alkanon
Nama Trivial (umum) : Keton
Rumus
: R – CO – R’
Gugus Fungsi
: – CO –

Penamaan Alkanon menurut IUPAC
1. Rantai terpanjang dengan gugus karbonil CO
adalah rantai utama.
2. Gugus CO harus di nomor terkecil.


X

 

Alkanon
CH3

CH2

CH2

CH2

CH
O

CH3

C
C2H5

CH3

2-pentanon

O

C2H5

CH3

C

C

C

CH3

O
CH2

4-metil
2-heksanon

CH3
4-metil 3-heksanon
X



Asam Alkanoat
Nama Trivial (umum) : Asam Karboksilat
Rumus
: R – COOH
Gugus Fungsi
: – COOH

Penamaan Asam Alkanoat menurut IUPAC
Gugus COOH selalu sebagai nomor satu.


X

 

Asam Alkanoat
CH3

CH2

CH2

C

O

C2H5

CH3

CH

CH2

C

CH3

CH3

C
C3H7

OH

Asam butanoat
Asam
OH
3-metil pentanoat

O
CH2

C
O

Asam
OH 3,3-dimetil heksanoat
X

Alkil Alkanoat
Nama Trivial (umum) : Ester
Rumus
: R – COO – R’
Gugus Fungsi
: – COO –

Penamaan Alkil Alkanoat menurut IUPAC
Gugus alkilnya selalu berikatan dengan O.
R
C
O
R
Alkanoat

O

Alkil




X

 

Alkil Alkanoat
CH3

CH2

CH2

C

OC2H5

Etil butanoat

O
C2H5

CH2

CH2

C

OCH3

Metil pentanoat

O
H

C

O

CH2

OCH3

Metil metanoat
X



Amina
Nama Trivial (umum) : Amina
Rumus
: R – NH2
Gugus Fungsi
: – NH2

Penamaan Amina menurut IUPAC dan Trivial
Penamaan Amina ini dibagi menjadi:
1. Amina primer
2. Amina sekunder
3. Amina tersier


X

 

Amina
1. Amina primer
CH3 CH2 CH2
1-amino butana
2. Amina sekunder

CH2
NH2
atau

NH
CH3 CH2
Dietil amina
3. Amina tersier
N
CH3 CH2

CH2

CH3

CH3

butil amina

CH3

Etil-dimetil-amina
X

Senyawa Siklik
Berikut ini beberapa contoh senyawa siklik.
Benzena
Naftalena
Antrasin


X



Benzena
Benzena adalah suatu senyawa organik
aromatis, yang mempunyai 6 atom karbon dan 3
ikatan rangkap yang berselang-seling
(berkonjugasi) dan siklik (seperti lingkaran).
Struktur
Lambang
CH
CH

CH

CH

CH
CH


X



Benzena
Pada benzena terdapat dua macam reaksi, yaitu:
Reaksi adisi
Reaksi substitusi
X



Reaksi Adisi
Ciri reaksi adisi adalah adanya perubahan ikatan
rangkap menjadi ikatan tunggal.
CH

CH2
CH

CH

+ 3H2

CH

CH
CH

→

CH2

CH2

CH2

CH2

CH2
Siklo heksana
X



Reaksi Subtitusi
Ciri reaksi substitusi tidak ada perubahan ikatan
rangkap menjadi ikatan tunggal atau sebaliknya.
Sustitusi benzena di bedakan menjadi:
Monosubtitusi
Disubtitusi
X



Monosubtitusi
Penggantian satu atom hidrogen pada benzena
dengan atom atau senyawa gugus yang lain.
Rumus umum monosubstitusi :
C6H5A
CH
A
C
A atau
CH
CH

CH
CH

A = pengganti atom H


X

 

Monosubtitusi

Struktur

Nama

Struktur

Nama

1.

CH3

Toluena

4.

COO

Asam
Benzoat

2.

OH

Fenol

5.

NH2

Anilin

3.

COH

CH
Benzaldehida 6.

CH2

Stirena
X



Disubtitusi
Penggantian dua atom hidrogen pada benzena
dengan atom atau senyawa gugus yang lain. Ada
tiga macam disubstitusi:
A
A

A
A
A

Orto

Meta

A
Para
X



Naftalena
Naftalena adalah suatu senyawa organik
aromatis, yang mempunyai 10 atom karbon dan 5
ikatan rangkap yang berselang-seling
(berkonjugasi) dan double siklik (seperti 2
lingkaran).
CH
CH
C
CH
CH
CH

CH

C
CH

CH
X



Antrasin
Antrasin atau antrasena adalah suatu senyawa
organik aromatis, yang mempunyai 14 atom
karbon.

CH

CH

CH

CH

C

C

CH

CH

C

C

CH

CH

CH

CH
X



Aspek Biokimia
Biokimia adalah cabang ilmu kimia untuk
mempelajari peristiwa kimia (reaksi kimia) yang
terjadi dalam tubuh makhluk (organisme) hidup.
Senyawa kimia yang termasuk biokimia adalah
senyawa-senyawa yang mengandung atau
tersusun oleh unsur-unsur seperti : karbon (C ,
Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N) Belerang
(S) Fosfor (P), dan beberapa unsur lain dalam
jumlah yang kecil.


X

Nutrisi yang Diperlukan
Tubuh
Fungsi

  

No

Nutrisi

Sumber

1.

Karbohidrat

Sumber energi

Nasi, kentang, gandum, umbiumbian

2.

Lemak

Sumber energi

Mentega, margarin, minyak

3.

Protein

Pertumbuhan dan perbaikan
jaringan, pengontrol reaksi
kimia dalam tubuh

Daging, ikan, telur, kacangkacangan, tahu, tempe, susu

4.

Garam
mineral

Beraneka peran khusus

Daging, sayuran

5.

Vitamin

Pembentukan organ, meningkatkan daya tahan tubuh, memaksimalkan fungsi pancaindra

Buah-buahan, sayuran

6.

Air

Pelarut, penghantar, reaksi
hidrolisis

Air minum
X

Senyawa pada Biokimia
Karbohidrat
Asam amino
Protein
Lipida
Asam nukleat

 
X



Karbohidrat
Rumus umum karbohidrat: Cn(H2O)m
Karbohidrat

Komposisi

Monosakarida
Glukosa
Fruktosa
Galaktosa

C6H12O6
C6H12O6
C6H12O6

Disakarida
Maltosa
Sukrosa
Laktosa
Polisakarida
Glikogen
Pati kanji
Selulosa

Glukosa + Glukosa
Glukosa + Fruktosa
Glokosa + Galaktosa
Polimer Glukosa
Polimer Glukosa
Polimer Glukosa

Terdapat dalam
Buah
Buah, madu
Tidak ditemukan secara alami

Kecambah biji-bijian
Gula tebu, gula bit
Susu
Cadangan energi hewan
Cadangan energi tumbuhan
Serat tumbuhan


X



Monosakarida

 Berdasarkan jumlah atom C
Jumlah C

Nama

Rumus

Contoh

2

Diosa

C2(H2O)2

Monohidroksiasetaldehida

3

Triosa

C3(H2O)

Dihiroksiketon
Gliseraldehida

4

Tetrosa

C4(H2O)4

Trihidroksibutanal
Trihidroksibutanon

5

Pentosa

C5(H2O)5

Ribulosa
Deoksiribosa
Ribosa
Milosa

6

Heksosa

C6(H2O)6

Glukosa
Manosa
Galaktosa
Fruktosa


X

 

Monosakarida
 Berdasarkan gugus fungsi
Aldosa : monosakarida yang mempunyai gugus
fungsi aldehid (alkanal).
Ketosa : monosakarida yang mempunyai gugus
fungsi keton (alkanon).
X



Disakarida
Disakarida dibentuk oleh 2 mol monosakarida
heksosa.
Contoh:
Glukosa + Fruktosa
→
Sukrosa + Air
Rumus:
C6H12O6 + C6H12O6
→
C12H22O11 + H2O
Disakarida yang terbentuk tergantung jenis
heksosa yang direaksikan


X

  

Reaksi pada Disakarida

Larut
Larut

Reduksi: Fehling,
Tollens, Benedict
Positif
Negatif

Optikaktif
Dekstro
Dekstro

Koloid

Positif

Dekstro

Disakarida

Dalam Air

Maltosa
Sukrosa
Laktosa
X

  

Polisakarida
Terbentuk dari polimerisasi senyawa-senyawa
monosakarida, dengan rumus umum:
(C6H10O5)n
X

 

Reaksi pada Polisakarida
Polisakarida

Dalam Air

Amilum

Koloid

Reduksi: Fehling,
Tollens, Benedict
Negatif

Glikogen
Selulosa

Koloid
Koloid

Positif
Negatif

Tes
Iodium
Biru

Violet
Putih

Berdasarkan daya reduksi terhadap pereaksi
Fehling, Tollens, atau Benedict
Gula terbuka : karbohidrat yang mereduksi reagen
Fehling, Tollens, atau Benedict.
Gula tertutup : karbohidrat yang tidak mereduksi
reagen Fehling, Tollens, atau Benedict.
X



Reaksi pada Maltosa
Hidrolisis 1 mol maltosa akan membentuk 2 mol
glukosa.
C12H22O11 + H2O
Maltosa

→

C6H12O6 + C6H12O6
Glukosa Glukosa

Maltosa mempunyai gugus aldehid bebas
sehingga dapat bereaksi dengan reagen Fehling,
Tollens, dan Benedict dan disebut gula pereduksi.
X



Reaksi pada Sukrosa
Hidrolisis 1 mol sukrosa akan membentuk 1 mol
glukosa dan 1 mol fruktosa.
C12H22O11 + H2O
Sukrosa

→

C6H12O6 + C6H12O6
Glukosa Fruktosa

Reaksi hidrolisis berlangsung dalam suasana
asam dengan bantuan ini sering disebut sebagai
proses inversi dan hasilnya adalah gula invert.
X



Reaksi pada Laktosa

Hidrolisis 1 mol laktosa akan membentuk 1 mol
glukosa dan 1 mol galaktosa.
C12H22O11 + H2O
Laktosa

→

C6H12O6 + C6H12O6
Glukosa Galaktosa

Seperti halnya maltosa, laktosa mempunyai gugus
aldehid bebas sehingga dapat bereaksi dengan
reagen Fehling, Tollens, dan Benedict dan disebut
gula pereduksi.
X



Asam Amino
Asam amino adalah monomer dari protein, yaitu
asam karboksilat yang mempunyai gugus amina
(NH2) pada atom C ke-2, rumus umumnya:
R

CH
NH2

COOH


X

  

Asam Amino
H

CH

COOH

NH2
CH3

CH
NH2

COOH

Asam 2 amino asetat
(glisin)

Asam 2 amino propionat
(alanin)
X

 

Asam Amino
Asam amino dibedakan menjadi:
 Asam amino essensial (tidak dapat disintesis
tubuh)
Contoh :
isoleusin, fenilalanin, metionin, lisin, valin, treonin
, triptofan, histidin.
 Asam amino non essensial (dapat disintesis
tubuh)
Contoh :
glisin, alanin, serin, sistein, ornitin, asam
aspartat, tirosin, sistin, arginin, asam
X



Protein
Protein adalah senyawa organik yang terdiri dari
unsur-unsur C, H, O, N, S, P dan mempunyai
massa molekul relatif besar (makromolekul).
Protein digolongkan menjadi:
a. Berdasar ikatan Peptida
b. Berdasar hasil hidrolisis
c. Berdasar fungsi


X

Berdasar Ikatan Peptida
1. Protein Dipeptida
Jumlah monomer = 2
Ikatan peptida = 1
2. Protein Tripeptida
Jumlah monomer = 3
Ikatan peptida = 2
3. Protein Polipeptida
Jumlah monomer > 3
Ikatan peptida >2

  
X

  

Berdasar Hasil Hidrolisis
1. Protein Sederhana
Hasil hidrolisisnya hanya membentuk asam α
amino.
2. Protein Majemuk
Hasil hidrolisisnya membentuk asam α amino
dan senyawa lain selain asam α amino
X

  

Berdasar Fungsi
No

Protein

Fungsi

Contoh

1.

Struktur

Proteksi, penyangga,
pergerakan

Kulit, tulang, gigi, rambut,bulu,
kuku, otot, kepompong, dll

2.

Enzim

Katalisator biologis

Semua jenis enzim dalam
tubuh

3.

Hormon

Pengaturan fungsi
tubuh

Insulin

4.

Transport

Pergerakan senyawa
antar dan atau intra sel

Hemoglobin

5.

Pertahanan

Mempertahankan diri

Antibodi

6.

Racun

Penyerangan

Bisa ular dan bisa laba-laba

7.

Kontraktil

Sistem kontraksi tubuh

Aktin, miosin
X

 

Reaksi Identifikasi Protein
No

Pereaksi

Reaksi

Warna

Protein + NaOH + CuSO4

Merah atau ungu

1.

Biuret

2.

Xantoprotein

Protein + HNO3

Kuning

3.

Millon*

Protein + Millon

Merah

*Millon → larutan merkuro dalam asam nitrat
X



Lipida
Lipida adalah senyawa organik yang berfungsi
sebagai makanan tubuh.
Lipida Terpenting
Lemak
Fosfolipid
Steroid
X



Lemak
Lemak terbentuk dari dari asam lemak + gliserol.
Lemak di bagi menjadi:
 Lemak jenuh (padat)
 Terbentuk dari asam lemak jenuh dan gliserol
 Berbentuk padat pada suhu kamar
 Banyak terdapat pada hewan
 Lemak tak jenuh (minyak)
 Terbentuk dari asam lemak tak jenuh dan gliserol
 Terbentuk cair pada suhu kamar
 Banyak terdapat pada tumbuhan
X



Fosfolipid
Fosfolipid terbentuk dari asam lemak + asam fosfat
+ gliserol.
Fungsi dari fosfolipid antara lain sebagai bahan
penyusun membran sel. Beberapa fungsi biologik
lainnya antara lain adalah sebagai surfaktan paruparu yang mencegah perlekatan dinding alveoli
paru-paru sewaktu ekspirasi.
X



Steroid
Steriod merupakan senyawa siklo hidrokarbon.
Steroid adalah senyawa organik lemak sterol tidak
terhidrolisis yang didapat dari hasil reaksi
penurunan dari terpena atau skualena. Steroid
merupakan kelompok senyawa yang penting
dengan struktur dasar sterana jenuh.
X



Asam Nukleat
 DNA = Deoxyribo Nucleic Acid (Asam Deoksiribo
Nukleat)
Basa yang terdapat dalam DNA : Adenin,
Guanin, Sitosin, Thimin.
 RNA = Ribo Nucleic Acid (Asam Ribo Nukleat)
Basa yang terdapat dalam RNA : Adenin,
Guanin, Sitosin, Urasil.
X





Polimer
Polimer adalah suatu senyawa besar yang
terbentuk dari kumpulan monomer-monomer, atau
unit-unit satuan yang lebih kecil.
Contoh:
Polisakarida (karbohidrat), protein, asam nukleat (
telah dibahas sebelumnya), dan sebagai contoh
lain adalah plastik, karet, fiber dan lain sebagainya.
Reaksi Pembentukan
Polimer

X

Reaksi dalam proses pembentukan polimer
adalah:
Kondensasi
Adisi

  
X



Kondensasi
Monomer-monomer berkaitan dengan melepas
molekul air dan metanol yang merupakan molekulmolekul kecil.
Polimerisasi kondensasi terjadi pada monomer
yang mempunyai gugus fungsi pada ujungujungnya.

Contoh: pembentukan nilon dan dakron.
X



Adisi
Monomer-monomer yang berkaitan mempunyai
ikatan rangkap. Terjadi berdasarkan reaksi adisi
yaitu pemutusan ikatan rangkap menjadi ikatan
tunggal. Polimerisasi adisi umumnya bergantung
pada bantuan katalis.
Contoh:
Pembentukan polietilen dan poliisoprena.
X

Penggolongan Polimer
Polimer digolongkan menjadi beberapa
macam, yaitu:
Berdasar jenis monomer
Berdasar asalnya
Berdasar ketahanan terhadap panas

 
Berdasarkan Jenis
Monomer

X



 Homopolimer: terbentuk dari satu jenis monomer
Contoh: polietilen (etena = C2H4), PVC (vinil
klorida = C2H3Cl), Teflon (tetrafluoretilen = C2F4),
dll.
 Kopolimer: terbentuk dari lebih satu jenis
monomer
Contoh: Nilon (asam adipat dan
heksametilendiamin), Dakron (etilen glikol dan
asam tereftalat), Kevlar/serat plastik tahan peluru
(fenilenandiamina dan asam tereftalat).
X



Berdasar Asalnya
 Polimer Alami
Adalah polimer yang terdapat di alam
Contoh: proten, amilum, selulosa, karet, asam
nukleat.
 Polimer Sintetis
Adalah polimer yang dibuat di pabrik
Contoh: PVC, teflon, polietilena.
Berdasar Ketahanan
Terhadap Panas

X



 Termoset
Adalah polimer yang jika dipanaskan akan
mengeras, dan tidak dapat dibentuk ulang.
Contoh: bakelit
 Termoplas
Adalah polimer yang jika dipanaskan akan meliat
(plastis) sehingga dapat dibentuk ulang.
Contoh: PVC, polipropilen, dll

Kimia Organik

  • 1.
  • 2.
    LOGO BAB 14 Dewi PutriKusrin Muhammad Ihlasul Amal Balqis Abiyyah A. W. KIMIA ORGANIK X 
  • 3.
    Daftar Isi Senyawa Organik SenyawaAlifatik Isomer Gugus Fungsional Senyawa Siklik Aspek Biokimia Polimer
  • 4.
    X   Senyawa Organik Senyawa organikadalah senyawa yang dihasilkan oleh makhluk hidup. Klik kotak di bawah untuk mengetahui senyawa berdasarkan strukturnya. Senyawa Organik
  • 5.
    X   Grafik SenyawaOrganik Senyawa Siklik Karbosiklik Heterosiklik Senyawa Alifatik Senyawa Jenuh Senyawa Tak Jenuh Alisiklik Contoh: Senyawa Alkana Organik Turunan Alkana Alkanol/alkohol Contoh: Alkena Turunan Alkena Alkuna Aromatik Contoh: Pirimidin Purin Contoh: Benzena Naftalena Antrasena Contoh: Sikloalkana
  • 6.
    X Senyawa Alifatik Senyawa inidibedakan menjadi: Senyawa jenuh Senyawa tak jenuh  
  • 7.
    X  Senyawa Jenuh Adalah senyawaorganik yang tidak mempunyai ikatan rangkap atau tidak dapat mengikat atom H lagi. 
  • 8.
    X    SenyawaAlkana Alkana adalah senyawa organik yang bersifat jenuh atau hanya mempunyai ikatan tunggal, dan mempunyai rumus umum: CnH2n + 2 n = Jumlah atom karbon (C) 2n + 2 = Jumlah atom hidrogen (H)
  • 9.
    X Senyawa Alkana Berikut macam-macamsenyawa alkana. Atom C Rumus Molekul Nama 1 CH4 Metana 2 C2H6 Etana 3 C3H8 Propana 4 C4H10 Butana 5 C5H12 Pentana 6 C6H14 Heksana 7 C7H16 Heptana 8 C8H18 Oktana 9 C9H20 Nonana 10 C10H22 Dekana   
  • 10.
    X    SenyawaAlkana Kedudukan atom C pada alkana, yaitu: CH3 CH3 C CH2 CH2 CH CH3 CH3 C primer = mengikat 1 atom C  CH3 C sekunder = mengikat 2 atom C  CH2 C tersier = mengikat 3 atom C  CH C kuartener = mengikat 4 atom C  C CH3
  • 11.
    X    GugusAlkil Gugus yang terbentuk karena salah satu atom hidrogen dalam alkana digantikan oleh unsur atau senyawa lain dan memiliki rumus umum: CnH2n + 1 n = Jumlah atom karbon (C) 2n + 1 = Jumlah atom hidrogen (H)
  • 12.
    X   Penamaan Alkana(IUPAC) 1. 2. Untuk rantai C terpanjang dan tidak bercabang nama alkana sesuai jumlah C tersebut dan diberi awalan n (normal). Untuk rantai C terpanjang dan bercabang beri nama alkana sesuai jumlah C terpanjang tersebut, atom C yang tidak terletak pada rantai terpanjang sebagai cabang (alkil).  Beri nomor rantai terpanjang dan atom C yang mengikat alkil di nomor terkecil.  Apabila dari kiri dan dari kanan atom C-nya mengikat alkil di nomor yang sama utamakan atom C yang mengikat lebih dari satu alkil terlebih dahulu.  Alkil tidak sejenis ditulis namanya sesuai urutan abjad, sedang yang sejenis dikumpulkan dan beri awalan sesuai jumlah alkil tersebut; di- untuk 2, tri- untuk 3 dan tetrauntuk 4.
  • 13.
    X  Senyawa Tak Jenuh Adalahsenyawa organik yang mempunyai ikatan rangkap sehingga pada reaksi adisi ikatan itu dapat berubah menjadi ikatan tunggal dan mengikat atom H. Senyawa tak jenuh dibagi menjadi: Alkena Alkuna Alkadiena 
  • 14.
    X    SenyawaAlkena Alkena adalah senyawa organik yang bersifat tak jenuh, mempunyai ikatan rangkap dua, dan mempunyai rumus umum: CnH2n n 2n = Jumlah atom karbon (C) = Jumlah atom hidrogen (H)
  • 15.
    X Senyawa Alkena Berikut beberapasenyawa alkena. Atom C Rumus Molekul Nama 1 - - 2 C2H4 Etena 3 C3H6 Propena 4 C4H8 Butena 5 C5H10 Pentena 6 C6H12 Heksena 7 C7H14 Heptena 8 C8H16 Oktena 9 C9H18 Nonena 10 C10H20 Dekena   
  • 16.
    X   Penamaan Alkena(IUPAC) 1. Rantai terpanjang mengandung ikatan rangkap dan ikatan rangkap di nomor terkecil dan diberi nomor sesuai letak ikatan rangkapnya. 2. Untuk menentukan cabang-cabang aturannya seperti pada alkana.
  • 17.
    X  Senyawa Alkuna Alkuna adalahsenyawa organik yang bersifat tak jenuh mempunyai ikatan rangkap tiga, dan mempunyai rumus umum : CnH2n - 2 n = Jumlah atom karbon (C) 2n - 2 = Jumlah atom hidrogen (H) 
  • 18.
    X Senyawa Alkuna Berikut beberapasenyawa alkuna. Atom C Rumus Molekul Nama 1 - - 2 C2H2 Etuna 3 C3H4 Propuna 4 C4H6 Butuna 5 C5H8 Pentuna 6 C6H10 Heksuna 7 C7H12 Heptuna 8 C8H14 Oktuna 9 C9H16 Nonuna 10 C10H18 Dekuna   
  • 19.
    X   Penamaan Alkuna(IUPAC) 1. Rantai terpanjang mengandung ikatan rangkap dan ikatan rangkap di nomor terkecil dan diberi nomor, sama seperti pada alkena. 2. Untuk menentukan cabang-cabang aturannya seperti pada alkana dan alkena.
  • 20.
    X  Alkadiena Alkadiena adalah senyawaorganik yang bersifat tak jenuh mempunyai 2 buah ikatan rangkap dua.
  • 21.
    X  Isomer Isomer adalah senyawa-senyawadengan rumus molekul sama tetapi rumus struktur atau konfigurasinya. Isomer dibagi menjadi: Isomer kerangka Isomer posisi Isomer fungsional (isomer gugus fungsi) Isomer geometris Isomer optis
  • 22.
    X  Isomer Kerangka Pada isomerkerangka, rumus molekul dan gugus fungsi sama, tetapi rantai induk berbeda. C C C C C dengan C C C C C
  • 23.
    X  Isomer Posisi Pada isomerposisi, rumus molekul dan gugus fungsi sama, tetapi posisi gugus fungsinya berbeda. OH C C C C dengan OH C C C C
  • 24.
    Isomer Fungsional (Isomer GugusFungsi) X   Pada isomer ini, rumus molekul sama tetapi gugus fungsionalnya berbeda, senyawa-senyawa yang berisomer fungsional:  Alkanol (Alkohol) dengan Alkoksi Alkana (Eter)  Alkanal (Aldehid) dengan Alkanon (Keton)  Asam Alkanoat (Asam Karboksilat) dengan Alkil Alkanoat (Ester)
  • 25.
    Isomer Fungsional (Isomer GugusFungsi) CH3 CH2 CH3 O CH3 CH2 CH3 X   Propanol CH2 OH berisomer fungsi dengan Metoksi Etana CH2 CH3 CHO berisomer fungsi dengan CH3 CO Propanal Propanon
  • 26.
    X  Isomer Geometris Pada isomerini, rumus molekulnya sama, rumus strukturnya sama, tetapi berbeda susunan ruang atomnya dalam molekul yang dibentuknya. CH3 berisomer geometris C C dengan H H cis 2-butena CH3 CH3 H C C H CH3 trans 2-butena
  • 27.
    X  Isomer Optis Isomer iniadalah isomer yang terjadi terutama pada atom C asimetris (atom C terikat pada 4 gugus berbeda). H CH3 C’ CH2 CH2 CH3 OH 1-pentanol C’ = C asimetris mengikat CH3, H, OH, dan C3H7
  • 28.
    X  Gugus Fungsional Gugus fungsiadalah gugus pengganti yang dapat menentukan sifat senyawa karbon. Homolog Rumus Gugus Fungsi Alkohol R – OH – OH Alkoksi Alkana Eter R – O – R’ –O– Alkanal Aldehid R – CHO – CHO Alkanon Keton R – CO – R’ – CO – Asam Alkanoat Asam Karboksilat R – COOH – COOH Alkil Alkanoat Ester R – COO – R’ – COO - Amina Amina R – NH2 – NH2 IUPAC Trivial Alkanol
  • 29.
    X  Alkanol (Alkohol) Nama Trivial(umum) : Alkohol Rumus : R – OH Gugus fungsi : – OH Penamaan Alkana menurut IUPAC 1. Rantai utama adalah rantai terpanjang yang mengandung gugus OH. 2. Gugus OH harus di nomor terkecil. 
  • 30.
  • 31.
    X   Alkoksi Alkana Nama Trivial(umum) : Eter Rumus : R – OR’ Gugus Fungsi :–O– Penamaan Alkoksi Alkana menurut IUPAC 1. Jika gugus alkil berbeda maka yang C-nya kecil sebagai alkoksi. 2. Gugus alkoksi di nomor terkecil.
  • 32.
      X Alkoksi Alkana CH3 CH3O Metoksi metana CH3 O C2H5 Metoksi etana CH3 CH CH3 CH2 CH O CH3 C2H5 5-metil-3-metoksi heksana Gugus metoksi di nomor 3 bukan di nomor 4
  • 33.
    X Alkanal Nama Trivial (umum): Aldehida Rumus : R – COH Gugus Fungsi : – COH Penamaan Alkanal menurut IUPAC Gugus CHO selalu dihitung nomor 1.  
  • 34.
  • 35.
    X  Alkanon Nama Trivial (umum): Keton Rumus : R – CO – R’ Gugus Fungsi : – CO – Penamaan Alkanon menurut IUPAC 1. Rantai terpanjang dengan gugus karbonil CO adalah rantai utama. 2. Gugus CO harus di nomor terkecil. 
  • 36.
  • 37.
    X  Asam Alkanoat Nama Trivial(umum) : Asam Karboksilat Rumus : R – COOH Gugus Fungsi : – COOH Penamaan Asam Alkanoat menurut IUPAC Gugus COOH selalu sebagai nomor satu. 
  • 38.
    X   Asam Alkanoat CH3 CH2 CH2 C O C2H5 CH3 CH CH2 C CH3 CH3 C C3H7 OH Asambutanoat Asam OH 3-metil pentanoat O CH2 C O Asam OH 3,3-dimetil heksanoat
  • 39.
    X Alkil Alkanoat Nama Trivial(umum) : Ester Rumus : R – COO – R’ Gugus Fungsi : – COO – Penamaan Alkil Alkanoat menurut IUPAC Gugus alkilnya selalu berikatan dengan O. R C O R Alkanoat O Alkil  
  • 40.
    X   Alkil Alkanoat CH3 CH2 CH2 C OC2H5 Etilbutanoat O C2H5 CH2 CH2 C OCH3 Metil pentanoat O H C O CH2 OCH3 Metil metanoat
  • 41.
    X  Amina Nama Trivial (umum): Amina Rumus : R – NH2 Gugus Fungsi : – NH2 Penamaan Amina menurut IUPAC dan Trivial Penamaan Amina ini dibagi menjadi: 1. Amina primer 2. Amina sekunder 3. Amina tersier 
  • 42.
    X   Amina 1. Aminaprimer CH3 CH2 CH2 1-amino butana 2. Amina sekunder CH2 NH2 atau NH CH3 CH2 Dietil amina 3. Amina tersier N CH3 CH2 CH2 CH3 CH3 butil amina CH3 Etil-dimetil-amina
  • 43.
    X Senyawa Siklik Berikut inibeberapa contoh senyawa siklik. Benzena Naftalena Antrasin 
  • 44.
    X  Benzena Benzena adalah suatusenyawa organik aromatis, yang mempunyai 6 atom karbon dan 3 ikatan rangkap yang berselang-seling (berkonjugasi) dan siklik (seperti lingkaran). Struktur Lambang CH CH CH CH CH CH 
  • 45.
    X  Benzena Pada benzena terdapatdua macam reaksi, yaitu: Reaksi adisi Reaksi substitusi
  • 46.
    X  Reaksi Adisi Ciri reaksiadisi adalah adanya perubahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal. CH CH2 CH CH + 3H2 CH CH CH → CH2 CH2 CH2 CH2 CH2 Siklo heksana
  • 47.
    X  Reaksi Subtitusi Ciri reaksisubstitusi tidak ada perubahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal atau sebaliknya. Sustitusi benzena di bedakan menjadi: Monosubtitusi Disubtitusi
  • 48.
    X  Monosubtitusi Penggantian satu atomhidrogen pada benzena dengan atom atau senyawa gugus yang lain. Rumus umum monosubstitusi : C6H5A CH A C A atau CH CH CH CH A = pengganti atom H 
  • 49.
  • 50.
    X  Disubtitusi Penggantian dua atomhidrogen pada benzena dengan atom atau senyawa gugus yang lain. Ada tiga macam disubstitusi: A A A A A Orto Meta A Para
  • 51.
    X  Naftalena Naftalena adalah suatusenyawa organik aromatis, yang mempunyai 10 atom karbon dan 5 ikatan rangkap yang berselang-seling (berkonjugasi) dan double siklik (seperti 2 lingkaran). CH CH C CH CH CH CH C CH CH
  • 52.
    X  Antrasin Antrasin atau antrasenaadalah suatu senyawa organik aromatis, yang mempunyai 14 atom karbon. CH CH CH CH C C CH CH C C CH CH CH CH
  • 53.
    X  Aspek Biokimia Biokimia adalahcabang ilmu kimia untuk mempelajari peristiwa kimia (reaksi kimia) yang terjadi dalam tubuh makhluk (organisme) hidup. Senyawa kimia yang termasuk biokimia adalah senyawa-senyawa yang mengandung atau tersusun oleh unsur-unsur seperti : karbon (C , Hidrogen (H), Oksigen (O), Nitrogen (N) Belerang (S) Fosfor (P), dan beberapa unsur lain dalam jumlah yang kecil. 
  • 54.
    X Nutrisi yang Diperlukan Tubuh Fungsi   No Nutrisi Sumber 1. Karbohidrat Sumber energi Nasi, kentang, gandum, umbiumbian 2. Lemak Sumber energi Mentega, margarin, minyak 3. Protein Pertumbuhan dan perbaikan jaringan, pengontrol reaksi kimia dalam tubuh Daging, ikan, telur, kacangkacangan, tahu, tempe, susu 4. Garam mineral Beraneka peran khusus Daging, sayuran 5. Vitamin Pembentukan organ, meningkatkan daya tahan tubuh, memaksimalkan fungsi pancaindra Buah-buahan, sayuran 6. Air Pelarut, penghantar, reaksi hidrolisis Air minum
  • 55.
    X Senyawa pada Biokimia Karbohidrat Asamamino Protein Lipida Asam nukleat  
  • 56.
    X  Karbohidrat Rumus umum karbohidrat:Cn(H2O)m Karbohidrat Komposisi Monosakarida Glukosa Fruktosa Galaktosa C6H12O6 C6H12O6 C6H12O6 Disakarida Maltosa Sukrosa Laktosa Polisakarida Glikogen Pati kanji Selulosa Glukosa + Glukosa Glukosa + Fruktosa Glokosa + Galaktosa Polimer Glukosa Polimer Glukosa Polimer Glukosa Terdapat dalam Buah Buah, madu Tidak ditemukan secara alami Kecambah biji-bijian Gula tebu, gula bit Susu Cadangan energi hewan Cadangan energi tumbuhan Serat tumbuhan 
  • 57.
    X  Monosakarida  Berdasarkan jumlahatom C Jumlah C Nama Rumus Contoh 2 Diosa C2(H2O)2 Monohidroksiasetaldehida 3 Triosa C3(H2O) Dihiroksiketon Gliseraldehida 4 Tetrosa C4(H2O)4 Trihidroksibutanal Trihidroksibutanon 5 Pentosa C5(H2O)5 Ribulosa Deoksiribosa Ribosa Milosa 6 Heksosa C6(H2O)6 Glukosa Manosa Galaktosa Fruktosa 
  • 58.
    X   Monosakarida  Berdasarkangugus fungsi Aldosa : monosakarida yang mempunyai gugus fungsi aldehid (alkanal). Ketosa : monosakarida yang mempunyai gugus fungsi keton (alkanon).
  • 59.
    X  Disakarida Disakarida dibentuk oleh2 mol monosakarida heksosa. Contoh: Glukosa + Fruktosa → Sukrosa + Air Rumus: C6H12O6 + C6H12O6 → C12H22O11 + H2O Disakarida yang terbentuk tergantung jenis heksosa yang direaksikan 
  • 60.
    X    Reaksipada Disakarida Larut Larut Reduksi: Fehling, Tollens, Benedict Positif Negatif Optikaktif Dekstro Dekstro Koloid Positif Dekstro Disakarida Dalam Air Maltosa Sukrosa Laktosa
  • 61.
    X    Polisakarida Terbentukdari polimerisasi senyawa-senyawa monosakarida, dengan rumus umum: (C6H10O5)n
  • 62.
    X   Reaksi padaPolisakarida Polisakarida Dalam Air Amilum Koloid Reduksi: Fehling, Tollens, Benedict Negatif Glikogen Selulosa Koloid Koloid Positif Negatif Tes Iodium Biru Violet Putih Berdasarkan daya reduksi terhadap pereaksi Fehling, Tollens, atau Benedict Gula terbuka : karbohidrat yang mereduksi reagen Fehling, Tollens, atau Benedict. Gula tertutup : karbohidrat yang tidak mereduksi reagen Fehling, Tollens, atau Benedict.
  • 63.
    X  Reaksi pada Maltosa Hidrolisis1 mol maltosa akan membentuk 2 mol glukosa. C12H22O11 + H2O Maltosa → C6H12O6 + C6H12O6 Glukosa Glukosa Maltosa mempunyai gugus aldehid bebas sehingga dapat bereaksi dengan reagen Fehling, Tollens, dan Benedict dan disebut gula pereduksi.
  • 64.
    X  Reaksi pada Sukrosa Hidrolisis1 mol sukrosa akan membentuk 1 mol glukosa dan 1 mol fruktosa. C12H22O11 + H2O Sukrosa → C6H12O6 + C6H12O6 Glukosa Fruktosa Reaksi hidrolisis berlangsung dalam suasana asam dengan bantuan ini sering disebut sebagai proses inversi dan hasilnya adalah gula invert.
  • 65.
    X  Reaksi pada Laktosa Hidrolisis1 mol laktosa akan membentuk 1 mol glukosa dan 1 mol galaktosa. C12H22O11 + H2O Laktosa → C6H12O6 + C6H12O6 Glukosa Galaktosa Seperti halnya maltosa, laktosa mempunyai gugus aldehid bebas sehingga dapat bereaksi dengan reagen Fehling, Tollens, dan Benedict dan disebut gula pereduksi.
  • 66.
    X  Asam Amino Asam aminoadalah monomer dari protein, yaitu asam karboksilat yang mempunyai gugus amina (NH2) pada atom C ke-2, rumus umumnya: R CH NH2 COOH 
  • 67.
    X    AsamAmino H CH COOH NH2 CH3 CH NH2 COOH Asam 2 amino asetat (glisin) Asam 2 amino propionat (alanin)
  • 68.
    X   Asam Amino Asamamino dibedakan menjadi:  Asam amino essensial (tidak dapat disintesis tubuh) Contoh : isoleusin, fenilalanin, metionin, lisin, valin, treonin , triptofan, histidin.  Asam amino non essensial (dapat disintesis tubuh) Contoh : glisin, alanin, serin, sistein, ornitin, asam aspartat, tirosin, sistin, arginin, asam
  • 69.
    X  Protein Protein adalah senyawaorganik yang terdiri dari unsur-unsur C, H, O, N, S, P dan mempunyai massa molekul relatif besar (makromolekul). Protein digolongkan menjadi: a. Berdasar ikatan Peptida b. Berdasar hasil hidrolisis c. Berdasar fungsi 
  • 70.
    X Berdasar Ikatan Peptida 1.Protein Dipeptida Jumlah monomer = 2 Ikatan peptida = 1 2. Protein Tripeptida Jumlah monomer = 3 Ikatan peptida = 2 3. Protein Polipeptida Jumlah monomer > 3 Ikatan peptida >2   
  • 71.
    X    BerdasarHasil Hidrolisis 1. Protein Sederhana Hasil hidrolisisnya hanya membentuk asam α amino. 2. Protein Majemuk Hasil hidrolisisnya membentuk asam α amino dan senyawa lain selain asam α amino
  • 72.
    X    BerdasarFungsi No Protein Fungsi Contoh 1. Struktur Proteksi, penyangga, pergerakan Kulit, tulang, gigi, rambut,bulu, kuku, otot, kepompong, dll 2. Enzim Katalisator biologis Semua jenis enzim dalam tubuh 3. Hormon Pengaturan fungsi tubuh Insulin 4. Transport Pergerakan senyawa antar dan atau intra sel Hemoglobin 5. Pertahanan Mempertahankan diri Antibodi 6. Racun Penyerangan Bisa ular dan bisa laba-laba 7. Kontraktil Sistem kontraksi tubuh Aktin, miosin
  • 73.
    X   Reaksi IdentifikasiProtein No Pereaksi Reaksi Warna Protein + NaOH + CuSO4 Merah atau ungu 1. Biuret 2. Xantoprotein Protein + HNO3 Kuning 3. Millon* Protein + Millon Merah *Millon → larutan merkuro dalam asam nitrat
  • 74.
    X  Lipida Lipida adalah senyawaorganik yang berfungsi sebagai makanan tubuh. Lipida Terpenting Lemak Fosfolipid Steroid
  • 75.
    X  Lemak Lemak terbentuk daridari asam lemak + gliserol. Lemak di bagi menjadi:  Lemak jenuh (padat)  Terbentuk dari asam lemak jenuh dan gliserol  Berbentuk padat pada suhu kamar  Banyak terdapat pada hewan  Lemak tak jenuh (minyak)  Terbentuk dari asam lemak tak jenuh dan gliserol  Terbentuk cair pada suhu kamar  Banyak terdapat pada tumbuhan
  • 76.
    X  Fosfolipid Fosfolipid terbentuk dariasam lemak + asam fosfat + gliserol. Fungsi dari fosfolipid antara lain sebagai bahan penyusun membran sel. Beberapa fungsi biologik lainnya antara lain adalah sebagai surfaktan paruparu yang mencegah perlekatan dinding alveoli paru-paru sewaktu ekspirasi.
  • 77.
    X  Steroid Steriod merupakan senyawasiklo hidrokarbon. Steroid adalah senyawa organik lemak sterol tidak terhidrolisis yang didapat dari hasil reaksi penurunan dari terpena atau skualena. Steroid merupakan kelompok senyawa yang penting dengan struktur dasar sterana jenuh.
  • 78.
    X  Asam Nukleat  DNA= Deoxyribo Nucleic Acid (Asam Deoksiribo Nukleat) Basa yang terdapat dalam DNA : Adenin, Guanin, Sitosin, Thimin.  RNA = Ribo Nucleic Acid (Asam Ribo Nukleat) Basa yang terdapat dalam RNA : Adenin, Guanin, Sitosin, Urasil.
  • 79.
    X   Polimer Polimer adalah suatusenyawa besar yang terbentuk dari kumpulan monomer-monomer, atau unit-unit satuan yang lebih kecil. Contoh: Polisakarida (karbohidrat), protein, asam nukleat ( telah dibahas sebelumnya), dan sebagai contoh lain adalah plastik, karet, fiber dan lain sebagainya.
  • 80.
    Reaksi Pembentukan Polimer X Reaksi dalamproses pembentukan polimer adalah: Kondensasi Adisi   
  • 81.
    X  Kondensasi Monomer-monomer berkaitan denganmelepas molekul air dan metanol yang merupakan molekulmolekul kecil. Polimerisasi kondensasi terjadi pada monomer yang mempunyai gugus fungsi pada ujungujungnya. Contoh: pembentukan nilon dan dakron.
  • 82.
    X  Adisi Monomer-monomer yang berkaitanmempunyai ikatan rangkap. Terjadi berdasarkan reaksi adisi yaitu pemutusan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal. Polimerisasi adisi umumnya bergantung pada bantuan katalis. Contoh: Pembentukan polietilen dan poliisoprena.
  • 83.
    X Penggolongan Polimer Polimer digolongkanmenjadi beberapa macam, yaitu: Berdasar jenis monomer Berdasar asalnya Berdasar ketahanan terhadap panas  
  • 84.
    Berdasarkan Jenis Monomer X   Homopolimer:terbentuk dari satu jenis monomer Contoh: polietilen (etena = C2H4), PVC (vinil klorida = C2H3Cl), Teflon (tetrafluoretilen = C2F4), dll.  Kopolimer: terbentuk dari lebih satu jenis monomer Contoh: Nilon (asam adipat dan heksametilendiamin), Dakron (etilen glikol dan asam tereftalat), Kevlar/serat plastik tahan peluru (fenilenandiamina dan asam tereftalat).
  • 85.
    X  Berdasar Asalnya  PolimerAlami Adalah polimer yang terdapat di alam Contoh: proten, amilum, selulosa, karet, asam nukleat.  Polimer Sintetis Adalah polimer yang dibuat di pabrik Contoh: PVC, teflon, polietilena.
  • 86.
    Berdasar Ketahanan Terhadap Panas X  Termoset Adalah polimer yang jika dipanaskan akan mengeras, dan tidak dapat dibentuk ulang. Contoh: bakelit  Termoplas Adalah polimer yang jika dipanaskan akan meliat (plastis) sehingga dapat dibentuk ulang. Contoh: PVC, polipropilen, dll