KARKTERISTIK
TRANSISTOR
Prihtian pambudi (1410502034)
Dosen pembimbing :
R. Suryoto Edy Raharjo, S.T., M.Eng.
JENIS TRANSISTOR
• .Transistor Bipolar
Transistor bipolar adalah komponen elktronika yang terdiri dari
tiga buah kaki, yaitu emitor (E), basis (B), dan kolektor (C).
Tansistor terdiri dari dua jenis yaitu transistor tipe NPN dan
transistor tipe PNP. Tanda petunjuk arah pada masing-masing
tipe yang ditunjuk anak panah adalah merupakan terminal
emitor
Transistor unipolar adalah FET (Field Effect Transistor) yang terdiri
dari JFET kanal N, JFET kanal P, MOSFET kanal N, dan MOSFET
kanal P
Transistor
unipolar
RANGKAIAN TRANSISTOR MEMILIKI TIGA TIPE
TEGANGAN
• Sumber Tegangan Transistor : VBB
dan VCC
 Tegangan Terminal Transistor : VB, Vc dan VE
 Tegangan Lintas Persambungan: VBE, VCE, dan VCB
• Karakteristik yang paling penting dari Transistor adalah grafik
Dioda Kolektor-Emiter, yang biasa dikenal dengan Kurva
Tegangan-Arus (V-I Curve). Kurva ini menggambarkan arus
Kolektor, IC, dengan tegangan lintas persambungan Kolektor –
Emiter, VCE, dimana harga-harga tersebut diukur dengan arus
Basis, IB, yang berbeda-beda. Rangkaian yang digunakan untuk
mendapatkan kurva tampak pada Gambar 9.2 di bawah ini.
KURVA TERSEBUT MENGINDIKASIKAN BAHWA
TERDAPAT 4 BUAH DAERAH OPERASI, YAITU:
 Daerah Potong (Cutoff Region)
 Daerah Saturasi (Saturation Region)
 Daerah Aktif (Active Region), dan
 Daerah Breakdown.
KARAKTERISTIK DARI MASING-MASING DAERAH OPERASI TRANSISTOR
TERSEBUT DAPAT DIRINGKAS SEBAGAI BERIKUT:
• Daerah Potong:
• Dioda Emiter diberi prategangan mundur. Akibatnya, tidak terjadi
pergerakan elektron, sehingga arus Basis, IB = 0. Demikian juga, arus
Kolektor, IC = 0, atau disebut ICEO (Arus Kolektor ke Emiter dengan
harga arus Basis adalah 0).
• Daerah Saturasi
• Dioda Emiter diberi prategangan maju. Dioda Kolektor juga diberi
prategangan maju. Akibatnya, arus Kolektor, IC, akan mencapai harga
maksimum, tanpa bergantung kepada arus Basis, IB, dan βdc. Hal ini,
menyebabkan Transistor menjadi komponen yang tidak dapat
dikendalikan. Untuk menghindari daerah ini, Dioda Kolektor harus
diberi prateganan mundur, dengan tegangan melebihi VCE(sat), yaitu
• Daerah Aktif
• Dioda Emiter diberi prategangan maju. Dioda Kolektor diberi
prategangan mundur. Terjadi sifat-sifat yang diinginkan,
dimana:
IE = IC + IB
B
C
dc
I
I

,
atau
IC = βdc IB
B
C
dc
I
I
 atau IC = αdc IE
• Daerah Breakdown
• Dioda Kolektor diberiprategangan mundur yang melebihi
tegangan Breakdown-nya, BVCEO (tegangan breakdown dimana
tegangan Kolektor ke Emiter saat Arus Basis adalah nol).
Sehingga arus Kolektor, IC, melebihi spesifikasi yang
dibolehkan. Transistor dapat mengalami kerusakan.
KARAKTERISTIK KELUARAN
Konfigurasi Basis-Bersama (Common-Base Configuration)
Konfigurasi Common Base ini menghasilkan Penguatan Tegangan
antara sinyal INPUT dan sinyal OUTPUT namun tidak
menghasilkan penguatan pada arus.
Konfigurasi Common Collector (Kolektor
Bersama)
Konfigurasi Common Collector (CC) atau Kolektor Bersama memiliki
sifat dan fungsi yang berlawan dengan Common Base (Basis Bersama).
Kalau pada Common Base menghasilkan penguatan Tegangan tanpa
memperkuat Arus, maka Common Collector ini memiliki fungsi yang
dapat menghasilkan Penguatan Arus namun tidak menghasilkan
penguatan Tegangan.
Pada Konfigurasi Common Collector, Input diumpankan ke Basis
Transistor sedangkan Outputnya diperoleh dari Emitor Transistor
sedangkan Kolektor-nya di-ground-kan dan digunakan bersama
untuk INPUT maupun OUTPUT.
Karakteristik Masukan
Karakteristik transistor lain yang perlu diketahui adalah
karakteristik masukan, yaitu
hubungan eksponensial I-V pada sambungan emitor-basis.
Karakteristik masukan pada konfigurasi basis bersama
adalah hubungan antara vBE dengan iE , sedangkan pada
konfigurasi emitor-bersama adalah hubungan antara vBE
dengan iB .
Karakteristik transfer-arus berupa plot ic terhadap iB
untuk suatu harga vCE tertentu.
Ini dapat diperoleh dengan mudah dari karakteristik
keluaran. Kemiringan dari kurva yang diperoleh secara
langsung akan memberikan harga b dari hubungan
Karakteristik Transfer-
Arus
ic = ß ib

Karakteristik Transistor

  • 1.
    KARKTERISTIK TRANSISTOR Prihtian pambudi (1410502034) Dosenpembimbing : R. Suryoto Edy Raharjo, S.T., M.Eng.
  • 2.
    JENIS TRANSISTOR • .TransistorBipolar Transistor bipolar adalah komponen elktronika yang terdiri dari tiga buah kaki, yaitu emitor (E), basis (B), dan kolektor (C). Tansistor terdiri dari dua jenis yaitu transistor tipe NPN dan transistor tipe PNP. Tanda petunjuk arah pada masing-masing tipe yang ditunjuk anak panah adalah merupakan terminal emitor Transistor unipolar adalah FET (Field Effect Transistor) yang terdiri dari JFET kanal N, JFET kanal P, MOSFET kanal N, dan MOSFET kanal P Transistor unipolar
  • 3.
    RANGKAIAN TRANSISTOR MEMILIKITIGA TIPE TEGANGAN • Sumber Tegangan Transistor : VBB dan VCC  Tegangan Terminal Transistor : VB, Vc dan VE  Tegangan Lintas Persambungan: VBE, VCE, dan VCB
  • 4.
    • Karakteristik yangpaling penting dari Transistor adalah grafik Dioda Kolektor-Emiter, yang biasa dikenal dengan Kurva Tegangan-Arus (V-I Curve). Kurva ini menggambarkan arus Kolektor, IC, dengan tegangan lintas persambungan Kolektor – Emiter, VCE, dimana harga-harga tersebut diukur dengan arus Basis, IB, yang berbeda-beda. Rangkaian yang digunakan untuk mendapatkan kurva tampak pada Gambar 9.2 di bawah ini.
  • 5.
    KURVA TERSEBUT MENGINDIKASIKANBAHWA TERDAPAT 4 BUAH DAERAH OPERASI, YAITU:  Daerah Potong (Cutoff Region)  Daerah Saturasi (Saturation Region)  Daerah Aktif (Active Region), dan  Daerah Breakdown.
  • 6.
    KARAKTERISTIK DARI MASING-MASINGDAERAH OPERASI TRANSISTOR TERSEBUT DAPAT DIRINGKAS SEBAGAI BERIKUT: • Daerah Potong: • Dioda Emiter diberi prategangan mundur. Akibatnya, tidak terjadi pergerakan elektron, sehingga arus Basis, IB = 0. Demikian juga, arus Kolektor, IC = 0, atau disebut ICEO (Arus Kolektor ke Emiter dengan harga arus Basis adalah 0). • Daerah Saturasi • Dioda Emiter diberi prategangan maju. Dioda Kolektor juga diberi prategangan maju. Akibatnya, arus Kolektor, IC, akan mencapai harga maksimum, tanpa bergantung kepada arus Basis, IB, dan βdc. Hal ini, menyebabkan Transistor menjadi komponen yang tidak dapat dikendalikan. Untuk menghindari daerah ini, Dioda Kolektor harus diberi prateganan mundur, dengan tegangan melebihi VCE(sat), yaitu
  • 7.
    • Daerah Aktif •Dioda Emiter diberi prategangan maju. Dioda Kolektor diberi prategangan mundur. Terjadi sifat-sifat yang diinginkan, dimana: IE = IC + IB B C dc I I  , atau IC = βdc IB B C dc I I  atau IC = αdc IE
  • 8.
    • Daerah Breakdown •Dioda Kolektor diberiprategangan mundur yang melebihi tegangan Breakdown-nya, BVCEO (tegangan breakdown dimana tegangan Kolektor ke Emiter saat Arus Basis adalah nol). Sehingga arus Kolektor, IC, melebihi spesifikasi yang dibolehkan. Transistor dapat mengalami kerusakan.
  • 9.
    KARAKTERISTIK KELUARAN Konfigurasi Basis-Bersama(Common-Base Configuration) Konfigurasi Common Base ini menghasilkan Penguatan Tegangan antara sinyal INPUT dan sinyal OUTPUT namun tidak menghasilkan penguatan pada arus.
  • 10.
    Konfigurasi Common Collector(Kolektor Bersama) Konfigurasi Common Collector (CC) atau Kolektor Bersama memiliki sifat dan fungsi yang berlawan dengan Common Base (Basis Bersama). Kalau pada Common Base menghasilkan penguatan Tegangan tanpa memperkuat Arus, maka Common Collector ini memiliki fungsi yang dapat menghasilkan Penguatan Arus namun tidak menghasilkan penguatan Tegangan. Pada Konfigurasi Common Collector, Input diumpankan ke Basis Transistor sedangkan Outputnya diperoleh dari Emitor Transistor sedangkan Kolektor-nya di-ground-kan dan digunakan bersama untuk INPUT maupun OUTPUT.
  • 11.
    Karakteristik Masukan Karakteristik transistorlain yang perlu diketahui adalah karakteristik masukan, yaitu hubungan eksponensial I-V pada sambungan emitor-basis. Karakteristik masukan pada konfigurasi basis bersama adalah hubungan antara vBE dengan iE , sedangkan pada konfigurasi emitor-bersama adalah hubungan antara vBE dengan iB .
  • 12.
    Karakteristik transfer-arus berupaplot ic terhadap iB untuk suatu harga vCE tertentu. Ini dapat diperoleh dengan mudah dari karakteristik keluaran. Kemiringan dari kurva yang diperoleh secara langsung akan memberikan harga b dari hubungan Karakteristik Transfer- Arus ic = ß ib