PSAP NO. 07 AKUNTANSI AKTIVA TETAP PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI  PEMERINTAHAN
PERAN ASET TETAP Bagian utama aset pemerintah, dan signifikan dalam penyajian Neraca Pencatatan hasil terutama dari  Belanja Modal ( capital expenditures ) Pembedaan antara current dan capital expenditures sangat penting untuk tujuan analisa, transparansi dan pengambilan keputusan, yaitu antara lain: untuk menilai belanja operasi pemerintah dan effisiensi kegiatan pemerintah belanja investasi/modal akan menimbulkan aliran cost dan benefit di masa datang, untuk membedakan dengan belanja yang mempunyai pengaruh berbeda dalam jangka pendek. Dalam membangun anggaran berbasis kinerja memerlukan pemisahan antara running cost dan capital expenditures. Kekurang perhatian ( lack of focus ) atas investasi/modal akan menimbulkan kelemahan ( shortsightedness ) dalam formulasi kebijakan
DEFINISI ASET TETAP Aset Tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Termasuk : aset tetap yang dimiliki oleh entitas pelaporan tetapi dimanfaatkan oleh pihak lain dan hak atas tanah Tidak termasuk : aset yang dikuasai untuk dikonsumsi dalam operasi pemerintah
KLASIFIKASI ASET TETAP Tanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan, Irigasi, dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi dalam Pengerjaan
PENGAKUAN ASET TETAP Harus berwujud dan memenuhi kriteria : Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan; Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal; Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas;  Diperoleh/dibangun dengan maksud untuk digunakan. Telah diterima atau diserahkan hak kepemilikannya, dan atau pada saat penguasaannya berpindah
PENGAKUAN ASET TETAP Perolehan aset tetap melalui pembelian atau pembangunan pada umumnya didahului dengan pengakuan belanja modal yang akan mengurangi Kas Umum Negara/Daerah.  Jurnal pengakuan belanja modal tersebut adalah:  SAI Dr. Belanja Modal Tanah   XXX Cr.   Piutang dari KUN XXX BUN Dr. Belanja Modal Tanah XXX Cr. Kas Umum Negara XXX
PENGAKUAN ASET TETAP Jurnal standar pada saat pengakuan suatu aset tetap di neraca adalah sbb: Dr. Tanah xxx Peralatan dan Mesin xxx Gedung dan Bangunan xxx Jalan, Irigasi, dan jaringan xxx Aset Tetap Lainnya xxx Konstruksi dalam Pengerjaan xxx Cr.  Diinvestasikan dalam Aset Tetap xxx   Jurnal ini merupakan jurnal korolari atau ikutan pada saat mengakui belanja modal untuk mengakui penambahan aset tetap yang bersangkutan .
PNGUKURAN ASET TETAP aset tetap yang diperoleh atau dibangun secara swakelola dinilai dengan biaya perolehan   Aset tetap yang tidak diketahui harga perolehannya disajikan dengan nilai wajar
KOMPONEN BIAYA Biaya perolehan suatu aset tetap terdiri dari harga belinya atau konstruksinya, termasuk bea impor dan setiap biaya yang dapat diatribusikan secara langsung yang membuat aset tersebut dapat bekerja untuk penggunaan yang dimaksudkan.
Biaya yang dapat diatribusikan secara langsung Biaya persiapan tempat Biaya pengiriman awal ( initial delivery ) dan biaya simpan dan bongkar muat ( handling cost ) Biaya pemasangan ( instalation cost ) Biaya profesional seperti arsitek dan insinyur Biaya konstruksi
Biaya aset tetap yang dibangun secara swakelola (1)  Biaya Langsung:  Tenaga kerja Bahan baku Biaya Tidak Langsung: Biaya perencanaan dan pengawasan Perlengkapan Tenaga listrik Sewa peralatan dll
Biaya Administrasi dan biaya umum lainnya bukan merupakan suatu komponen biaya aset tetap sepanjang biaya tersebut tidak dapat diatribusikan secara langsung pada biaya perolehan aset atau membawa aset ke kondisi kerjanya. Biaya permulaan ( start-up cost ) dan pra-produksi serupa tidak merupakan bagian biaya suatu aset kecuali biaya tersebut perlu untuk membawa aset ke kondisi kerjanya . Biaya aset tetap yang dibangun secara swakelola (2)
PENYUSUNAN NERACA AWAL Untuk pemerintah yang baru pertama kali akan menyusun neraca, nilai aset tetap di neraca   menggunakan nilai wajar aset tetap pada saat neraca tersebut disusun Aset tetap yang diperoleh setelah neraca awal disajikan dinilai dengan harga perolehannya
CONTOH KASUS PEROLEHAN TANAH Satuan Kerja A membeli tanah dengan harga Rp30 M, dimana di atasnya berdiri bangunan senilai Rp10 M. Untuk membuat tanah tersebut siap digunakan maka harus dikeluarkan lagi biaya untuk pembongkaran bangunan sebesar Rp2 M, pematangan tanah Rp1 M, dan balik nama Rp1 M. Atas transaksi ini hitung nilai tanah yang harus diakui di neraca.
CONTOH KASUS PEROLEHAN TANAH Rp34 M (30+2+1+1)
PEROLEHAN SECARA GABUNGAN Biaya perolehan dari masing-masing aset tetap yang diperoleh secara gabungan ditentukan dengan mengalokasikan harga gabungan tersebut berdasarkan perbandingan nilai wajar masing-masing aset yang bersangkutan.
CONTOH KASUS PEROLEHAN SECARA GABUNGAN Satuan Kerja A membeli 1 set furnitur ruangan rapat yang terdiri 1 set meja kursi rapat dan lemari buku dengan harga Rp15 jt. Harga pasar 1 set meja kursi rapat Rp12 jt, sedangkan 1 buah lemari buku Rp8 jt. Atas transaksi ini hitung harga perolehan 1 set meja kursi dan lemari buku.
CONTOH KASUS PEROLEHAN SECARA GABUNGAN harga perolehan 1 set meja kursi dicatat dengan nilai sebesar 12/20 x 15 jt = Rp9 jt Harga perolehan lemari buku dicatat  dengan nilai sebesar 8/20 x 15 jt = Rp 6 jt.
Contoh: Pemerintah menetapkan batasan nilai minimal kapitalisasi aset tetap untuk Peralatan dan Mesin dan Aset Tetap Lainnya adalah sebesar Rp300.000 per unit. Sementara untuk  gedung dan Bangunan; dan Jalan, Irigasi dan Jaringan adalah sebesar Rp10.000.000. Pada tahun anggaran 2006, pemerintah merencanakan membeli 20 unit kalkulator dengan harga Rp250.000/unit. Total rencana anggaran untuk pembelian 20 unit kalkulator adalah Rp5.000.000. Apakah pembelian tersebut dikapitalisasi atau tidak?
Departemen Kesehatan/Dinas Kesehatan membeli peralatan kedokteran, dengan  komponen biaya untuk perolehan peralatan medis tersebut adalah sebagai berikut: 1. Harga beli alat medis Rp 150.000.000 2. Perjalanan dinas Rp 20.000.000 3.Ongkos/transportasi alat medis Rp 5.000.000 4. Biaya uji coba Rp 4.000.000 Berapa biaya perolehan yang bisa dikapitalisasi ?
Rp 179.000.000
Suatu instansi telah melakukan renovasi atas gedung kantor yang bukan  miliknya.  Secara umum, apabila renovasi gedung kantor telah mengakibatkan peningkatan manfaat dan nilai teknis gedung kantor, maka pengeluaran belanja tersebut diklasifikasikan sebagai Belanja Modal. Permasalahannya adalah bahwa gedung kantor tersebut bukan milik instansi tersebut. Pemecahan kasus tersebut perlu dikaji dari teori akuntansi kapitalisasi Aset Tetap-Renovasi, sebagai berikut:
Apabila renovasi di atas meningkatkan manfaat ekonomik gedung (lebih dari satu tahun buku), misal perubahan fungsi gedung dari gudang menjadi ruangan kerja dan kapasitasnya naik, maka renovasi tersebut dikapitalisasi sebagai Aset Tetap-Renovasi dan diklasifikasikan ke dalam Aset Tetap Lainnya. Akan tetapi, jika manfaat ekonomik renovasi  tersebut  kurang dari satu tahun maka pengeluaran tersebut tidak boleh dikapitalisasi. Apabila renovasi atas aset tetap yang disewa tidak menambah manfaat ekonomik, maka dianggap sebagai Belanja Operasional.
c. Jaminan Pemeliharaan Sesuai dengan Perpres No. 8 Th 2006 ttg  Perubahan Atas Kepres No. 80 Th 2003 (Perubahan Ke4), pembayaran termin terakhir atas penyerahan pekerjaan yang sudah jadi dari Pihak Ketiga, dapat dilakukan melalui dua (2) cara yaitu: 1. Pembayaran dilakukan sebesar 9 5 % dari nilai kontrak, sedangkan yang 5 %  merupakan retensi selama masa pemeliharaan. 2. Pembayaran dilakukan sebesar 100 %  dari nilai kontrak dan penyedia barang/jasa harus menyerahkan jaminan bank sebesar 5 %  dari nilai kontrak yang diterbitkan oleh Bank Umum atau oleh perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian .  Jelaskan bagaimana perlakuan akuntansi pada kasus nomor 1?. Jelaskan bagaimana perlakuan akuntansi pada kasus nomor 2?.
C. JAWAB Penahanan pembayaran senilai 5 (lima) persen dari nilai kontrak harus diakui sebagai utang retensi jaminan bank untuk pemeliharaan harus diungkapkan dalam CaLK
PERTUKARAN ASET (1) Apabila aset tetap ditukar dengan aset tetap yang  tidak serupa atau aset lainnya, maka aset tetap yang baru diperoleh tersebut dinilai berdasarkan nilai, yang terdiri atas nilai aset tetap yang lama ditambah jumlah uang yang harus diserahkan untuk mendapatkan aset tetap baru tersebut
PERTUKARAN ASET (2) Apabila suatu aset tetap ditukar dengan aset yang serupa, yang memiliki manfaat yang serupa dan memiliki nilai wajar yang serupa, atau kepemilikan aset yang serupa, maka  b iaya aset yang baru diperoleh dicatat sebesar nilai tercatat ( carrying amount ) atas aset yang dilepas.
ASET DONASI Aset Tetap yang diperoleh dari sumbangan (donasi) harus dicatat  sebesar nilai wajar  pada saat perolehan. Perlakuan untuk hibah dalam bentuk barang ini adalah  dengan menganggap seolah-olah  ada uang kas masuk sebagai pendapatan hibah, kemudian uang tersebut dibelanjakan aset tetap yang bersangkutan .
CONTOH KASUS HIBAH DALAM BENTUK BARANG Dinas  X mendapat hibah dari perusahaan Y berupa 1 buah mobil dengan nilai wajar sebesar Rp100 jt.  Buat jurnal yang harus dilakukan oleh  Dinas  X atas transaksi tersebut.
K/L Db. Aset Tetap- Peralatan dan Mesin  Rp 100 jt Cr. Diinvestasikan dalam Aset Tetap Rp 100 jt. Sedangkan oleh  BUN  akan dijurnal: Db.  Kas  Umum Negara Rp 100 jt Cr. Pendapatan  H ibah  Rp 100 jt  Db. Belanja modal   Rp 100 jt Cr.  Kas  Umum Negara  Rp 100 jt
ASET BERSEJARAH Aset bersejarah merupakan aset tetap yang dimiliki atau dikuasai oleh pemerintah yang karena umur dan kondisinya aset tetap tersebut harus dilindungi oleh peraturan yang berlaku dari segala macam tindakan yang dapat merusak aset tetap tersebut  Diungkapkan dalam CaLK saja tanpa nilai Beberapa aset bersejarah juga memberikan potensi manfaat lainnya kepada pemerintah selain nilai sejarahnya, misalnya untuk ruang perkantoran. Untuk kasus tersebut, aset ini akan diterapkan prinsip-prinsip yang sama seperti aset tetap lainnya.
Pengeluaran belanja untuk aset tetap setelah perolehan dapat dibedakan menjadi dua: belanja untuk pemeliharaan    untuk mempertahankan kondisi aset tetap tersebut sesuai dengan kondisi awal belanja untuk peningkatan    memberi manfaat ekonomik di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, masa manfaat, mutu produksi, atau peningkatan standar kinerja    harus dikapitalisasi PENGELUARAN SETELAH PEROLEHAN
Contoh: Suatu instansi merencanakan untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp2.000.000 untuk biaya ganti oli sebanyak 10 mobil dinas.  Apakah dianggarkan dalam anggaran belanja operasional atau modal? Apakah bisa dikapitalisasi?
Pemerintah merencanakan untuk menganggarkan di APBN/APBD pengeluaran untuk perbaikan kantor dengan memperbaiki atapnya yang sering bocor.  Rencananya, atap kantor yang terbuat dari seng akan diganti dengan atap yang lebih baik, yaitu menggunakan genteng keramik dengan menelan biaya Rp20.000.000. Apakah pengeluaran tersebut bisa dianggarkan dalam belanja modal atau tidak? Apakah bisa dikapitalisasi atau tidak? jelaskan pertimbangannya.
PENYUSUTAN Penyusutan :  penyesuaian nilai sehubungan dengan penurunan kapasitas dan manfaat dari suatu aset  akibat pemakaian atau pengurangan karena keusangan    bukan alokasi biaya Selain tanah dan konstruksi dalam pengerjaan, seluruh aset tetap dapat disusutkan sesuai dengan sifat dan karakteristik aset tersebut   Jurnal standar untuk penyusutan adalah sbb: Dr Diinvestasikan dalam Aset Tetap  xxx  Cr Akumulasi Penyusutan  xxx
PRASYARAT PENYUSUTAN Diketahui  nilai buku  yang dapat disusutkan Identifikasi aset yang nilainya menurun. Harus diketahui masa manfaatnya Kondisi yang menyebabkan penurunan aset tetap (misalnya yang mudah obsolet) Perlukah memperhitungkan “nilai residu” ? .
METODE PENYUSUTAN Metode garis lurus ( straight line method ) = nlai yg dapat disusutkan : masa manfaat Metode saldo menurun ganda ( double declining method ) = BV x (1/masa manfaat x 100% x 2). Metode unit produksi ( unit of production method ) Produksi periode berjalan x tarif penyusutan. Tarif penyusutan = nilai yg dapat disusutkan : total output. Pemilihan metode penyusutan tergantung dari sifat dan karakteristik aset tetap masing-masing
PENETAPAN MASA MANFAAT ASET TETAP Untuk obyektifitas dalam penetapan masa manfaat aset tetap (sebagai dasar menentu kan metode penyusutan): disarankan agar penetapannya diusulkan oleh instansi tehnis terkait dan selanjutnya ditetapkan dengan Peraturan  dalam bentuk Kebijakan Akuntansi.
PENILAIAN KEMBALI (REVALUATION) Dalam hal terjadi perubahan harga secara signifikan, pemerintah dapat melakukan penilaian kembali atas aset tetap yang dimiliki agar nilai aset tetap pemerintah yang ada saat ini mencerminkan nilai wajar sekarang. SAP mengatur bahwa pemerintah dapat melakukan revaluasi sepanjang revaluasi tersebut dilakukan berdasarkan ketentuan pemerintah yang berlaku secara nasiona l  Selisih antara nilai revaluasi dengan nilai tercatat dibukukan dalam ekuitas dana pada akun Diinvestasikan dalam Aset Tetap.
PENGHENTIAN Untuk aset tetap yang karena kondisinya atau karena alasan lain dihentikan dari penggunaan aktif maka aset tetap tersebut dipindahkan ke pos aset lainnya. Jurnal standar untuk mencatat transaksi ini adalah sbb: Dr.   Diinvestasikan dalam Aset Tetap xxx Cr.   Peralatan dan Mesin xxx Dr.   Aset Lainnya xxx Cr.   Diinvestasikan dalam Aset Lainnya xxx
PELEPASAN Suatu aset tetap harus dieliminasi dari neraca ketika dilepaskan Jurnal standar untuk mencatat transaksi tersebut adalah sbb: Dr. Diinvestasikan dalam Aset Tetap  xxx Cr. Peralatan dan Mesin  xxx
PENYAJIAN Penyajian aset tetap dalam lembar muka neraca adalah sebagai berikut: Aset Aset Tetap Tanah   xxx Peralatan dan Mesin   xxx Gedung dan Bangunan xxx Jalan, Irigasi dan Jaringan   xxx Aset Tetap Lainnya   xxx Akumulasi Penyusutan   (xxx) Konstruksi dalam Pengerjaan     xxx Total Aset Tetap   xxx Ekuitas Dana Ekuitas Dana Investasi   Diinvestasikan dalam Aset Tetap    xxx Total Ekuitas Dana Investasi   xxx
PENGUNGKAPAN Dalam CaLK harus diungkapkan untuk masing-masing jenis aset tetap sbb: Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai tercatat; Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan: penambahan, pelepasan, akumulasi penyusutan dan perubahan nilai jika ada, dan mutasi aset tetap lainnya. Informasi penyusutan meliputi: nilai penyusutan, metode penyusutan yang digunakan, masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan, serta nilai tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir periode.
LAMPIRAN  Nilai aset tetap yang ada dalam neraca merupakan gabungan dari seluruh aset tetap yang dimiliki atau dikuasai oleh suatu pemerintah. Apabila pembaca laporan keuangan ingin mengetahui rincian aset tetap tersebut, maka laporan keuangan perlu lampiran :  tentang Daftar Aset yang terdiri dari nomor kode aset tetap, nama aset tetap, kuantitas aset tetap, dan nilai aset tetap
TERIMA KASIH

akuntansi aset tetap & penyusutan

  • 1.
    PSAP NO. 07AKUNTANSI AKTIVA TETAP PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI PEMERINTAHAN
  • 2.
    PERAN ASET TETAPBagian utama aset pemerintah, dan signifikan dalam penyajian Neraca Pencatatan hasil terutama dari Belanja Modal ( capital expenditures ) Pembedaan antara current dan capital expenditures sangat penting untuk tujuan analisa, transparansi dan pengambilan keputusan, yaitu antara lain: untuk menilai belanja operasi pemerintah dan effisiensi kegiatan pemerintah belanja investasi/modal akan menimbulkan aliran cost dan benefit di masa datang, untuk membedakan dengan belanja yang mempunyai pengaruh berbeda dalam jangka pendek. Dalam membangun anggaran berbasis kinerja memerlukan pemisahan antara running cost dan capital expenditures. Kekurang perhatian ( lack of focus ) atas investasi/modal akan menimbulkan kelemahan ( shortsightedness ) dalam formulasi kebijakan
  • 3.
    DEFINISI ASET TETAPAset Tetap adalah aset berwujud yang mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan dalam kegiatan pemerintah atau dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Termasuk : aset tetap yang dimiliki oleh entitas pelaporan tetapi dimanfaatkan oleh pihak lain dan hak atas tanah Tidak termasuk : aset yang dikuasai untuk dikonsumsi dalam operasi pemerintah
  • 4.
    KLASIFIKASI ASET TETAPTanah Peralatan dan Mesin Gedung dan Bangunan Jalan, Irigasi, dan Jaringan Aset Tetap Lainnya Konstruksi dalam Pengerjaan
  • 5.
    PENGAKUAN ASET TETAPHarus berwujud dan memenuhi kriteria : Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 (dua belas) bulan; Biaya perolehan aset dapat diukur secara andal; Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasi normal entitas; Diperoleh/dibangun dengan maksud untuk digunakan. Telah diterima atau diserahkan hak kepemilikannya, dan atau pada saat penguasaannya berpindah
  • 6.
    PENGAKUAN ASET TETAPPerolehan aset tetap melalui pembelian atau pembangunan pada umumnya didahului dengan pengakuan belanja modal yang akan mengurangi Kas Umum Negara/Daerah. Jurnal pengakuan belanja modal tersebut adalah: SAI Dr. Belanja Modal Tanah XXX Cr. Piutang dari KUN XXX BUN Dr. Belanja Modal Tanah XXX Cr. Kas Umum Negara XXX
  • 7.
    PENGAKUAN ASET TETAPJurnal standar pada saat pengakuan suatu aset tetap di neraca adalah sbb: Dr. Tanah xxx Peralatan dan Mesin xxx Gedung dan Bangunan xxx Jalan, Irigasi, dan jaringan xxx Aset Tetap Lainnya xxx Konstruksi dalam Pengerjaan xxx Cr. Diinvestasikan dalam Aset Tetap xxx   Jurnal ini merupakan jurnal korolari atau ikutan pada saat mengakui belanja modal untuk mengakui penambahan aset tetap yang bersangkutan .
  • 8.
    PNGUKURAN ASET TETAPaset tetap yang diperoleh atau dibangun secara swakelola dinilai dengan biaya perolehan Aset tetap yang tidak diketahui harga perolehannya disajikan dengan nilai wajar
  • 9.
    KOMPONEN BIAYA Biayaperolehan suatu aset tetap terdiri dari harga belinya atau konstruksinya, termasuk bea impor dan setiap biaya yang dapat diatribusikan secara langsung yang membuat aset tersebut dapat bekerja untuk penggunaan yang dimaksudkan.
  • 10.
    Biaya yang dapatdiatribusikan secara langsung Biaya persiapan tempat Biaya pengiriman awal ( initial delivery ) dan biaya simpan dan bongkar muat ( handling cost ) Biaya pemasangan ( instalation cost ) Biaya profesional seperti arsitek dan insinyur Biaya konstruksi
  • 11.
    Biaya aset tetapyang dibangun secara swakelola (1) Biaya Langsung: Tenaga kerja Bahan baku Biaya Tidak Langsung: Biaya perencanaan dan pengawasan Perlengkapan Tenaga listrik Sewa peralatan dll
  • 12.
    Biaya Administrasi danbiaya umum lainnya bukan merupakan suatu komponen biaya aset tetap sepanjang biaya tersebut tidak dapat diatribusikan secara langsung pada biaya perolehan aset atau membawa aset ke kondisi kerjanya. Biaya permulaan ( start-up cost ) dan pra-produksi serupa tidak merupakan bagian biaya suatu aset kecuali biaya tersebut perlu untuk membawa aset ke kondisi kerjanya . Biaya aset tetap yang dibangun secara swakelola (2)
  • 13.
    PENYUSUNAN NERACA AWALUntuk pemerintah yang baru pertama kali akan menyusun neraca, nilai aset tetap di neraca menggunakan nilai wajar aset tetap pada saat neraca tersebut disusun Aset tetap yang diperoleh setelah neraca awal disajikan dinilai dengan harga perolehannya
  • 14.
    CONTOH KASUS PEROLEHANTANAH Satuan Kerja A membeli tanah dengan harga Rp30 M, dimana di atasnya berdiri bangunan senilai Rp10 M. Untuk membuat tanah tersebut siap digunakan maka harus dikeluarkan lagi biaya untuk pembongkaran bangunan sebesar Rp2 M, pematangan tanah Rp1 M, dan balik nama Rp1 M. Atas transaksi ini hitung nilai tanah yang harus diakui di neraca.
  • 15.
    CONTOH KASUS PEROLEHANTANAH Rp34 M (30+2+1+1)
  • 16.
    PEROLEHAN SECARA GABUNGANBiaya perolehan dari masing-masing aset tetap yang diperoleh secara gabungan ditentukan dengan mengalokasikan harga gabungan tersebut berdasarkan perbandingan nilai wajar masing-masing aset yang bersangkutan.
  • 17.
    CONTOH KASUS PEROLEHANSECARA GABUNGAN Satuan Kerja A membeli 1 set furnitur ruangan rapat yang terdiri 1 set meja kursi rapat dan lemari buku dengan harga Rp15 jt. Harga pasar 1 set meja kursi rapat Rp12 jt, sedangkan 1 buah lemari buku Rp8 jt. Atas transaksi ini hitung harga perolehan 1 set meja kursi dan lemari buku.
  • 18.
    CONTOH KASUS PEROLEHANSECARA GABUNGAN harga perolehan 1 set meja kursi dicatat dengan nilai sebesar 12/20 x 15 jt = Rp9 jt Harga perolehan lemari buku dicatat dengan nilai sebesar 8/20 x 15 jt = Rp 6 jt.
  • 19.
    Contoh: Pemerintah menetapkanbatasan nilai minimal kapitalisasi aset tetap untuk Peralatan dan Mesin dan Aset Tetap Lainnya adalah sebesar Rp300.000 per unit. Sementara untuk gedung dan Bangunan; dan Jalan, Irigasi dan Jaringan adalah sebesar Rp10.000.000. Pada tahun anggaran 2006, pemerintah merencanakan membeli 20 unit kalkulator dengan harga Rp250.000/unit. Total rencana anggaran untuk pembelian 20 unit kalkulator adalah Rp5.000.000. Apakah pembelian tersebut dikapitalisasi atau tidak?
  • 20.
    Departemen Kesehatan/Dinas Kesehatanmembeli peralatan kedokteran, dengan komponen biaya untuk perolehan peralatan medis tersebut adalah sebagai berikut: 1. Harga beli alat medis Rp 150.000.000 2. Perjalanan dinas Rp 20.000.000 3.Ongkos/transportasi alat medis Rp 5.000.000 4. Biaya uji coba Rp 4.000.000 Berapa biaya perolehan yang bisa dikapitalisasi ?
  • 21.
  • 22.
    Suatu instansi telahmelakukan renovasi atas gedung kantor yang bukan miliknya. Secara umum, apabila renovasi gedung kantor telah mengakibatkan peningkatan manfaat dan nilai teknis gedung kantor, maka pengeluaran belanja tersebut diklasifikasikan sebagai Belanja Modal. Permasalahannya adalah bahwa gedung kantor tersebut bukan milik instansi tersebut. Pemecahan kasus tersebut perlu dikaji dari teori akuntansi kapitalisasi Aset Tetap-Renovasi, sebagai berikut:
  • 23.
    Apabila renovasi diatas meningkatkan manfaat ekonomik gedung (lebih dari satu tahun buku), misal perubahan fungsi gedung dari gudang menjadi ruangan kerja dan kapasitasnya naik, maka renovasi tersebut dikapitalisasi sebagai Aset Tetap-Renovasi dan diklasifikasikan ke dalam Aset Tetap Lainnya. Akan tetapi, jika manfaat ekonomik renovasi tersebut kurang dari satu tahun maka pengeluaran tersebut tidak boleh dikapitalisasi. Apabila renovasi atas aset tetap yang disewa tidak menambah manfaat ekonomik, maka dianggap sebagai Belanja Operasional.
  • 24.
    c. Jaminan PemeliharaanSesuai dengan Perpres No. 8 Th 2006 ttg Perubahan Atas Kepres No. 80 Th 2003 (Perubahan Ke4), pembayaran termin terakhir atas penyerahan pekerjaan yang sudah jadi dari Pihak Ketiga, dapat dilakukan melalui dua (2) cara yaitu: 1. Pembayaran dilakukan sebesar 9 5 % dari nilai kontrak, sedangkan yang 5 % merupakan retensi selama masa pemeliharaan. 2. Pembayaran dilakukan sebesar 100 % dari nilai kontrak dan penyedia barang/jasa harus menyerahkan jaminan bank sebesar 5 % dari nilai kontrak yang diterbitkan oleh Bank Umum atau oleh perusahaan asuransi yang mempunyai program asuransi kerugian . Jelaskan bagaimana perlakuan akuntansi pada kasus nomor 1?. Jelaskan bagaimana perlakuan akuntansi pada kasus nomor 2?.
  • 25.
    C. JAWAB Penahananpembayaran senilai 5 (lima) persen dari nilai kontrak harus diakui sebagai utang retensi jaminan bank untuk pemeliharaan harus diungkapkan dalam CaLK
  • 26.
    PERTUKARAN ASET (1)Apabila aset tetap ditukar dengan aset tetap yang tidak serupa atau aset lainnya, maka aset tetap yang baru diperoleh tersebut dinilai berdasarkan nilai, yang terdiri atas nilai aset tetap yang lama ditambah jumlah uang yang harus diserahkan untuk mendapatkan aset tetap baru tersebut
  • 27.
    PERTUKARAN ASET (2)Apabila suatu aset tetap ditukar dengan aset yang serupa, yang memiliki manfaat yang serupa dan memiliki nilai wajar yang serupa, atau kepemilikan aset yang serupa, maka b iaya aset yang baru diperoleh dicatat sebesar nilai tercatat ( carrying amount ) atas aset yang dilepas.
  • 28.
    ASET DONASI AsetTetap yang diperoleh dari sumbangan (donasi) harus dicatat sebesar nilai wajar pada saat perolehan. Perlakuan untuk hibah dalam bentuk barang ini adalah dengan menganggap seolah-olah ada uang kas masuk sebagai pendapatan hibah, kemudian uang tersebut dibelanjakan aset tetap yang bersangkutan .
  • 29.
    CONTOH KASUS HIBAHDALAM BENTUK BARANG Dinas X mendapat hibah dari perusahaan Y berupa 1 buah mobil dengan nilai wajar sebesar Rp100 jt. Buat jurnal yang harus dilakukan oleh Dinas X atas transaksi tersebut.
  • 30.
    K/L Db. AsetTetap- Peralatan dan Mesin Rp 100 jt Cr. Diinvestasikan dalam Aset Tetap Rp 100 jt. Sedangkan oleh BUN akan dijurnal: Db. Kas Umum Negara Rp 100 jt Cr. Pendapatan H ibah Rp 100 jt Db. Belanja modal Rp 100 jt Cr. Kas Umum Negara Rp 100 jt
  • 31.
    ASET BERSEJARAH Asetbersejarah merupakan aset tetap yang dimiliki atau dikuasai oleh pemerintah yang karena umur dan kondisinya aset tetap tersebut harus dilindungi oleh peraturan yang berlaku dari segala macam tindakan yang dapat merusak aset tetap tersebut Diungkapkan dalam CaLK saja tanpa nilai Beberapa aset bersejarah juga memberikan potensi manfaat lainnya kepada pemerintah selain nilai sejarahnya, misalnya untuk ruang perkantoran. Untuk kasus tersebut, aset ini akan diterapkan prinsip-prinsip yang sama seperti aset tetap lainnya.
  • 32.
    Pengeluaran belanja untukaset tetap setelah perolehan dapat dibedakan menjadi dua: belanja untuk pemeliharaan  untuk mempertahankan kondisi aset tetap tersebut sesuai dengan kondisi awal belanja untuk peningkatan  memberi manfaat ekonomik di masa yang akan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, masa manfaat, mutu produksi, atau peningkatan standar kinerja  harus dikapitalisasi PENGELUARAN SETELAH PEROLEHAN
  • 33.
    Contoh: Suatu instansimerencanakan untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp2.000.000 untuk biaya ganti oli sebanyak 10 mobil dinas. Apakah dianggarkan dalam anggaran belanja operasional atau modal? Apakah bisa dikapitalisasi?
  • 34.
    Pemerintah merencanakan untukmenganggarkan di APBN/APBD pengeluaran untuk perbaikan kantor dengan memperbaiki atapnya yang sering bocor. Rencananya, atap kantor yang terbuat dari seng akan diganti dengan atap yang lebih baik, yaitu menggunakan genteng keramik dengan menelan biaya Rp20.000.000. Apakah pengeluaran tersebut bisa dianggarkan dalam belanja modal atau tidak? Apakah bisa dikapitalisasi atau tidak? jelaskan pertimbangannya.
  • 35.
    PENYUSUTAN Penyusutan : penyesuaian nilai sehubungan dengan penurunan kapasitas dan manfaat dari suatu aset akibat pemakaian atau pengurangan karena keusangan  bukan alokasi biaya Selain tanah dan konstruksi dalam pengerjaan, seluruh aset tetap dapat disusutkan sesuai dengan sifat dan karakteristik aset tersebut Jurnal standar untuk penyusutan adalah sbb: Dr Diinvestasikan dalam Aset Tetap xxx Cr Akumulasi Penyusutan xxx
  • 36.
    PRASYARAT PENYUSUTAN Diketahui nilai buku yang dapat disusutkan Identifikasi aset yang nilainya menurun. Harus diketahui masa manfaatnya Kondisi yang menyebabkan penurunan aset tetap (misalnya yang mudah obsolet) Perlukah memperhitungkan “nilai residu” ? .
  • 37.
    METODE PENYUSUTAN Metodegaris lurus ( straight line method ) = nlai yg dapat disusutkan : masa manfaat Metode saldo menurun ganda ( double declining method ) = BV x (1/masa manfaat x 100% x 2). Metode unit produksi ( unit of production method ) Produksi periode berjalan x tarif penyusutan. Tarif penyusutan = nilai yg dapat disusutkan : total output. Pemilihan metode penyusutan tergantung dari sifat dan karakteristik aset tetap masing-masing
  • 38.
    PENETAPAN MASA MANFAATASET TETAP Untuk obyektifitas dalam penetapan masa manfaat aset tetap (sebagai dasar menentu kan metode penyusutan): disarankan agar penetapannya diusulkan oleh instansi tehnis terkait dan selanjutnya ditetapkan dengan Peraturan dalam bentuk Kebijakan Akuntansi.
  • 39.
    PENILAIAN KEMBALI (REVALUATION)Dalam hal terjadi perubahan harga secara signifikan, pemerintah dapat melakukan penilaian kembali atas aset tetap yang dimiliki agar nilai aset tetap pemerintah yang ada saat ini mencerminkan nilai wajar sekarang. SAP mengatur bahwa pemerintah dapat melakukan revaluasi sepanjang revaluasi tersebut dilakukan berdasarkan ketentuan pemerintah yang berlaku secara nasiona l Selisih antara nilai revaluasi dengan nilai tercatat dibukukan dalam ekuitas dana pada akun Diinvestasikan dalam Aset Tetap.
  • 40.
    PENGHENTIAN Untuk asettetap yang karena kondisinya atau karena alasan lain dihentikan dari penggunaan aktif maka aset tetap tersebut dipindahkan ke pos aset lainnya. Jurnal standar untuk mencatat transaksi ini adalah sbb: Dr. Diinvestasikan dalam Aset Tetap xxx Cr. Peralatan dan Mesin xxx Dr. Aset Lainnya xxx Cr. Diinvestasikan dalam Aset Lainnya xxx
  • 41.
    PELEPASAN Suatu asettetap harus dieliminasi dari neraca ketika dilepaskan Jurnal standar untuk mencatat transaksi tersebut adalah sbb: Dr. Diinvestasikan dalam Aset Tetap xxx Cr. Peralatan dan Mesin xxx
  • 42.
    PENYAJIAN Penyajian asettetap dalam lembar muka neraca adalah sebagai berikut: Aset Aset Tetap Tanah xxx Peralatan dan Mesin xxx Gedung dan Bangunan xxx Jalan, Irigasi dan Jaringan xxx Aset Tetap Lainnya xxx Akumulasi Penyusutan (xxx) Konstruksi dalam Pengerjaan xxx Total Aset Tetap xxx Ekuitas Dana Ekuitas Dana Investasi Diinvestasikan dalam Aset Tetap xxx Total Ekuitas Dana Investasi xxx
  • 43.
    PENGUNGKAPAN Dalam CaLKharus diungkapkan untuk masing-masing jenis aset tetap sbb: Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai tercatat; Rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan: penambahan, pelepasan, akumulasi penyusutan dan perubahan nilai jika ada, dan mutasi aset tetap lainnya. Informasi penyusutan meliputi: nilai penyusutan, metode penyusutan yang digunakan, masa manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan, serta nilai tercatat bruto dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir periode.
  • 44.
    LAMPIRAN Nilaiaset tetap yang ada dalam neraca merupakan gabungan dari seluruh aset tetap yang dimiliki atau dikuasai oleh suatu pemerintah. Apabila pembaca laporan keuangan ingin mengetahui rincian aset tetap tersebut, maka laporan keuangan perlu lampiran : tentang Daftar Aset yang terdiri dari nomor kode aset tetap, nama aset tetap, kuantitas aset tetap, dan nilai aset tetap
  • 45.