Penggaran
Sektor Publik
ROHMAT HIDAYATULLOH
DEVI LESTARI
AKUNTANSI
SEKTOR
PUBLIK
Rincian Materi Penganggaran Sektor Publik
Pengertian Anggaran
01
Jenis-jenis Anggaran
02
Prinsip-prinsip Penganggaran Sektor Publik
03
Proses Penyusunan Anggaran Sektor publik
04
Pengertian Anggaran
Menurut Freeman (2003) anggaran adalah sebuah proses
yang dilakukan oleh organisasi sektor publik untuk
mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya
kepada kebutuhan-kebutuhan yang tidak terbatas
(the process of allocating resources to unlimited demands).
Selain itu, anggaran juga merupakan rencana finansial yang menyatakan :
 Rencana – rencana organisasi untuk melayani masyarakat atau aktivitas
lain yang dapat mengembangkan kapasitas organisasi dalam pelayanan
 Estimasi besarnya biaya yang harus dikeluarkan dalam merealisasikan
rencana tersebut
 Perkiraan sumber – sumber mana saja yang akan menghasilkan
pemasukan serta seberapa besar pemasukan tersebut
“Anggaran dapat diartikan juga sebagai penyataan
mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai selama
periode waktu tertentu dalam ukuran finansial”
Fungsi Anggaran
agar organisasi tahu
apa yang harus
dilakukan dan
ke arah
mana kebijakan
dibuat
Alat perencanaan
untuk menghindari
pengeluaran yang
terlalu besar atau
penggunaan dana
yang tidak semestinya
untuk menghindari
pengeluaran yang
terlalu besar atau
penggunaan dana
yang tidak semestinya
Alat pengendalian
agar organisasi
dapat menentukan
arah atas kebijakan
tertentu
Alat kebijakan
Merupakan komitmen
pengelola dalam
melaksanakan
program-program
yang dijanjikan
Alat politik
Fungsi Anggaran
agar bagian/unit kerja
yang lain dapat
mengetahui apa
yang harus dilakukan
dan apa yang akan
dilakukan
Alat koordinasi dan
komunikasi
merupakan ukuran
apakah suatu
bagian/unit kerja
telah memenuhi
target yang ditetapkan
Alat penilaian kinerja
alat komunikasi
yang dijadikan nilia-nilai
nominal yang
tercantum dalam
target pencapaian
Alat motivasi
Prinsip
Penyusunan
Anggaran
1. Otorisasi oleh legislative
2. Komprehensif / menyeluruh
3. Keutuhan, artinya semua
penerimaan dan pengeluaran
tercakup dalam satu dana umum
4. Nondiscretionary apropriasi,
jumlah yang disetujui legislatif
harus termanfaatkan secara
ekonomis.
6. Periodik
7. Akurat
8. Jelas
9. Transparan
Jenis-jenis Anggaran
anggaran operasional dan
anggaran modal
(current budget vs capital budgets)
Berdasarkan jenis aktivitas:
anggaran tentative dan anggaran
enacted
(tentative budget vs enacted budget)
Berdasarkan status hukumnya :
anggaran dana umum dan
anggaran dana khusus
(general budget vs special budgets)
Berdasarkan tujuan penggunaan dana:
anggaran tetap dan anggaran fleksibel
(fixed budget vs flexible budget)
Berdasarkan jumlah appropriasi belanja:
anggaran eksekutif dan
anggaran legislatif
(executive budget vs legislative budget).
Namun ada juga anggaran bersama
(joint budget) dan anggaran komite
(committee budget)
Berdasarkan penyusunnya:
Anggaran operasional dan anggaran modal
Anggaran operasional
(current budget)
adalah anggaran yang digunakan
untuk merencanakan kebutuhan dalam
menjalankan operasi
sehari-hari dalam kurun waktu
satu tahun. Anggaran ini dapat
dikelompokkan juga sebagai
Revenue Expenditure
(Pengeluaran yang bersifat rutin dan
jumlahnya kecil)
Anggaran modal
(capital budget)
adalah anggaran yang menunjukkan
rencana jangka panjang dan
pembelanjaan atas aktiva tetap
seperti gedung, peralatan,
kendaraan, perabot, dan sebagainya.
Anggaran tentatif dan anggaran enacted
Anggaran tentatif
(tentative budget)
adalah anggaran yang tidak memerlukan
pengesahan dari lembaga legislatif
karena kemunculannya yang dipicu oleh
hal-hal yang tidak direncanakan sebelum
nya.
Anggaran enacted
(enacted budget)
adalah anggaran yang direncanakan
kemudian dibahas dan disetujui oleh
lembaga legislatif.
Anggaran dana umum dan
anggaran dana khusus
Anggaran dana khusus
(special budget)
adalah anggaran yang dicadangkan /
dialokasikan khusus untuk tujuan tertentu,
misalnya Dana Pelunasan Utang
(Debt Service Fund ) yang digunakan
khusus untuk pembayaran utang.
Anggaran dana umum
(general budget)
adalah anggaran yang digunakan
untuk membiayai kegiatan
pemerintahan yang bersifat umum
dan sehari-hari
Anggaran tetap dan anggaran fleksibel
anggaran fleksibel
(flexible budget)
jumlah aktual belanja dapat saja
melampaui jumlah appropiasi belanja
yang sudah ditentukan dengan catatan
ada peningkatan jumlah kegiatan
yang dilakukan.
Anggaran tetap
(fixed budget)
appropriasi belanja sudah ditentukan
jumlahnya di awal tahun anggaran.
Jumlah tersebut tidak boleh dilampaui
meskipun ada pertambahan jumlah
kegiatan. Digunakan untuk mengontrol
pengeluaran/biaya
Anggaran eksekutif dan
anggaran legislatif
Anggaran eksekutif
executive budget
yaitu anggaran yang
disusun oleh lembaga
eksekutif, dalam hal ini
pemerintah.
Anggaran legislatif
(legislative budget)
yaitu anggaran yang
disusun oleh lembaga
legislatif tanpa
melibatkan pihak
eksekutif.
Anggaran bersama
(joint budget)
yaitu anggaran yang
disusun secara
bersama-sama antara
lembaga eksekutif dan
legislatif
Anggaran komite
(committee budget)
yaitu anggaran yang
disusun oleh suatu
komite khusus
Siklus
Anggaran
Persiapan
(Preparation)
Persetujuan
(Enactment)
Administrasi
(Administration)
Pelaporan
(Reporting)
Pemeriksaan
(Post Audit)
Pendekatan Penyusunan Anggaran
Sektor Publik
1) Anggaran dengan pendekatan tradisional
(Konvensional)
2) Anggaran dengan pendekatan new publick
management
Teknik
Penganggaran
Sektor Publik
1) Anggaran kinerja (performance budgeting)
2) Zero Based Budgeting (ZBB)
3) Planning, Programming, and Budgeting
System (PPBS).
1) Komprehensif dan disiplin
2) Fleksibilitas
3) Terprediksi
4) Dapat diperbandingkan
5) Kejujuran
6) Informasi
7) Transparan dan akuntabel
Tujuan Proses Penyusunan
Anggaran Sektor Publik
1) Membantu pemerintah mencapai tujuan fiskal dan meningkatkan
koordinasi antar bagian dalam lingkungan pemerintah.
2) Membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam
menyediakan barang dan jasa publik melalui proses pemrioritasan.
3) Memungkinkan bagi pemerintah untuk memenuhi prioritas belanja
4) Meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah
kepada DPR/DPRD dan masyarakat luas.
Proses Penyusunan Anggaran
Tahap Persiapan Anggaran01
Tahap Ratifikasi02
Tahap Implementasi03
Tahap Pelaporan dan Evaluasi04
Wawlahua’lam Bishawab
Sekian dan terimakasih

Penganggaran sektor publik

  • 1.
    Penggaran Sektor Publik ROHMAT HIDAYATULLOH DEVILESTARI AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
  • 2.
    Rincian Materi PenganggaranSektor Publik Pengertian Anggaran 01 Jenis-jenis Anggaran 02 Prinsip-prinsip Penganggaran Sektor Publik 03 Proses Penyusunan Anggaran Sektor publik 04
  • 3.
    Pengertian Anggaran Menurut Freeman(2003) anggaran adalah sebuah proses yang dilakukan oleh organisasi sektor publik untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya kepada kebutuhan-kebutuhan yang tidak terbatas (the process of allocating resources to unlimited demands).
  • 4.
    Selain itu, anggaranjuga merupakan rencana finansial yang menyatakan :  Rencana – rencana organisasi untuk melayani masyarakat atau aktivitas lain yang dapat mengembangkan kapasitas organisasi dalam pelayanan  Estimasi besarnya biaya yang harus dikeluarkan dalam merealisasikan rencana tersebut  Perkiraan sumber – sumber mana saja yang akan menghasilkan pemasukan serta seberapa besar pemasukan tersebut “Anggaran dapat diartikan juga sebagai penyataan mengenai estimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode waktu tertentu dalam ukuran finansial”
  • 5.
    Fungsi Anggaran agar organisasitahu apa yang harus dilakukan dan ke arah mana kebijakan dibuat Alat perencanaan untuk menghindari pengeluaran yang terlalu besar atau penggunaan dana yang tidak semestinya untuk menghindari pengeluaran yang terlalu besar atau penggunaan dana yang tidak semestinya Alat pengendalian agar organisasi dapat menentukan arah atas kebijakan tertentu Alat kebijakan Merupakan komitmen pengelola dalam melaksanakan program-program yang dijanjikan Alat politik
  • 6.
    Fungsi Anggaran agar bagian/unitkerja yang lain dapat mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa yang akan dilakukan Alat koordinasi dan komunikasi merupakan ukuran apakah suatu bagian/unit kerja telah memenuhi target yang ditetapkan Alat penilaian kinerja alat komunikasi yang dijadikan nilia-nilai nominal yang tercantum dalam target pencapaian Alat motivasi
  • 7.
    Prinsip Penyusunan Anggaran 1. Otorisasi olehlegislative 2. Komprehensif / menyeluruh 3. Keutuhan, artinya semua penerimaan dan pengeluaran tercakup dalam satu dana umum 4. Nondiscretionary apropriasi, jumlah yang disetujui legislatif harus termanfaatkan secara ekonomis. 6. Periodik 7. Akurat 8. Jelas 9. Transparan
  • 8.
    Jenis-jenis Anggaran anggaran operasionaldan anggaran modal (current budget vs capital budgets) Berdasarkan jenis aktivitas: anggaran tentative dan anggaran enacted (tentative budget vs enacted budget) Berdasarkan status hukumnya : anggaran dana umum dan anggaran dana khusus (general budget vs special budgets) Berdasarkan tujuan penggunaan dana: anggaran tetap dan anggaran fleksibel (fixed budget vs flexible budget) Berdasarkan jumlah appropriasi belanja: anggaran eksekutif dan anggaran legislatif (executive budget vs legislative budget). Namun ada juga anggaran bersama (joint budget) dan anggaran komite (committee budget) Berdasarkan penyusunnya:
  • 9.
    Anggaran operasional dananggaran modal Anggaran operasional (current budget) adalah anggaran yang digunakan untuk merencanakan kebutuhan dalam menjalankan operasi sehari-hari dalam kurun waktu satu tahun. Anggaran ini dapat dikelompokkan juga sebagai Revenue Expenditure (Pengeluaran yang bersifat rutin dan jumlahnya kecil) Anggaran modal (capital budget) adalah anggaran yang menunjukkan rencana jangka panjang dan pembelanjaan atas aktiva tetap seperti gedung, peralatan, kendaraan, perabot, dan sebagainya.
  • 10.
    Anggaran tentatif dananggaran enacted Anggaran tentatif (tentative budget) adalah anggaran yang tidak memerlukan pengesahan dari lembaga legislatif karena kemunculannya yang dipicu oleh hal-hal yang tidak direncanakan sebelum nya. Anggaran enacted (enacted budget) adalah anggaran yang direncanakan kemudian dibahas dan disetujui oleh lembaga legislatif.
  • 11.
    Anggaran dana umumdan anggaran dana khusus Anggaran dana khusus (special budget) adalah anggaran yang dicadangkan / dialokasikan khusus untuk tujuan tertentu, misalnya Dana Pelunasan Utang (Debt Service Fund ) yang digunakan khusus untuk pembayaran utang. Anggaran dana umum (general budget) adalah anggaran yang digunakan untuk membiayai kegiatan pemerintahan yang bersifat umum dan sehari-hari
  • 12.
    Anggaran tetap dananggaran fleksibel anggaran fleksibel (flexible budget) jumlah aktual belanja dapat saja melampaui jumlah appropiasi belanja yang sudah ditentukan dengan catatan ada peningkatan jumlah kegiatan yang dilakukan. Anggaran tetap (fixed budget) appropriasi belanja sudah ditentukan jumlahnya di awal tahun anggaran. Jumlah tersebut tidak boleh dilampaui meskipun ada pertambahan jumlah kegiatan. Digunakan untuk mengontrol pengeluaran/biaya
  • 13.
    Anggaran eksekutif dan anggaranlegislatif Anggaran eksekutif executive budget yaitu anggaran yang disusun oleh lembaga eksekutif, dalam hal ini pemerintah. Anggaran legislatif (legislative budget) yaitu anggaran yang disusun oleh lembaga legislatif tanpa melibatkan pihak eksekutif. Anggaran bersama (joint budget) yaitu anggaran yang disusun secara bersama-sama antara lembaga eksekutif dan legislatif Anggaran komite (committee budget) yaitu anggaran yang disusun oleh suatu komite khusus
  • 14.
  • 15.
    Pendekatan Penyusunan Anggaran SektorPublik 1) Anggaran dengan pendekatan tradisional (Konvensional) 2) Anggaran dengan pendekatan new publick management
  • 16.
    Teknik Penganggaran Sektor Publik 1) Anggarankinerja (performance budgeting) 2) Zero Based Budgeting (ZBB) 3) Planning, Programming, and Budgeting System (PPBS).
  • 17.
    1) Komprehensif dandisiplin 2) Fleksibilitas 3) Terprediksi 4) Dapat diperbandingkan 5) Kejujuran 6) Informasi 7) Transparan dan akuntabel
  • 18.
    Tujuan Proses Penyusunan AnggaranSektor Publik 1) Membantu pemerintah mencapai tujuan fiskal dan meningkatkan koordinasi antar bagian dalam lingkungan pemerintah. 2) Membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan barang dan jasa publik melalui proses pemrioritasan. 3) Memungkinkan bagi pemerintah untuk memenuhi prioritas belanja 4) Meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah kepada DPR/DPRD dan masyarakat luas.
  • 19.
    Proses Penyusunan Anggaran TahapPersiapan Anggaran01 Tahap Ratifikasi02 Tahap Implementasi03 Tahap Pelaporan dan Evaluasi04
  • 20.