AGLAONEMA

1
Aglonema
 Famili

: Araceae, terdiri dari sekitar 50 spesies
 Sebagian besar berasal dari daerah hutan hujan
Asia Tenggara (Burma, Thailand, Kamboja,
Laos,Vietnam, Malaysia, Sumatera, New
Guinea, Filipina.
 Variasi warna dan motif daun membuat
kelompok tanaman ini menarik.
 Tanaman indoor (hidup dilingkungan dengan
intensitas cahaya rendah), kelembaban 25-30%

2
Spesies utama yang pernah disilangkan dan daerah asalnya
(Hambali, 2006) :

 A.

brevispathum (asal Malaysia, Thailand,
Burma, Laos, Vietnam)
 A. commutatum (Indonesia (Sulawesi), Filipina)
 A. cochinchinense ( Thailand, Kamboja, Burma,
Vietnam)
 A. costatum (Malaysia, Thailand, Burma, Laos,
Vietnam)
 A.crispum (Filipina)

3
 A.modestum

(China, Laos, Thailand)
 A.nitidum (Indonesia (Sumatera,
Kalimantan), Burma, Singapura,
Thailand, Malaysia
 A.pictum (Indonesia(Sumatera)
 A.rotundum (Indonesia (Sumatera Utara,
Aceh Selatan).
 A. stenophyllum (Filipina)

4
A. modestum (China, Laos, thailand)

5
Aglaonema “Silver King” (Chinese Evergreen)

6
A. commutatum

7
A. commutatum Schoot ‘Silver Queen”

8
A. commutatum ‘Treubi’

A. costatum

9
A. crispum (A. roebelini hort)

10
A. nitidum Kunth

11
A. oblongifolia

12
Aglonema hibrid hasil penyilang Indonesia
(Greg G. Hambali)

1.Pride of sumatera
2.Dona Carmen
3.Adelia, motif batik pertama
4.Tiara
5.JT2000
6. Ria
7.Nina
13
Aglonema hibrid hasil penyilang Indonesia
(Bapak Greg G. Hambali)

8. Srikandi
9. Kresna
10. Shinta
11. Jatayu
12. Shanti
13. Juwita
14.Petita
14
Pride of Sumatera (A. rotundum x A. commutatum)

x

15
Donacarmen (A. brevispathum x A. rotundum)

x

16
Tiara

Adelia

Sumber : Trubus InfoKit Aglaonema

17
Kresna

Jatayu

18
Aglaonema hibrid asal Thailand
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Hibrid oranye
Sun sun
Red brownis
Red hot chili pepper
Red diamond
Superred peacock
Golden Bay
19
Aglaonema hibrid asal Thailand
8. Big mama
9. Legacy
10. Red ruby
11. Sweet heart
12. Red aurora
13. Red mascot
Dan lain-lain
20
Red kochien

21
Siam Lemon

22
Chiang may

23
Butterfly

24
King of Siam

25
Berubah warna
Red hot chilli pepper

Red Ruby

Sumber : Trubus InfoKit Aglaonema

26
Red mascot

Sweet heart

Sumber : Trubus InfoKit Aglaonema

27
Perbanyakan
Seksual dengan Biji
 Aseksual :


1.
2.

3.
4.
5.

Stek pohon induk,
Pemisahan anakan (tunas samping yang telah
berakar)
Stek batang/dicacah
Cangkok
Kultur Jaringan
28
1. Perbanyakan dengan biji

A. Pemilihan tanaman induk :





tanaman yang sudah cukup dewasa, daun minimal 610 lembar
sehat tidak terserang hama penyakit
Kokoh, daun tidak terkulai layu
Ukuran batang normal, tidak miring

 Penyerbukan/persilangan

tetua)
 Pematangan biji
 Pengecambahan biji

(pemilihan pola warna

29
B. Pengenalan Struktur bunga:
 Bunga

majemuk berbentuk tongkol (putik dan
sari ada dalam satu bunga)

 Kotak

sari ada dibagian atas, putik dibagian
bawah tongkol.

 Sari

dan putik matang pada waktu yang
berbeda (dichogami).

 Masa

subur 1-4 hari

 Untuk

keseragaman pembungaan tetua jantan
dan betina, tanaman disemprot dengan GA3 50
– 100 ppm
30
 Struktur

bunga:



Putik siap diserbuki 2-3 hari sebelum seludang
membuka (ada yang seludangnya tidak
membuka, shg sulit diketahui saat matang putik
dan sarinya)



Saat seludang membuka, tercium aroma harum
merupakan tanda bahwa serbuk sari akan
keluar besok harinya.



Saat serbuk sari keluar, bunga sudah melewati
masa suburnya, sehingga pembuahan sendiri
sulit terjadi kecuali pada beberapa klon A.
commutatum
31
C. Penyerbukan/persilangan
 Emaskulasi

(perlu untuk persilangan, tidak perlu
untuk selfing)

 Peyerbukan

dilakukan pagi hari saat terbukanya
seludang bunga atau kira-kira 2-3 hari sebelum
seludang terbuka.

 Serbuk

sari diambil dengan kuas (sebelumnya
kuas dioleskan ke lendir kepala putik), kemudian
kuas dioles kembali ke kepala putik tetua betina.

32
 Serbuk

sari dapat diambil dari tanaman yang
sama/jenisnya sama (selfing) atau dari jenis
lain (penyerbukan silang)

 Bunga

yang telah diserbuki diberi label tahan
air yang ditulis tetua betina dan tetua jantan
yang disilangkan (nama tetua betina ditulis
lebih dulu), contoh :
A. rotundum x A. commutatum
20 Mei 2007

 Pada

label juga ditulis tanggal penyerbukan.
33
Bunga pada Lady Valentine

Kotak sari
Putik

34
 Tongkol

bunga yang telah diserbuki
dibungkus dengan plastik es mambo
untuk menjaga kelembaban.

 Jika

penyerbukan berhasil, selanjutnya
putik akan membesar membentuk buah
dan berwarna merah jika sudah masak.

35
Buah 2 bulan sesudah penyerbukan

Buah matang 8 bulan sesudah
penyerbukan

Sumber : Trubus InfoKit Aglaonema

36
Buah yang sudah masak
Kulit buah dan biji

Sumber : Trubus InfoKit Aglaonema

37
D. Penyemaian biji
 Kulit

buah berwarna merah tanda biji
sudah masak
 Kulit buah dibuang, biji disemai di media
pasir atau campuran pasir dan sekam
bakar (1:1).
 Biji dapat diberi fungisida dan bakterisida
untuk mencegah gangguan oleh
cendawan dan bakteri.
 Biji akan berkecambah dalam jangka
waktu 1-4 bulan.
38
Pentingnya persilangan/perbanyakan aglnema dengan biji

 Menciptakan

jenis-jenis baru dengan
warna yang bervariasi.
 Persilangan alami di alam dengan
bantuan serangga sangat terbatas (hanya
pada bunga yang seludangnya membuka)

39
Kendala perbanyakan dengan biji

 Tidak

semua spesies mudah berbunga,
misalnya A. rotundum termasuk yang sulit
berbunga
 Jumlah bunga betina terbatas (dari 1
bunga terdapat 8- 25 putik, dan maksimal
sekitar 10 yang berhasil menjadi buah.
 Jumlah biji terbatas karena satu buah
hanya menghasilkan satu biji
40
Kendala perbanyakan dengan biji
 Pembungaan

tidak serempak (diatasi dengan
pemberian GA3)
 Ada beberapa aglonema yang bersifat
steril/mandul sehingga penyerbukan tidak
dapat menghasilkan biji, contoh : Pride of
Sumatera.
 Masa pematangan biji cukup lama (bisa
sampai 8 bulan)
 Masa perkecambahan cukup lama (sampai 4
bulan).
 Jumlah bunga per tanaman terbatas, sehingga
perlu pohon induk yang banyak.
41
2. Perbanyakan dengan stek pohon induk

 Tujuan

: untuk mendapatkan tanaman baru yang
besar dan menginduksi tunas/anakan dari
bonggol yang tersisa.

 Beresiko

gagal pada potongan induk maupun
bonggol sisa, karena potongan batang atas
belum berakar sedangkan bonggol bisa
mengalami stress dan membusuk).

42
Cara penyetekan pohon induk

1. Siapkan media tanam berupa kompos:sekam
(1:1), siram hingga jenuh air dan tiriskan.
2. Pilih pohon yang sehat, tinggi tanaman sekitar
20 cm/panjang batang 15 cm.
3. Potong batang yang terlihat diatas permukaan
media dengan pisau yang tajam.
4. Tanam pangkal stek dalam media oasis.
5. Celupkan pangkal stek dan oasis dalam
larutan zat pengatur tumbuh (auksin)
6. Tanam dalam media yang sudah siapkan
diatas.
43
Cara penyetekan pohon induk

7. Daun disusun dan diikat ke atas untuk
mengurangi bidang penguapan.
8. Siram media hingga jenuh
9. Sungkup tanaman dengan plastik untuk
menjaga kelembaban.

44
2. Pemisahan anakan
 Anakan

muncul dari dasar batang dalam media
 Anakan bisa dipindah jika jumlah daun 3-5 helai
dan sudah memiliki akar sendiri, bukan akar dari
pohon induk.
 Pemisahan anakan yang belum berakar
beresiko matinya anakan.
 Anakan pada pohon induk dapat ditingkatkan
dengan perlakuan auksin dan sitokinin

45
 Auksin

(Indol Acetic Acid) dan sitokinin
(Benzylaminopurin) dapat diaplikasikan dalam
bentuk cair dengan cara disemprotkan ke
tanaman, disiramkan ke media atau dioleskan
ke batang tanaman dalam bentuk pasta.
Pemberian dalam bentuk pasta lebih efisien
karena hanya diaplikasikan satu kali.

46
3. Perbanyakan dengan stek batang (dicacah)
 Batang

harus cukup tinggi
 Pilih stek yang tidak terlalu tua dan tidak terlau
muda
 Panjang stek 2-5 cm (minimal memiliki satu
mata tunas)
 Makin kecil ukuran stek, resiko gagal makin
besar karena stek busuk.
 Untuk mencegah kebusukan stek gunakan
fungisida dan bakterisida.
47
3. Perbanyakan dengan stek batang (dicacah)

 Bila

batang bergetah banyak, biarkan getah
mengalir dan kering selama 12-24 jam, baru
kemudian ditanam.
 Bagian basal stek diberi perlakuan/direndam
auksin (IBA) atau NAA 50 ppm selama 15
menit.
 Stek ditanam dalam media sekam bakar steril,
penanaman sedalam 2 cm (stek tidak
terbenam seluruhnya).
48
3. Perbanyakan dengan stek batang (dicacah)

 Stek

disemprot dengan air, lalu disungkup
dengan plastik bening.
 Penyiraman dilakukan jika terlihat kering.
 Akar dapat terbentuk dalam jangka waktu 2-4
minggu.
 Stek dapat dipindah ke pot yang lebih besar
setelah terbentuk 2-3 daun dengan media pasir
dan sabut kelapa (1:1)
 Pemupukan setiap minggu dengan NPK dengan
kadar N tinggi.
49
4. Perbanyakan dengan cangkok

 Penyiapan

tanaman induk sehat, cukup

besar
 Bahan dan alat untuk mencangkok : gelas
cangkok, pisau
 Media Cangkok : sekam bakar yang
sudah disiram/basah
 Pemisahan hasil cangkokan : jika sudah
keluar akar
50
4. Perbanyakan dengan cangkok

 Cara

mencangkok :

1.Batang aglaonema ditoreh dengan pisau silet 2
mm
2.Oleskan hormon perangsang tumbuh dibekas
luka.
3.Pasangkan gelas cangkokan sehingga batang
berada dalam gelas.
4.Gelas ditautkan kembali dengan stepler, lalu isi
gelas dengan media sekam bakar.

51
4. Perbanyakan dengan cangkok

5. Rawat tanaman seperti biasa dan
tambahkan vitamin B1 dua kali seminggu.
6. Akar biasannya akan muncul dalam
jangka waktu dua bulan.
7. Cangkokan dapat dibuat bertingkat, dan
dipindah jika cangkokan teratas sudah
berakar.

52
Perbanyakan melalui kultur
jaringan/Mikropropagasi
 Fasilitas

laboratorium
 Penyiapan pohon induk
 Penyiapan media
 Pemilihan bahan tanaman/eksplan (biji, mata
tunas, pucuk/meristem)
 Inisiasi Kultur
 Multiplikasi
 Pengakaran
 Aklimatisasi
53
Keuntungan teknik kuljar
 Tanaman

yang dihasilkan lebih seragam
 Tanaman tumbuh cepat/lebih vigor
 Tanaman lebih cepat dewasa dibanding asal biji
 Kelemahan : tingkat keberhasilan untuk
berbagai tanaman berbeda-beda, ada yang
mudah dan ada yang sulit untuk dikulturkan dan
lambat/rendah laju multiplikasinya.

54
Sumber Bacaan
Blythe, E.K., J.L. Sibley, J.M. Reuter, K.M. Tilt. 2004. Cutting propagation of
foliage crops using foliar application of auxin. Scientia Hort. 103(1):31-37
Hambali, G.G. 2007. Petunjuk Praktis Penyilangan Aglaonema. Makalah
disampaikan pada Pelatihan Persilangan dan Budidaya Aglaonema. Forum
Florikultura Indonesia, Serpong 11 Februari 2007
Hussein, M.M.M. 2004. In vitro propagation of three species Aglaonema. Arab
Univ. J. of Agric Sci. 12(1):405-423
Protacio, C.M., L.R. Obmega, S.V. Siar. 2000. Mass propagation of Aglaonema
from single stem. Cabs abstract
Redaksi Trubus. 2006. Aglaonema (Trubus Info Kit). Trubus. Jakarta
Relf, D. B. Elizabeth. Propagation by cutting, layering and division.
http://mrec.ifas.ufl.edu/foliage/folnotes/aglaonem.htm. Aglaonema Production
Guide.

55
TERIMA KASIH
Selamat Berpuasa
Mohon Maaf Lahir Batin

56
FACT SHEET

Tanaman Hias dan Bunga
(AGH 344)
Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB
No.1/2007

57

Aglaonema

  • 1.
  • 2.
    Aglonema  Famili : Araceae,terdiri dari sekitar 50 spesies  Sebagian besar berasal dari daerah hutan hujan Asia Tenggara (Burma, Thailand, Kamboja, Laos,Vietnam, Malaysia, Sumatera, New Guinea, Filipina.  Variasi warna dan motif daun membuat kelompok tanaman ini menarik.  Tanaman indoor (hidup dilingkungan dengan intensitas cahaya rendah), kelembaban 25-30% 2
  • 3.
    Spesies utama yangpernah disilangkan dan daerah asalnya (Hambali, 2006) :  A. brevispathum (asal Malaysia, Thailand, Burma, Laos, Vietnam)  A. commutatum (Indonesia (Sulawesi), Filipina)  A. cochinchinense ( Thailand, Kamboja, Burma, Vietnam)  A. costatum (Malaysia, Thailand, Burma, Laos, Vietnam)  A.crispum (Filipina) 3
  • 4.
     A.modestum (China, Laos,Thailand)  A.nitidum (Indonesia (Sumatera, Kalimantan), Burma, Singapura, Thailand, Malaysia  A.pictum (Indonesia(Sumatera)  A.rotundum (Indonesia (Sumatera Utara, Aceh Selatan).  A. stenophyllum (Filipina) 4
  • 5.
    A. modestum (China,Laos, thailand) 5
  • 6.
    Aglaonema “Silver King”(Chinese Evergreen) 6
  • 7.
  • 8.
    A. commutatum Schoot‘Silver Queen” 8
  • 9.
  • 10.
    A. crispum (A.roebelini hort) 10
  • 11.
  • 12.
  • 13.
    Aglonema hibrid hasilpenyilang Indonesia (Greg G. Hambali) 1.Pride of sumatera 2.Dona Carmen 3.Adelia, motif batik pertama 4.Tiara 5.JT2000 6. Ria 7.Nina 13
  • 14.
    Aglonema hibrid hasilpenyilang Indonesia (Bapak Greg G. Hambali) 8. Srikandi 9. Kresna 10. Shinta 11. Jatayu 12. Shanti 13. Juwita 14.Petita 14
  • 15.
    Pride of Sumatera(A. rotundum x A. commutatum) x 15
  • 16.
    Donacarmen (A. brevispathumx A. rotundum) x 16
  • 17.
    Tiara Adelia Sumber : TrubusInfoKit Aglaonema 17
  • 18.
  • 19.
    Aglaonema hibrid asalThailand 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Hibrid oranye Sun sun Red brownis Red hot chili pepper Red diamond Superred peacock Golden Bay 19
  • 20.
    Aglaonema hibrid asalThailand 8. Big mama 9. Legacy 10. Red ruby 11. Sweet heart 12. Red aurora 13. Red mascot Dan lain-lain 20
  • 21.
  • 22.
  • 23.
  • 24.
  • 25.
  • 26.
    Red hot chillipepper Red Ruby Sumber : Trubus InfoKit Aglaonema 26
  • 27.
    Red mascot Sweet heart Sumber: Trubus InfoKit Aglaonema 27
  • 28.
    Perbanyakan Seksual dengan Biji Aseksual :  1. 2. 3. 4. 5. Stek pohon induk, Pemisahan anakan (tunas samping yang telah berakar) Stek batang/dicacah Cangkok Kultur Jaringan 28
  • 29.
    1. Perbanyakan denganbiji A. Pemilihan tanaman induk :     tanaman yang sudah cukup dewasa, daun minimal 610 lembar sehat tidak terserang hama penyakit Kokoh, daun tidak terkulai layu Ukuran batang normal, tidak miring  Penyerbukan/persilangan tetua)  Pematangan biji  Pengecambahan biji (pemilihan pola warna 29
  • 30.
    B. Pengenalan Strukturbunga:  Bunga majemuk berbentuk tongkol (putik dan sari ada dalam satu bunga)  Kotak sari ada dibagian atas, putik dibagian bawah tongkol.  Sari dan putik matang pada waktu yang berbeda (dichogami).  Masa subur 1-4 hari  Untuk keseragaman pembungaan tetua jantan dan betina, tanaman disemprot dengan GA3 50 – 100 ppm 30
  • 31.
     Struktur bunga:  Putik siapdiserbuki 2-3 hari sebelum seludang membuka (ada yang seludangnya tidak membuka, shg sulit diketahui saat matang putik dan sarinya)  Saat seludang membuka, tercium aroma harum merupakan tanda bahwa serbuk sari akan keluar besok harinya.  Saat serbuk sari keluar, bunga sudah melewati masa suburnya, sehingga pembuahan sendiri sulit terjadi kecuali pada beberapa klon A. commutatum 31
  • 32.
    C. Penyerbukan/persilangan  Emaskulasi (perluuntuk persilangan, tidak perlu untuk selfing)  Peyerbukan dilakukan pagi hari saat terbukanya seludang bunga atau kira-kira 2-3 hari sebelum seludang terbuka.  Serbuk sari diambil dengan kuas (sebelumnya kuas dioleskan ke lendir kepala putik), kemudian kuas dioles kembali ke kepala putik tetua betina. 32
  • 33.
     Serbuk sari dapatdiambil dari tanaman yang sama/jenisnya sama (selfing) atau dari jenis lain (penyerbukan silang)  Bunga yang telah diserbuki diberi label tahan air yang ditulis tetua betina dan tetua jantan yang disilangkan (nama tetua betina ditulis lebih dulu), contoh : A. rotundum x A. commutatum 20 Mei 2007  Pada label juga ditulis tanggal penyerbukan. 33
  • 34.
    Bunga pada LadyValentine Kotak sari Putik 34
  • 35.
     Tongkol bunga yangtelah diserbuki dibungkus dengan plastik es mambo untuk menjaga kelembaban.  Jika penyerbukan berhasil, selanjutnya putik akan membesar membentuk buah dan berwarna merah jika sudah masak. 35
  • 36.
    Buah 2 bulansesudah penyerbukan Buah matang 8 bulan sesudah penyerbukan Sumber : Trubus InfoKit Aglaonema 36
  • 37.
    Buah yang sudahmasak Kulit buah dan biji Sumber : Trubus InfoKit Aglaonema 37
  • 38.
    D. Penyemaian biji Kulit buah berwarna merah tanda biji sudah masak  Kulit buah dibuang, biji disemai di media pasir atau campuran pasir dan sekam bakar (1:1).  Biji dapat diberi fungisida dan bakterisida untuk mencegah gangguan oleh cendawan dan bakteri.  Biji akan berkecambah dalam jangka waktu 1-4 bulan. 38
  • 39.
    Pentingnya persilangan/perbanyakan aglnemadengan biji  Menciptakan jenis-jenis baru dengan warna yang bervariasi.  Persilangan alami di alam dengan bantuan serangga sangat terbatas (hanya pada bunga yang seludangnya membuka) 39
  • 40.
    Kendala perbanyakan denganbiji  Tidak semua spesies mudah berbunga, misalnya A. rotundum termasuk yang sulit berbunga  Jumlah bunga betina terbatas (dari 1 bunga terdapat 8- 25 putik, dan maksimal sekitar 10 yang berhasil menjadi buah.  Jumlah biji terbatas karena satu buah hanya menghasilkan satu biji 40
  • 41.
    Kendala perbanyakan denganbiji  Pembungaan tidak serempak (diatasi dengan pemberian GA3)  Ada beberapa aglonema yang bersifat steril/mandul sehingga penyerbukan tidak dapat menghasilkan biji, contoh : Pride of Sumatera.  Masa pematangan biji cukup lama (bisa sampai 8 bulan)  Masa perkecambahan cukup lama (sampai 4 bulan).  Jumlah bunga per tanaman terbatas, sehingga perlu pohon induk yang banyak. 41
  • 42.
    2. Perbanyakan denganstek pohon induk  Tujuan : untuk mendapatkan tanaman baru yang besar dan menginduksi tunas/anakan dari bonggol yang tersisa.  Beresiko gagal pada potongan induk maupun bonggol sisa, karena potongan batang atas belum berakar sedangkan bonggol bisa mengalami stress dan membusuk). 42
  • 43.
    Cara penyetekan pohoninduk 1. Siapkan media tanam berupa kompos:sekam (1:1), siram hingga jenuh air dan tiriskan. 2. Pilih pohon yang sehat, tinggi tanaman sekitar 20 cm/panjang batang 15 cm. 3. Potong batang yang terlihat diatas permukaan media dengan pisau yang tajam. 4. Tanam pangkal stek dalam media oasis. 5. Celupkan pangkal stek dan oasis dalam larutan zat pengatur tumbuh (auksin) 6. Tanam dalam media yang sudah siapkan diatas. 43
  • 44.
    Cara penyetekan pohoninduk 7. Daun disusun dan diikat ke atas untuk mengurangi bidang penguapan. 8. Siram media hingga jenuh 9. Sungkup tanaman dengan plastik untuk menjaga kelembaban. 44
  • 45.
    2. Pemisahan anakan Anakan muncul dari dasar batang dalam media  Anakan bisa dipindah jika jumlah daun 3-5 helai dan sudah memiliki akar sendiri, bukan akar dari pohon induk.  Pemisahan anakan yang belum berakar beresiko matinya anakan.  Anakan pada pohon induk dapat ditingkatkan dengan perlakuan auksin dan sitokinin 45
  • 46.
     Auksin (Indol AceticAcid) dan sitokinin (Benzylaminopurin) dapat diaplikasikan dalam bentuk cair dengan cara disemprotkan ke tanaman, disiramkan ke media atau dioleskan ke batang tanaman dalam bentuk pasta. Pemberian dalam bentuk pasta lebih efisien karena hanya diaplikasikan satu kali. 46
  • 47.
    3. Perbanyakan denganstek batang (dicacah)  Batang harus cukup tinggi  Pilih stek yang tidak terlalu tua dan tidak terlau muda  Panjang stek 2-5 cm (minimal memiliki satu mata tunas)  Makin kecil ukuran stek, resiko gagal makin besar karena stek busuk.  Untuk mencegah kebusukan stek gunakan fungisida dan bakterisida. 47
  • 48.
    3. Perbanyakan denganstek batang (dicacah)  Bila batang bergetah banyak, biarkan getah mengalir dan kering selama 12-24 jam, baru kemudian ditanam.  Bagian basal stek diberi perlakuan/direndam auksin (IBA) atau NAA 50 ppm selama 15 menit.  Stek ditanam dalam media sekam bakar steril, penanaman sedalam 2 cm (stek tidak terbenam seluruhnya). 48
  • 49.
    3. Perbanyakan denganstek batang (dicacah)  Stek disemprot dengan air, lalu disungkup dengan plastik bening.  Penyiraman dilakukan jika terlihat kering.  Akar dapat terbentuk dalam jangka waktu 2-4 minggu.  Stek dapat dipindah ke pot yang lebih besar setelah terbentuk 2-3 daun dengan media pasir dan sabut kelapa (1:1)  Pemupukan setiap minggu dengan NPK dengan kadar N tinggi. 49
  • 50.
    4. Perbanyakan dengancangkok  Penyiapan tanaman induk sehat, cukup besar  Bahan dan alat untuk mencangkok : gelas cangkok, pisau  Media Cangkok : sekam bakar yang sudah disiram/basah  Pemisahan hasil cangkokan : jika sudah keluar akar 50
  • 51.
    4. Perbanyakan dengancangkok  Cara mencangkok : 1.Batang aglaonema ditoreh dengan pisau silet 2 mm 2.Oleskan hormon perangsang tumbuh dibekas luka. 3.Pasangkan gelas cangkokan sehingga batang berada dalam gelas. 4.Gelas ditautkan kembali dengan stepler, lalu isi gelas dengan media sekam bakar. 51
  • 52.
    4. Perbanyakan dengancangkok 5. Rawat tanaman seperti biasa dan tambahkan vitamin B1 dua kali seminggu. 6. Akar biasannya akan muncul dalam jangka waktu dua bulan. 7. Cangkokan dapat dibuat bertingkat, dan dipindah jika cangkokan teratas sudah berakar. 52
  • 53.
    Perbanyakan melalui kultur jaringan/Mikropropagasi Fasilitas laboratorium  Penyiapan pohon induk  Penyiapan media  Pemilihan bahan tanaman/eksplan (biji, mata tunas, pucuk/meristem)  Inisiasi Kultur  Multiplikasi  Pengakaran  Aklimatisasi 53
  • 54.
    Keuntungan teknik kuljar Tanaman yang dihasilkan lebih seragam  Tanaman tumbuh cepat/lebih vigor  Tanaman lebih cepat dewasa dibanding asal biji  Kelemahan : tingkat keberhasilan untuk berbagai tanaman berbeda-beda, ada yang mudah dan ada yang sulit untuk dikulturkan dan lambat/rendah laju multiplikasinya. 54
  • 55.
    Sumber Bacaan Blythe, E.K.,J.L. Sibley, J.M. Reuter, K.M. Tilt. 2004. Cutting propagation of foliage crops using foliar application of auxin. Scientia Hort. 103(1):31-37 Hambali, G.G. 2007. Petunjuk Praktis Penyilangan Aglaonema. Makalah disampaikan pada Pelatihan Persilangan dan Budidaya Aglaonema. Forum Florikultura Indonesia, Serpong 11 Februari 2007 Hussein, M.M.M. 2004. In vitro propagation of three species Aglaonema. Arab Univ. J. of Agric Sci. 12(1):405-423 Protacio, C.M., L.R. Obmega, S.V. Siar. 2000. Mass propagation of Aglaonema from single stem. Cabs abstract Redaksi Trubus. 2006. Aglaonema (Trubus Info Kit). Trubus. Jakarta Relf, D. B. Elizabeth. Propagation by cutting, layering and division. http://mrec.ifas.ufl.edu/foliage/folnotes/aglaonem.htm. Aglaonema Production Guide. 55
  • 56.
  • 57.
    FACT SHEET Tanaman Hiasdan Bunga (AGH 344) Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB No.1/2007 57