Nama Kelompok:
Devi Laura A. (07)
Dwi TinaA. (11)
FaridatulUfia (15)
Indra W. (19)
NofiatulAzizah(25)
Siska EllaN. (34)
AGLAONEMA
X MIA5
( Aglaonema crispum )
BUDIDAYA AGLAONEMA
Tanaman bernama lokal sri rejeki ini sekarang lebih dikenal dengan nama
aglaonema. Daunnya yang elegan dan indah membuat aglaonema pantas
dijuluki “Ratu Daun”. Daya tarik aglaonema terletak pada pada warna dan
bentuk daun yang unik. Daunnya kini tidak melulu berwarna hijau, tetapi
lebih bervariasi, seperti kombinasi warna putih, merah, merah muda, dan
kuning. Selain memiliki pola daun yang indah, aglaonema diyakini dapat
membawa hoki (keberuntungan). Konon, jika tanaman ini tumbuh daun
baru berarti ada tambahan rejeki bagi pemiliknya. Oleh karena itu,
aglaonema dulunya lebih populer dengan nama sri rejeki (lucky plant).
Nama aglaonema berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari kata “aglaos”
dan “nema/nematos”, artinya terang/mengkilap. Tanaman ini masih satu
famili dengan talas-talasan (aracaeae) serta kerabat dekat dengan
spathipyllum dan philodendron. Penyebaran utama aglaonema ada di Asia
Tenggara, meliputi Filipina, Indonesia, Malaysia, Thailand, Laos, Vietnam,
Brunai Darussalam, dan Myanmar. Lalu menyebar ke Cina, Florida, dan
Amarika
♪ Divisi : Magnoliophyta
♪ Kelas : Liliopsida
♪ Subkelas : Base monocots
♪ Ordo : Alismatales
♪ Famili : Araceae
♪ Subfamili : Aroideae
♪ Suku/Genus :
Aglaonemateae
Ciri-ciri Tanaman Aglaonema
– Akar, dapat menentukan kondisi tanaman yang dipelihara.Akar yang berwarna
putih menunjukkan tanaman dalam keadaan sehat, sedangkan akar yang
berwarna coklat menandakan tanaman sakit. Umumnya akar berkisar 2-5 mm.
– Batang, aglaonema mempunyai diameter batang relatif kecil, sekitar 1-3 cm
atau lebih tergantung jenis tanaman dan kemampuan tumbuhnya.
– Daun, merupakan bagian yang menjadi daya tarik utama dan mempunyai pola
warna bervariasi. Pada jenis spesies alam, warna daun domonan hijau dengan
corak putih. Sedangkan pada jenis silangan/hibrida daun domonan berwarna
merah, kemerahan, kuning, hingga jingga. Bentuknya bervariasi antara bentuk
lanset, bulat telur, berbentuk jantung, hingga elips. Ukuran antara 10-40 cm
dengan corak yang beragam.
– Bunga, berbentuk seperti bunga talas atau keladi yang keluar dari ketiak daun,
berwarna putih dan ditopang oleh batang yang panjang. Jenis bunga ini
termasuk uni seksual, bagian bunga betina dan jantan terdapat dalam satu
bunga.
– Buah, akan muncul di pangkal bunga, berbentuk tonjolan kecil. Buah akan
matang dalam waktu 8 bulan setelah terjadi pembuahan. Bentuk buah
menyerupai biji kopi dengan diamater mencapai 1 cm.
Secara umum, aglaonema yang beredar saat ini terbagi dalam
dua kelompok, yaitu aglaonema alam/spesies dan aglaonema
silangan/hibrida.
• 1. Aglaonema alam/spesies, adalah jenis aglaonema asli
(bukan hasil silangan), ciri-cirinya adalah daun berwarna hijau
dominan serta kombinasi hijau domonan serta kombinasi hijau
dan putih. Kecuali jenis aglaonema rotundum yang berwarna
agak kemerahan dan daunnya berbentuk bulat telur. Menurut
beberapa kolektor jenis aglaonema rotundum yang berkualitas
berasal dari daerah Sumatera, terutama daerah Aceh.
Beberapa jenis spesies anatara lain aglaonema costatum,
aglaonema commutatum, aglaonema nitidum, dan lain-lain.
• 2. Agalaonema silangan/hibrida, merupakan hasil persilangan
antara beberapa jenis aglaonema. Aglaonema jenis ini
umumnya memiliki tampilan yang sangat menakjubkan,
misalnya berwarna merah cerah, kuning, dan oranye.
Aglaonema hibrida ada yang merupakan hasil penyilangan
Indonesia (disebut aglaonema hibrida lokal), dan hasil
silangan luar negeri (disebut aglaonema hibrida impor).
Beberapa contoh aglaonema hibrida lokal adalah pride of
Sumatra, Donna Carmen, Adelia, Tiara dan lain-lain.
Sedangkan contoh jenis hibrida impor adalah Butterfly,
Legacy, Super Red, Lady Valentine dan lain-lain.
SifatTanaman Dan SyaratTumbuh
Sifat dari tanaman aglaonema beragam, ada yang dapat terkena sinar
matahari dan ada juga yang harus ternaungi, sebagian aglaonema dapat
hidup di tempat lembab dan sebagian lagi di tempat sedikit kering,
tanaman aglaonema tergolong bandel, mudah dirawat dan cocok
dijadikan tanaman indoor, apalagi aglaonema terkenal dengan motif
daunnya yang indah.
Syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pertumbuhan aglaonema
yang optimal adalah lokasi, cahaya, kelembaban dan suhu Lokasi yang
ideal untuk merawat aglaonema adalah daerah yang berketinggian 300 –
400 m diatas permukaan laut,namun tidak menutup kemungkinan juga
dapat tumbuh baik di dataran rendah, sesuai habitatnya aglaonema
menyukai lokasi yang teduh dengan pencahayaan terbatas, intensitas sinar
matahari berkisar antara 10 – 30%, kelembaban yang cocok untuk
merawat aglaonema adalah 50 – 70%, di kisaran itu tanaman tumbuh
baik, lebih dari 75% dapat menyebabkan tumbuhnya cendawan pada
media tanam, selain itu juga suhu menunjang pertumbuhan, lokasi
sebaiknya bersuhu 28 – 30˚C pada siang hari dan 20 – 22˚C malam hari
dan dibantu juga dengan sirkulasi udara yang baik
Untuk memiliki tanaman aglaonema yang tumbuh sehat dan baik diantaranya
adalah dengan menggunakan media dengan komposisi yang pas, media
dengan tingkat keasaman/pH dan porositas (Porous) yang ideal sangat
baik untuk pertumbuhan aglaonema, media tanam aglaonema juga harus
steril, yaitu bebas dari penyakit, tidak mudah lapuk dan hancur karena air,
mudah diperoleh dan harganya terjangkau, aglaonema dapat tumbuh
dengan baik pada media dengan pH 7 atau disebut juga pH netral yang
kaya akan zat hara, angka pH dengan selisih 0,5 – 1 masih dianggap pH
ideal.
Porous artinya mudah mengeluarkan kelebihan air, tingkat porositas yang
dibutuhkan pada media tanam sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan,
yaitu ketinggian dan kelembaban, pada dataran rendah yang panas dan
bercurah hujan rendah, media tanam sebaiknya harus bisa menahan air
sehingga media tidak kekeringan, sebaliknya di dataran tinggi yang
umumnya sering hujan sebaiknya gunakan media dengan porositas tinggi
agar kelebihan air mudah dikeluarkan.
• Pakis ; pakis dapat menyimpan air dengan baik dan memiliki drainase dan
aerasi yang bagus, akar dapat menyerap air dengan mudah dan leluasa untuk
berkembang, tidak mudah lapuk dan memiliki daya tahan cukup tinggi
• Sekam Bakar ; sekam bakar memiliki kelebihan unsur yang terletak pada
sifatnya yang steril dan daya tahanya mencapai 1 tahun, aerasinya cukup baik
namun daya serapnya terhadap air kurang baik, sehingga harus dicampur
dengan unsur yang dapat menyerap air
• Pasir malang ; pasir malang unsur media yang tingkat porositasnya cukup baik,
karena itu penggunaanya digunakan untuk mencegah media yang terlalu
basah dan air yang menggenang
• Cocopeat ; cocopeat adalah sabut kelapa hasil olahan, unsur ini sangat cocok
digunakan bila menginginkan media yang cukup lembab untuk aglaonema
khususnya di daerah yang kering dan panas, cocopeat dapat menahan air
cukup lama dalam jumlah yang banyak, namun sifatnya mudah lapuk
• Kaliandra ; kaliandra cocok digunakan sebagai media di daerah kering dan
panas, media ini cenderung cepat lembab sehingga rawan terjangkit
cendewan pengganggu, sifatnya mudah lapuk dan hanya bertahan 4 – 6 bulan
kombinasi beberapa unsur media dapat
digunakan sesuai dengan kebutuhan dan
faktor lingkungan :
• Pakis, sekam bakar, Pasir malang, humus (1;1;1;1)
• Pakis, pasir malang, sekam bakar, cocopeat (2;1;1;1)
• Pakis, sekam bakar, pasir malang, cocopeat (2;1;1;1)
• Cocopeat, sekam bakar kompos organik (5;3;2)
• Pakis, pasir malang, kaliandra (3;2;1)
Jenis unsurmedia tanam
Penanaman Bibit
Penanaman bibit aglaonema dapat dilakukan dengan
mengikuti tahap-tahap berikut :
1. Siapkan pot yang bersih, styrofoam, dan media tanam. Lalu
masukkan styrofoam ke dalam dasar pot yang baru agar
drainase dan aerasi menjadi lancar. Lebih baik lagi bila anda
menambahkan sedikit pasir malang setelah memasukkan
styrofoam.
2. Campurkan media yang telah disiapkan sesuai dengan komposisi
(telah disesuaikan dengan lingkungan setempat).
3. Tambahkan sebagian media tersebut ke dalam pot sampai kira-
kira sepertiga tinggi pot.
4. Masukkan bibit ke dalam pot yang telah terisi media.
5. Pegang terus bibit tersebut agar dapat tertanam dengan tegak
sambil memasukkan sisa media sampai pot penuh. Kemudian
tambahkan pupuk slow release sebanyak ½ sendok teh.
SehatPangkalCantik
• Ada tiga langkah penting untuk memelihara aglaonema senantiasa sehat, yaitu :
– penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama/penyakit. Frekuensi
penyiraman dapat dilakukan setiap hari atau dua hari sekali, tergantung
kelembaban yang dipengaruhi oleh jenis media tanam yang digunakan.
Sedangkan pemupukan yang baik adalah secara terus menerus dalam dosis
rendah. Untuk pengendalian hama/penyakit dilakukan berdasarkan gejala-
gejala yang terlihat. Beberapa hama yang biasa menyerang aglaonema
adalah kutu putih, ulat, belalang, kutu perisai, root mealy bugs dan kutu
sisik. Sedangkan penyakit pada tanaman khususnya aglaonema disebabkan
oleh cendawan, bakteri, virus, dan kelainan fisiologis. Secara umum
pengendalian hama dan penyakit tersebut adalah dengan cara pencegahan
berupa perawatan dan menjaga kebersihan linkungan sekitar
– Sedangkan untuk membasmi hama atau penyakit yang sudah terlanjur
menyerang dapat menggunakan jenis-jenis insektisida, bakterisida, maupun
fungisida yang aman.
Pemupukan
Untuk menunjang pertumbuhan tanaman
aglaonema kebutuhan nutrisi sangat penting,
beragam merek pupuk majemuk/anorganik
mudah diperoleh, bahkan saat ini sudah banyak
beredar pupuk khusus aglaonema. Sebelum
memilih, cermati dulu komposisi nutrisi dan
penggunaanya, barulah cara dan dosis
pemberiannya, pemberian pupuk dengan dosis
rendah, tetapi sering diberikan akan
menghasilkan tanaman kualitas baik dibanding
dengan pemberian sesekali dengan dosis tinggi
Untuk menjaga agar kualitas aglaonema tetap
baik perlu dilakukan penggantian media
tanam, media tanam yang baik akan membuat
aglaonema tumbuh dengan sehat,
penggantian media tanam/repotting
aglaonema dilakukan setiap 6-12 bulan sekali,
repotting juga dibutuhkan oleh tanaman yang
sudah terlalu besar sehingga tidak sebanding
lagi dengan ukuran pot
MemperbanyakAglaonema
• Bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu generatif (kawin) dan vegetatif (tidak
kawin). Perbanyakan generatif dilakukan dengan cara menanam biji, sedangkan
vegetatif dilakukan melalui setek, pemisahan anakan, dan cangkok.
• Meningkatkan Nilai Tambah Aglaonema
– 1. Pemilihan tanaman (saat membeli bibit), meliputi : bentuk tanaman yang
kokoh,daun-daunnya rapat dan kokoh, permukaan daun mulus/mengkilap,
ukuran daun di bagian atas lebih besar dari bagian bawah.
– 2. Pemeliharaan yang rutin, meliputi : penyiraman, pemupukan, pengaturan
intensitas cahaya, dan penggantian pot dan media tanam secara berkala.
– 3. Menghasilkan daun yang mulus, setiap satu minggu sekali dilap dengan
kain lembut yang dibasahi air, susu cair atau leaf shine (produk khusus untuk
mengkilapkan daun), atau menggunakan ampas kelapa.
– 4. Pot yang baik adalah yang mempunyai drainase yang benar. Proporsi pot
yang direkomendasikan adalah 3:1 untuk tinggi tanaman dan diameter pot
Hama Dan Penyakit
• Hama adalah hewan pengganggu tanaman yang secara fisik masih dapat dilihat
secara kasat mata tanpa bantuan alat. Hama pada aglaonema bermacam-macam
dan gejalanya berbeda-beda diantaranya ;
• Ulat – hama ulat ada yang menyerang daun, yaitu spodoptera sp dan ada juga yang
menyerang batang, yaitu Noctuidae
• Kutu putih (kutu kebul) – kutu ini sering menyerang aglaonema di dataran rendah
dibanding di dataran tinggi. Kutu putih menyerang batang dan daun bagian bawah,
kutu tersebut mengisap cairan daun dan meninggalkan jelaga pada daun
• Belalang – belalang menyerang tanaman aglaonema sama hal nya dengan ulat,
yaitu menyerang daun
• Kutu sisik – hama ini menyerang daun, pelepah, batang dan bunga, bentuknya
seperti lintah dengan ukuran yang lebih kecil, kutu sisik ini dapat menyebabkan
daun mengerut, kuning, layu dan akhirnya mati
• Kutu Perisai – kutu ini menyerang bagian daun, kutu ini biasanya terdapat koloni
dengan membentuk barisan di bagian tulang daun, kutu ini memiliki bentuk seperti
perisai pada bagian punggungnya
• Root mealy bugs – menyerang bagian akar tanaman, bentuknya seperti kutu putih,
tanaman menjadi kurus, kerdil, daunya mengecil dan layu
• Penyakit – penyakit pada tanaman khususnya aglaonema disebabkan oleh 2 patogen, yaitu
cendawan dan bakteri. Jumlah cendawan yang menyebabkan penyakit pada umumnya lebih
banyak dibanding bakteri, berikut penyakit yang biasanya menyerang aglaonema:
– Layu fusarium, gejala serangan ditandai dengan tulang daun yang pucat berubah warna
menjadi coklat keabuan lalu tanggkainya membusuk, penyebabnya adalah media yang
selalu basah sehingga media tanam ber-pH rendah, yang kondisi tersebut membuat
Fusarium oxysporium leluasa berkembang.
– Layu Bakteri, ditandai dengan daun dan batang yang melunak serta bau yang tak sedap
– Busuk Akar, ditandai dengan daun yang menjadi pucat lalu busuk, batang yang
berlubang dan layu, akarnya berwarna coklat kehitaman, yang disebabkan media terlalu
lembab sehingga menyebabkan cendawan cepat berkembnag
– Bercak daun, yang disebabkan oleh cendawan, penyakit ini ditandai dengan adanya
bercak pada daun yang lama kelamaan membusuk
– Virus, pada aglaonema ditandai dengan daun yang berubah menjadi kekuningan atau
menjadi keriting, perubahan tersebut karena virus dapat menghancurkan klorofil dan
jaringan lainnya pada daun, virus susah ditanggulangi, perawatan dan pengendalian
lingkungan yang baik merupakan cara pencegahan yang paling efektif Memperbanyak
Aglaonema Aglaonema bisa diperbanyak melalui 2 cara, yaitu generatif (kawin)
dilakukan dengan cara menanam biji sedangkan vegetatif (tidak kawin) dilakukan
melalui stek, pemisahan anakan, cangkok, dan kultur jaringan.
Cocok diletakan sebagai penghias teras, tanaman
indoor (tanaman hias ruangan), table plant
(diletakan di atas meja) atau di tanam dilahan
yang teduh. Sisi menarik dari aglaonema
sebenarnya bukan dari bunganya, namun daunya
yang semarak dengan corak aneka warna.
Tanaman juga tahan dalam ruangan ber-AC
hingga satu bulan, jadi tak perlu repot mengganti
bunga setiap hari seperti jika Anda meletakkan
bunga potong

budidaya aglaonema

  • 1.
    Nama Kelompok: Devi LauraA. (07) Dwi TinaA. (11) FaridatulUfia (15) Indra W. (19) NofiatulAzizah(25) Siska EllaN. (34)
  • 2.
  • 3.
    BUDIDAYA AGLAONEMA Tanaman bernamalokal sri rejeki ini sekarang lebih dikenal dengan nama aglaonema. Daunnya yang elegan dan indah membuat aglaonema pantas dijuluki “Ratu Daun”. Daya tarik aglaonema terletak pada pada warna dan bentuk daun yang unik. Daunnya kini tidak melulu berwarna hijau, tetapi lebih bervariasi, seperti kombinasi warna putih, merah, merah muda, dan kuning. Selain memiliki pola daun yang indah, aglaonema diyakini dapat membawa hoki (keberuntungan). Konon, jika tanaman ini tumbuh daun baru berarti ada tambahan rejeki bagi pemiliknya. Oleh karena itu, aglaonema dulunya lebih populer dengan nama sri rejeki (lucky plant). Nama aglaonema berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari kata “aglaos” dan “nema/nematos”, artinya terang/mengkilap. Tanaman ini masih satu famili dengan talas-talasan (aracaeae) serta kerabat dekat dengan spathipyllum dan philodendron. Penyebaran utama aglaonema ada di Asia Tenggara, meliputi Filipina, Indonesia, Malaysia, Thailand, Laos, Vietnam, Brunai Darussalam, dan Myanmar. Lalu menyebar ke Cina, Florida, dan Amarika
  • 4.
    ♪ Divisi :Magnoliophyta ♪ Kelas : Liliopsida ♪ Subkelas : Base monocots ♪ Ordo : Alismatales ♪ Famili : Araceae ♪ Subfamili : Aroideae ♪ Suku/Genus : Aglaonemateae
  • 5.
    Ciri-ciri Tanaman Aglaonema –Akar, dapat menentukan kondisi tanaman yang dipelihara.Akar yang berwarna putih menunjukkan tanaman dalam keadaan sehat, sedangkan akar yang berwarna coklat menandakan tanaman sakit. Umumnya akar berkisar 2-5 mm. – Batang, aglaonema mempunyai diameter batang relatif kecil, sekitar 1-3 cm atau lebih tergantung jenis tanaman dan kemampuan tumbuhnya. – Daun, merupakan bagian yang menjadi daya tarik utama dan mempunyai pola warna bervariasi. Pada jenis spesies alam, warna daun domonan hijau dengan corak putih. Sedangkan pada jenis silangan/hibrida daun domonan berwarna merah, kemerahan, kuning, hingga jingga. Bentuknya bervariasi antara bentuk lanset, bulat telur, berbentuk jantung, hingga elips. Ukuran antara 10-40 cm dengan corak yang beragam. – Bunga, berbentuk seperti bunga talas atau keladi yang keluar dari ketiak daun, berwarna putih dan ditopang oleh batang yang panjang. Jenis bunga ini termasuk uni seksual, bagian bunga betina dan jantan terdapat dalam satu bunga. – Buah, akan muncul di pangkal bunga, berbentuk tonjolan kecil. Buah akan matang dalam waktu 8 bulan setelah terjadi pembuahan. Bentuk buah menyerupai biji kopi dengan diamater mencapai 1 cm.
  • 6.
    Secara umum, aglaonemayang beredar saat ini terbagi dalam dua kelompok, yaitu aglaonema alam/spesies dan aglaonema silangan/hibrida. • 1. Aglaonema alam/spesies, adalah jenis aglaonema asli (bukan hasil silangan), ciri-cirinya adalah daun berwarna hijau dominan serta kombinasi hijau domonan serta kombinasi hijau dan putih. Kecuali jenis aglaonema rotundum yang berwarna agak kemerahan dan daunnya berbentuk bulat telur. Menurut beberapa kolektor jenis aglaonema rotundum yang berkualitas berasal dari daerah Sumatera, terutama daerah Aceh. Beberapa jenis spesies anatara lain aglaonema costatum, aglaonema commutatum, aglaonema nitidum, dan lain-lain. • 2. Agalaonema silangan/hibrida, merupakan hasil persilangan antara beberapa jenis aglaonema. Aglaonema jenis ini umumnya memiliki tampilan yang sangat menakjubkan, misalnya berwarna merah cerah, kuning, dan oranye. Aglaonema hibrida ada yang merupakan hasil penyilangan Indonesia (disebut aglaonema hibrida lokal), dan hasil silangan luar negeri (disebut aglaonema hibrida impor). Beberapa contoh aglaonema hibrida lokal adalah pride of Sumatra, Donna Carmen, Adelia, Tiara dan lain-lain. Sedangkan contoh jenis hibrida impor adalah Butterfly, Legacy, Super Red, Lady Valentine dan lain-lain.
  • 7.
    SifatTanaman Dan SyaratTumbuh Sifatdari tanaman aglaonema beragam, ada yang dapat terkena sinar matahari dan ada juga yang harus ternaungi, sebagian aglaonema dapat hidup di tempat lembab dan sebagian lagi di tempat sedikit kering, tanaman aglaonema tergolong bandel, mudah dirawat dan cocok dijadikan tanaman indoor, apalagi aglaonema terkenal dengan motif daunnya yang indah. Syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan pertumbuhan aglaonema yang optimal adalah lokasi, cahaya, kelembaban dan suhu Lokasi yang ideal untuk merawat aglaonema adalah daerah yang berketinggian 300 – 400 m diatas permukaan laut,namun tidak menutup kemungkinan juga dapat tumbuh baik di dataran rendah, sesuai habitatnya aglaonema menyukai lokasi yang teduh dengan pencahayaan terbatas, intensitas sinar matahari berkisar antara 10 – 30%, kelembaban yang cocok untuk merawat aglaonema adalah 50 – 70%, di kisaran itu tanaman tumbuh baik, lebih dari 75% dapat menyebabkan tumbuhnya cendawan pada media tanam, selain itu juga suhu menunjang pertumbuhan, lokasi sebaiknya bersuhu 28 – 30˚C pada siang hari dan 20 – 22˚C malam hari dan dibantu juga dengan sirkulasi udara yang baik
  • 8.
    Untuk memiliki tanamanaglaonema yang tumbuh sehat dan baik diantaranya adalah dengan menggunakan media dengan komposisi yang pas, media dengan tingkat keasaman/pH dan porositas (Porous) yang ideal sangat baik untuk pertumbuhan aglaonema, media tanam aglaonema juga harus steril, yaitu bebas dari penyakit, tidak mudah lapuk dan hancur karena air, mudah diperoleh dan harganya terjangkau, aglaonema dapat tumbuh dengan baik pada media dengan pH 7 atau disebut juga pH netral yang kaya akan zat hara, angka pH dengan selisih 0,5 – 1 masih dianggap pH ideal. Porous artinya mudah mengeluarkan kelebihan air, tingkat porositas yang dibutuhkan pada media tanam sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, yaitu ketinggian dan kelembaban, pada dataran rendah yang panas dan bercurah hujan rendah, media tanam sebaiknya harus bisa menahan air sehingga media tidak kekeringan, sebaliknya di dataran tinggi yang umumnya sering hujan sebaiknya gunakan media dengan porositas tinggi agar kelebihan air mudah dikeluarkan.
  • 9.
    • Pakis ;pakis dapat menyimpan air dengan baik dan memiliki drainase dan aerasi yang bagus, akar dapat menyerap air dengan mudah dan leluasa untuk berkembang, tidak mudah lapuk dan memiliki daya tahan cukup tinggi • Sekam Bakar ; sekam bakar memiliki kelebihan unsur yang terletak pada sifatnya yang steril dan daya tahanya mencapai 1 tahun, aerasinya cukup baik namun daya serapnya terhadap air kurang baik, sehingga harus dicampur dengan unsur yang dapat menyerap air • Pasir malang ; pasir malang unsur media yang tingkat porositasnya cukup baik, karena itu penggunaanya digunakan untuk mencegah media yang terlalu basah dan air yang menggenang • Cocopeat ; cocopeat adalah sabut kelapa hasil olahan, unsur ini sangat cocok digunakan bila menginginkan media yang cukup lembab untuk aglaonema khususnya di daerah yang kering dan panas, cocopeat dapat menahan air cukup lama dalam jumlah yang banyak, namun sifatnya mudah lapuk • Kaliandra ; kaliandra cocok digunakan sebagai media di daerah kering dan panas, media ini cenderung cepat lembab sehingga rawan terjangkit cendewan pengganggu, sifatnya mudah lapuk dan hanya bertahan 4 – 6 bulan
  • 10.
    kombinasi beberapa unsurmedia dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan dan faktor lingkungan : • Pakis, sekam bakar, Pasir malang, humus (1;1;1;1) • Pakis, pasir malang, sekam bakar, cocopeat (2;1;1;1) • Pakis, sekam bakar, pasir malang, cocopeat (2;1;1;1) • Cocopeat, sekam bakar kompos organik (5;3;2) • Pakis, pasir malang, kaliandra (3;2;1) Jenis unsurmedia tanam
  • 11.
    Penanaman Bibit Penanaman bibitaglaonema dapat dilakukan dengan mengikuti tahap-tahap berikut : 1. Siapkan pot yang bersih, styrofoam, dan media tanam. Lalu masukkan styrofoam ke dalam dasar pot yang baru agar drainase dan aerasi menjadi lancar. Lebih baik lagi bila anda menambahkan sedikit pasir malang setelah memasukkan styrofoam. 2. Campurkan media yang telah disiapkan sesuai dengan komposisi (telah disesuaikan dengan lingkungan setempat). 3. Tambahkan sebagian media tersebut ke dalam pot sampai kira- kira sepertiga tinggi pot. 4. Masukkan bibit ke dalam pot yang telah terisi media. 5. Pegang terus bibit tersebut agar dapat tertanam dengan tegak sambil memasukkan sisa media sampai pot penuh. Kemudian tambahkan pupuk slow release sebanyak ½ sendok teh.
  • 12.
    SehatPangkalCantik • Ada tigalangkah penting untuk memelihara aglaonema senantiasa sehat, yaitu : – penyiraman, pemupukan, dan pengendalian hama/penyakit. Frekuensi penyiraman dapat dilakukan setiap hari atau dua hari sekali, tergantung kelembaban yang dipengaruhi oleh jenis media tanam yang digunakan. Sedangkan pemupukan yang baik adalah secara terus menerus dalam dosis rendah. Untuk pengendalian hama/penyakit dilakukan berdasarkan gejala- gejala yang terlihat. Beberapa hama yang biasa menyerang aglaonema adalah kutu putih, ulat, belalang, kutu perisai, root mealy bugs dan kutu sisik. Sedangkan penyakit pada tanaman khususnya aglaonema disebabkan oleh cendawan, bakteri, virus, dan kelainan fisiologis. Secara umum pengendalian hama dan penyakit tersebut adalah dengan cara pencegahan berupa perawatan dan menjaga kebersihan linkungan sekitar – Sedangkan untuk membasmi hama atau penyakit yang sudah terlanjur menyerang dapat menggunakan jenis-jenis insektisida, bakterisida, maupun fungisida yang aman.
  • 13.
    Pemupukan Untuk menunjang pertumbuhantanaman aglaonema kebutuhan nutrisi sangat penting, beragam merek pupuk majemuk/anorganik mudah diperoleh, bahkan saat ini sudah banyak beredar pupuk khusus aglaonema. Sebelum memilih, cermati dulu komposisi nutrisi dan penggunaanya, barulah cara dan dosis pemberiannya, pemberian pupuk dengan dosis rendah, tetapi sering diberikan akan menghasilkan tanaman kualitas baik dibanding dengan pemberian sesekali dengan dosis tinggi
  • 14.
    Untuk menjaga agarkualitas aglaonema tetap baik perlu dilakukan penggantian media tanam, media tanam yang baik akan membuat aglaonema tumbuh dengan sehat, penggantian media tanam/repotting aglaonema dilakukan setiap 6-12 bulan sekali, repotting juga dibutuhkan oleh tanaman yang sudah terlalu besar sehingga tidak sebanding lagi dengan ukuran pot
  • 15.
    MemperbanyakAglaonema • Bisa dilakukandengan dua cara, yaitu generatif (kawin) dan vegetatif (tidak kawin). Perbanyakan generatif dilakukan dengan cara menanam biji, sedangkan vegetatif dilakukan melalui setek, pemisahan anakan, dan cangkok. • Meningkatkan Nilai Tambah Aglaonema – 1. Pemilihan tanaman (saat membeli bibit), meliputi : bentuk tanaman yang kokoh,daun-daunnya rapat dan kokoh, permukaan daun mulus/mengkilap, ukuran daun di bagian atas lebih besar dari bagian bawah. – 2. Pemeliharaan yang rutin, meliputi : penyiraman, pemupukan, pengaturan intensitas cahaya, dan penggantian pot dan media tanam secara berkala. – 3. Menghasilkan daun yang mulus, setiap satu minggu sekali dilap dengan kain lembut yang dibasahi air, susu cair atau leaf shine (produk khusus untuk mengkilapkan daun), atau menggunakan ampas kelapa. – 4. Pot yang baik adalah yang mempunyai drainase yang benar. Proporsi pot yang direkomendasikan adalah 3:1 untuk tinggi tanaman dan diameter pot
  • 16.
    Hama Dan Penyakit •Hama adalah hewan pengganggu tanaman yang secara fisik masih dapat dilihat secara kasat mata tanpa bantuan alat. Hama pada aglaonema bermacam-macam dan gejalanya berbeda-beda diantaranya ; • Ulat – hama ulat ada yang menyerang daun, yaitu spodoptera sp dan ada juga yang menyerang batang, yaitu Noctuidae • Kutu putih (kutu kebul) – kutu ini sering menyerang aglaonema di dataran rendah dibanding di dataran tinggi. Kutu putih menyerang batang dan daun bagian bawah, kutu tersebut mengisap cairan daun dan meninggalkan jelaga pada daun • Belalang – belalang menyerang tanaman aglaonema sama hal nya dengan ulat, yaitu menyerang daun • Kutu sisik – hama ini menyerang daun, pelepah, batang dan bunga, bentuknya seperti lintah dengan ukuran yang lebih kecil, kutu sisik ini dapat menyebabkan daun mengerut, kuning, layu dan akhirnya mati • Kutu Perisai – kutu ini menyerang bagian daun, kutu ini biasanya terdapat koloni dengan membentuk barisan di bagian tulang daun, kutu ini memiliki bentuk seperti perisai pada bagian punggungnya • Root mealy bugs – menyerang bagian akar tanaman, bentuknya seperti kutu putih, tanaman menjadi kurus, kerdil, daunya mengecil dan layu
  • 17.
    • Penyakit –penyakit pada tanaman khususnya aglaonema disebabkan oleh 2 patogen, yaitu cendawan dan bakteri. Jumlah cendawan yang menyebabkan penyakit pada umumnya lebih banyak dibanding bakteri, berikut penyakit yang biasanya menyerang aglaonema: – Layu fusarium, gejala serangan ditandai dengan tulang daun yang pucat berubah warna menjadi coklat keabuan lalu tanggkainya membusuk, penyebabnya adalah media yang selalu basah sehingga media tanam ber-pH rendah, yang kondisi tersebut membuat Fusarium oxysporium leluasa berkembang. – Layu Bakteri, ditandai dengan daun dan batang yang melunak serta bau yang tak sedap – Busuk Akar, ditandai dengan daun yang menjadi pucat lalu busuk, batang yang berlubang dan layu, akarnya berwarna coklat kehitaman, yang disebabkan media terlalu lembab sehingga menyebabkan cendawan cepat berkembnag – Bercak daun, yang disebabkan oleh cendawan, penyakit ini ditandai dengan adanya bercak pada daun yang lama kelamaan membusuk – Virus, pada aglaonema ditandai dengan daun yang berubah menjadi kekuningan atau menjadi keriting, perubahan tersebut karena virus dapat menghancurkan klorofil dan jaringan lainnya pada daun, virus susah ditanggulangi, perawatan dan pengendalian lingkungan yang baik merupakan cara pencegahan yang paling efektif Memperbanyak Aglaonema Aglaonema bisa diperbanyak melalui 2 cara, yaitu generatif (kawin) dilakukan dengan cara menanam biji sedangkan vegetatif (tidak kawin) dilakukan melalui stek, pemisahan anakan, cangkok, dan kultur jaringan.
  • 18.
    Cocok diletakan sebagaipenghias teras, tanaman indoor (tanaman hias ruangan), table plant (diletakan di atas meja) atau di tanam dilahan yang teduh. Sisi menarik dari aglaonema sebenarnya bukan dari bunganya, namun daunya yang semarak dengan corak aneka warna. Tanaman juga tahan dalam ruangan ber-AC hingga satu bulan, jadi tak perlu repot mengganti bunga setiap hari seperti jika Anda meletakkan bunga potong