Cara Stek Tanaman Mangga


Parent Category: Uncategorised
Category: artikel
Published on Sunday, 20 May 2012 08:57
Hits: 10680
Sangat jarang diantara kita yang mengetahui teknik perbanyakan tanaman mangga dengan
cara vegetatif stek. Demikian juga halnya dengan LembahPinus.Com yang selama ini hanya
memiliki sedikit informasi tentang teknik perbanyakan dengan teknik ini sampai
LembahPinus.Com menemukan buku Budidaya Tanaman mangga yang membahasnya
dengan cukup detail.
Cabang dipotong dengan gunting atau pisau yang bersih dan tajam. Panjang potongan antara
10 - 15 cm dengan jumlah mata 3 -5.
Potongan sebelah atas kira-kira 1 cm di atas mata, sedang yang bawah kira-kira 0,3
cm di bawah mata yang paling bawah. Diameter cabang/ranting lebih kurang 10-
20mm. potongan bagian atas sebaiknya miring, sedang bagian bawah horisontal
(datar).
Maksud dari potongan miring pada bagian atas adalah agar air tidak masuk ke dalam
stek, sehingga tidak mudah busuk. Sedangkan bagian bawah yang mendatar,
dimaksudkan untuk membentuk terkumpulnya kalus-kalus perakaran. Untuk
mempercepat proses pembentukan akar, tidak perlu semua daun dihilangkan, tetapi harus
disisakan satu sampai dua helai yang telah dipotong separo pada ujung stek. Dengan cara
demikian masih ada zat pendorong terbentuknya akar (rhizocaline) dalam daun.
Pengeratan Cabang
Cabang atau ranting yang sehat pertumbuhannya dikerat melingkari kulit; ditunggu 1 - 3
bulan, kemudian dipotong untuk dipisahkan dari induknya. lebar keratan lebih kurang 25mm
dan letaknya lebih kurang 300mm dari ujung stek. Kalus biasanya akan terbentuk di atas
keratan. Dengan cara pengeratan ini akan lebih mempercepat proses terbentuknya akar
daripada dengan cara potong langsung.
Merangsang Pertumbuhan Akar
Pada umumnya cabang mangga yang distek sukar atau malah tidak akan keluar akar. Hal ini
bisa diatasi dengan cara memasukkan stek ke dalam larutan hormon. Hormon yang biasa
dipakai adalah asam indol asetat (AIA), asam napthalene (ANA) dan asam indol butirat
(AIB) dimana asam indol butira (AIB) adalah hormon yang paling efektif)
Ada 2 cara pemberian hormon:
 Cara pencelupan
 Cara talk
Cara pencelupan
Pada mulanya kristal hormon dilarutkan si dalam alkohol kadar 95%, kemudian diaduk
perlahan-lahan. Selanjutnya diencerkan dengan air bersih sampai mencapai kadar cair
tertentu, sehingga cairan itu tidak terlihat pekat lagi. Jika kita ingin menggunakan hormon
AIA sebaiknya dibuat 500 - 100 ppm. 500 ppm AIA artinya 5 gram AIA dilarutkan didalam
10 liter air atau 1 gram AIA dilarutkan di dalam 2 liter air.
Larutan dimasukkan ke dalam gelas ukur/wadah dengan tinggi larutan kurang lebih 2 cm.
Kemudian stek diikat menjadi satu lalu dimasukkan ke dalam larutan hormon yang ada di
dalam wadah selama 24 jam. Sebelum stek ditanam harus dicuci bersih terlebih dahulu
dengan air bersih.
Cara talk (bubuk bedak)
Bahan ini merupakan campuran antara hormon dengan talek. Caranya ialah dengan
memasukkan stek kedalam talek sedalam lebih kurang 2 cm. Kemudian stek yang baru saja
dimasukkan ke dalam talek tadi diketuk-ketuk supaya talek yang melekat pada luka stek
hanya sedikit saja. Pada waktu penanaman, stek tidak boleh langsung ditanam atau
ditusukkan begitu saja, akan tetapi pada media tanam harus dipersiapkan terlebih dahulu
lubang yang cukup besar, sehingga pada waktu stek dimasukkan ke dalam lubang, talk tidak
hilang akibat bergeseran dengan media tanam (media perakaran).
Kemudian media perakaran di sekeliling stek ditekan atau dipadatkan sehingga di sekitar stek
tidak ada kantung udara sedikitpun. Untuk mencegah atau menghindari terjadinya penyakit,
media tadi dapat dicampur dengan fungisida, misal Thiram (Tetramethylthioram disulfida)
Media tanam stek
Pasir halus merupakan bahan media perakaran yang paling baik. Pasir ini dapat juga
dicampur dengan sejenis lumut (sphagnum) atau endapan bahan organis tanaman yang belum
terurai sempurna di dalam air tergenang (peat) yang mempunyai sifat dapat menyimpan air
dalam waktu yang lama. Sebab pasir tidak dapat menyerap air, mudah kering, tetapi
pertukaran udara baik. Media perakaran yang baik akan diperoleh pH yang baik pula, sekitar
4,5 sampai 7. Bila pH lebih dari 7, hasilnya kurang baik.
Sebelum media dimasukkan ke dalam kotak atau pot, bagian bawah kotak atau pot harus
diberi lubang, supaya pot tidak tergenang air. Sebaiknya, media sedikit dipadatkan, supaya
kantong-kantong udara hilang, sebab bila kantong udara ini masih ada akan menyebabkan
stek mudah kering dan cabang stek tidak dapat berdiri dengan tegak, mudah roboh. Kotak
persemaian harus diletakkan di tempat yang teduh. Pembuatan tempat persemaian ini dapat
juga langsung di lapangan, asal kondisi media perakaran cukup baik, seperti telah disebutkan
di atas. Persemaian juga perlu diberi atap, agar kondisi tetap sejuk.
Menanam Stek
Penanaman stek dilakukan dengan pengaturan jarak tanam lebih kurang 5 sampai 10 cm,
posisinya miring atau membentuk sudut 45 derajat, sehingga daun-daun yang masih melekat
pada stek dan terletak dekat media perakaran bisa berfungsi sebagai pelindung. Media harus
selalu dijaga, jangan sampai menjadi kering. jika media nampak akan kering segera disiram
air. Untuk menjaga kelembaban media stek, maka perlu diberi atap pelindung.
PERBANYAKAN TANAMAN SRIKAYA
Sumber Gambar: www.flickr.com
Tanaman srikaya sebagai buah tropis, sampai saat ini belum ada yang mengusahakan dan
mengembangkan secara khusus seperti tanaman mangga atau belimbing manis dan tanaman
buah lainnya. Tanaman srikaya masih diusahakan secara tradisional oleh masyarakat dalam
jumlah terbatas sebagai tanaman pekarangan. Dalam budidaya tanaman srikaya tidak begitu
sulit, karena tanaman ini mudah diperbanyak baik secara generatif maupun vegetatif.
Perbanyakan secara generatif dengan biji dan perbanyakan secara vegetatif menggunakan
bagian tanaman yang produktif selain biji.
A. Perbanyakan Secara Generatif
Perbanyakan tanaman menggunakan biji memerlukan waktu untuk berbuah sangat lama,
sekitar 4 tahun.Disamping itu, kemungkinan menghasilkan tanaman yang menyimpang dari
induknya cukup besar dan bibit yang dihasilkan belum tentu seragam. Hal ini akibat adanya
penyerbukan silang pada tanaman srikaya. Pohon induk srikaya yang dipilih dalam
perbanyakan secara generative harus memiliki sifat unggul, cepat berbuah, daging buah tebal,
rasanya manis, ukuran buah besar, biji kecil serta sedikit, produksi tinggi, dan jika mungkin
berbuah sepanjang tahun.dari buah yang sudah matang, cukup umur, buah dalam keadaan
normal, sehat, dan berukuran besar. Ukuran buah akan menentukan jumlah biji tiap buah dan
ukuran bijinya.
Biji-biji dicuci dengan air bersih untuk menghilangkan lapisan gula buah pada kulit biji yang
dapat merangsang datangnya semut dan serangga cendawan. Setelah biji dikering anginkan
selama 2 hari dan hindarkan dari cahaya matahari langsung. Biji kering yang dipilih
berukuran besar, seragam, sehat, bersih, mengkilap dan bernas. Biji disimpan di tempat yang
bersih dan memiliki ventilasi, misalnya dalam botol yang disumbat dengan kapas atau abu
sekam sehingga udara masih bisa keluar masuk. Penyimpanan tidak boleh terlalu lama sebab
biji cepat mengalami kemunduran daya tumbuh.
Untuk mendapatkan bibit yang terseleksi, biji terpilih disemaikan terlebih dahulu. Karena biji
srikaya memiliki kulit yang keras dan kaku, maka diperlukan sedikit perlakuan untuk
mempercepat pengecambahan biji, yaitu: (a).biji direndam dalam air hangat 60 C selama 5
(lima) jam dan dibiarkan hingga air menjadi dingin, (b).biji direndam dalam air dingin selama
24 jam, dan (c).biji direndam dalam larutan Atonik 2 cc/liter air selama 4 (empat) jam.
Setelah proses perendaman, biji diangkat dan segera ditanamkan dalam media pesemaian
yang tidak terkena cahaya matahari langsung.
B. Perbanyakan Secara Vegetatif
Perbanyakan secara vegetatif yang umum dilakukan adalah dengan cara okulasi dan sambung
pucuk, sedangkan cara lain belum bisa dilakukan dan keberhasilannya sangat kecil.
Okulasi dan sambung pucuk dilakukan hanya pada tanaman sejenis yang sama, sebab hingga
saat ini belum ditemukan jenis srikaya yang khusus sebagai batang bawah atau batang atas.
Keberhasilan kedua cara tersebut sangat ditentukan oleh kedua tanamannya, yaitu dengan
adanya paduan yang baik antara batang atas dan batang bawahnya.
a. Bibit Okulasi. Untuk mendapatkan bibit secara okulasi diperlukan batang bawah dan mata
tunas untuk penempelan. Batang bawah diperoleh dari bibit hasil penyemaian biji dengan
syarat: (a) bibit hasil seleksi berukuran seragam, (b) bibit sehat dan pertumbuhannya normal,
(c) telah cukup umurnya, kira-kira sekitar 8 - 12 bulan, atau memiliki ketinggian sekitar 60
cm dari diameter batang sekitar 0,5 cm. Untuk mata tempel dipilih mata tunas yang aktif dari
batang produktif, tidak terlalu tua atau muda, sehat, normal, produksi tinggi, ukuran buah
besar, dan rasa enak.
Pelaksanaan okulasi dilakukan sebagai berikut: (a) siapkan batang yang memiliki mata tunas
baik untuk bahan tempelan. (b) bibit batang bawah disayat kulitnya berbentuk lidah dengan
ukuran 0,5 x 2 cm menggunakan pisau tajam yang bersih, dan posisinya sekitar 10 cm dari
permukaan tanah (c) ambil mata tunas dengan cara disayat sehingga membentuk perisai,
kemudian ditempelkan pada luka sayatan batang bawah. Penempelan dilakukan secepat
mungkin, sebab tanaman srikaya memiliki kambium yang tipis dan cepat kering, (d) jika
posisinya telah tepat bersentuhan, segera diikat tali plastik. Pengikatan jangan terlalu ketat
atau longgar serta tidak mengganggu mata tunas untuk tumbuh dan, (e) umumnya 2 minggu
setelah penempelan, mata tunas dengan batang bawahnya telah berlekatan dengan baik dan
warnanya hijau. Hal ini menandakan keberhasilan proses okulasi. Setelah berumur sekitar 1
(satu) bulan sejak tunas tumbuh, maka ujung batang bawah dapat dipotong sekitar 5 cm di
atas mata tunas tersebut.
b. Cara Sambung Pucuk. Perbanyakan tanaman dengan cara sambung pucuk dapat dilakukan
dengan sambung celah, sambung lengkung, sambung lidah, sambung pelana, sambung akar,
sambung cemeti. Namun yang banyak dilakukan adalah dengan sambung celah. Bibit batang
bawah yang digunakan hasil penanaman dari biji yang telah berumur 8 - 12 bulan atau
memiliki diameter batang sekitar 0,5 - 0,75 cm.
Cara melakukan sambung celah adalah: (a) batang bawah tanaman dipotong setinggi 10 cm
dari permukaan tanah, (b) potong dan siapkan pucuk untuk sambungan batang atas yang
panjangnya 10 - 15 cm, kemudian taamkam kedua sisi ujung batang tersebut dengan pisau
steril dan tajam, (c).buatlah celah pada batang bawah sedalam 2 cm menggunakan pisau steril
dan tajam, (d) masukkan batang atas kedalam celah batang bawah hingga kedua belah sisi
atau kulit dan kambiumnya bersinggungan. Kemudian ikatlah dengan tali plastik. Pengikatan
diusahakan tidak terlalu kuat atau lemah dan air tidak masuk ke dalamnya, (e) beri sungkup
dari plastik bening dan ikat di bagian bawahnya untuk mengurangi penguapan tanaman, (f)
tempatkan bibit hasil penyambungan tersebut pada tempat yang teduh
Penyungkupan berlangsung 5 - 7 hari. Apabila batang tetap hijau serta daun dan tunas
menandakan adanya pertumbuhan, maka proses penyambungan tersebut berhasil. Tali plastik
dapat dilepas setelah callus terbentuk pada sambungan dan berwarna hijau.

Cara stek tanaman mangga

  • 1.
    Cara Stek TanamanMangga   Parent Category: Uncategorised Category: artikel Published on Sunday, 20 May 2012 08:57 Hits: 10680 Sangat jarang diantara kita yang mengetahui teknik perbanyakan tanaman mangga dengan cara vegetatif stek. Demikian juga halnya dengan LembahPinus.Com yang selama ini hanya memiliki sedikit informasi tentang teknik perbanyakan dengan teknik ini sampai LembahPinus.Com menemukan buku Budidaya Tanaman mangga yang membahasnya dengan cukup detail. Cabang dipotong dengan gunting atau pisau yang bersih dan tajam. Panjang potongan antara 10 - 15 cm dengan jumlah mata 3 -5. Potongan sebelah atas kira-kira 1 cm di atas mata, sedang yang bawah kira-kira 0,3 cm di bawah mata yang paling bawah. Diameter cabang/ranting lebih kurang 10- 20mm. potongan bagian atas sebaiknya miring, sedang bagian bawah horisontal (datar). Maksud dari potongan miring pada bagian atas adalah agar air tidak masuk ke dalam stek, sehingga tidak mudah busuk. Sedangkan bagian bawah yang mendatar, dimaksudkan untuk membentuk terkumpulnya kalus-kalus perakaran. Untuk mempercepat proses pembentukan akar, tidak perlu semua daun dihilangkan, tetapi harus disisakan satu sampai dua helai yang telah dipotong separo pada ujung stek. Dengan cara demikian masih ada zat pendorong terbentuknya akar (rhizocaline) dalam daun. Pengeratan Cabang Cabang atau ranting yang sehat pertumbuhannya dikerat melingkari kulit; ditunggu 1 - 3 bulan, kemudian dipotong untuk dipisahkan dari induknya. lebar keratan lebih kurang 25mm dan letaknya lebih kurang 300mm dari ujung stek. Kalus biasanya akan terbentuk di atas keratan. Dengan cara pengeratan ini akan lebih mempercepat proses terbentuknya akar daripada dengan cara potong langsung. Merangsang Pertumbuhan Akar Pada umumnya cabang mangga yang distek sukar atau malah tidak akan keluar akar. Hal ini bisa diatasi dengan cara memasukkan stek ke dalam larutan hormon. Hormon yang biasa dipakai adalah asam indol asetat (AIA), asam napthalene (ANA) dan asam indol butirat (AIB) dimana asam indol butira (AIB) adalah hormon yang paling efektif) Ada 2 cara pemberian hormon:  Cara pencelupan  Cara talk
  • 2.
    Cara pencelupan Pada mulanyakristal hormon dilarutkan si dalam alkohol kadar 95%, kemudian diaduk perlahan-lahan. Selanjutnya diencerkan dengan air bersih sampai mencapai kadar cair tertentu, sehingga cairan itu tidak terlihat pekat lagi. Jika kita ingin menggunakan hormon AIA sebaiknya dibuat 500 - 100 ppm. 500 ppm AIA artinya 5 gram AIA dilarutkan didalam 10 liter air atau 1 gram AIA dilarutkan di dalam 2 liter air. Larutan dimasukkan ke dalam gelas ukur/wadah dengan tinggi larutan kurang lebih 2 cm. Kemudian stek diikat menjadi satu lalu dimasukkan ke dalam larutan hormon yang ada di dalam wadah selama 24 jam. Sebelum stek ditanam harus dicuci bersih terlebih dahulu dengan air bersih. Cara talk (bubuk bedak) Bahan ini merupakan campuran antara hormon dengan talek. Caranya ialah dengan memasukkan stek kedalam talek sedalam lebih kurang 2 cm. Kemudian stek yang baru saja dimasukkan ke dalam talek tadi diketuk-ketuk supaya talek yang melekat pada luka stek hanya sedikit saja. Pada waktu penanaman, stek tidak boleh langsung ditanam atau ditusukkan begitu saja, akan tetapi pada media tanam harus dipersiapkan terlebih dahulu lubang yang cukup besar, sehingga pada waktu stek dimasukkan ke dalam lubang, talk tidak hilang akibat bergeseran dengan media tanam (media perakaran). Kemudian media perakaran di sekeliling stek ditekan atau dipadatkan sehingga di sekitar stek tidak ada kantung udara sedikitpun. Untuk mencegah atau menghindari terjadinya penyakit, media tadi dapat dicampur dengan fungisida, misal Thiram (Tetramethylthioram disulfida) Media tanam stek Pasir halus merupakan bahan media perakaran yang paling baik. Pasir ini dapat juga dicampur dengan sejenis lumut (sphagnum) atau endapan bahan organis tanaman yang belum terurai sempurna di dalam air tergenang (peat) yang mempunyai sifat dapat menyimpan air dalam waktu yang lama. Sebab pasir tidak dapat menyerap air, mudah kering, tetapi pertukaran udara baik. Media perakaran yang baik akan diperoleh pH yang baik pula, sekitar 4,5 sampai 7. Bila pH lebih dari 7, hasilnya kurang baik. Sebelum media dimasukkan ke dalam kotak atau pot, bagian bawah kotak atau pot harus diberi lubang, supaya pot tidak tergenang air. Sebaiknya, media sedikit dipadatkan, supaya kantong-kantong udara hilang, sebab bila kantong udara ini masih ada akan menyebabkan stek mudah kering dan cabang stek tidak dapat berdiri dengan tegak, mudah roboh. Kotak persemaian harus diletakkan di tempat yang teduh. Pembuatan tempat persemaian ini dapat juga langsung di lapangan, asal kondisi media perakaran cukup baik, seperti telah disebutkan di atas. Persemaian juga perlu diberi atap, agar kondisi tetap sejuk. Menanam Stek Penanaman stek dilakukan dengan pengaturan jarak tanam lebih kurang 5 sampai 10 cm, posisinya miring atau membentuk sudut 45 derajat, sehingga daun-daun yang masih melekat pada stek dan terletak dekat media perakaran bisa berfungsi sebagai pelindung. Media harus selalu dijaga, jangan sampai menjadi kering. jika media nampak akan kering segera disiram air. Untuk menjaga kelembaban media stek, maka perlu diberi atap pelindung.
  • 3.
    PERBANYAKAN TANAMAN SRIKAYA SumberGambar: www.flickr.com Tanaman srikaya sebagai buah tropis, sampai saat ini belum ada yang mengusahakan dan mengembangkan secara khusus seperti tanaman mangga atau belimbing manis dan tanaman buah lainnya. Tanaman srikaya masih diusahakan secara tradisional oleh masyarakat dalam jumlah terbatas sebagai tanaman pekarangan. Dalam budidaya tanaman srikaya tidak begitu sulit, karena tanaman ini mudah diperbanyak baik secara generatif maupun vegetatif. Perbanyakan secara generatif dengan biji dan perbanyakan secara vegetatif menggunakan bagian tanaman yang produktif selain biji. A. Perbanyakan Secara Generatif Perbanyakan tanaman menggunakan biji memerlukan waktu untuk berbuah sangat lama, sekitar 4 tahun.Disamping itu, kemungkinan menghasilkan tanaman yang menyimpang dari induknya cukup besar dan bibit yang dihasilkan belum tentu seragam. Hal ini akibat adanya penyerbukan silang pada tanaman srikaya. Pohon induk srikaya yang dipilih dalam perbanyakan secara generative harus memiliki sifat unggul, cepat berbuah, daging buah tebal, rasanya manis, ukuran buah besar, biji kecil serta sedikit, produksi tinggi, dan jika mungkin berbuah sepanjang tahun.dari buah yang sudah matang, cukup umur, buah dalam keadaan normal, sehat, dan berukuran besar. Ukuran buah akan menentukan jumlah biji tiap buah dan ukuran bijinya. Biji-biji dicuci dengan air bersih untuk menghilangkan lapisan gula buah pada kulit biji yang dapat merangsang datangnya semut dan serangga cendawan. Setelah biji dikering anginkan selama 2 hari dan hindarkan dari cahaya matahari langsung. Biji kering yang dipilih berukuran besar, seragam, sehat, bersih, mengkilap dan bernas. Biji disimpan di tempat yang bersih dan memiliki ventilasi, misalnya dalam botol yang disumbat dengan kapas atau abu sekam sehingga udara masih bisa keluar masuk. Penyimpanan tidak boleh terlalu lama sebab biji cepat mengalami kemunduran daya tumbuh. Untuk mendapatkan bibit yang terseleksi, biji terpilih disemaikan terlebih dahulu. Karena biji srikaya memiliki kulit yang keras dan kaku, maka diperlukan sedikit perlakuan untuk mempercepat pengecambahan biji, yaitu: (a).biji direndam dalam air hangat 60 C selama 5 (lima) jam dan dibiarkan hingga air menjadi dingin, (b).biji direndam dalam air dingin selama 24 jam, dan (c).biji direndam dalam larutan Atonik 2 cc/liter air selama 4 (empat) jam. Setelah proses perendaman, biji diangkat dan segera ditanamkan dalam media pesemaian yang tidak terkena cahaya matahari langsung.
  • 4.
    B. Perbanyakan SecaraVegetatif Perbanyakan secara vegetatif yang umum dilakukan adalah dengan cara okulasi dan sambung pucuk, sedangkan cara lain belum bisa dilakukan dan keberhasilannya sangat kecil. Okulasi dan sambung pucuk dilakukan hanya pada tanaman sejenis yang sama, sebab hingga saat ini belum ditemukan jenis srikaya yang khusus sebagai batang bawah atau batang atas. Keberhasilan kedua cara tersebut sangat ditentukan oleh kedua tanamannya, yaitu dengan adanya paduan yang baik antara batang atas dan batang bawahnya. a. Bibit Okulasi. Untuk mendapatkan bibit secara okulasi diperlukan batang bawah dan mata tunas untuk penempelan. Batang bawah diperoleh dari bibit hasil penyemaian biji dengan syarat: (a) bibit hasil seleksi berukuran seragam, (b) bibit sehat dan pertumbuhannya normal, (c) telah cukup umurnya, kira-kira sekitar 8 - 12 bulan, atau memiliki ketinggian sekitar 60 cm dari diameter batang sekitar 0,5 cm. Untuk mata tempel dipilih mata tunas yang aktif dari batang produktif, tidak terlalu tua atau muda, sehat, normal, produksi tinggi, ukuran buah besar, dan rasa enak. Pelaksanaan okulasi dilakukan sebagai berikut: (a) siapkan batang yang memiliki mata tunas baik untuk bahan tempelan. (b) bibit batang bawah disayat kulitnya berbentuk lidah dengan ukuran 0,5 x 2 cm menggunakan pisau tajam yang bersih, dan posisinya sekitar 10 cm dari permukaan tanah (c) ambil mata tunas dengan cara disayat sehingga membentuk perisai, kemudian ditempelkan pada luka sayatan batang bawah. Penempelan dilakukan secepat mungkin, sebab tanaman srikaya memiliki kambium yang tipis dan cepat kering, (d) jika posisinya telah tepat bersentuhan, segera diikat tali plastik. Pengikatan jangan terlalu ketat atau longgar serta tidak mengganggu mata tunas untuk tumbuh dan, (e) umumnya 2 minggu setelah penempelan, mata tunas dengan batang bawahnya telah berlekatan dengan baik dan warnanya hijau. Hal ini menandakan keberhasilan proses okulasi. Setelah berumur sekitar 1 (satu) bulan sejak tunas tumbuh, maka ujung batang bawah dapat dipotong sekitar 5 cm di atas mata tunas tersebut. b. Cara Sambung Pucuk. Perbanyakan tanaman dengan cara sambung pucuk dapat dilakukan dengan sambung celah, sambung lengkung, sambung lidah, sambung pelana, sambung akar, sambung cemeti. Namun yang banyak dilakukan adalah dengan sambung celah. Bibit batang bawah yang digunakan hasil penanaman dari biji yang telah berumur 8 - 12 bulan atau memiliki diameter batang sekitar 0,5 - 0,75 cm. Cara melakukan sambung celah adalah: (a) batang bawah tanaman dipotong setinggi 10 cm dari permukaan tanah, (b) potong dan siapkan pucuk untuk sambungan batang atas yang panjangnya 10 - 15 cm, kemudian taamkam kedua sisi ujung batang tersebut dengan pisau steril dan tajam, (c).buatlah celah pada batang bawah sedalam 2 cm menggunakan pisau steril dan tajam, (d) masukkan batang atas kedalam celah batang bawah hingga kedua belah sisi atau kulit dan kambiumnya bersinggungan. Kemudian ikatlah dengan tali plastik. Pengikatan diusahakan tidak terlalu kuat atau lemah dan air tidak masuk ke dalamnya, (e) beri sungkup dari plastik bening dan ikat di bagian bawahnya untuk mengurangi penguapan tanaman, (f) tempatkan bibit hasil penyambungan tersebut pada tempat yang teduh Penyungkupan berlangsung 5 - 7 hari. Apabila batang tetap hijau serta daun dan tunas menandakan adanya pertumbuhan, maka proses penyambungan tersebut berhasil. Tali plastik dapat dilepas setelah callus terbentuk pada sambungan dan berwarna hijau.