TELAAH KURIKULUM 
BAHASA INDONESIA DAN 
PENGEMBANGAN BAHAN 
AJAR
. 
Kurikulum 
A. Pengertian Kurikulum 
B. Telaah Kurikulum Bahasa 
Indonesia 
C. Pengembangan Bahan Ajar 
Bahasa Indonesia
. A. Pengertian Kurikulum 
 Kurikulum dalam bahasa latin berarti 
lapangan pertandingan (race course) yaitu 
arena tempat peserta didik berlari untuk 
mencapai finis, baru pada tahun 1955 
istilah kurikulum dipakai dalam bidang 
pendidkan. 
 Kurikulum mempunyai berbagai arti: 
1. Rencana pelajaran 
2. Pengalaman belajar yang diperoleh 
murid dari sekolah 
3. Rencana belajar murid
. B. Telaah Kurikulum Bahasa Indonesia 
 Telaah Komponen Kurikulum Mata 
Pelajaran Bahasa dan Satra Indonesia SD 
untuk menigkatkan mutu pendidikan 
nasional. 
 Departemen Pendidikan Nasional 
menyempurnakan kurikulum yang diberi 
nama Kurikulum Tingkat Satuan 
Pendidikan (KTSP) diberlakukan tahun 
2006. 
 Kurikulum ini merupakan refleksi 
pemikiran terhadap pendidikan dasar dan 
menengah sebagai salah satu wujud 
reformasi pendidikan.
Telaah Kurikulum Bahasa 
Indonesia 
 Materi pembelajaran disederhanakan. 
Standar isi minimal. Pengembangan 
diserahkan pada sekolah yang bersangkutan 
dan disesuaikan dengan karakteristik 
sekolah tersebut. 
 Untuk mencapai tujuan pembelajaran 
dengan hasil yang baik, penilaian dilakukan 
bedasarkan pencapaian setiap indikator, 
mulai dari saat kegiatan belajar 
berlangsung sampai dengan akhir 
pembelajaran penilaian. Penilain lebih 
ditekankan bersifat individual.
. LANDASAN PENGEMBANGAN KURIKULUM 
. 
BAHASA INDONESIA 
 Pada umumnya dalam 
mengembangkan kurikulum 
dapat berpegang pada 
asas-asas: 
1. Asas Filosofis 
2. Asas Pisikologis 
3. Asas Sosiologis 
4. Asas Organisatosis
. 
1. Asas Filosofis 
 Landasan filosofis merupakan 
pandangan hidup, individu, 
masyarakat, dan bangsa. 
 Filsafat memberikan arah 
pendidikan seperti hakikat 
pendidikan dan tujuan 
Pendidikan. 
 Oleh karena itu Kurikulum 
sebagai sarana untuk 
mencapai tujuan pendidikan.
. 
2. Asas Psikologis 
 Landasan psikologis berkenaan 
dengan perilaku manusia: 
- Cara peserta didik belajar 
- Faktor yang dapat menghambat 
kemauan belajar. 
- Hakikat proses belajar mengajar. 
- Tingkat-tingkat perkembangan 
peserta didik. 
 Kurikulum disusun agar peserta 
didik dapat tumbuh dan 
berkembang dengan baik.
3. Asas Sosiologis 
 Penyampaian kebudayaan 
yaitu proses sosialisasi 
individu dan rekontruksi 
masyrakat. 
 Landasan sosial budaya 
mengembangkan kurikulum 
pada tingkat nasional, guru 
dalam pembinaan kurikulum 
tingakat sekolah, dan tingkat 
pengajaran.
4. Asas Organisatoris: Berkenaan 
dengan organisasi kurikulum. 
 Ada tiga organisasi kurikulum: 
a. Kurikulum yang berisi sejumlah 
mata pelajaran yang terpisah-pisah 
(separated subject curriculum) 
b. Kurikulum yang berisi sejumlah mata 
pelajaran yang sejenis di hubung-hubungkan 
(Correlated curriculum) 
c. Kurikulum yang terdiri dari peleburan 
semua/hampir semua mata 
pelajaran(integrated curriculum)
. C. PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BAHASA INDONESIA 
 Menurut Tim Sosialisasi KTSP. Bahan 
ajar adalah segala bentuk bahan, 
informasi, alat dan teks yang digunakan 
untuk membantu guru atau instruktor 
dalam melaksanakan kegiatan belajar 
mengajar di kelas. Bahan yang 
dimaksud bisa berupa tertulis maupun 
yang tidak tertulis. 
 Bahan ajar atau materi kurikulum 
(curriculum material) adalah isi atau 
muatan kurikulum yang harus dipahami 
oleh siswa dalam upaya mencapai tujuan 
kurikulum.
. 
 Bahan ajar atau materi pembel-jaran 
(instructional materials). 
Jenis-jenis materi pembelajaran 
terdiri atas pengetahuan (fakta, 
konsep, prinsip, prosedur), 
keterampilan (menyimak, 
berbicara, membaca, menulis), 
dan sikap atau nilai yang harus 
dipelajari siswa dalam rangka 
mencapai standar kompetensi 
yang telah ditentukan.
. 
 Bahan ajar yang baik dirancang sesuai 
dengan prinsip-prinsip instruksional. 
Guru dapat menulis sendiri bahan ajar 
yang ingin digunakan dalam kegiatan 
belajar mengajar (KBM). 
 Guru juga dapat memanfaatkan buku 
teks atau bahan dan informasi lainnya 
yang sudah ada di pasaran untuk 
dikemas kembali atau ditata sedemikian 
rupa sehingga dapat menjadi bahan ajar. 
 Bahan ajar biasanya dilengkapi dengan 
pedoman untuk mempermudah siswa 
dan guru dalam kegiatan belajar 
mengajar.
. 
. 
 Jenis-Jenis Bahan Ajar Bahasa 
Indonesia 
 Bentuk bahan ajar atau materi 
pembelajaran antara lain: 
1. Bahan cetak seperti; modul, 
buku , LKS, brosur, hand 
out, leaflet,wallchart, 
2. Audio Visual seperti; video/film/VCD 
3. Audio seperti; radio, kaset, CD 
audio, PH 
4. Visual; foto, gambar, model/maket 
5. Multi Media; CD 
interaktif, computer Based, Internet
. 
. 
Kesimpulan 
 Tugas utama seorang guru adalah 
membimbing, mengajar, dan melatih 
peserta didik secara professional sehingga 
dapat mengantarkan peserta didik 
mencapaian tujuan pendidikan dengan 
berpedoman kurikulum. 
 Di Indonesia tujuan kurikulum tertera 
pada Undang-Undang Sistem Pendidikan 
Nasional Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 
disebutkan bahwa: Kurikulum adalah 
seperangkat rencana dan pengaturan 
mengenai isi dan bahan pelajaran serta 
cara yang digunakan sebagai pedoman 
penyelenggara kegiatan belajar mengajar.
. 
TELAAH KURIKULUM BAHASA INDONESIA DAN 
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR 2013 
A. Kurikulum Bahasa Indonesia 
B. Landasan Pengembangan 
Kurikulum 
C. Karakteristik Kurikulum 
D. Tujuan Kurikulum 
E. Struktur Kurikulum SD 
F. Tujuan Negara mencerdaskan 
mencerdaskan bangsa
. A. Kurikulum Bahasa Indonesia 
 Kurikulum Bahasa Indonesia: 
Penekanan pembelajaran pada 
keterampilan, kemahiran atau 
kemampuan berbahasa. 
 Keterampilan Berbahasa terdiri 
atas: 1. menyimak 
2. berbicara 
3. membaca dan 
4. menulis
 Keterkaitan ke empat komponen 
keterampilan berbahasa sangat erat 
yaitu: 
1. Menyimak adalah aktif reseptif atau 
menerima pesan (lisan dan langsung). 
2. Membaca adalah aktif produktif atau 
menyampaikan pesan (tertulisan tidak 
langsung). 
3. Berbicara adalah lisan dan langsung. 
4. Menulis adalah tertuslis dan tidak 
langsung.
 Hubungan: 
1. Menulis dengan membaca: Sumber 
sarana: buku, majalah, surat kabar, 
jurnal, dan laporan. Pesan yang 
disampaikan penulis diterima oleh 
pembaca melalui lambang bahasa yang 
dituliskan. Ketika aktivitas menulis 
berlangsung si penulis melakukan 
aktivitas sebagai pembaca 
dan sebaliknya. 
2. Menulis dengan menyimak : Sumber 
sarana: radio, teievisi, ceramah, pidato, 
wawancara, diskusi atau berbincang 
merupakan informasi untuk menyimak 
dan menginspirasi aktifitas menulis.
 Hubungan: 
3. Menulis dengan berbicara: 
 Menggunakan bahasa tulis. Cara 
penyampaian satu arah dan disertai 
unsur-unsur tidak menggunakan 
bahasa (nonverbal). 
 Selain tidak menggunakan bahasa 
(nonverbal), tidak menggunakan: 
tinggi rendah, panjang pendek, lembut 
kerasnya suara, dan irama kalimat. 
 Ragam tulis mengunakan: judul atau 
sub judul, rincian paragraf, tanda 
baca, dan kalimat transisi (perpindahan 
hubungan antar paragraf).
 Mempaat menulis: 
 Peningkatan kecerdasa 
 Pengembangan daya inisiatif 
dan kreativitas 
 Penumbuhan dan keberanian 
 Pendorong kemauan dan 
kemampuan mengumpulkan 
informasi
Buku Pelajaran Bahasa Indonesia 
 Buku-buku yang digunakan 
di Sekolah SD di Indonesia: 
 Buku bacaan 
 Buku sumber 
 Buku Pegangan Guru 
 Buku Pelajaran atau buku 
teks
. 
B. Landasan Pengembangan Kurikulum 
.  Sukmadinata (1997) 
mengemukakan empat 
landasan utama dalam 
pengembangan kurikulum: 
(1) filosofis 
(2) psikologis 
(3) sosial-budaya 
(4) ilmu pengetahuan dan 
teknologi.
. 
. 
B. Landasan Pengembangan Kurikulum 
 Penyempurnaan Kurikulum 2013 
juga memiliki beberapa landasan 
sebagai dasar pengembangannya. 
Diantaranya: 
(1) landasan yuridis 
(2) landasan filosofis 
(3) landasan teoritis 
(4) landasan empiris. 
 Hal tersebut di jelaskan secara 
rinci di dalam draf kurikulum 2013 
yaitu sebagai berikut:
1. Landasan Yuridis 
 Kurikulum 2013 adalah Pancasila 
dan 2013 Undang-undang Dasar 
1945, Undang-undang nomor 20 
tahun 2003 tentang Sistem 
Pendidikan, Nasional. 
 Peraturan Pemerintah nomor 19 
tahun 2005, dan Peraturan Menter 
Pendidikan Nasional nomor 23 
tahun 2006 tentang Standar 
Kompetensi 
 Lulusan dan Peraturan Menteri 
Pendidikan Nasional nomor 22 
tahun 2006 tentang Standar isi.
. 
2. Landasan Filosofis 
 Pendidikan berakar pada budaya bangsa. 
Melalui pendidikan berbagai nilai dan 
keunggulan budaya di masa lampau 
diperkenalkan, dikaji, dan dikembangkan 
menjadi budaya individu, masyarakat, dan 
bangsa yang sesuai dengan zaman 
peserta didik tersebut hidup. 
 Atas dasar pikiran itu maka kontek 
pendidikan pada kurikulum 2013 
yang dikembangkan dari warisan budaya 
dan kehidupan masa kini perlu diarahkan 
untuk memberi kemampuan peserta didik 
menggunakan kehidupan masa depan 
terutama masa dia telah menyelesaikan 
pendidikan formal.
 Sikap keterampilan dan pengetahuan 
yang menjadi konten pendidikan harus 
dapat digunakan untuk kehidupan satu 
sampai dua dekade dari sekarang. 
Artinya, konten pendidikan yang 
dirumuskan dalam Standar Kompetensi 
Lulusan dan dikembangkan dalam 
kurikulum harus menjadi dasar bagi 
peserta didik untuk dikembangkan dan 
disesuaikan dengan kehidupa mereka 
sebagai pribadi anggota masyarakat 
dan warga negara yang produktif 
serta bertanggung jawab di masa 
mendatang.
3. Landasan Teoritis 
Pada Kurikulum 2013, kurikulum dikembangkan atas 
dasar teori pendidikan yang di dasarkan pada standar 
dan teori pendidikan berbasis kompetensi. Pendidikan 
berda- sarkan standar pendidikan yang menetapkan 
standar nasional sebagai kualitas minimal hasil belajar 
yang berlaku untuk setiap kurikulum. Standar kualitas 
nasional dinyatakan sebagai Standar Kompetensi 
Lulusan. Standar Kompetensi Lulusan tersebut adalah 
kualitas minimal lulusan suatu jenjang atau satuan 
pendidikan. Standar Kompetensi Lulusan mencakup 
sikap, pengetahuan, dan keterampilan (PP nomor 19 
tahun 2005).
4. Landasan Empiris 
Pada saat ini perekonomian Indonesia 
terus tumbuh di tengah bayang-bayang 
resesi dunia. Pertumbuhan ekonomi 
Indonesia dari 2005 sampai dengan 2008 
berturut-turut 5,7%, 5,5%, 6,3%, 
2008: 6, 4% (www.presidenri.go.id/index. 
php/indikator). Pertumbuhan ekonomi 
Indonesia tahun 2012 diperkirakan lebih 
tinggi dibandingkan pertumbuhan 
ekonomi negara-negara ASEAN sebesar 
6,5 – 6,9 % (Agus D.W. Martowardojo, 
dalam Rapat Paripurna DPR, 
31/05/2012). Momentum pertumbuhan 
ekonomi ini harus terus dijaga dan 
ditingkatkan.
. 
4. Landasan Empiris 
Pada saat ini perekonomian Indonesia terus 
tumbuh di tengah bayang-bayang resesi dunia. 
Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 2005 sampai 
dengan 2008 berturut-turut 5,7%, 5,5%, 6,3%, 
2008 : 6, 4% (www.presidenri.go.id/index. 
php/indikator). Pertumbuhan ekonomi 
Indonesia tahun 2012 diperkirakan lebih tinggi 
dibandingkan pertumbuhan ekonomi negara-negara 
ASEAN sebesar 6,5 – 6,9 % (Agus D.W. Martowardojo, 
dalam Rapat Paripurna DPR,31/05/2012). Momentum 
pertumbuhan ekonomi ini harus terus dijaga dan 
ditingkatkan.
. C. Karakteristik Kurikulum 2013 
1. Mengembangkan keseimbangan anatara 
pengembangan sikap spiritual dan social, rasa 
ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan 
kemampuan intelektual dan psikomotorik. 
2. Sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang 
memberikan pengalaman belajar terencana 
dimana peserta didik menerapkan apa yang 
dipelajari disekolah ke masyarakat dan 
memanfaatkan masyarakat sebagi sumber belajar. 
3. Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan 
keterampilan serta menerapkannya dalam 
berbagai situasi disekolah dan masyarakat. 
4. Memberi waktu yang cukup leluasa untuk 
mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, 
dan keterampilan.
5. Kompetensi dinyatakan dalam bentuk 
kompetensi inti kelas yang dirinci 
lebih lanjut dalam kompetensi dasar 
pelajaran. 
6. Kompetensi inti kelas menjadi unsur 
pengorganisasi (organizing elements) 
kompetensi dasar, dimana semua 
kompetensi dasar dan proses 
pembelajaran dikembangkan untuk 
mencapai kompetensi yang dinyakan 
dalam kompetensi inti. 
7. Kompetensi dasar dikembangkan 
didasarkan pada prinsip akumulatif, 
saling memperkuat (reinforced) dan 
memperkaya (enriched) antar mata 
pelajaran dan jenjang pendidikan 
(organisasi horizontal dan vertical).
. D. Tujuan Kurikulm 2013 
 Kurikulum 2013 bertujuan untuk 
mempersiapkan manusia Indonesia 
agar memiliki kemampuan hidup 
sebagai pribadi dan warga Negara 
yang beriman, produktif, kreatif, 
inovatif, dan efektif serta mampu 
berkontribusi pada kehidupan 
bermasyarakat, berbangsa, 
bernegara, dan peradaban dunia. 
LEV VYGOTSKY 
(1896-1934) 
Jean Piaget
. Tujuan Negara Mencercaskan Kehidupan Bangsa 
dalam Kurikulm 2013 
1. Belajar untuk bertagwa kepada Tuhan 
2. Belajar untuk memahami dan 
menghayati 
3. Belajar untuk melaksanakan dan 
berbuat secara efektif 
4. Belajar untuk hidup bersama dan 
bermanfaat untuk orang lain 
5. Belajar untuk membangun dan 
menemukan jati diri: yaitu proses 
belajar aktif, kreatif, efektif, dan 
menyenangkan (BAKEM)
. 
E. Struktur Kurikulum SD 
 Beban belajar dinyatakan dalam jam 
belajar setiap minggu untuk masa 
belajar selama satu semester. Beban 
belajar di SD Tahun I, II, dan III 
masing-masing 30, 32, 34 sedangkan 
untuk Tahun IV, V, dan VI masing-masing 
36 jam setiap minggu. Jam 
belajar SD adalah 40 menit. Struktur 
Kurikulum SD adalah sebagai berikut:
. MATA PELAJARAN 
ALOKASI WAKTU BELAJAR 
I II III IV V VI 
Kelompok A 
1. Pendidikan Agama 4 4 4 4 4 4 
2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 5 6 6 6 6 6 
3. Bahasa Indonesia 8 8 10 10 10 10 
4. Matematika 5 6 6 6 6 6 
Kelompok B 
1. 
Seni Budaya dan Keterampilan 
(termasuk muatan lokal) 
4 4 4 6 6 6 
2. 
Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan 
Kesehatan 
4 4 4 4 4 4 
Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 30 32 34 36 36 36
. 
. 
Kesimpulan 
1. Indonesia sebagai bangsa yang merdeka 
telah mengalami berbagai hal perkem-bangan 
terutama dalam bidang pendidikan 
untuk pelaksanaan kurikulum. 
2. Kurikulum 2013 dilaksanakan untuk 
meningkatkan mutu pendidikan di 
Indonesia. 
3. Dalam pelaksanaannya, Kurikulum 2013 
mempunyai berbagai landasan, Landasan 
Yuridis, Filosofis, dan teoritis. 
4. Rasionalitas pengembangan kurikulum 
2013 mempunya
. 
. 
Kesimpulan 
5. Kurikulum 2013 dirancang dengan 
karakteristik-karakteristik khusus. 
6. Tujuan kurikulum 2013 pada intinya 
mempersiapkan manusia Indonesia untuk 
potensi pembangunan bangsa Negara dan 
peradaban dunia. 
7. Ditiap jenjang pendidikannya Kurikulum 
2013 mempunyai struktur yang berbeda-beda 
dan lebih ditekankan pada peserta 
didik sebagai objek.
. 
•. 
Latihan Yuk! 
TELAAH KURIKULUM BAHASA INDONESIA DAN 
PENGEMBANGAN 
BAHAN AJAR 
Saksikan: Video dan jawab Soal-soal
Jawab Soal UTS & UAS 
 Buku-buku yang digunakan 
di Sekolah SD di Indonesia: 
Di Sekolah Bapak dan Ibu 
Guru 
 Buku bacaan 
 Buku sumber 
 Buku Pelajaran atau buku 
teks
Buku Sumber 
Nursalim A.R, 2012. Pembelajaran 
Bahasa Indonesia untuk 
PGMI.Pekanbaru : Zanafa 
Publishing 
Abdul Gafur , Disain instruksional: 
langkah sistematis penyusunan 
pola dasar kegiatan belajar 
mengajar. (Solo: Tiga Serangkai, 
1994), hlm. 17.
7. telaah kurikulum bahasa indonesia dan pengembangan bahan ajar

7. telaah kurikulum bahasa indonesia dan pengembangan bahan ajar

  • 1.
    TELAAH KURIKULUM BAHASAINDONESIA DAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
  • 2.
    . Kurikulum A.Pengertian Kurikulum B. Telaah Kurikulum Bahasa Indonesia C. Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Indonesia
  • 3.
    . A. PengertianKurikulum  Kurikulum dalam bahasa latin berarti lapangan pertandingan (race course) yaitu arena tempat peserta didik berlari untuk mencapai finis, baru pada tahun 1955 istilah kurikulum dipakai dalam bidang pendidkan.  Kurikulum mempunyai berbagai arti: 1. Rencana pelajaran 2. Pengalaman belajar yang diperoleh murid dari sekolah 3. Rencana belajar murid
  • 4.
    . B. TelaahKurikulum Bahasa Indonesia  Telaah Komponen Kurikulum Mata Pelajaran Bahasa dan Satra Indonesia SD untuk menigkatkan mutu pendidikan nasional.  Departemen Pendidikan Nasional menyempurnakan kurikulum yang diberi nama Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) diberlakukan tahun 2006.  Kurikulum ini merupakan refleksi pemikiran terhadap pendidikan dasar dan menengah sebagai salah satu wujud reformasi pendidikan.
  • 5.
    Telaah Kurikulum Bahasa Indonesia  Materi pembelajaran disederhanakan. Standar isi minimal. Pengembangan diserahkan pada sekolah yang bersangkutan dan disesuaikan dengan karakteristik sekolah tersebut.  Untuk mencapai tujuan pembelajaran dengan hasil yang baik, penilaian dilakukan bedasarkan pencapaian setiap indikator, mulai dari saat kegiatan belajar berlangsung sampai dengan akhir pembelajaran penilaian. Penilain lebih ditekankan bersifat individual.
  • 6.
    . LANDASAN PENGEMBANGANKURIKULUM . BAHASA INDONESIA  Pada umumnya dalam mengembangkan kurikulum dapat berpegang pada asas-asas: 1. Asas Filosofis 2. Asas Pisikologis 3. Asas Sosiologis 4. Asas Organisatosis
  • 7.
    . 1. AsasFilosofis  Landasan filosofis merupakan pandangan hidup, individu, masyarakat, dan bangsa.  Filsafat memberikan arah pendidikan seperti hakikat pendidikan dan tujuan Pendidikan.  Oleh karena itu Kurikulum sebagai sarana untuk mencapai tujuan pendidikan.
  • 8.
    . 2. AsasPsikologis  Landasan psikologis berkenaan dengan perilaku manusia: - Cara peserta didik belajar - Faktor yang dapat menghambat kemauan belajar. - Hakikat proses belajar mengajar. - Tingkat-tingkat perkembangan peserta didik.  Kurikulum disusun agar peserta didik dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.
  • 9.
    3. Asas Sosiologis  Penyampaian kebudayaan yaitu proses sosialisasi individu dan rekontruksi masyrakat.  Landasan sosial budaya mengembangkan kurikulum pada tingkat nasional, guru dalam pembinaan kurikulum tingakat sekolah, dan tingkat pengajaran.
  • 10.
    4. Asas Organisatoris:Berkenaan dengan organisasi kurikulum.  Ada tiga organisasi kurikulum: a. Kurikulum yang berisi sejumlah mata pelajaran yang terpisah-pisah (separated subject curriculum) b. Kurikulum yang berisi sejumlah mata pelajaran yang sejenis di hubung-hubungkan (Correlated curriculum) c. Kurikulum yang terdiri dari peleburan semua/hampir semua mata pelajaran(integrated curriculum)
  • 11.
    . C. PENGEMBANGANBAHAN AJAR BAHASA INDONESIA  Menurut Tim Sosialisasi KTSP. Bahan ajar adalah segala bentuk bahan, informasi, alat dan teks yang digunakan untuk membantu guru atau instruktor dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa tertulis maupun yang tidak tertulis.  Bahan ajar atau materi kurikulum (curriculum material) adalah isi atau muatan kurikulum yang harus dipahami oleh siswa dalam upaya mencapai tujuan kurikulum.
  • 12.
    .  Bahanajar atau materi pembel-jaran (instructional materials). Jenis-jenis materi pembelajaran terdiri atas pengetahuan (fakta, konsep, prinsip, prosedur), keterampilan (menyimak, berbicara, membaca, menulis), dan sikap atau nilai yang harus dipelajari siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan.
  • 13.
    .  Bahanajar yang baik dirancang sesuai dengan prinsip-prinsip instruksional. Guru dapat menulis sendiri bahan ajar yang ingin digunakan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM).  Guru juga dapat memanfaatkan buku teks atau bahan dan informasi lainnya yang sudah ada di pasaran untuk dikemas kembali atau ditata sedemikian rupa sehingga dapat menjadi bahan ajar.  Bahan ajar biasanya dilengkapi dengan pedoman untuk mempermudah siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar.
  • 14.
    . . Jenis-Jenis Bahan Ajar Bahasa Indonesia  Bentuk bahan ajar atau materi pembelajaran antara lain: 1. Bahan cetak seperti; modul, buku , LKS, brosur, hand out, leaflet,wallchart, 2. Audio Visual seperti; video/film/VCD 3. Audio seperti; radio, kaset, CD audio, PH 4. Visual; foto, gambar, model/maket 5. Multi Media; CD interaktif, computer Based, Internet
  • 15.
    . . Kesimpulan  Tugas utama seorang guru adalah membimbing, mengajar, dan melatih peserta didik secara professional sehingga dapat mengantarkan peserta didik mencapaian tujuan pendidikan dengan berpedoman kurikulum.  Di Indonesia tujuan kurikulum tertera pada Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 disebutkan bahwa: Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan belajar mengajar.
  • 16.
    . TELAAH KURIKULUMBAHASA INDONESIA DAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR 2013 A. Kurikulum Bahasa Indonesia B. Landasan Pengembangan Kurikulum C. Karakteristik Kurikulum D. Tujuan Kurikulum E. Struktur Kurikulum SD F. Tujuan Negara mencerdaskan mencerdaskan bangsa
  • 17.
    . A. KurikulumBahasa Indonesia  Kurikulum Bahasa Indonesia: Penekanan pembelajaran pada keterampilan, kemahiran atau kemampuan berbahasa.  Keterampilan Berbahasa terdiri atas: 1. menyimak 2. berbicara 3. membaca dan 4. menulis
  • 18.
     Keterkaitan keempat komponen keterampilan berbahasa sangat erat yaitu: 1. Menyimak adalah aktif reseptif atau menerima pesan (lisan dan langsung). 2. Membaca adalah aktif produktif atau menyampaikan pesan (tertulisan tidak langsung). 3. Berbicara adalah lisan dan langsung. 4. Menulis adalah tertuslis dan tidak langsung.
  • 19.
     Hubungan: 1.Menulis dengan membaca: Sumber sarana: buku, majalah, surat kabar, jurnal, dan laporan. Pesan yang disampaikan penulis diterima oleh pembaca melalui lambang bahasa yang dituliskan. Ketika aktivitas menulis berlangsung si penulis melakukan aktivitas sebagai pembaca dan sebaliknya. 2. Menulis dengan menyimak : Sumber sarana: radio, teievisi, ceramah, pidato, wawancara, diskusi atau berbincang merupakan informasi untuk menyimak dan menginspirasi aktifitas menulis.
  • 20.
     Hubungan: 3.Menulis dengan berbicara:  Menggunakan bahasa tulis. Cara penyampaian satu arah dan disertai unsur-unsur tidak menggunakan bahasa (nonverbal).  Selain tidak menggunakan bahasa (nonverbal), tidak menggunakan: tinggi rendah, panjang pendek, lembut kerasnya suara, dan irama kalimat.  Ragam tulis mengunakan: judul atau sub judul, rincian paragraf, tanda baca, dan kalimat transisi (perpindahan hubungan antar paragraf).
  • 21.
     Mempaat menulis:  Peningkatan kecerdasa  Pengembangan daya inisiatif dan kreativitas  Penumbuhan dan keberanian  Pendorong kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi
  • 22.
    Buku Pelajaran BahasaIndonesia  Buku-buku yang digunakan di Sekolah SD di Indonesia:  Buku bacaan  Buku sumber  Buku Pegangan Guru  Buku Pelajaran atau buku teks
  • 23.
    . B. LandasanPengembangan Kurikulum .  Sukmadinata (1997) mengemukakan empat landasan utama dalam pengembangan kurikulum: (1) filosofis (2) psikologis (3) sosial-budaya (4) ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • 24.
    . . B.Landasan Pengembangan Kurikulum  Penyempurnaan Kurikulum 2013 juga memiliki beberapa landasan sebagai dasar pengembangannya. Diantaranya: (1) landasan yuridis (2) landasan filosofis (3) landasan teoritis (4) landasan empiris.  Hal tersebut di jelaskan secara rinci di dalam draf kurikulum 2013 yaitu sebagai berikut:
  • 25.
    1. Landasan Yuridis  Kurikulum 2013 adalah Pancasila dan 2013 Undang-undang Dasar 1945, Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan, Nasional.  Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005, dan Peraturan Menter Pendidikan Nasional nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi  Lulusan dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22 tahun 2006 tentang Standar isi.
  • 26.
    . 2. LandasanFilosofis  Pendidikan berakar pada budaya bangsa. Melalui pendidikan berbagai nilai dan keunggulan budaya di masa lampau diperkenalkan, dikaji, dan dikembangkan menjadi budaya individu, masyarakat, dan bangsa yang sesuai dengan zaman peserta didik tersebut hidup.  Atas dasar pikiran itu maka kontek pendidikan pada kurikulum 2013 yang dikembangkan dari warisan budaya dan kehidupan masa kini perlu diarahkan untuk memberi kemampuan peserta didik menggunakan kehidupan masa depan terutama masa dia telah menyelesaikan pendidikan formal.
  • 27.
     Sikap keterampilandan pengetahuan yang menjadi konten pendidikan harus dapat digunakan untuk kehidupan satu sampai dua dekade dari sekarang. Artinya, konten pendidikan yang dirumuskan dalam Standar Kompetensi Lulusan dan dikembangkan dalam kurikulum harus menjadi dasar bagi peserta didik untuk dikembangkan dan disesuaikan dengan kehidupa mereka sebagai pribadi anggota masyarakat dan warga negara yang produktif serta bertanggung jawab di masa mendatang.
  • 28.
    3. Landasan Teoritis Pada Kurikulum 2013, kurikulum dikembangkan atas dasar teori pendidikan yang di dasarkan pada standar dan teori pendidikan berbasis kompetensi. Pendidikan berda- sarkan standar pendidikan yang menetapkan standar nasional sebagai kualitas minimal hasil belajar yang berlaku untuk setiap kurikulum. Standar kualitas nasional dinyatakan sebagai Standar Kompetensi Lulusan. Standar Kompetensi Lulusan tersebut adalah kualitas minimal lulusan suatu jenjang atau satuan pendidikan. Standar Kompetensi Lulusan mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan (PP nomor 19 tahun 2005).
  • 29.
    4. Landasan Empiris Pada saat ini perekonomian Indonesia terus tumbuh di tengah bayang-bayang resesi dunia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 2005 sampai dengan 2008 berturut-turut 5,7%, 5,5%, 6,3%, 2008: 6, 4% (www.presidenri.go.id/index. php/indikator). Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN sebesar 6,5 – 6,9 % (Agus D.W. Martowardojo, dalam Rapat Paripurna DPR, 31/05/2012). Momentum pertumbuhan ekonomi ini harus terus dijaga dan ditingkatkan.
  • 30.
    . 4. LandasanEmpiris Pada saat ini perekonomian Indonesia terus tumbuh di tengah bayang-bayang resesi dunia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 2005 sampai dengan 2008 berturut-turut 5,7%, 5,5%, 6,3%, 2008 : 6, 4% (www.presidenri.go.id/index. php/indikator). Pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2012 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN sebesar 6,5 – 6,9 % (Agus D.W. Martowardojo, dalam Rapat Paripurna DPR,31/05/2012). Momentum pertumbuhan ekonomi ini harus terus dijaga dan ditingkatkan.
  • 31.
    . C. KarakteristikKurikulum 2013 1. Mengembangkan keseimbangan anatara pengembangan sikap spiritual dan social, rasa ingin tahu, kreativitas, kerja sama dengan kemampuan intelektual dan psikomotorik. 2. Sekolah merupakan bagian dari masyarakat yang memberikan pengalaman belajar terencana dimana peserta didik menerapkan apa yang dipelajari disekolah ke masyarakat dan memanfaatkan masyarakat sebagi sumber belajar. 3. Mengembangkan sikap, pengetahuan, dan keterampilan serta menerapkannya dalam berbagai situasi disekolah dan masyarakat. 4. Memberi waktu yang cukup leluasa untuk mengembangkan berbagai sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
  • 32.
    5. Kompetensi dinyatakandalam bentuk kompetensi inti kelas yang dirinci lebih lanjut dalam kompetensi dasar pelajaran. 6. Kompetensi inti kelas menjadi unsur pengorganisasi (organizing elements) kompetensi dasar, dimana semua kompetensi dasar dan proses pembelajaran dikembangkan untuk mencapai kompetensi yang dinyakan dalam kompetensi inti. 7. Kompetensi dasar dikembangkan didasarkan pada prinsip akumulatif, saling memperkuat (reinforced) dan memperkaya (enriched) antar mata pelajaran dan jenjang pendidikan (organisasi horizontal dan vertical).
  • 33.
    . D. TujuanKurikulm 2013  Kurikulum 2013 bertujuan untuk mempersiapkan manusia Indonesia agar memiliki kemampuan hidup sebagai pribadi dan warga Negara yang beriman, produktif, kreatif, inovatif, dan efektif serta mampu berkontribusi pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, dan peradaban dunia. LEV VYGOTSKY (1896-1934) Jean Piaget
  • 34.
    . Tujuan NegaraMencercaskan Kehidupan Bangsa dalam Kurikulm 2013 1. Belajar untuk bertagwa kepada Tuhan 2. Belajar untuk memahami dan menghayati 3. Belajar untuk melaksanakan dan berbuat secara efektif 4. Belajar untuk hidup bersama dan bermanfaat untuk orang lain 5. Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri: yaitu proses belajar aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (BAKEM)
  • 35.
    . E. StrukturKurikulum SD  Beban belajar dinyatakan dalam jam belajar setiap minggu untuk masa belajar selama satu semester. Beban belajar di SD Tahun I, II, dan III masing-masing 30, 32, 34 sedangkan untuk Tahun IV, V, dan VI masing-masing 36 jam setiap minggu. Jam belajar SD adalah 40 menit. Struktur Kurikulum SD adalah sebagai berikut:
  • 36.
    . MATA PELAJARAN ALOKASI WAKTU BELAJAR I II III IV V VI Kelompok A 1. Pendidikan Agama 4 4 4 4 4 4 2. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 5 6 6 6 6 6 3. Bahasa Indonesia 8 8 10 10 10 10 4. Matematika 5 6 6 6 6 6 Kelompok B 1. Seni Budaya dan Keterampilan (termasuk muatan lokal) 4 4 4 6 6 6 2. Pendidikan Jasmani, Olah Raga dan Kesehatan 4 4 4 4 4 4 Jumlah Alokasi Waktu Per Minggu 30 32 34 36 36 36
  • 37.
    . . Kesimpulan 1. Indonesia sebagai bangsa yang merdeka telah mengalami berbagai hal perkem-bangan terutama dalam bidang pendidikan untuk pelaksanaan kurikulum. 2. Kurikulum 2013 dilaksanakan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. 3. Dalam pelaksanaannya, Kurikulum 2013 mempunyai berbagai landasan, Landasan Yuridis, Filosofis, dan teoritis. 4. Rasionalitas pengembangan kurikulum 2013 mempunya
  • 38.
    . . Kesimpulan 5. Kurikulum 2013 dirancang dengan karakteristik-karakteristik khusus. 6. Tujuan kurikulum 2013 pada intinya mempersiapkan manusia Indonesia untuk potensi pembangunan bangsa Negara dan peradaban dunia. 7. Ditiap jenjang pendidikannya Kurikulum 2013 mempunyai struktur yang berbeda-beda dan lebih ditekankan pada peserta didik sebagai objek.
  • 39.
    . •. LatihanYuk! TELAAH KURIKULUM BAHASA INDONESIA DAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR Saksikan: Video dan jawab Soal-soal
  • 40.
    Jawab Soal UTS& UAS  Buku-buku yang digunakan di Sekolah SD di Indonesia: Di Sekolah Bapak dan Ibu Guru  Buku bacaan  Buku sumber  Buku Pelajaran atau buku teks
  • 41.
    Buku Sumber NursalimA.R, 2012. Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk PGMI.Pekanbaru : Zanafa Publishing Abdul Gafur , Disain instruksional: langkah sistematis penyusunan pola dasar kegiatan belajar mengajar. (Solo: Tiga Serangkai, 1994), hlm. 17.