SAKIP DAN GOOD GOVERNANCE
OLEH;
Drs. H. MahmunSyarif Nasution, M.AP
WIDYAISWARA MADYA
BALAI DIKLAT KEAGAMAAN MEDAN
2017
UNDP memberikan pengertian Good
Governance sebagai hubungan yang
sinergis dan konstruktif antara: state,
society dan Private sector, yang
mengandung dua pengertian yaitu nilai-
nilai yang menjunjung tinggi
keinginan/kehendak rakyat, serta
pemerintahan yang berfungsi secara
ideal
Pengertian Good Governance
PRINSIP GOOD GOVERNANCE
(VERSI UNDP)
1. PARTISIPASI
2. RULE OF LAW
3. TRANSPARANSI
4. RESPONSIF.
5. ORIENTASI KESEPAKATAN.
6. KESETARAAN
7. EFEKTIF DAN EFISIEN.
8. AKUNTABILITAS
9. VISI STRATEJIK
STATE
SOCIETY
PRIVATE
SECTOR
TUJUH ASAS UMUM
PENYELENGGARAAN NEGARA
1. ASAS KEPASTIAN HUKUM : Mengutamakan landasan
peraturan perundang-undangan, keputusan dan
keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan
negara.
2. ASAS TERTIB PENYELENGGARAAN NEGARA: dalam
penyelenggaraan negara pemerintah menekankan
keteraturan, keserasian, dan keseimbangan dalam
pengabdian penyelenggaraan negara.
3. ASAS KEPENTINGAN UMUM Peyelenggaraan pemrnth
dilakukan dgn mendahulukan kesejahteraan
umum, aspiratif, akomodatif, dan SELEKTIF
(UU NO. 28 TAHUN 1999)
TUJUH ASAS UMUM PENYELENGGARAAN NEGARA
4. ASAS KETERBUKAAN: PEMERINTAH
MEMBUKA DIRI TERHADAP HAK
MASYARAKAT UNTUK MEMPEROLEH
INFORMASI YANG BENAR, JUJUR, TIDAK
DISKRIMINATIF DENGAN TETAP
EMPERHATIKAN PERLINDUNGAN ATAS
HAK ASASI PRIBADI, GOLONGAN, DAN
RAHASIA NEGARA.
5. ASAS PROPORSIONALITAS : PEMERINTAH
MENGUTAMAKAN KESEIMBANGAN ANTARA
HAK DAN KEWAJIBAN.
6. ASAS PROFESIONALITAS: MENGUTAMAKAN
KEAHLIAN, BERLANDASKAN KODE ETIK
DAN KETENTUAN PERATURAN
PERUNDANGAN YANG BERLAKU.
 UU No. 28 Thn 1999 menjelaskan bahwa salah satu dari 7 azas
penyelenggaraan negara adalah prinsip akuntabilitas, bahwa
“setiap kegiatan atau hasil akhir kegiatan penyelenggaraan
negara harus dapat dipertanggungjawabkan
 Inpres No. 7 Tahun 1999 menjelaskan bahwa untuk mencapai
“good governance” perlu adanya pelaporan akuntabilitas kinerja.
 Perpres No. 29 Tahun 2009 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja
Instansi Pemerintah.
 Permenpan RB Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis
Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas
Laporan Kinerja Instansi Pemerintah
 Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan
Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2015
Tentang Pedoman Penyusunan Laporan Kinerja Pemerintah
Pusat
 Merupakan Laporan Pertanggungjawaban
Kinerja.
 LKj ini menyajikan rangkuman dan
pengikhtisaran capaian kinerja dari
pencapaian tujuan dan sasaran
kementerian dan lembaga sesuai dengan
indikator kinerja utama.
 Menyajikan informasi atas kinerja yang
dihasilkan dari pelaksanaan program dan
kegiatan yang didanai oleh APBN
PENGERTIAN KINERJA
1. Kinerja : penampilan , unjuk kerja atau hasil kerja.
2. Keluaran/hasil kegiatan/program yang telah atau
hendak dicapai sehubungan dengan penggunaan
anggaran dengan kualitas dan kuantitas yang
terukur.
A. Keluaran (output) adalah barang atau jasa yang
dihasilkan oleh kegiatan yang dilaksanakan
untuk menukung pencapaian sasaran dan
tujuan program dan kebijakan.
B. Hasil (outcomes) segala sesuatu yang
mencerminkan berfungsinya keluaran dari
kegiatan dlm satu program
Hendw@
TUJUAN REFORMASI BIROKRASI, AL:
Perpres No.81/2010
Penguatan
Akuntabilitas
Peningkatan
Kinerja
Penguatan akuntabilitas (best practice):
• Akuntabilitas dalam context “Performance based accountability”, artinya:
akuntabilitas keuangan harus baik, dan mutlak diperlukan tapi tidak cukup
jika tidak disertai akuntabilitas kinerja yang memadai.
• Akuntabilitas kinerja harus menjadi fokus perhatian yang lebih besar, agar
lebih akuntabel dan berkinerja tinggi ( Result Oriented Government )
Tertib
administrasi WTP KKN
berkurang
Inefisiensi
berkurang
innovasi
produktivitas
efektivitas
 AKIP adalah perwujudan kewajiban
suatu instansi pemerintah untuk
mempertanggungjawabkan
keberhasilan dan kegagalan
pelaksanaan misi organisasi
 SAKIP adalah instrumen pelaporan
kinerja yang digunakan oleh setiap
satuan organisasi/kerja dalam
memenuhi kewajiban
pertanggungjawaban kinerja.
(RS,RKT,Perkin, dan PK)
 LAK adalah laporan yg menyajikan
informasi kinerja yang dihasilkan
dari pelaksanaan program dan
kegiatan.
AKIP
SAKIPLKj
RENCANA
STRATEGIS
®onn 2010
RENCANA
KERJA &
ANGGARAN
LAP
KEUANGAN
Kinerja
Keuangan
RENCANA
KINERJA
TAHUNAN
PENETAPAN
KINERJA
DIPA
LAPORAN
KINERJA
LAPORAN
PERTANGGUNG
JAWABAN
PELAKSANAAN
APBN
LAPORAN
KINERJA
PEMERINTAH
PUSAT
(LKjPP)
LAPORAN
KEUANGAN
PEMERINTAH
PUSAT
Kem.
Keuangan
RPJM
AKUNTABILITAS KINERJA DAN AKUNTABILITAS
KEUANGAN (PP 8/2006)
Kem. PAN-
RB
Sistem AKIP
Sistem Akuntansi
13
Manajemen Berbasis Kinerja
Organisasi
Aparatur
Sistem AKIP
(SAKIP)
Input
(Berapa
besar dana
yang telah
dan akan
dihabiskan)
Output &
Outcome
(berapa besar
pencapaian
kinerja output
& Outcome
yang
dihasilkan)
RENCANA
STRATEGIS
AKUNTABILITAS KINERJA DAN
AKUNTABILITAS KEUANGAN
®onn 2010
RENCANA
KERJA &
ANGGARAN
LAP
KEUANGAN
RENCANA
KINERJA
TAHUNAN
PENETAPAN
KINERJA
DIPA
LAPORAN
KINERJA
EVALUASI
KINERJA
AUDIT
KEUANGAN
Kem. PAN-
RB
BPK
Kinerja
Keuangan
RPJM
Sistem AKIP
Sistem Akuntansi
PENGKATEGORIAN NILAI AKUNTABILITAS KINERJA
No
.
Predi-
kat
Nilai
absolut
Interpretasi Karakteristik Instansi
1. AA >85-100 Memuaskan Memimpin perubahan, berbudaya kinerja,
berkinerja tinggi, dan sangat akuntabel
2. A >75-85 Sangat Baik Akuntabel, berkinerja baik, memiliki sistem
manajemen kinerja yang andal.
3. B >65-75 Baik, dan perlu
sedikit
perbaikan
Akuntabilitas kinerjanya sudah baik,
memiliki sistem yang dapat digunakan untuk
manajemen kinerja, dan perlu sedikit
perbaikan.
4. CC >50-65 Cukup baik
(memadai),
perlu banyak
perbaikan yang
tidak mendasar
Akuntabilitas kinerjanya cukup baik, taat
kebijakan, memiliki sistem yang dpt
digunakan utk memproduksi informasi
kinerja utk pertanggung jawaban, perlu
beberapa perbaikan tidak mendasar.
5. C >30-50 Agak kurang,
perlu banyak
perbaikan
Sistem dan tatanan kurang dapat dian-
dalkan, memiliki sistem untuk manaje-men
kinerja tapi perlu banyak perbaikan minor
dan perbaikan yang mendasar.
6. D 0-30 Kurang, banyak
sekali perbaikan
Sistem dan tatanan tidak dapat diandalkan
untuk manajemen kinerja, perlu banyak
perbaikan, sebagian perubahan yang sangat
mendasar.
PERENCANAAN KINERJA
( Renstra, RKT, PK)
PELAPORAN
KINERJA
PENGUKURAN
KINERJA
(instumen : IK,
IKU)
EVALUASI KINERJA &
PEMANFAATAN
INFORMASI KINERJA
(LHE)
SISTEM
AKUNTABILITAS
KINERJA
SISTEM AKIP
PROSES PELAPORAN KINERJA
SEE YOU AGAIN

1. sakip dan good governance

  • 1.
    SAKIP DAN GOODGOVERNANCE OLEH; Drs. H. MahmunSyarif Nasution, M.AP WIDYAISWARA MADYA BALAI DIKLAT KEAGAMAAN MEDAN 2017
  • 3.
    UNDP memberikan pengertianGood Governance sebagai hubungan yang sinergis dan konstruktif antara: state, society dan Private sector, yang mengandung dua pengertian yaitu nilai- nilai yang menjunjung tinggi keinginan/kehendak rakyat, serta pemerintahan yang berfungsi secara ideal Pengertian Good Governance
  • 4.
    PRINSIP GOOD GOVERNANCE (VERSIUNDP) 1. PARTISIPASI 2. RULE OF LAW 3. TRANSPARANSI 4. RESPONSIF. 5. ORIENTASI KESEPAKATAN. 6. KESETARAAN 7. EFEKTIF DAN EFISIEN. 8. AKUNTABILITAS 9. VISI STRATEJIK STATE SOCIETY PRIVATE SECTOR
  • 5.
    TUJUH ASAS UMUM PENYELENGGARAANNEGARA 1. ASAS KEPASTIAN HUKUM : Mengutamakan landasan peraturan perundang-undangan, keputusan dan keadilan dalam setiap kebijakan penyelenggaraan negara. 2. ASAS TERTIB PENYELENGGARAAN NEGARA: dalam penyelenggaraan negara pemerintah menekankan keteraturan, keserasian, dan keseimbangan dalam pengabdian penyelenggaraan negara. 3. ASAS KEPENTINGAN UMUM Peyelenggaraan pemrnth dilakukan dgn mendahulukan kesejahteraan umum, aspiratif, akomodatif, dan SELEKTIF (UU NO. 28 TAHUN 1999)
  • 6.
    TUJUH ASAS UMUMPENYELENGGARAAN NEGARA 4. ASAS KETERBUKAAN: PEMERINTAH MEMBUKA DIRI TERHADAP HAK MASYARAKAT UNTUK MEMPEROLEH INFORMASI YANG BENAR, JUJUR, TIDAK DISKRIMINATIF DENGAN TETAP EMPERHATIKAN PERLINDUNGAN ATAS HAK ASASI PRIBADI, GOLONGAN, DAN RAHASIA NEGARA. 5. ASAS PROPORSIONALITAS : PEMERINTAH MENGUTAMAKAN KESEIMBANGAN ANTARA HAK DAN KEWAJIBAN. 6. ASAS PROFESIONALITAS: MENGUTAMAKAN KEAHLIAN, BERLANDASKAN KODE ETIK DAN KETENTUAN PERATURAN PERUNDANGAN YANG BERLAKU.
  • 7.
     UU No.28 Thn 1999 menjelaskan bahwa salah satu dari 7 azas penyelenggaraan negara adalah prinsip akuntabilitas, bahwa “setiap kegiatan atau hasil akhir kegiatan penyelenggaraan negara harus dapat dipertanggungjawabkan  Inpres No. 7 Tahun 1999 menjelaskan bahwa untuk mencapai “good governance” perlu adanya pelaporan akuntabilitas kinerja.  Perpres No. 29 Tahun 2009 Tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.  Permenpan RB Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah  Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2015 Tentang Pedoman Penyusunan Laporan Kinerja Pemerintah Pusat
  • 8.
     Merupakan LaporanPertanggungjawaban Kinerja.  LKj ini menyajikan rangkuman dan pengikhtisaran capaian kinerja dari pencapaian tujuan dan sasaran kementerian dan lembaga sesuai dengan indikator kinerja utama.  Menyajikan informasi atas kinerja yang dihasilkan dari pelaksanaan program dan kegiatan yang didanai oleh APBN
  • 9.
    PENGERTIAN KINERJA 1. Kinerja: penampilan , unjuk kerja atau hasil kerja. 2. Keluaran/hasil kegiatan/program yang telah atau hendak dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran dengan kualitas dan kuantitas yang terukur. A. Keluaran (output) adalah barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan yang dilaksanakan untuk menukung pencapaian sasaran dan tujuan program dan kebijakan. B. Hasil (outcomes) segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya keluaran dari kegiatan dlm satu program Hendw@
  • 10.
    TUJUAN REFORMASI BIROKRASI,AL: Perpres No.81/2010 Penguatan Akuntabilitas Peningkatan Kinerja Penguatan akuntabilitas (best practice): • Akuntabilitas dalam context “Performance based accountability”, artinya: akuntabilitas keuangan harus baik, dan mutlak diperlukan tapi tidak cukup jika tidak disertai akuntabilitas kinerja yang memadai. • Akuntabilitas kinerja harus menjadi fokus perhatian yang lebih besar, agar lebih akuntabel dan berkinerja tinggi ( Result Oriented Government ) Tertib administrasi WTP KKN berkurang Inefisiensi berkurang innovasi produktivitas efektivitas
  • 11.
     AKIP adalahperwujudan kewajiban suatu instansi pemerintah untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi  SAKIP adalah instrumen pelaporan kinerja yang digunakan oleh setiap satuan organisasi/kerja dalam memenuhi kewajiban pertanggungjawaban kinerja. (RS,RKT,Perkin, dan PK)  LAK adalah laporan yg menyajikan informasi kinerja yang dihasilkan dari pelaksanaan program dan kegiatan. AKIP SAKIPLKj
  • 12.
  • 13.
    13 Manajemen Berbasis Kinerja Organisasi Aparatur SistemAKIP (SAKIP) Input (Berapa besar dana yang telah dan akan dihabiskan) Output & Outcome (berapa besar pencapaian kinerja output & Outcome yang dihasilkan)
  • 14.
    RENCANA STRATEGIS AKUNTABILITAS KINERJA DAN AKUNTABILITASKEUANGAN ®onn 2010 RENCANA KERJA & ANGGARAN LAP KEUANGAN RENCANA KINERJA TAHUNAN PENETAPAN KINERJA DIPA LAPORAN KINERJA EVALUASI KINERJA AUDIT KEUANGAN Kem. PAN- RB BPK Kinerja Keuangan RPJM Sistem AKIP Sistem Akuntansi
  • 15.
    PENGKATEGORIAN NILAI AKUNTABILITASKINERJA No . Predi- kat Nilai absolut Interpretasi Karakteristik Instansi 1. AA >85-100 Memuaskan Memimpin perubahan, berbudaya kinerja, berkinerja tinggi, dan sangat akuntabel 2. A >75-85 Sangat Baik Akuntabel, berkinerja baik, memiliki sistem manajemen kinerja yang andal. 3. B >65-75 Baik, dan perlu sedikit perbaikan Akuntabilitas kinerjanya sudah baik, memiliki sistem yang dapat digunakan untuk manajemen kinerja, dan perlu sedikit perbaikan. 4. CC >50-65 Cukup baik (memadai), perlu banyak perbaikan yang tidak mendasar Akuntabilitas kinerjanya cukup baik, taat kebijakan, memiliki sistem yang dpt digunakan utk memproduksi informasi kinerja utk pertanggung jawaban, perlu beberapa perbaikan tidak mendasar. 5. C >30-50 Agak kurang, perlu banyak perbaikan Sistem dan tatanan kurang dapat dian- dalkan, memiliki sistem untuk manaje-men kinerja tapi perlu banyak perbaikan minor dan perbaikan yang mendasar. 6. D 0-30 Kurang, banyak sekali perbaikan Sistem dan tatanan tidak dapat diandalkan untuk manajemen kinerja, perlu banyak perbaikan, sebagian perubahan yang sangat mendasar.
  • 16.
    PERENCANAAN KINERJA ( Renstra,RKT, PK) PELAPORAN KINERJA PENGUKURAN KINERJA (instumen : IK, IKU) EVALUASI KINERJA & PEMANFAATAN INFORMASI KINERJA (LHE) SISTEM AKUNTABILITAS KINERJA SISTEM AKIP
  • 17.
  • 18.