Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
KAPSUL
Pengertian
Kapsul
• Berasal dari bahasa latin: kapsula (kotak
kecil)
• Menurut FI IV
Kapsul adalah sediaan padat yang terd...
Macam-macam
Kapsul
Berdasarkan konsistensi
- Kapsul keras
- Kapsul lunak
Berdasarkan cara pemakaian
- Per oral
- Per rekta...
Berdasarkan
konsistensi
Kapsul keras
• terdiri atas tubuh dan tutup
• tersedia dalam bentuk
kosong
• isi biasanya padat, d...
Ukuran dan kapasitas
kapsul
• KAPSUL KERAS :
- Untuk manusia : 000,00,0,1,2,3,4,5
- Untuk hewan : 10,11,12
• KAPSUL LUNAK...
Keuntungan dan kerugian
sediaan kapsul
Keuntungan
• Menutupi rasa dan bau bahan
obat yang kurang enak
• Memudahkan penggun...
Cara pembuatan kapsul
Formula umum
R/ Bahan obat
Bahan Pembantu
m.f. Pulv. da in caps.
Bahan obat yang dapat diformulasika...
Tahap pembuatan kapsul
1. Pencampuran bahan
2. Pemilihan ukuran kapsul
3. Pengisian kapsul, ada tiga cara yaitu : dengan
t...
Penyimpanan Kapsul
FI Edisi III
• Di tempat sejuk
• Dalam wadah tertutup rapat
• Sebaiknya ditambah zat pengering
FI Edisi...
Contoh Kapsul
• Ever-E
• Fishqua
• Nature-E
• Ultra DHA
Persyaratan kapsul
1. Keragaman bobot
a. Kapsul berisi bahan obat kering.
• Timbang 20 kapsul, timbang lagi satu persatu, ...
b. Kapsul berisi obat cair.
• Timbang 10 kapsul, timbang lagi satu persatu.
Keluarkan isi semua kapsul, cuci cangkang kaps...
2. Waktu Hancur
Uji waktu hancur digunakan untuk menguji
kapsul keras maupun kapsul lunak. Waktu
hancur ditentukan untuk m...
3) Keseragaman Sediaan
Terdiri dari keragaman bobot untuk kapsul keras dan
keseragaman kandungan untuk kapsul lunak.
4) Uj...
Pemusnahan Kapsul
• Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.
922/ MenKes/ Per/ X/ 1993 pasal 12 ayat...
sediaan kapsul
sediaan kapsul
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

sediaan kapsul

1,307 views

Published on

Pengertian, macam, cara pembuatan, keuntungan, kekurangan sediaan kapsul

Published in: Science
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

sediaan kapsul

  1. 1. KAPSUL
  2. 2. Pengertian Kapsul • Berasal dari bahasa latin: kapsula (kotak kecil) • Menurut FI IV Kapsul adalah sediaan padat yang terdiri dari obat dalam cangkang keras atau lunak yang dapat larut
  3. 3. Macam-macam Kapsul Berdasarkan konsistensi - Kapsul keras - Kapsul lunak Berdasarkan cara pemakaian - Per oral - Per rektal - Per vaginal - Topikal Berdasarkan tujuan pemakaian - Untuk manusia - Untuk hewan
  4. 4. Berdasarkan konsistensi Kapsul keras • terdiri atas tubuh dan tutup • tersedia dalam bentuk kosong • isi biasanya padat, dapat juga cair • cara pakai per oral • bentuk hanya satu macam Kapsul lunak • satu kesatuan • selalu sudah terisi • isi biasanya cair, dapat juga padat • bisa oral, vaginal, rectal, topikal • bentuknya bermacam - macam
  5. 5. Ukuran dan kapasitas kapsul • KAPSUL KERAS : - Untuk manusia : 000,00,0,1,2,3,4,5 - Untuk hewan : 10,11,12 • KAPSUL LUNAK kapasitas: 1-480 minims (1 minim = 0,06 ml)
  6. 6. Keuntungan dan kerugian sediaan kapsul Keuntungan • Menutupi rasa dan bau bahan obat yang kurang enak • Memudahkan penggunaannya dibanding serbuk • Mempercepat penyerapannya dibanding pil dan tablet • Dokter dapat memberikan resep dengan kombinasi dari bermacam-macam bahan obat dan dengan dosis yang berbeda-beda menurut kebutuhan seorang pasien. • Dapat utk sediaan lepas lambat Kerugian • Tidak dapat digunakan untuk bahan eflorescen (ada air kristalnya) dan delikuesen (menyerap air sampai menjadi larutan). • Tidak bisa untuk zat-zat mudah menguap sebab pori- pori cangkang tidak menahan penguapan. • Tidak untuk balita • Tidak bisa dibagi
  7. 7. Cara pembuatan kapsul Formula umum R/ Bahan obat Bahan Pembantu m.f. Pulv. da in caps. Bahan obat yang dapat diformulasikan dalam bentuk kapsul - Bahan Obat Padat - Bahan Obat Setengah Padat - Bahan Obat Cair
  8. 8. Tahap pembuatan kapsul 1. Pencampuran bahan 2. Pemilihan ukuran kapsul 3. Pengisian kapsul, ada tiga cara yaitu : dengan tangan, dengan alat bukan mesin, dan dengan mesin 4. Membersihkan kapsul 5. Wadah dan pemberian etiket + label
  9. 9. Penyimpanan Kapsul FI Edisi III • Di tempat sejuk • Dalam wadah tertutup rapat • Sebaiknya ditambah zat pengering FI Edisi IV • Dalam wadah tertutup rapat • Tidak tembus cahaya • Pada suhu kamar terkendali
  10. 10. Contoh Kapsul • Ever-E • Fishqua • Nature-E • Ultra DHA
  11. 11. Persyaratan kapsul 1. Keragaman bobot a. Kapsul berisi bahan obat kering. • Timbang 20 kapsul, timbang lagi satu persatu, keluarkan isi semua kapsul, timbang seluruh bagian cangkang kapsul. Hitung bobot isi kapsul dan bobot rata-rata tiap isi kapsul. Perbedaan dalam persen bobot isi tiap kapsul terhadap bobot rata-rata tiap isi kapsul tidak boleh lebih dari dua kapsul yang penyimpangannya lebih besar dari harga yang ditetapkan oleh kolom A dan tidak satu kapsulpun yang penyimpangannya melebihi yang ditetapkan oleh kolom B. Bobot rata-rata isi tiap kapsul Perbedaan bobot isi kapsul dalam % A B ≤ 120 mg 10 20 ≥ 120 mg 7,5 15
  12. 12. b. Kapsul berisi obat cair. • Timbang 10 kapsul, timbang lagi satu persatu. Keluarkan isi semua kapsul, cuci cangkang kapsul dengan eter. Buang cairan cucian, biarkan hingga tidak berbau eter, timbang seluruh bagian cangkang kapsul. Hitung bobot isi kapsul dan bobot rata-rata tiap isi kapsul. Perbedaan dalam persen bobot isi tiap kapsul terhadap bobot rata-rata tiap isi kapsul tidak lebih dari 7,5%.
  13. 13. 2. Waktu Hancur Uji waktu hancur digunakan untuk menguji kapsul keras maupun kapsul lunak. Waktu hancur ditentukan untuk mengetahui waktu yang diperlukan oleh kapsul yang bersangkutan untuk hancur menjadi butiran- butiran bebas yang tidak terikat oleh satu bentuk. Menurut FI IV., untuk melakukan uji waktu hancur digunakan alat yang dikenal dengan nama Desintegration Tester.
  14. 14. 3) Keseragaman Sediaan Terdiri dari keragaman bobot untuk kapsul keras dan keseragaman kandungan untuk kapsul lunak. 4) Uji Disolusi Uji ini digunakan untuk menentukan kesesuaian dengan persyaratan disolusi yang tertera dalam masing – masing monografi. Persyaratan disolusi tidak berlaku untuk kapsul gelatin lunak kecuali bila dinyatakan dalam masing – masing monografi.
  15. 15. Pemusnahan Kapsul • Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 922/ MenKes/ Per/ X/ 1993 pasal 12 ayat (2), menyebutkan bahwa obat dan perbekalan farmasi lainnya yang karena sesuatu hal tidak dapat digunakan lagi atau dilarang digunakan, harus dimusnahkan dengan cara dibakar atau ditanam atau dengan cara lain yang ditetapkan oleh Direktur Jenderal. • Pada pasal 13 menyebutkan bahwa pemusnahan yang dimaksud dilakukan oleh Apoteker Pengelola Apotek atau Apoteker Pengganti, dibantu oleh sekurang-kurangnya seorang karyawan apotek yang bersangkutan, disaksikan oleh petugas yang ditunjuk Kepala Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan setempat. Pada pemusnahan dengan bentuk yang telah ditentukan dalam rangkap lima yang ditandatangani oleh Apoteker Pengelola atau Apoteker Pengganti dan petugas Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan setempat. Pemusnahan obat-obat narkotika dan psikotropika yang sudah kadaluarsa dilaksanakan oleh apoteker dengan disaksikan oleh petugas Dinas Kesehatan dan sekurang-kurangnya seorang karyawan apotek. Sedangkan untuk obat non narkotika-psikotropika dilaksanakan oleh apoteker dibantu oleh sekurang-kurangnya seorang karyawan apotek.

×