Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Reaksi subsitusi dan kondensasi

2,796 views

Published on

  • Be the first to like this

Reaksi subsitusi dan kondensasi

  1. 1. REAKSI SUBSITUSI DAN KONDENSASINUR UMRIANI P.U., S.Si., M.Si
  2. 2. REAKSI SUBSITUSI• Satu gugus yang berikatan pada atom karbon digantikan kedudukannya oleh gugus yang lain dalam tiga cara yaitu: a. subsitusi secara serempak b. eliminasi yang diikuti oleh adisi c. adisi yang diikuti oleh eliminasi (khusus untuk karbon tak jenuh)
  3. 3. SUBSITUSI• Reagen dapat berupa suatu nukleofil (reaksi SN2) atau suatu elektrofil (SE2).• Reaksi SN2 Nu + C Le Nu C
  4. 4. Reaksi SN2• Reakstivitas gugus pergi (Le): I>Br>Cl>F• Gugus hidroksi, alkoksi, dan amino tidak diganti sebagai anion,sehingga alkohol, eter, dan amina inert (lambat) terhadap nukleofil.• Sulfat dan sulfonat sangat reaktif karena gugus pergi ini merupakan anion dari asam kuat. R O + OH RO + H2O H RO + H3C OSO2OCH3 RO CH3 + OSO2OCH3
  5. 5. Reaksi SN2• Atom karbon yang tersubsitusi terjadi melalui inversi (pembalikan) dari konfigurasinya karena nukleofil mendekati sekitar garis samasekali berlawanan ikatan terhadap gugus pergi. OH C Br HO C + Br -
  6. 6. Reaksi SN2• Urutan reaktivitas gugus alkil adalah primer > sekunder > tersier, urutan ini terjadi karena meningkatnya gangguan strik terhadap mendekatnya reagen terhadap atom karbon yang tersubstitusi.• Kecepatan reaksi meningkat oleh keberadaan substituen yang kaya elektron.• Kecepatan reaksi meningkat oleh katalis elektrofilik (seperti reaksi adisi gugus karbonil),
  7. 7. Reaksi SN2 • Reaktivitas alkil halida ditingkatkan melalui asam Lewis dan kation seperti Ag+ dan Hg+ dengan ion halida membentuk ikatan yang kuat. • Sistem terkonjugasi (allylik) dapat melalui substitusi dengan penataan ulang pada reaksi adisi terhadap reaksi SN2.Nu C C C X Nu C C C
  8. 8. Reaksi SE2 • Atom karbon melalui substitusi elektrofilik biomolekuler (reaksi SE2) ditarik secara kuat ke atom elektropositif.`C HgBr+ Br-Br C + Br-Br C Br + HgBr2
  9. 9. Reaksi Substitusi:eliminasi diikuti adisi• Ketika satu atom karbon ditarik ke suatu gugus yang memiliki kemampuan untuk pergi dengan pasangan eketron ikatan ( reaksi SN1). (CH3)3C Cl (CH3)3C + OH (CH3)3C OH Cl
  10. 10. Reaksi Substitusi:eliminasidiikuti adisi• Reaksi didukung oleh subtituen yang memantapkan ion karbonium. Urutan reaktivitas alkil halida tersier > sekunder > primer.• Reaksi tidak terjadi pada pusat karbon tak jenuh.• Atom karbon yang tersusbtitusi mempertahankan konfigurasinya. Ini adalah hasil nyata bahwa ion karbonium terbentuk ikatan segitiga koplanar dapat diserang dari sisi lain juga, sehingga gambaran senyawa memberikan produk.
  11. 11. Reaksi Substitusi:eliminasi diikuti adisi • Eliminasi E1bersaing dengan SN1 • Sistem allylik meberikan campuran produk, ion karbonium yang terbentuk terdelokalisasi dan dapat bereaksi dengan nukleofilik seperti air. H2 HH3C C C C Cl + H2O H3C C C CH2 + H3C C C CH2 H H H H H OH OH
  12. 12. Reaksi Substitusi:adisi diikutieliminasi• Karbon tak jenuh dalam lingkungan yang sesuai mengalami reaksi subsitusi melalui dua tahap terdiri atas adisi yang diikuti oleh eliminasi.• Yang lebih penting dalam kelompok reaksi adalah subsitusi nukleofilik pada gugus karbonil, dan nukleofilik, elektrofilik, dan substitusi radikal bebas pada karbon aromatikl.
  13. 13. Subsitusi nukleofilik pada karbonil • Turunan asam karboksilat, yang mana gugus karbonil berdekatan dengan suatu substituen elektronegatif mudah untuk tersubsitusi melalui mekanisme adisi- eliminasi. O O O R C Cl R C RCO2-R C Cl + OH -Cl OH OH
  14. 14. Subsitusi nukleofilik padakarbonil• URUTAN REAKTIVITAS: asam halida > anhidrida > ester > amida• Keadaan transisi melibatkan muatan negatif, kecepatan reaksi meningkat oleh keberadaan subtituen elektron penarik dan menurun oleh keberadaan elektron pendorong.• Reaksi bersifat reversibel.• Substitusi gugus karbonil adalah sangat nyata terhadap halangan sterik.
  15. 15. Substitusi nukleofilik pada karbon aromatik • Benzen dan turunan halogen benzen, seperti etilena (etena) dan vinil halida adalah inert terhadap nukleofil dalam kondisi biasa. • Gugus –M, orto atau para sangat berkaitan dengan gugus pergi, kecepatan reaksi meningkat. untuk substituent meta dapat berekasi melalui efek induksi. OHCl Cl Cl OH OH Cl OH OH -Cl
  16. 16. Substitusi elektrofilik pada karbonaromatik• Senyawa aromatik bereaksi dengan elektrofil melalui mekanisme adisi- eliminasi.• Energi aktivasi lebih rendah melalui keberadaan substituent elektron pendorong pada cincin benzen, efek akan meningkat pada substituent orto atau para untuk reagen yang masuk.
  17. 17. Substitusi Radikal bebas padakarbon aromatik• Radikal bebas bereaksi dengan senyawa aromatik melalui mekanisme adisi- eliminasi.• Substituen dalam posisi orto atau para dapat meningkatkan delokalisasi dari intermediat radikal
  18. 18. KONDENSASI• Reaksi yang terjadi pada suatu molekul kecil seperti air atau alkohol dieliminasi antara dua reaktan, dikenal sebagai kondensasi Claisen. Dua molekul ester berikatan untuk membentuk β-ketoester. O O O O H2 H3C C OEt + HC C OEt H 3C C C C OEt H OEt O O O H O H3C C C C OEt H3C C C C OEt H H
  19. 19. KONDENSASI• Jika senyawa aldehid atau keton direaksikan dalam suasana basa, maka akan mengalami reaksi adisi sendiri membentuk senyawa β-hidroksi aldehid atau β- hidroksi keton, kemudian dilanjutkan dengan reaksi eliminasi dari suatu molekul air yang kita sebut kondensasi aldol.• Didalam kondensasi aldol terjadi adisi nukleofilik terhadap gugus karbonil dari suatu aldehid atau keton.

×