Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.
Di susun oleh :Wahyu Puspita Dewi, S. Farm., Apt
EMULSI adalah sediaan farmasi yang  mengandung bahan obat cair atau  larutan obat, terdispersi dalam cairan  pembawa. Dist...
 Fase dispers = fase diskontinu  zat cair yang terbagi-bagi menjadi  butiran kecil kedalam zat cair yang lain  maka serin...
1. Emulsi Tipe O/W    Emulsi yang terdiri dari butiran minyak    yang tersebar ke dalam air      air sebagai fase eksterna...
a. Emulsi Vera (alam)   Emulsi yang dibuat dari biji-bijian yang   mengandung lemak dan protein dengan   airContoh : Emuls...
Membuat sediaan obat yang larut dalam  air maupun minyak dalam satu  campuranEmulsi berdasar penggunaannya :- Emulsi untuk...
1. Teori Tegangan Permukaan (teori   surface tension)2. Teori Oriented Weight3. Teori Interfasial Film (plastic film)4. Te...
 Daya Kohesi (tarik menarik molekul yang  sejenis) setiap zat tidak selalu sama, sehingga  pada permukaan suatu zat cair ...
Setiap molekul emulgator dapat dibagi  menjadi 2 kelompok :- Kelompok hidrofilik- Kelompok LipofilikMasing2 kelompok akan ...
Angka yang menunjukkan perbandingan  antara   kelompok   hidrofil  dengan  kelompok lipofil.Semakin besar harga HLB berart...
Harga HLB       Kegunaan  1–3       Anti Foaming Agent  4 -6      Emulgator Tipe W/O  7–9         Wetting Agent  8 – 18   ...
 Emulgator akan diserap pada batas  antara air dan minyak, sehingga  terbentuk lapisan film yang akan  membungkus partike...
 Dapat membentuk lapisan film yang  kuat tetapi lunak Jumlahnya cukup untuk menutup semua  permukaan partikel fase dispe...
   Jika minyak terdispersi kedalam air, satu lapis air    yang langsung berhubungan dengan permukaan    minyak akan bermu...
1. Terjadi ionisasi dari molekul pada   permukaan partikel2. Terjadi absorbsi ion oleh partikel dari   cairan di sekitarny...
1. Emulgator alam   a. Emulgator dari tumbuh-tumbuhan      - Gom Arab, Tragacanth, Agar, Chondrus   b. Emulgator berasal d...
1. Dengan mortir dan stamfer    emulsi skala kecil, mortir dengan permukaan kasar2. Botol    penggojokan yang terputus-put...
1. Metode gom keringdisebut pula metode continental dan metode 4;2;1.    Emulsi dibuat dengan jumlah komposisi minyak    d...
2. Metode gom basahdisebut pula sebagai metode Inggris, cocok  untuk penyiapan emulsi dengan musilago  atau melarutkan gum...
3. Metode botolisebut pula metode Forbes. Metode ini   digunakan untuk emulsi dari bahan-bahan   menguap       dan    miny...
   Pengenceran = Dilutiont Test    Setiap emulsi dapat diencerkan dengan fase    eksternalnya   Pewarnaan = dye Solubili...
1. Creamingyaitu terpisahnya emulsi menjadi dua lapisan,    dimana yang satu mengandung fase    dispers lebih banyak darip...
Pada Pembuatan 100 mL emulsi tipe o/W  diperlukan emulgator dengan harga HLB  12. Sebagai emulgator dipakai  campuran Span...
R/ Tween 80 70% HLB 15   Span 80 30% HLB 4,5Berapa HLB Campuran dari R/ tersebut ?
Terima kasih
Emulsi (7)
Emulsi (7)
Emulsi (7)
Emulsi (7)
Emulsi (7)
Emulsi (7)
Upcoming SlideShare
Loading in …5
×

Emulsi (7)

  • Login to see the comments

Emulsi (7)

  1. 1. Di susun oleh :Wahyu Puspita Dewi, S. Farm., Apt
  2. 2. EMULSI adalah sediaan farmasi yang mengandung bahan obat cair atau larutan obat, terdispersi dalam cairan pembawa. Distabilkan dengan zat pengemulsi atau surfaktan yang cocok(Farmakope Indonesia)Fase terdispers diubah menjadi tetesan– tetesan kecil yang berukuran 0,1-100 mm
  3. 3.  Fase dispers = fase diskontinu zat cair yang terbagi-bagi menjadi butiran kecil kedalam zat cair yang lain maka sering disebut fase internal Fase kontinu zat cair dalam emulsi yang berfungsi sebagai bahan pendukung dari emulsi tersebut.sering disebut fase eksternal Emulgator Bagian dari emulsi yang berfungsi untuk menstabilkan emulsi
  4. 4. 1. Emulsi Tipe O/W Emulsi yang terdiri dari butiran minyak yang tersebar ke dalam air air sebagai fase eksternal,minyak sebagai fase internal2. Emulsi Tipe W/O Emulsi yang terdiri dari butiran air yang tersebar ke dalam minyak Minyak sebagai fase eksternal,air sebagai fase internal
  5. 5. a. Emulsi Vera (alam) Emulsi yang dibuat dari biji-bijian yang mengandung lemak dan protein dengan airContoh : Emulsi dari biji Amygdala dulcis, Amygdala amara, Lini Semen, Cucurbitae Semenb. Emulsi Spuria (buatan) Emulsi yang terbentuk karena penambahan emulgator dari luarContoh : Emulsi dengan Gom Arab
  6. 6. Membuat sediaan obat yang larut dalam air maupun minyak dalam satu campuranEmulsi berdasar penggunaannya :- Emulsi untuk pemakaian dalam (per oral) biasanya Emulsi tipe O/W- Emulsi untuk pemakaian luar Emulsi tipe O/W atau W/O
  7. 7. 1. Teori Tegangan Permukaan (teori surface tension)2. Teori Oriented Weight3. Teori Interfasial Film (plastic film)4. Teori Electric double Layer (Lapisan Listrik Rangkap)
  8. 8.  Daya Kohesi (tarik menarik molekul yang sejenis) setiap zat tidak selalu sama, sehingga pada permukaan suatu zat cair (bidang batas antara air dan udara) akan terjadi perbedaan tegangan karena tidak adanya keseimbangan daya kohesi. Tegangan yang terjadi pada permukaan tersebut dinamakan tegangan permukaan Penambahan emulgator akan menurunkan /menghilangkan tegangan yang terjadi pada bidang batas antara kedua zat cair, dan menyebabkan mudah bercampurnya kedua zat tersebut
  9. 9. Setiap molekul emulgator dapat dibagi menjadi 2 kelompok :- Kelompok hidrofilik- Kelompok LipofilikMasing2 kelompok akan bergabung dengan zat cair yang disenanginya, dengan demikian seolah2 emulgator tersebut merupakan tali pengikat antara air dengan minyakAnatara kedua kelompok tersebut akan membuat suatu keseimbangan dalam setiap jenis emulgator.
  10. 10. Angka yang menunjukkan perbandingan antara kelompok hidrofil dengan kelompok lipofil.Semakin besar harga HLB berarti semakin banyak kelompok yang suka pada air sehingga emulgator tersebut lebih mudah larut dalam air dan demikian pula sebaliknya.
  11. 11. Harga HLB Kegunaan 1–3 Anti Foaming Agent 4 -6 Emulgator Tipe W/O 7–9 Wetting Agent 8 – 18 Emulgator Tipe O/ W 13 – 15 Detergent 15 - 18 Solubilizing Agent
  12. 12.  Emulgator akan diserap pada batas antara air dan minyak, sehingga terbentuk lapisan film yang akan membungkus partikel fase dispers. Dengan terbungkusnya partikel tersebut maka usaha antara partikel yang sejenis untuk penggabungan menjadi terhalang. Sehingga fase dispers menjadi stabil
  13. 13.  Dapat membentuk lapisan film yang kuat tetapi lunak Jumlahnya cukup untuk menutup semua permukaan partikel fase dispers Dapat membentuk lapisan film dengan cepat dan dapat menutup semua permukaan partikel dengan segera
  14. 14.  Jika minyak terdispersi kedalam air, satu lapis air yang langsung berhubungan dengan permukaan minyak akan bermuatan sejenis, sedangkan lapisan berikutnya akan mempunyai muatan yang berlawanan dengan lapisan didepannya. Dengan demikian seolah-olah setiap partikel minyak dilindungi oleh dua benteng lapisan listrik yang berlawanan Benteng tersebut akan menolak setiap usaha dari partikel minyak yang akan mengadakan penggabungan menjadi satu molekul yang besar, karena susunan yang sama. Dengan demikian antara sesama partikel akan tolak-menolak, stabilitas emulsi akan bertambah
  15. 15. 1. Terjadi ionisasi dari molekul pada permukaan partikel2. Terjadi absorbsi ion oleh partikel dari cairan di sekitarnya3. Terjadi gesekan partikel dengan cairan di sekitarnya
  16. 16. 1. Emulgator alam a. Emulgator dari tumbuh-tumbuhan - Gom Arab, Tragacanth, Agar, Chondrus b. Emulgator berasal dari hewan - Kuning telur, adeps lanae c. Emulgator dari tanah mineral - Mg Al Silikat, Bentonit2. Emulgator buatan - Sabun, tween 20, Span 20, Benzalkonium klorid
  17. 17. 1. Dengan mortir dan stamfer emulsi skala kecil, mortir dengan permukaan kasar2. Botol penggojokan yang terputus-putus3. Dengan Mixer fase dispers dihaluskan oleh pisau mixer yang berputar dengan kecepatan tinggi , fase dispers berbentuk kecil4. Dengan Homogenizer Fase dispers dilewatkan dalam celah sempit, sehingga partikel mempunyai ukuran yang sama
  18. 18. 1. Metode gom keringdisebut pula metode continental dan metode 4;2;1. Emulsi dibuat dengan jumlah komposisi minyak dengan ½ jumlah volume air dan ¼ jumlah emulgator. Sehingga diperoleh perbandingan 4 bagian minyak, 2 bagian air dan 1 bagian emulgator.Pertama-tama gom didispersikan kedalam minyak, lalu ditambahkan air sebagian dan diaduk /digerus dengan cepat dan searah hingga terbentuk korpus emulsi. Setelah terbentuk korpus emulsi kemudian sisa air ditambahkan sedikit demi sedikit hingga habis sambil diaduk.
  19. 19. 2. Metode gom basahdisebut pula sebagai metode Inggris, cocok untuk penyiapan emulsi dengan musilago atau melarutkan gum sebagai emulgator, dan menggunakan perbandingan 4;2;1 sama seperti metode gom kering.Metode ini dipilih jika emulgator yang digunakan harus dilarutkan/didispersikan terlebuh dahulu kedalam air misalnya metilselulosa. 1 bagian gom ditambahkan 2 bagian air lalu diaduk, dan minyak ditambahkan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk dengan cepat.
  20. 20. 3. Metode botolisebut pula metode Forbes. Metode ini digunakan untuk emulsi dari bahan-bahan menguap dan minyak-minyak dengan kekentalan yang rendah.Metode ini merrupakan variasi dari metode gom kering atau metode gom basah. Emulsi terutama dibuat dengan pengocokan kuat dan kemudian diencerkan dengan fase luar.Dalam botol kering, emulgator yang digunakan ¼ dari jumlah minyak. Ditambahkan dua bagian air lalu dikocok kuat-kuat, suatu volume air yang sama banyak dengan minyak ditambahkan sedikit demi sedikit sambil terus dikocok, setelah emulsi utama terbentuk, dapat diencerkan dengan air sampai volume yang tepat.
  21. 21.  Pengenceran = Dilutiont Test Setiap emulsi dapat diencerkan dengan fase eksternalnya Pewarnaan = dye Solubility test zat warna akan tersebar rata kedalam emulsi apabila zat tersebut larut kedalam fase eksternal dari emulsi tersebut Creaming Test memisahkan emulsi karena fase internal dari emulsi tersebut melakukan pemisahan sehingga tidak tersebar kedalam emulsi Conductivity test Fase eksternal dari emulsi dapat dilalui aliran listrik. Elektroda dicelupkan, jika lampu indikator nyala berarti fase eksternalnya air.
  22. 22. 1. Creamingyaitu terpisahnya emulsi menjadi dua lapisan, dimana yang satu mengandung fase dispers lebih banyak daripada lapisan yang lain. Creaming bersifat reversibel artinya bila dikocok perlahan-lahan akan terdispersi kembali.2. Koalesen dan cracking (breaking)yaitu pecahnya emulsi karena film yang meliputi partikel rusak dan butir minyak akan koalesen (menyatu). Sifatnya irreversibel (tidak bisa diperbaiki).
  23. 23. Pada Pembuatan 100 mL emulsi tipe o/W diperlukan emulgator dengan harga HLB 12. Sebagai emulgator dipakai campuran Span 20 (HLB 8,6) dan Tween 20 (HLB 6,7) sebanyak 5 g. Berapa perbandingan antara Span 20 dengan tween 20 ?
  24. 24. R/ Tween 80 70% HLB 15 Span 80 30% HLB 4,5Berapa HLB Campuran dari R/ tersebut ?
  25. 25. Terima kasih

×