PRODUK-PRODUK PERBANKAN SYARIAH Oleh: Izzuddin Abdul Manaf, Lc. MA. (Staff Pengajar dan Peneliti STEI SEBI)
PERANAN BANK KOVENSIONAL Izzuddin Abdul Manaf Surplus unit BANK Deficit unit simpanan pinjaman bunga bunga Hubungan antara...
PERANAN BANK SYARIAH Izzuddin Abdul Manaf Surplus unit BANK Deficit unit Titipan/investasi pembiayaan Bagi hasil Bonus/bag...
Perbandingan sistem perbankan Izzuddin Abdul Manaf BANK KONVENSIONAL BANK SYARIAH PERANAN SIMPANAN PEMBIAYAAN Sebagai Pemi...
Hubungan Bank dengan nasabah  Bank: Nasabah Penjual Pembeli  Pembeli Penjual Leasor Leasee  Mudharib Shahibul Maal
PRINSIP-PRINSIP AKAD DALAM PERBANKAN SYARIAH
DASAR PEMBENTUKAN AKAD-AKAD BANK SYARIAH  <ul><li>Antara Waad & Akad </li></ul><ul><li>Akad Tijarah & Tabarru’ </li></ul><...
Wa’ad  Akad  <ul><li>Janji ( promise ) antara satu pihak kepada pihak lainnya (hanya mengikat satu pihak)    one-way. </l...
<ul><li>Not-profit transaction  </li></ul><ul><li>Tujuan transaksi adalah tolong-menolong dan bukan keuntungan komersil  <...
Pada hakekatnya, akad tabarru’ adalah akad melakukan kebaikan yang mengharapkan balasan dari Allah SWT semata.  Itu sebabn...
Tijarah Tabarru ’ X Tidak boleh boleh Perubahan akad sesudah kesepakatan  kontrak  Akad Tabarru’  tidak boleh  dirubah men...
Tabarru’ Not for profit transaction Tijarah For profit transaction Qard Wadiah Wakalah Kafalah Rahn  Hibah Waqf Natural Ce...
Akad Tabarru’   giving/lending something Lending $  Lending Your Self Giving Something lending $ Qard Rahn lending $ + co...
Akad-akad Tabarru’ WAKALAH  MUWAKIL WAKIL RUKUN WAKALAH MUWAKIL FIH BENTUK-BENTUK WAKALAH APLIKASI WAKALAH DALAM PERBANKAN...
Akad-akad Tabarru’ WADIAH BARANG TITIPAN RUKUN WADIAH IJAB QOBUL APLIKASI DALAM PERBANKAN  Jelas Identitasnya Bisa Dikuasa...
Akad-akad Tijarah Contracts  <ul><li>Murabahah </li></ul><ul><li>Salam </li></ul><ul><li>Istishna’ </li></ul><ul><li>Ijara...
Akad-akad Tijarah Natural Uncertainty Contract Mudharabah Musyarakah Salam  Ijarah Ishtishna Murabahah ISLAMIC FINANCING  ...
Obyek Pertukaran  TEORI PERTUKARAN Akad-akad Tijarah Obyek Pertukaran  Ayn (Real Asset) Dayn (Financial Asset) Barang Jasa...
Ayn bi Dayn Tunai / Naqdan  Murabahah  Salam  Istihna’  Ijarah  Ju’alah Contingent to performance  Not Contingent to perfo...
Waktu  Pertukaran/ Percampuran   Objek   Pertukaran / Percampuran   Dayn (Financial Asset) Ayn (Real Asset) Barang & Jasa ...
PRODUK-PRODUK PEMBIAYAAN
Pembiayaan dalam keuangan Syariah Izzuddin Abdul Manaf Menggunakan akad-akad Al Bai’  (jual-beli) Syirkah  (partnership) J...
<ul><li>Prinsip Bagi Hasil (Musyarakah/Mudharabah) </li></ul><ul><li>Prinsip Talangan (qardh) </li></ul><ul><li>Prinsip Ju...
Izzuddin Abdul Manaf EXTERNAL FINANCING EQUITY FINANCING DEBT FINANCING Joint venture profit & loss sharing Trustee profit...
Produk Pembiayaan (Financing) <ul><li>Equity Financing   </li></ul>Izzuddin Abdul Manaf <ul><li>Mudharabah/ trust financin...
SYIRKAH <ul><li>Pengertian. </li></ul><ul><li>Musyarakah adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usa...
Izzuddin Abdul Manaf SYARIKAH SYIRKAH AL MILK bukan kontrak SYIRKAH AL ‘UQUD   kontrak Ikhtiyariyah ( sukarela) Ijbariyah ...
MUSYARAKAH  TEKNIS PERBANKAN <ul><li>1.  Musyarakah dalam perbankan adalah Syirkah Inan </li></ul><ul><li>2. Penggunaan Da...
MUSYARAKAH  TEKNIS PERBANKAN <ul><li>4. Pekerjaan dan Biaya </li></ul><ul><li>a. Pengurus proyek/usaha dari Pemilik Modal ...
MUSYARAKAH  TEKNIS PERBANKAN <ul><li>5. Bagi Hasil (Untung/Rugi) </li></ul><ul><li>a. Bagi Hasil sesuai porsi kontribusi m...
MUSYARAKAH  TEKNIS PERBANKAN <ul><li>6. Berakhirnya Akad Syirkah </li></ul><ul><li>a. Proyek/usaha telah selesai   </li></...
Feature Musyarakah Izzuddin Abdul Manaf Shahibul maal 1 Shahibul mal 2 Kemitraan usaha 70% 70% 30% Laba Rugi 30% 30 % 70 %...
Konsep Mudharabah Izzuddin Abdul Manaf Al Mudharabah adalah Akad kerjasama antara pemilik dana  (shahibul maal)  dengan pe...
Type Mudharabah Izzuddin Abdul Manaf Ada dua type mudharabah : *  Mudharabah mutlaqah  : Dimana pemilik (shahibul maal) da...
Prinsip Mudharabah Izzuddin Abdul Manaf 1. Shahibul maal - Aqil-baligh - Tidak ikut campur pengelolaan usaha 2. Mudharib -...
Prinsip Mudharabah Izzuddin Abdul Manaf 5. Laba / Rugi - Laba dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati    dan tidak dal...
Feature Mudharabah Izzuddin Abdul Manaf Shahibul maal Mudharib Kemitraan usaha 70% 100% 30% Laba Rugi 0% 100% capital mana...
Izzuddin Abdul Manaf Debt Financing Pertukaran  - Barang dengan Barang  - Barang dengan uang   JUAL-BELI: tunai tangguh ba...
AKAD-AKAD AL BUYU’ Izzuddin Abdul Manaf Murabahah,  Salam,  Istishna’,  Ijarah wa iqtina  Bai’ al naqd Bai’ al mu’ajjal Ba...
MURABAHAH Izzuddin Abdul Manaf Murabahah  adalah salah satu bentuk jual-beli yang bersifat amanah. Definisi Murabahah (sec...
Murabahah dalam Fiqh Izzuddin Abdul Manaf 1.Negoisasi Penjual Pembeli 2.Akad Jual Beli 4. Bayar Kewajiban 3a. Kirim Barang...
Murabahah dalam teknis PERBANKAN Izzuddin Abdul Manaf Murabahah adalah akad jual beli antara bank selaku penyedia barang d...
SKEMA MURABAHAH  TEKNIS PERBANKAN (Berdasarkan pesanan) Izzuddin Abdul Manaf BANK NASABAH PEMASOK 1.negosiasi 2. Akad jual...
SALAM Izzuddin Abdul Manaf PENGERTIAN secara etimologi salam adalah salaf (pendahuluan). Bai’ as Salam adalah akad jual be...
SKEMA SALAM DALAM FIQH Izzuddin Abdul Manaf 1. Akad Salam Petani/penjual (muslam ilaihi) Pembeli (muslim) 2. Bayar Barang ...
SALAM DALAM TEKNIS PERBANKAN Izzuddin Abdul Manaf Salam dalam teknis perbankan syariah berarti pembelian yang dilakukan ol...
Skema salam paralel  teknis perbankan Izzuddin Abdul Manaf Nasabah I Muslam ilaih BARANG  PESANAN muslam fiih muslam ilaih...
Skema salam wal bai’ al mutlaqah  (teknis perbankan)  Izzuddin Abdul Manaf Nasabah I Muslam ilaih BARANG  PESANAN muslam f...
Skema salam wal murabahah  teknis perbankan (beli salam, jual murabahah) Izzuddin Abdul Manaf Nasabah I Muslam ilaih BARAN...
ISTISHNA’ Izzuddin Abdul Manaf MAKNA Istishna’  secara etimologi berarti  minta dibuatkan. Secara muamalah, istishna’ bera...
SKEMA ISTISHNA’ Fiqh Izzuddin Abdul Manaf MASHNU’  Barang pesanan 4.Memproduksi barang PRODUSEN Shani’ PEMESAN Mustashni’ ...
ISTISHNA’ DALAM TEKNIS PERBANKAN Izzuddin Abdul Manaf Secara teknis perbankan syariah  istishna’  termasuk bagian dari jua...
Skema ISTISHNA’ paralel Teknis Perbankan Izzuddin Abdul Manaf BANK Shani’/  mustashni’ Nasabah Pemesan mustashni’ 1a. Pesa...
Skema ISTISHNA’ wal Murabahah Izzuddin Abdul Manaf BANK Ba’i/  mustashni’ Nasabah Pemesan Musytari 1a. Pesan barang 1b. Mi...
Skema ISTISHNA’ wal Ijarah Izzuddin Abdul Manaf BANK Mu’ajjir/  mustashni’ Nasabah Pemesan Musta’jir 1a. Pesan barang untu...
UJRAH (JASA-JASA) Izzuddin Abdul Manaf Apliksi dalam perbankan,  ujrah  lebih banyak diperguna kan dalam konteks upah jasa...
IJARAH &  IJARAH MUNTAHIA  BI TAMLIK Izzuddin Abdul Manaf Ijarah  adalah akad pemindahan hak penggunaan/pemanfaatan atas b...
Ijarah (Islamic lease) Izzuddin Abdul Manaf Seller Islamic bank First  Lease Following Leases Purchase of equipment TEKNIS...
Ijarah wa iqtina  (Islamic Lease Purchase) Izzuddin Abdul Manaf SELLER LEASEE ISLAMIC BANK buyer Leasor 1 2 Delivery of ob...
Instrumen penunjang <ul><li>Wakalah (kuasa) </li></ul>Izzuddin Abdul Manaf <ul><li>Kafalah (jaminan) </li></ul><ul><li>Rah...
Wassalam Terima kasi
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Produk Produk Perbankan Syariah

154,922

Published on

Published in: Economy & Finance, Business
177 Comments
178 Likes
Statistics
Notes
  • Terimakasih Jazakalloh khairon katsiro
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Assalaamu'alaikum WW. Bpk Izzuddin mohon izin untuk memanfaatkan materi produk-produk bank syari'ah ini untuk pembelajaran di tempat saya. Kalau berkenan mohon kirimkan soft copy materi ini ke e-mail saya.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • assalamualaikum wr wb, pak mohon ijin utk memakai makalah ini dalam pembelajaran kami, terimakasih perkenannya
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • Assalamualaikum, pak jika berkenan boleh saya minta soft copy nya dan dikirim ke email saya annissaamimah@yahoo.com sebagai bahan pembelajaran saya. terima kasih. wassalamualaikum.
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
  • semoga bapak berkenan email ke mocharifin@yahoo.co.id untuk pembelajaran ditempat kami terimakasi jaza kallohu khoiro
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total Views
154,922
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
41
Actions
Shares
0
Downloads
0
Comments
177
Likes
178
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Transcript of "Produk Produk Perbankan Syariah"

  1. 1. PRODUK-PRODUK PERBANKAN SYARIAH Oleh: Izzuddin Abdul Manaf, Lc. MA. (Staff Pengajar dan Peneliti STEI SEBI)
  2. 2. PERANAN BANK KOVENSIONAL Izzuddin Abdul Manaf Surplus unit BANK Deficit unit simpanan pinjaman bunga bunga Hubungan antara Bank dengan nasabah: Bank: Nasabah: Debitur Kreditur Kreditur Debitur
  3. 3. PERANAN BANK SYARIAH Izzuddin Abdul Manaf Surplus unit BANK Deficit unit Titipan/investasi pembiayaan Bagi hasil Bonus/bagi hasil TIDAK MENGALAMI NEGATIVE SPREAD
  4. 4. Perbandingan sistem perbankan Izzuddin Abdul Manaf BANK KONVENSIONAL BANK SYARIAH PERANAN SIMPANAN PEMBIAYAAN Sebagai Peminjam dan sebagai pemberi pinjaman Berdasarkan tingkat bunga yang dijanjikan Pinjaman berdasarkan imbalan bunga Sebagai Penyimpan harta, sebagai Pengusaha dan atau sebagai pemodal Simpanan yang dijamin atau investasi Jual-beli tangguh atau Pembiayaan modal
  5. 5. Hubungan Bank dengan nasabah Bank: Nasabah Penjual Pembeli Pembeli Penjual Leasor Leasee Mudharib Shahibul Maal
  6. 6. PRINSIP-PRINSIP AKAD DALAM PERBANKAN SYARIAH
  7. 7. DASAR PEMBENTUKAN AKAD-AKAD BANK SYARIAH <ul><li>Antara Waad & Akad </li></ul><ul><li>Akad Tijarah & Tabarru’ </li></ul><ul><li>Akad Tijarah  Teori Pertukaran & Percampuran </li></ul>
  8. 8. Wa’ad Akad <ul><li>Janji ( promise ) antara satu pihak kepada pihak lainnya (hanya mengikat satu pihak)  one-way. </li></ul><ul><li>Pihak yang diberi janji tidak memikul kewajiban apapun kepada pihak pemberi janji </li></ul><ul><li>Terms & Condition-nya tidak well-defined; atau </li></ul><ul><li>Belum ada kewajiban yang ditunaikan oleh pihak manapun, walaupun terms & condition -nya sudah well-defined </li></ul><ul><li>Bila janji tak terpenuhi maka sanksi yang diterima merupakan sanksi moral </li></ul><ul><li>Mengikat kedua belah pihak yang saling bersepakat, yakni masing-masing pihak terikat untuk melaksanakan kewajiban mereka masing-masing yang telah disepakati terlebih dahulu . </li></ul><ul><li>Terms and condition-nya sudah ditetapkan secara rinci dan spesifik (sudah well-defined). </li></ul><ul><li>Bila kewajiban tidak dapat dipenuhi, maka sanksi yang diterima sesuai dengan kesepakatan awal kontrak. </li></ul>Perbedaan Antara Wa’ad Vs Akad
  9. 9. <ul><li>Not-profit transaction </li></ul><ul><li>Tujuan transaksi adalah tolong-menolong dan bukan keuntungan komersil </li></ul><ul><li>Pihak yang berbuat kebaikan tersebut boleh meminta kepada counter-part- nya untuk sekadar menutupi biaya ( cover the cost ) yang dikeluarkannya untuk dapat melakukan akad tabarru’ tersebut. Tapi ia tidak boleh sedikitpun mengambil laba dari akad tabarru’ itu. </li></ul><ul><li>Tidak dapat dirubah menjadi akad tijarah, kecuali ada persetujuan sebelumnya </li></ul><ul><li>Profit transaction oriented </li></ul><ul><li>Tujuan transaksi adalah mencari keuntungan yang bersifat komersiil </li></ul><ul><li>Akad Tijarah dapat dirubah menjadi akad tabarru’ dengan cara bila pihak yang tertahan haknya dengan rela melepaskan haknya, sehingga menggugurkan kewajiban pihak yang belum menunaikan kewajibannya. </li></ul><ul><li>Dilihat dari sifat keuntungan yang diperoleh, akad tijarah dibagi menjadi dua yaitu: natural certainty return & natural uncertainty return </li></ul>Tabarru’ Tijarah Perbedaan Antara Akad Tabarru’ Vs Akad Tijarah
  10. 10. Pada hakekatnya, akad tabarru’ adalah akad melakukan kebaikan yang mengharapkan balasan dari Allah SWT semata. Itu sebabnya akad ini tidak bertujuan untuk mencari keuntungan komersil. Konsekuensi logisnya, bila akad tabarru’ dilakukan dengan mengambil keuntungan komersil, maka ia bukan lagi akad tabarru’. Ia akan menjadi akad tijarah. Bila ia ingin tetap menjadi akad tabarru’, maka ia tidak boleh mengambil manfaat (keuntungan komersil) dari akad tabarru’ tersebut. Tentu saja ia tidak berkewajiban menanggung biaya yang timbul dari pelaksanaan akad tabarru’. Artinya, ia boleh meminta pengganti biaya yang dikeluarkan dalam melaksanakan akad tabarru’. ” Memerah susu kambing sekedar untuk biaya memelihara kambingnya”, merupakan ungkapan yang dikutip dari hadits ketika menerangkan akad rahn yang merupakan salah satu akad tabarru’. Akad Tabarru’
  11. 11. Tijarah Tabarru ’ X Tidak boleh boleh Perubahan akad sesudah kesepakatan kontrak Akad Tabarru’ tidak boleh dirubah menjadi akad Tijarah, Akad Tijarah boleh dirubah menjadi akad Tabarru’, Perubahan Akad
  12. 12. Tabarru’ Not for profit transaction Tijarah For profit transaction Qard Wadiah Wakalah Kafalah Rahn Hibah Waqf Natural Certainty Contracts Natural Uncertainty Contracts <ul><li>Murabahah </li></ul><ul><li>Salam </li></ul><ul><li>Istishna’ </li></ul><ul><li>Ijarah </li></ul><ul><li>Musyarakah </li></ul><ul><li>(Wujuh, inan </li></ul><ul><li>abdan, </li></ul><ul><li>muwafadhah, </li></ul><ul><li>mudharabah) </li></ul><ul><li>Muzara’ah </li></ul><ul><li>Musaqah </li></ul><ul><li>Mukharabah </li></ul>Teori Pertukaran Teori Percampuran Akad Tabarru’ & Akad Tijarah Wa’ad Akad
  13. 13. Akad Tabarru’  giving/lending something Lending $ Lending Your Self Giving Something lending $ Qard Rahn lending $ + collateral Hiwalah lending $ to take over loan from other party Wakalah lending yourself now to do something on behalf of others Wadi’ah wakalah, by specifying the job, i.e. to provide custody Kafalah contingent wakalah,i.e. preparing yourself to do something if something happens Hibah, Shadaqah,Waqf Akad-akad Tabarru’
  14. 14. Akad-akad Tabarru’ WAKALAH MUWAKIL WAKIL RUKUN WAKALAH MUWAKIL FIH BENTUK-BENTUK WAKALAH APLIKASI WAKALAH DALAM PERBANKAN <ul><li>Transfer </li></ul><ul><li>Collection / Inkaso </li></ul><ul><li>Penitipan </li></ul><ul><li>Letter of Credit </li></ul><ul><li>Wali Amanat </li></ul><ul><li>Pemberi Kuasa </li></ul><ul><li>Taukil Jelas </li></ul><ul><li>Berhalangan Tetap </li></ul><ul><li>Pelaksana </li></ul><ul><li>Konsekwen </li></ul><ul><li>Identitas jelas (ma’lum) </li></ul><ul><li>Shigat Jelas </li></ul>IMBALAN/JASA WAKIL BERAKHIR/BATAL <ul><li>Urusannya selesai </li></ul><ul><li>Waktunya berakhir </li></ul><ul><li>Barang diambil alih org lain </li></ul><ul><li>Tujuan telah tercapai </li></ul><ul><li>Terjadi Perselisihan </li></ul><ul><li>Dilaksanakan sendiri </li></ul><ul><li>Muwakil Wafat </li></ul><ul><li>Akad dibatalkan </li></ul><ul><li>Wakil Berkhianat </li></ul><ul><li>Kuasanya dicabut </li></ul><ul><ul><li>MUTHLAQAH </li></ul></ul><ul><ul><li>MUQAYADAH </li></ul></ul>
  15. 15. Akad-akad Tabarru’ WADIAH BARANG TITIPAN RUKUN WADIAH IJAB QOBUL APLIKASI DALAM PERBANKAN Jelas Identitasnya Bisa Dikuasasi AMANAH BERUBAH JADI DHAMAN, JIKA <ul><li>Barang tidak dipelihara semestinya </li></ul><ul><li>Barang dititipkan lagi kepada pihak ketiga </li></ul><ul><li>Barang dimanfaatkan oleh yg dititipi </li></ul><ul><li>Orang yg dititipi mengingkari </li></ul><ul><li>Barang dicampur dg milik pribadi </li></ul><ul><li>Melanggar syarat yang ditentukan </li></ul><ul><li>Barang titipan dibawa pergi jauh </li></ul><ul><ul><li>GIRO POS </li></ul></ul><ul><ul><li>TABUNGAN </li></ul></ul><ul><ul><li>DEPOSIT BOX </li></ul></ul>YANG BERAKAD Penitip Baligh Berakal Cerdas Dhaman Yg Dititipi Baligh Berakal Cerdas Amanah
  16. 16. Akad-akad Tijarah Contracts <ul><li>Murabahah </li></ul><ul><li>Salam </li></ul><ul><li>Istishna’ </li></ul><ul><li>Ijarah </li></ul><ul><li>Musyarakah (wujuh, ‘inan, abdan, muwafadhah, mudharabah) </li></ul><ul><li>Muzara’ah </li></ul><ul><li>Musaqah </li></ul><ul><li>Mukhabarah </li></ul>Natural Certainty Contracts: certain cash-flow, baik amount maupun timing- nya. (Kontrak Jual-Beli, Sewa, Upah) Natural Uncertainty Contracts: uncertain cash-flow, baik amount maupun timing- nya. (Kontrak Investasi) X Gharar X Riba Nasiah
  17. 17. Akad-akad Tijarah Natural Uncertainty Contract Mudharabah Musyarakah Salam Ijarah Ishtishna Murabahah ISLAMIC FINANCING + ISLAMIC DEPOSIT ISLAMIC FINANCING ISLAMIC FINANCING Dalam Perbankan Syariah Natural Certainty Contract
  18. 18. Obyek Pertukaran TEORI PERTUKARAN Akad-akad Tijarah Obyek Pertukaran Ayn (Real Asset) Dayn (Financial Asset) Barang Jasa, Bisnis Uang Surat Berharga Naqdan Ghairu Naqdan
  19. 19. Ayn bi Dayn Tunai / Naqdan Murabahah Salam Istihna’ Ijarah Ju’alah Contingent to performance Not Contingent to performance TEORI PERTUKARAN Akad-akad Tijarah PERTUKARAN AYN BI DAYN Barang Al- Bai’ Jasa Al- Ijarah $ $ $ $ $
  20. 20. Waktu Pertukaran/ Percampuran Objek Pertukaran / Percampuran Dayn (Financial Asset) Ayn (Real Asset) Barang & Jasa Uang & Surat Berharga Ghairu Naqdan (Deferred Delivery) Naqdan (Immediate Delivery) RESUME TEORI PERTUKARAN Akad-akad Tijarah Teori Pertukaran Teori Percampuran
  21. 21. PRODUK-PRODUK PEMBIAYAAN
  22. 22. Pembiayaan dalam keuangan Syariah Izzuddin Abdul Manaf Menggunakan akad-akad Al Bai’ (jual-beli) Syirkah (partnership) Ju’alah (jasa-jasa) Lain-lain Murabahah, Salam, Istishna’, Ijarah wa iqtina Mudharabah, Musyarakah, Muzaraah/Musaqah Wakalah Rahn (gadai) Kafalah (jaminan) Wadi’ah (titipan) Qard Hijr (pengampunan) Ariyah/I’arah Hibah (bonus) Sulh (perdamaian) Ibra’ (pembebasan hutang)
  23. 23. <ul><li>Prinsip Bagi Hasil (Musyarakah/Mudharabah) </li></ul><ul><li>Prinsip Talangan (qardh) </li></ul><ul><li>Prinsip Jual Beli ( al Bai’) </li></ul><ul><li>Prinsip Sewa (al Ijarah) </li></ul><ul><li>Prinsip Jasa-jasa ( Ju’alah) </li></ul>Izzuddin Abdul Manaf PRINSIP PEMBIAYAAN BANK SYARIAH
  24. 24. Izzuddin Abdul Manaf EXTERNAL FINANCING EQUITY FINANCING DEBT FINANCING Joint venture profit & loss sharing Trustee profit & loss sharing deferred contract of exchange Interest based lending ISLAMIC FINANCING INTERNAL FINANCING
  25. 25. Produk Pembiayaan (Financing) <ul><li>Equity Financing </li></ul>Izzuddin Abdul Manaf <ul><li>Mudharabah/ trust financing </li></ul><ul><li>Musyarakah/joint venture financing </li></ul><ul><li>Debt Financing: </li></ul><ul><li>Jual-beli tangguh </li></ul><ul><li>sewa & sewa-beli </li></ul>
  26. 26. SYIRKAH <ul><li>Pengertian. </li></ul><ul><li>Musyarakah adalah akad kerjasama antara dua pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu dimana masing-masing pihak memberikan kontribusi dana dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan resiko akan ditanggung bersama sesuai dengan porsi kontribusi dana atau kesepakatan bersama. </li></ul>Izzuddin Abdul Manaf
  27. 27. Izzuddin Abdul Manaf SYARIKAH SYIRKAH AL MILK bukan kontrak SYIRKAH AL ‘UQUD kontrak Ikhtiyariyah ( sukarela) Ijbariyah ( terpaksa) wujuh abdan Inan Mufawadhah Mudharabah
  28. 28. MUSYARAKAH TEKNIS PERBANKAN <ul><li>1. Musyarakah dalam perbankan adalah Syirkah Inan </li></ul><ul><li>2. Penggunaan Dana Musyarakah untuk proyek atau usaha bersama </li></ul><ul><li>3. Ketentuan atas Dana Musyarakah </li></ul><ul><li>a. Dapat berupa uang tunai atau aset yang likuid </li></ul><ul><li>b. Dana tersebut menjadi modal bersama, bukan milik perorangan </li></ul><ul><li>c. Dana tidak boleh untuk memberi pinjaman bagi Pihak Ketiga </li></ul>
  29. 29. MUSYARAKAH TEKNIS PERBANKAN <ul><li>4. Pekerjaan dan Biaya </li></ul><ul><li>a. Pengurus proyek/usaha dari Pemilik Modal atau orang yang ditunjuk Pemilik Modal </li></ul><ul><li>b. 2 perjanjian yang dibuat yaitu Perj. Musyarakah & Perj. Mudarabah </li></ul><ul><li>c. Biaya aktual dan lama proyek/ usaha harus disepakati bersama </li></ul><ul><li>d. Bank sbg Pemilik Modal berhak intervensi atas kebijakan usaha </li></ul><ul><li>e. Pengurus proyek/usaha melaporkan perkembangan usaha </li></ul>Izzuddin Abdul Manaf
  30. 30. MUSYARAKAH TEKNIS PERBANKAN <ul><li>5. Bagi Hasil (Untung/Rugi) </li></ul><ul><li>a. Bagi Hasil sesuai porsi kontribusi modal yang disepakati </li></ul><ul><li>b. Perubahan Nisbah Bagi Hasil harus disetujui Para Pihak </li></ul><ul><li>c. Perubahan kontribusi modal juga merubah porsi Nisbah. </li></ul>Izzuddin Abdul Manaf
  31. 31. MUSYARAKAH TEKNIS PERBANKAN <ul><li>6. Berakhirnya Akad Syirkah </li></ul><ul><li>a. Proyek/usaha telah selesai </li></ul><ul><li>b. Salah satu pihak mundur (tidak otomatis) </li></ul><ul><li>c. Salah satu pihak meninggal dunia </li></ul><ul><li>d. Salah satu pihak kehilangan kecakapan hukum </li></ul><ul><li>e. Modal atau proyek/usaha hilang total </li></ul>Izzuddin Abdul Manaf
  32. 32. Feature Musyarakah Izzuddin Abdul Manaf Shahibul maal 1 Shahibul mal 2 Kemitraan usaha 70% 70% 30% Laba Rugi 30% 30 % 70 % syirkah Gradual purchase of bank share ISLAMIC BANK PARTNER Gradual sale of its share
  33. 33. Konsep Mudharabah Izzuddin Abdul Manaf Al Mudharabah adalah Akad kerjasama antara pemilik dana (shahibul maal) dengan pengusaha (mudharib) untuk melakukan suatu usaha bersama. Keuntungan yang diperoleh dibagi antara keduanya dengan perbandingan nisbah yang disepakati sebelumnya.
  34. 34. Type Mudharabah Izzuddin Abdul Manaf Ada dua type mudharabah : * Mudharabah mutlaqah : Dimana pemilik (shahibul maal) dana memberikan keleluasaan penuh kepada kepada penge.lola (mudharib) untuk mempergunakan dana tersebut dalam usaha yang dianggapnya baik dan menguntungkan. Namun pengelola tetap bertanggung jawab untuk melakukan pengelolaan sesuai dengan praktek kebiasaan usaha normal yang sehat (uruf) * Mudharabah Muqayyadah : Dimana pemilik dana menentukan syarat dan pembatasan kepada pengelola dalam penggunaan dana tersebut dengan jangka waktu, tempat, jenis usaha dan sebagainya.
  35. 35. Prinsip Mudharabah Izzuddin Abdul Manaf 1. Shahibul maal - Aqil-baligh - Tidak ikut campur pengelolaan usaha 2. Mudharib - Aqil-baligh - Menggunakan dana sesuai perjanjian dengan shahibul maal 3. Dana - Dalam bentuk dana (monetary form) - Dalam jumlah tertentu - Diserahkan kepada mudharib 4. Proyek/ Usaha - Tidak bertentangan dengan syariah - Tidak dibenarkan masuk kepada mudharabah lain tanpa seijin shahibul maal
  36. 36. Prinsip Mudharabah Izzuddin Abdul Manaf 5. Laba / Rugi - Laba dibagi sesuai dengan nisbah yang disepakati dan tidak dalam jumlah yang pasti - Nisbah bagi hasil disetujui dalam kontrak - Perbandingan bagi hasil dapat dalam persen atau pembagian - Kerugian finansiil menjadi beban pemilik dana - Kerugian akibat salah urus atau kelalian mudharib menjadi beban mudharib. 6. Akad (kontrak) - Ada Ijab-kabul - Menentukan : . Jumlah modal . Jangka waktu penempatan . Nisbah bagi hasil
  37. 37. Feature Mudharabah Izzuddin Abdul Manaf Shahibul maal Mudharib Kemitraan usaha 70% 100% 30% Laba Rugi 0% 100% capital management Repayment of capital
  38. 38. Izzuddin Abdul Manaf Debt Financing Pertukaran - Barang dengan Barang - Barang dengan uang JUAL-BELI: tunai tangguh barang uang barang uang
  39. 39. AKAD-AKAD AL BUYU’ Izzuddin Abdul Manaf Murabahah, Salam, Istishna’, Ijarah wa iqtina Bai’ al naqd Bai’ al mu’ajjal Bai’ al mutlaqah bai’ al muqayyadah Sharf
  40. 40. MURABAHAH Izzuddin Abdul Manaf Murabahah adalah salah satu bentuk jual-beli yang bersifat amanah. Definisi Murabahah (secara fiqh) adalah akad jual-beli atas barang tertentu, dimana dalam transaksi jual-beli tersebut penjual menyebutkan dengan jelas barang yang diperjual-belikan termasuk harga pembelian dan keuntungan yang diambil.
  41. 41. Murabahah dalam Fiqh Izzuddin Abdul Manaf 1.Negoisasi Penjual Pembeli 2.Akad Jual Beli 4. Bayar Kewajiban 3a. Kirim Barang 3b. Terima barang dan dokumen …………………… .. ………………….
  42. 42. Murabahah dalam teknis PERBANKAN Izzuddin Abdul Manaf Murabahah adalah akad jual beli antara bank selaku penyedia barang dengan nasabah yang memesan untuk membeli barang. Bank memperoleh keuntungan jual-beli yang disepakati bersama. Rukun dan syarat murabahah dalam perbankan adalah sama dengan syarat dalam fiqh. Syarat-syarat lain seperti barang, harga dan cara pembayaran adalah sesuai dengan kebijakan bank ybs.
  43. 43. SKEMA MURABAHAH TEKNIS PERBANKAN (Berdasarkan pesanan) Izzuddin Abdul Manaf BANK NASABAH PEMASOK 1.negosiasi 2. Akad jual beli 6. Bayar kewajiban 3.Beli barang tunai 4. Kirim barang 5. Terima barang & dokumen dokumen
  44. 44. SALAM Izzuddin Abdul Manaf PENGERTIAN secara etimologi salam adalah salaf (pendahuluan). Bai’ as Salam adalah akad jual beli suatu barang dimana harganya dibayar dengan segera, sedangkan barangnya akan diserahkan kemudian dalam jangka waktu yang disepakati.
  45. 45. SKEMA SALAM DALAM FIQH Izzuddin Abdul Manaf 1. Akad Salam Petani/penjual (muslam ilaihi) Pembeli (muslim) 2. Bayar Barang pesanan (muslam fiih) 3. kirim 4. Terima
  46. 46. SALAM DALAM TEKNIS PERBANKAN Izzuddin Abdul Manaf Salam dalam teknis perbankan syariah berarti pembelian yang dilakukan oleh bank dengan pembayaran dimuka dari pihak I (nasabah I) dan dijual lagi kepada pihal lain (nasabah II) dengan jangka waktu penyerahan yang disepakati bersama.(Paralel salam) Modal / harga yang dibayarkan dalam salam tidak boleh dalam bentuk utang, melainkan bentuk tunai yang dibayarkan segera
  47. 47. Skema salam paralel teknis perbankan Izzuddin Abdul Manaf Nasabah I Muslam ilaih BARANG PESANAN muslam fiih muslam ilaih dan muslim BANK NASABAH II Muslim 1b. negosiasi & Akad Salam 1a. negosiasi & akad 2a. Bayar 2b. Bayar 3a. Kirim barang & dokumen 3b. Kirim dokumen
  48. 48. Skema salam wal bai’ al mutlaqah (teknis perbankan) Izzuddin Abdul Manaf Nasabah I Muslam ilaih BARANG PESANAN muslam fiih Ba’i dan muslim BANK NASABAH II Musytari 1a negosiasi & Akad Salam 1b. negosiasi & akad 3c. Bayar tunai 2. Bayar 3a. Kirim barang & dokumen 3b. Kirim dokumen
  49. 49. Skema salam wal murabahah teknis perbankan (beli salam, jual murabahah) Izzuddin Abdul Manaf Nasabah I Muslam ilaih BARANG PESANAN muslam fiih Ba’i dan muslim BANK NASABAH II Musytari 1a negosiasi & Akad Salam 1b. negosiasi & akad 4. Bayar kewajiban 2. Bayar 3a. Kirim barang & dokumen 3b. Kirim dokumen
  50. 50. ISTISHNA’ Izzuddin Abdul Manaf MAKNA Istishna’ secara etimologi berarti minta dibuatkan. Secara muamalah, istishna’ berarti suatu perjanjian jual-beli antara mustashni’ (pemesan/pembeli) dan shani’ (produsen/penjual) dimana barang (mashnu’) yang akan diperjual-belikan harus dipesan terlebih dulu dengan kreteria yang jelas. Perbedaannya dengan salam hanya terletak pada cara pembayarannya. Salam pembayarannta harus di muka, sedang pada istishna boleh di awal, ditengah atau di akhir.
  51. 51. SKEMA ISTISHNA’ Fiqh Izzuddin Abdul Manaf MASHNU’ Barang pesanan 4.Memproduksi barang PRODUSEN Shani’ PEMESAN Mustashni’ 2. Akad Istishna’ 1. Pesan barang 5. Kirim mashnu’ 3. Bayar
  52. 52. ISTISHNA’ DALAM TEKNIS PERBANKAN Izzuddin Abdul Manaf Secara teknis perbankan syariah istishna’ termasuk bagian dari jual beli dan mirip dengan salam (jual-beli pesanan). Aqad istishna’ diperlukan karena kebutuhan masyarakat pada umumnya memesan barang dengan persyarakat kreteria atau spesifikasi tertentu. Bank menjual lagi barang pesanan tersebut kepada nasabah sesuai dengan perjanjian yang mengikat sebelumnya.(Paralel Istishna’)
  53. 53. Skema ISTISHNA’ paralel Teknis Perbankan Izzuddin Abdul Manaf BANK Shani’/ mustashni’ Nasabah Pemesan mustashni’ 1a. Pesan barang 1b. Minta dibuatkan barang 2a. Akad Istiahna’ I 2b. Akad Istishna’ II 4. Membuat barang 5b. Kirim dokumen 5a. Kirim MASHNU’ (barang) SHANI’ Pemasok 3a. Bayar 3b. bayar
  54. 54. Skema ISTISHNA’ wal Murabahah Izzuddin Abdul Manaf BANK Ba’i/ mustashni’ Nasabah Pemesan Musytari 1a. Pesan barang 1b. Minta dibuatkan barang 2a. Akad 2b. Akad Istishna’ 4. Membuat barang 5b. Kirim dokumen 5a. Kirim MASHNU’ (barang) SHANI’ Pemasok 6. Bayar kewajiban 3. bayar
  55. 55. Skema ISTISHNA’ wal Ijarah Izzuddin Abdul Manaf BANK Mu’ajjir/ mustashni’ Nasabah Pemesan Musta’jir 1a. Pesan barang untuk disewa 1b. Minta dibuatkan barang 2a. Akad 2b. Akad Istishna’ II 4. Membuat barang 5b. Kirim dokumen 5a. Kirim MASHNU’ (barang) SHANI’ Pemasok 6. Bayar sewa 3. bayar
  56. 56. UJRAH (JASA-JASA) Izzuddin Abdul Manaf Apliksi dalam perbankan, ujrah lebih banyak diperguna kan dalam konteks upah jasa (fee) Ujrah dapat didifinisikan sebagai imbalan yang diperjanji kan dan dibayar oleh pemakai jasa sebagai harga atas manfaat yang dinikmatinya. Dalam literatur fiqih klasik pembahasan ijarah dalam pengertian sewa dan ujrah yang berarti pemanfaatan jasa selalu dibahas secara simultan dan hampir tidak ada perbedaan diantara keduanya.
  57. 57. IJARAH & IJARAH MUNTAHIA BI TAMLIK Izzuddin Abdul Manaf Ijarah adalah akad pemindahan hak penggunaan/pemanfaatan atas barang atau jasa melalui pembayaran sewa, tanpa diikuiti dengan pemindahan kepemilikan (ownership/milkiyyah) atas barang itu sendiri. Ijarah muntahia bittamlik, disebut juga ijarah wa iqtina adalah perpaduan antara kontrak jual-beli dan sewa, atau dengan kata lain akad sewa yang diakhiri pemindahan kepemilikan ke tangan penyewa
  58. 58. Ijarah (Islamic lease) Izzuddin Abdul Manaf Seller Islamic bank First Lease Following Leases Purchase of equipment TEKNIS PERBANKAN
  59. 59. Ijarah wa iqtina (Islamic Lease Purchase) Izzuddin Abdul Manaf SELLER LEASEE ISLAMIC BANK buyer Leasor 1 2 Delivery of object Lease of object 3 4 Ownership of bject TEKNIS PERBANKAN
  60. 60. Instrumen penunjang <ul><li>Wakalah (kuasa) </li></ul>Izzuddin Abdul Manaf <ul><li>Kafalah (jaminan) </li></ul><ul><li>Rahn (gadai) </li></ul><ul><li>Hawalah (pemindahan hutang) </li></ul><ul><li>Ju’alah (jasa-jasa lainnya) </li></ul><ul><li>Sharf (Jual-beli Valuta Asing) </li></ul>
  61. 61. Wassalam Terima kasi

×