Kb 2 modul 3 kdm ii
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×
 

Kb 2 modul 3 kdm ii

on

  • 1,615 views

 

Statistics

Views

Total Views
1,615
Views on SlideShare
1,596
Embed Views
19

Actions

Likes
1
Downloads
103
Comments
0

2 Embeds 19

http://pjjkesehatan.web.id 18
http://pjj.poltekkeskupang.ac.id 1

Accessibility

Categories

Upload Details

Uploaded via as Microsoft PowerPoint

Usage Rights

© All Rights Reserved

Report content

Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
  • Full Name Full Name Comment goes here.
    Are you sure you want to
    Your message goes here
    Processing…
Post Comment
Edit your comment
  • Coba Anda mencermati peran kita sebagai perawat dalam hal pemberian obat kepada pasien. Masalah yang sering timbul berkaitan dengan dalam pemenuhan kebutuhan pengobatan adalah respon pasien terhadap efek obat yang dapat berupa respon fisik, psikososial.
  • Apakah saudara telah memahami apakah obat itu?
  • Silakansaudaracermatinama, bentukdanjenisobatsebagaiberikut:
  • Anda perlu memahami tentang faktor-faktor atau variabel yang berpengaruh terhadap obat. Berbagai macam variabel dapat mempengaruhi aksi obat
  • Karenaefekdariobatsangatkompleks, makaandadiharapkanjugamemahamitentangfarmakokinetikobatdiantaranya
  • Silakansaudaracermatireaksiobat! Sebagaibahanataubendaasing yang masukkedalamtubuhobatakanbekerjasesuai proses kimiawi, melaluisuatureaksiobat.
  • Demi keselamatanpasien, makaAndaharusmemperhatikanpersyaratan-persyaratan yang pentingsebelummemberikanobat. Terdapat 6 persyaratansebelumpemberianobatyaitulebihdikenaldengan “prinsip 6 benar” yaitu
  • Setelahmempelajarikonseppemberianobat, marilahkitamempelajaritentangteknikpemberianobat. Teknikpemberianobatadalahsebagaiberikut

Kb 2 modul 3 kdm ii Kb 2 modul 3 kdm ii Presentation Transcript

  • Semester 02 Prodi Keperawatan Modul 3 KDM II Kegiatan Belajar II Pemberian Obat-Obatan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Jakarta 2013 http://1.bp.blogspot.com/-ycIrEiVIOXw/UMnkF79B2_I/AAAAAAAAAB0/n6fBWnaA6kE/s1600/01337256256-kotak-p3k-duta-safety.jpg
  • Apakah anda sudah paham tentang PEMBERIAN OBAT-OBATAN http://en.hdyo.org/assets/ask-question-3-049ac6f2a4e25267fa670b61ee734100.jpg
  • Peran Perawat dalam Pemberian Obat View slide
  • Intervensi yang paling penting adalah menjaga keselamatan dan keamanan pasien. Oleh karena itu sebagai perawat perlu memiliki pengetahuan tentang obat yang mendalam. http://www.rehabinfo.net/wp-content/uploads/2011/01/Drug-Detox- View slide
  • Pengertian Obat
  • Obat adalah suatu zat kimia yang mengubah fungsi tubuh bila obat dimasukkkan ke dalam tubuh organisme hidup. Pengobatan adalah merupakan tindakan yang dilakukan terhadap pasien dalam rangka mengatasi gangguan kesehatan. http://www.chem-is-try.org/wp-content/uploads/2009/06/efek-samping-obat.jpg
  • Pemberian Nama, Bentuk dan Jenis Obat
  • Pemberian nama obat membedakan komposisi dan pabrik obat. Nama kimia memberikan uraian mengenai komposisi obat, contoh acetyl salicyl. Nama generik diberikan oleh pabrik yang pertama mengembangkan obat tersebut dan dapat mempunyai beberapa nama dagang yang berbeda. Sedangkan nama dagang diberikan oleh pabrik yang memperdagangkannya. http://2.bp.blogspot.com/-Okzv9NRlnuU/TkJmKlbWsQI/AAAAAAAAAHw/Ny7-STrWyAs/s400/obat1.jpg
  • Bentuk obat diantaranya Kapsul: bentuk padat yang bagian luarnya memakau gelaitin, digunakan obat oral. Elixir: bentuk cair bening (air, alkohol dan obat sedatif) digunakan obat oral. Lotion: merupakan cairan suspensi yang digunkan untuk tubuh bagian luar (kulit). Pasta: merupakan bentuk semisolid dan penyerapannya lebih lambat. Pil: merupakan bentuk padat berbentuk bullat atau lonjong, digunakan per oral. Solution: merupakan zat cair yang terdiri air dan satu atau lebih obat, gunakan peroral, parenteral, eksternal atau tindakan irigasi. Sirup: jenis suspensi yang terdiri dari gula, digunakan peroral. Suppositoria: berbentuk padat diberikan dengan cara insersi. Tablet: merupakan obat puder yang berbentuk kompres pada dan digunakan peroral. Tincture: merupakan bentuk cair dan terdiri dari alkohol dan air atau alkohol dan zat aktifnya. http://web.tradekorea.com/upload_file2/product/806/P00326806/cbe9caa6_734e4d18_d69f_452c_8d87_a5905ba7a8cb.jpg
  • Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Obat
  • Usia; Usia muda (bayi, anak) & usia lanjut memerlukan dosis yang rendah. Berat badan; semakin besar BB nya semakin besar dosisnya. Jenis kelamin; perbedaan didasarkan pada distribusi lemak, cairan dan hormon tubuh pada laki dan perempuan. Genetik; berbagai individu dapat berbeda dalam merespon obat karena perbedaan genetik. Faktor psikologis; kepercayaan individu terhadap suatu obat dapat mempengaruhi tercapai kesembuhan. Faktor pathologis; Penyakit dan tingkatannya berpengaruh pada penentuan dosis. Pada individu memiliki penyakit kronik dan berat memungkinkan dosis lebih besar. Lingkungan; lingkungan yang gaduh dapat menurunkan efek dari obat sedatif sehingga dosis perlu dinaikkan. Waktu Pemberian; obat oral lebih cepat responnya bila mana lambung dalam kondisi kosong, sehingga diminum 2 jam sebelum makan akan lebih cepat absorbsinya. http://www.klikdokter.com/userfiles/Obat_Rasional.jpg
  • Farmakoninetik Obat
  • Farmakokinetik mempelajari tentang absorbsi, distribusi, biotransformasi dan ekskresi obat. Absorbsi adalah proses obat masuk ke dalam pembuluh darah kecuali obat yang diberikan melalui pembuluh darah. Distribusi adalah tahapan obat ditransportasikan dari tempat absorbsi ke tempat aksi obat tersebut didalam tubuh. Dipengaruhi oleh kecepatan perfusi dan permiabilitas kapiler terhadap obat. Biotransformasi adalah obat yang dirubah menjadi bentuk kurang aktif, kebanyakan terjadi dihepar. Ekskresi adalah proses pengeluaran obat setelah dirubah menjadi tidak aktif. Tempat ekskresi obat yaitu ginjal, paru, kelenjar keringat, saluran cerna, kelenjar mamary. http://riezakirah.files.wordpress.com/2010/09/kesimpulan-laporan-penelitian-apa-manfaat-psikotropika-bagi-pasien-yang-menderita-masalah-emosional.jpg
  • Reaksi Obat
  • Reaksi obat dapat dihitung dalam satuan waktu paruh yakni suatu interval waktu yang diperlukan dalam tubuh untuk proses eliminasi sehingga terjadi pengurangan konsentrasi setengah dari kadar puncak obat dalam tubuh. Adapun faktor yang mempengaruhi reaksi obat yaitu: Absorbs obat, Distribusi obat, Metabolisme obat dan Eksresi sisa http://www.touchscreen-digiborden.nl/wp-content/uploads/2012/03/stopwatch.jpg
  • 2 Efek Obat Efek Terapeutik adalah obat memiliki kesesuaian terhadap efek yang diharapkan sesuai kandungan obatnya seperti paliatif (berefek untuk mengurangi gejala), kuratif (memiliki efek pengobatan) dan lain-lain. Sedangkan Efek Samping adalah dampak yang tidak diharapkan, tidak bisa diramal, dan bahkan kemungkinan dapat membahayakan seperti adanya alergi sampai terjadinya syock anafilaktik, toksisitas (keracunan), penyakit iatrogenic, kegagalan dalam pengobatan, dan lain-lain. http://www.hanehassan.com/wp-content/uploads/2013/03/Bio-Velocity-Better-Sleep.jpg
  • Persiapan Pemberian Obat
  • Tepat Obat, Sebelum mempersipakan obat ketempatnya perawat harus memperhatikan kebenaran obat sebanyak 3 kali yaitu ketika memindahkan obat dari tempat penyimpanan obat, saat obat diprogramkan, dan saat mengembalikan ketempat penyimpanan. Tepat Dosis, Untuk menghindari kesalahan pemberian obat, maka penentuan dosis harus diperhatikan dengan menggunakan alat standar seperti obat cair harus dilengkapi alat tetes, gelas ukur, spuit atau sendok khusus, alat untuk membelah tablet dan lain-lain sehingga perhitungan obat benar untuk diberikan kepada pasien. Tepat Pasien, Obat yang akan diberikan hendaknya benar pada pasien yang diprogramkan dengan cara mengidentifikasi kebenaran obat dengan mencocokkan nama, nomor register, alamat dan program pengobatan pada pasien. http://www.deherba.com/media/k2/items/cache/2722f6bcd13027c06fe9d3b0e6f955cf_XL.jpg
  • Tepat Cara Pemberian Obat, Perawat harus hati-hati dalam memperhatikan cara pemberian obat misalkan kapsul dan tablet diberikan secara oral, obat supositoria diberikan melalui anal, obat yang harus diinjeksikan harus disesuaikan dengan aturan yang berlaku misalkan melalui intra vena, intra muskuler dan lainnya. Tepat Waktu, Pemberian obat harus benar-benar sesuai dengan waktu yang dprogramkan, karena berhubungan dengan kerja obat yang dapat menimbulkan efek terapi dari obat. Misalkan obat yang harus diberikan sebelum dan setelah makan memiliki efek yang berbeda. Tepat Pendokumentasian, Dokumentasi sangat penting untuk kepentingan tanggung jawab Perawat secara legal. Hal-hal yang perlu didokumentasikan adalah respon pasien, keberhasilan pemberian obat, dosis yang diberikan dan rute/ cara pemberian obat. http://www.deherba.com/media/k2/items/cache/2722f6bcd13027c06fe9d3b0e6f955cf_XL.jpg
  • Perhitungan Dosis Obat Penghitungan dosis obat harus disesuaikan dengan resep dokter dan harus selalu berkoordinasi dengan bagian farmasi http://loexie.files.wordpress.com/2012/11/mitosobat.png
  • Teknik Pemberian Obat
  • Pemberian Obat per Oral, Merupakan cara pemberian obat melalui mulut dengan tujuan mencegah, mengobati, mengurangi rasa sakit sesuai dengan efek terapi dari jenis obat Pemberian Obat Melalui Mata, Pemberian obat melalui mata adalah memberi obat kedalam mata berupa cairan dan salep Pemberian Obat Melalui Telinga Pemberian obat yang dilakukan pada telinga dengan cara memberikan tetes telinga. Obat tetes telinga ini pada umumnya diberikan pada gangguan infeksi telinga, khususnya pada telinga tengah (otitis eksterna) Pemberian Obat Topikal, Obat tropikal adalah obat yang diberikan kepada pasien melalui kulit Pemberian Obat Supositoria, Pemberian obat suppositoria adalah cara memberikan obat dengan memasukkan obat melalui anus atau rektum dalam bentuk suppositoria http://www.luwuraya.com/assetcuk/berita/real/JARUM_SUNTIK.jpg
  • Pemberian Obat Melalui Vagina, Merupakan cara pemberian obat dengan memesukkan obat melalui vagina, yang bertujuan untuk mendapatkan terapi obat dan mengobati saluran vagina atau serviks. Pemberian Obat via Jaringan Intrakutan, Pemberian obat melalui jaringan intrakutan atau intradermal ini dilakukan dibawah dermis atau epidermis, secara umum dilakukan pada daerah lengan tangan bagian ventral Pemberian Obat via Jaringan Subkutan, Merupakan cara memberikan obat melalui suntikan dibawah kulit yang dapat dilakukan pada daerah lengan atas sebelah luar atau 1/3 bagian dari bahu, paha sebelah luar, daerah dada, dan daerah sekitar umbilicus (abdomen). Pemberian Obat Intravena Langsung, Cara Pemberian obat melalui vena secara langsung, diantaranya vena mediana cubiti/cephalika (lengan), vena saphenosus (tungkai), vena jugularis (leher), vena frontalis/temporalis (kepala), yang bertujuan agar reaksi cepat dan langsung masuk pada pembuluh darah http://www.luwuraya.com/assetcuk/berita/real/JARUM_SUNTIK.jpg
  • Pemberian Obat Intravena Melalui Selang Pemberian Obat Intravena Tidak Langsung (via Wadah), Merupakan cara memberikan obat dengan menambahkan atau memasukkan obat kedalam wadah cairan intravena yang bertujuan untuk meminimalkan efek samping dan mempertahankan kadar terapetik dalam darah Pemberian Obat per Intramuskuler, Merupakan cara memasukkan obat ke dalam jaringan otot. Lokasi penyuntikan dapat pada daerah paha (vastus lateralis), ventrogluteal (dengan posisi berbaring), dorsogluteal (posisi tengkurap), atau lengan atas (deltoid). Tujuannya agar absorbs obat lebih cepat http://www.luwuraya.com/assetcuk/berita/real/JARUM_SUNTIK.jpg