Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Konsep dasar ibu intranatal dan asuhan keperawatan pada ibu intranatal

2,610 views

Published on

Konsep dasar ibu intranatal dan asuhan keperawatan pada ibu intranatal

Published in: Education
  • Be the first to comment

Konsep dasar ibu intranatal dan asuhan keperawatan pada ibu intranatal

  1. 1. Konsep dasar ibu intranatal dan asuhan keperawatan pada ibu intranatal Semester 05 Kegiatan Belajar I Keperawatan Maternitas I Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Jakarta 2013 Prodi Keperawatan Sofia Februanti http://blessingkids.files.wordpress.com/2012/02/20120202181038027.jpg
  2. 2. Faktor yang mempengaruhi Persalinan
  3. 3. Passageway (Jalan Lahir) Bagian ini meliputi tulang panggul dan jaringan lunak leher rahim/ serviks, panggul, vagina, dan introitus (liang vagina)
  4. 4. Passenger (Janin, Plasenta, ketuban) Passenger yang dimaksud disini adalah penumpang/ janin. Passenger/ janin dan hubungannya dengan jalan lahir, merupakan faktor utama dalam proses melahirkan. Hubungan antara janin dan jalan lahir termasuk tengkorak janin, sikap janin, sumbu janin, presentasi janin, posisi janin dan ukuran janin.
  5. 5. Power (Kontraksi/HIS Ibu) Otot rahim atau myometrium berkontraksi dan memendek (relaksasi) selama kala I persalinan.
  6. 6. Psychlogic ibu Jika cemas ibu berlebihan maka dilatasi/ pelebaran serviks akan terhambat sehingga persalinan menjadi lama serta meningkatkan persepsi nyeri. Jika ibu mengalami kecemasan maka akan meningkatkan hormone yang berhubungan dengan stress seperti beta-endorphin, hormone adrenocorticotropic, kortisol dan epineprin. http://1.bp.blogspot.com/-hxONIsy1GNY/TuX3_VSMBmI/AAAAAAAAAhs/cOpl3zSd7iE/s1600/Mengenali+rasa+cemas+yang+sedang+dialami.jpg
  7. 7. Konsep Dasar Persalinan KALA I
  8. 8. Pengertian KALA I  Kala I dimulai dengan dimulai sejak terjadinya kontraksi uterus yang teratur & meningkat (frekuensi & kekuatannya) hingga servix membuka lengkap (10 cm).  Kala I adalah tahap terpanjang, biasanya berlangsung 12 jam untuk primigravida dan 8 jam untuk multigravida.  Selaput membrane amnion atau selaput janin biasanya pecah selama tahap ini http://medicalera.com/images/2420/persalinan.jpg
  9. 9. Pengertian KALA I  Peningkatan curah jantung ibu  Denyut nadi ibu bisa meningkat  Penurunan motilitas/ gerakan gastrointestinal, yang menyebabkan peningkatan waktu pengosongan lambung (Mattson & Smith, 2004)  Ibu mengalami rasa sakit yang terkait dengan kontraksi uterus saat serviks membuka dan menipis. http://medicalera.com/images/2420/persalinan.jpg
  10. 10. Fase Laten KALA I  Dimulai sejak awal berkontraksi sampai penipisan & pembukaan servix secara bertahap  Berlangsung hingga servix membuka < 4 cm  Umumnya berlangsung hampir/ hingga 8 jam http://cdn.klimg.com/vemale.com/headline/650x325/2013/07/kontraksi-buatan-bisa-tingkatkan-komplikasi-kelahiran.jpg
  11. 11. Fase Aktif KALA I  Frekuensi & lama kontraksi uterus meningkat secara bertahap (kontraksi 3 X dalam 10 menit, selama 40 detik/ lebih)  Dari pembukaan 4 cm – 7 cm terjadi kecepatan rata- rata 1 cm/ jam (nulipara/ primigravida) atau > 1 cm – 2 cm (multipara)  Terjadi penurunan bagian terbawah janin http://1.bp.blogspot.com/-hzWpf3u6l20/UVuPqZqAffI/AAAAAAAAAMo/Lr_l1Ml1ouU/s1600/Pasca+Melahirkan.jpg
  12. 12. Fase Transisi KALA I Dilatasi servix 8 – 10 cm, terjadi kecepatan rata- rata 1 cm/ jam (nulipara/ primigravida) atau > 1 cm – 2 cm (multipara) http://family.fimela.com/sites/default/files/u218/kontraksi-palsu-2_0.jpg
  13. 13. Asuhan Keperawatan Persalinan KALA I
  14. 14. Pengkajian KALA I  Tanda vital ibu  DJJ dan kontraksi uterus  Perubahan serviks  Posisi Janin dan penurunan kepala di panggul  Respon ibu untuk bersalin dan menghadapi nyeri http://1.bp.blogspot.com/-VIEAllaFXaI/Up6m4CQ-jZI/AAAAAAAAAjM/eWKNdChO_ig/s1600/Memicu-Kontraksi-Alami-Kehamilan-
  15. 15. Diagnose Keperawatan KALA I  Nyeri berhubungan dengan proses persa  Takut berhubungan dengan persalinan, ancaman bahaya untuk diri sendiri atau ja  Kekurangan pengetahuan tentang proses persalinan  Resiko perfusi ibu/ janin tidak efektif berhubungan dengan perfusi dalam persalinan  Risiko infeksi yang berhubungan dengan periksa dalam (PD) vagina setelah pecah ketuban https://lh3.googleusercontent.com/-ZCpc3obKUPg/UJB78XC6CNI/AAAAAAAAApI/3ibINekiv3A/s500/KIARA+Kamar+111.jpg
  16. 16. Tindakan Keperawatan KALA I  Penuhi kebutuhan ibu dengan lingkungan yang tenang dan dukung psikologis (untuk mengurangi kecemasan atau depresi)  Anjurkan untuk ambulasi & mengosongkan kandung kemih  Anjurkan adanya pendamping persalinan  Lakukan pemeriksaan darah & urin jika diperlukan http://family.fimela.com/sites/default/files/u218/kontraksi-palsu-2_0.jpg
  17. 17. Konsep Dasar Persalinan KALA II
  18. 18. Pengertian KALA II Persalinan kala II dimulai ketika pembukaan servix sudah lengkap (10 cm) dan berakhir dengan lahirnya bayi http://4.bp.blogspot.com/-zNjiB3-gpWk/TgqNn7umwjI/AAAAAAAAAX8/LLBMq8eIbLI/s1600/apn.jpg
  19. 19. Intervensi Medis KALA II  Persiapkan untuk persalinan  Persiapkan episiotomy jika diperlukan  Bantu ibu untuk melahirkan bayinya  Tanda pasti kala II (melalui Vaginal Touche/ pemeriksaan dalam):  Pembukaan servix telah lengkap  Terlihat bagian kepala bayi melalui introitus vagina http://4.bp.blogspot.com/-zNjiB3-gpWk/TgqNn7umwjI/AAAAAAAAAX8/LLBMq8eIbLI/s1600/apn.jpg
  20. 20. Adaptasi Fisiologis KALA II  Tekanan intratorakal meningkat selama kala II akibat dorongan janin  Tahanan perifer meningkat selama kontraksi, Tekanan Darah meningkat & nadi menurun  Cardiac Output meningkat selama persalinan  Diaforesis & hiperventilasi selama persalinan meningkatkan kehilangan cairan http://www.anneahira.com/images/anemia-pada-ibu-hamil.jpg
  21. 21. Adaptasi Psikologis KALA II  Perubahan perilaku klien karena kontraksi & terdorongnya janin  Klien mungkin merasa tenaganya habis http://cicikida.files.wordpress.com/2013/06/amalan-wanita-semasa-mengandung-menurut-islam.jpg?w=390
  22. 22. Asuhan Keperawatan Persalinan KALA II
  23. 23. Intervensi Keperawatan KALA II  Ajarkan klien teknik mengedan  Observasi perdarahan perineum  Siapkan tempat & alat u/ bersalin  Bantu klien u/ memilih posisi bersalin  Siapkan persalinan termasuk peralatan emergency  Bersihkan perineum http://family.fimela.com/sites/default/files/u218/kontraksi-palsu-2_0.jpg
  24. 24. Konsep Dasar Persalinan KALA III
  25. 25. Pengertian KALA III Persalinan kala III dimulai setelah lahirnya bayi & berakhir dengan lahirnya plasenta & selaput ketuban. Pemisahan plasenta biasanya terjadi dalam beberapa menit setelah melahirkan http://2.bp.blogspot.com/-JyyPQQOOwmk/T036o5ekG5I/AAAAAAAAAsw/Aent3m4yFbg/s1600/407348_172640496183804_137241016390419_262730_103740728_n.jpg
  26. 26. Tanda Lepasnya Plasenta KALA III  Perubahan bentuk & Tinggi fundus uterus  Tali pusat memanjang  Semburan darah mendadak & singkat http://dxline.info/img/new_ail/blood.png
  27. 27. Adaptasi Psikologis KALA III  Klien mungkin fokus terhadap kondisi bayi  Klien mungkin merasa tidak nyaman karena kontraksi uterus sebelum pengeluaran plasenta http://us.images.detik.com/content/2014/04/16/1299/184749_melahirkan3.jpg
  28. 28. Asuhan Keperawatan Persalinan KALA III
  29. 29. Manajemen Aktif KALA III  Pemberian suntikan oksitosin 10 unit yang diberikan IntraMuskuler dalam 1 menit setelah bayi lahir  Melakukan penegangan tali pusat terkendali  Masase fundus uteri http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2014/03/26/342094/670x335/suntikan-botox-bisa-sembuhkan-asma.jpg
  30. 30. Intervensi Medis KALA III  Pada persalinan, neonatus ditempatkan pada dada dan perut ibu, dengan kontak kulit bayi ke kulit ibu  Tunggu kelahiran plasenta  Periksa plasenta setelah melahirkan http://kangrivan.com/wp-content/uploads/2013/12/orang-melahirkan-normal.jpg
  31. 31. Intervensi Keperawatan KALA III  Menilai tanda-tanda vital ibu setiap 15 menit  Bantu kelahiran plasenta  Berikan oksitosin untuk meminimalkan perdarahan terus  Kenalkan bayi pada klien & lakukan inisiasi menyusu dini (IMD) jika bayi stabil http://perempuan.bacaberita.com/image/ekspresi-bayi-baru-lahir.jpg
  32. 32. Konsep Dasar Persalinan KALA IV
  33. 33. Pengertian & Adaptasi Psikologis http://family.fimela.com/sites/default/files/u218/kontraksi-palsu-2_0.jpg KALA IV Persalinan kala IV dimulai setelah lahirnya plasenta & berakhir 2 jam setelahnya “ “  Klien berfokus pada bayi  Klien mulai memiliki peran sebagai ibu  Aktivitas primer yaitu mempromosikan bonding ibu & bayi Adaptasi Psikologis
  34. 34. Asuhan Keperawatan Persalinan KALA IV
  35. 35. Intervensi Medis KALA IV  Perbaikan episiotomi atau laserasi  Periksa plasenta  Menilai fundus dengan menilai kerasnya fundus  Berikan oksitosin, Methergine (obat anti perdarahan) http://1.bp.blogspot.com/-ySkZbo4tezo/UiX3V0feFEI/AAAAAAAAAIg/IN1r1pIPKjk/s640/oksitosin.JPG
  36. 36. Intervensi Keperawatan KALA IV  Kaji lokhea (warna, jumlah, bau) fundus (posisi & konsistensi)  Inspeksi perineum & luka episiotomi jika ada  Kaji adanya distensi kandung kemih & anjurkan ibu untuk berkemih secara teratur  Monitor Tanda Tanda Vital  Kaji neonatus termasuk Appearance, Pulse, Grimace, Activity, Respiration (APGAR) skor & pastikan neonatus beradaptasi dengan lingkungan extrauterin  Fasilitasi bonding/ ikatan batin ibu & bayi http://www.lilaussieprems.com.au/wp-content/uploads/2010/04/ch1.jpg

×