Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Konsep dan Asuhan Keperawatan Pada Bayi Baru Lahir

5,853 views

Published on

Konsep dan Asuhan Keperawatan Pada
Bayi Baru Lahir

Published in: Education
  • Be the first to comment

Konsep dan Asuhan Keperawatan Pada Bayi Baru Lahir

  1. 1. Konsep dan Asuhan Keperawatan Pada Bayi Baru Lahir Semester 05 Kegiatan Belajar II Keperawatan Maternitas I Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan Jakarta 2013 Prodi Keperawatan Sofia Februanti http://i.dailymail.co.uk/i/pix/2013/07/18/article-0-0234B6B400000578-627_634x688.jpg
  2. 2. Konsep Dasar Bayu Baru Lahir
  3. 3. Pengertian Periode neonatal/ neonates/ BBL adalah periode sejak bayi lahir sampai 28 hari pertama kehidupan. Selama beberapa minggu, neonatus mengalami masa transisi dari kehidupan intrauterin ke extrauterine dan menyesuaikan dengan lingkungan yang baru http://readystepgrow.com.au/communities/0/004/010/805/030/images/4580694351.jpg
  4. 4. Adaptasi Fisiologis Sebelum lahir, O2 janin disuplai oleh plasenta, sehingga agar neonates dapat bertahan, maka maturasi organ paru sangat penting karena proses ini melibatkan faktor fisik, sensorik, dan kimiawi (perubahan tekanan dari kehidupan di dalam uterus & kehidupan di luar uterus mungkin menghasilkan stimulasi fisik untuk mempercepat pernafasan. http://cf.ltkcdn.net/pregnancy/images/std/141264-425x282-Newborn_In_Incubator.jpg Sistem Pernapasan
  5. 5. Adaptasi Fisiologis Saat dilakukan klem pada tali pusat terjadi peningkatan volume darah yang cepat sehingga menekan vaskularisasi jantung & paru. BBL dapat menjadi hiperbilirubinemia selama minggu- minggu pertama kehidupannya sebagai hasil dari pemecahan hemoglobin tambahan http://cf.ltkcdn.net/pregnancy/images/std/141264-425x282-Newborn_In_Incubator.jpg Sistem Kardiovaskuler
  6. 6. Adaptasi Fisiologis Sirkulasi perifer pada BBL agak lambat sehingga terjadi sianosis residual pada area tangan, kaki, & sirkumoral BBL. Frekuensi nadi cenderung tidak stabil, & mengikuti pola yang serupa dengan pernapasan. Frekuensi nadi normal 120 – 160 x/ menit http://cf.ltkcdn.net/pregnancy/images/std/141264-425x282-Newborn_In_Incubator.jpg Sistem Kardiovaskuler
  7. 7. Adaptasi Fisiologis Karakteristik BBL yang dapat menyebabkan hilangnya panas antara lain kulit tipis, pembuluh darah yang dekat dengan permukaan, sedikit lemak subkutan Untuk menjaga panas, bayi cukup bulan yang sehat akan mempertahankan posisi fleksi. http://www.suara-islam.com/images/berita/bayi-.jpg Sistem Termoregulasi
  8. 8. Adaptasi Fisiologis Anda harus mengkaji reflek-reflek fisiologis BBL karena hal ini penting sekali untuk mengetahui reflek protektif seperti blink, gag, bersin, batuk. Sedangkan reflek primitif: rooting/sucking, moro, startle, tonic neck, stepping, and palmar/plantar grasp (anda dapat melihat cara pengkajian reflek- reflek fisiologis BBL). http://tnc-neuro.com/wp-content/themes/tnc-dec10/images/baby-eeg.jpg Sistem Neurologis
  9. 9. Adaptasi Fisiologis Volume darah rata- rata pada BBL 80-85ml/Kg. Eritrosit/ sel darah merah (SDM) lebih banyak dan lebih banyak mengandung hemoglobin dan hematokrit dibandingkan dengan dewasa. Sedangkan leukosit/ sel darah putih (SDP) 9000- 30.000/mm3. http://dxline.info/img/new_ail/blood.png Sistem Hematologi
  10. 10. Adaptasi Fisiologis BBL harus mulai makan, mencerna, & mengabsorpsi makanan setelah lahir. Kapasitas lambung 6 ml/Kg saat lahir tapi bertambah sekitar 90 ml pada hari pertama kehidupan http://www.lucinafoundation.org/assets/diaphragmatic-hernia-flat.jpg Sistem Gastrointestinal
  11. 11. Adaptasi Fisiologis BBL mendapat imunitas pasif dari ibu selama kehamilan trimester 3, kemudian dilanjutkan dengan pemberian ASI. IgG menembus plasenta saat fetus (imunitas pasif temporer terhadap toksin bakteri & virus). IgM diproduksi BBL untuk mencegah penyerangan bakteri gram negativehttp://http://www.similac.ca/sites/default/files/baby-month4-1.jpg Sistem Imunitas
  12. 12. Adaptasi Fisiologis Kemampuan bayi dalam mengkonsentrasikan urin kurang. Intake/ asupan 2 hari pertama: 65ml/ Kg. Output 2-6 X/ hari. Distribusi cairan pada BBL: Total Cairan Tubuh 78 %, Cairan Extraseluler 45 %, Cairan IntraSeluler 33 % sedangkan dewasa Total Cairan Tubuh 55-60%, Cairan Extraseluler 20 %, Cairan IntraSeluler 40 %. http://www.impactednurse.com/pics5/babypeeH.jpg Sistem Urinari
  13. 13. Adaptasi Fisiologis Sistem ini merupakan sistem yang kodisinya lebih baik dari pada sistem yang lainnya. Jika terjadi gangguan, biasanya berkaitan dengan kondisi hormonal ibunya. http://2.bp.blogspot.com/-cxKNhzFv-i0/Tx0kzuegu5I/AAAAAAAANMU/yCeszorhGO0/s400/empedu.jpg Sistem Endokrin
  14. 14. Asuhan Keperawatan Bayu Baru Lahir
  15. 15. Pengkajian 1. Buka pembungkus BBL dan amati postur ketika BBL tenang 2. Mengukur lingkar kepala dengan menempatkan pita ukur (metline) sekitar kepala tepat di atas telinga dan alis. Pengukuran biasanya dicatat dalam sentimeter 3. Mengukur dengan menempatkan pita sekitar dada atas garis puting susu (30,5-33 cm (12-13 inci) atau 2-3 cm kurang dari kepala lingkar) http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/13/1107535620X310.jpg Pemeriksaan Fisik
  16. 16. Pengkajian 4. Ukur panjang badan dengan mengukurkan pita di permukaan yang datar. 5. Bersihkan timbangan sebelum digunakan. Mengatur skala nol. Tempatkan BBL tanpa pakaian di timbangan. Catat berat badan BBL. Jangan biarkan BBL tanpa pengawasan saat penimbangan. 6. Tempatkan termometer di daerah ketiak. Suhu aksila lebih disukai karena risiko minimal terjadinya trauma jaringan, perforasi, dan kontaminasi silang terkait dengan rektum metode suhu. http://sehatnegeriku.com/wp-content/uploads/2011/11/Juara-2-MENGUKUR-BALITA-Arif-wibowo-DIY1.jpg Pemeriksaan Fisik
  17. 17. Pengkajian 7. Menilai tingkat pernapasan oleh mengamati naik turunnya dari dada dan perut selama satu menit penuh. 8. Menilai denyut nadi apical, auskultasi dengan menggunakan stetoskop (selama satu menit penuh). Menilai frekuensi dan irama. 9. Periksa kulit untuk warna, Keutuhan, memar, tanda lahir, kekeringan, ruam, kehangatan, tekstur, dan turgor. Periksa kuku http://0.tqn.com/d/pediatrics/1/0/3/P/baby_thermometer.jpg Pemeriksaan Fisik
  18. 18. Pengkajian 10. Perhatikan bentuk kepala. Periksa dan raba fontanel dan sutura. Periksa dan raba kepala untuk mengetahui adanya caput succedaneum dan / atau cephalohematoma 11. Angkat dagu untuk mengkaji area leher 12. Menilai posisi mata. Buka kelopak mata dan kaji warna sclera dan ukuran pupil. Menilai refleks mengedip, refleks cahaya merah, dan reaksi pupil terhadap cahaya http://1.bp.blogspot.com/-46cZeETlTxM/Tvpyyzl7XCI/AAAAAAAAAMc/NRp-b5TJT58/s1600/DSC00308.JPG Pemeriksaan Fisik
  19. 19. Pengkajian 13. Periksa telinga untuk posisi, bentuk, dan drainase. Tes pendengaran dilakukan sebelum pulang 14. Amati bentuk hidung. Periksa pembukaan nares. Menilai patensi dari nares dengan memasukkan kateter kecil lembut (Ini mungkin tidak dilakukan pada semua bayi. Memeriksa dan prosedur manual merupakan kebijakan rumah sakit.) 15. Periksa bibir, gusi, lidah, langit-langit, dan membran mukosa. Buka mulut dengan menekan lembut di bagian bawah bibir. kaji untuk refleks rooting, mengisap, menelan, dan refleks muntah http://2.bp.blogspot.com/-J7DMSj0QU-8/T1Mb477gRaI/AAAAAAAAAdY/KxpGdwX9Ekc/s1600/P1040554.JPG Pemeriksaan Fisik
  20. 20. Pengkajian 16. Periksa bentuk, kesimetrisan, dan area dada. Periksa payudara untuk ukuran dan pengeluaran. Auskultasi bunyi nafas. 17. Auskultasi bunyi jantung; selama satu menit penuh. Palpasi denyut nadi perifer 18. Periksa ukuran dan bentuk perut. Meraba perut, menilai tonus otot, hernia, dan diastasis recti. Auskultasi untuk bising usus. Periksa tali pusar. http://www.mission2care.ca/wordpress/wp-content/uploads/2013/05/baby-stethoscope-960x390.jpg Pemeriksaan Fisik
  21. 21. Pengkajian 19. Inspeksi anus 20. Tempatkan jempol di kedua sisi dari labia dan pisahkan secara lembut jaringan untuk memeriksa alat kelamin secara visual. Menilai keadaan dan posisi klitoris, vagina, dan meatus kemih. 21. Periksa penis, mencatat posisi meatus uretra. Memeriksa dan meraba skrotum untuk menilai testis. http://www.circinfo.net/images/baby_circumcision.jpg Pemeriksaan Fisik
  22. 22. Pengkajian 22. Periksa ekstremitas, tulang belakang, dan lipatan glutealis. Palpasi klavikula. Lakukan manuver Barlow- Ortolani. 23. Kaji postur, kaji tonus otot, kaji reflex BBL http://www.alecrivers.com/fastlsm/images/baby.gif Pemeriksaan Fisik
  23. 23. REFLEKS CARA MENGKAJI Tonic Neck Muncul antara lahir dan 6 minggu; menghilang dengan 4 sampai 6 bulan Ketika posisi BBL terlentang, kepala menoleh ke samping sehingga dagu berada di atas bahu Rooting muncul saat lahir; menghilang antara 3 dan 6 bulan Sentuh ujung bibir BBL dengan jari, maka mulut BBL akan menoleh ke arah jari pemeriksa Mengisap/ sucking muncul saat lahir; menghilang pada 10-12 bulan Masukkan putting ibu atau jari atau dot, maka BBL akan mengisap benda yang dimasukkan tersebut
  24. 24. REFLEKS CARA MENGKAJI Palmar grasp (tangan menggenggam) Muncul sejak lahir, menghilang pada usia 3 – 4 bulan Letakkan jari pemeriksa di telapak tangan BBL, maka BBL akan menggenggam jari pemeriksa Plantar grasp (kaki menggenggam) Muncul sejak lahir, menghilang pada usia 3 – 4 bulan Letakkan jari pemeriksa di telapak kaki BBL, maka BBL akan menggenggam jari pemeriksa Babinski Muncul sejak lahir, menghilang pada usia 1 tahun Sentuh/ tekan permukaan lateral telapak kaki, maka jari BBL akan hiperekstensi dan meregang
  25. 25. REFLEKS CARA MENGKAJI Stepping/ melangkah Muncul sejak lahir, menghilang pada usia 3 – 4 minggu Pegang BBL dengan posisi berdiri dengan kaki BBL menyentuh permukaan alas yang datar. Maka BBL akan melangkah
  26. 26. Pengkajian  Risiko tinggi perubahan suhu tubuh berhubungan dengan penurunan jumlah lemak subkutan dan / atau permukaan tubuh besar  Risiko infeksi berhubungan dengan trauma jaringan dan / atau teknik mencuci tangan yang kurang oleh petugas kesehatan dan orangtua  Risiko gangguan pertukaran gas berhubungan dengan transisi dari janin ke sirkulasi neonatal, dingin stres, dan / atau produksi lendir yang berlebihan http://3.bp.blogspot.com/-wbxjZuTbs4A/UZatG0vhWdI/AAAAAAAAAdQ/pZsD6-D_hoo/s320/Tips+Merawat+Bayi+Baru+Lahir.jpg Diagnose Keperawatan
  27. 27. Pengkajian  Risiko defisit volume cairan berhubungan dengan asupan oral terbatas  Risiko defisit pengetahuan berhubungan dengan pertama kali menjadi orangtua dan / atau sumber daya belajar yang terbatas http://ptfi.co.id/media/images/banner/photo-gallery/kuala-033.jpg Diagnose Keperawatan
  28. 28. Perencanaan (Intervensi Keperawatan)  Menjaga suhu bayi dengan menutup pintu.  Jaga BBL agar tetap kering.  Tutup BBL agar tetap hangat dengan selimut kering.  Tempatkan topi/ penutup kepala BBL  Tempatkan BBL dengan kontak kulit-ke-kulit pada orang tua dan selimut hangat menutupi ibu dan BBL.  Monitor suhu sesuai protokol tiap RS.  Beritahu dokter atau perawat praktisi jika suhu neonatus masih rendah atau sudah naik http://statik.tempo.co/data/2013/06/12/id_192540/192540_620.jpg Diagnose Keperawatan I
  29. 29. Perencanaan (Intervensi Keperawatan)  Pantau kulit apakah terjadi kerusakan jaringan.  Monitor suhu sesuai protokol RS.  Jaga kulit bersih dan kering.  Instruksikan orang tua dan pengunjung yang tepat  Cuci tangan sebelum menyentuh neonatus.  Instruksikan orang tua untuk mencuci tangan setelah mengganti popok.  Beritahu dokter atau perawat praktisi jika neonatus yang letargi/ lemah, suhu meningkat atau lesi pada kulit http://2.bp.blogspot.com/-cxKNhzFv-i0/Tx0kzuegu5I/AAAAAAAANMU/yCeszorhGO0/s400/empedu.jpg Diagnose Keperawatan II
  30. 30. Perencanaan (Intervensi Keperawatan)  Monitor pernafasan dan fungsi jantung sesuai protokol RS.  Auskultasi suara napas.  Kaji adanya dan lokasi sianosis.  Hisap mulut dan hidung.  Berikan oksigen sesuai protocol / order.  Laporkan tanda-tanda distress pernapasan kepada dokter atau perawat praktisi https://koestoer.files.wordpress.com/2013/11/110813_0714_ruangnicuda2.jpg?w=523 Diagnose Keperawatan III
  31. 31. Perencanaan (Intervensi Keperawatan)  Monitor intake dan output.  Monitor tanda-tanda dehidrasi, yaitu, fontanel cekung, turgor kulit buruk, membrane mukosa kering.  Berikan pemberian makan/ cairan secara oral. http://www.bayi.web.id/wp-content/uploads/2012/06/Memberi-obat-telan-pada-bayi1.jpg Diagnose Keperawatan IV
  32. 32. Perencanaan (Intervensi Keperawatan)  Kaji tingkat pengetahuan orang tua  Berikan informasi tentang karakteristik dan perilaku baru lahir  Berikan informasi tentang perawatan BBL (bayi baru lahir)  Bantu orang tua dengan mengurus bayi mereka  Puji orang tua untuk perawatan mereka dari mereka baru lahir http://ptfi.co.id/media/images/banner/photo-gallery/kuala-197.jpg Diagnose Keperawatan V
  33. 33. Evaluasi  Suhu BBL akan berada dalam batas normal, dan kulit akan menjadi merah muda dan terasa hangat saat disentuh.  BBL tidak akan menunjukkan tanda-tanda atau gejala dari suatu infeksi.  Tingkat pernapasan BBL dan denyut jantung akan berada dalam rentang normal, kulit akan menjadi merah muda dan jalan napas akan tetap bersih.  BBL akan BAK enam kali sehari.  Orang tua akan merespon kebutuhan bayi mereka http://ptfi.co.id/media/images/banner/photo-gallery/kuala-035.jpg

×