Penelitian Bahasa Arab -1

995 views
862 views

Published on

Ini materi yang saya dapat dari dosen PKI (Penulisan Karya Ilmiah) saya ketika masih kuliah. di slidenya tidak ada keterangan penulisnya. jadi saya anggap ini anonim. overall isinya cakep banget buat kamu-kamu yang kuliah jurusan bahasa.

Published in: Education
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total views
995
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
17
Actions
Shares
0
Downloads
43
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Penelitian Bahasa Arab -1

  1. 1. Pendahuluan Perkuliahan PENULISAN KARYA ILMIAH
  2. 2. 1. Pendahuluan  Dibandingkan dengan bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat, penelitian merupakan bidang yang paling tertinggal dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ketertinggalan ini dialami oleh hampir semua perguruan tinggi ditanah air. Penyebab kondisi ini diantaranya adalah rendahnya pengetahuan metodologi penelitian dan tradisi meneliti dilingkungan kampus.
  3. 3.  Selama mengikuti kegiatan pendidikan, mahasiswa dituntut terampil menghasilkan karya tulis berupa makalah, laporan buku, skripsi, tesis atau disertasi. Semua karya ilmiah tersebut berdasarkan hasil penelitian.
  4. 4.  Pada hakikatnya, karangan ilmiah merupakan penyampaian informasi faktual terhadap sesuatu masalah yang disusun secara tertulis menurut ketentuan yang berlaku di dalam suatu lembaga.
  5. 5.  Melalui pemahaman metodologi penelitian mahasiswa akan terampil membuat karya ilmiah sebagai upaya menemukan dan memecahkan masalah. Isi karya ilmiah yang berupa hasil penelitian seyogianya dapat dimanfaatkan bagi peningkatan kualitas manusia dan pengembangan ilmu pengetahuan.
  6. 6. Tujuan Penelitian Bahasa  Secara umum tujuan kegiatan penelitian adalah menjelaskan dunia di sekitar kita melalui upaya yang sistematis (Kamil, 1995).  Berdasarkan pada rumusan tersebut maka tujuan penelitian pendidikan bahasa adalah upaya yang sistematis untuk menjelaskan, memahami, memecahkan, dan mengantisipasi masalah-masalah pendidikan bahasa.
  7. 7. Secara rinci tujuan penelitian bahasa adalah :  Menemukan dan mengembangkan teori, model, atau strategi baru dalam pendidikan bahasa.  Menerapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan teori , model, strategi pendidikan bahasa dalam memecahkan masalah pendidikan bahasa.  Mendeskripsikan dan menjelaskan keadaan atau hubungan berbagai isu atau pikiran yang terkait dengan masalah bahasa.  Memecahkan masalah pendidikan bahasa.  Menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi masalah pendidikan bahasa.  Membuat keputusan atau kebijakan.
  8. 8. Tujuan Penelitian Membaca dan Menulis  Penelitian murni tentang membaca berupaya menjelaskan peristiwa-peristiwa membaca yang ada di sekitar kita dan berupaya untuk mengembangkan pengetahuan tentang membaca yang berpengaruh pada penemuan teori membaca. Selanjutnya, teori yang telah kita rumuskan diharapkan dapat menjelaskan berbagai permasalahan membaca. Misalnya, dengan teori tersebut kita dapat menjawab apakah membaca itu, siapakah yang melakukan kegiatan membaca, serta kapan, bagaimana, mengapa, di mana peristiwa membaca terjadi.
  9. 9.  ruang lingkup penelitian membaca terapan meliputi evaluasi program membaca individual atau kelompok, metode, teknik, atau strategi pembelajaran membaca, serta model-model pembelajaran membaca. Untuk menentukan variable dan metodologi dilakukan berdasarkan titik pandang permasalahan membaca serta teori membaca.
  10. 10.  Penelitian membaca di satu sisi, sebenarnya, tidak terlampau berbeda dengan penelitian menulis. Permasalahan penelitian menulis diarahkan pada peningkatan pemahaman dan kemampuan menulis serta penjelasan proses penulis. Akhir-akhir ini penelitian menulis lebih holistic cakupannya (Shaughnessy, 1977). Selanjutnya, penelitian menulis berkembang kea rah pengkajian bagian-bagian dari proses menulis (Hayes and Flower, 1980).
  11. 11. Tujuan Penelitian Berbicara dan Mendengarkan  Penelitian pendidikan berbicara dan mendengarkan pada umumnya bertujuan untuk mengatasi masalah-masalah peningkatan kemampuan berbicara dan mendengarkan.  Dapat dilakukan dengan mengkaji atau menelaah faktor- faktor, sebab-akibat kesulitan berbicara dan mendengarkan.  Pertanyaan penelitian yang muncul adalah apakah suatu model pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan berbicara?  Apakah terapi menyebabkan perubahan dalam perilaku berbicara?  Adakah pengaruh keterlambatan simakan terhadap kemampuan mewicara?
  12. 12. Sifat Penelitian Pendidikan Bahasa  Bertujuan  Sistematis  Objektif  Logis  Empiris  Reduktif  Replicable dan transmitable  Simpulan Bersyarat
  13. 13. Sikap Ilmiah  Sikap Ingin Tahu  Sikap Kritis  Sikap Terbuka  Sikap Objektif  Sikap Rela Menghargai Karya Orang Lain  Sikap Berani Mempertahankan Kebenaran  Sikap Menjangkau ke Depan
  14. 14. Hakikat Metodologi Penelitian Bahasa  Peneliti bahasa harus memiliki cara berpikir yang sitematis, efektif, dan efesien. Untuk menjadi orang yang dapat berpikir efektif dan efisien tidak diperlukan intelegensia yang luar biasa. Intelegensia itu baru merupakan potensi bawaan dalam otak. Keterampilan operasional dengan otak itulah yang disebut berpikir efektif dan efesien.  Keterampilan berpikir yang tinggi dapat dilatih tahap demi tahap melalui alur pemikiran ilmiah, yaitu melalui latihan menjawab apa yang harus dikerjakan, kapan hal itu diperlukan, dan bagaimana mengerjakannya, atau sering pula dinamakan alur pertanyaan WHAT, WHO, WHERE, WHEN, WHY dan HOW.
  15. 15.  Metode penelitian merupakan cara pemecahan masalah penelitian yang dilaksanakan secara terencana dan cermat dengan maksud mendapatkan fakta dan simpulan agar dapat memahami, menjelaskan, meramalkan, dan mengendalikan keadaan.
  16. 16. Mengapa Peneliti Harus Mengikuti Metodologi?  Walaupun ada perbedaan metode dalam setiap bidang ilmu pengetahuan, yang biasa disebut cara pelaksanaan, namun metode penelitian itu hampir sama. Suatu hal yang dipegang teguh dalam metode penelitian itu ialah “keajegan” yaitu kebulatan hati dalam pernyataan- pernyataan dengan memegang teguh titik pandangan tentang suatu topik. Keajegan mencakup pula pengertian tentang keharusan memegang teguh arti dan makna serta pemakaian suatu istilah ketaatan dalam mengikuti suatu system penelitian.
  17. 17. Tujuan Mempelajari Metodologi Penelitian  Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara jelas dan sistematis. Untuk itu peneliti perlu menguasai metodologi yang baik dan benar dan mampu menganalisis fakta serta permasalahan yang telah ada.  Meningkatkan kemapuan menggunakan fakta untuk menguatkan simpulan umum yang ditarik dari fakta atau untuk mendukung rekomendasi. Untuk itu peneliti perlu mempelajari metodologi ilmiah, menganalisis model yang ada, dan menulis komposisi dalam bentuk laporan hasil analisis tersebut.  Membedakan fakta dari pendapat, menyelaraskan istilah-istilah atau kata-kata emotif menjadi kata-kata yang referensial, serta belajar untuk menghilangkan pendapat yang tanpa dukungan bukti;  Meningkatkan pengetahuan tentang mekanisme penelitian.
  18. 18. Proses Penelitian  P K ITahap Penelitian.pdf  Pemilihan masalah baru secara umum.  Peninjauan masalah.  Penemuan masalah khusus, pertanyaan penelitian, atau hipotesis. Seorang peneliti akan dapat menentukan pendekatan kuantitatif dan kualitatif bila ia telah menemukan batasan masalah yang akan diteliti dan merumuskannya dalam pertanyaan penelitian serta hipotesis.
  19. 19. Proses Penelitian (Lanjutan)  Penentuan rancangan penelitian dan metodologi.  Pengumpulan data.  Analisis data dan penyajian hasil. Untuk penelitian dengan pendekatan kuantitatif, data dianalisis melalui seperangkat statistic dan disajikan secara ringkas melalui table statistic atau diagram. Adapun penelitian dengan pendekatan kualitatif dianalisis melalui ketentuan penganalisisan atau parameter tertentu dan disajikan melalui suatu pencandraan dalam uraian yang lengkap.  Penafsiran temuan dan pemberian simpulan atau ringkasan. Bentuk laporan yang dibuat harus terbaca agar hasil temuannya dapat dipahami oleh pembaca dan pengguna penelitian.
  20. 20. Tipologi Penelitian Pendidikan Bahasa  P K ITipologi Penelitian Pendidikan Bahasa.pdf
  21. 21. Penelitian Berdasarkan Tujuan  Penelitian dasar Suatu bentuk penelitian dikatakan penelitian dasar apabila peneliti mempunyai tujuan perluasan ilmu tanpa memikirkan pemanfaatan hasil penelitian tersebut untuk manusia maupun masyarakat.  Penelitian Terapan Penelitian terapan dilakukan dengan tujuan menerapkan, menguji, dan mengevaluasi kemampuan suatu teori yang diterapkan dalam memecahkan masalah-masalah praktis, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan manusia, baik secara individual maupun kelompok. Masalah penelitian terapan ditetapkan untuk mencari solusi yang dapat dimanfaatkan manusia.
  22. 22. Penelitian Berdasarkan Jenis Data  Jenis penelitian data dapat dibedakan berdasarkan jenis datanya, yaitu penelitian kuantitatif dan penelitian kualitatif.  Penelitian kuantitatif didasarkan pada paradigm positivisme yang bersifat logico-hypothetico-verifikatif dengan berlandaskan pada asumsi mengenai objek empiris dan bersifat linier. Penelitian kuantitatif menyajikan hasil-hasil statisticyang diwakili oleh angka- angka,  Penelitian kualitatif menyajikan data yang dinarasikan dengan kata, skema, dan gambar. Penelitian kualitatif kebanyakan datanya adalah kualitatif walaupun tidak menolak data kuantitatif.
  23. 23. Penelitian Berdasarkan Aspek Metode  Penelitian eksperimen  Penelitian eksperimen kuasi  Penelitian subjek tunggal  Penelitian deskriptif  Penelitian komparatif  Penelitian korelasional  Penelitian survey  Penelitian ex post facto  Penelitain ethnografik  Penelitian Fenomenologi  Studi kasus  Grounded theory  Studi kritis  Penelitian noninteraktif

×