Your SlideShare is downloading. ×
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Pkp  penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep   energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Pkp penggunaan pendekatan keterampilan proses untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep energi bunyi di kelas iv sdn 9 maginti

960

Published on

Published in: Data & Analytics
0 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
960
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
0
Actions
Shares
0
Downloads
27
Comments
0
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. 1 KARYA ILMIAH PENGGUNAAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KONSEP ENERGI BUNYI DI KELAS IV SDN 9 MAGINTI KABUPATEN MUNA LA DUMANSA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA UPBJJ KENDARI 2014
  • 2. 2 PENGGUNAAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA TENTANG KONSEP ENERGI BUNYI DI KELAS IV SDN 9 MAGINTI KABUPATEN MUNA KARYA ILMIAH Diajukan Kepada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Oleh: LA DUMANSA NIM. 822 181 319 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS TERBUKA UPBJJ KENDARI 2014
  • 3. 3 LEMBAR PENGESAHAN Nama Mahasiswa : LA DUMANSA NIM : 822 181 319 Program Studi : S1 PGSD Tempat Mengajar : SDN 9 Maginti Tempat dan Tanggal Pelaksanaan : SDN 9 Maginti tanggal 1 – 10 Mei 2014 Masalah yang merupakan fokus perbaikan untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam adalah : 1. Guru dalam membentuk kelompok hanya berdasarkan urutan nama siswa yang ada di dalam daftar hadir, tanpa memperhatikan cara-cara pembagian kelompok 2. Guru kurang melibatkan siswa secara langsung dalam memanipulasi benda-benda konkret pada proses pembelajaran, 3. Dalam belajar kelompok siswa mengerjakan tugasnya tidak mendapatkan bimbingan langsung dari guru, 4. Kurangnya motivasi yang diberikan guru kepada siswa agar dapat belajar dalam kelompok 5. Guru dalam menyampaikan materi hanya dengan menggunakan metode yang konvensional.
  • 4. 4 Menyetujui Maginti, 2014 Dosen Pembimbing Mahasiswa Peneliti, LA RAMA, S. Pd, M. Si LA DUMANSA NIP.19740715 200701 1 030 1963079103 1 006 NIM. 822 181 319 PRAKATA Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah-Nya jualah sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Ilmiah ini dengan judul: Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Konsep Energi Bunyi Melalui Pendekatan Keterampilan Proses Di Kelas IV SDN 9 Maginti Kabupaten Muna. Penulisan Karya Ilmiah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakulltas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Terbuka. Penulis menyadari bahwa Karya Ilmiah ini tidak mungkin terwujud tanpa bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak oleh karena itu penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Bapak La Rama, S. Pd, M. Si selaku pembimbing, yang penuh kesabaran dan kearifan memberikan bimbingan, arahan, saran, dan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan Karya Ilmiah ini. Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada : 1. Bapak Drs. Wawan Rusmanto, M. Si selaku Kepala UPBJJ-UT Kendari yang telah memberikan izin kepada penulis untuk mengikuti pendidikan program studi lanjut PGSD.
  • 5. 5 2. Bapak/Ibu Dosen serta seluruh Civitas Akademik Universitas Terbuka, yang telah memberikan semangat dan dorongan moral kepada peneliti untuk menyelesaikan Karya Ilmiah ini. 3. Bapak Suharyanto, S. Pd.I selaku Kepala Sekolah SDN 9 Maginti Kab. Muna yang telah memberi dukungan, fasilitas, dan pelayanan administrasi dengan baik. 4. Bapak Mustofa, S. Pd yang telah bersedia meluangkan waktunya dan bersedia menjadi teman sejawat dalam pelaksanaan penelitian ini. 5. Bapak dan Ibu guru SDN 9 Maginti Kab. Muna yang ikut membantu kelancaran penelitian. 6. Rekan-rekan mahasiswa, yang telah banyak memberikan masukan, bantuan, dan bimbingan kepada penulis selama penulisan Karya Ilmiah. 7. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan Karya Ilmiah ini. Semoga segala amal baik yang bapak, ibu, rekan-rekan berikan kepada penulis mendapat limpahan rahmat dan berkah yang hakiki dari Allah SWT dan semoga Karya Ilmiah ini bermanfaat bagi pengembangan pendidikan di tanah air. Amin. Atas bantuan dari berbagai pihak, penulis serahkan hanya kepada kebesaran Allah SWT, semoga jasa-jasa baiknya mendapat imbalan, Amin ya rabbal Alamin. Maginti, Mei 2014 Penulis
  • 6. 6 DAFTAR ISI Halaman JUDUL ......................................................................................................... i HALAMAN JUDUL .......................................................................................... ii LEMBAR PENGESAHAN................................................................................ iii PRAKATA........................................................................................................... iv DAFTAR ISI............................................................................................................ vi DAFTAR BAGAN............................................................................................... xiii ABSTRAK................... .............................................................................. ix BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah................................................................ 1 1. Identifikasi Masalah ............................................................. 2 2. Analisis Masalah ................................................................... 2 3. Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah ........................ 3 B. Rumusan Masalah......................................................................... 4 C. Tujuan Penelitian.......................................................................... 4 D. Manfaat Hasil Penelitian.............................................................. 5 BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. KAJIAN PUSTAKA 1. Hakikat Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar 6 2. Konsep dalam Sains 7 3. Hakikat Pendekatan Keterampilan Proses dalam Sains 8 4. Pentingnya Pendekatan Ket. Proses dalam Pembelajaran Sains 9 5. Materi Pembelajaran Energi bunyi 12 6. Konsep Energi bunyi 13 B. Kerangka Pikir 15 C. Hipotesis Tindakan 15 BAB III PROSEDUR PENELITIAN
  • 7. 7 A. Setting Penelitian 16 B. Sabjek Penelitian 16 C. Data dan Sumber 17 D. Teknik Pengumpulan Data 17 E. Unit Analisis 17 F. Prosedur Penelitian 18 G. Analisis dan Validasi Data 21 H. Indikator Keberhasilan 22 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 22 B. Pembahasan 27 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan 30 B. Saran-saran 30 DAFTAR PUSTAKA 32
  • 8. 8 DAFTAR BAGAN Bagan halaman 2.1. Kerangka Pikir Penelitian 15 3.1. Alur Tindakan Penelitian 19
  • 9. 9 ABSTRAK La Dumansa, 2014 Penggunaan Pendekatan Keterampilan Proses Untuk meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Konsep Energi Bunyi di Kelas IV SDN 9 Maginti Kabupaten Muna. Karya Ilmiah, Jurusan Ilmu Pendidikan, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Terbuka. Pembimbing La Rama, S. Pd, M. Si. Dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut : Apakah dengan pembelajaran pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep energi bunyi di Kelas IV SDN 9 Maginti Kab. Muna. Sumber data dalam penelitian ini adalah personil penelitian yang terdiri dari siswa dan guru. Jenis data yang diperoleh adalah kuantitatif dan data kualitatif yang terdiri dari tes hasil belajar, hasil observasi, evaluasi, refleksi dan hasil wawancara. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada peningkatan yang berarti baik pada aktivitas guru dan siswa pada saat proses belajar maupun hasil belajar memahami konsep energi bunyi. Peningkatan itu dapat terlihat pada setiap siklus kesiklus. Siklus satu tingkat penguasaan siswa cukup (C), siklus dua tingkat penguasaan siswa baik (B). Dari hasil penelitian dan pembahasan diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses yang dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam pengajaran konsep energi bunyi di SDN 9 Maginti adalah sebagai berikut: (a) Mengamati, (b) Menggolongkan/mengkalsifikasi, (c) Menafsirkan, (d) Merencanakan penelitian, (e) Meramalkan, dan (f) Menerapkan, (g) Mengkomunikasikan, dan (h) Evaluasi. Saran Peneliti adalah kepada guru SD, agar menggunakan pendekatan keterampilan proses sebagai salah satu alternatif meningkatkan pemahaman konsep dalam pembelajaran energi bunyi di SD.
  • 10. 10 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sains merupakan ilmu yang membahas tentang gejala-gejala alam yang disusun secara sistematis yang didasari oleh fakta yang empiral pada hasil percobaan dan pengamatan yang dilakukan oleh manusia. Hal ini sebagaimana yang dikemukakan oleh Powder (dalam Wina Putra, 1992: 122) bahwa Sains merupakan ilmu yang berhubugan dengan gejala-gejala alam dan kebendaan yang sistematis yang tersusun secara teratur, berlaku umum yang berupa kumpulan dari hasil observasi dan eksperimen serta data yang lebih nyata. Berdasarkan hal di atas, yang terpenting dalam pembelajaran Sains di SD adalah bagaimana menggali berbagai pengetahuan baru pada diri anak didik terutama dalam mengembangkan kognitif, afektif, psikomotor dan kreatifitas. Hal ini sejalan dengan Abruscato (1992) yang mengungkapkan bahwa pembelajaran Sains di SD mengembangkan, 1) kognitif siswa, 2) mengembangkan afektif sisiwa, 3) mengembangkan psikomotorik siswa, 4) mengembangkan kreatifitas siswa, 5) melatih siswa untuk berpikir kritis. Dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) Sains kelas IV Sekolah Dasar, ada beberapa kajian materi yang harus dikuasai siswa sekolah dasar. Salah satu mengembangkan keterampilan Sains bagi siswa yang diperlukan kemampuan
  • 11. 11 aktivitas pembelajaran dalam bentuk keterampilan proses sains, diantaranya adalah mengamati, mengklasifikasi, memprediksi, dan mengkomunikasikan. Namun pada kenyataannya untuk pembelajaran Sains di SD belum sesuai harapan. Hal ini disebabkan karena cara pengajaran guru yang konvensional (ceramah dan tanya jawab). Guru dalam mengajar hanya mengejar target kurikulum tanpa memperhatikan apakah konsep yang diajarkan sudah dipahami oleh siswa, selain itu guru lebih banyak menggunakan metode ceramah tanpa melakukan pendekatan dan percobaan- percobaan secara langsung. 1. Identifikasi Masalah Di sekolah SDN 9 Maginti di jumpai masalah-masalah, yaitu siswa mendapakan nilai-nilai rendah, karena siswa kurang mampu menerapkan pemerolehannya, baik berupa pengetahuan, keterampilan, maupun sikap dalam kehidupan yang nyata. Hal ini disebabkan karena materi pelajaran Sains diterima hanya melalui informasi verbal. Siswa tidak dibiasakan aktif mencoba sendiri pengetahuan atau informasi dalam kehidupan nyata”. 2. Analisis Masalah Berdasarkan hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru dan siswa di SDN 9 Maginti , khususnya pada kelas IV. ditemukan salah satu konsep yang masih sulit dipahami siswa adalah konsep energi bunyi. Selama ini dalam mengajarkan materi tentang energi bunyi (1) guru kebanyakan menggunakan metode ceramah, (2) guru kurang melibatkan siswa dihadapkan pada lingkungan
  • 12. 12 belajar yang konkrit, (3) guru kurang memahami arti pendekatan keterampilan proses seperti menggamati, menggolongkan, menafsirkan, meramalkan, menerapkan, merencanakan penelitian,dan menggkomunukasikan, sehingga tidak memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakannya. (4) rendahnya pemahaman siswa pada materi energi bunyi, ini terlihat dari ketidakmampuan siswa dalam menyelesaikan soal latihan pada tes awal (lampiran 1 halaman) materi energi bunyi. Hasil tes awal lihat pada lampiran 2 (Data hasil tes awal sebelum tindakan. 3. Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah Masalah Memperhatikan cara pengajaran yang digunakan guru dalam mengajarkan energi bunyi pada kelas IV SDN 9 Maginti maka perlu dicarikan solusi pemecahannya. Adapun solusi pemecahan yang digunakan untuk membantu siswa kelas IV SDN 9 Maginti dalam meningkatkan pemahaman konsep energi bunyi adalah melalui penerapan pendekatan keterampilan proses dengan menggunakan alat peraga untuk melakukan percobaan yang cocok diterapkan pada materi energi bunyi, agar motivasi belajar siswa meningkat dan proses belajar dapat lebih efektif dan efesien. Berdasarkan temuan-temuan masalah pembelajaran konsep energi bunyi tersebut di atas maka penulis sebagai pelaksana penelitian akan melakukan tindakan perbaikan pembelajaran denga judul “Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Konsep Energi Bunyi Melalui Pendekatan Keterampilan Proses Di Kelas IV SDN 9 Maginti Kab. Muna”.
  • 13. 13 B. Rumusan Masalah dan Pemecahan Masalah 1. Rumusan Masalah Berdasakan latar belakang masalah, maka masalah dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut “Apakah pembelajaran konsep energi bunyi dapat meningkatkan pemahaman siswa melalui pendekatan keterampilan proses di kelas IV SDN 9 Maginti Kab. Muna”. 2. Pemecahan Masalah Sesuai dengan rumusan masalah di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah kurangnya pemahaman konsep belajar Sains siswa kelas IV SDN 9 Maginti dipecahkan dengan mengunakan pendekatan keterampilan proses. Alasan menggunakan pemahaman konsep agar siswa dalam proses belajar mengajar tidak bingung dengan penjelasan yang diajarkan oleh guru. C. Tujuan Penelitian Bedasarkan permasalahan di atas, maka tujuan dari penelitan ini adalah Untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep energi bunyi melalui pendekatan keterampilan proses di kelas IV SDN 9 Maginti Kab. Muna.
  • 14. 14 D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat teoretis a. Melalui hasil penelitian ini diharapkan guru kelas IV SDN 9 Maginti dan peneliti memiliki pengetahuan tentang teori pendekatan keterampilan proses untuk pemahaman konsep energi bunyi. b. Hasil penelitian ini diharapkan guru kelas IV SDN 9 Maginti memiliki teori pembelajaran yang dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar pemahaman konsep energi bunyi. 2. Manfaat praktis a. Hasil penelitian ini diharapkan guru kelas IV mendapatkan pengalaman langsung dalam menggunakan pendekatan keterampilan proses dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep energi bunyi terhadap pembelajaran IPA di sekolah dasar. b. Hasil penelitian ini diharapkan agar peneliti mendapatkan pengalaman yang nyata dan dapat menerapkan pendekatan keterampilan proses dalam meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep energi bunyi dalam mengajar di sekolah dasar.
  • 15. 15 BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. KAJIAN PUSTAKA 1. Hakikat Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar Pengetahuan alam sudah jelas artinya adalah pengetahuan tentang alam semesta dengan segala isinya. Adapun pengetahuan itu sendiri artinya segala sesuatu yang diketahui oleh manusia. Jadi secara singkat IPA adalah pengetahuan yang rasional dan obyektif tentang alam semesta dengan segala isinya (Hendro Darmojo,1992: 3) Selanjutnya, Nash 1993 (dalam Hendro Darmojo,1992: 3) dalam bukunya The Nature Of Sciences, menyatakan bahwa IPA adalah suatu cara atau metode untuk mengamati alam. Nash juga menjelaskan bahwa cara IPA mengamati dunia ini bersifat analisis, lengkap, cermat, serta menghubungkan antara satu fenomena dengan fenomena lain, sehingga keseluruhannya membentuk suatu persepektif yang baru tentang obyek yang diamatinya. Aspek pokok dalam pembelajaran Sains adalah anak dapat menyadari keterbatasan pengetahuan, memiliki rasa ingin tahu untuk menggali berbagai pengetahuan baru, dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka, dan ini sangat ditunjang dengan berkembang dan meningkatnya rasa ingin tahu anak, cara anak mengkaji informasi, mengambil keputusan, dan mencari bentuk aplikasi yang paling diterapkan dalam diri dan masyarakatnya.
  • 16. 16 2. Konsep dalam Sains Sains memiliki karakteristik tertentu dan salah satu karakteristiknya adalah objeknya bersifat abstrak. Konsep merupakan salah satu ciri dari objek Sains. Beberapa pengertian konsep dibawah ini beserta contohnya dalam Sains. “Konsep adalah pengertian (ide) abstrak yang memungkinkan seseorang menggolong-golongkan objek atau kejadian dan menentukan apakah suatu objek atau kejadian merupakan contoh atau bukan contoh”, Depdikbud (1995: 2). Dalam kamus besar Bahasa Indonesia Poerwadarminta (1988: 456), “dijelaskan bahwa konsep adalah ide atau pengertian yang diabstrakkan dari peristiwa konkret”. Menurut Rosser (Bahar, 1989: 80) “konsep adalah suatu abstraksi yang memiliki suatu satu kelas objek, kejadian, kegiatan atau hubungan yang memiliki atribut sama”. Konsep merupakan abstraksi yang berdasarkan pengalaman dua orang tidak sama Farrel dan Farmer (Sugianto, 1990: 15) mendefenisikan konsep sebagai suatu klasifikasi dari objek-objek, sifat-sifat objek atau kejadian-kejadian yang ditentukan dengan cara mengabstrasikannya. Misalnya seorang siswa telah memahami konsep sumber energi bunyi maka siswa tersebut akan dapat membedakan pemaantulan bunyi dan penyerapan bunyi. Dalam penelitian ini digunakan defenisi konsep yang merupakan inti sari dari defenisi konsep yang dikemukakan oleh Gagne, Farrel dan Farmer, yaitu suatu ide abstrak yang dapat mnggolong-golongkan contoh dan bukan contoh dari suatu obyek tertentu.
  • 17. 17 3. Hakikat Pendekatan Keterampilan Proses dalam pembelajaran Sains Penyelenggara kegiatan pengajaran di sekolah secara operasional adalah membelajarkan siswa agar mampu memproses dan memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan sikap bagi diri siswa. Untuk mampu memproses, membentuk sikap, dan memiliki keterampilan bagi siswa diperlukan suatu pendekatan yang berorientasi keterampilan. Salah satu pendekatan yang sesuai adalah pendekatan proses. Hal ini seperti yang diungkapkan berikut : Pendekatan keterampilan proses adalah cara memandang anak didik sebagai manusia seutuhnya. Cara memendang ini diterjemahkan dalam kegiatan mengajar yang sekaligus memperhatikan pengembangan dan pengetahuan , nilai dan sikap serta keterampilan (Purba dan Wartono, 1991: 10). Berdasarkan ungkapan di atas, maka dapat dikatakan bahwa pendekatan keterampilan proses sangat diperlukan dalam pembelajaran Sains karena dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggali potensi yang dimilikinya dengan cara melibatkan siswa secara langsung dalam proses belajar mengajar. Selain itu menggunakan pendekatan keterampilan proses dapat menjadi roda penggerak untuk menggiring siswa menemukan, pengembangan fakta konsep, dan nilai yang diperlukan dalam kehidupannya. Pendekatan proses memiliki keunggulan dan kelemahan. Adapun Keunggulan dari pendekatan proses yaitu 1. Tidak ada kesulitan dengan proses pengembangan ilmu dan perubahan-perubahan konsep yang mungkin terjadi.
  • 18. 18 2. Siswa terlatih dalam hal kegiatan yang diperlukan dalam dunia pengetahuan alam, sebagaimana yang biasa dilakukan oleh para ahli Sains. 3. Keterampilan yang dimiliki siswa akan berfaedah juga dalam kehidupan sehari- hari walaupun masalah yang dihadapinya bukan Sains. 4. Tidak ada masalah dengan lingkungan tempat belajar di kota maupun di desa, modifikasi bahan pelajaran dapat dilaksanakan dengan mudah. Adapun kelemahan dari Pendekatan Proses yaitu sangat sulit untuk menyusun bahan pelajaran yang berpangkal pada keterampilan tersebut di atas, tetapi memenuhi tuntutan bahan pelajaran yang diperlukan siswa dan sesuai dengan lingkungannya serta memberi aktivitas keterampilan proses Sains berdampak positif bagi siswa 4. Pentingnya Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Sains Ilmu Pengetahuan Alam merupakan mata pelajaran yang bertujuan membekali siswa dengan keterampilan tertentu. Membekali siswa keterampilan Sains maka ada alasan yang jelas. Seniawan dkk. (1986: 14-5) mengemukakan beberapa alasan yang melandasi perlunya pendekatan keterampilan proses dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu (1) Perkembangan ilmu pengetahuan berlangsung semakin cepat, sehingga tak mungkin lagi guru mengajarkan siswa semua fakta dan konsep kepada siswa, (2) penemuan ilmu pengetahuan tidak bersifat mutlak benar seratus persen, penemuannya bersifat relatif, suatu teori mungkin terbantah dan tertolak setelah orang lain mendapatkan data baru yang mampu membuktikan kekeliruan teori yang diamati. (3) dalam proses belajar mengajar seyogyanya pengembangan konsep tidak dilepaskan dari pengembangan sikap dan nilai dalam diri anak didik; dan (4) konsep disatu pihak serta sikap dan nilai dilain pihak harus disatukan. Jika ditekankan adalah pengembangan konsep tanpa memadukannya dengan pengembangan sikap dan nilai, akibatnya adalah intelektualisme yang gersang tanpa humanisme.
  • 19. 19 Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa keterampilan proses diperlukan dalam pembelajaran Sains karena: (1) Anak didik akan berperan serta secara aktif dalam kegiatan belajarnya, (2) Anak didik mengalami sendiri proses untuk mendapatkan rumusan atau konsep maupun keterangan tentang sesuatu sehingga ia dapat memahaminya, (3) Memungkinkan anak didik mengembangkan sikap ilmiahnya dan merangsang rasa ingin tahu pada diri anak, (4) Anak didik akan memperoleh pengertian yang dihayatinya benar-benar karena anak didik sendiri yang menemukan konsep atau generalisasi dari hasil pekerjaannya sendiri, (5) Pengertian anak didik lebih mantap sehingga memungkinkannya untuk dapat menerapkannya kedalam masalah lain yang relevan, dan (6) Memungkinkan anak didik untuk bekerja dengan leluasa dan menggurangi ketergantungan kepada orang lain. Implementasi pembelajaran Sains dengan pendekatan keterampilan proses: 1. Perencanaan Pengajaran Sains dengan Menggunakan Pendekatan Keterampilan Proses. Dalam merencanakan pengajaran, guru harus berorientasi kepada tujuan yang akan dicapai. Tujuan pengajaran harus jelas dan berorientasi untuk membentuk kepribadian siswa. Menyusun rencana pengajaran dengan menerapkan keterampilan proses harus mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: (1) Tentukan kelas dan satuan waktu untuk membuat perencanaan, (2) Pengajaran, tentukan konsep-konsep atau prinsip-prinsip Sains yang akan diajarkan, (3) Tentukan metode arti pendekatan mengajar yang akan digunakan untuk mengajarkan setiap konsep Sains (4) Tentukan keterampilan proses atau sub keterampilan proses Sains
  • 20. 20 yang akan dikembangkan, (5) Setiap konsep atau prinsip Sains yang akan diajarkan dengan metode yang telah ditentukan, dan (6) Susunlah persiapan mengajar untuk setiap konsep Sains. 2. Pelakasanaan Pendekatan Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar Melaksanakan pendekatan keterampilan proses dengan baik, perencanaan guru sangat menentukan. Peran guru dalam hal ini adalah : (1) guru hendaknya memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan keterampilan proses dan (2) guru hendaknya memberikan bimbingan pada siswa dalam mengembangkan keterampilan proses Depdikbud (1996: 28). Agar guru dapat memainkan perannya dengan baik dalam menerapkan setiap keterampilan yang ada pada keterampilan proses, maka guru perlu memiliki hal-hal sebagai berikut: (1) guru mempunyai pengertian yang tepat pada keterampilan proses, (2) guru menggunakan keterampilan proses keterampilan dalam suatu kegiatan, (3) guru mampu merencanakan dan melaksanakan kegiatan mengembangkan keterampilan proses, (4) guru mampu membimbing siswa dalam mengembangkan keterampilan proses, (5) guru mampu mengadakan penelitian Dengan memahami kompetensi dasar, ini maka guru diharapkan mampu melaksanakan pendekatan keterampilan proses utamanya dalam mata pelajaran Sains di Sekolah Dasar. Pada dasarnya peranan guru dalam menerapkan setiap keterampilan adalah sebagai berikut : a. Keterampilan Proses Mengamati
  • 21. 21 b. Menafsirkan (mengintepretasikan) c. Keterampilan Mengajukan Pertanyaan d. keterampilan berkomunikasi atau mengkomunikasikan e. keterampilan merencanakan penelitian f. keterampilan berhipotesis g. keterampilan melakukan suatu penyelidikan 5. Materi Pembelajaran Energi Bunyi dengan Menggunakan Pendekatan Keterampilan Proses Adapun pembahasan energi bunyi dalam penelitian ini dibagi kedalam tiga tahap yaitu: Tahap eksplorasi, pengenalan konsep, dan aplikasi konsep. Tahap eksplorasi, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasan yang mungkin bertentangan dan dapat menimbulkan perdebatan serta suatu analisis. Tahap pengenalan konsep, dimana memperkenalkan suatu konsep atau konsep yang ada hubungannya dengan fenomena yang diselidiki dan didiskusikan dalam kontek yang telah diamati setelah tahap eksplorasi. Tahap aplikasi konsep, menyediakan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan konsep yang telah dikenalkannya untuk melatih keterampilan memahami konsep energi bunyi. Pada kegiatan tahap eksplorasi, guru dapat melakukan penilaian awal yang berkaitan dengan materi energi bunyi. Langkah kedua pengenalan konsep energi bunyi kepada siswa melalui kegiatan kelompok. Pada kegiatan ini guru membagi siswa dalam empat kelompok dan setiap kelompok dibagikan kaleng dan tali.
  • 22. 22 Langkah terakhir adalah tahap aplikasi konsep. Pada tahap ini guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk memantapkan konsep dengan menyelesaikan soal- soal energi bunyi sesuai dengan konsep yang dipelajari. Dari tiga tahap ini, keterlibatan guru dalam memberikan arahan dan bimbingan diminimalkan. Tiga tahap yang jelas di atas guru memberikan kesempatan yang kepada siswa untuk megolah bahan, mencerna, memikirkan, menganalisa, dan akhirnya yang terpenting merangkumnya sebagai suatu kontruksi pengetahuan berdasarkan pada pengalaman atau pengetahuan awal yang telah dimilikinya. Pada kegiatan ini, siswa mengintegrasikan persepsi, konsep ataupun pengalaman baru kedalam skema baru yang cocok dengan rangsangan baru atau memodifikasi skema yang ada sehingga cocok dalam rangsangan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk melacak tingkat pemahaman siswa terhaddap materi yang sedang dipelajarinya 6. Konsep Energi Bunyi pengenalan konsep energi bunyi bagi siswa sekolah dasar dimulai dari yang sederhana yang sudah dikenal sebelumnya dan mudah dijumpai disekitar siswa atau didalam kelas. Urutan penyajian konsep enegi bunyi di sekolah dasar adalah sebagai berikut: 1. Sumber energi bunyi, kita dapat mendengar bunyi dari alat musik. Alat musik yang akan mengeluarkan bunyi jika dimainkan. Dalam keadaan diam, alat musik tidak mengeluarkan bunyi. Bunyi tersebut dihasilkan oleh getaran. Semua benda yang dapat menghasilkan bunyi disebut sumber energi bunyi.
  • 23. 23 2. Contoh pemantulan bunyi, pemantulan bunyi terjadi apabila bunyi tersebut dalam perambatannya dihalangi oleh benda yang permukaannya keras. Benda keras tersebut dapat berupa batu, kayu, besi, seng, kaca dan sebagainya. Bunyi pantul yang memperkeras bunyi asli (jika jarak antara sumber bunyi dan dinding pemantul dekat, maka bunyi pantul terdengar hampir bersamaan dengan bunyi asli sehingga akan memperkeras suara asli. Bunyi pantul yang hanya sebagian tiba bersamaan dengan bunyi asli menjadi tidak jelas disebut gaung atau kerdam. Bunyi pantul yang terdengar lengkap sesudah bunyi asli disebut gema. Gema sering terjadi digua-gua, lembah-lembah, dan bukit-bukit yang jaraknya jauh dan permukaannya keras dan rapat. 3. Penyerapan bunyi, selain dapat dipantulkan, bunyi juga dapat diserap. Benda- benda yang dapat menyerap bunyi adalah benda yang permukaannya lunak. Benda yang demikian disebut peredam bunyi, misalnya karet, karpet, goni, kertas, kain dan sebagainya.
  • 24. 24 B. KERANGKA PIKIR Bagan 2.1 Kerangka Pikir Penelitian Penggunaan Pendekatan Keterampilan Proses C. HIPOTESIS TINDAKAN Berdasarkan kajian pustaka di atas, maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah jika dengan menerapkan pendekatan keterampilan proses maka dapat meningkatkan pemahaman konsep energi bunyi pada siswa kelas IV SDN 9 Maginti Kab. Muna. MASALAH ENERGI BUNYI ASPEK GURU 1. Kurang memahami penggunaan pendekatan keterampilan proses 2. Kurang mengaktifkan siswa dalam proses pembelajaran 1. ASPEK SISWA 1. Pemahaman tentang materi rendah 2. Kurang dilibatkan dalam proses pembelajaran PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES 1. Mengamati 2. menggolongkan 3. Menafsirkan 4. Meramalkan 5. Menerapkan 6. Merencanakan penelitian 7. Mengkomunikasikan 8. PEMAHAMAN SISWA MENINGKAT
  • 25. 25 BAB III PROSEDUR PENELITIAN A. Setting Penelitian Penelitian ini akan dilaksanakan di kelas IV SDN 9 Maginti Kab. Muna. Pelaksanaan penelitian direncanakan pada semester genap tahun pelajaran 2013/2014 selama ± 2 minggu, waktu tersebut dimulai dari tahap observasi awal sampai penilaian akhir tindakan. Penulis memilih SDN 9 Maginti Kab. Muna berdasar pertimbangan (1) Mudah dijangkau, (2) Tidak mengeluarkan biaya, (3) Masih ditemukan siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep energi bunyi. B. Sabjek Peneliti Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 9 Maginti berjumlah 18 orang yang terdiri 14 orang putra dan 4 orang putri. Memilih siswa kelas IV sebagai responden dengan alasan: (1) Adanya variasi siswa dilihat dari status sosial, pendidikan, dan pekerjaan orang tua mereka, (2) Adanya masalah yang dialami siswa kelas IV SDN 9 Maginti dalam belajar memahami konsep energi bunyi, (3) Dilihat dari tingkat kemampuan (prestasi) belajar mata pelajaran Sains pada semester satu sangat rendah.
  • 26. 26 C. Data dan Sumber data 1. Data Data penelitian ini berupa hasil pekerjaan siswa terhadap soal yang diberikan yang meliputi : (1) tes awal sebelum tindakan, tes formatif pada setiap tahap pembelajaran, dan tes akhir setelah berakhirnya setiap tindakan pembelajaran. Tes berupa energi bunyi (2) hasil wawancara dengan subjek penelitian, (3) hasil pengamatan selama pembelajaran berlangsung, (4) hasil catatan lapangan yang sesuai dengan kegiatan siswa selama proses pembelajaran yang berkaitan dengan tindakan. Sedangkan data yang diperoleh dari guru adalah kesesuaian perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dalam meningkatkan konsep energi bunyi. 2. Sumber Data Sumber data yang dijadikan populasi dalam penelitian ini diambil adalah guru dan siswa. Siswa kelas IV SDN 9 Maginti yang berjumlah 18 orang dan terdaftar pada semester genap. D. Teknik Pengumpulan Data Untuk pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tes, wawancara, pengamatan, dan catatan lapangan. Empat teknik tersebut diuraikan sebagai berikut: E. Unit Analisis Unit analisis data penelitian adalah data aktivitas guru dan data aktivitas siswa. Unit analisis aktivitas guru terdiri atas pada awal kegiatan pembelajaran, inti pembelajaran, dan akhir pembelajaran. Unit analisis data aspek siswa, yaitu
  • 27. 27 keterlibatan siswa dalam proses belajar konsep energi bunyi pada awal pembelajaran, inti pembelajaran, dan akhir pembelajaran. Selain analisis data aktivitas guru selama proses pembelajaran juga dianalisis hasil pembelajaran konsep energi bunyi secara bertahap yaitu persiapan pembelajaran, penyajian materi, mengerjakan soal-soal secara individu dan pemeriksaan tes, dan hasil analisis data aktivitas siswa pada akhir pembelajaran dengan melakukan tes secara individu yaitu menjelaskan pengertian sumber bunyi, menyebutkan macam-macam bunyi, menyebutkan contoh sumber bunyi, menjelaskan manfaat pemantulan bunyi, dan menyebutkan contoh yang dapat menyerap bunyi pada permukaan lunak. F. Prosedur Penelitian 1. Pendekatan dan Jenis Penelitian Pendekatan ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (Action Researcah), yaitu rancangan penelitian berdaur ulang (siklus) hal ini mengacu pada pendapat MC. Taggart (1998: 123) dan Wardani (2007: 5) bahwa penelitian tindakan kelas mengikuti proses siklus atau daur ulang mulai dari perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi (perenungan, pemilihan, dan evaluasi) tahapan tindakan digambarkan dalam bagan 3.1 berikut ini.
  • 28. 28 Adapun skema alur tindakan yang direncanakan dalam penelitian ini disajikan sebagai berikut: Siklus 1 Siklus 2 Selesai 2. Perencanaan Tindakan Kegiatan yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini meliputi: a. Menyamakan persepsi antara peneliti dengan guru tentang konsep dengan tujuan penggunaan pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran konsep energi bunyi. b. Secara kolaboratif menyusun rencana tindakan pembelajaran siklus 1 ObservasiAnalisis Data I Pelaksanaan Tindakan I Permasalahan Alternatif Pemecahan (Rancana Tindakan I) Refleksi I Analisis Data IIRefleksi II Terselesaikan Pelaksanaan Tindakan II Alternatif Pemecahan (Rencana Tindakan II) Belum Terselesaikan Berhasil Observasi
  • 29. 29 c. Membuat alat bantu mengajar yang diperlukan dalam rangka membantu siswa memahami konsep-konsep energi bunyi dengan baik. d. Menyusun rambu-rambu instrumen data keberhasilan guru maupun instrumen data keberhasilan siswa berupa: format observasi, pedoman wawancara, tes, dan persiapan rekaman kegiatan tindakan berupa tipe recorder, maupun rekaman foto pelaksanaan tindakan. e. Peneliti memberi latihan untuk mengimplementasikan rencana pembelajaran siklus 1 sebelum melaksanakan tindakan. 3. Pelaksanaan tindakan Tahap pelaksanaan tindakan yaitu tahap mengimplementasikan rencana yang disusun secara kolaboratif antara peneliti dan guru kelas IV. Kegiatan yang dilakukan adalah peneliti melaksanakan tindakan pembelajaran pemahaman konsep energi bunyi dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses dengan 8 tahap yaitu: mengamati, menggolongkan/mengkalsifikasi, menafsirkan, merencanakan penelitian, meramalkan, menerapkan, mengkomunikasikan, dan evaluasi. 4. Observasi Tahap observasi adalah mengamati seluruh proses tindakan dan pada saat selesai tindakan fokus observasi adalah aktifitas guru dan siswa. Aktivitas guru dapat diamati mulai pada tahap awal pembelajaran, saat pembelajaran, dan akhir pembelajaran. Data aktivitas guru dan siswa diperoleh dengan menggunakan format observasi, pedoman wawancara, rekaman, dan hasil pembelajaran konsep energi bunyi setiap responden.
  • 30. 30 5. Refleksi Menganalisis, memahami, menjelaskan, dan menyimpulkan hasil dari pengamatan adalah merupakan rangkaian kegiatan peneliti pada tahap refleksi. Peneliti bersama pengamat menaganalisis dan merenungkan hasil tindakan pada siklus tindakan sebagai bahan pertimbangan apakah pemberian tindakan yang dilakukan perlu diulangi atau tidak. Jika perlu diulangi, maka peneliti menyusun kembali rencana (revisi) untuk siklus berikutnya. Demikian seterusnya hingga seluruh siswa memperoleh nilai 7,0. G. Analisis dan validasi data Analisis data dilakukan dengan cara mengelompokan data aspek guru dan siswa, menyajikan data, menafsirkan data, dan menyimpulkan. Data aspek guru dan siswa dalam proses pembelajaran dianalisis berdasarkan kemunculan indikator. H. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dalam penelitian ini ada dua macam, yaitu indikator tentang keterlaksanaan skenario pembelajaran dan indikator pemahaman konsep energi bunyi . Skenario pembelajaran terlaksana dengan baik apabila pembelajaran telah terlaksana dengan tuntas. Seluruh siswa yang menjadi objek dalam penelitian ini dikatakan memahami konsep energi bunyi yang diajarkan apabila siswa telah memperoleh nilai 7,0.
  • 31. 31 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A Hasil Penelitian Hasil penelitian yang terdiri dari aktivitas guru dan siswa dan hasil belajar pemahaman siswa tentang konsep energi bunyi melalui pendekatan keterampilan proses melalui delapan tahap yaitu mengamati, menggolongkan/mengklasifikasi, menafsirkan, merencanakan penelitian, meramalkan, menerapkan, mengkomunikasikan, dan evaluasi. Hasil tindakan siklus pertama belum mencapai hasil yang diharapkan karena belum mencapai target yang telah ditentukan yaitu kualifikasi cukup (C) sejalan dengan teori-teori pembelajaran Dalam bab IV pada paparan data dan temuan penelitian dengan judul “Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Konsep energi Bunyi Melalui Pendekatan Keterampilan Proses di Kelas IV SDN 9 Maginti ”. Paparan data dan temuan penelitian, berkaitan dengan rumusan masalah yaitu Apakah pembelajaran konsep energi bunyi dapat meningkatkan pemahaman siswa melalui pendekatan keterampilan proses di kelas IV SDN 9 Maginti Kab. Muna ? 1. Data siklus 1 Perencanaan siklus pertama dilaksanakan satu kali pertemuan yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi, dan revleksi. Perencanaan siklus satu kompetensi dasar pembelajaran adalah “menjelaskan perubahan energi melalui alat penggunaan alat musik” dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses
  • 32. 32 dengan alokasi waktu 2 x 35 menit. Perencanaan siklus 2 dilaksanakan satu kali tindakan yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, evaluasi dan revleksi. Perencanaan siklus 2 dengan kompetensi dasar masih yang sama dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses dengan alokasi waktu 2 x 35 menit, dengan 8 indikator. Data Siklus 1 Aspek Guru dan Siswa Tindakan siklus pertama dilaksanakan satu kali pertemuan yang terdiri dari 8 tahap yaitu mengamati, menggolongkan/mengkalsifikasi, menafsirkan, merencanakan penelitian, meramalkan, menerapkan, mengkomunikasikan, dan evaluasi, yang dilaksanakan pada hari Kamis 1 Mei 2014 pukul 7.00 – 9.00 WITA yang dihadiri 18 orang siswa. Tindakan siklus pertama dilaksanakan satu kali pertemuan dengan 8 indikator yang diharapkan. Dari perencanaan tersebut diimplemantasikan dalam pembelajaran secara nyata di kelas IV dengan data sebagai berikut, temuan penelitian tentang keberhasilan guru dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran energi bunyi pada siklus pertama menunjukan bahwa, dari 8 indikator yang harus dicapai guru pada siklus pertama ini direncanakan, terdapat 4 (50%) indikator yang dilaksanakan dengan baik oleh guru, sehingga dikategorikan kurang (K). 4 (50%) indikator yang belum dilakukan guru adalah (1) guru tidak membimbing siswa untuk menerapkan peristiwa antara energi bunyi dalam kehidupan sehari-hari, (2) guru tidak membimbing siswa untuk menafsirkan setiap kelompok untuk mencatat hasil pengamatan siswa, (3) guru tidak membimbing siswa untuk menarik kesimpulan
  • 33. 33 setelah melakukan percobaan setiap perkelompok, (4) guru tidak membimbing siswa untuk melakukan tanya jawab. Secara rinci keberhasilan. Berdasarkan refleksi data pada siklus peratama dapat disimpulkan bahwa pencapaian implementasi rencana pembelajaran konsep energi bunyi aspek guru adalah kurang (C). Penyebab guru kurang mencapai indikator yang diharapkan yaitu guru kurang melakukan semua kegiatan yang direncanakan, yaitu langkah-langkah kegiatan mengajar, guru kurang membimbing siswa dalam pembagian kelompok, guru kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan guru kurang menggali pengetahuan awal siswa Berdasarkan refleksi data aktivitas pada siklus pertama dapat disimpulkan bahwa pemahaman konsep energi bunyi melalui pendekatan keterampilan proses dikategorikan cukup (C). Kurangnya indikator yang dicapai dalam siklus pertama ini dalam proses aktivitas siswa, hal ini disebabkan guru belum mengimplementasikan rencana pembelajaran energi bunyi dalam suatu pendekatan keterampilan proses masih belum sesuai yang ditetapkan. Keberhasilan siklus satu tindakan pembelajaran energi bunyi ini dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses disebabkan kemampuan kerjasama siswa dalam kelompok masih kurang, siswa masih kurang menerapkan pembelajaran tentang energi bunyi, siswa kurang meramalkan apa yang terdapat dalam masalah, siswa kurang mengerti dengan apa yang mereka rencanakan dalam proses pembelajaran, siswa kurang bertanya kepada guru apa yang mereka pelajari.
  • 34. 34 Hasil kerja mereka masih banyak yang salah dalam menjawab soal tes yang diberikan oleh guru. Data hasil tes formatif 1 tindakan siklus 1 yang diberikan, yakni lima orang siswa memperoleh nilai 50, lima orang siswa memperoleh nilai 60, lima orang memperoleh nilai 70, dan tiga orang memperoleh nilai 80. Dari yang diperoleh siswa dipresentasikan dengan nilai rata-rata 63,88 %. Berdasarkan tindakan 1 siklus pertama dapat disimpulkan peningkatan pemahaman siswa dalam memahami materi konsep energi bunyi rata-rata dikategorikan cukup. Hal ini guru belum mengimplementasikan rencana pembelajaran dengan baik, maka pembelajaran diulangi pada siklus dua. 2. Data Siklus 2 Perencanaan siklus 2 direncanakan satu kali pertemuan yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan evaluasi dengan 8 indikator tetapi 4 indikator sudah berhasil, yang belum berhasil 4 indikator lalu diulangi disiklus 2. Temuan Siklus 2 Aspek Guru dan Siswa Tindakan siklus 2 dilaksanakan 1 kali pertemuan yang terdiri dari 8 tahap yang dilaksanakan pada hari Kamis, 8 Mei 2014 pukul 9.30 – 9.10 WITA yang dihadiri 18 orang siswa. Materi yang disajikan yaitu mengulangi materi pada tindakan siklus 1 dengan beberapa perbaikan. Pada siklus 2 ini peneliti bertindak sebagai guru, yang melaksanakan pembelajaran di kelas, sedangkan guru mata pelajaran bertindak sebagai pengamat
  • 35. 35 teman sejawat. Selanjutya pembelajaran dilanjutkan pada siklus 2 masih materi yang sama yaitu energi bunyi. Dilihat dari siklus pertama tentang aktivitas guru dan siswa dalam proses pembelajaran energi bunyi dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses, yang terdiri dari 8 tahap ini, masih banyak yang ditemukan kekurangan-kekurangan yang belum disampaikan secara jelas kepada siswa, dan guru meninjau kembali kekurangan yang belum dicapai semua kegiatan yang direncanakan dalam 8 tahap pendekatan keterampilan proses. Hasil kerja siswa pada tindakan siklus 2, menunjukan bahwa peningkatan pemahaman konsep siswa dalam memahami materi sudah sesuai dengan yang ditentukan, sebagaimana dilihat dari tes formatif 2 dalam menjawab soal yang diberikan secara tertulis memperoleh nilai rata-rata 96,11%, sudah sesuai dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan yaitu 70% dengan nilai paling rendah 6. Dari data hasil jawaban siswa tersebut terungkap bahwa siswa sudah dapat memahami materi dengan baik sehingga peningkatan konsep meningkat. Hasil observasi dan hasil tes siswa dianalisis bahwa pelaksanaan pembelajaran energi bunyi dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses, sesuai dengan yang direncanakan dan memenuhi standar indicator yang ditetapkan dengan hasil refleksi sebagai berikut : 1. Siswa sudah terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran terutama pada penggunaan alat peraga.
  • 36. 36 2. Guru sudah lebih memperhatikan siswa-siswa yang pemahamannya rendah dengan cara mendekati dan membimbing siswa saat belajar ataupun setelah pembelajaran. 3. Guru sudah melaksanakan keseluruhan dari rencana pembelajaran yang telah direncanakan sebelumnya dengan baik. 4. Peningkatan pemahaman siswa dari siklus pertama kesiklus 2 mengalami peningkatan yang sangat signifikan. B Pembahasan Hasil Penelitian Hasil penelitian yang terdiri dari aktivitas guru dan siswa dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami materi konsep energi bunyi dalam menggunakan pendekatan keterampilan proses dari siklus pertama sampai kedua mengalami peningkatan yang signifikan. Hasil tindakan siklus pertama belum mencapai hasil yang diharapkan karena belum sejalan dengan teori-teori pembelajaran konsep energi bunyi. Pemahaman siswa tentang konsep energi bunyi, dalam siklus 1 masih banyak siswa ditemukan belum mengerti, ketidak mengertian siswa diakibatkan guru dalam membawakan materi pembelajaran masih banyak indikator yang belum disampaikan. Guru dalam menyampaikan pembelajaran belum mencapai indikator yang ditetapkan diantaranya guru belum menyampaikan langkah-langkah pembelajaran yang jelas. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep energi bunyi adalah melaksanakan pembelajaran pada tahap inti melalui tiga tahap
  • 37. 37 seperti yang telah dikemukakan di atas. Hal ini sesuai pendapat Hedriani (1995: 5) sebagai berikut: Keterampilan proses adalah keterampilan intelektual sosial maupun sosok yang diperlukan untuk dapat mengembangkan lebih lanjut pengetahuan atau konsep yang dimiliki, yang melalui tiga tahap yang diawali dari tahap eksplorasi, kemudian tahap pemahaman konsep dan terakhir tahap aplikasi konsep. Melalui 8 tahap tersebut, siswa dibimbing untuk membentuk dirinya agar memperoleh pemahaman terhadap apa yang telah dipelajari. Dalam pembelajaran ini siswa berpendapat bahwa cara guru mengajar di kelas dapat dimengerti dengan mudah dan sangat menyenangkan. Siswa merasa bahwa langkah-langkah yang dilakukan guru dalam mengajar dapat memotivasi siswa untuk cepat mengerti dan memahami materi pembelajaran. Selain itu, siswa juga merasa tidak terbebani dalam mempelajari, karena merasa tidak terbebani dalam mempelajari materi, karena merasa kebebasan berfikirnya dihargai. Di samping itu, semua aktivitas yang dilakukan siswa, hanya diarahkan dan diberikan bimbingan seperlunya. Hal ini sesuai pendapat Suparno (2001: 44) “bahwa pengetahuan yang diperoleh siswa selama pembelajaran merupakan hasil bentukan siswa itu sendiri”. Dengan memahami kompetensi dasar, ini maka guru diharapkan mampu melaksanakan pendekatan keterampilan proses utamanya dalam mata pelajaran Sains di Sekolah Dasar. Dalam pembelajaran tindakan siklus pertama guru belum mampu melaksanakan pembelajaran secara optimal, ketiga tahapan pembelajaran konsep energi bunyi dengan menggunakan pendekatan keterampilan proses belum mampu
  • 38. 38 diaplikasikan dengan baik sehingga berdampak pada peningkatan pemahaman siswa dalam memahami materi belum sesuai yang diharapkan, sebagaimana dilihat dari pemahaman siswa dalam mengemukakan jawaban dari soal yang diberikan secara tulisan, belum sesuai dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan yaitu 70% dengan nilai paling rendah 6. Pada tindakan siklus 2 keberhasilannya sudah mencapai target yang diinginkan, hal ini dilihat dari jawaban siswa pada LKS, dan tes formatif sudah sesuai dengan kriteria keberhasilan yang ditetapkan, dimana dalam pembelajaran pada tindakan siklus 2 ini juga menerapkan pendekatan keterampilan proses sebagai upaya meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami materi konsep energi bunyi, dengan langkah-langkah pembelajaran yakni (1) mengenalkan kepada siswa tentang materi atau permasalahan yang akan dikerjakan, (2) mengelolah pengetahuan awal siswa terhadap materi dengan melakukan apersepsi, (3) membimbing siswa untuk menyelidiki baik secara individu maupun kelompok, dan (4) mengingatkan kembali kepada siswa tentang kegiatan yang dilakukan serta melakukan evaluasi, serta menyimpulkan isi pelajaran. Hal ini sejalan dengan pendapat (Nurhadi, 2006: 14) mengemukakan bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam memahami materi, yaitu dengan menerapkan pembelajaran pendekatan keterampilan proses kepada siswa dengan langkah-langkah pembelajaran.
  • 39. 39 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. KESIMPULAN Penggunaan pendekatan keterampilan proses dalam proses pembelajaran konsep energi bunyi pada SDN 9 Maginti mengalami peningkatan. Hal ini terbukti adanya perkembangan aktifitas siswa dari siklus pertama dengan kualifikasi cukup(C) pada siklus 2 menjadi kualifikasi baik (B). Berdasarkan hasil observasi, pelaksanaan, pengamatan, evaluasi, dan refleksi maka dapat disimpulkan bahwa pendekatan keterampilan proses dapat meningkatkan pemahaman konsep pada siswa kelas IV SDN 9 Maginti . Pencapaian pemahaman konsep energi bunyi pada siswa sudah sesuai yang diharapkan sebab telah memenuhi aspek tingkat penguasaan siswa dalam ketulusan belajar siswa. B. SARAN-SARAN 1. Kepada guru SD, agar menggunakan pendekatan keterampilan proses sebagai salah satu alternatif meningkatkan pemahaman konsep dalam pembelajaran energi bunyi di SD. 2. Kepada pihak guru yang menerapkan pendekatan keterampilan proses disarankan selama proses belajar mengajar berlangsung, siswa didudukan dalam kelompoknya, sehingga siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi ketika disajikan dapat segera memperoleh bantuan dari
  • 40. 40 teman kelompoknya. Hal ini lebih menguntungkan karena siswa sering tidak berani bertanya kepada guru apabila mengalami kesulitan. 3. Kepada semua calon guru diharapkan dalam melakukan pembelajaran di SD agar diperhatikan memilih pendekatan yang cocok sehingga dalam proses pembelajaran sesuai dengan indikator yang dicapai.
  • 41. 41 DAFTAR PUSTAKA Abruscato. 1992. Instrumen Ilmu Sains di Sekolah Dasar. Jakarta: Bima Cipta. Arikunto Suharsimi, dkk.2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta PT Bumi Aksara Depdikbud. 1996. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Depdikbud. Moedjino, dkk. 1991/1992. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan/Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Direktorat Ketenagaan. Nurkanca, 1986. Evaluasi pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional Purba dan Wartono, 1991. Strategi Belajar Mengajar Pendidikan Sains. Bandung: Remaja Rosdakarya. Seniawan, dkk. 1986. Metode Inkuiri Dalam Pembelajaran Sains. Jakarta: Rajawali Pers. Sugianto, dkk. 1990. Pendidikan Keterampilan Proses. Jakarta: Gramedia. Taggart. 1998. Theaction Research Plamer. Deaking Universitas Press. Wina Putra, 1992. Bagaimana Membelajarkan IPA Di Sekolah Dasar. Jakarta: Depdiknas. Direktorat Jenderal.
  • 42. 42 Lampiran 1 SOAL TES AWAL Nama : ............. Kelas : .............. Waktu : 30 menit Petunjuk 1) Tulislah nama, dan kelas pada tempat yang telah disediakan! 2) Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1. Apakah semua benda dapat mengeluarkan bunyi ? 2. Apa yang sesungguhnya terjadi pada saat alat musik dimaikan sehingga dapat timbul bunyi ? 3. Apa yang terjadi bunyi yang kita keluarkan ketika kita berbicara didalam ruang kosong yang tertutup ? 4. Apa yang terjadi pada bunyi yang kita keluarkan ketika kita berdiri dan berteriak diantara tebing ? 5. Berilah tanda ceklis (√) untuk benda yang dapat menyerap bunyi ? No Benda Menyerap bunyi Ya Tidak 1. 2. 3. 4. Batu Goni Plastik Karet
  • 43. 43 Lampiran 2 Tabel 1.1 Data hasil tes awal sebelum tindakan. No Nama Siswa Hasil Tes Jumlah Skor Soal 1 (10) 2 (10) 3 (20) 4 (20) 5 (40) 1. Asri Johan 10 10 0 20 10 50 2. Amir Marsudin 10 10 10 20 10 50 3. Ahiruddin 10 10 0 0 0 20 4. Andi Hamit 10 0 0 20 30 60 5. Muhamad Saban Alianto 10 0 0 0 20 30 6. Ehar 10 0 0 20 20 50 7. Efendi 10 0 20 20 20 70 8. Laode Umar 10 0 0 0 20 30 9. Guslan 10 0 0 20 30 60 10 Nisban 10 10 20 20 20 80 11. Farman 10 0 20 20 20 70 12. Laode Kamrin 10 0 0 0 30 40 13. Laode Damrin 10 10 0 20 30 70 14. Sahadin 0 0 20 0 20 40 15. Sitti Salmida 10 10 0 20 30 70 16 Fatmawati 10 0 20 0 30 60 17 Dewi Anggraini 10 0 0 0 0 30 18. Malinda 10 10 20 0 20 60 Jumlah 940 Rata-rata Kelas 52,22 % Ketuntasan 100 18 5 x = 27,77% % Ketidak tuntasan 100 18 13 x = 72,22%
  • 44. 44 Lampiran 3 RENCANA PELAKSANAAN PENGAJARAN Sekolah : SD. Negeri 9 Maginti Mata Pelajaran : Sains Materi pokok : Energi Bunyi Kelas/semester : IV/II Alokasi waktu : 2x35 menit Hari/ tanggal : A. STANDAR KOMPETENSI Memahami berbagai bentuk energi dan cara penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari B. KOMPETENSI DASAR Menjelaskan perubahan energi melalui penggunaan alat musik C. INDIKATOR 1. Menjelaskan sumber energi bunyi 2. Menyebutkan macam-macam bunyi I. Tujuan pembelajaran 1. Melalui ceramah, siswa dapat menjelaskan pengertian energi bunyi dengan benar. 2. Melalui gambar siswa dapat menyebutkan 3 macam bunyi dengan baik. 3. Melalui tanya jawab siswa dapat menyebutkan 3 contoh sumber energi bunyi dengan benar. Melalui ceramah, siswa dapat menjelaskan fungsi pemantulan bunyi dengan benar. 4. Melalui tanya jawab, siswa dapat menyebutkan 3 contoh benda yang dapat menyerap bunyi pada permukaan lunak dengan benar II. Materi pokok “Energi Bunyi” III. Metode pembelajaran 1. Ceramah
  • 45. 45 2. Tanya jawab 3. Diskusi 4. Penugasan IV.Langkah-langkah pembelajaran A. Persiapan Pembelajaran 1. Memberi salam 2. Berdoa 3. Mengecek kehadiran siswa 4. Apersepsi 5. Menyiapkan bahan-bahan pelajaran B. Kegiatan Awal 1. Mengemukakan langkah-langkah yang dilakukan 2. Menyampaikan tujuan pembelajaran C. Kegiatan Inti 1. Guru menjelaskan materi pelajaran dan perangkat yang digunakan yaitu mengenai materi energi bunyi 2. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengemukakan pertanyaan tentang hal-hal apa yang belum dimegerti, serta meminta siswa untuk mengemukakan pertanyaan gagasan untuk memecahkan masalah 3. Guru membimbing siswa didalam kelas baik secara individual maupun dalam kelompok dalam kegiatan: a. Mengamati masalah yaitu guru membimbing siswa untuk mengumpulkan data atau informasi yang sesuai dengan materi energi bunyi b. Menggolongkan(mengklasifikasi) yaitu guru membimbing siswa untuk mengolong-golongkan dan mengklasifikasi masalah berdasarkan data dan informasi awal yang telah ditemukan yaitu
  • 46. 46 mana yang termasuk sumber energi bunyi, macam bunyi, dan contoh yang dapat menyerap bunyi. c. Menafsirkan yaitu guru membimbing siswa untuk mengemukakan pemahaman sementara terhadap materi energi bunyi yang terkumpul berdasarkan data dan informasi awal, kemudian menghubungkan dalamkehidupan sehari-hari d. Meramalkan yaitu guru membimbing siswa untuk meramalkan atau menyimpulkan kemungkinan yang akan terjadi dari kegiatan menafsirkan yang telah dilakukan, yaitu berupa pemahaman terhadap materi e. Menerapkan yaitu guru membimbing siswa untuk mengaplikasikan pemahamannya dalam bersikap dan bertingkahlaku f. Mengkomunikasikan yaitu guru membimbing siswa untuk mengkomunikasikan pemahamannya dalam kegiatan bertanya, menjelaskan, serta laporan. g. Guru mengevaluasi dan menilai hasil kerja siswa. D. Kegiatan Akhir 1. Guru bersama siswa menyimpulkan materi 2. Memberi saran dan motivasi yang menyenagkan 3. memberikan tindak lanjut 4. Menutup peajaran V. MEDIA DAN SUMBER 1. Media : Gambar benda-benda yang dapat mengeluarkan sumber bunyi 2. Sumber : KTSP 2006 Buku sains kelas IV hal 152-160 Penerbit ERLANGGA VI. PENILAIAN - Penilaian : Tes awal, tes proses(LKS), tes akhir - Aspek yang dinilai :
  • 47. 47 1. Proses : Kerja sama, keaktifan dan kebenaran 2. Jenis penilaian : Lisan tertulis 3. Bentuk : Essay tes 4. Alat penilaian : Soal-soal/evaluasi Petunjuk : Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar! 1. Jelaskan pengertian sumber bunyi! 2. Sebutkan macam-macam bunyi! 3. Sebutkan 3 contoh energi bunyi! 4. Jelaskan manfaat dari pemantulan bunyi! 5. Sebutkan 4 contoh benda yang dapat menyerap bunyi pada permukaan lunak! Kunci Jawaban 1. Sumber energi bunyi adalah semua benda yang dapat menghasilkan bunyi. 2. 3 macam-macam bunyi yaitu energi bunyi, energi panas, dan energi gerak 3. contoh energi bunyi yaitu gitar, pianika, dan suling 1. Manfaat dari pemantulan bunyi yaitu untuk memperkuat dan memperkeras bunyi asli 2. 4 contoh benda yang dapat menyerap bunyi pada permukaan lunak yaitu karet, goni, kertas, dan kain dll
  • 48. 48 Lampiran 4 Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Konsep Energi Bunyi MelaluiPendekatan Keterampilan Proses di Kelas IV SDN 9 Maginti (Aspek Guru) NAMA GURU : .............................. HARI/TANGGAL : SIKLUS KE : PETUNJUK : 1. Mengamati pelaksanaan KBM yang dilakukan oleh guru 2. Mengisi kolom pengamatan sesuai dengan kenyataan yang ada dilapangan! 3. Memberikan kualifikasi pada kolom yang tersedia No Indikator/Deskriptor Pengamat Kualifikasi Skor Ya Tidak SB B C K SK A. Kegiatan Awal (skor 5) 1. Mengucapkan salam 2. Guru melakukan persiapan kegiatan belajar mengajar 3. Pengelolaan kelas 4. Guru menyampaikan apersepasi 5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran B. KEGIATAN INTI(Skor 10) Menggamati 1. Guru membimbing siswa untuk mengumpulkan data atau informasi yang sesuai dengan materi energi bunyi 2. Guru membimbing siswa untuk mengamati benda-banda yang mengeluarkan bunyi 3. Guru membentuk kelompok 4-5 orang untuk mereka diskusikan apa yang mereka amati 4. Guru memberikan LKS 5. Guru memberikan komentar- komentar positif kepada siswa terhadap hasil pengamatannya Menggolongkan 1. Guru membimbing siswa untuk menggolong-golongkan dan menglasifikasikan masalah baerdasarkan data dan informasi awal yang telah ditemukan terhadap materi, 2. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai Menafsirkan 1. guru menyuruh siswa untuk mencatat hal-hal yang penting setelah melakukan pengamatan 2. Guru menyuruh siswa untuk
  • 49. 49 mengumpulkan hasil yang telah dikerjakan setelah pengamatan Meramalkan 1. 1. Guru membimbing siswa untuk meramalkan yang harus diketahui dalam pembelajaran energi bunyi. 2. 2. Guru membimbing siswa untuk menyelidiki masalah dengan melakukan percobaan untuk menguatkan pemahaman awal siswa terhadap masalah Menerapkan 1. Guru menjelaskan peristiwa baru dengan menerapkan konsep energi bunyi yang telah dimiliki 2. Guru menerapkan konsep yang telah dipelajari dalam situasi baru. 3. Merencanakan Penelitian 1. 1. Guru menjelaskan alat dan bahan yang akan digunakan dalam mengerjakan soal LKS 2. Guru menentukan cara dalam melakukan percobaan Mengkomunikasikan 1. Guru membimbing siswa untuk mengaplikasikan pemahamannya dalam bersikap dan bertingkah laku 2. Guru mengkomunikasikan pemahamannya dalam kegiatan bertanya, menjelaskan, serta laporan, Evaluasi 1. Guru mengevaluasi dan menilai hasil kerja siswa 2. Guru menyimpulkan materi pelajaran. C. Kegiatan Akhir(Skor 5) 1. Memberikan penilaian 2. Guru bersama siswa menyimpulkan materi 3. Memberi saran dan motivasi yang menyenagkan 4. Menutup pelajaran Sangat baik (SB), jika semua indikator muncul. Baik jika (B), jika hanya 1 indikator yang muncul Cukup (C) jika hanya 3 indikator yang muncul Sangat Kurang (SK), jika hanya satu indikator yang muncul.
  • 50. 50 Lampiran 6 Meningkatkan Pemahaman Siswa Tentang Konsep Energi Bunyi Melalui Pendekatan Keterampilan Proses di Kelas IV SDN 9 Maginti (Aspek Siswa) NAMA SISWA :.............................. HARI/TANGGAL : SIKLUS KE: PETUNJUK : 1. Mengamati kegiatan yang dilakukan siswa selama proses belajar mengajar berlangsung ! 2. Mengisi kolom sesuai kenyataan yang terjadi dilapangan selama proses belajar mengajar berlangsungada dilapangan 3. Memberikan kolom kualifikasi yang tersedia No Indikator/Deskriptor Pengamat Kualifikasi Skor Ya Tidak SB B C K SK A. Kegiatan Awal (skor 5) 1. Mengucapkan salam 2. Berdoa untuk memulai pelajaran 3. Menyampaikan langkah-langkah pembelajaran 4. apersepasi 5. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran B. KEGIATAN INTI(Skor 5) 1. Siswa melakukan kegiatan mengamati masalah yaitu mengumpulkan data informasi yang sesuai dengan materi energi bunyi 2. Siswa menggolongkan dan mengklasifikasi masalah berdasarkan informasi awal yang telah ditemukan untuk memecahkan masalah yaitu menggolongkan 3 macam bunyi dan energi bunyi 3. Menafsirkan: siswa mencatat hal-hal yang penting setelah melakukan pengamatan, dan mengumpulkan hasil yang telah dikerjakan setelah pengamatan 4. Meramalkan: siswa meramalkan kemungkinan yang akan terjadi dari kegiatan menafsirkan yang telah dilakukan yaitu berupa pemahaman terhadap materi energi bunyi 5. Menerapkan: siswa mengaplikasikan pemahamannya
  • 51. 51 dalam bersikap dan bertingkahlaku serta mampu menerapkan konsep yang dipelajari dalam energi bunyi 6. Merencanakan penelitian: siswa menyelidiki masalah dengan melakukan percobaan untuk menguatkan pemahaman awal siswa terhadap materi energi bunyi 7. Tahap mengkomunikasi: siswa mengkomunikasikan pemahamannya dalam kegiatan bertanya, menjelaskan, serta menyusun laporan, dari proses- proses mereka lakukan 8. Evaluasi C. Kegiatan Akhir(Skor 5) 1. Menyampaikan keberhasilan secara umum 2. Mengenal kesalahan dalam mengerjakan tes 3. Dapat menyimpulkan materi pelajaran saat itu 4. menutup pelajaran
  • 52. 52 Lampiran 7 LEMBAR KERJA SISWA (LKS) I Hari / Tanggal : Tindakan / Siklus : I / I Materi Pokok : Sumber energi bunyi Waktu : 30 menit Nama Anggota Kelompok :1. 2. 3. 4. Petunjuk : a. Diskusikanlah soal berikut dengan teman kelompokmu b. Periksa kembali pekerjaanmu apabila telah selesai dikerjakan 1. Untuk mengetahui terbentuknya bunyi, untuk membuktikannya lakukan kegiatan berikut ini a. Alat dan bahan 1) Kaleng bekas 2) Karet gelang b. Cara kerja 1) Rentangkan karet gelang hingga tegang pada mulut kaleng 2) Petiklah karet gelang, perhatikan apa yang terjadi. c. Pertanyaan 1) Apakah karet gelang menghasilkan bunyi sebelum dipetik? 2) Apakah karet gelang menghasilkan bunyi saat dipetik? 3) Apa kesimpulan yang dapat kamu tarik berdasarkan percobaan yang telah kamu lakukan tadi?
  • 53. 53 Lampiran 8 Tabel 1.4 Data hasil tes Akhir No Nama Siswa Hasil Tes Jumlah Skor Soal 1 (10) 2 (10) 3 (30) 4 (10) 5 (40) 1. Asri Johan 10 10 20 20 40 100 2. Amir Marsudin 10 10 20 20 40 100 3. Ahiruddin 10 10 20 20 40 100 4. Andi Hamit 10 10 20 20 40 100 5. Muhamad Saban Alianto 10 10 20 20 40 100 6. Ehar 10 10 20 20 40 100 7. Efendi 10 10 20 20 40 100 8. Laode Umar 10 10 20 20 30 90 9. Guslan 10 10 20 20 40 100 10 Nisban 10 10 20 20 40 100 11. Farman 10 10 20 20 40 100 12. Laode Kamrin 10 10 20 0 40 90 13. Laode Damrin 10 10 20 20 40 90 14. Sahadin 10 10 20 20 30 100 15. Sitti Salmida 10 10 20 20 40 90 16 Fatmawati 10 10 0 20 40 90 17 Dewi Anggraini 10 10 20 20 30 90 18. Malinda 10 10 20 20 40 100 Jumlah 1750 Rata-rata Kelas 97,22% % Ketuntasan belajar 100% % Ketidak tuntasan 0 %
  • 54. 54 Lampiran 9 PEDOMAN WAWANCARA MATERI/SIKLUS : HARI/TANGGAL : 1. Bagaimana perasaanmu selama mengikuti kegiatan pembelajaran Energi Bunyi? 2. Bagaimana perasaanmu mengikuti langkah-langkah yang dilaksanakan oleh guru? 3. Apakah cara yang dilakukan guru perlu dipertahankan? 4. Ketika kamu mengamati percobaan yang dilakukan dari sumber energi bunyi bagaimana perasaanmu? 5. Bagaimana perasaanmu selama belajar secara berkelompok? 6. Bagaimana cara kamu menemukan jawaban pada soal yang ada pada LKS dan tes Formatif? 7. Apakah ada cara lain didalam menemukan jawaban tersebut? 8. Dari langkah-langkah kamu lakukan, mana cara yang termudah menurut kamu? 9. Apakah ada kesulitan yang kamu alami didalam mempelajari konsep energi bunyi? 10. Bagaimana cara memperoleh hasil seperti itu?

×