Successfully reported this slideshow.
We use your LinkedIn profile and activity data to personalize ads and to show you more relevant ads. You can change your ad preferences anytime.

Makalah seni kriya korea

826 views

Published on

TAHAP PERKEMBANGAN ANAK, DEWASA, DAN LANSIA DARI SEGI PATOLOGI DAN PATOFISIOLOGI

Published in: Devices & Hardware
  • Be the first to comment

  • Be the first to like this

Makalah seni kriya korea

  1. 1. MAKALAH SENI BUDAYA MENGAPRESIASI KARYA SENI RUPA MANCANEGARA KOREA DISUSUN OLEH : NAMA : FAZMI MIRZA DWIYANA KELAS : XI IPA 6 SMAN 1 RAHA 2017 1
  2. 2. BAB I PENDAHULAUN A. LATAR BELAKANG Korea adalah sebuah semenanjung yang di Asia Timur (di antara Tiongkok dan Jepang).[1][2][3] Korea terbagi menjadi dua negara, yakni Republik Korea (Korea Selatan) dan Republik Rakyat Demokratik Korea (Korea Utara) setelah Perang Dunia II pada tahun 1945. Korea Selatan kemudian berkembang menjadi negara demokratis sementara Korea Utara berhaluan komunis. Bendera Persatuan Korea sering digunakan untuk merepresentasikan Korea pada ajang olahraga internasional, namun bendera tersebut bukan merupakan bendera resmi kedua negara. Karena zaman dinasti-dinasti bersejarah sudah berakhir, istilah Korea saat ini didefinisikan berdasarkan gabungan 2 entitas yang terbagi oleh Garis Demarkasi Militer pararel 38, yakni Korea Utara, dan Korea Selatan. Semenanjung Korea di sebelah utara dibatasi oleh Republik Rakyat Tiongkok, dan Rusia di sebelah timur laut, serta Jepang di sebelah tenggara yang dipisahkan dengan Selat Korea.[2] B. RUMUSAN MASALAH Bagaimana perkembangan karya seni rupa Mancanegara di Korea C. TUJUAN Agar kami dapat mengetahui perkembangan karya seni rupa Mancanegara di Korea 2
  3. 3. BAB II PEMBAHASAN A. BANGUNAN BERSEJARAH KOREA 1. Monumen Peringatan Perang Korea Bagi anda yang berkunjung ke tempat ini anda akan disuguhkan dengan wisata sejarah yang ada di Seoul. Monumen peringatan didirikan di lahan dengan luas 20 ribu meter persegi. Tempat ini sebelumnya adalah markas dari tentara Korea. Tujuan didirikannya monumen ini adalah untuk mengingat kelamnya sejarah perang yang terjadi Korea. Konflik dan perang itu terjadi kurang lebih 60 tahun yang lalu. Dalam museum pengunjung bisa melihat berbagai macam peralatan militer yang digunakan dalam perang Korea saat itu. Setidaknya Ada 13 ribu peralatan militer yang ada di museum tersebut dan bisa pengunjung lihat. Di Indonesia sendiri ada beberapa monumen yang menceritakan tentang perjuangan bangsa Indonesia dalam melawan penjajah mislanya saja monument perjuangan 1 maret dan yang terkenal adalah Monumen Nasional yang ada di ibukota Jakarta. 2. Kuil Bongeunsa 3
  4. 4. Kuil Bongeunsa letaknya ada di distrik Gangnam, daerah Seoul. Distrik itu adalah kawasan yang begitu elit dan memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi yang maju dan cepat. Di distrik Gangnam inilah dibangun kuil dengan bangunan yang tua. Kuil ini dibangun pada tahun ke-10 saat pemerintahan Raja Shilla Wongseong’s. 3. Istana Changdeok Istana ini adalah tempat persinggahan dari Dinasti Joseon di Seoul. Di Seoul, istana ini merupakan salah satu istana satu dari 5 istana yang ada di Seoul. Dinamakan Istana Changdeox dikarenakan arti dari Changdeox adalah makmur. Dengan adanya istana ini diharapkan rakyat yang dibawahi oleh istana ini memiliki kemakmuran. Dengan berkunjung disini pengunjung bisa melihat keunikan arsitek dari Korea Selatan. Arsitektur yang ada di istana ini mengusung arsitektur di masa lampau. B. Pakaian adat Korea 4
  5. 5. Hanbok (Korea Selatan) atau Chosŏn-ot (Korea Utara) adalah pakaian tradisional masyarakat Korea. “Han” adalah sebutan bagi Korea, dan “bok” berarti pakaian. Jadi, secara harfiah orang Korea pun sebenarnya hanya menyebut pakaian mereka sebagai “pakaian korea”. Orang Korea sangat bangga memakai Hanbok, karena Hanbok merupakan identitas pakaian tradisional mereka. 1. Jeogori atau atasan Hanbok wanita, dibandingkan dengan hanbok Pria, lebih sering mengalami perubahan. Sebelum dinasti jeoseon, panjangnya sepinggang dan terikat menghubungkan bagian depan dengan bagian belakang. Di Masa Jeoseon Akhir, bentuk jeogori hanya sepanjang batas bawah ketiak. Namun bagian depannya lebih panjang hingga menutupi area dada. 2. Chima atau rok Chima adalah semacam rok yang bulat mengembang dan panjangnya mulai dada hingga menutupi kaki. Saat ini, dibuat seperti sejenis dengan baju u-can see untuk mempermudah pemakaian. Dengan bentuknya yang longgar dan mengembang, tentu saja menyembunyikan bentuk lekuk tubuh wanita pemakainya. 5
  6. 6. 4. Otgoreum (Cloth Strings) Otgoreum adalah pita yang dipakai pada baju hanbok untuk wanita, yang melintang ke rok atau chima. 5. Durumagi Awalnya durumagi dipakai oleh pegawai Kerajaan sebagai pakaian dinas sehari-hari mereka. Durumagi adalah sejenis coat panjang yang dipakai sebagai luaran dikala angin sedang berhembus dingin-dinginnya. 6. Gat-Jeogori Bentuknya sedikit lebih besar dibandingan dengan Jeogori. Bedanya hanya dibagian dalam pakaian jenis ini terbuat dari bulu kelinci, sehingga tetap membuat pemakainya tetap hangat. Bahan yang di luar biasanya terbuat dari sutra. C. RUMAH ADAT KOREA 6
  7. 7. Setiap negara tentu punya rumah tradisional yang bentuknya akan berbeda dengan rumah tradisional negara lain. Korea selatan juga memiliki rumah tradisional yang unik, Hanok. Rumah Tradisional Korea, Hanok (Foto: Antique Alive) Hanok merupakan sebutan untuk rumah tradisional milik Korea. Biasanya berisi beberapa kamar seperti Anbang atau kamar tidur utama, Daecheong atau ruang tengah, Gwang atau lumbung, Bueok atau dapur, Dojangbang atau ruang ganti wanita dan beberapa kamar lainnya. Hanok memiliki keunikan yang dapat membedakannya dari rumah tradisional milik negara lain. Yuk simak. Dibuat dari Alam Sebagai rumah tradisional, Hanok dibangun dengan bahan yang mudah ditemukan di Korea. Dikutip dari Antique Alive untuk tiang dan pancang Hanok, akan digunakan Kayu. Lalu untuk membuat pemanas yang sering disebut ondol akan menggunakan batu, kemudian tanah liat digunakan untuk lantai, atap dan juga dinding. Fitur lain dari Hanok adalah penggunaan hanji atau kertas tradisional Korea yang dibuat dengan menggunakan kulit pohon murbei. Hanji digunakan pada setiap bagian Hanok seperti di dinding, pintu, langit-langit dan terkadang lantai. Hanji digunakan sebagai penyaring udara untuk rumah Hanok. D. SENI KERAMIK KOREA Proses pembuatan, warna dan kepercayaan Keramik hijau diciptakan dari tanah liat dan glasir yang mengandung sedikit besi.[4] Pada saat keramik dibakar dalam tungku, besi beroksidasi menghasilkan warna hijau seperti giok. Suhu tungku dipantau antara 1250 °C dan 1300 °C selama 24 jam untuk menjaga warna yang diinginkan pada keramik. Warna dari keramik hijau ini ditentukan dari bahan pembuatan, antara lain kandungan besi dalam tanah liat, bahan glasir yang terbuat dari besi-oksida, mangan-oksida dan 7
  8. 8. kwarsa tingkat pembakaran dalam tungku.[4] Suhu tungku umumnya berada pada atau sekitar 1150 °C dan level oksigen dalam tungku diturunkan dalam beberapa tahap pembakaran.[4] Warna hijau yang dihasilkan oleh keramik hijau Goryeo berbeda dengan keramik hijau asal Cina. Sejak lama, kedua bangsa menganggap batu giok sebagai perhiasan bertuah dan berusaha membuat keramik dengan warna yang serupa mungkin dengan batu giok. Orang Cina menamakannya pishi (warna rahasia). Orang Goryeo berhasil menciptakan warna keramik hijau yang kebiru-biruan, agak berbeda dengan keramik Cina dan juga menjulukinya pisaek (warna rahasia). Keramik hijau berpola burung bangau. Karena rakyat Goryeo beragama Buddha, maka warna keramik hijau diasosiasikan dengan pemikiran Buddhisme, sehingga warna hijau yang diciptakan juga melambangkan warna nirwana.[3] Walaupun pada saat ini kandungan bahan kimiawi tanah liat, glasir dan material lain telah dianalisa secara tepat dan proses pembakaran menjadi lebih mudah dengan peralatan moderen, para pengrajin zaman sekarang tidak mampu untuk membuat keramik hijau seperti asli. Dikatakan bahwa orang Goryeo mendedikasikan pemikiran religius mereka ke dalam keramik hijau serta mensyaratkan alasan-alasan agar keramik hijau dapat diciptakan secara sempurna. Pertama, negara harus berada dalam keadaan damai. Kedua, pengrajin harus menjaga pikiran yang jernih dan memiliki keterampilan yang baik. Ketiga, negara harus dalam kondisi bersatu. Jika semua hal ini telah terpenuhi, keramik hijau akan tercipta dengan hasil yang terbaik. 8
  9. 9. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Kita dapat menarik kesimpulan bahwa di berbagai Negara Khususnya Korea memiliki seni Rupa baik itu seni rupa murni maupun seni rupa terapan yang sangat bermanfaat bagi warga Negara Korea. 9
  10. 10. BAB III PENUTUP KESIMPULAN Kita dapat menarik kesimpulan bahwa di berbagai Negara Khususnya Korea memiliki seni Rupa baik itu seni rupa murni maupun seni rupa terapan yang sangat bermanfaat bagi warga Negara Korea. 9

×