Your SlideShare is downloading. ×
Telaah kisi kisi (materi) ukg kompetensi paedagogik matematika smp 2013
Telaah kisi kisi (materi) ukg kompetensi paedagogik matematika smp 2013
Telaah kisi kisi (materi) ukg kompetensi paedagogik matematika smp 2013
Telaah kisi kisi (materi) ukg kompetensi paedagogik matematika smp 2013
Telaah kisi kisi (materi) ukg kompetensi paedagogik matematika smp 2013
Telaah kisi kisi (materi) ukg kompetensi paedagogik matematika smp 2013
Telaah kisi kisi (materi) ukg kompetensi paedagogik matematika smp 2013
Telaah kisi kisi (materi) ukg kompetensi paedagogik matematika smp 2013
Telaah kisi kisi (materi) ukg kompetensi paedagogik matematika smp 2013
Telaah kisi kisi (materi) ukg kompetensi paedagogik matematika smp 2013
Telaah kisi kisi (materi) ukg kompetensi paedagogik matematika smp 2013
Telaah kisi kisi (materi) ukg kompetensi paedagogik matematika smp 2013
Telaah kisi kisi (materi) ukg kompetensi paedagogik matematika smp 2013
Telaah kisi kisi (materi) ukg kompetensi paedagogik matematika smp 2013
Telaah kisi kisi (materi) ukg kompetensi paedagogik matematika smp 2013
Telaah kisi kisi (materi) ukg kompetensi paedagogik matematika smp 2013
Upcoming SlideShare
Loading in...5
×

Thanks for flagging this SlideShare!

Oops! An error has occurred.

×
Saving this for later? Get the SlideShare app to save on your phone or tablet. Read anywhere, anytime – even offline.
Text the download link to your phone
Standard text messaging rates apply

Telaah kisi kisi (materi) ukg kompetensi paedagogik matematika smp 2013

7,703

Published on

4 Comments
0 Likes
Statistics
Notes
  • Be the first to like this

No Downloads
Views
Total Views
7,703
On Slideshare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
3
Actions
Shares
0
Downloads
181
Comments
4
Likes
0
Embeds 0
No embeds

Report content
Flagged as inappropriate Flag as inappropriate
Flag as inappropriate

Select your reason for flagging this presentation as inappropriate.

Cancel
No notes for slide

Transcript

  • 1. TELAAH KISI-KISI (MATERI) UJI KOMPETENSI 2013MATA PELAJARAN MATEMATIKA SMPI. KOMPETENSI PAEDAGOGIK1. INDIKATOR 1Standar Kompetensi : Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual,sosial, kultural, emosional, dan intelektual.Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi potensi peserta didik dalam mata pelajaran yangdiampuIndikator Esensial : Memanfaatkan potensi kognitif yang dimiliki oleh peserta didik dalammendukung pembelajaran matematika yang efektifBahan atau MateriPotensi adalah daya untuk memahami sesuatuIntelegensi bersifat aktif yang merupakan aktualisasi dari daya yang berupa aktivitas atauperilaku.Kognitif adalah suatu proses berpikir, yaitu kemampuan individu untuk menghubungkan,menilai, dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwaPsikologi Perkembangan Kognitif Piaget- bergantung kepada seberapa jauh siswa dapat memanipulasi dan aktif berinteraksidengan lingkungannya, mengaitkan antara pengetahuan yang telah dimiliki denganpengalaman barunya.- aspek perkembangan kognitif seseorang,a. struktur : organisasi mental yang terbentuk pada saat seseorang berinteraksi denganlingkungannyab. isi : pola tingkah laku seseorang yang tercermin pada saat ia merespon berbagaimasalahc. fungsi : cara yang digunakan seseorang untuk mengembangkan tingkatintelektualnya, yang terdiri atas organisasi dan adaptasi (asimilasi dan akomodasi).Periode perkembangan1. Periode sensorimotor (usia 0–2 tahun)mengeksplorasi dunia terutama dengan inderanya dan bukan melalui operasi mental,bayi lahir dengan sejumlah refleks bawaan selain juga dorongan untuk mengeksplorasidunianya. pada tahapan ini menandai perkembangan kemampuan dan pemahamanspatial penting dalam enam sub-tahapan:a. skema reflex : muncul saat lahir sampai usia enam minggu dan berhubunganterutama dengan refleks.b. fase reaksi sirkular primer : dari usia enam minggu sampai empat bulan danberhubungan terutama dengan munculnya kebiasaan-kebiasaan.c. fase reaksi sirkular sekunder : muncul antara usia empat sampai sembilan bulandan berhubungan terutama dengan koordinasi antara penglihatan dan pemaknaan.d. koordinasi reaksi sirkular sekunder : muncul dari usia sembilan sampai duabelasbulan, saat berkembangnya kemampuan untuk melihat objek sebagai sesuatu yangpermanen walau kelihatannya berbeda kalau dilihat dari sudut berbeda (permanensiobjek).e. fase reaksi sirkular tersier : muncul dalam usia dua belas sampai delapan belasbulan dan berhubungan terutama dengan penemuan cara-cara baru untuk mencapaitujuan.f. awal representasi simbolik : berhubungan terutama dengan tahapan awalkreativitas2. Periode praoperasional (usia 2–7 tahun)Pemikiran (Pra)Operasi adalah prosedur melakukan tindakan secara mental terhadapobjek-objek. Ciri dari tahapan ini adalah operasi mental yang jarang dan secara logikatidak memadai. anak belajar menggunakan dan merepresentasikan objek dengangambaran dan kata-kata. Pemikirannya masih bersifat egosentris: anak kesulitan untukmelihat dari sudut pandang orang lain. Anak dapat mengklasifikasikan objekmenggunakan satu ciri, seperti mengumpulkan semua benda merah walau bentuknyaberbeda-beda atau mengumpulkan semua benda bulat walau warnanya berbeda-beda.anak mengembangkan keterampilan berbahasanya. Mereka mulai merepresentasikan
  • 2. benda-benda dengan kata-kata dan gambar. Bagaimanapun, mereka masihmenggunakan penalaran intuitif bukan logis. Di permulaan tahapan ini, merekacenderung egosentris, yaitu, mereka tidak dapat memahami tempatnya di dunia danbagaimana hal tersebut berhubungan satu sama lain. Mereka kesulitan memahamibagaimana perasaan dari orang di sekitarnya. Tetapi seiring pendewasaan,kemampuan untuk memahami perspektif orang lain semakin baik. Anak memiliki pikiranyang sangat imajinatif di saat ini dan menganggap setiap benda yang tidak hidup punmemiliki perasaan.3. Periode operasional konkrit (usia 7–11 tahun)mempunyai ciri berupa penggunaan logika yang memadai. Proses-proses pentingselama tahapan ini adalah:a. Pengurutan : kemampuan untuk mengurutan objek menurut ukuran, bentuk, atauciri lainnya. Contohnya, bila diberi benda berbeda ukuran, mereka dapatmengurutkannya dari benda yang paling besar ke yang paling kecil.b. Klasifikasi : kemampuan untuk memberi nama dan mengidentifikasi serangkaianbenda menurut tampilannya, ukurannya, atau karakteristik lain, termasuk gagasanbahwa serangkaian benda-benda dapat menyertakan benda lainnya ke dalamrangkaian tersebut. Anak tidak lagi memiliki keterbatasan logika berupa animisme(anggapan bahwa semua benda hidup dan berperasaan)c. Decentering : anak mulai mempertimbangkan beberapa aspek dari suatupermasalahan untuk bisa memecahkannya. Sebagai contoh anak tidak akan lagimenganggap cangkir lebar tapi pendek lebih sedikit isinya dibanding cangkir kecilyang tinggi.d. Reversibility : anak mulai memahami bahwa jumlah atau benda-benda dapatdiubah, kemudian kembali ke keadaan awal. Untuk itu, anak dapat dengan cepatmenentukan bahwa 4+4 sama dengan 8, 8-4 akan sama dengan 4, jumlahsebelumnya.e. Konservasi : memahami bahwa kuantitas, panjang, atau jumlah benda-bendaadalah tidak berhubungan dengan pengaturan atau tampilan dari objek atau benda-benda tersebut. Sebagai contoh, bila anak diberi cangkir yang seukuran dan isinyasama banyak, mereka akan tahu bila air dituangkan ke gelas lain yang ukurannyaberbeda, air di gelas itu akan tetap sama banyak dengan isi cangkir lain.f. Penghilangan sifat Egosentrisme : kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudutpandang orang lain (bahkan saat orang tersebut berpikir dengan cara yang salah).Sebagai contoh, tunjukkan komik yang memperlihatkan Siti menyimpan boneka didalam kotak, lalu meninggalkan ruangan, kemudian Ujang memindahkan boneka ituke dalam laci, setelah itu baru Siti kembali ke ruangan. Anak dalam tahap operasikonkrit akan mengatakan bahwa Siti akan tetap menganggap boneka itu ada didalam kotak walau anak itu tahu bahwa boneka itu sudah dipindahkan ke dalam lacioleh Ujang.4. Periode operasional formal (usia 11 tahun sampai dewasa)Karakteristik tahap ini adalah diperolehnya kemampuan untuk berpikir secara abstrak,menalar secara logis, dan menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia. Dalamtahapan ini, seseorang dapat memahami hal-hal seperti cinta, bukti logis, dan nilai. Iatidak melihat segala sesuatu hanya dalam bentuk hitam dan putih, namun ada "gradasiabu-abu" di antaranya. Dilihat dari faktor biologis, tahapan ini muncul saat pubertas(saat terjadi berbagai perubahan besar lainnya), menandai masuknya ke dunia dewasasecara fisiologis, kognitif, penalaran moral, perkembangan psikoseksual, danperkembangan sosial. Beberapa orang tidak sepenuhnya mencapai perkembangansampai tahap ini, sehingga ia tidak mempunyai keterampilan berpikir sebagai seorangdewasa dan tetap menggunakan penalaran dari tahap operasional konkrit2. INDIKATOR 2Indikator Esensial : Mengidenfikifasi kemampuan awal yang dibutuhkan siswa dalampembelajaran suatu topik/konsep matematikaBahan atau MateriKemampuan awal adalah kemampuan prasyarat yang dibutuhkan siswa dalampembelajaran suatu konsep, misalnya dalam mempelajari Operasi bentuk Aljabar siswaharus memiliki kemampuan awal berupa operasi hitung bilangan bulat
  • 3. 3. INDIKATOR 3Standar Kompetensi : Menguasai teori belajar dan prinsip‐prinsip pembelajaran yangmendidik.Kompetensi Dasar : Memahami berbagai teori belajar dan prinsip‐prinsip pembelajaranyang mendidik terkait dengan mata pelajaran yang diampuIndikator Esensial : Mengenali ide atau konsep teori belajar VigotskyBahan atau MateriIde atau konsep teori belajar Vigotsky1. Bahwa intelektual berkembang pada saat individu menghadapi ide-ide baru dan sulitmengaitkan ide-ide tersebut dengan apa yang mereka ketahui.2. Bahwa interaksi dengan orang lain memperkaya perkembangan intelektual.3. Peran utama guru adalah bertindak sebagai seorang pembantu dan mediatorpembelajaran siswaVigotsky mengemukakan empat prinsip1. pembelajaran sosial (social learning).Pembelajaran kooperatif interaksi bersama dengan orang dewasa atau teman yanglebih cakap;2. ZPD (zone of proximal development).Mendapat bantuan orang dewasa atau temannya (peer)3. Masa Magang Kognitif (cognitif apprenticeship).Suatu proses yang menjadikan siswa sedikit demi sedikit memperoleh kecakapanintelektual melalui interaksi dengan orang yang lebih ahli, orang dewasa, atau temanyang lebih pandai;4. Pembelajaran Termediasi (mediated learning).Vygostky menekankan pada scaffolding. Siswa diberi masalah yang kompleks, sulit, danrealistik, dan kemudian diberi bantuan secukupnya4. INDIKATOR 4Indikator Esensial : Mengidentifikasi kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan teoribelajar tertentu (Bruner dan Ausuble)Bahan atau MateriMenurut Jerome Bruner , belajar melibatkan tiga proses yang berlangsung hampirbersamaan, yakni :1. Memperoleh informasi baru dapat merupakan penghalusan dari informasi sebelumnyayang dimiliki seseorang atau informasi tersebut dapat bersifat sedemikian rupa sehinggaberlawanan dengan informasi sebelumnya yang dimiliki seseorang.2. Transformasi informasi/pengetahuan menyangkut cara kita memperlakukanpengetahuan. Informasi yang diperoleh, kemudian dianalisis, diubah atauditransformasikan ke dalam bentuk yang lebih abstrak atau konseptual agar dapatdigunakan untuk hal – hal yang lebih luas.3. Evaluasi merupakan proses menguji relevasi dan ketepatan pengetahuan.Proses inidilakukan dengan menilai apakah cara kita memperlakukan pengetahuan tersebutcocok atau sesuai dengan prosedur yang adaPendewasaan pertumbuhan intelektual atau pertumbuhan kognitif seseorang menurutBruner adalah sebagai berikut :1. Pertumbuhan intlektual ditunjukan oleh bertambahnya ketidaktergantungan respons darisifat stimulus. Dalam pertumbuhan intlektual ini, adakalanya kita melihat bahwaseorang anak mempertahankan suatu respons dalam lingkungan stimulus yangberubah-ubah, atau belajar mengubah responsnya dalam lingkungan stimulus yangtidak berubah. Sehingga melalui pertumbuhan seseorang dapat memperolehkebebasan dari pengontrolan stimulus melalui proses – proses perantara yangmengubah stimulus sebelum respons.2. Pertumbuhan intlektual tergantung pada bagaimana seseorang menginternalisasikanperistiwa–peristiwa menjadi suatu system penyimpanan (storage system) yang sesuai
  • 4. dengan lingkungan. Sistem inilah yang memungkinkan peningkatan kemampuan anakuntuk bertidak diatas informasi yang diperoleh pada suatu kesempatan.3. Pertumbuhan intlektual menyangkut peningkatan kemampuan seseorang untuk berkatapada dirinya sendiri atau kepada orang lain, degan pertolongan kata – kata dan symbol– symbol, apa yang telah dilakukannya atau akan dilakukannya..Bruner membagi perkembangan kognitif anak atas tahap – tahap tertentu :1. Enaktif ( enactive )Pada tahap ini anak dalam tahap belajarnya menggunakan atau memanipulasi obyek –obyek secara langsung.2. Ikonik ( iconic )Pada tahap ini anak melihat dunia melalui gambar – gambar atau visualisasi.Dalambelajarnya , anak tidak memanipulasi obyek – obyek secara langsung, tetapi sudahdapat memanipulasi dengan menggunakan gambaran dari obyek.3. Simbolik ( Symbolic )Pada tahap ini anak memiliki gagasan – gagasan abstrak yang banyak dipengaruhibahasa dan logika.Menurut Bruner, untuk mengajarkan sesuatu tidak perlu ditunggu sampai anak mencapaisuatu tahap perkembangan tertentu. Apabila bahan yang diberikan diatur dengan baik,maka anak dapat belajar meskipun usianya belum memadai. Jadi perkembangan kognitifseseorang dapat ditingkatkan dengan cara mengatur bahan yang akan dipelajari danmenyajikannya sesuai dengan tingkat perkembangannya. Penerapan teori Brunerini dikenal sebagai “Kurikulum spiral“.Dalam model intruksional, Bruner memperkenalkan model yang dikenal dengan namabelajar penemuan (Discovery learning). Dalam belajar penemuan ini siswa akan berperanlebih aktif. Siswa berusaha sendiri memecahkan masalah dan memperoleh pengetahuantertentu. Dengan cara ini akan memperoleh pengetahuan yang benar – benar bermaknaAusubel mengemukakan bahwa belajar menerima dan belajar menemukan adalah dua halyang berbeda.Belajar menerima yang bermaknaIni terjadi bila informasi yang telah disusun secara logic disajikan kapada siswa dalambentuk final. Selanjutnya siswa menghubungkan informasi baru tersebut dengan strukturkognitif yang telah ia miliki.Belajar penemuan yang bermaknaIni terjadi bila informasi pokok ditemukan oleh siswa. Siswa kemudian menghubungkanpengetahuan baru tersebut dengan struktur kognitif yang dimilikinya.Belajar menerima yang hapalan (tidak bermakna)Ini terjadi bila informasi disajikan kepada siswa dalam bentuk final, siswa kemudianmenghapalnya.Belajar penemuan yang hapalan (tidak bermakna)Ini terjadi bila informasi pokok ditemukan oleh siswa. Siswa kemudian menghapalpengetahuan baru tersebut.5. INDIKATOR 5Kompetensi Dasar : Menerapkan berbagai pendekatan,strategi, metode, dan teknikpembelajaran yang mendidik secara kreatifIndikator Esensial : Mengidentifikasi prinsip pembelajaran dengan pendekatan tertentu(Pendidikan Matematika Realistik, pembelajaran kontekstual, ataupembelajaran berbasis masalah)Bahan atau MateriGravemeijer menyatakan bahwa proses berpikir matematisasi dalam PMR dicirikan denganlima jenis kegiatan yaitu adanya:1. Eksplorasi secara phenomenologi (phenomenological exploration),2. Instrumen instrument vertikal yang menjadi jembatan (dijembatani oleh instrumen-instrumen vertikal, bridging by vertical instruments)3. Konstribusi siswa ( student constribution)
  • 5. 4. Interaktifitas (interactivity)5. Penjalinan (intertwining).De Lange : pembelajaran dengan pendekatan PMR meliputi aspek-aspek:1. Memulai pelajaran dengan mengajukan masalah (soal) yang “riil” bagi siswa sesuaidengan pengalaman dan tingkat pengetahuannya, sehingga siswa segera terlibat dalampelajaran secara bermakna2. Permasalahan yang diberikan tentu harus diarahkan sesuai dengan tujuan yang ingindicapai dalam pelajaran tersebut3. Siswa mengembangkan atau menciptakan model-model simbolik secara informalterhadap persoalan/masalah yang diajukan4. Pengajaran berlangsung secara interaktif.Lesson Study adalah kegiatan kolaboratif dari sekelompok guru untuk secara bersama-sama:1. merencanakan langkah-langkah pembelajaran,2. salah seorang diantaranya mempraktekkan pembelajaran yang direncanakan dan yanglain mengamati proses pembelajaran,3. mengevaluasi pembelajaran yang dilaksanakan,4. memperbaiki perencanaan semula,5. mempraktekkannya lagi,6. kembali mengevaluasi pembelajaran yang dilaksanakan,7. membagi pengalaman dan temuan dari hasil evaluasi tersebut kepada guru lainKomponen utama CTL1. Kontrukstivisme (constructivism)Siswa menjadi pusat kegiatan bukan guru.2. Menemukan (inquiri)Menemukan merupakan kegiatan inti dari proses pembelajaran Kontekstual. Dalam halini tugas guru yang harus selalu merancang kegiatan yang selalu merujuk padakegiatan menemukan, apapun materi yang diajarkan.3. Bertanya (questioning)Kegiatan bertanya berguna untuk;a. Menggali informasi baik administrasi maupun akademis;b. Mengecek pemahaman siswa;c. Membangkitkan respon kepada siswa;d. Mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa;e. Mengetahui hal-hal yang sudah diketahui siswa;f. Memfokuskan perhatian siswa pada sesuatu yang dikehendaki guru;g. Untuk membangkitkan lebih banyak lagi pertanyaan dari siswa;h. Untuk menyegarkan kembali pengetahuan siswa.4. Masyarakat belajar (learning community)Biarkan dalam kelompoknya mereka saling membelajarkan, yang cepat belajar didoronguntuk membantu yang lambat belajar, yang memiliki kemampuan tertentu didoronguntuk menularkannya pada yang lain.5. Pemodelan (modeling)Modeling merupakan prinsip yang cukup penting dalam pembelajaran CTL, sebabdengan modeling siswa dapat terhindar dari pembelajaran yang abstrak.6. Refleksi (reflection)Refleksi adalah berpikir kembali tentang materi yang baru dipelajari.Pembelajaran Berdasarkan Masalah (Problem Based Learning)1. Kemampuan pemecahan masalah merupakan tujuan umum pengajaran matematika,bahkan sebagai jantungnya. Sasaran utama yang ingin dicapai adalah bagaimana caramemecahkan suatu masalah;2. Pemecahan masalah meliputi metode, prosedur dan strategi merupakan proses inti danutama dalam kurikulum matematika. Hal ini diartikan sebagai kegiatan yang aktif;3. Pemecahan masalah merupakan kemampuan dasar dalam belajar matematika. Hal inidiperlukan siswa agar dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-harimemiliki beberapa ciri dan karakteristik sebagai berikut:1. Mengorientasikan siswa kepada masalah autentik dan menghindari pembelajaranterisolasi
  • 6. 2. Berpusat pada siswa dalam jangka waktu lama3. Menciptakan pembelajaran interdisiplin,4. Penyelidikan masalah autentik yang terintegrasi dengan dunia nyata dan pengalamanpraktis .5. Menghasilkan produk/karya dan memamerkannya6. Mengajarkan kepada siswa untuk mampu menerapkan apa yang mereka pelajari disekolah dalam kehidupannya yang panjang7. Pembelajaran terjadi pada kelompok kecil (kooperatif).8. Guru berperan sebagai fasilitator, motivator dan pembimbing.9. Masalah diformulasikan untuk memfokuskan dan merangsang pembelajaran10. Masalah adalah kendaraan untuk pengembangan keterampilan pemecahan masalah.11. Informasi baru diperoleh lewat belajar mandiri6. INDIKATOR 6Standar Kompetensi : Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yangdiampu.Kompetensi Dasar : Memahami prinsip-prinsip pengembangan kurikulumIndikator Esensial : Mengidentifikasi pihak yang menyusun silabusBahan atau Materi1. Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atauberkelompok dalam sebuah sekolah atau beberapa sekolah, kelompok MusyawarahGuru Mata Pelajaran (MGMP) atau pada Kelompok Kerja Guru (KKG), dan DinasPendidikan.2. Disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yang bersangkutan mampu mengenalikarakteristik siswa, kondisi sekolah, dan lingkungannya.3. Apabila guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapat melaksanakanpengembangan silabus secara mandiri, maka pihak sekolah dapat mengusahakanuntuk membentuk kelompok guru mata pelajaran untuk mengembangkan silabus yangakan digunakan oleh sekolah tersebut.4. Di SD/MI semua guru kelas, dari kelas I sampai dengan kelas VI, menyusun silabussecara bersama.5. Sekolah yang belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri, sebaiknyabergabung dengan sekolah-sekolah lain melalui forum MGMP/KKG untuk bersama-sama mengembangkan silabus yang akan digunakan oleh sekolah-sekolah dalamlingkup MGMP/KKG setempat.6. Dinas Pendidikan setempat dapat memfasilitasi penyusunan silabus denganmembentuk sebuah tim yang terdiri dari para guru berpengalaman dalam bidangnyamasing-masing7. INDIKATOR 7Indikator Esensial : Menentukan fungsi atau kegunaan RPPBahan atau MateriRencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) merupakan perkiraan atau proyeksi mengenaitindakan apa yang akan dilakukan pada saat melaksanakan kegiatan pembelajaran. RPPmengambarkan prosedur dan pengoraginasian pembelajaran untuk mencapai satukompetensi dasar yang ditetapkan dalam standar isi dan telah dijabarkan dalam silabus.Adapun tujuan dan manfaat pembuatan RPP yaitu;1. untuk memberikan landasan pokok bagi guru dan siswa dalam mencapai kompetensidasar dan indikator,2. memberi gambaran mengenai acuan kerja jangka pendek, karena disusun denganmenggunakan pendekatan sistem,3. memberi pengaruh terhadap pengembangan individu siswa, karena dirancang secaramatang sebelum pembelajaran, berakibat terhadap nurturant effectRPP merupakan pedoman bagi guru dalam merencanakan dan melaksanakan aktifitaspembelajaran di kelas.
  • 7. 8. INDIKATOR 8Kompetensi Dasar : Mengembangkan indikator dan instrumen penilaianIndikator Esensial : Menentukan langkah-langkah penyusunan instrumen penilaianhasil belajarBahan atau MateriLangkah-langkah penyusunan penilaian1. menetapkan indikator2. memetakan sk, kd, indikator dan kriteria ketuntasan belajar3. menetapkan teknik penilaian4. membuat alat penilaian & penyekoranSecara garis besar langkah-langkah penyusunan dan pengembangan instrumen adalahsebagai berikut :1. Berdasarkan sintesis dari teori-teori.2. Membuat rumusan konstruk .3. Membuat kisi-kisi instrumen4. Menetapkan besaran atau parameter.5. Menulis butir-butir instrumen.6. Butir-butir yang telah ditulis merupakan konsep instrumen yang harus melalui prosesvalidasi, baik validasi teoritik maupun empirik.7. Tahap validasi pertama adalah validasi teoritik,8. Revisi atau perbaikan berdasarkan saran dari pakar atau berdasarkan hasil panel.9. Setelah konsep instrumen dianggap valid secara teoritik atau secara konseptual,dilakukanlah penggandaan instrumen secara terbatas untuk keperluan uji coba.10. Uji coba instrumen.11. Pengujian validitas dilakukan dengan menggunakan kriteria baik12. Untuk kriteria internal atau validitas internal,.13. Selanjutnya dihitung koefisien reliabilitas.14. Perakitan butir-butir instrumen yang valid untuk dijadikan instrumen final9. INDIKATOR 9Standar Kompetensi : Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik.Kompetensi Dasar : Menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik untukkegiatan di dalam kelas, laboratorium, maupun lapanganIndikator Esensial : Menentukan urutan penyampaian materi pembelajaran berdasarkanhirarkhi materi matematika dan kesiapan siswa untuk mendukungpencapaian sandar kompetensi tertentuBahan atau MateriLangkah-Langkah Mengurutkan Materi PembelajaranUrutan penyajian materi pembelajaran berguna untuk menentukan urutan mempelajari ataumengajarkannya. Tanpa urutan yang tepat, jika diantara beberapa materi pembelajaranmempunyai hubungan yang bersifat prasyarat akan menyulitkan siswa dalammempelajarinya. Misalnya materi operasi bilangan penjumlahan, pengurangan, perkalian,dan pembagian. Siswa akan mengalami kesulitan mempelajari perkalian jika materipenjumlahan belum dipelajari. Sama halanya cara mengurutkan standar kompetensi dankompetensi dasar, materi pembelajaran dapat diurutkan dengan menggunakan pendekatan:prosedural, hirarkis, dari sederhana ke sukar, dari konkret ke abstrak, soiral, tematis,terpadu, dan sebagainya.Contoh : Urutan Hierarkis (berjenjang)Contoh dalam mata pelajaran ekonomi Perhitungan Laba Rugi dalam Jual Beli Agar siswamampu menghitung laba atau rugi dalam jual beli (penerapan rumus/dalil).- Siswa terlebih dahulu harus mempelajari konsep/pengertian laba, rugi, penjualan,pembelian, modal dasar (Penguasaan konsep);- setelah itu siswa perlu mempelajari rumus/dalil menghitung laba, dan rugi (Penguasaandalil).- Selanjutnya siswa menerapkan dalil atau prinsip jual beli (Penguasaan Penerapan dalil)
  • 8. 10. INDIKATOR 10Kompetensi Dasar : Mengambil keputusan transaksional dalam pembelajaran yangdiampu sesuai dengan situasi yang berkembang.Indikator Esensial : Melakukan evaluasi pembelajaran untuk mengetahui ketercapaiankompetensi hasil belajarBahan atau Materi1. Menentukan tujuanTujuan evaluasi proses pembelajaran dapat dirumuskan dalam bentuk pernyataan ataupertanyaan. Secara umum tujuan evaluasi proses pembelajaran untuk menjawabpertanyaan-pertanyaan berikut:a. Apakah strategi pembelajaran yang dipilih dan dipergunakan oleh guru efektif,b. Apakah media pembelajaran yang digunakan oleh guru efektif,c. Apakah cara mengajar guru menarik dan sesuai dengan pokok materi sajian yangdibahas, mudah diikuti dan berdampak siswa mudah mengerti materi sajian yangdibahas,d. Bagaimana persepsi siswa terhadap materi sajian yang dibahas berkenaan dengankompetensi dasar yang akan dicapai,e. Apakah siswa antusias untuk mempelajari materi sajian yang dibahas,f. Bagaimana siswa mensikapi pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru,g. Bagaimanakah cara belajar siswa mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan olehguru.2. Menentukan desain evaluasiDesain evaluasi proses pembelajaran mencakup rencana evaluasi proses danpelaksana evaluasi. Rencana evaluasi proses pembelajaran berbentuk matriks dengankolom-kolom berisi tentang: No. Urut, Informasi yang dibutuhkan, indikator,metode yangmencakup teknik dan instrumen, responden dan waktu. Selanjutnya pelaksana evaluasiproses adalah guru yang bersangkutan.3. Penyusunan instrumen evaluasiInstrumen evaluasi proses pembelajaran untuk memperoleh informasi deskriptifdan/atau informasi judgemental dapat berwujuda. Lembar pengamatan untuk mengumpulkan informasi tentang kegiatan belajar siswadalam mengikuti pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dapat digunakan olehguru sendiri atau oleh siswa untuk saling mengamati, danb. Kuesioner yang harus dijawab oleh siswa berkenaan dengan strategi pembelajaranyang dilaksanakan guru, metode dan media pembelajaran yang digunkan oleh guru,minat, persepsi siswa tentang pembelajaran untuk suatu materi pokok sajian yangtelah terlaksana.4. Pengumpulan data atau informasiPengumpulan data atau informasi dilaksanakan secara obyektif dan terbuka agardiperoleh informasi yang dapat dipercaya dan bermanfaat bagi peningkatan mutupembelajaran. Pengumpulan data atau informasi dilaksanakan pada setiap akhirpelaksanaan pembelajaran untuk materi sajian berkenaan dengan satu kompetensidasar dengan maksud guru dan siswa memperoleh gambaran menyeluruh dankebulatan tentang pelaksanaan pembelajaran yang telah dilaksanakan untukpencapaian penguasaan satu kompetensi dasar.5. Analisis dan interpretasiAnalisis dan interpretasi hendaknya dilaksanakan segera setelah data atau informasiterkumpul. Analisis berwujud deskripsi hasil evalusi berkenaan dengan prosespembelajaran yang telah terlaksana; sedang interpretasi merupakan penafsiranterhadap deskripsi hasil analisis hasil analisis proses pembelajaran. Analisis daninterpretasi dapat dilaksanakan bersama oleh guru dan siswa agar hasil evaluasi dapatsegera diketahui dan dipahami oleh guru dan maha-siswa sebagai bahan dan dasarmemperbaiki pembelajaran selanjutnya.6. Tindak lanjutTindak lanjut merupakan kegiatan menindak lanjuti hasil analisis dan interpretasi. Dalamevaluasi proses pembelajaran tindak lanjut pada dasarnya berkenaan denganpembelajaran yang akan dilaksanakan selanjutnya dan evaluasi pembelajarannya.Pembelajaran yang akan dilaksanakan selanjutnya merupakan keputusan tentang
  • 9. upaya perbaikan pembelajaran yang akan dilaksanakan sebagai upaya peningkatanmutu pembelajaran; sedang tindak lanjut evaluasi pembelajaran berkenan denganpelaksanaan dan instrumen evaluasi yang telah dilaksanakan mengenai tujuan, prosesdan instrumen evaluasi proses pembelajaran11. INDIKATOR 11Standar Kompetensi : Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentinganpembelajaran.Kompetensi Dasar : Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaranyang diampuIndikator Esensial : Memilih teknologi yang sesuai untuk membantu proses belajar mengajarmatematika di SMPBahan atau Materi1. Algebra 1 Solved (Untuk menyelesaikan masalah-masalah aljabar 1)2. Algebra 2 Solved (Untuk menyelesaikan masalah-masalah aljabar 2)3. College Algebra Solved (Untuk menyelesaikan masalah-masalah aljabar perguruantinggi)4. Basic Math Solved (Untuk menyelesaikan masalah-masalah matematika dasar)5. Pre Calculus Solved6. Calculus Solved7. Trigonometry Solved8. Graphing Solved9. Geometry SolvedPenerapan dalam Matematika1. Memberikan kesempatan siswa dengan meberikan tugas berbasis power point untukdisampaikan di depan kelas dengan memanfaatkan projector contoh: Buatlah uraianmateri vektor dengan menggunakan power point !2. Menyajikan materi lingkaran, dimensi tiga, statistika, dll dengan powerpoint / flash3. Memberikan tugas yang dilakukan dengan bantuan teknologi internet contoh: Mencarisalah satu sumber belajar dalam bentuk e-book matematika4. Menggunakan multimedia seperti video pembelajaran pada beberapa materi contoh:Menonton video penggunaan suatu alat peraga matematika untuk memahami konsep5. Teknologi telah hadir di hadapan kita untuk dimanfaatkan secara optimal demimeningkatkan kualitas belajar siswa6. Teknologi dapat membantu mempermudah komunikasi antara guru dan siswa dalampenyampaian materi7. Matematika menjadi tidak monotone ketika disajikan dengan teknologi yang lebih majudan berbeda12. INDIKATOR 12Standar Kompetensi : Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untukmengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.Kompetensi Dasar : Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untuk mendorongpeserta didik mencapai prestasi secara optimal.Indikator Esensial : Menganalisis kegiatan siswa dengan pemberian berbagai latihan yangmendukung kemampuan pemecahan masalahBahan atau Materilima langkah utama dalam memecahkan masalah,1. mengenali/menyajikan masalah: tidak diperlukan strategi pemecahan masalah jikabukan merupakan masalah;2. mendefinisikan masalah: strategi pemecahan masalah menekan-kan pentingnya definisimasalah guna menentukan banyaknya kemungkinan penyelesian;3. mengembangkan beberapa hipote-sis: hipotesis adalah alternatif penyelesaian daripemecahan masalah;4. menguji beberapa hipotesis: mengevaluasi kele-mahan dan kelebihan hipotesis;5. memilih hipotesis yang terbaik.Sebagaimana Dewey, Polya (1985) pun menguraikan proses yang dapat dilakukan padasetiap langkah pemecahan masalah.
  • 10. Proses tersebut terangkum dalam empat langkah berikut:1. memahami masalah (understanding the problem).2. merencanakan penyelesaian (devising a plan).3. melaksanakan rencana (carrying out the plan).4. memeriksa proses dan hasil (looking back).13. INDIKATOR 13Kompetensi Dasar : Menyediakan berbagai kegiatan pembelajaran untukmengaktualisasikan potensi peserta didik, termasuk kreativitasnya.Indikator Esensial : Menganalisis kegiatan matematika rekreasi gunamengaktualisasikan potensi siswaBahan atau MateriTopik Matematika Rekreasi Tentang Bilangan1. Bilangan sempurna (perfect numbers2. Bilangan amicable (friendly numbers)3. Barisan bilangan fibonacci4. Persegi ajaib (magic squares)Topik Matematika Rekreasi dalam Aljabar1. Tafsiran Geometris Perkalian dan Pemfaktoran Bentuk-Bentuk Aljabar2. Keterbagian dengan 93. Keterbagian4. Misteri5. TebakUmur6. Kuadrat Bilangan Berakhiran7. Cara Mudah Menguadratkan Bilangan8. Aplikasi (x-y)(x+y)9. Paradoks 1 = 210. Paradoks Berat Gajah = Berat NyamukTopik Matematika Rekreasi dalam Geometri1. Mengikat Bumi2. Parameterisasi Rumus Pythagoras3. Paradoks Luas, Apakah 64 = 65?4. Masalah Pipa Air5. Membagi Sudut Menjadi Tiga Bagian Sama Besar (Trisecting Angle)Topik Matematika Rekreasi Tentang Statistik dan Peluang1. Membandingkan Tinggi Badan dengan Panjang Rentangan Tangan2. Menggunakan Persoalan yang Tidak Biasa3. Jalan Acak4. Lintasan pada Persegi Berpetak5. Permainan Dadu14. INDIKATOR 14Standar Kompetensi : Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan pesertadidikKompetensi Dasar : Memahami berbagai strategi berkomunikasi yang efektif, empatik, dansantun, secara lisan, tulisan, dan/atau bentuk lain.Indikator Esensial : Memilih teknik bertanya yang tepat guna mengaktifkan iklimpembelajaranBahan atau MateriSalah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh guru adalah menguasai teknik bertanya.Beberapa hal yang menjadi patokan dalam mengajukan pertanyaan secara verbal adalah:1. pertanyaan harus diajukan terlebih dahulu dan memberi kesempatan (waktu) kepadasiswa untuk berpikir sebelum meminta salah seorang siswa untuk menjawab.Setelah guru mengajukan pertanyaan, ia memberikan waktu tertentu yang diperlukansiswa untuk memikirkan jawaban pertanyaan tersebut. Dengan demikian semua siswa
  • 11. mempunyai waktu yang sama untuk mencari jawaban tersebut. Setelah waktu yangditentukan habis, guru meminta salah seorang siswa menjawab. Harus dihindarimeminta salah seorang siswa menjawab sebelum mengajukan pertanyaan. Hal ini akanmenyebabkan siswa itu sendiri yang memikirkan jawaban pertanyaan sementara siswayang lain hanya menonton dan tidak berpikir.2. menghindari pertanyaan jenis klasikal (yang ditujukan kepada kelas)Pertanyaan yang tidak ditujukan kepada salah seorang siswa dikategorikan pertanyaanklasikal. Umumnya respon siswa adalah menjawab bersama-sama (koor). Ketika terjadihal seperti ini tidak bisa dipastikan apakah semua siswa memang dapat menjawabpertanyaan atau hanya beberapa orang saja yang bisa menjawab sementara yang lainhanya meniru jawaban.3. pertanyaan dalam matematika difokuskan kepada apa (what), kapan terjadinya (when),berapa (evaluate, calculate, find) dan mengapa (why) atau bagaimana (how).Pertanyaan yang diajukan dapat berbentuk tertutup (pertanyaan hanya memiliki 1jawaban) atau terbuka (pertanyaan yang memiliki lebih dari 1 jawaban). Pertanyaantertutup dapat diubah menjadi pertanyaan terbuka jika kondisi pertanyaan diubah.Pertanyaan yang berbentuk “apa” dan “berapa” lebih cenderung hanya keterampilandasar berpikir pada ranah kognitif taksonomi Bloom revisi: “mengingat” (remembering),“memahami” (understanding), dan “menerapkan” (applying). Tetapi jika guru menindaklanjuti jawaban siswa dengan bertanya “mengapa” atau “bagaimana” itu artinya memintasiswa untuk menjelaskan (reasoning) dan mengomunikasikan ide-ide matematikanya(communicating). Dalam hal ini keterampilan berpikir yang dituntut sudah lebih kearahketerampilan berpikir tingkat tinggi yang meliputi “menganalisa” (analyzing), dan“mengevaluasi” (evaluating).15. INDIKATOR 15Kompetensi Dasar : Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan pesertadidik dengan bahasa yang khas dalam interaksi kegiatan/permainanyang mendidik yang terbangun secara siklikal dari (a) penyiapankondisi psikologis peserta didik untuk ambil bagian dalam permainan:melalui bujukan dan contoh, (b) ajakan kepada peserta didik untuk ambilbagian, (c) respons peserta didik terhadap ajakanguru, dan (d) reaksiguru terhadap respons peserta didik, dan seterusnya.Indikator Esensial : Menerapkan komunikasi yang mendidik pada pembelajaran kooperatifBahan atau MateriPembelajaran kooperatif memiliki ciri-ciri:1. untuk memuntaskan materi belajarnya, siswa belajar dalam kelompok secara bekerjasama2. kelompok dibentuk dari siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah3. jika dalam kelas terdapat siswa-siswa yang heterogen ras, suku, budaya, dan jeniskelamin, maka diupayakan agar tiap kelompok terdapat keheterogenan tersebut.4. penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok daripada perorangan.Tujuan Pembelajaran Kooperatif1. Hasil belajar akademik , yaitu untuk meningkatkan kinerja siswa dalm tugas-tugasakademik. Pembelajaran model ini dianggap unggul dalam membantu siswa dalammemahami konsep-konsep yang sulit.2. Penerimaan terhadap keragaman, yaitu agar siswa menerima teman-temannya yangmempunyai berbagai macam latar belakang.3. Pengembangan keterampilan social, yaitu untuk mengembangkan keterampilan socialsiswa diantaranya: berbagi tugas, aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain,memancing teman untuk bertanya, mau mengungkapkan ide, dan bekerja dalamkelompok16. INDIKATOR 16Standar Kompetensi : Menyelenggarakan penilaiandan evaluasi proses dan hasil belajar.Kompetensi Dasar : Memahami prinsip‐prinsip penilaian dan evaluasi proses dan hasilbelajar sesuai dengan karakteristik mata pelajaran yang diampu..
  • 12. Indikator Esensial : Menentukan prinsip penilaian yang diacu pada suatu permasalahan ataukasus pengolahan hasil penilaian proses dan hasil belajar matematikaBahan atau Materiprinsip-prinsip penilaian sebagai berikut:1. Valid/sahih :Penilaian hasil belajar oleh pendidik harus mengukur pencapaian kompetensi yangditetapkan dalam standar isi (standar kompetensi dan kompetensi dasar) dan standarkompetensi lulusan. Penilaian valid berarti menilai apa yang seharusnya dinilai denganmenggunakan alat yang sesuai untuk mengukur kompetensi.2. Objektif:Penilaian hasil belajar peserta didik hendaknya tidak dipengaruhi oleh subyektivitaspenilai, perbedaan latar belakang agama, sosial-ekonomi, budaya, bahasa, gender, danhubungan emosional.3. Transparan/terbuka :Penilaian hasil belajar oleh pendidik bersifat terbuka artinya prosedur penilaian, kriteriapenilaian dan dasar pengambilan keputusan terhadap hasil belajar peserta didik dapatdiketahui oleh semua pihak yang berkepentingan.4. Adil :Penilaian hasil belajar tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karenaberkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku budaya, adatistiadat, status sosial ekonomi, dan gender.5. Terpadu :Penilaian hasil belajar oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang takterpisahkan dari kegiatan pembelajaran.6. Menyeluruh dan berkesinambungan :Penilaian hasil belajar oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi denganmenggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangankemampuan peserta didik.7. Bermakna :Penilaian hasil belajar oleh pendidik hendaknya mudah dipahami, mempunyai arti,bermanfaat, dan dapat ditindaklanjuti oleh semua pihak,terutama guru, peserta didik,dan orangtua serta masyarakat8. Sistematis :Penilaian hasil belajar oleh pendidik dilakukan secara berencana dan bertahap denganmengikuti langkah-langkah baku.9. Akuntabel :Penilaian hasil belajar oleh pendidik dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segiteknik, prosedur, maupun hasilnya.10. Beracuan kriteria :Penilaian hasil belajar oleh pendidik didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensiyang ditetapkan.17. INDIKATOR 17Kompetensi Dasar : Menentukan prosedur penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajarIndikator Esensial : Menentukan teknik penilaian proses dan hasil belajar pada peristiwakegiatan pembelajaranBahan atau MateriTeknik penilaian yang dimaksud antara lain melalui tes, observasi, penugasan, portofolio,projek, produk, inventori, jurnal, penilaian diri, dan penilaian antar teman.18. INDIKATOR 18Kompetensi Dasar : Mengembangkan instrumen penilaian dan evaluasi proses dan hasilbelajar.Indikator Esensial : Menentukan persyaratan penyusunan instrumen penilaian berdasarkansuatu kasus/peristiwa pengembangan instrumen penilaian di satuanpendidikanBahan atau Materi
  • 13. Teknik penilaian yang dapat dipergunakan dalam penilaian pada satuan pendidikan antaralain; tes tertulis, observasi, tes kinerja, penilaian portofolio, penilaian diri, dan penilaian antarteman.Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas dari berbagai teknik penilaian yang dapatdigunakan di sekolah, diuraikan sebagai berikut;1. Tes tertulisTes tertulis adalah teknik penilaian yang menuntut jawaban secara tertulis, baik berupates objektif dan uraian pada peserta didik di lembaga penyelenggara pendidikanketerampilan.2. ObservasiObservasi adalah teknik penilaian yang dilakukan dengan cara mencatat hasilpengamatan terhadap objek tertentu. Pelaksanaan observasi dilakukan dengan caramenggunakan instrumen yang sudah dirancang sebelumnya sesuai dengan jenisperilaku yang akan diamati dan situasi yang akan diobservasi, misalnya dalam kelas,waktu bekerja dalam bengkel/laboratorium.3. Tes kinerjaTes kinerja adalah teknik penilaian yang menuntut peserta didik mendemonstrasikankemahirannya dalam melakukan kegiatan atau pekerjaan tertentu, misalnya kemahiranmengidentifikasi kerusakan pada alat-alat yang diperlukan untuk melakukan kinerjatertentu, bersimulasi, ataupun melakukan pekerjaan yang sesungguhnya. Tes kinerjadapat dilakukan untuk menilai proses, produk, serta proses dan produk. Tes kinerja,untuk memperoleh data tentang kinerja atas bidang keterampilan tertentu yangdipertunjukkan oleh seseorang peserta didik.4. PenugasanPenugasan adalah teknik penilaian yang menuntut peserta didik menyelesaikan tugas diluar kegiatan pembelajaran di kelas/laboratorium/bengkel. Penugasan dapat diberikandalam bentuk individual atau kelompok dan dapat berupa tugas rumah atau projek.Tugas rumah adalah tugas yang harus diselesaikan peserta didik di luar kegiatan kelas.Tugas projek adalah tugas yang melibatkan kegiatan perancangan, pelaksanaan, danpelaporan secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu. Proyek, untukmemperoleh data tentang kinerja atas suatu tugas/pekerjaan tertentu yang dikerjakandalam jangka waktu tertentu, baik melalui pengawasan maupun tanpa pengawasan.5. Tes lisanTes lisan dilaksanakan melalui komunikasi langsung tatap muka antara peserta didikdengan seorang penguji atau beberapa penguji. Pertanyaan dan jawaban diberikansecara lisan dan spontan. Ujian lisan, untuk memperoleh data tentang performansitertentu, dengan cara berkomunikasi dua arah antara penilai atau guru dengan pesertadidik melalui tanya jawab atau wawancara langsung, berkenaan dengan pemahaman,perilaku, kinerja, dan tugas tertentu yang berkaitan dengan materi pelajaran yang telahdipelajari.6. Penilaian portofolioPenilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai hasil karyapeserta didik. Portofolio adalah kumpulan karya peserta didik dalam bidang tertentuyang diorganisasikan untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dan kreativitaspeserta didik. Portofolio, untuk memperoleh data dengan cara mengumpulan bukti-buktifisik yang bersifat pribadi, atau hasil karya dan pencapaian dijadikan sebagai dasaruntuk menilai kinerja seseorang sebelum, dan setelah mengikuti pendidikan.7. Penilaian diriPenilaian diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untukmengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya. Penilaian diri untuk memperolehdata tentang kelebihan dan kekurangan yang dimiliki peserta didik dan bersumber daripeserta didik sendiri.8. Penilaian antar temanPenilaian antar teman merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didikuntuk mengemukakan kelebihan dan kekurangan temannya. Teknik penilaian antarteman dilakukan dengan melalukan observasi terhadap temannya sendiri. Instrumenobservasi, skala penilaian, dan daftar ceklist yang digunakan berisikan aspek-aspekkemampuan/kelebihan dan kesulitan/kekurangan temannya dalam mengerjakan suatupekerjaan.
  • 14. Teknik Penilaian dapat juga dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu :1. Teknik TesTes adalah penilaian yang komprehensif terhadap seorang individu atau seluruh usahaeveluasi program.a. Tes Tulis berdasarkan bentuk soal1) Tes SubjektifTes subjektif merupakan tes yang jawabannya berupa uraian atau bersifatpembahasan. Contoh dari tes subjectif adalah soal uraian.2) Tes ObjektifTes objektif adalah tes yang pemeriksaannya dilakukan secara objektif.a) Isian singkatb) Melengkapic) Mengidentifikasi masalahd) Soal pilihan gandae) Soal benar-salahf) Menjodohkang) Sebab-akibatb. Tes Tulis berdasarkan tujuan dan waktu melaksanakannya1) Tes FormatifTes formatif adalah tes yang dilaksanakan setelah siswa melaksanakan satukompetensi dasar atau lebih.2) Tes SumatifTes sumatif adalah tes yang dilaksanakan diakhir program pembelajaran.3) Tes DiagnostikTes diagnostic adalah tes yang diberikan kepada siswa untuk mengetahuikelemahan-kelemanahn sehingga dapat diberikan perlakuan yang tepat.2. Teknik Non Tesa. Skala bertingkatb. KuesionerSebuah daftar pertanyaan yang harus diisi oleh orang yang akan diukur(responden).c. Check listCheck list adalah deretan pernyataan (biasanya singkat) dimana responden yangdievaluasi tinggal membubuhkan tanda cocok (√) ditempat yang sudah disediakan.d. WawancaraWawancara adalah suatu metode yang digunakan untuk mendapatkan jawaban dariresponden dengan jalan tanya – jawab sepihak.e. Pengamatan (observasi)Observasi adalah teknik penilaian yang dilakukan dengan cara mencatat hasilpengamatan terhadap objek tertentu. Pelaksanaan observasi dilakukan dengan caramenggunakan instrumen yang sudah dirancang sebelumnya sesuai dengan jenisperilaku yang akan diamati dan situasi yang akan diobservasi.f. ProjekPenilaian proyek adalah penilaian yang diberikan oleh guru kepada siswa berupaproyek atau penugasan yang akan dinilai mulai awal pengerjaan sampai akhirpengerjaan.g. PortofolioPenilaian portofolio adalah penilaian yang dilakukan dengan cara menilai hasil karyapeserta didik. Portofolio adalah kumpulan karya peserta didik dalam bidang tertentuyang diorganisasikan untuk mengetahui minat, perkembangan, prestasi, dankreativitas peserta didik.h. Curiculum vitaei. Evaluasi diriEvaluasi diri merupakan teknik penilaian dengan cara meminta peserta didik untukmengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya. Penilaian diri untuk memperolehdata tentang kelebihan dan kekurangan yang dimiliki peserta didik dan bersumberdari peserta didik sendiri
  • 15. 19. INDIKATOR 19Standar Kompetensi : Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentinganpembelajaranKompetensi Dasar : Menggunakan informasi hasil penilaian dan evaluasi untuk merancangprogram remedial dan pengayaan.Indikator Esensial : Menentukan macam tahapan program remedial mengacu StandarPenilaianBahan atau MateriPenilaian kelas menghasilkan informasi pencapaian kompetensi peserta didik yang dapatdigunakan antara lain1. perbaikan (remedial) bagi peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan,2. pengayaan bagi peserta didik yang mencapai kriteria ketuntasan lebih cepat dari waktuyang disediakan,3. perbaikan program dan proses pembelajaran,4. pelaporan, dan5. penentuan kenaikan kelas.Langkah-langkah yang harus ditempuh dalam kegiatan remedial adalah:1. analisis hasil diagnosis kesulitan belajar,2. menemukan penyebab kesulitan,3. menyusun rencana kegiatan remedial,4. melaksanakan kegiatan remedial, dan5. menilai kegiatan remedial.Remedial dilakukan oleh guru mata pelajaran, guru kelas, atau oleh guru lain yang memilikikemampuan memberikan bantuan dan mengetahui kekurangan peserta didik. Remedialdiberikan kepada peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan belajar. Kegiatandapat berupa tatap muka dengan guru atau diberi kesempatan untuk belajar sendiri,kemudian dilakukan penilaian dengan cara menjawab pertanyaan, membuat rangkumanpelajaran, atau mengerjakan tugas mengumpulkan data.Waktu remedial diatur berdasarkan kesepakatan antara peserta didik dengan guru, dapatdilaksanakan pada atau di luar jam efektif.Remedial hanya diberikan untuk indikator yang belum tuntas.20. INDIKATOR 20Kompetensi Dasar : Mengkomunikasikan hasil penilaian dan evaluasi kepada pemangkukepentinganIndikator Esensial : Menentukan macam hasil penilaian yang dikomunikasikan/ dilaporkankepada pimpinan satuan pendidikan untuk diteruskan kepadaorangtua/wali peserta didik berdasarkan tugas pendidik dalammengelola penilaian mengacu pada Standar PenilaianBahan atau MateriJenis Penilaian Hasil belajar1. Ulangan Harian2. Ulangan Tengah Semester3. Ulangan Akhir Semester4. Ulangan Kenaikan KelasJenis Penilaian Berdasarkan Sasaran1. Penilaian individual2. Penilaian kelompok21. INDIKATOR 21Standar Kompetensi : Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitaspembelajaran.Kompetensi Dasar : Melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.Indikator Esensial : Memilih kegiatan yang sesuai dalam pelaksanaan refleksiBahan atau MateriRefleksi adalah sebuah kegiatan yang dilakukan dalam proses belajar mengajar berupapenilaian tertulis maupun lisan (umumnya tulisan) oleh anak didik kepada guru/dosen, berisiungkapan kesan, pesan, harapan serta kritik membangun atas pembelajaran yang
  • 16. diterimanya. Bahasa yang paling sederhana dan mudah dipahami adalah refleksi ini sangatmirip dengan curhatan anak didik terhadap guru/dosennya tentang hal-hal yang dialamidalam kelas sejak dimulai hingga berakhirnya pembelajaranRefleksi yang dilakukan tentunya berkaitan dengan tugas seorang guru, misalnyamelakukan refleksi setelah selesai melaksanakan proses belajar mengajar di kelas.Guru dapat merefleksikan tentang metode atau model pembelajaran yang sudah digunakan,dapat juga merefleksikan materi ajar yang disampaikan, dapat juga merefleksikan responsiswa. Refleksi dapat juga dilakukan guru pada saat kegiatan pembelajaran akan berakhiratau pada kegiatan penutup. Siswa diminta untuk memberikan komnetar dan tanggapan(refleksi) dari hasil pembelajaran yang barusan dilaksanakan. Komentar siswa ini dapatdilakukan secara lisanmaupun secara tertulis.Refleksi terhadap proses dan hasil pembelajaran dimulai dari analisis tingkat keberhasilanproses dan hasil belajar siswa, evaluasi diri terhadap proses belajar yang telah kita lakukan,identifikasi faktor-faktor penyebab kegagalan dan pendukung keberhasilan bersama-samapihak terkait, merancang upaya optimalisasi proses dan hasil belajar22. INDIKATOR 22Kompetensi Dasar : Memanfaatkan hasil refleksi untuk perbaikan dan pengembanganpembelajaran dalam mata pelajaran yang diampu.Indikator Esensial : Menentukan komponen pembelajaran yang perlu diperbaikiberdasarkan hasil refleksi pembelajaran satu kompetensi dasar (KD)matematikaBahan atau MateriContoh pada Ulangan HarianUlangan harian adalah kegiatan yang dilakukan secara periodik untuk mengukurpencapaian kompetensi peserta didik setelah menyelesaikan satu Kompetensi Dasar (KD)atau lebihHal-hal yang harus diperbaiki dari analisis ulangan Harian adalah Indikator-indikator yangbelum tuntas, perbaikan dapat dilakukan secara klasikal (mengulang kembali) atauindividual (tugas-tugas)Diambil dari berbagai sumberMohon saran dan masukanSemoga bermanfaatabufina@yahoo.co.id

×