Alpian Ariesta (0800297)
Peta konsep
SK & KD
Standar Kompetensi
ď‚— Memahami bentuk persamaan, dan pertidaksamaan
  linier satu variabel.
ď‚— Menggunakan persamaan dan pertidaksamaan linier
  satu variabel dalam pemecahan masalah.
Kompetensi Dasar
ď‚— Menyelesaikan persamaan linier satu variabel.
ď‚— Menyelesaikan pertidaksamaan linier satu variabel
Perhatikan kalimat berikut!
ď‚— Jakarta adalah ibu kota Indonesia,       bernilai benar
ď‚— Tugu Monas terletak di Yogyakarta,        bernilai salah

  Kalimat yang dapat ditentukan nilai kebenarannya
  (bernilai benar atau salah) disebut pernyataan.
Dapatkah Anda menjawab pertanyaan “Indonesia terletak
di Benua x ”.
Jika x diganti Asia maka kalimat tersebut bernilai benar.
Adapun jika x diganti Eropa maka kalimat tersebut bernilai
salah. Kalimat seperti “Indonesia terletak di Benua x” disebut
kalimat terbuka.
Contoh lainnya:
3 dikurang “suatu bilangan” hasilnya adalah 6, dapat ditulis:
 3 – x = 6, (misal x adalah ”suatu bilangan”)
ď‚— Kalimat terbuka adalah kalimat yang belum tentu nilai
  kebenarannya.
ď‚— Variabel adalah lambang (simbol) pada kalimat terbuka
  yang dapat diganti oleh sebarang anggota himpunan yang
  telah ditentukan.
ď‚— Konstanta adalah nilai tetap (tertentu) yang terdapat pada
  kalimat terbuka.
ď‚— Himpunan penyelesaian dari kalimat terbuka adalah
  himpunan semua pengganti dari variabel-variabel pada
  kalimat terbuka sehingga kalimat tersebut bernilai benar.
Persamaan Linear Satu Variabel
Perhatikan kalimat terbuka x + 1 = 5.

kalimat terbuka yang dihubungkan oleh tanda sama dengan
(“=“) disebut persamaan.
Persamaan dengan satu variabel berpangkat satu atau
berderajat satu disebut persamaan linear satu variabel.
Jadi,
Persamaan linear satu variabel adalah kalimat terbuka yang
dihubungkan oleh tanda sama dengan (“=“) dan hanya mempunyai satu
variabel berpangkat satu.
Contoh:
a. 2x – 3 = 5 (PLSV)
b. x2 – x = 2 (bukan PLSV)
c. 1/3 x = 1 5 (PLSV)
Himpunan Penyelesaian PLSV
Penyelesaian persamaan linear satu variabel dapat diperoleh dengan cara
substitusi,
Contoh:
Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan x + 4 = 7, jika x variabel pada
himpunan bilangan cacah.
Penyelesaian:
Jika x diganti bilangan cacah, diperoleh
substitusi x = 0, maka 0 + 4 = 7 (kalimat salah)
substitusi x = 1, maka 1 + 4 = 7 (kalimat salah)
substitusi x = 2, maka 2 + 4 = 7 (kalimat salah)
substitusi x = 3, maka 3 + 4 = 7 (kalimat benar)
substitusi x = 4, maka 4 + 4 = 8 (kalimat salah)
Ternyata untuk x = 3, persamaan x + 4 = 7 menjadi kalimat yang benar.
Jadi, himpunan penyelesaian persamaan x + 4 = 7 adalah {3}.

Tapi apakah setiap persamaan Linear satu variabel dapat diselesaikan dengan cara
  substitusi??
Persamaan Persamaan yang Ekuivalen
Perhatikan uraian berikut.
a. x – 3 = 5
   Jika x diganti bilangan 8 maka 8 – 3 = 5 (benar). Jadi, penyelesaian persamaan x – 3 =
   5
   adalah x = 8.

b. 2x – 6 = 10 (kedua ruas pada persamaan a dikalikan 2)
   Jika x diganti bilangan 8 maka 2(8) – 6 = 10
                               ↔ 16 – 6 = 10 (benar).
   Jadi, penyelesaian persamaan 2x – 6 = 10 adalah x = 8.

c. x + 4 = 12 (kedua ruas pada persamaanya ditambah 7)
   Jika x diganti bilangan 8 maka 8 + 4 = 12 (benar).
   Jadi, penyelesaian persamaan x + 4 = 12 adalah x = 8.

  ketiga persamaan mempunyai penyelesaian yang sama, yaitu x = 8. Persamaan-
  persamaan di atas disebut persamaan yang ekuivalen.
  Suatu persamaan yang ekuivalen dinotasikan dengan “↔ ”.
  Dengan demikian bentuk x – 3 = 5; 2x – 6 = 10; dan x + 4 = 12 dapat dituliskan
  sebagai
  x – 3 = 5 ↔ 2x – 6 = 10 ↔ x + 4 = 12.
Jadi, dapat dikatakan sebagai berikut
  Dua persamaan atau lebih dikatakan ekuivalen jika mempunyai
  himpunan penyelesaian yang sama dan dinotasikan dengan tanda “↔ ”.

Perhatikan uraian berikut
        x–5=4
↔x–5+5=4+5
↔          x=9
Jadi, himpunan penyelesaian persamaan x – 5 = 4 adalah {9}. Dengan kata
   lain, persamaan x – 5 = 4 ekuivalen dengan persamaan x = 9, atau
   ditulis
 x – 5 = 4 ↔ x = 9.


Suatu persamaan dapat dinyatakan ke dalam persamaan yang ekuivalen
dengan cara:
a. menambah atau mengurangi kedua ruas dengan bilangan yang sama;
b. mengalikan atau membagi kedua ruas dengan bilangan yang sama.
Contoh soal
EBTANAS SMP tahun 1993 nomer 03
Jika diketahui x + 5 = 11, maka nilai x + 33 adalah …
A. 19
B. 29
C. 39
D. 49
Jawab
Cari terlebih dahulu nilai x
       x + 5 = 11
↔x + 5 – 5 = 11 – 5
↔x           = 6
 didapat penyelesaian x = 6, kemudian x + 33 = 6 + 33 = 39.
Jadi jawaban untuk soal diatas adalah opsi C
Contoh Soal 2
EBTANAS SMP tahun 2001 no. 12
Himpunan penyelesaian dari,     jika x variabel pada himpunan
bilangan pecahan adalah …
A. {    }

B. {    }

C. {    }

D. {    }

Jawab
Ketidaksamaan
  Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menemukan kalimat
  seperti berikut:
a. Sadam memiliki berat badan lebih dari 50 kg.
b. Sebuah Damri dapat mengangkut tidak lebih dari 55 orang


Dalam kalimat matematika:
a. Misal x adalah berat badan sadam (dalam Kg), x lebih dari 50
    ditulis x > 50
b. Misal y adalah daya angkut damri dalam satuan jumlah orang, y
    tidak lebih dari 55 ditulis y ≤ 55
Kalimat-kalimat x > 50 dan y ≤ 55 termasuk konsep ketidaksamaan
Suatu ketidaksamaan selalu ditandai dengan salah satu tanda
hubung berikut.
“<” untuk menyatakan kurang dari.
“>” untuk menyatakan lebih dari.
“ ≤ ” untuk menyatakan tidak lebih dari atau kurang dari
atau sama dengan.
“ ≥ ” untuk menyatakan tidak kurang dari atau lebih dari
atau sama dengan.
Pertidaksamaan Linear Satu
Variabel
Kalimat terbuka yang menyatakan hubungan ketidaksamaan
(<, >, ≤ , atau ≥ ) disebut pertidaksamaan.

Pertidaksamaan linear satu variabel adalah pertidaksamaan
  yang hanya mempunyai satu variabel dan berpangkat satu
  (linear).

Contoh
 a. x – 3 < 5     ( PtLSV )
 b. a ≤ 1 – 2b    ( bukan PtLSV )
 c. x2 – 3x ≥ 4   ( bukan PtLSV )
Penyelesaian PtLSV
Perhatikan pertidaksamaan 10 – 3x > 2, dengan x variabel pada himpunan bilangan asli.
Jika x diganti 1 maka 10 – 3x > 2
                   ↔ 10 – 3 . 1 > 2
                   ↔ 7 > 2 (pernyataan benar)
Jika x diganti 2 maka 10 – 3x > 2
                   ↔ 10 – 3 . 2 > 2
                   ↔ 4 > 2 (pernyataan benar)
Jika x diganti 3 maka 10 – 3x > 2
                   ↔ 10 – 3 . 3 > 2
                   ↔ 1 > 2 (pernyataan salah)
Jika x diganti 4 maka 10 – 3x > 2
                   ↔ 10 – 3 . 4 > 2
                   ↔ –2 > 2 (pernyataan salah)
Ternyata untuk x = 1 dan x = 2, pertidaksamaan 10 – 3x > 2
menjadi kalimat yang benar. Jadi, himpunan penyelesaian dari
10 – 3x > 2 adalah {1, 2}.
Secara umum dapat dituliskan Pengganti variabel dari suatu pertidaksamaan, sehingga menjadi
                                   pernyataan yang benar disebut penyelesaian dari pertidaksamaan
                                   linear satu variabel.
ď‚— Contoh:
Tentukan himpunan penyelesaian dari pertidaksamaan 4x – 2 > 3x + 5 dengan x
variabel pada himpunan bilangan cacah.
Jawab
Cara 1
      4x – 2 > 3x + 5
↔ 4x – 2 + 2 > 3x + 5 + 2      (kedua ruas ditambah 2)
↔         4x > 3x + 7
↔ 4x + (–3x) > 3x + (–3x) + 7 (kedua ruas ditambah –3x)
↔           x>7
Karena x variabel pada himpunan bilangan cacah maka himpunan penyelesaiannya
adalah {8, 9, 10, ...}.
Cara 3
           4x – 2 > 3x + 5
↔      4x – 2 – 5 > 3x + 5 – 5 (kedua ruas dikurangi 5)
↔          4x – 7 > 3x
↔ 4x + (–4x) – 7 > 3x + (–4x) (kedua ruas ditambah –4x)
↔              –7 > –x
↔        –7 : (–1) < –x : (–1) (kedua ruas dibagi dengan –1 tetapi tanda ketidaksamaan
                               berubah menjadi <)
↔          7 < x atau x > 7
Karena x anggota bilangan cacah maka himpunan penyelesaiannya adalah {8, 9, 10, ...}.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan sebagai berikut:


Suatu pertidaksamaan dapat dinyatakan ke dalam pertidaksamaan
yang ekuivalen dengan cara sebagai berikut.
a. Menambah atau mengurangi kedua ruas dengan bilangan
   yang sama tanpa mengubah tanda ketidaksamaan.
b. Mengalikan atau membagi kedua ruas dengan bilangan
   positif yang sama tanpa mengubah tanda ketidaksamaan.
c. Mengalikan atau membagi kedua ruas dengan bilangan
   negatif yang sama, tetapi tanda ketidaksamaan berubah,
   dimana
   1) > menjadi <;      3) < menjadi >;
   2) ≤ menjadi ≥ ;     4) ≥ menjadi ≤.
Contoh soal
UN SMP tahun 2007 no. 8
Penyelesaian dari pertidaksamaan
adalah ...
A. x ≥ -17
B. x ≥ -1
C. x ≥ 1
D. x ≥ 17
Jawab




Jadi jawaban untuk soal diatas adalah opsi C

Tugas pertama persamaan linear satu variabel

  • 1.
  • 2.
  • 3.
    SK & KD StandarKompetensi ď‚— Memahami bentuk persamaan, dan pertidaksamaan linier satu variabel. ď‚— Menggunakan persamaan dan pertidaksamaan linier satu variabel dalam pemecahan masalah. Kompetensi Dasar ď‚— Menyelesaikan persamaan linier satu variabel. ď‚— Menyelesaikan pertidaksamaan linier satu variabel
  • 4.
    Perhatikan kalimat berikut! ď‚—Jakarta adalah ibu kota Indonesia, bernilai benar ď‚— Tugu Monas terletak di Yogyakarta, bernilai salah Kalimat yang dapat ditentukan nilai kebenarannya (bernilai benar atau salah) disebut pernyataan.
  • 5.
    Dapatkah Anda menjawabpertanyaan “Indonesia terletak di Benua x ”. Jika x diganti Asia maka kalimat tersebut bernilai benar. Adapun jika x diganti Eropa maka kalimat tersebut bernilai salah. Kalimat seperti “Indonesia terletak di Benua x” disebut kalimat terbuka. Contoh lainnya: 3 dikurang “suatu bilangan” hasilnya adalah 6, dapat ditulis:  3 – x = 6, (misal x adalah ”suatu bilangan”)
  • 6.
    ď‚— Kalimat terbukaadalah kalimat yang belum tentu nilai kebenarannya. ď‚— Variabel adalah lambang (simbol) pada kalimat terbuka yang dapat diganti oleh sebarang anggota himpunan yang telah ditentukan. ď‚— Konstanta adalah nilai tetap (tertentu) yang terdapat pada kalimat terbuka. ď‚— Himpunan penyelesaian dari kalimat terbuka adalah himpunan semua pengganti dari variabel-variabel pada kalimat terbuka sehingga kalimat tersebut bernilai benar.
  • 7.
    Persamaan Linear SatuVariabel Perhatikan kalimat terbuka x + 1 = 5. kalimat terbuka yang dihubungkan oleh tanda sama dengan (“=“) disebut persamaan. Persamaan dengan satu variabel berpangkat satu atau berderajat satu disebut persamaan linear satu variabel. Jadi, Persamaan linear satu variabel adalah kalimat terbuka yang dihubungkan oleh tanda sama dengan (“=“) dan hanya mempunyai satu variabel berpangkat satu.
  • 8.
    Contoh: a. 2x –3 = 5 (PLSV) b. x2 – x = 2 (bukan PLSV) c. 1/3 x = 1 5 (PLSV)
  • 9.
    Himpunan Penyelesaian PLSV Penyelesaianpersamaan linear satu variabel dapat diperoleh dengan cara substitusi, Contoh: Tentukan himpunan penyelesaian dari persamaan x + 4 = 7, jika x variabel pada himpunan bilangan cacah. Penyelesaian: Jika x diganti bilangan cacah, diperoleh substitusi x = 0, maka 0 + 4 = 7 (kalimat salah) substitusi x = 1, maka 1 + 4 = 7 (kalimat salah) substitusi x = 2, maka 2 + 4 = 7 (kalimat salah) substitusi x = 3, maka 3 + 4 = 7 (kalimat benar) substitusi x = 4, maka 4 + 4 = 8 (kalimat salah) Ternyata untuk x = 3, persamaan x + 4 = 7 menjadi kalimat yang benar. Jadi, himpunan penyelesaian persamaan x + 4 = 7 adalah {3}. Tapi apakah setiap persamaan Linear satu variabel dapat diselesaikan dengan cara substitusi??
  • 10.
    Persamaan Persamaan yangEkuivalen Perhatikan uraian berikut. a. x – 3 = 5 Jika x diganti bilangan 8 maka 8 – 3 = 5 (benar). Jadi, penyelesaian persamaan x – 3 = 5 adalah x = 8. b. 2x – 6 = 10 (kedua ruas pada persamaan a dikalikan 2) Jika x diganti bilangan 8 maka 2(8) – 6 = 10 ↔ 16 – 6 = 10 (benar). Jadi, penyelesaian persamaan 2x – 6 = 10 adalah x = 8. c. x + 4 = 12 (kedua ruas pada persamaanya ditambah 7) Jika x diganti bilangan 8 maka 8 + 4 = 12 (benar). Jadi, penyelesaian persamaan x + 4 = 12 adalah x = 8. ketiga persamaan mempunyai penyelesaian yang sama, yaitu x = 8. Persamaan- persamaan di atas disebut persamaan yang ekuivalen. Suatu persamaan yang ekuivalen dinotasikan dengan “↔ ”. Dengan demikian bentuk x – 3 = 5; 2x – 6 = 10; dan x + 4 = 12 dapat dituliskan sebagai x – 3 = 5 ↔ 2x – 6 = 10 ↔ x + 4 = 12.
  • 11.
    Jadi, dapat dikatakansebagai berikut Dua persamaan atau lebih dikatakan ekuivalen jika mempunyai himpunan penyelesaian yang sama dan dinotasikan dengan tanda “↔ ”. Perhatikan uraian berikut x–5=4 ↔x–5+5=4+5 ↔ x=9 Jadi, himpunan penyelesaian persamaan x – 5 = 4 adalah {9}. Dengan kata lain, persamaan x – 5 = 4 ekuivalen dengan persamaan x = 9, atau ditulis x – 5 = 4 ↔ x = 9. Suatu persamaan dapat dinyatakan ke dalam persamaan yang ekuivalen dengan cara: a. menambah atau mengurangi kedua ruas dengan bilangan yang sama; b. mengalikan atau membagi kedua ruas dengan bilangan yang sama.
  • 12.
    Contoh soal EBTANAS SMPtahun 1993 nomer 03 Jika diketahui x + 5 = 11, maka nilai x + 33 adalah … A. 19 B. 29 C. 39 D. 49 Jawab Cari terlebih dahulu nilai x x + 5 = 11 ↔x + 5 – 5 = 11 – 5 ↔x = 6 didapat penyelesaian x = 6, kemudian x + 33 = 6 + 33 = 39. Jadi jawaban untuk soal diatas adalah opsi C
  • 13.
    Contoh Soal 2 EBTANASSMP tahun 2001 no. 12 Himpunan penyelesaian dari, jika x variabel pada himpunan bilangan pecahan adalah … A. { } B. { } C. { } D. { } Jawab
  • 14.
    Ketidaksamaan Dalamkehidupan sehari-hari kita sering menemukan kalimat seperti berikut: a. Sadam memiliki berat badan lebih dari 50 kg. b. Sebuah Damri dapat mengangkut tidak lebih dari 55 orang Dalam kalimat matematika: a. Misal x adalah berat badan sadam (dalam Kg), x lebih dari 50 ditulis x > 50 b. Misal y adalah daya angkut damri dalam satuan jumlah orang, y tidak lebih dari 55 ditulis y ≤ 55 Kalimat-kalimat x > 50 dan y ≤ 55 termasuk konsep ketidaksamaan
  • 15.
    Suatu ketidaksamaan selaluditandai dengan salah satu tanda hubung berikut. “<” untuk menyatakan kurang dari. “>” untuk menyatakan lebih dari. “ ≤ ” untuk menyatakan tidak lebih dari atau kurang dari atau sama dengan. “ ≥ ” untuk menyatakan tidak kurang dari atau lebih dari atau sama dengan.
  • 16.
    Pertidaksamaan Linear Satu Variabel Kalimatterbuka yang menyatakan hubungan ketidaksamaan (<, >, ≤ , atau ≥ ) disebut pertidaksamaan. Pertidaksamaan linear satu variabel adalah pertidaksamaan yang hanya mempunyai satu variabel dan berpangkat satu (linear). Contoh  a. x – 3 < 5 ( PtLSV )  b. a ≤ 1 – 2b ( bukan PtLSV )  c. x2 – 3x ≥ 4 ( bukan PtLSV )
  • 17.
    Penyelesaian PtLSV Perhatikan pertidaksamaan10 – 3x > 2, dengan x variabel pada himpunan bilangan asli. Jika x diganti 1 maka 10 – 3x > 2 ↔ 10 – 3 . 1 > 2 ↔ 7 > 2 (pernyataan benar) Jika x diganti 2 maka 10 – 3x > 2 ↔ 10 – 3 . 2 > 2 ↔ 4 > 2 (pernyataan benar) Jika x diganti 3 maka 10 – 3x > 2 ↔ 10 – 3 . 3 > 2 ↔ 1 > 2 (pernyataan salah) Jika x diganti 4 maka 10 – 3x > 2 ↔ 10 – 3 . 4 > 2 ↔ –2 > 2 (pernyataan salah) Ternyata untuk x = 1 dan x = 2, pertidaksamaan 10 – 3x > 2 menjadi kalimat yang benar. Jadi, himpunan penyelesaian dari 10 – 3x > 2 adalah {1, 2}. Secara umum dapat dituliskan Pengganti variabel dari suatu pertidaksamaan, sehingga menjadi pernyataan yang benar disebut penyelesaian dari pertidaksamaan linear satu variabel.
  • 18.
     Contoh: Tentukan himpunanpenyelesaian dari pertidaksamaan 4x – 2 > 3x + 5 dengan x variabel pada himpunan bilangan cacah. Jawab Cara 1 4x – 2 > 3x + 5 ↔ 4x – 2 + 2 > 3x + 5 + 2 (kedua ruas ditambah 2) ↔ 4x > 3x + 7 ↔ 4x + (–3x) > 3x + (–3x) + 7 (kedua ruas ditambah –3x) ↔ x>7 Karena x variabel pada himpunan bilangan cacah maka himpunan penyelesaiannya adalah {8, 9, 10, ...}. Cara 3 4x – 2 > 3x + 5 ↔ 4x – 2 – 5 > 3x + 5 – 5 (kedua ruas dikurangi 5) ↔ 4x – 7 > 3x ↔ 4x + (–4x) – 7 > 3x + (–4x) (kedua ruas ditambah –4x) ↔ –7 > –x ↔ –7 : (–1) < –x : (–1) (kedua ruas dibagi dengan –1 tetapi tanda ketidaksamaan berubah menjadi <) ↔ 7 < x atau x > 7 Karena x anggota bilangan cacah maka himpunan penyelesaiannya adalah {8, 9, 10, ...}.
  • 19.
    Dari uraian tersebutdapat disimpulkan sebagai berikut: Suatu pertidaksamaan dapat dinyatakan ke dalam pertidaksamaan yang ekuivalen dengan cara sebagai berikut. a. Menambah atau mengurangi kedua ruas dengan bilangan yang sama tanpa mengubah tanda ketidaksamaan. b. Mengalikan atau membagi kedua ruas dengan bilangan positif yang sama tanpa mengubah tanda ketidaksamaan. c. Mengalikan atau membagi kedua ruas dengan bilangan negatif yang sama, tetapi tanda ketidaksamaan berubah, dimana 1) > menjadi <; 3) < menjadi >; 2) ≤ menjadi ≥ ; 4) ≥ menjadi ≤.
  • 20.
    Contoh soal UN SMPtahun 2007 no. 8 Penyelesaian dari pertidaksamaan adalah ... A. x ≥ -17 B. x ≥ -1 C. x ≥ 1 D. x ≥ 17
  • 21.
    Jawab Jadi jawaban untuksoal diatas adalah opsi C