 Mengelola sumberdaya yang sifatnya terbatas agar dapat
digunakan secara efisien. (Samuelson dan Nordhaus,
1998)
 Dikelompokkan dalam; Ilmu Ekonomi Mikro dan Ilmu
Ekonomi Makro
 Ekonomi Mikro (teori harga): menitikberatkan pada perilaku
ekonomi individu rumah tangga, perusahaan dan pasar,
dalam mengelola sumberdaya ekonomi secara efisien
 Ekonomi Makro: menitikberatkan pembahasan tentang
perekonomian secara keseluruhan (agregatif),
pengangguran, inflasi, pertumbuhan ekonomi dan
perdagangan internasional
ILMU EKONOMI
Teori Ekonomi
Ekonomi Makro Ekonomi Mikro
Mazhab Ekonomi
Pertumbuhan Ekonomi
Pendapatan Nasional
Permintaan & Penawaran
Agregate
- Pasar Barang
- Pasar Uang (IS-LM)
- Export – Import
- Inflasi
 Public Policy
- Subsidi
- Harga
- Proteksi
Perilaku Konsumen
- Nilai Guna (utility)
- Pilihan (preperensi)
- Permintaan (demand)
- Elastisitas
Perilaku Produsen
- Teori Produksi
- Biaya Produksi
- Maximize Profit
- Penawaran (supply)
Mekanisme Pasar
Struktur Pasar
Faktor Penggerak Kegiatan Ekonomi
Kebutuhan Ekonomi, sifatnya tidak terbatas
Kelangkaan (Scarcity), ketersediaannya
terbatas
Pilihan (Alternatif)/ Opportunity cost,
penggunaan sumberdaya untuk tujuan
tertentu
Konsep Ekonomi, dibedakan antara
kebutuhan (need) dan Keinginan (want)
Kegiatan dan Sumberdaya
Ekonomi
 Kegiatan Ekonomi; 3 macam kegiatan pokok ekonomi/
aktivitas ekonomi, (Boediono, 1982);
1. Konsumsi
2. Produksi
3. Pertukaran
 Sumberdaya Ekonomi; Sumberdaya adalah input (faktor-
faktor) yang digunakan dalam proses produksi untuk
menghasilkan barang atau jasa yang diinginkan, terdiri:
1. Sumberdaya Alam, contoh: tanah, cadangan mineral
2. Sumberdaya Manusia, contoh: tenaga kerja dan
enterpreneurship
3. Sumberdaya Modal, contoh: peralatan phisik,
mesin, bangunan, komputer
Prinsip Dasar
EkonomiMemenuhi permintaan yang tak terbatas
sementara faktor produksi yang tersedia terbatas
adanya
(Minimize input, maximize output )
Permintan  Demand
Produksi  Supply
Pertukaran  Market
Ekonomi makro
Rumah Tangga
Perusahaan
Pendapatan Faktor Produksi
(Gaji, upah, sewa)
Konsumsi rumah tangga
Diagram Alur Melingkar Kegiatan Ekonomi
(circular flow diagram)
Pasar Produk
Pasar Faktor Produksi
Rumah
Tangga
Uang
Barang dan Jasa
Perusahaan
Uang
Sumberdaya
Pengeluaran Penerimaan
BiayaPendapatan
Rumah Tangga
Bank
Perusahaan
Pendapatan Faktor Produksi
(Gaji, upah, sewa)
Konsumsi rumah tangga
Investor
Perilaku Konsumen
Konsumen
Memenuhi Kebutuhan
(kesejahteraan)
 Memaksimalkan kepuasan
 Anggaran terbatas
Konsumen punya pilihan (Preferensi )
Hukum Preferensi
(Konsumen Rasional)
“Dua barang yang berbeda dan bisa
“dibandingkan”
Bila Barang “A” lebih baik (lebih
berguna) dari barang “B”
Konsumen pilih ………………?
Tiga barang berbeda ( A, B dan C )
Barang “A” lebih baik dari barang
“B”
Bila “B” lebih baik dari “C”
maka “A” lebih ……? Dari “C”
Kegunaan (Utility)
 Menggambarkan
Kepuasan
Aktivitas :
Bekerja, Olah Raga, Kuliah,
Rekreasi, Mengkonsumsi dll.
Konsumsi : “Makan” vs “Minum”
Hubungan Kuantitas Barang (“x”)
dengan Utility
Kuantitas Konsumsi
KuantitasKegunaan
Fungsi Guna
Fungsi Guna Marginal
0
x
Y
Curva Indiferen
U1
U2
U3
0
x
y
Garis Budget
B1
B2
B3
0
Alternatif Kombinasi Konsumsi
A B
C
D
K u a n t I t a s Y
KuantItasX
0
IC
Kombinasi barang x
dan yy
x
O x2 x1
y2
y1
y3
x3
U1
U2 U3
B2B1
x
y
Perubahan Pendapatan &
Permintaan
B1 B2
B3
B4
Barang Inverior
U1
U2
U3
U4
0
Perubahan Harga
y
xO x2x1
y2
100
U1
U2
B2B1
Kurve Permintaan
y1
50 100
19
TEORI PERMINTAAN
• PERMINTAAN :
kehendak seseorang pengguna terhadap sesuatu
barang
Kehendak atas sesuatu barang perlulah disokong
dgn kemampuan membayar
• KUANTITAS YANG DIMINTA
kuantitas yang akan dibeli pada suatu masa dan
suatu harga
20
HUKUM PERMINTAAN
• HARGA (P) ↑
• KUANTITAS (Q) ↓
• HARGA (P) ↓
• KUANTITAS (Q)
↑
21
Kurva Permintaan
• Kurva permintaan adalah
hubungan di antara kuantitas
yang diminta bg suatu brg dan
juga tingkat harga (dgn andaian
semua faktor adalah tetap)
Harga
(P)
kuantiti
(Q)
• Miring ke bawah dari kiri ke
kanan
P1
P0
Q0
Q1
• Kemiringan negatif
• P meningkat ; Q menurun
DD
22
Perubahan kuantiti diminta
• Apabila kuantitias yang dimnta
berubah ; berlaku pergerakan di
sepanjang keluk permintaan
Harga
(P)
kuantiti
(Q)
• P ↑ (P0 ke P1) ; Q ↓ (Q0 ke Q1)
• Pengucupan permintaan (A
ke B)
P1
P0
Q0
Q1
DD
P2
Q2
B
A
C
• P ↓ (P0 ke P2) ; Q ↑ (Q0 ke Q2)
• Pengembangan permintaan
(A ke C)
• Faktor: HARGA
BARANG ITU
SENDIRI
23
Perubahan Permintaan • Peralihan Kurva DD
P
Q
CB A
D2
D0D1
Q2Q0Q1
P0
• Pertambahan
permintaan: Keluk
DD beralih ke
kanan
• Pengurangan
Permintaan : Keluk
DD beralih ke kiri
• Andaian: Harga
barang itu sendiri
adalah malar
Flash
24
Faktor mempengaruhi Permintaan
• Harga Barang Pengganti: Barang yang boleh
menggantikan penggunaan sesuatu brg lain
• Harga Barang Penggenap: dua jenis barang yang
saling lengkap melengkapi antara satu sama lain
• Pendapatan benar pengguna
• Citarasa pengguna
• Saiz dan populasi penduduk
• Jangkaan harga pada masa hadapan
• Musim
• Polisi kerajaan
• Pengkilanan
25
Kurva permintaan pasaran
• Terbentuk dari penjumlahan permintaan individu-
individu di dalam sesebuah pasaran
• Bentuk Keluk Permintaan Pasaran: mencerun ke bawah
dari kiri ke kanan
P
PP
Kurva DD Ali Kurva DD Amir Kurva DD Pasaran
Q QQ
ELASTISITAS PERMINTAAN
Derajad kepekaan ini berbeda-beda antara
barang yang satu dengan barang yang lain.
Derajat kepekaan produk pertanian berbeda
dengan produk industri. Ukuran derajat kepekaan
tersebut dinamakan elastisitas. Ukuran derajat
kepekaan permintaan suatu barang terhadap
perubahan faktor-faktor yang mempengaruhinya
disebut elastisitas permintaan.
3.1. Elastisitas Permintaan
Terdapat tiga macam konsep elastisitas permintaan, yaitu :
1. Elastisitas Harga: yaitu persentase perubahan jumlah barang yang
diminta yang disebabkan oleh perubahan harga barang itu sebesar satu
persen, atau secara umum ditulis :
εp = sendiriitubaranghargaPerubahan%
dimintayangbarangjumlahPerubahan%
Bila εp > 1 dikatakan bahwa permintaan elastis.
Bila εp < 1 dikatakan bahwa permintaan barang inelastis.
Bila εp = 1 dikatakan elastisitas tunggal (unitary elasticity).
Price Elasticity of Demand
PX
QX
MRX
1PE >
1PE <
1PE =
2. Elastisitas Silang ( Elastisitas Harga Silang): yaitu persentase perubahan jumlah
barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan harga barang lain (barang
yang mempunyai hubungan) sebesar satu persen, atau secara umum ditulis:
YbaranghargaPerubahan%
dimintayangbarangjumlahPerubahan%
sE =
3. Elastisitas Pendapatan: yaitu persentase perubahan jumlah barang yang
diminta yang disebabkan oleh perubahan pendapatan riel konsumen sebesar
satu persen, atau secara umum ditulis:
EI positif = barang normal
EI negatif = barang inferior
EI < 1 = barang kebutuhan pokok
EI > 1 = barang mewah
rielpendapatanPerubahan%
dimintayangbarangjumlahPerubahan%
EI =
ismantohadis@yahoo.comm
ismantohadis@yahoo.comm
Elastisitas Pendapatan
X
I
0 I2I1
1
3
2
4
Elastisitas Pendapatan
δX I
ε = ----- x -----
δI X
ε = 1  Uniter
ε < 1  Inelastis
ε > 1  Elastis
ε < 0  Inverior
ismantohadis@yahoo.comm
Skema Proses Produksi
Input
(X1, X2, …)
Aktivitas
Produksi
Output
(Barang atau Jasa)
• Produksi merupakan konsep arus (flow
consept), bahwa kegiatan produksi diukur dari
jumlah barang-barang atau jasa yang
dihasilkan dalam suatu periode waktu
tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa
yang dihasilkan tidak berubah.
Input Proses Output Outcome
Tujuan Perusahaan
• Maksimisasi Sumberdaya (Tenaga Kerja)
• Maksimisasi Output (Penjualan)
• Maksimisasi Growth (Pertumbuhan)
Kategori Kegiatan Produksi:
• Produksi sesuai pesanan (custom-order production)
• Produksi massal yang kaku (rigid mass production)
• Produksi massal yang fleksibel (flexible mass production
Proses atau aliran produksi (process or flow production)
Fungsi Produksi
• Model matematis yang menunjukkan
hubungan antara jumlah faktor produksi (input)
yang digunakan dengan jumlah barang atau
jasa (output) yang dihasilkan.
• Fungsi Produksi Total (Total Product): TP
TP ↔ Q = f(L, K);
L = tenaga kerja,
K = Modal
• Produksi rata-rata (Average Product)AP
APL = TP/L atau APK = TP/K
• Produksi Marjinal (Marginal Product) MP
Tabel Skedul Fungsi Produksi
(Hipotesis)
Input Total Product
(TP)
Average Product
(AP)
Marginal Product
(MP)
L K Output (Q) APL APK MPL MPK
0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
0
2
5
9
12
14
15
15
14
12
0
2
2,5
3
3
2,8
2,5
2,14
1,75
1,33
0
2
5
9
12
14
15
15
14
12
-
2
3
4
3
2
1
0
-1
-2
-
~
~
~
~
~
~
~
~
~
Hubungan Kurva TP, APL dan MPL
TP
TPL
TP
0 L1 L2 L3 L
APL MPL
MP2
MP1 = AP1
APL
0 L1 L2 L3 L
MPL
Kurva Isoquant
• Kurva yang menghubungkan titik kombinasi
input untuk menghasilkan tingkat output yang
sama.
K
L0 L0
K0
D
A
B
C
Isoquant (I)
Berbagai kemungkinan kombinasi input
pada kurva Isoquant
K K
M
E
C
K0 A A
K1 B C I3 N
I2 F I3
D I2
I1 B I1
0 L0L1 L2 L 0 L
(A)
Kombinasi input yang dapat dipilih
produsen untuk menghasilkan
jumlah output tertentu
(B)
Kombinasi input yang relevan pada
setiap isoquant yang dapat dipilih
produsen pada Ridge line
Marjinal Rate of Technical Substitution (MRTS)
• Jumlah input L yang dapat disubstitusikan terhadap input K agar
tingkat output yang dihasilkan tidak berubah.
• Menunjukkan tingkat penggantian marjinal yang semakin kecil
sepanjang pergerakan ke bawah kurva isooquant.
K
L
LK
MP
MP
L
K
MRTS −=
∆
∆
=
K
K1
K2
K3
I
0 L1 L2 L3 L
Kurva Isocost dengan Perubahan Harga Input
dan Perubahan Pendapatan
K
C/PK1 D
C/PK2 A
0 C/PL1 C/PL2 L
(A)
Kurva Isocost dengan Perubahan
Harga Input
K
C2/PK D
C1/PK A
C3/PK E
E B C
0 C3/PL C1/PL C2/PL L
(B)
Kurva Isocost dengan Perubahan
Pendapatan (Anggaran)
Kombinasi Input Variabel Biaya
Terendah (Least Cost Combination)
• Terjadi pada titik
singgung antara kurva
isoquant dengan kurva
isocost.
• Secara matematis:
• Kondisi penggunaan
input variabel yang
dapat meminimumkan
biaya:
K
L
K
L
LK
MP
MP
P
P
MRTS −=−=
L
K
MP
MP
P
P
MRTS
K
L
K
L
LK
∂
∂
=−=−=
K
L0
K*
L* C/PL
C/PK
D
B
E
A
I1
I2
I3
Berbagai kombinasi input dengan biaya terendah
K
Garis Perluasan Produksi
C2/PK
C1/PK
C0/PK I2
I1
I0
0 C0/PL C1/PL C2/PL L
Titik-Titik kombinasi input dengan
Biaya terendah (least cost combination)
Dihubungkan diperoleh garis perluasan
Produksi ( production expantion path)
Konsep Biaya Produksi
Salah satu maksimisasi keuntungan produsen/ perusahaan
adalah dengan minimisasi biaya produksi.
Opporunity Cost, selisih biaya produksi tertinggi terhadap
biaya produksi alternatif atas sumber daya yang digunakan.
Biaya Eksplisit, pengeluaran aktual (secara akuntansi)
perusahaan untuk penggunaan sumber daya dalam proses
produksi.
Biaya Implisit, biaya ekonomi perusahaan atas penggunaan
sumber daya yang ditimbulkan karena proses produksi.
Hubungan Biaya Produksi dengan Hasil
Produksi
• Biaya = f (Q) dimana Q = Output
• Output = f(X) dimana X = Input
• Fungsi Biaya Produksi, hubungan input dan output
(besarnya biaya produksi dipengaruhi jumlah output,
besarnya biaya output tergantung pada biaya atas
input yang digunakan).
• Perilaku biaya produksi , dipengaruhi;
1. Karakteristik fungsi produksi
2. Harga input yang digunakan dalam proses produksi.
Analisis Biaya Produksi Jangka
Pendek
• 3 konsep (fungsi) tentang
biaya produksi, yaitu;
1. Biaya Tetap Total (Total
Fixed Cost),
TFC = f (Konstan).
1. Biaya Variabel Total (Total
Variabel Cost), TVC = f
(output atau Q).
2. Total Cost (Total Cost), TC
= TFC + TVC Q
Biaya Produksi
TFC
TVC
TC
Biaya Total, Biaya Rata-2 & Biaya
Marginal
Output
(unit)
Biaya Tetap
(FC)
Biaya Variabel
(VC)
Biaya Total
(TC)
Biaya Rata-
rata
(AC)
Biaya Marjinal
(MC)
100 4.000 2.000 6.000 60 60
200 4.000 3.000 7.000 35 10
300 4.000 3.500 7.500 25 5
400 4.000 5.000 9.000 22,5 15
500 4.000 7.000 11.000 22 20
600 4.000 10.000 14.000 23,33 30
700 4.000 14.000 18.000 25,71 40
800 4.000 20.000 24.000 30,00 60
900 4.000 30.000 34.000 37,77 100
1.000 4.000 46.000 50.000 50,00 160
Kurve Biaya Total Janka Pendek
(Short Run Total Cost)T
C
X
VC
0
FC
SRTC = TC + VC
Derivasi Biaya Tetap Biaya Tetap Rata-2
Q
X
TFC
BiayaBiay
a
FC P R
X1 X2 X3
X1 X2 X3
AFC
P’
Q’
R’
0
0
Derevasi Biaya Variabel  Variabel Rata-
2
Biaya
X
TVC
0
X1 X2 X3
AVC
BiayaP
Q
R
Q
P
X1 X2 X3
R
Derevasi Biaya Total  Biaya Rata-2Biaya
X
TC
0
X1 X2 X3
ATC
Biaya
FC
Derevasi Biaya Total Biaya MarginalBiaya
X
TC
0
X1 X2 X3
MC
Biaya
FC
Analisis Biaya Produksi Jangka
Pendek• Biaya Rata-rata;
1. Average Fixed Cost,
AFC = TFC/Q
2. Average Variabel Cost, AVC =
AVC/Q
3. Average Cost,
• Biaya Marjinal (Marginal Cost);
MC = ∆TC/ ∆Q
AVCAFC
Q
TVCTFC
Q
TC
AC +=
+
==
Biaya Produksi
Q
AC
AVC
TFC
MC
Perilaku Biaya Produksi Jangka Pendek
• Perubahan output menaik (Increasing return to input
variable);
fungsi output; Q = bX + cX2
fungsi biaya; TC = a +bQ – cQ2
TVC = bQ – CQ2
; TFC = a
AC > AVC > MC
• Perubahan output tetap (constan return to input variable);
fungsi output; Q = bX
fungsi biaya; TC = a + bQ
TVC = bQ ; TFC = a
AC > AVC = MC
Perilaku Biaya Produksi Jangka Pendek
• Perubahan Output Menurun (Decreasing Return to input
variable);
fungsi output; Q = bX – cX2
fungsi biaya; TC = a + bQ +cQ2
TVC = bQ + cQ2
; TFC = a
MC > AC > AVC
• Perubahan Output Menaik dan Menurun (Increasing
Decreasing Return to input variable);
fungsi output; Q = bx + cX2
– dX3
fungsi biaya; TC = a + bQ – cQ2
+ dQ3
TVC = bQ – cQ2
+ dQ3
; TFC = a
MC > AC > AVC
Analisis Biaya Jangka Panjang (Long-run
average cost atau LAC)
• Proses produksi yang sudah tidak menggunakan
input tetap, seluruh biaya produksi adalah
variabel.
• Perilaku biaya produksi jangka panjang;
keputusan penggunaan input variabel oleh
perusahaan dalam jangka pendek.
• Fungsi biaya jangka panjang; Biaya rata-rata
jangka panjang (LAC), Biaya marjinal jangka
panjang (LMC), yang diperoleh dari biaya total
jangka panjang (LTC).
Teori Biaya
Jangka Panjang
Output
(unit)
Input Biaya Terendah
(satuan unit)
Biaya Total
(Rp.)
Biaya Rata-
rata
(Rp.)
Biaya Marjinal
(Rp.)
Tenaga Kerja Modal
100 10 7 120 1,20 1,20
200 12 8 140 0,70 0,20
300 20 10 200 0,67 0,60
400 30 15 300 0,75 1,00
500 40 22 420 0,84 1,20
600 52 30 560 0,93 1,40
700 60 40 720 1,03 1,60
TK = 5
M = 10
Kurve Biaya Total Janka Panjang
(Long Run Total Cost)T
C
X
c4
c3
c2
c1
LRTC
x1 x2 x3 x40
Kurve AC & MC
 tabel
Perilaku Biaya Jangka PanjangK (a)
Jalur Ekspansi
K3 C Q3
K2 B
K1 A Q2
Q1
0 L1 L2 L3 L
TC (b)
LTC
TC3 C`
TC2
B`
TC1 C`
0 Q1 Q2 Q3 Q
AC (c)
MC LMC
LAC
A``
B``
C``
0 Q1 Q2 Q3 Q
Perilaku Biaya Jangka Panjang
• Long-run average cost (LAC), menunjukkan biaya rata-rata
terendah dari kombinasi input yang digunakan untuk
menghasilkan setiap tingkat output tertentu (least cost
combination)
LAC
SAC1 LMC SAC10 LAC
SAC2 SAC9
SAC3
SAC8
SAC4 SAC7
SAC5 SAC6
0 Q
Break Even Point (BEP)
TR
TC
Outpu
t
BEP
Laba
Rugi
0
1000
2000
X1 X2
Dua Titik BEP
TR
TC
Outpu
t
TR
TC
Laba
Rugi
Rugi
BEP
BEP
0
?
S t r u k t u r P a s a r
Persaingan Sempurna
Oligopoli
Duopoli
Monopoli
Kartel
P
X
D1
S1
E1
D2
E2
E2’
S2
S3
D3
E3
E3’
P2
P1*
P3
0
X3’ X1* X2 X2’X3
Persaingan semPurna
Harga
X0 X0
Haga
X
0
D
S
P* P* MR
Persaingan semPurna (Lanjutan)
Laba MaksimalHarga&
Biaya
X
πmax = MR = MC
X0 Xm X1
MR = PP0
C0
M
R
S
MC
AC
0
Defensif/LikuidasiHarga&
Biaya
XX0 Xm X1
MR 1P*
M
R
S
MC
AC
0
P1 > P*  π
MR 2
MR 3
MR 4
P2
P3
P4
P2 < p*  π ?
P1
Maximum Profit Kurve Supply
Harga&Biaya
X
S
0
X1 X2 X3
MC
Harga&Biaya
P3
P2
P1
X1 X2 X3
S1
S3
S2
X
M1
M2
M3
Total Revenue (TR), Marginal Revenue (MR)
dan Permintaan Pasar Monopoli
X
HasilTotal
TR
0
X0
MR
D
P0
0
X
Keseimbangan pada Pasar Monopoli
X0
MR
D
P0
0
X
MC
AC
B
D
C
Harga
Diskriminasi Harga
X1
MR2 D2
P1
0
X
MC
AC
B
DC
Harga
D1
MR1
P2
X2
E
F

Teori ekonomi mikro

  • 1.
     Mengelola sumberdayayang sifatnya terbatas agar dapat digunakan secara efisien. (Samuelson dan Nordhaus, 1998)  Dikelompokkan dalam; Ilmu Ekonomi Mikro dan Ilmu Ekonomi Makro  Ekonomi Mikro (teori harga): menitikberatkan pada perilaku ekonomi individu rumah tangga, perusahaan dan pasar, dalam mengelola sumberdaya ekonomi secara efisien  Ekonomi Makro: menitikberatkan pembahasan tentang perekonomian secara keseluruhan (agregatif), pengangguran, inflasi, pertumbuhan ekonomi dan perdagangan internasional ILMU EKONOMI
  • 2.
    Teori Ekonomi Ekonomi MakroEkonomi Mikro Mazhab Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi Pendapatan Nasional Permintaan & Penawaran Agregate - Pasar Barang - Pasar Uang (IS-LM) - Export – Import - Inflasi  Public Policy - Subsidi - Harga - Proteksi Perilaku Konsumen - Nilai Guna (utility) - Pilihan (preperensi) - Permintaan (demand) - Elastisitas Perilaku Produsen - Teori Produksi - Biaya Produksi - Maximize Profit - Penawaran (supply) Mekanisme Pasar Struktur Pasar
  • 3.
    Faktor Penggerak KegiatanEkonomi Kebutuhan Ekonomi, sifatnya tidak terbatas Kelangkaan (Scarcity), ketersediaannya terbatas Pilihan (Alternatif)/ Opportunity cost, penggunaan sumberdaya untuk tujuan tertentu Konsep Ekonomi, dibedakan antara kebutuhan (need) dan Keinginan (want)
  • 4.
    Kegiatan dan Sumberdaya Ekonomi Kegiatan Ekonomi; 3 macam kegiatan pokok ekonomi/ aktivitas ekonomi, (Boediono, 1982); 1. Konsumsi 2. Produksi 3. Pertukaran  Sumberdaya Ekonomi; Sumberdaya adalah input (faktor- faktor) yang digunakan dalam proses produksi untuk menghasilkan barang atau jasa yang diinginkan, terdiri: 1. Sumberdaya Alam, contoh: tanah, cadangan mineral 2. Sumberdaya Manusia, contoh: tenaga kerja dan enterpreneurship 3. Sumberdaya Modal, contoh: peralatan phisik, mesin, bangunan, komputer
  • 5.
    Prinsip Dasar EkonomiMemenuhi permintaanyang tak terbatas sementara faktor produksi yang tersedia terbatas adanya (Minimize input, maximize output ) Permintan  Demand Produksi  Supply Pertukaran  Market
  • 6.
    Ekonomi makro Rumah Tangga Perusahaan PendapatanFaktor Produksi (Gaji, upah, sewa) Konsumsi rumah tangga
  • 7.
    Diagram Alur MelingkarKegiatan Ekonomi (circular flow diagram) Pasar Produk Pasar Faktor Produksi Rumah Tangga Uang Barang dan Jasa Perusahaan Uang Sumberdaya Pengeluaran Penerimaan BiayaPendapatan
  • 8.
    Rumah Tangga Bank Perusahaan Pendapatan FaktorProduksi (Gaji, upah, sewa) Konsumsi rumah tangga Investor
  • 9.
    Perilaku Konsumen Konsumen Memenuhi Kebutuhan (kesejahteraan) Memaksimalkan kepuasan  Anggaran terbatas Konsumen punya pilihan (Preferensi )
  • 10.
    Hukum Preferensi (Konsumen Rasional) “Duabarang yang berbeda dan bisa “dibandingkan” Bila Barang “A” lebih baik (lebih berguna) dari barang “B” Konsumen pilih ………………? Tiga barang berbeda ( A, B dan C ) Barang “A” lebih baik dari barang “B” Bila “B” lebih baik dari “C” maka “A” lebih ……? Dari “C”
  • 11.
    Kegunaan (Utility)  Menggambarkan Kepuasan Aktivitas: Bekerja, Olah Raga, Kuliah, Rekreasi, Mengkonsumsi dll. Konsumsi : “Makan” vs “Minum”
  • 12.
    Hubungan Kuantitas Barang(“x”) dengan Utility Kuantitas Konsumsi KuantitasKegunaan Fungsi Guna Fungsi Guna Marginal 0
  • 13.
  • 14.
  • 15.
    Alternatif Kombinasi Konsumsi AB C D K u a n t I t a s Y KuantItasX 0 IC
  • 16.
    Kombinasi barang x danyy x O x2 x1 y2 y1 y3 x3 U1 U2 U3 B2B1
  • 17.
    x y Perubahan Pendapatan & Permintaan B1B2 B3 B4 Barang Inverior U1 U2 U3 U4 0
  • 18.
  • 19.
    19 TEORI PERMINTAAN • PERMINTAAN: kehendak seseorang pengguna terhadap sesuatu barang Kehendak atas sesuatu barang perlulah disokong dgn kemampuan membayar • KUANTITAS YANG DIMINTA kuantitas yang akan dibeli pada suatu masa dan suatu harga
  • 20.
    20 HUKUM PERMINTAAN • HARGA(P) ↑ • KUANTITAS (Q) ↓ • HARGA (P) ↓ • KUANTITAS (Q) ↑
  • 21.
    21 Kurva Permintaan • Kurvapermintaan adalah hubungan di antara kuantitas yang diminta bg suatu brg dan juga tingkat harga (dgn andaian semua faktor adalah tetap) Harga (P) kuantiti (Q) • Miring ke bawah dari kiri ke kanan P1 P0 Q0 Q1 • Kemiringan negatif • P meningkat ; Q menurun DD
  • 22.
    22 Perubahan kuantiti diminta •Apabila kuantitias yang dimnta berubah ; berlaku pergerakan di sepanjang keluk permintaan Harga (P) kuantiti (Q) • P ↑ (P0 ke P1) ; Q ↓ (Q0 ke Q1) • Pengucupan permintaan (A ke B) P1 P0 Q0 Q1 DD P2 Q2 B A C • P ↓ (P0 ke P2) ; Q ↑ (Q0 ke Q2) • Pengembangan permintaan (A ke C) • Faktor: HARGA BARANG ITU SENDIRI
  • 23.
    23 Perubahan Permintaan •Peralihan Kurva DD P Q CB A D2 D0D1 Q2Q0Q1 P0 • Pertambahan permintaan: Keluk DD beralih ke kanan • Pengurangan Permintaan : Keluk DD beralih ke kiri • Andaian: Harga barang itu sendiri adalah malar Flash
  • 24.
    24 Faktor mempengaruhi Permintaan •Harga Barang Pengganti: Barang yang boleh menggantikan penggunaan sesuatu brg lain • Harga Barang Penggenap: dua jenis barang yang saling lengkap melengkapi antara satu sama lain • Pendapatan benar pengguna • Citarasa pengguna • Saiz dan populasi penduduk • Jangkaan harga pada masa hadapan • Musim • Polisi kerajaan • Pengkilanan
  • 25.
    25 Kurva permintaan pasaran •Terbentuk dari penjumlahan permintaan individu- individu di dalam sesebuah pasaran • Bentuk Keluk Permintaan Pasaran: mencerun ke bawah dari kiri ke kanan P PP Kurva DD Ali Kurva DD Amir Kurva DD Pasaran Q QQ
  • 26.
    ELASTISITAS PERMINTAAN Derajad kepekaanini berbeda-beda antara barang yang satu dengan barang yang lain. Derajat kepekaan produk pertanian berbeda dengan produk industri. Ukuran derajat kepekaan tersebut dinamakan elastisitas. Ukuran derajat kepekaan permintaan suatu barang terhadap perubahan faktor-faktor yang mempengaruhinya disebut elastisitas permintaan.
  • 27.
    3.1. Elastisitas Permintaan Terdapattiga macam konsep elastisitas permintaan, yaitu : 1. Elastisitas Harga: yaitu persentase perubahan jumlah barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan harga barang itu sebesar satu persen, atau secara umum ditulis : εp = sendiriitubaranghargaPerubahan% dimintayangbarangjumlahPerubahan% Bila εp > 1 dikatakan bahwa permintaan elastis. Bila εp < 1 dikatakan bahwa permintaan barang inelastis. Bila εp = 1 dikatakan elastisitas tunggal (unitary elasticity).
  • 28.
    Price Elasticity ofDemand PX QX MRX 1PE > 1PE < 1PE =
  • 29.
    2. Elastisitas Silang( Elastisitas Harga Silang): yaitu persentase perubahan jumlah barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan harga barang lain (barang yang mempunyai hubungan) sebesar satu persen, atau secara umum ditulis: YbaranghargaPerubahan% dimintayangbarangjumlahPerubahan% sE = 3. Elastisitas Pendapatan: yaitu persentase perubahan jumlah barang yang diminta yang disebabkan oleh perubahan pendapatan riel konsumen sebesar satu persen, atau secara umum ditulis: EI positif = barang normal EI negatif = barang inferior EI < 1 = barang kebutuhan pokok EI > 1 = barang mewah rielpendapatanPerubahan% dimintayangbarangjumlahPerubahan% EI =
  • 30.
  • 31.
  • 32.
    Elastisitas Pendapatan X I 0 I2I1 1 3 2 4 ElastisitasPendapatan δX I ε = ----- x ----- δI X ε = 1  Uniter ε < 1  Inelastis ε > 1  Elastis ε < 0  Inverior
  • 33.
  • 34.
    Skema Proses Produksi Input (X1,X2, …) Aktivitas Produksi Output (Barang atau Jasa) • Produksi merupakan konsep arus (flow consept), bahwa kegiatan produksi diukur dari jumlah barang-barang atau jasa yang dihasilkan dalam suatu periode waktu tertentu, sedangkan kualitas barang atau jasa yang dihasilkan tidak berubah. Input Proses Output Outcome
  • 35.
    Tujuan Perusahaan • MaksimisasiSumberdaya (Tenaga Kerja) • Maksimisasi Output (Penjualan) • Maksimisasi Growth (Pertumbuhan) Kategori Kegiatan Produksi: • Produksi sesuai pesanan (custom-order production) • Produksi massal yang kaku (rigid mass production) • Produksi massal yang fleksibel (flexible mass production Proses atau aliran produksi (process or flow production)
  • 36.
    Fungsi Produksi • Modelmatematis yang menunjukkan hubungan antara jumlah faktor produksi (input) yang digunakan dengan jumlah barang atau jasa (output) yang dihasilkan. • Fungsi Produksi Total (Total Product): TP TP ↔ Q = f(L, K); L = tenaga kerja, K = Modal • Produksi rata-rata (Average Product)AP APL = TP/L atau APK = TP/K • Produksi Marjinal (Marginal Product) MP
  • 37.
    Tabel Skedul FungsiProduksi (Hipotesis) Input Total Product (TP) Average Product (AP) Marginal Product (MP) L K Output (Q) APL APK MPL MPK 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 2 5 9 12 14 15 15 14 12 0 2 2,5 3 3 2,8 2,5 2,14 1,75 1,33 0 2 5 9 12 14 15 15 14 12 - 2 3 4 3 2 1 0 -1 -2 - ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~ ~
  • 38.
    Hubungan Kurva TP,APL dan MPL TP TPL TP 0 L1 L2 L3 L APL MPL MP2 MP1 = AP1 APL 0 L1 L2 L3 L MPL
  • 39.
    Kurva Isoquant • Kurvayang menghubungkan titik kombinasi input untuk menghasilkan tingkat output yang sama. K L0 L0 K0 D A B C Isoquant (I)
  • 40.
    Berbagai kemungkinan kombinasiinput pada kurva Isoquant K K M E C K0 A A K1 B C I3 N I2 F I3 D I2 I1 B I1 0 L0L1 L2 L 0 L (A) Kombinasi input yang dapat dipilih produsen untuk menghasilkan jumlah output tertentu (B) Kombinasi input yang relevan pada setiap isoquant yang dapat dipilih produsen pada Ridge line
  • 41.
    Marjinal Rate ofTechnical Substitution (MRTS) • Jumlah input L yang dapat disubstitusikan terhadap input K agar tingkat output yang dihasilkan tidak berubah. • Menunjukkan tingkat penggantian marjinal yang semakin kecil sepanjang pergerakan ke bawah kurva isooquant. K L LK MP MP L K MRTS −= ∆ ∆ = K K1 K2 K3 I 0 L1 L2 L3 L
  • 42.
    Kurva Isocost denganPerubahan Harga Input dan Perubahan Pendapatan K C/PK1 D C/PK2 A 0 C/PL1 C/PL2 L (A) Kurva Isocost dengan Perubahan Harga Input K C2/PK D C1/PK A C3/PK E E B C 0 C3/PL C1/PL C2/PL L (B) Kurva Isocost dengan Perubahan Pendapatan (Anggaran)
  • 43.
    Kombinasi Input VariabelBiaya Terendah (Least Cost Combination) • Terjadi pada titik singgung antara kurva isoquant dengan kurva isocost. • Secara matematis: • Kondisi penggunaan input variabel yang dapat meminimumkan biaya: K L K L LK MP MP P P MRTS −=−= L K MP MP P P MRTS K L K L LK ∂ ∂ =−=−= K L0 K* L* C/PL C/PK D B E A I1 I2 I3
  • 44.
    Berbagai kombinasi inputdengan biaya terendah K Garis Perluasan Produksi C2/PK C1/PK C0/PK I2 I1 I0 0 C0/PL C1/PL C2/PL L Titik-Titik kombinasi input dengan Biaya terendah (least cost combination) Dihubungkan diperoleh garis perluasan Produksi ( production expantion path)
  • 45.
    Konsep Biaya Produksi Salahsatu maksimisasi keuntungan produsen/ perusahaan adalah dengan minimisasi biaya produksi. Opporunity Cost, selisih biaya produksi tertinggi terhadap biaya produksi alternatif atas sumber daya yang digunakan. Biaya Eksplisit, pengeluaran aktual (secara akuntansi) perusahaan untuk penggunaan sumber daya dalam proses produksi. Biaya Implisit, biaya ekonomi perusahaan atas penggunaan sumber daya yang ditimbulkan karena proses produksi.
  • 46.
    Hubungan Biaya Produksidengan Hasil Produksi • Biaya = f (Q) dimana Q = Output • Output = f(X) dimana X = Input • Fungsi Biaya Produksi, hubungan input dan output (besarnya biaya produksi dipengaruhi jumlah output, besarnya biaya output tergantung pada biaya atas input yang digunakan). • Perilaku biaya produksi , dipengaruhi; 1. Karakteristik fungsi produksi 2. Harga input yang digunakan dalam proses produksi.
  • 47.
    Analisis Biaya ProduksiJangka Pendek • 3 konsep (fungsi) tentang biaya produksi, yaitu; 1. Biaya Tetap Total (Total Fixed Cost), TFC = f (Konstan). 1. Biaya Variabel Total (Total Variabel Cost), TVC = f (output atau Q). 2. Total Cost (Total Cost), TC = TFC + TVC Q Biaya Produksi TFC TVC TC
  • 48.
    Biaya Total, BiayaRata-2 & Biaya Marginal Output (unit) Biaya Tetap (FC) Biaya Variabel (VC) Biaya Total (TC) Biaya Rata- rata (AC) Biaya Marjinal (MC) 100 4.000 2.000 6.000 60 60 200 4.000 3.000 7.000 35 10 300 4.000 3.500 7.500 25 5 400 4.000 5.000 9.000 22,5 15 500 4.000 7.000 11.000 22 20 600 4.000 10.000 14.000 23,33 30 700 4.000 14.000 18.000 25,71 40 800 4.000 20.000 24.000 30,00 60 900 4.000 30.000 34.000 37,77 100 1.000 4.000 46.000 50.000 50,00 160
  • 49.
    Kurve Biaya TotalJanka Pendek (Short Run Total Cost)T C X VC 0 FC SRTC = TC + VC
  • 50.
    Derivasi Biaya TetapBiaya Tetap Rata-2 Q X TFC BiayaBiay a FC P R X1 X2 X3 X1 X2 X3 AFC P’ Q’ R’ 0 0
  • 51.
    Derevasi Biaya Variabel Variabel Rata- 2 Biaya X TVC 0 X1 X2 X3 AVC BiayaP Q R Q P X1 X2 X3 R
  • 52.
    Derevasi Biaya Total Biaya Rata-2Biaya X TC 0 X1 X2 X3 ATC Biaya FC
  • 53.
    Derevasi Biaya TotalBiaya MarginalBiaya X TC 0 X1 X2 X3 MC Biaya FC
  • 54.
    Analisis Biaya ProduksiJangka Pendek• Biaya Rata-rata; 1. Average Fixed Cost, AFC = TFC/Q 2. Average Variabel Cost, AVC = AVC/Q 3. Average Cost, • Biaya Marjinal (Marginal Cost); MC = ∆TC/ ∆Q AVCAFC Q TVCTFC Q TC AC += + == Biaya Produksi Q AC AVC TFC MC
  • 55.
    Perilaku Biaya ProduksiJangka Pendek • Perubahan output menaik (Increasing return to input variable); fungsi output; Q = bX + cX2 fungsi biaya; TC = a +bQ – cQ2 TVC = bQ – CQ2 ; TFC = a AC > AVC > MC • Perubahan output tetap (constan return to input variable); fungsi output; Q = bX fungsi biaya; TC = a + bQ TVC = bQ ; TFC = a AC > AVC = MC
  • 56.
    Perilaku Biaya ProduksiJangka Pendek • Perubahan Output Menurun (Decreasing Return to input variable); fungsi output; Q = bX – cX2 fungsi biaya; TC = a + bQ +cQ2 TVC = bQ + cQ2 ; TFC = a MC > AC > AVC • Perubahan Output Menaik dan Menurun (Increasing Decreasing Return to input variable); fungsi output; Q = bx + cX2 – dX3 fungsi biaya; TC = a + bQ – cQ2 + dQ3 TVC = bQ – cQ2 + dQ3 ; TFC = a MC > AC > AVC
  • 57.
    Analisis Biaya JangkaPanjang (Long-run average cost atau LAC) • Proses produksi yang sudah tidak menggunakan input tetap, seluruh biaya produksi adalah variabel. • Perilaku biaya produksi jangka panjang; keputusan penggunaan input variabel oleh perusahaan dalam jangka pendek. • Fungsi biaya jangka panjang; Biaya rata-rata jangka panjang (LAC), Biaya marjinal jangka panjang (LMC), yang diperoleh dari biaya total jangka panjang (LTC).
  • 58.
    Teori Biaya Jangka Panjang Output (unit) InputBiaya Terendah (satuan unit) Biaya Total (Rp.) Biaya Rata- rata (Rp.) Biaya Marjinal (Rp.) Tenaga Kerja Modal 100 10 7 120 1,20 1,20 200 12 8 140 0,70 0,20 300 20 10 200 0,67 0,60 400 30 15 300 0,75 1,00 500 40 22 420 0,84 1,20 600 52 30 560 0,93 1,40 700 60 40 720 1,03 1,60 TK = 5 M = 10
  • 59.
    Kurve Biaya TotalJanka Panjang (Long Run Total Cost)T C X c4 c3 c2 c1 LRTC x1 x2 x3 x40 Kurve AC & MC  tabel
  • 60.
    Perilaku Biaya JangkaPanjangK (a) Jalur Ekspansi K3 C Q3 K2 B K1 A Q2 Q1 0 L1 L2 L3 L TC (b) LTC TC3 C` TC2 B` TC1 C` 0 Q1 Q2 Q3 Q AC (c) MC LMC LAC A`` B`` C`` 0 Q1 Q2 Q3 Q
  • 61.
    Perilaku Biaya JangkaPanjang • Long-run average cost (LAC), menunjukkan biaya rata-rata terendah dari kombinasi input yang digunakan untuk menghasilkan setiap tingkat output tertentu (least cost combination) LAC SAC1 LMC SAC10 LAC SAC2 SAC9 SAC3 SAC8 SAC4 SAC7 SAC5 SAC6 0 Q
  • 62.
    Break Even Point(BEP) TR TC Outpu t BEP Laba Rugi 0 1000 2000 X1 X2
  • 63.
  • 64.
    S t ru k t u r P a s a r Persaingan Sempurna Oligopoli Duopoli Monopoli Kartel
  • 65.
  • 66.
    Harga X0 X0 Haga X 0 D S P* P*MR Persaingan semPurna (Lanjutan)
  • 67.
    Laba MaksimalHarga& Biaya X πmax =MR = MC X0 Xm X1 MR = PP0 C0 M R S MC AC 0
  • 68.
    Defensif/LikuidasiHarga& Biaya XX0 Xm X1 MR1P* M R S MC AC 0 P1 > P*  π MR 2 MR 3 MR 4 P2 P3 P4 P2 < p*  π ? P1
  • 69.
    Maximum Profit KurveSupply Harga&Biaya X S 0 X1 X2 X3 MC Harga&Biaya P3 P2 P1 X1 X2 X3 S1 S3 S2 X M1 M2 M3
  • 70.
    Total Revenue (TR),Marginal Revenue (MR) dan Permintaan Pasar Monopoli X HasilTotal TR 0 X0 MR D P0 0 X
  • 71.
    Keseimbangan pada PasarMonopoli X0 MR D P0 0 X MC AC B D C Harga
  • 72.