monikaseptian@gmail.com
TEORI EKONOMI MAKRO
MONIKA SEPTIAN ABDUL GOPUR
MANAJEMEN (SHIFT)
SEMESTER IV
Dosen : Novi Lestari ,SE.,ME
BAB I
ANALISIS TEORI MIKRO DAN
MAKRO
monikaseptian@gmail.com
PENGERTIAN MACROEKONOMI
Ilmu Ekonomi Makro atau Macroekonomi merupakan bagian dari ilmu
ekonomi yang mengkhususkan mempelajari mekanisme bekerjanya
perekonomian secara keseluruhan termasuk pertumbuhan dalam
pendapatan, perubahan dalam harga, dan tingkat pengangguran.
Sedangkan tujuan dari macroekonomi adalah untuk memahami peristiwa
ekonomi dan untuk memperbaiki kebijakan ekonomi.
Dalam perekonomian mengenal teori makroekonomi. Teori ini lebih
memperhatikan aspek-aspek yang menyeluruh dari kegiatan ekonomi.
Apabila yang dibicarakan mengenai produsen, maka yang diperhatikan
adalah kegiatan produsen dalam keseluruhan ekonomi. Begitu pula,
apabila yang diperhatikan adalah tingkah laku konsumen, maka yang
dianalisis adalah tingkah laku keseluruhan konsumen dalam menggunakan
pendapatannya untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan dalam
perekonomian. Dalam analisis makro ekonomi juga diperhatikan peranan
pemerintahan dalam mengatur kegiatan sesuatu perekonomian.
monikaseptian@gmail.com
RUANG LINGKUP ANALISIS MAKROEKONOMI
Ilmu
Ekonomi
dibedakan
menjadi:
Ekonomi
deskriptif,
• Mengumpulkan
keterangan-
keterangan
faktual yang
relevan
mengenai
sesuatu masalah
ekonomi.
Teori
ekonomi,
• Teori ekonomi
tugas utamanya
menyusun
model analisis
ekonomi untuk
menerangkan
secara umum
perilaku sistem
ekonomi.
Ekonomi
terapan,
• Menggunakan
hasil-hasil
pemikiran yang
terkumpul
dalam teori
ekonomi untuk
menerangkan
keterangan-
keterangan
yang
dikumpulkan
oleh ekonomi
deskriptif.
monikaseptian@gmail.com
TEORI EKONOMI
Teori ekonomi
Mikro.
• Analisis-analisis dalam teori ekonomi mikro pada
umumnya meliputi bagian-bagian kecil dari
keseluruhan kegiatan perekonomian, seperti
kegiatan seorang konsumen, suatu perusahaan
atau suatu pasar.
Teori Ekonomi
Makro.
• Analisis-analisis dalam teori ekonomi makro lebih
global atau lebih menyeluruh sifatnya. Dalam
ekonomi makro yang diperhatikan adalah tindakan
konsumen secara keseluruhan, kegiatan-kegiatan
keseluruhan pengusaha dan perubahan-
perubahan keseluruhan kegiatan ekonomi.
monikaseptian@gmail.com
PERBEDAAN DALAM RUANG LINGKUP DAN
TITIKBERAT (FOKUS)
Mikro ekonomi lebih
menitikberatkan pada analisis
membuat pilihan untuk
(1) mewujudkan efisiensi dalam
penggunaan sumber-sumber daya
(2) mencapai kepuasan
maksimum
Makro ekonomi menerangkan
(1) bagaimana segi permintan dan
penwaran menentukan tingkat
kegaitan dalam perekonomian
(2) Masalah utama yang selalu
dihadapi setiap perekonomian
(3) Peranan kebijakan dan campur
tangan pemerintah untuk mentasai
masalah ekonomi yang dihadapi
monikaseptian@gmail.com
MENGGUNAKAN MIKROEKONOMI DALAM
MAKROEKONOMI
Mikroekonomi adalah studi
bagaimana rumah tangga
dan Perusahaan membuat
keputusan dan bagaimana
pembuat keputusan ini
berinteraksi dalam pasar.
Dalam mikroekonomi,
individu memilih
memaksimalkan tingkat
kepuasan (utility) dengan
batasan anggaran.
Peristiwa-peristiwa
makroekonomi muncul dari
interaksi banyak individu
yang mencoba
memaksimalkan
kemakmurannya. Karena
variabel agregat adalah
jumlah variabel-variabel
yang mendeskripsikan
keputusan-keputusan
individu, studi
makroekonomi didasarkan
pada landasan-landasan
mikroekonomi.
monikaseptian@gmail.com
PERSOALAN POKOK DALAM PEREKONOMIAN
PENGANGGURAN
INFLASI
PERTUMBUHAN EKONOMI
NERACA PEMBAYARAN
monikaseptian@gmail.com
PENGANGGURAN
Menyediakan kesempatan kerja yangs esuai dengan jumlah tenaga
kerja merupakan tanggung jawab penting suatu perekonomian.
Disamping itu kebijakan pemerintah sangat penting. Artinya dalam
mempengaruhi kegiatan ekonomi dan penciptaan kesempatan kerja.
Pengangguran dapat dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu:
• a. Pengangguran Normal
• Yaitu pengangguran yang disebabkan keinginan seseorrang untuk berhenti dari
pekerjaannya dan ingin mendaatkan pekerjaan yang lebih baik.
• b. Pengangguran struktural
• Yaitu pengangguran yang disebabkan terciptanya teknologi modern atau teknologi
canggih yang dapat menggantikan jasa seseorang tersebut, misalnya angkutan
umum yang dapat membuat pengangkut becak menjadi pengangguran.
• c. Pengangguran konjungtur
• Yaitu pengangguran yang disebabkan oleh pemerosotan kegiatan ekonomi.
monikaseptian@gmail.com
INFLASI
Inflasi adalah kenaikan harga secara menyeluruh
yang disebabkan oleh penawaran uang yang
berlebihan, kenaikan gaji, ketidakstabilan politik
dan kemerosotan nilai mata uang. Selain itu dalam
(Hartono, 2006) mengatakan bahwa inflasi adalah
naiknya harga barang dan jasa umum secara
berkelanjutan atau sustanble.
monikaseptian@gmail.com
PERTUMBUHAN EKONOMI
Investasi masa lalu akan menambah barang barang modal dan
kapasitas memproduksi masa kini.
Dalam setiap periode jumlah tenaga kerja akan bertambah karena
ada golongan penduduk yang memasuki angkatan kerja.
Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah makroekonomi jangka
panjang disetiap periode sesuatu masyarakat akan menambah
kemampuannya untuk memproduksikan barang dan jasa.
monikaseptian@gmail.com
NERACA PEMBAYARAN
Neraca pembayaran adalah gambaran mengenai hubungan ekonomi yang
berlaku diantara suatu negara dengan berbagai negara lain yang memberi
informasi tentang nelai ekspor dan impor, transaksi jasa-jasa, aliran modal
jangka panjang(penanaman modal asing, dan aliran modal jangka pendek.
Defenisi lain, Neraca pembayaran adalah catatan tentang transaksi ekonomi
internasional suatu negara terhadap negara lainnya dalam kurun waktu tertentu.
Selain menstabilkan neraca pembayaran ini usaha lain yang biasanya dilakukan
oleh suatu negara adalah menggalakkan perkembangan ekspor barang dan
jasa dan meningkatkan pengaliran masuk modal jangka panjang dan jangka
pendek. Suatu negara akan timbul masalah apabila sesuatu negara tersebut
tidak menjada kestabilan neraca pembayaran.
Apabila suatu negara mengimpor secara berlebihan maka masalah akan timbul.
Pertama impor yang berlebihan itu akan cendrung akan menurunkan nilai mata
uang domestic.
monikaseptian@gmail.com
ALAT PENGAMAT PRESTASI KEGIATAN EKONOMI
Alat Pengamat Prestasi
Kegiatan Ekonomi
Pendapatan Nasional,
pertumbuhan ekonomi
dan pendapatan
perkapita
Penggunaan tenaga
kerja dan
pengangguran
Tingkat perubahan
harga-harga atau inflasi
Kedudukan negara
perdagangan dan
neraca pembayaran
Kestabilan nilai mata
uang domestic
monikaseptian@gmail.com
TUJUAN DAN KEBIJAKAN MAKRO EKONOMI
Mestabilkan Kegiatan Ekonomi
Mencapai Ketingkat penggunaan tenaga kerja
penuh tanpa inflasi
Menghindari inflasi
Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang teguh
Mewujudkan kekukuhan neraca pembayaran
monikaseptian@gmail.com
BENTUK KEBIJAKAN MAKROEKONOMI
Kebijakan Fiskal, meliputi langkah-langkah pemerintah membuat
perubahan dalam bidang perpajakan dan pengeluran pemerintah
dengan maksud mempengaruhi pengeluran agregat dalam
perekonomian
Kebijakan Moneter, meliputi langkah-langkah pemerintah yang
dilaksa-nakan oleh Bank Sentral (BI) untuk mempengaruhi
(mengubah) pena-waran uang dalam perekonomian atau
menbuah suku bunga, dengan maksud untuk mempengaruhi
pengeluran agregate
Kebijakan segi penawaran, salah satunya adalah kebijakan
pendapatan (income policy) yaitu langkah pemerintah yang
bertujuan mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan pekerja.
monikaseptian@gmail.com
BAB II
PENDAPATAN NASIONAL
monikaseptian@gmail.com
KONSEP PENDAPATAN NASIONAL
Pendapatan Nasional Bruto atau GNP merupakan ukuran yang paling
komperhensip dari total output barang dan jasa suatu negara.
Produk Domestik Bruto atau GDP adalah seluruh barang – barang dan
jasa – jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam jangka waktu
tertentu biasanya 1 tahun termasuk didalamnya ialah barang – barang
dan jasa – jasa yang dihasilkan oleh orang dan perusahaan asing.
Produk Nasional Neto ialah nilai pasar semua barang – barang dan jasa –
jasa yang dihasilkan dalam jangka waktu satu tahun (GNP) dikurangi
penyusutan – penyusutan untuk penggunaan barang modal. Jadi NNP =
GNP – penyusutan (deprecitation).
Pendapatan Perseorangan atau Personal Income (PI), ialah semua jenis
pendapatan baik yang diperolah karena berfungsi sebagai faktor produksi
maupun tanpa memberikan suatu kegiatan apapun yang diterima oleh
penduduk suatu negara.
Pendapatan Disposibel atau Pendapatan Bersih adalah total pendapatan
perseorangan yang siap dibelanjakan DI = PI – Pajak Langsung.
monikaseptian@gmail.com
KONSEP PENDAPATAN NASIONAL
Konsep-konsep lain untuk melihat produk suatu Negara adalah Gross Domestik
Income (GDI) dan Gross Domestik Product (GDP). Istilah domestic menunjukan
bahwa nilai produk yang dihasilkan dihitung berdasarkan batas wilayah geografis
suatu Negara produk itu dihasilkan GDI = GDP.
Pendapatan Nasional Domestik Nominal Dan Rill
Nilai produk nasional selalu dihitung berdasarkan nilai uang dari barang dan jasa
yang dihasilkan. Sementara nilai uang tidak selamanya dalam keadaan stabil, sangat
tergantung pada perkembangan harga pasar. Kenaikan harga menyebabkan nilai
uang turun dan sebaliknya penurunan harga menyebabkan nilai uang naik.
Alat ukur yang dimaksud adalah indek harga. Indek harga dalam konsep GNP
disebut GNP deflator.
• 1. GNP nominal merupakan nilai produk dihitung berdasarkan harga yang berlaku ketika produk tersebut
dihasilkan.
• 2. GNP rill merupakan niali produk dihitung berdasarkan harga tahun tertentu yang ditetapkan sebagai
tahun dasar .
• 3. GNP deflator merupakan nilai produk berdasarkan indeks harga.
monikaseptian@gmail.com
PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL
Sesungguhnya ada lima perhitungan yang digunakan untuk melihat perkembangn ekonomi
antara lain sebagai berikut (Ace Partadiredja; 1994).
1. National Income Account, menghitung jumlah produk/pendapatan nasional pada suatu
Negara.
2. Input-Output Account, menghitung jumlah pembelian (input) dan penjualan (output) setiap
sector ekonomi.
3. Balance Of Payment account, menghitung semua penerimaan dan pengeluaran suatu Negara
dengan Negara lainmelalui export/import, aliran/arus dana yang terjadi:
•- dari luar negeri ke dalam negeri
•- dari dalam negeri ke luar negeri
4. Flow of Funds Account, menghitung arus transaksi pinjam-meminjam antar berbagai sector
dalam kegiatan ekonomi.
5. National Balance Sheet atau Capital Account, menghitung kekayaan (aktiva) dan utang
(pasiva) semua unit kesatuan ekonomi atau sector-sektor ekonomi.
monikaseptian@gmail.com
ADA TIGA METODE DALAM MENGHITUNG
PENDAPATAN NASIONAL
1. METODE
PRODUKSII/
PRODUCT
APPROARCH
2. METODE
PENDAPATAN/
INCOME
APPROACH
3. METODE
PENGELUARAN /
EXPENDITURE
APPROACH
monikaseptian@gmail.com
METODE PENDEKATAN PRODUKSI
 Pada metode produksi ini pendapatan nasional dihitung
dengan cara menjumlahkan nilai produki yang diciptakan oleh
tiap-tiap sector ekonomiselama satu periode tertentu. Hal
yang dijumlahkan adalah nilai tambah (value added) yang
yang diciptakan oleh tiap sector yang ada pada
perekonomian.
 Untuk mencari GNP diperoleh dengan rumus:
 GNP = GDP + Net Factor Payment
(Penerimaan Bersih dari LN)
Untuk mencari nilai produk / pendapatan nasional (PN) diperoleh
dengan rumus berikut:
 PN = GNP – (Pajak Tidak Langsung + Penyusutan Nilai)
 Nilai value added dalam perhitungan produk nasional adalah
sebagai berikut;
 1. Untuk memperlihatkan peranan tiap sector atau besarnya
sumbangan tiap-tiap sector ekonomi pada pendapatan nasional.
 2. Untuk menghindari terjadinya perhitungan gnda ( double
counting / multiple counting ).
monikaseptian@gmail.com
PENDEKATAN PENDAPATAN
 Metode pendapatan memandang nilai output perekonomian
sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang digunakan
dalam proses produksi. Kemampuan entrepreneur ialah
kemampuan dan keberanian mengombinasikan tenaga kerja,
barang modal, dan uang untuk menghasilkan barang dan jasa yang
dibutuhkan masyarakat. Balas jasa untuk tenaga kerja adalah upah
atau gaji. Untuk barang modal adalah pendapatan sewa. Untuk
pemilik uang/aset finansial adalah pendapatan bunga. Sedangkan
untuk pengusaha adalah keuntungan. Total balas jasa atas seluruh
faktor produksi disebut Pendapatan Nasional (PN).
Y = R + W + I + P
Ket :
 Y = pendapatan nasional
 R = rent = sewa
 W = wage = upah/gaji
 I = interest = bunga modal
 P = profit = laba
monikaseptian@gmail.com
PENDEKATAN PENGELUARAN
Menurut metode pengeluaran, nilai PDB merupakan nilai total dalam perekonomian selama periode
tertentu. Menurut metode ini ada beberapa jenis agregat dalam suatu perekonomian:
1) Konsumsi Rumah Tangga (Household Consumption)
 Pengeluaran sektor rumah tangga dipakai untuk konsumsi akhir, baik barang dan jasa yang habis dalam
tempo setahun atau kurang (durable goods) maupun barang yang dapat dipakai lebih dari
setahun/barang tahan lama (non-durable goods).
2) Konsumsi Pemerintah (Government Consumption)
 Yang masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah adalah pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang
digunakan untuk membeli barang dan jasa akhir (government expenditure). Sedangkan pengeluaran-
pengeluaran untuk tunjangan-tunjangan sosial tidak masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah.
3) Pengeluaran Investasi (Investment Expenditure)
 Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) merupakan pengeluaran sektor dunia usaha. Yang
termasuk dalam PMTDB adalah perubahan stok, baik berupa barang jadi maupun barang setengah jadi.
4) Ekspor Neto (Net Export)
 Yang dimaksud dengan ekspor bersih adalah selisih antara nilai ekspor dengan impor. Ekspor neto yang
positif menunjukkan bahwa ekspor lebih besar daipada impor. Perhitungan ekspor neto dilakukan bila
perekonomian melakukan transaksi dengan perekonomian lain (dunia).
Y = C + I + G + (X - M)
 Ket :
 Y = Pendapatan Nasional
 C = konsumsi masyarakat
 I = investasi
 G = pengeluaran pemerintah
 X = eksport
 M = import
monikaseptian@gmail.com
MANFAAT PERHITUNGAN DAN ANALISIS
PENDAPATAN NASIONAL
d. Merumuskan kebijakan-kebijakan pemerintah.
c. Membandingkan perekonomian antar daerah.
b. Membandingkan perkonomian dari waktu ke waktu.
a. Mengetahui dan menelaah stuktur atau susunan perekonomian.
Secara umum perhitungan pendapatan nasional bermanfaat untuk melihat perkembangan kegiatan-
kegiatanperekonomian yang terjadi dan dapat dicapai oleh suatu Negara.secara khususnya adalah
sebagai berikut :
monikaseptian@gmail.com
LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI
Laju Pertumbuhan Ekonomi ( Rate of Economic Growth )
adalah suatu angka dalam prosentase yang memperlihat
kan tinggi rendahnya atau cepat lambatnya pertumbuhan
ekonomi suatu Negara dalam satu tahun tertentu
dibandingka tahun-tahun sebelumnya. Untuk
menghitung laju pertumbuhan (LPE). LPE dihitung
berdasarkan nilai GNP rill.
monikaseptian@gmail.com
DETERMINASI PENDAPATAN
NASIONAL
3. Invetasi(I), dapat diartikan sebagai pengeluaran masyarakat (RTP) untuk pembelian barang-barang
modal.
2. Saving (s), bagian dari pendapatan yang ditunda pengeluarannya atau dapat juga dikatakan
konsumsi masa yang akan dating.
1. Konsumsi (C), dapat di artikan sebagai bagian dari PN yang dikeluarkan utuk membeli barang-
barang konsumsi.
Teori ini akan memperlihatkan ketergantungan atau keterkaitan antara pendapatan nasional (PN)Dan
komponen-komponen penentunya yaitu: konsomsi (C), tabungan atau saving (S), dan investasi(I).
adapun arti dari C,S,dan I bila dikaitkan dengan pendapatan nasional adalah sebagai berikut:
monikaseptian@gmail.com
MENURUT KEYNES, DETERMINASI PENDAPATAN
NASIONAL DAPAT DI ANALISIS MELALUI DUA PENDEKATAN
1. Income Approach yaitu suatu pendekatan yang memandang nilai
PN yang diterima masyarakat akan menentukan besar konsumsi dan
tabungan masyarakat
Secara matematisakan terlihat persamaannya.
GNI Y = C + S
Y = PN
C = Konsumsi
S = Tabungan
2. Product / Expenditur Approch yaitu yang memandang nilai PN
dapat ditentukan oleh besarnya pengeluaran aggregate atau
permintaan aggregate terhadap produk nasional. Pengeluaran
aggregate atau permintaan masyarakat secara keseluruhan untuk
perekonomian dua sector terdiri dari konsumsi yang dilakukan RTK
dan investasi (I) yang dilakukan oleh RTP.
GNP Y = C + I
Y = PN
C = Konsumsi
I = Investasi
monikaseptian@gmail.com
1. Average Propensity to
Consume (APC) yaitu suatu
hasrat rata-rata utuk
mengkonsumsi sebagaian
dari pendapatan. Atau
dengan kata lain
perbandingan antara besar
konsumsi pada suatu tingkat
pendapatan nasional dan
besarnya tingkat
pendapatan nasional tu
sendiri.
2. Marginal Propensity to
Consume (MPC) yaitu
pertambahan keinginan
untuk konsumen masyarakat
karena terjadinya
pertambahan pendapatan.
3. Average Propensity to
Save (APS) yaitu hasrat
rata-rata untuk menabung
sebagian dari pendapatan.
Atau dengan kata lain
perbandingan antara
besarnya saving pada
tingkat pendapatan nasional
dan besarnya tingkat
pendapatan nasional sendiri.
4. Marginal Propensity to
Save (MPS) yaitu
perbandingan antara
pertambahan keinginan
menabung dan pertambahan
pendapatan.
monikaseptian@gmail.com
BAB III
PANDANGAN KEYNES DA KLASIK
monikaseptian@gmail.com
Teori makroekonomi berkembang setelah
J.M. Keynes menunjukkan kelemahan-
kelemahan pandangan para ahli ekonomi
klasik mengenai penentuan tingkat
perekonomian suatu negara yang didasari
oleh penggunaan tenaga kerja penuh.
Pandangan Keynes yaitu :
Penggunaan tenaga kerja penuh (full
employment) adalah keadaan yang jarang
terjadi, dan hal itu disebabkan karena
kekurangan permintaan agregat yang wujud
dalam perekonomian.
monikaseptian@gmail.com
PERBEDAAN PANDANGAN KEYNES DAN EKONOMI KLASIK DIDASARKAN ATAS
PERBEDAAN PENDAPAT YANG BERSUMBER DALAM PERSOALAN BERIKUT:
 Perbedaan pandangan Keynes dan Ekonomi Klasik didasarkan atas
perbedaan pendapat yang bersumber dalam persoalan berikut:
 Faktor-faktor yang menentukan tingkat tabungan dan tingkat investasi dalam
perekonomian.
Menurut pandangan ahli ekonomi klasik faktor penentu besarnya tabungan
dan investasi adalah tingkat suku bunga. Akan tetapi, menurut Keynes,
besarnya tabungan yang dilakukan oleh rumah tangga bukan tergantung
pada tinggi rendahnya tingkat suku bunga, tetapi tergantung pada besar
kecilnya tingkat pendapatan rumah tangga. Artinya semakin besar tingkat
pendapatan rumah tangga semakin besar pula tabungan dan sebaliknya.
 Dalam pandangan Keynes terhadap besarnya investasi, dia beranggapan
bahwa tingkat bunga bukan merupakan satu-satunya komponen utama
dalam menentukan besarnya investasi. Besarnya investasi juga ditentukan
oleh faktor lain seperti keadaan ekonomi pada masa kini, ramalan
perkembangan di masa depan, dan tingkat penggunaan dan perkembangan
teknologi. Jadi meskipun tingkat bunga tinggi, namun apabila keadaan
perekonomian sekarang baik untuk dilakukan investasi dan prospek ke
depannya sangat baik, maka kegiatan investasi tetap akan dilakukan.
monikaseptian@gmail.com
 Hubungan antara tingkat upah dengan penggunaan tenaga kerja oleh
pengusaha.
Para ahli ekonomi klasik beranggapan bahwa dengan asumsi ceteris paribus,
penurunan tingkat upah tidak akan mempengaruhi biaya produksi marjinal
(biaya untuk memproduksi tambahan produk baru). Akan tetapi menurut
Keynes, tidaklah demikian. Dia beranggapan bahwa penurunan tingkat upah
akan menurunkan daya beli masyarakat. Turunnya daya beli masyarakat
akan menurunkan tingkat pengeluaran dan berakibat pada turunnya tingkat
harga barang dan jasa. Turunnya tingkat permintaan terhadap barang dan
jasa akibat lemahnya daya beli masyarakat akan berakibat pada penurunan
kapasitas produksi yang artinya pengurangan jumlah tenaga kerja. Dengan
demikian penurunan tingkat upah tidak dapat menciptakan penggunaan
tenaga kerja penuh (Full Employment).
 Karena perbedaan pendapat antara Keynes dengan para ahli ekonomi klasik
di atas, Keynes juga mempunyai pandangan tersendiri terhadap faktor yang
menjadi penentu tingkat kegiatan ekonomi suatu negara. Menurut Keynes,
faktor penentu kegiatan ekonomi suatu negara adalah permintaan efektif.
Yang dimaksud dengan permintaan efektif adalah permintaan yang disertai
kemampuan untuk membayar barang-barang dan jasa-jasa dalam wujud
perekonomian.
 Dengan bertambah besarnya permintaan efektif dalam perekonomian,
bertambah pula tingkat produksi yang akan dicapai oleh sektor perusahaan.
Keadaan ini dengan sendirinya akan menyebabkan pertambahan dalam
tingkat kegiatan ekonomi, penggunaan tenaga kerja dan faktor-faktor
produksi.
monikaseptian@gmail.com
Dalam analisis Keynes, dia membagi
permintaan agregat kepada dua jenis
pengeluaran, yaitu pengeluaran konsumsi
oleh rumah tangga dan penanaman modal
oleh pengusaha. Akan tetapi, dalam
analisis makro ekonomi, pengeluaran
pemerintah dan ekspor juga ikut
mempengaruhi pengeluaran agregat.
Berikut adalah penjelasan faktor yang
mempengaruhi permintaan agregat :
monikaseptian@gmail.com
KONSUMSI DAN INVESTASI
 Pengeluaran konsumsi yang dilakukan oleh sektor rumah tangga dalam perekonomian
tergantung dari besarnya pendapatan. Perbandingan antara besarnya konsumsi dengan
jumlah pendapatan disebut kecondongan mengkonsumsi (MPC = Marginal Propensity to
Consume). Semakin besar MPC semakin besar pula pendapatan yang digunakan untuk
kegiatan konsumsi dan sebaliknya.
 Pada kondisi negara yang MPC-nya rendah, maka akan menyebabkan selisih antara
produksi nasional (dengan asumsi full employment) dengan tingkat konsumsi (penggunaan
produk) menjadi semakin besar. Agar mencapai penggunaan tenaga kerja penuh, para
pengusaha perlu melakukan investasi sebesar selisih antara tingkat konsumsi dan produksi
tersebut. Jika besarnya investasi tidak mencapai jumlah tersebut, maka akan terjadi
pengangguran. Karena kondisi tersebut dalam kondisi nyata tidak selalu tercapai, maka
pengangguran akan selalu ada.
 Untuk investasi, seperti yang telah disebutkan di atas, dipengaruhi oleh tingkat bunga dan
efisiensi marjinal modal.
 Tingkat bunga menurut Keynes dipengaruhi oleh jumlah permintaan uang (yaitu keinginan
masyarakat untuk memperoleh uang untuk digunakan untuk berbagai keperluan seperti
transaksi, tabungan, spekulasi dan atau untuk kebutuhan mendadak) dan jumlah penawaran
uang (yaitu uang yang ada dalam perekonomian dan dapat digunakan oleh masyarakat untuk
memenuhi kebutuhan barang dan jasa).
 Apabila penawaran uang > permintaan uang, maka tingkat suku bunga akan naik untuk
menyerap kelebihan dana yang beredar di masyarakat, dan sebaliknya jika penawaran uang
< permintaan uang, suku bunga tabungan akan turun agar masyarakat memilih untuk
berinvestasi dan mencairkan tabungannya sehingga jumlah penawaran uang akan
meningkat.
 Efisiensi marjinal modal yaitu tingkat pengembalian atas modal yang ditanamkan yang
dipengaruhi oleh faktor seperti kondisi ekonomi sekarang, penggunaan teknologi dan
ramalan prospek ekonomi di masa mendatang. Semakin tinggi tingkat efisiensi modal
semakin besar pula investasi dan sebaliknya.
monikaseptian@gmail.com
PENGELUARAN PEMERINTAH DAN
EKSPOR
Dalam analisis makroekonomi dan perhitungan pendapatan
nasional (dengan pendekatan pengeluaran) pengeluaran
pemerintah dan ekspor juga merupakan bentuk pengeluaran.
Besarnya tingkat pengeluaran pemerintah (G) akan mempengaruhi
produksi nasional karena pemerintah sendiri merupakan
konsumen yang besar. Sehingga konsumsi dari pemerintah juga
mencakup sebagian besar dari konsumsi nasional.
Ekspor menunjukkan permintaan efektif yang berasal dari luar
negeri. Semakin besar ekspor semakin banyak pula produksi
nasional yang dikonsumsi
monikaseptian@gmail.com
BAB IV
PEREKONOMIAN 2 SEKTOR
monikaseptian@gmail.com

PENGELUARAN KONSUMSI
(ARUS UANG)
BARANG DAN JASA
(ARUS PRODUK)
SEKTOR RUMAH
TANGGA
SEKTOR
PERUSAHAAN
FAKTOR PRODUKSI
SDA, MODAL, SKILL, SDM
(ARUS FAKTOR)
BALAS JASA FAKTOR PRODUKSI
(ARUS UANG)
monikaseptian@gmail.com
Perekonomian dua sektor adalah perekonomian yang terdiri dari
sektor perusahaan dan sektor rumah tangga. Dalam
perekonomian tidak terdapat pajak dan pengeluaran pemerintah.
Perekonomian itu juga tidak melakukan perdagangan luar negeri
dan dengan demikian perekonomian itu tidak melakukan kegiatan
ekspor dan impor.
Dalam perekonomian dua sektor sumber pendapatan yang
diperoleh rumah tangga adalah dari perusahaan. Pendapatan ini
meliputi gaji, upah, sewa, bunga dan keuntungan adalah sama
nilainya dengan pendapatan nasional. Dan oleh karena itu
pemerintah tidak memungut pajak maka pendapatan nasional (Y)
adalah sama dengan pendapatan disposebel (Yd) atau Y = Yd.
Pendapatan yang digunakan oleh rumah tangga akan digunakan
untuk dua tujuan yaitu untuk pengeluaran konsumsi dan ditabung.
Tabungan ini akan dipinjamkan kepada penanam modal atau
investor dan akan digunakan untuk modal, untuk membeli barang–
barang seperti mesin–mesin, bahan baku, peralatan produksi,
mendirikan bangunan pabrik dan bangunan kantor.[
monikaseptian@gmail.com
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI DAN
PENDAPATAN
Terdapat beberapa faktor yang menentukan tingkat pengeluaran
rumah tangga (secara seunit kecil atau dalam keseluruhan ekonomi).
Yang terpenting dalam perekonomian dua sektor adalah pendapatan
rumah tangga. Tabel yang menggambarkan hubungan di antara
konsumsi rumah tangga dan pendapatan dinamakan daftar (skedul)
konsumsi. Daftar konsumsi pada dasarnya menggambarkan
besarnya konsumsi rumah tangga pada tingkat pendapatannya yang
berubah-ubah.
monikaseptian@gmail.com
 Dalam analisis makroekonomi yang lebih penting bukanlah melihat
konsumsi dan tabungan suatu rumah tangga, tetapi melihat
konsumsi dan tabungan dari semua rumah tangga dalam
perekonomian. Pengeluaran konsumsi dari semua rumah tangga
dalam perekonomian dinamakan konsumsi agregat dan tabungan
semua rumah tangga dalam perekonomian dinamakan tabungan
agregat.
 1. Ciri-ciri Fungsi Konsumsi dan Tabungan
 Sebelum menerangkan ciri-ciri fungsi konsumsi dan fungsi tabungan
terlebih dahulu perlu didefinisikan arti dari istilah fungsi konsumsi dan
fungsi tabungan.
 a.Fungsi konsumsi adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat
hubungan diantara tingkat konsumsi rumah tangga dalam
perekonomian dengan pendapatan nasional perekonomian tersebut.
 b. Fungsi tabungan adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat
hubungan diantara tingkat tabungan rumah tangga dalam
perekonomian dengan pendapatan nasional perekonomian tersebut.
 2. Penentu-penentu Lain Konsumsi dan Tabungan
 a. Kekayaan yang telah terkumpul.
 b. Suku bunga.
 c. Sikap berhemat.
 d. Keadaan perekonomian.
 e. Distribusi pendapatan.
 f. Tersedia tidaknya dana pensiun yang mencukupi.
monikaseptian@gmail.com
INVESTASI (PENANAMAN MODAL)
1. Definisi dan arti Investasi
Investasi atau penanaman modal merupakan komponen kedua
yang menentukan tingkat pengeluaran agregat. Dengan demikian
investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran atau perbelanjaan
penanam-penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang-
barang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk
menambah kemampuan memproduksi barang dan jasa yang
tersedia dalam perekonomian.
2. Fungsi investasi
Kurva yang menunjukan perkaitan di antara tingkat investasi dan
tingkat pendapatan nasional dinamakan fungsi investasi.
3. Penentu-penentu tingkat Investasi
a. Ramalan keadaan perekonomian di masa depan.
b. Perubahan dan perkembangan teknologi.
c. Efek pertumbuhan pendapatan nasional.
d. Keuntungan perusahaan.
monikaseptian@gmail.com
PERUBAHAN KESEIMBANGAN DAN MULTIPLIER
Dari satu periode ke periode lainnya keseimbangan
pendapatan nasional akan selalu mengalami perubahan.
Dalam perekonomian dua sektor perubahan tersebut
disebabkan oleh perubahan dalam investasi.
Perkembangan teknologi, misalnya akan menambah
investasi dan investasi yang bertambah akan
memindahkan pengeluaran agregat ke atas.
Analisis mengenai multiplier bertujuan untuk
menerangkan pengaruh dari kenaikan atau kemerosotan
dalam pengeluaran agregat keatas tingkat
keseimbangan dan terutama keatas tingkat pendapatan
nasional.
monikaseptian@gmail.com
BAB V
PEREKONOMIAN 3 SEKTOR
monikaseptian@gmail.com
monikaseptian@gmail.com
PENGERTIAN EKONOMI 3 SEKTOR
 Ekonomi tiga sektor adalah perekonomian yang meliputi
kegiatan dalam sektor perusahaan, rumah tangga dan
pemerintah. Dengan demikian dalam menganalisis
perekonomian tiga sektor pada hakikatnya akan diperhatikan
peranan dan pengaruh pemerintah keatas kegiatan dalam
sesuatu perekonomian.
 Campur tangan pemerintah dalam perekonomian menimbulkan
dua perubahan penting dalam proses penentuan
keseimbangan pendapatan nasional, yaitu:
 a. Pungutan pajak yang dilakukan pemerintah akan mengurangi pengeluaran
agregat melalui pengurangan atas konsumsi rumah tangga.
 b. Pajak memungkinkan pemerintah melakukan perbelanjaan dan ini akan
menaikkan perbelanjaan-perbelanjaan agregat.
 Kedua aliran pengeluaran / pendapatan ini akan mengubah
pola aliran pendapatan dalam perekonomian. Dalam ekonomi
tiga sektor belum terdapat kegiatan mengekspor dan
mengimpor. Oleh sebab itu ,ekonomi tiga sektor dinamakan
juga ekonomi tertutup.
monikaseptian@gmail.com
ALIRAN PENDAPATAN DAN SYARAT
KESEIMBANGAN
 Aliran pendapatan dan pengeluaran
Campur tangan pemerintah dalam perekonomian akan menimbulkan tiga jenis aliran baru dalam sirkulasi aliran
pendapatan.
Tiga jenis aliran yang baru tersebut adalah :
 Pembayaran pajak oleh rumah tangga dan perusahaan kepada pemerintah. Pembayaran pajak tersebut
menimbulkan pendapatan kepada pihak pemerintah. Ia merupakan sumber pendapatan pemerintah yang
terutama.
 Pengeluaran dari sektor pemerintah ke sektor perusahaan. Aliran ini menggambarkan nilai pengeluaran
pemerintah keatas barang-barang dan jasa yang diproduksikan oleh sektor perusahaan.
 Aliran pendapatan dari sektor pemerintah sektor rumah tangga. Aliran itu timbul sebagai akibat dari
pembayaran keatas konsumsi faktor-faktor produksi yang dimiliki sektor rumah tangga oleh pemerintah.
 Pembayaran oleh sektor perusahaan sekarang dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
 Pembayaran kepada sektor rumah tangga sebagai pendapatan kepada faktor-faktor produksi dan
 Pembayaran pajak pendapatan perusahaan kepada pemerintah.
 Pendapatan yang diterima rumah tangga sekarang berasal dari dua sumber :
 Dari pembayaran gaji dan upah, sewa, bunga dan utang oleh perusahaan dan
 Dari pembayaran gaji dan upah oleh pemerintah.
 Syarat Keseimbangan
Keseimbangan : Y = AE, atau Y = C + I + G
Y : penawaran agregat AE : pengeluaran agregat
C : konsumsi rumah tangga I : investasi perusahaan
G : pengeluaran pemerintah membeli barang dan jasa
Y = C + S + T ( setiap pendapatan nasional )
C + I + G = C + S + T ( keseimbangan = setiap pendapatan nasional )
Jika C dikurangi dari setiap ruas maka, Dalam perekonomian tiga sektor I dan G adalah suntikan kedalam
sirkulasi aliran pendapatan, sedangkan S dan T adalah kebocoran. Sebagai kesimpulan dapatlah dirumuskan
bahwa dalam perekonomian tiga sektor yang mencapai keseimbangan akan berlaku keadaan : I + G = S + T
monikaseptian@gmail.com
JENIS-JENIS PAJAK
 Pajak objektif : pajak yg dikenakan berdasarkan aktivitas
ekonomi para wajib pajak Misalnya PPN dikenakan kpd
mereka yang membeli barang dan jasa kena pajak
 Pajak subjektif : pajak yang dipungut dengan melihat
kemampuan wajib pajak. Mislanya pendapatan. Jika
pendapatan makin besar, maka beban pajaknya makin
besar
 Pajak langsung : jenis pungutan pemerintah yang secara
langsung di kumpulkan dari pihak yang wajib membayar
pajak.( pajak yang secara langsung di pungut dari orang
yang berkewajiban untuk membayar pajak).
 Pajak tak langsung : pajak yang bebannya dapat di
pindah2 kan kepada pihak lain.( yang menanagung beban
pajak tersebut adalah para konsumen. Ex : Impor.
monikaseptian@gmail.com
BENTUK-BENTUK PAJAK PENDAPATAN
1. Pajak regresif : sistem pajak yang persentasinya menurun apabila
pendapatan yang di kenakan pajak menjadi bertambah
tinggi.dalam sistem ini ,pada pendapatan rendah ,pajak yang di
pungut meliputi bagian yang paling tinggi dari pendapatan
tersebut.tetapi,semakin tinggi pendapatan semakin kecil
persentasi pajak itu di bandingkan dengan keseluruan
pendapatan.
2. Pajak proporsional : persentasi pungutan pajak yang tetap
besarnya pada berbagai tingkat pendapatan,yaitu dari tingkat
pendapatan yang sangat rendah kepada yang sangat tinggi.dalam
sistempajak ini tidak di bedakan di antara penduduk yang kaya
atau miskin dan di antara perusahaan besar dan perusaan kecil.
3. Pajak progresif : sistem pajak yang persentasinya bertambah
apabila pendapatan semakin meningkat .pajak ini menyebabkan
pertambahan nominal pajak yang di bayar akan menjadi semakin
cepat apabila pendapatan semakin tinggi.
monikaseptian@gmail.com
EFEK PAJAK TERHADAP KONSUMSI DAN
TABUNGAN
 Setiap pemungutan pajak akan menimbulkan perubahan
terhadap pendapatan disposibel (Yd). Pajak sebanyak T
akan menyebabkan pendapatan disposibel turun sebanyak
T. Maka: ∆Yd = - T
 Kemerosotan pendapatan disposibel akan mengurangi
konsumsi dan tabungan RT. Jumlah konsumsi dan
tabungan yang berkurang adalah sama dengan
pengurangan pendapatan diposible. Maka : ∆Yd = -T = ∆C
+ ∆S. Disamping tergantung pada perubahan pendapatan
disposibel pengurangan konsumsi ditentukan oleh MPC
dan MPS. Perhitungannya dapat dilakukan dengan
menggunakan persamaan :
 ∆C = MPC x ∆Yd atau ∆C =MPC x (-T)
 ∆C = MPS x ∆Yd atau ∆C =MPS x (-T)
 Setara dengan : T = ∆Yd = (MPC x T) + (MPS x T)[1]
monikaseptian@gmail.com
PENGELUARAN PEMERINTAH
o Pajak yang diterima pemerintah akan digunakan untuk membiayai berbagai
kegiatan pemerintah. Dinegara-negara yang sudah sangat maju, Pajak
adalah sumber utama dari pembelanjaan pemerintah, sebagian dari
pengeluaran pemerintah adalah untuk membiayai administrasi
pemerintahan dan untuk membiayai kegiatan-kegiatan pembangunan,
membayar gaji pegawai-pegawai pemerintah, membiayai sistem
pendidikan dan kesehatan rakyat, membiayai pembelanjaan untuk
angkatan bersenjata dan membiayai berbagai jenis infrastruktur yang
penting artinya dalam pembangunan adalah beberapa bidang penting yang
akan dibiayai pemerintah.
o Penentu-penentu pengeluaran pemerintah
o a. Proyeksi jumlah pajak yang di terima : Dalam menyusun anggaran belanja
pemerintah harus terlebih dahulu membuat proyeksi mengenai jumlah pajak
yang akan di terimanya.makin banyak jumlah pajak yang akan dapat di
kumpulkan, makin banyak pula perbelanjaan pemerintah yang akan di lakukan.
o b. Tujuan-tujuan ekonomi yang ingin dicapai : mengatasi masalah
pengangguran, menghidari inflasi, dan mempercepat pembangunan ekonomi.
untuk mempercepat kegiatan tersebut seringkali membelanjakan uang yang lebih
besar dari pendapatan yang di peroleh oleh pajak.
o c. Pertimbangan politik dan keamanan : pertimbangan-pertimbangan politik
dan kestabilan negara selalu menjadi salah satu tujuan penting dalam menyusun
anggaran belanja pemerintah. kekacauan politik, keamanan. keadaan seperti itu
akan menyebabkan kenaikan perbelanjaan pemerintah yang sangat besar.
monikaseptian@gmail.com
BAB VI
UANG, BANK, DAN
PENEMPATAN UANG
monikaseptian@gmail.com
UANG
 Uang adalah alat tukar menukar yang diterima masyarakat dan digunakan sebagai alat
untuk membayar berbagai barang atau jasa secara sah. Uang dalam ilmu ekonomi
tradisional, didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum.
Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di
masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa.
 Definisi uang menurut beberapa ahli :
 Rollin G. Thomas menyatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang diterima umum dalam
pembayaran barang-barang, jasa-jasa dan pelunasan utang.
 A.C. Pigou menyatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang umum dipergunakan sebagai
alat penukar.
 DH Robertson; dalam bukunya Money, ia mengatakan bahwa uang adalah sesuatu yang bisa
diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang-barang.
 Berdasarkan hukum, uang adalah benda yang dirumuskan oleh undang-undang
sebagai alat pembayaran yang sah.
 Berdasarkan tujuan analisis perekonomian, uang adalah segala sesuatu yang dapat
melaksanakan fungsi-fungsi dalam perekonomian, di antaranya sebagai satuan nilai
dan standar pembayaran tertunda.
 Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa uang adalah suatu
benda dengan satuan hitung tertentu yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran
yang sah dalam wilayah tertentu serta penggunaannya sesuai dengan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. Berlakunya suatu mata uang dibatasi oleh tempat
dan waktu. Mata uang suatu negara tertentu tidak berlaku, jika digunakan di negara
lain (harus menukarnya terlebih dahulu).
monikaseptian@gmail.com
FUNGSI UANG
 Uang memiliki beberapa peranan dan fungsi. Fungsi
uang dibedakan menjadi dua, yaitu :
 1. Fungsi Asli
 Alat Tukar
 Sebagai alat tukar, uang memungkinkan seluruh transaksi dapat
dilakukan. Misalnya, kita ingin membeli alat tulis untuk keperluan
kuliah maka kita dapat memperolehnya dengan sejumlah uang
tanpa harus melakukan barter. (Barter : kegiatan tukar-menukar
barang atau jasa yang terjadi tanpa perantaraan uang / menukar
barang dengan barang).
 Alat Satuan Hitung
 Sebagai satuan hitung uang dapat digunakan untuk menghitung
harga sebuah barang. Misalnya, harga sebuah televisi 14 inch
Rp. 850.000,00 ini merupakan nilai suatu barang yang dinyatakan
dalam uang. Seperti juga gram untuk menyatakan berat barang,
meter untuk menyatakan panjang dan lebar suatu benda maupun
liter untuk menyatakan isi.
monikaseptian@gmail.com
JENIS UANG
 Uang yang beredar dalam masyarakat dapat dibedakan
dalam dua jenis, yaitu uang kartal (sering pula disebut
sebagai common money) dan uang giral.
 Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib digunakan
oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual-beli sehari-
hari.
 Uang giral adalah uang yang dimiliki masyarakat dalam
bentuk simpanan (deposito) yang dapat ditarik sesuai
kebutuhan. Uang ini hanya beredar di kalangan tertentu saja,
sehingga masyarakat mempunyai hak untuk menolak jika ia
tidak mau barang atau jasa yang diberikannya dibayar
dengan uang ini. Untuk menarik uang giral, orang
menggunakan cek, giro, atau telegrafic transfer.
monikaseptian@gmail.com
NILAI UANG
 Pada dasarnya nilai uang dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu nilai uang dilihat dari
bahan pembuatannya dan dilihat dari penggunaannya.
 1. Nilai Uang Dilihat dari Bahan Pembuatannya
 1) Nilai Intrinsik
 Nilai intrinsik uang adalah nilai uang berdasarkan bahan-bahan pembuatan uang. Contohnya, untuk
membuat uang logam Rp100,00 diperlukan logam perak seberat 1 gram. Dengan demikian, uang
sebesar Rp100,00 sama dengan harga yang senilai dengan 1 gram perak. Inilah yang disebut nilai
intrinsik uang.
 2) Nilai Nominal
 Pada uang Rp100.000,00 tertera angka seratus ribu rupiah, maka nilai nominal uang tersebut adalah
seratus ribu rupiah. Nilai nominal uang adalah nilai yang tertera pada setiap mata uang yang
bersangkutan. Dari dua nilai uang di atas menimbulkan dua istilah fiducier money dan full bodied money.
 Fiducier money, yaitu uang yang memiliki nilai nominal lebih besar daripada nilai intrinsiknya.
Contohnya ialah semua uang kertas.
 Full bodied money, yaitu uang yang memiliki nilai nominal sama dengan nilai intrinsiknya.
Contohnya ialah semua jenis mata uang logam sehingga uang logam disebut juga full bodied money.
 2. Dilihat dari Penggunaannya
 1) Nilai internal adalah kemampuan suatu mata uang apabila ditukarkan dengan barang. Dengan
kata lain, nilai internal uang adalah daya beli uang terhadap barang dan jasa. Contoh uang sebesar
Rp200.000,00 dapat ditukarkan dengan 1 gram emas. Ini berarti nilai internal uang Rp200.000,00
adalah sebesar 1 gram emas.
 2) Nilai eksternal adalah kemampuan uang dalam negeri apabila dibandingkan dengan mata uang
asing (valuta asing). Dengan kata lain yang dimaksud nilai ekster nal uang adalah
daya beli uang dalam negeri terhadap mata
uang asing atau lebih dikenal dengan istilah kurs. Contohnya, uang Rp100.000,00 mampu
ditukarkan dengan 10 Dollar Amerika Serikat (US$ 10 = Rp100.000,00). Ini berarti
uang Rp100.000,00 mempunyai nilai ekster nal sama dengan 10 Dollar Amerika Serikat.
monikaseptian@gmail.com
TEORI NILAI UANG
Teori Ongkos Produksi
Teori Persediaan Kas
Teori Kuantitas dari Irving Fisher
Teori uang dinamis
Teori Negara
Teori Nominalisme
Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Devanzati dan Montanari
Teori uang statis
monikaseptian@gmail.com
PERMINTAAN DAN PENAWARAN UANG
Agar perekonomian
dapat berjalan dengan
baik, harus ada cukup
uang untuk membeli
barang dan jasa yang
dihasilkan oleh ekonomi.
Permintaan uang adalah
jumlah uang yang
diinginkan oleh seluruh
masyarakat untuk
mengadakan transaksi
pada suatu wilayah dan
waktu tertentu.
Penawaran uang adalah
jumlah yang ada dan
siap beredar untuk
keperluan transaksi bagi
masyarakat pada suatu
wilayah dan waktu
tertentu.
monikaseptian@gmail.com
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERMINTAAN UANG
 Menurut J.M Keynes dalam teorinya, Liquidity
Preference, menyebutkan adanya tiga faktor yang
mempengaruhi permintaan uang.
1. Motif transaksi (transaction motive)
Orang menyimpan uang untuk membayar transaksi sehari-hari mulai
dari sekedar membeli makan hingga ketika berbisnis..
2. Motif berjaga-jaga (precautionary motive)
Motif berjaga-jaga merupakan salah satu pendorong mengapa orang
menyimpan uang. Motif berjaga-jaga muncul ketika rumah tangga
dan perusahaan merasa tidak pasti terhadap penerimaan dan
pembayaran..
3. Motif spekulasi (speculation motive)
Bila suatu rumah tangga atau perusahaan memegang uang tunai di
tangan, ia sebenarnya melepaskan kesempatan untuk memperoleh
bunga bila uang itu ditabung atau dibelikan obligasi di pasar modal
monikaseptian@gmail.com
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PENAWARAN UANG
1) Pendapatan
2) Tingkat suku bunga
3) Selera masyarakat
4) Harga barang
5) Fasilitas kredit
6) Kekayaan masyarakat
monikaseptian@gmail.com
BANK
Bank diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah
menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut
ke masyarakat serta memberikan jasa bank lainnya. Pengertian bank menurut
Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang
perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam
bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit
dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat
banyak. Dari uraian di atas dapat dijelaskan bahwa bank merupakan perusahaan
yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya usaha perbankan selalu berkaitan
dengan masalah bidang keuangan.
Fungsi utama dari bank adalah menyediakan jasa menyangkut penyimpanan nilai
dan perluasan kredit. Evolusi bank berawal dari awal tulisan, dan berlanjut
sampai sekarang di mana bank sebagai institusi keuangan yang menyediakan
jasa keuangan. Sekarang ini bank adalah institusi yang memegang lisensi bank.
Lisensi bank diberikan oleh otoriter supervisi keuangan dan memberikan hak
untuk melakukan jasa perbankan dasar, seperti menerima tabungan dan
memberikan pinjaman. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca atau uang.
Biasanya bank menghasilkan untung dari biaya transaksi atas jasa yang diberikan
dan bunga dari pinjaman.
monikaseptian@gmail.com
JENIS BANK
Bank
Sentral
Bank
Umum
monikaseptian@gmail.com
FUNGSI-FUNGSI BANK UMUM
 Penciptaan uang. Uang yang diciptakan bank umum adalah uang
giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan
(kliring
 Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran. Fungsi lain
dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung
kelancaran mekanisme pembayaran
 Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat. Dana yang paling
banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan
 Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional. Bank umum
juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau
memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa
maupun transaksi modal.
 Penyimpanan Barang-Barang Berharga. Penyimpanan barang-
barang berharga adalah satu satu jasa yang paling awal yang
ditawarkan oleh bank umum.
 Pemberian Jasa-Jasa Lainnya. Di Indonesia pemberian jasa-jasa
lainnya oleh bank umum juga semakin banyak dan luas. Saat ini
kita sudah dapat membayar listrik, telepon membeli pulsa telepon
seluler, mengirim uang melalui atm, membayar gaji pegawai
dengan menggunakan jasa-jasa bank.
monikaseptian@gmail.com
PENCIPTAAN UANG
 Penciptaan uang adalah proses memproduksi atau
menghasilkan uang baru. Terdapat tiga cara untuk
menciptakan uang:
 Dengan cara mencetak mata uang kertas atau uang logam,
 Melalui pengadaan utang dan pinjaman,
 Melalui beragam kebijakan pemerintah, misalnya
seperti pelonggaran kuantitatif.
 Berbagai praktik dan regulasi untuk mengatur produksi,
pengeluaran, dan penarikanan uang, adalah perhatian
utama dalam ilmu ekonomi moneter (misalnya
tentang persediaan uang, mazhab monetarisme), dan
memengaruhi berjalannya pasar keuangan dan daya
beli uang.
monikaseptian@gmail.com
KEBIJAKAN MONETER
 Upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian
makro ke kondisi yang diinginkan (yang lebih baik)
dengan mengatur jumlah uang yang beredar
 Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu
:
 Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy.
Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang
yang edar
 Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy.
Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang
yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight
money policy).
monikaseptian@gmail.com
BAB VII
TEORI MONETER
monikaseptian@gmail.com
Ekonomi Moneter merupakan salah satu
instrumen penting dalam perekonomian modern,
dalam perekonomian modern terdapat dua
kebijakan perekonomian yang dijadikan
instrumen oleh pemerintah dalam menstabilkan
perekonomian suatu negara, yang pertama
adalah kebijakan Fiskal, yaitu kebijakan yang
diambil pemerintah untuk membelanjakan
pendapatannya dalam merealisasi tujuan-tujuan
ekonomi. Yang kedua adalah kebijakan moneter.
Kebijakan moneter adalah langkah pemerintah
untuk mengatur penawaran uang dan tingkat
bunga. Pada tulisan ini saya sebagai penulis,
akan mencoba menyajikan konsep-konsep dasar
ekonomi moneter konvensional dan ekonomi
moneter islam.
monikaseptian@gmail.com
DUA KEBIJAKAN DALAM PEREKONOMIAN MODERN
a) Kebijakan Fiskal yaitu kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk membelanjakan
pendapatan Negara untuk tujuan-tujuan ekonomi.
Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan
erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan
berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan
meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak
akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.
b) Kebijakan Moneter yaitu suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar
dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar
dalam perekonomian atau langkah pemerintah untuk mengatur penawaran uang dan tingkat
bunga. Kebijakan moneter terbagi dua yaitu :
•Kebijakan Moneter Ekspansif yaitu suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar disuatu Negara,
apabila tidak ada kebijakan ini maka jumlah uang di suatu negara akan menipis sehingga transaksi atau jual beli disuatu
negara akan terganggu.
•Kebijakan Moneter Kontraktif yaitu suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga
dengan kebijakan uang ketat (tight money policu).
monikaseptian@gmail.com
TUJUAN EKONOMI MONETER
Neraca pembayaran internasional
Neraca pembayaran internasional yang seimbang menunjukkan stabilisasi ekonomi di suatu Negara. Agar
neraca pembayaran internasional seimbang, maka pemerintah sering melakukan kebijakan-kebijakan
moneter.
Kestabilan harga
Harga yang makin kian tinggi membuat masyarakat menjadi resah, tiap tahunnya harga barang bukannya
menjadi turun tetapi semakin naik, untuk mencegah harga yang semakin naik maka pemerintah
menstabilkan harga sehingga harga tidak mengalami kenaikkan setiap tahunnya.
Kesempatan kerja.
Dengan adanya kesempatan kerja atau lowongan pekerjaan maka makin besar dalam meningkatkan
produksi, selain dapat meningkatkan produksi maka dapat juga membantu masyarakat yang menjadi
pengangguran.
Adapun tujuan ekonomi moneter adalah untuk mencapai stablisasi ekonomi yang dapat diukur dengan :
monikaseptian@gmail.com
KONSEP EKONOMI MONETER KONVENSIONAL
• a) Tujuan transaksi
Dalam rangka membayar pembelian-pembelian yang
akan mereka lakukan
• b) Tujuan Berjaga-jaga
Sebagai alat untuk menghadapi kesusahan yang
mungkin timbul di masa yang akan datang
• c) Tujuan Spekulasi
Dalam masyarakat yang menganunt sistem ekonomi
konvensional ini, maka fungsi uang yang tak kalah
pentingnya adalah untuk spekulasi, dimana pelaku
ekonomi dengan cermat mengamati tingkat bunga
yang berlaku saat itu, jika menguntungkan bila
dibandingkan investasi, maka masyarakat cendrung
mendepositokan saja uang, dengan harapan
mendapat imbalan bunga.Selanjutnya terkait dengan
konsep ekonomi Moneter Konvensional maka tidak
bisa dipisahkan dengan Kebijakan Moneter.
Ekonomi Moneter
merupakan suatu
cabang ilmu
ekonomi yang
membahas tentang
peranan uang
dalam
mempengaruhi
tingkat harga-harga
dan tingkat kegiatan
ekonomi dalam
suatu negara.
Dalam pandangan
ekonomi
konvensional maka
tujuan memegang
uang terdiri dari tiga
keinginan, yaitu :
monikaseptian@gmail.com
KEBIJAKAN MONETER ADALAH KEBIJAKAN
PEMERINTAH DALAM MENGATUR PENAWARAN UANG
DAN TINGKAT BUNGA YANG DILAKSANAKAN OLEH BANK SENTRAL. BENTUK
KEBIJAKAN MONETER INI TERDIRI DARI KEBIJAKAN MONETER KUANTITATIF
DAN KEBIJAKAN MONETER KUALITATIF.
Kebijakan
Moneter
Kuantitatif
Kebijakan
Moneter
Kualitatif.
monikaseptian@gmail.com
KEBIJAKAN MONETER KUANTITATIF
•a) Operasi pasar terbuka
Pada masa inflasi maka Bang Sentral akan
mengadakan operasi pasar terbuka dengan
melempar surat-surat berharga ke Bank umum,
sehingga kelebihan uang di Bank Umum tidak
menyebabkan inflasi, dan sebaliknya pada masa
deflasi
•b) Mengubah Tingkat Bunga dan Tingkat
DiscontoTingkat bunga dan tingkat disconto
merupakan instrumen pemerintah dalam stabilisasi
moneter, ketika inflasi maka pemerintah melalui bank
sentral dapat melakukan kebijakan menaikkan suku
bungga sehingga jumlah uang yang beredar di
masyarakat akan berkurang, dan kestabilan moneter
akan tercapai, dan begitu pula sebaliknya pada masa
deflasi.
•c) Mengubah Tingkat Cadangan Minimum
Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan oleh
pemerintah adalah dengan mengubah cadangan
minimun bank-bank umum ketika inflasi maka
pemerintah mengambil kebijakan untuk menaikkan
cadangan minimum yang harus dimiliki oleh bank
umum, dengan demikian jumlah uang yang beredar di
masyarakat akan berkurang, dan sebaliknya pada
masa deflasi.
Merupakan
suatu kebijakan
umum yang
bertujuan untuk
mempengaruhi
jumlah
penawaran
uang dan
tingkat bunga
dalam
perekonomian.
terdiri dari:
monikaseptian@gmail.com
KEBIJAKAN MONETER KUALITATIF
a) Pengawasan pinjaman secara selektif
Melalui kebijakan ini maka pmerintah melalui bank sentral mengendalikan
dan mengawasi peminjaman dan investasi-investasi yang dilakukan oleh
bank-bank umum.
b) Pembujukan Moral
Bank sentral melakukan pertemuan dengan bank-bank umum, malalui forum
ini maka bank sentral menjelaskan kebijakan-kebijakan yang sedang
dijalankan pemerintah dan bantuan-bantuan apa yang diinginkan oleh bank
sentral dari bank-bank umum untuk mensukseskan kebijakan
tersebut.Pemikiran Ekonomi Moneter IslamiDari terminologi ekonomi
konvensional, pembahasan ekonomi Moneter islami ini kelompok
c) Mengambil asumsi
bahwa berbicara tentang ekonomi moneter terkait tentang dua hal :
1) Tentang uang dan aspek yang terpengaruh olehnya dan
2) Tentang tingkat bunga dan semua aspeknya.
monikaseptian@gmail.com
BAB VIII
ANALISIS LS-LM, AD-AS
monikaseptian@gmail.com
PERMINTAAN TOTAL (AGGREGATE DEMAND) DAN PENAWARAN
TOTAL
(AGGREGATE SUPPLY)
Menurut para ahli, Pengertian permintaan adalah jumlah barang/jasa yang diinginkan dan mampu dibeli oleh
konsumen pada berbagai tingkat harga dalma jangka waktu tertentu dengan menganggap factor yang
mempengaruhinya konstan/tetap (ceteris paribus).
Sedangkan Permintaan Total (Aggregate Demand) lebih ditekannya unsure kepentingannya menurut Keynes
dalam rangka menggerakkan perekonomian. Dalam konteks model yang sederhana, Permintaan Total (Aggregate
Demand) di asumsikan terdiri dari tiga komponen, yaitu:
• 1. Pengeluaran oleh konsumen ( C)
• 2. Pengeluaran untuk investasi ( I )
• 3. Pengeluaran oleh pemerintah ( G )
Selanjutnya John Maynard Keynes berpendapat bahwa kegiatan konsumsi pada pokoknya dideterminasi
(ditetapkan) oleh pendapatan. Ketika pendapatan bertambah maka konsumsi akan ikut bertambah. Untuk
memperoleh Permintaan Total (Aggregate Demand) maka perlu adanya penyatuan ketiga komponen di atas
berupa gambar berikut :
Sedangkan Penawaran adalah keseluruhan jumlah barang yang bersedia ditawarkan pada berbagai tingkat harga
tertentu dan waktu tertentu. Jika harga naik, jumlah barang yang ditawarkan bertambah. Begitu juga ketika harga
turun, maka jumlah barang yang ditawarkan juga turun atau semakin sedikit. Atau Menurut JM Keynes atau
model Keynesian Penawaran Total dapat dianggap sebagai hal yang menunjukkan berbagai macam tingkat out
put yang tersedia dan diproduksi oleh sector usaha.
monikaseptian@gmail.com
PENDAPATAN KESEIMBANGAN (EQUILIBRUM INCOME)
Sector dunia usaha tidak dapat mengantisipasi tingkat pengeluaran (yang diinginkan ) konsumen, investor dan pemerintah
seperti yang diperlihatkan dalam permintaan total. Jika dunia usaha memperkirakan bahwa permintaan total lebih besar
daripada kenyataannya, maka produksi jumlah barang dan jasa akan lebih banyak meskipun tidak terjual sepenuhnya.
Situasi demikian dalam gambar dapat kita tunjukkan oleh tingkat pendapatan (tingkat out put) perekonomian yang
bersangkutan sebesar 1800. Lihatlah bahwa dalam kasus ini pengeluaran yang diinginkan seperti direfleksi oleh garis
permintaan total adalah 1750 pada tingkat output sebesar 1800.
Hasil situasi demikian yang tidak dapat dihindari adalah bahwa barang-barang dengan nilai 50 tidak laku terjual yang berarti
bahwa persediaan barang-barang bertambah sebanyak 50. Dunia usaha yang menghadapi pertambahan dalam persediaan
yang tidak dikehendaki pada tahun berikutnya mengurangi produksi, dan mereka terus mengikuti output atau NNP sampai
mereka mencapai titik dimana mereka dapat menjual segala sesuatu yang diproduksi.
Titik tersebut dalam gambar kita adalah titik 1600. Hal yang sebaliknya terjadi, apabila NNP ternyata kurang dari titik
perpotongan antara penawaran total dan permintaan total. Dalam keadaan demikian, orang-orang (termasuk pemerintah) ingin
membeli barang-barang (dan jasa-jasa) dalam jumlah lebih banyak daripada jumlah yang sedang diproduksi.
Persediaan-persediaan tanpa sengaja berkurang dan dunia usaha mulai mmeperluas produksi yang selanjutnya menyebabkan
bertambahnya NNP. Maka jelas kiranya bahwa hanya terdapat sebuah titik saja dimana jumlah barang-barang dan jasa-jasa
yang ingin dibeli orang-orang persis sama dengan jumlah yang yang diproduksi. Hal tersebut terjadi pada titik perpotongan
antara garis-garis permintaan total dan penawaran total (titik E = Equilibrium).
NNP keseimbangan (Equilibrium NNP) dapat mengalami perubahan apabila terjadi pergeseran posisi pada garis permintaan
total.
monikaseptian@gmail.com
PENGERTIAN SUKU BUNGA
Karl dan Fair (2001:635) suku bunga adalah pembayaran bunga tahunan dari suatu pinjaman, dalam bentuk persentase dari pinjaman yang diperoleh dari
jumlah bunga yang diterima tiap tahun dibagi dengan jumlah pinjaman.
Sunariyah (2004:80) adalah harga dari pinjaman. Suku bunga dinyatakan sebagai persentase uang pokok per unit waktu. Bunga merupakan suatu ukuran harga
sumber daya yang digunakan oleh debitur yang harus dibayarkan kepada kreditur.
Lipsey, Ragan, dan Courant (1997 : 99-100) suku bunga dapat dibedakan menjadi dua yaitu suku bunga nominal dan suku bunga riil. Dimana suku bunga
nominal adalah rasio antara jumlah uang yang dibayarkan kembali dengan jumlah uang yang dipinjam. Sedang suku bunga riil lebih menekankan pada rasio
daya beli uang yang dibayarkan kembali terhadap daya beli uang yang dipinjam. Suku bunga riil adalah selisih antara suku bunga nominal dengan laju inflasi.
Menurut Samuelson dan Nordhaus (1998) suku bunga adalah pembayaran yang dilakukan atas penggunaan sejumlah uang.
Menurut Nopirin (1992:176) fungsi tingkat bunga dalam perekonomian yaitu alokasi faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang dipakai sekarang
dan di kemudian hari.
Menurut Ramirez dan Khan (1999) ada dua jenis faktor yang menentukan nilai suku bunga, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi
pendapatan nasional, jumlah uang beredar, dan inflasi. Sedang faktor eksternal merupakan suku bunga luar negeri dan tingkat perubahan nilai valuta asing yang
diduga.
Menurut Prasetiantono (2000) mengenai suku bunga adalah : jika suku bunga tinggi, otomatis orang akan lebih suka menyimpan dananya di bank karena ia
dapat mengharapkan pengembalian yang menguntungkan. Dan pada posisi ini, permintaan masyarakat untuk memegang uang tunai menjadi lebih rendah
karena mereka sibuk mengalokasikannya ke dalam bentuk portfolio perbankan (deposito dan tabungan). Seiring dengan berkurangnya jumlah uang beredar,
gairah belanja pun menurun. Selanjutnya harga barang dan jasa umum akan cenderung stagnan, atau tidak terjadi dorongan inflasi. Sebaliknya jika suku bunga
rendah, masyarakat cenderung tidak tertarik lagi untuk menyimpan uangnya di bank.
monikaseptian@gmail.com
PENGERTIAN INVESTASI
 Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus,
investasi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh para
penanam modal yang menyangkut penggunaan
sumber-sumber seperti peralatan, gedung, peralatan
produksi dan mesin-mesin baru lainnya atau persediaan
yang diharapkan akan memberikan keuntungan dari
investasi tersebut.
 Komarudin (1983) memberikan pengertian investasi
yaitu:
 a. Suatu tindakan membeli barang-barang modal.
 b. Pemanfaatan dana yang tersedia untuk produksi dengan
pendapatan dimasa yang akan datang.
 c. Suatu tindakan untuk membeli saham, obligasi atau surat
penyertaan lainnya.
monikaseptian@gmail.com
 Adam smith menyatakan bahwa investasi dilakukan
karena para pemilik modal mengharapkan untung dan
harapan masa depan keuntungan bergantung pada iklim
investasi pada hari ini dan pada keuntungan nyata. Smith
yakin keuntungan cenderung menurun dengan adanya
kemajuan ekonomi. Pada waktu laju pemupukan modal
meningkat, persaingan yang meningkat antar pemilik modal
akan menaikkan upah dan sebaliknya menurunkan
keuntungan.
 Menurut Harrod-Domar pengeluaran investasi (I) tidak
hanya mempunyai pengaruh terhadap permintaan agregat
(Z), tetapi juga terhadap penawaran agregat (S) melalui
pengauhnya terhadap kapasitas produksi. Dalam prespektif
waktu yang lebih panjang ini. I menambah stok kapital
(misalnya, pabrik-pabrik, jalan-jalan dan sebagainya). Jadi
I= K, dimana K adalah stok kapital dalam masyarakat. Ini
berarti pula peningkatan kapasitas produksi masyarakat
dan selanjutnya berarti bergesernya kurva S ke kanan.
monikaseptian@gmail.com
PERSOALAN SUKU BUNGA DAN INVESTASI
 Suku bunga merupakan sebuah factor penting yang
mendeterminasi (menetapkan) tingkat (laju) investasi. Apabila suku
bunga meningkat, maka dapat diperkirakan tingkat investasi akan
menurun dan hal ini kurang menguntungkan untuk melakukan
investasi. Di samping itu, apabila kredit makin sulit diperoleh,
situasi selanjutnya biasanya diikuti oleh meningkatnya suku bunga,
maka investasi cenderung berkurang. Hal sebaliknya berlaku, jika
suku bunga menurun atau kredit lebih mudah diperoleh.
 Dengan sendirinya, setiap perubahan dalam suku bunga yang
mengubah komponen investasi dalam permintaan total sebaliknya
juga akan mengubah tingkat permintaan total.
 Jadi, suatu kenaikan dalam suku bunga cenderung menggeser
garis permintaan total ke bawah dan mengurangi NNP
keseimbangan. Sebaliknya, suku bunga lebih rendah berhubungan
dengan garis permintaan total lebih tinggi dan tingkat NNP
keseimbangan lebih tinggi pula.
monikaseptian@gmail.com
PENGERTIAN KURVE IS DAN KURVA LM
 Kurva IS menyatakan hubungan antara tingkat bunga dan
tingkat pendapatan yang muncul di pasar barang dan jasa.
Kurva IS juga menyatakan “investasi” dan “tabungan”.
Kurva IS menunjukkan kombinasi dari tingkat bunga dan
tingkat pendapatan yang konsisten dengan keseimbangan
dalam pasar untuk barang dan jasa. Perubahan-
perubahan dalam kebijakan fiskal yang meningkatkan
permintaan terhadap barang dan jasa menggeser kurva IS
ke kanan. Perubahan-perubahan dalam kebijakan fiskal
yang mengurangi permintaan terhadap barang dan jasa
menggeser kurva IS ke kiri.
 Hubungan antara tingkat bunga dan tingkat pendapatan
yang muncul di pasar uang dinyatakan dengan Kurva LM.
Kurva LM menggambarkan hubungan di antara tingkat
pendapatan dan tingkat bunga. Semakin tinggi tingkat
pendapatan semakin tinggi permintaan terhadap
keseimbangan uang riil, dan semakin tinggi tingkat bunga
keseimbangan. Karena itu, kurva LM miring ke atas
monikaseptian@gmail.com
Kurva IS merupakan sebuah kurva yang menyusur ke bawah
(terdapat hubungan terbalik antara suku bunga dan NNP
keseimbangan).
Dalam pembahasan tentang kebijaksanaan fiscal dan moneter
slope eksak kurva IS merupakan sebuah determinan penting
bagi kebijaksanan pemerintah guna mengurangi kesempatan
kerja atau inflasi.
Jadi, penting sekali untuk mengetahui apa yang
mendeterminasi slope dari kurva IS. Artinya apakah sebabnya
slope garis tersebut kadang-kadang curam, dan kadang-
kadang mendatar? Sebuah factor penting yang mempengaruhi
slope garis IS adalah slope daripada garis investasi.
monikaseptian@gmail.com
KESEIMBANGAN PADA SECTOR MONETER
Hubungan antara suku bunga atas efek dan jumlah uang yang ingin disimpan orang ditunjukkan oleh kurva permintaan
uang.
Suku-suku bunga tersebut merupakan biaya untuk menahan uang karena apabila orang menyimpan uang sebagai
kebalikan daripada menyimpan surat-surat efek, orang mengkorbankan pendapatan (bunga) yang dapat dicapai dari
efek tersebut. Makin tinggi suku bunga efek makin besar pendapatan (bunga) yang harus dikorbankan dan makin
besarlkah biaya untuk menyimpan uang.
Permintaan akan uang dapat kita nyatakan sebagai : Jumlah uang yang ingin dipegang orang pada macam-macam
suku bunga. (suku bunga yang dimaksud di sini adalah suku bunga yang diperoleh dari surat-surat perniagaan
berharga yakni dari saham-saham dan obligasi).
Guna menedeterminasi suku bunga keseimbangan, perlu kita mempersoalkan permintaan akan uang dan penawaran
uang. Perhatikanlah pertama-tama permintaan akan uang.
Dalam hal mengkonstruksi kurva IS, telah ditunjukkan bahwa ada macam-macam tingkat keseimbangan NNP yang
dapat dicapai dalam sector barang dan jasa perekonomian yang bersangkutan. Akan tetapi kita tidak tahu bagaimana
mendeterminasi tingkat keseimbangan NNP mana akan berlaku pada saat tertentu. Hal tersebut hanya dapat dilakukan
setelah kita mendeterminasi suku bunga keseimbangan.
monikaseptian@gmail.com
BAB IX
MASALAH DAN KEBIJAKAN
EKONOMI MAKRO
monikaseptian@gmail.com
PERMASALAHAN EKONOMI MAKRO
f. Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran
e. Masalah Inflasi
d. Masalah Perbankan dan Kredit Macet
b. Krisis Nilai Tukar
a. Masalah Kemiskinan dan Pemerataan
monikaseptian@gmail.com
MASALAH KEMISKINAN DAN PEMERATAAN
Pada akhir tahun 1996 jumlah penduduk miskin
Indonesia sebesar 22,5 juta jiwa atau sekitar 11,4%
dari jumlah seluruh penduduk Indonesia. Namun,
sebagai akibat dari krisis ekonomi yang
berkepanjangan sejak pertengahan tahun 1997,
jumlah penduduk miskin pada akhir tahun itu
melonjak menjadi sebesar 47 juta jiwa atau sekitar
23,5% dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia.
Pada akhir tahun 2000, jumlah penduduk miskin
turun sedikit menjadi sebesar 37,3 juta jiwa atau
sekitar 19% dari jumlah seluruh penduduk Indonesia.
Dari segi distribusi pendapatan nasional, penduduk
Indonesia berada dalam kemiskinan. Sebagian besar
kekayaan banyak dimiliki kelompok berpenghasilan
besar atau kelompok kaya Indonesia.
monikaseptian@gmail.com
KRISIS NILAI TUKAR
Krisis mata uang yang telah mengguncang Negara-
negara Asia pada awal tahun 1997, akhirnya
menerpa perekonomian Indonesia. Nilai tukar rupiah
yang semula dikaitkan dengan dolar AS secara tetap
mulai diguncang spekulan yang menyebabkan
keguncangan pada perekonomian yang juga sangat
tergantung pada pinjaman luar negeri sector swasta.
Pemerintah menghadapi krisis nilai tukar ini dengan
melakukan intervensi di pasar untuk menyelamatkan
cadangan devisayang semakin menyusut.
Pemerintah menerapkan kebijakan nilai tukar yang
mengambang bebas sebagai pengganti kebijakan
nilai tukar yang mengambang terkendali
monikaseptian@gmail.com
MASALAH UTANG LUAR NEGERI
Kebijakan nilai tukar yang mengambang terkendali pada saat sebelum
krisis ternyata menyimpan kekhawatiran. Depresiasi penurunan nilai
tukar rupiah terhadap mata uang asing terutama dolar ASyang relative
tetap dari tahun ke tahun menyebabkan sebagian besar utang luar
negeri tidak dilindungi dengan fasilitas lindung nilai (hedging) sehingga
pada saat krisis nilai tukar terjadi dalam sekejap nilai utang tersebut
membengkak. Pada tahun1997, besarnya utang luar negeri tercatat
63% dari PDB dan pada tahun 1998 melambung menjadi 152% dari
PDB.
Untuk mengatasi ini, pemerintah melakukan penjadwalan ulang utang
luar negeri dengan pihak peminjam. Pemerintah juga menggandeng
lembaga-lembaga keuangan internasional untuk membantu
menyelesaikan masalah ini
monikaseptian@gmail.com
MASALAH PERBANKAN DAN KREDIT MACET
Besarnya utang luar negeri mengakibatkan permasalahan selanjutnya pada system perbankan.
Banyak usaha yang macet karena meningkatnya beban utang mengakibatkan semakin
banyaknya kredit yang macet sehingga beberapa bank mengalami kesulitan likuiditas. Kesulitan
likuiditas makin parah ketika sebagian masyarakat kehilangan kepercayaannya terhadap
sejumlah bank sehingga terjadi penarikan dana oleh masyarakat secarabesar-besaran (rush).
Goncangan yang terjadi pada system perbankan menimbulkan goncangan yang lebih besar pada
system perbankan secara keseluruhan, sehingga perekonomian juga akan terseret ke jurang
kehancuran. Alasan-alasan di atas menyebabkan pemerintah memutuskan untuk menyelamatkan
bank-bankyang mengalami masalah likuiditas tersebut dengan memberikan bantuan likuiditas.
Namun untuk mengendalikan laju inflasi, bank sentral harus menarik kembali uang tersebut
melalui operasi pasar terbuka. Hal ini dilakukan dengan meningkatnya suku bunga SBI. Kebijakan
ini kemudian menimbulkan dilema karena peningkatan suku bunga menyebabkan beban bagi
para peminjam (debitor). Akibatnya tingkat kredit macet di system perbankan meningkat dengan
pesat. Dilema semakin kompleks di saat system perbankan mencoba mempertahankan
likuiditasyang mereka miliki dengan meningkatkan suku bungan simpanan melebihi suku bunga
pinjaman sehingga mereka mengalami kerugian yang berakibat pengikisan modal yang mereka
miliki.
monikaseptian@gmail.com
MASALAH INFLASI
Masalah inflasi yang terjadi di Indonesia tidak
terlepas kaitannya dengan masalah krisis nilai
tukar rupiah dan krisis perbankan yang selama ini
terjadi. Pada tahun 2004 tingkat inflasi Indonesia
pernah mencapai angka 10,5%. Ini terjadi karena
harga barang-barang terus naik sebagai akibat dari
dorongan permintaan yang tinggi. Tingginya laju
inflasi tersebut jelas melebihi sasaran inflasi BI
sehingga BI perlu melakukan pengetatan di bidang
moneter. Pengetatan moneter tidak dapat
dilakukan secara drastic dan berlebihan karena
akan mengancam kelangsungan proses
penyehatan perbankan dan program restrukturisasi
perusahaan.
monikaseptian@gmail.com
PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENGANGGURAN
Menurunnya kualitas pertumbuhan ekonomi tahun
2005-2006 tercermin dari anjloknya daya serap
pertumbuhan ekonomi terhadap angkatan kerja. Bila
di masa lalu setiap 1% pertumbuhan ekonomi mampu
menciptakan lapangan kerja hingga 240 ribu maka
pada 2005-2006 setiap pertumbuhan ekonomi hanya
mampu menghasilkan 40-50 ribu lapangan kerja.
Berkurangnya daya serap lapangan kerja berarti
meningkatnya penduduk miskin dan tingkat
pengangguran. Untuk menekan angka pengangguran
dan kemiskinan, pemerintah perlu menyelamatkan
industry-industri padat karya dan perbaikan irigasi
bagi pertanian
monikaseptian@gmail.com
KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM BIDANG
EKONOMI
1. Kebijakan Fiskal
• Kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang ditempuh pemerintah dalam perpajakan dan pengeluaran
pemerintah/ anggaran untuk memengaruhi pengeluaran agregat. Contohnya pengenaan pajak
penghasilan dan pengenaan cukai rokok.
2. Kebijakan Moneter
• Kebijakan moneter merupakan kebijakan yang ditempuh pemerintah/ bank sentral dalam penawaran
uang dan kebijakan suku bunga untuk memengaruhi pengeluaran agregat. Contohnya pemerintah
menerapkan jumlah uang yang beredar di masyarakat dan peningkatan suku bunga bank.
3. Kebijakan segi penawaran
• Kebijakan segi penawaran adalah kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi
perusahaan, sehingga barang dan jasa yang ditawarkan lebih banyak dan lebih murah. Contohnya
pemerintah memberikan bantuan subsidi kepada pengusaha kecil menengah.
4. Kebijakan Energi
• Kebijakan energi adalah kebijakan dalam menggunakan energi seefisien dan seoptimal mungkin
yang didalamnya terdapat usaha penghematan energi. Misalnya kebijakan konfersi minyak tanah ke
gas LPG guna penghematan penggunaan bahan bakar minyak oleh masyarakat.
5. Kebijakan Penetapan Harga
• Kebijakan penetapan harga adalah kebijakan dalam menentukan harga-harga pada tingkat tertentu
pada komoditas yang menguasai hajat hidup orang banyak. Contohnya penetapan tarif dasar listrik
oleh pemerintah.
6. Kebijakan Neraca Pembayaran
• Merupakan kebijakan yang digunakan untuk memantau keadaan neraca pembayaran guna
memengaruhi nilai tukar. Contohnya larangan impor atau kuota produk tertentu dilakukan guna
melindungi para pengusaha lokal dari serbuan produk asing
monikaseptian@gmail.com
BAB X
PERDAGANGAN LUAR NEGERI
monikaseptian@gmail.com
Pengertian Perdagangan Luar Negeri
• Perdagangan luar negeri atau bisa disebut juga
perdagangan internasional adalah kesepakatan
perdagangan yang dilakukan antara penduduk suatu
negara dengan penduduk negara lain. Bisa individu
dengan individu , individu dengan pemerintah maupun
pemerintah dengan pemerintah.
Mengapa Terjadi Perdagangan
Internasional ??
• Adam Smith mengemukakan teori yang disebut
Theory of Absolute Advantage (teori keunggulan
mutlak). Menurut teori ini suatu negara disebut
memiliki keunggulan mutlak dibandingkan negara lain
apabila negara tersebut dapat memproduksi barang
atau jasa yang tidak dapat diproduksi negara lain.
monikaseptian@gmail.com
PERDAGANGAN INTERNASIONAL TERJADI
8 Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri.
7 Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain.
6 Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang.
5 Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah penduduk yang menyebabkan
adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi
4 Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut. Misalnya jepang yang
banyak memproduksi mobil sehingga jepang mengekspor juga ke indonesia.
3 Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi
2 Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara
1 Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri
monikaseptian@gmail.com
FAKTOR PENGHAMBAT PERDAGANGAN INTERNASIONAL
 Menurut Amir M.S., pelaksanaan perdagangan luar negeri lebih
rumit dan kompleks dibandingkan dengan pelaksanaan
perdagangan dalam negeri. Kerumitan tersebut antara lain
disebabkan karena adanya batas-batas politik dan kenegaraan
yang dapat menghambat perdagangan, misalnya dengan adanya
bea, tarif, atau quota barang impor.
 Berikut adalah penghambat perdagangan internasional :
 1. Tidak Amannya Suatu Negara
 2. Adanya perbedaan budaya, bahasa, mata uang, taksiran dan
timbangan, dan hukum dalam perdagangan.
 3. Kebijakan Ekonomi Internasional yang Dilakukan oleh
Pemerintah, Misalnya, pembatasan jumlah impor, pungutan biaya
impor/ekspor yang tinggi, perijinan yang berbelit-belit.
 4. Tidak Stabilnya Kurs Mata Uang Asing, membuat para eksportir
maupun importir mengalami kesulitan dalam menentukan harga
valuta asing yang berdampak pada harga penawaran maupun
permintaan dalam perdagangan.
monikaseptian@gmail.com
KEBIJAKAN PERDAGANGAN LUAR NEGERI
Kebijakan
perdagangan bebas
• Kebijakan ini menghendaki
perdagangan internasional
berlangsung tanpa adanya
hambatan apapun dari
pemerintah, baik hambatan
tarif maupun hambatan kuota.
Kebijakan proteksi
• Alasan kuat yang mendorong
lahirnya kebijakan
proteksionisme
monikaseptian@gmail.com
BENTUK KEBIJAKAN PROTEKSI
1. Tarif
2. Kuota
3. Dumping
dan
Diskriminasi
harga
4. Subsidi
5. Larangan
impor
monikaseptian@gmail.com
monikaseptian@gmail.com
1. Tarif
Tarif adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang
diperdagangkan. Efek kebijakan ini terlihat langsung
pada kenaikan harga barang. Tarif yang paling umum
adalah tarif atas barang-barang impor atau yang biasa
disebut bea impor. Tujuan dari bea impor adalah
membatasi permintaan konsumen terhadap produk-
produk impor dan mendorong konsumen menggunakan
produk domestik. Semakin tinggi tingkat proteksi suatu
negara terhadap produk domestiknya, semakin tinggi
pula tarif pajak yang dikenakan. Perbedaan utama
antara tarif dan proteksi lainnya adalah bahwa tarif
memberikan pemasuka kepada pemerintah sedangkan
kuota tidak.
monikaseptian@gmail.com
2. Kuota
Kuota adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diperdagangkan. Ada
tiga macam :
• Kuota impor adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diimpor,
• kuota produksi adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diproduksi, bertujuan untuk
mengurangi jumlah ekspor
• Kuota ekspor adalah pembatasan jumlah barang yang diekspor,agar negara pengekspor dapat
memperoleh harga yang lebih tinggi.
Tujuan utama pelaksanaan kuota adalah untuk melindungi produksi dalam
negeri dari serbuan-serbuan luar negeri.
Dampak kebijakan kuota bagi negara importir.
• a. Harga barang melambung tinggi.
• b. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi berkurang,
• c. Meningktanya produksi di dalam negeri.
Dampak kebijakan kuota bagi negara eksportir.
• a. Harga barang turun,
• b. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi bertambah,
• c. Produksi di dalam negeri berkurang.
monikaseptian@gmail.com
3
Kebijakan ini hanya berlaku sementara, harga produk akan dinaikkan sesuai dengan harga
pasar setelah berhasil merebut dan menguasai pasar internasional. Predatory dumping
dilakukan dengan tujuan untuk mematikan persaingan di luar negeri. Setelah persaingan di
luar negeri mati maka harga di luar negeri akan dinaikkan untuk menutup kerugian sewaktu
melakukan predatory dumping.
Praktik diskriminasi harga secara internasional disebut dumping, yaitu menjual barang di luar
negeri dengan harga yang lebih rendah dari dalam negeri atau bahkan di bawah biaya
produksi. Kebijakan dumping dapat meningkatkan volume perdagangan dan menguntungkan
negara pengimpor, terutama menguntungkan konsumen mereka. Namun, negara pengimpor
kadang mempunyai industri yang sejenis sehingga persaingan dari luar negeri ini dapat
mendorong pemerintah negara pengimpor memberlakukan kebijakan anti dumping (dengan
tarif impor yang lebih tinggi), atau sering disebut counterveiling duties. Hal ini dilakukan untuk
menetralisir dampak subsidi ekspor yang diberikan oleh negara lain.
3. Dumping dan Diskriminasi harga
monikaseptian@gmail.com
4. Subsidi
Kebijakan subsidi biasanya diberikan untuk
menurunkan biaya produksi barang domestik,
sehingga diharapkan harga jual produk dapat lebih
murah dan bersaing di pasar internasional. Tujuan
dari subsidi ekspor adalah untuk mendorong jumlah
ekspor, karena eksportir dapat menawarkan harga
yang lebih rendah. Harga jual dapat diturunkan
sebesar subsidi tadi. Namun tindakan ini dianggap
sebagai persaingan yang tidak jujur dan dapat
menjurus kea rah perang subsidi. Hal ini karena
semua negara ingin mendorong ekspornya dengan
cara memberikan subsidi
monikaseptian@gmail.com
5. Larangan impor
Kebijakan ini dimaksudkan
untuk melarang masuknya
produk-produk asing ke dalam
pasar domestik. Kebijakan ini
biasanya dilakukan karena
alasan politik dan ekonomi.
DAMPAK PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Dampak positif :
• + menambah kesempatan kerja
• + menambah kemakmuran suatu negara
• + memperluas pasar
• + menembah keuntungan perusahaan
• + mendorong kemajuan IPTEK
• + faktor untuk meningkatkan GDP
• + warga negaranya dapat menikmati barang-
barang dengan kualitas tinggi yang tidak
diproduksi di dalam negeri
Dampak negatif :
• - ketergantungan kepada negara lain.
• - masyarakat menjadi lebih konsumtif.
• - pengusaha kecil yang tidak mampu
bersaing menjadi gulung tikar.
• - adanya persaingan yang tidak sehat
dalam perdagangan
monikaseptian@gmail.com
BAB XI
TEORI EKONOMI
monikaseptian@gmail.com
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI HISTORIS,
KLASIK, DAN NEOKLASIK
Teori yang membahas pertumbuhan
ekonomi yang dialami oleh negara
ditinjau dari dua sudut. Pertama,
membahas pertumbuhan ekonomi
berdasarkan tahap-tahap tertentu
(secara historis). Kedua,
membahas pertumbuhan ekonomi
berdasarkan penyebab-
penyebabnya (secara analitis).
monikaseptian@gmail.com
monikaseptian@gmail.com
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI HISTORIS
 Aliran historis berkembang di Jerman dan
kemunculannya merupakan reaksi terhadap pandangan
kaum klasik yang menyatakan bahwa pertumbuhan
ekonomi dapat dipercepat dengan revolusi industri,
sedangkan aliran historis menyatakan bahwa
pertumbuhan ekonomi dilakukan secara bertahap.
Pelopor aliran historis antara lain, Frederich List, Karl
Bucher, Bruno Hildebrand, Wegner Sombart, dan W.W.
Rostow
 Teori pertumbuhan ekonomi Frederich list (1789 -
1846)
 Tahap-tahap pertumbuhan ekonomi menurut frederich list
adalah tingkat-tingkat yang dikenal dengan sebutan Stuffen
theorien (teori tangga).
monikaseptian@gmail.com
TAHAPAN-TAHAPAN PERTUMBUHAN EKONOMI
MENURUT FREDERICH LIST
 Masa berburu dan mengembara. Pada masa ini manusia
belum memenuhi kebutuhan hidupnya sangat
mengantungkan diri pada pemberian alam dan untuk
memenuhi kebutuhan hidup sendiri
 Masa berternak dan bertanam. Pada masa ini manusia
sudah mulai berpikir untuk hidup menetap. Sehingga mereka
bermata pencaharian bertanam
 Masa Bertani dan kerajinan. Pada masa ini manusia sudah
hidup menetap sambil memelihara tanaman yang mereka
tanam kerajinan hanya mengajar usaha sampingan.
 Masa kerajinan, Industri, dan perdagangan. Pada masa ini
kerajinan bukan sebagai usaha sampingan melainkan
sebagai kebutuhan untuk di jual ke pasar, sehingga industri
berkembang dari industri kerajinan menjadi industri besar.
monikaseptian@gmail.com
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI KARL
BUCHER (1847 - 1930)
Rumah
tangga
tertutup
Rumah
tangga
kota
Rumah
tangga
bangsa
Rumah
tangga
dunia
monikaseptian@gmail.com
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI BRUNO
HILDEBRAND
masa tukar-menukar dengan kredit
masa tukar-menukar dengan uang
masa tukar-menukar secara barter
Bruno Hildebrand melihat pertumbuhan ekonomi
masyarakat dari perkembangan alat tukar-menukarnya,
monikaseptian@gmail.com
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI WERNER
SOMBART (1863 - 1947)
Prakapitalisme
(Varkapitalisme)
Zaman kapitalis
madya (buruh
kapitalisme)
Zaman kapitalai
Raya
(Hachkapitalismus)
Zaman kapitalis
akhir
(spetkapitalismus)
monikaseptian@gmail.com
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI WALT
WHITMEN ROSTOW (1916 - 1979)
Masyakart tradisional (Teh
Traditional Society)
Persyaratan untuk lepas landas
(Precondition for take off)
Lepas landas (cake off)
Perekonomian yang matang /
dewasa (Matarty of economic)
Masa ekonomi konsumsi tinggi
(high mass consumption)
monikaseptian@gmail.com
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI KLASIK DAN
NEOKLASIK
 Teori pertumbuhan ekonomi klasik
 Menurut pandangan ahli-ahli ekonomi klasik, ada 4 faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu: jumlah penduduk,
jumlah stok barang-barang modal, luas tanah dan kekayaan alam,
serta tingkat teknologi yang digunakan. Dalam teori pertumbuhan
mereka, dimisalkan luas tanah dan kekayaan alam adalah tetap
jumlahnya dan tingkat teknologi tidak mengalami perubahan.
 Berdasarkan kepada teori pertumbuhan ekonomi klasik yang baru
diterangkan, dikemukakan suatu teori yang menjelaskan perkaitan di
antara pendapatan per kapita dan jumlah penduduk. Teori tersebut
dinamakan teori penduduk optimum. Teori pertumbuhan klasik dapat
dilihat bahwa apabila terdapat kekurangan penduduk, produksi
marjinal adalah lebih tinggi daripada pendapatan per kapita. Akan
tetapi apabila penduduk semakin banyak, hukum hasil tambahan
yang semakin berkurang akan mempengaruhi fungsi produksi, yaitu
produksi marjinal akan mulai mengalami penurunan. Oleh
karenanya pendapatan nasional dan pendapatan per kapita menjadi
semakin lambat pertumbuhannya.
monikaseptian@gmail.com
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI MENURUT ADAM
SMITH
“An Inquiry into the nature and causes of the wealth of
the nation”, teorinya yang dibuat dengan teori the
invisible hands (Teori tangan-tangan gaib)
Teori Pertumbuhan ekonomi Adam Smith ditandai oleh
dua faktor yang saling berkaitan :
• Pertumbuhan penduduk
• Pertumbuhan output total
Pertumbuhan output yang akan dicapai dipengaruhi
oleh 3 komponen berikut ini.
• sumber-sumber alam
• tenaga kerja (pertumbuhan penduduk
• jumlah persediaan
monikaseptian@gmail.com
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI DAVID RICARDO
DAN T.R MALTHUS
Menurut David Ricardo faktor pertumbuhan
penduduk yang semakin besar hingga menjadi
dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan
jumlah tenaga kerja melimpah. Pendapat Ricardo
ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh
Thomas Robert Malthus, menyatakan bahwa
makanan (hasil produksi) akan bertambah
menurut deret hitung (satu, dua, dan seterusnya).
Sedangkan penduduk akan bertambah menurut
deret ukur (satu, dua, empat , delapan, enam
belas, dan seterusnya) sehingga pada saat
perekonomian akan berada pada taraf subisten
atau kemandegan.
monikaseptian@gmail.com
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI NEOKLASIK
 Teori pertumbuhan Neo-klasik melihat dari sudut pandang yang
berbeda, yaitu dari segi penawaran. Menurut teori ini, yang
dikembangkan oleh Abramovits dan Solow pertumbuhan ekonomi
tergantung kepada perkembangan faktor-faktor produksi. Dalam
persamaan, pandangan ini dapat dinyatakan dengan persamaan:
 AY = f (AK,AL,AT)
 Dimana :
 AY adalah tingkat pertumbuhan ekonomi
 AK adalah tingkat pertumbuhan modal
 AL adalah tingkat pertumbuhan penduduk
 At adalah tingkat pertumbuhan teknologi
 Analisis solow selanjutnya membentuk formula matematik untuk
persamaan itu dan seterusnya membuat pembuktian secara kajian
empiris untuk menunjukkan kesimpulan berikut: faktor terpenting
yang mewujudkan pertumbuhan ekonomi bukanlah pertambahan
modal dan pertambahan tenaga kerja. Faktor yang paling penting
adalah kemajuan teknologi dan pertambahan kemahiran dan
kepakaran tenaga kerja.
monikaseptian@gmail.com
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI ROBERT
SOLLOW
Rober Sollow lahir pada tahun
1950 di Brookyn, ia seorang
peraih nobel di bidang dibidang
ilmu ekonomi pada tahun 1987.
Robert Sollow menekankan
perhatiannya pada pertumbuhan
out put yang akan terjadi atas
hasil kerja dua faktor input utama.
Yaitu modal dan tenaga kerja.
monikaseptian@gmail.com
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI HARROD
DAN DOMAR
RF. Harrod dan Evsey
Domar tahun 1947
pertumbhan ekonomi
menurut Harrod dan
domar akan terjadi
apabila ada
peningkatan
produktivitas modal
(MEC) dan
produktivitas tenaga
kerja.
monikaseptian@gmail.com
TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI JOSEPH
SCHUMPETER
Menurut J. Schumpeter,
pertumbuhan ekonomi suatu negara
ditentukan oleh adanya proses
inovasi-inovasi (penemuan-
penemuan baru di bidang teknologi
produksi) yang dilakukan oleh para
pengusaha. Tanpa adanya inovasi,
tidak ada pertumbuhan ekonomi
monikaseptian@gmail.com
TERIMAKASIH BANYAK
SAYA UCAPKAN
KEPADA IBU NOVI,
SEMOGA ILMU YANG
ANDA BERIKAN BISA
JADI PAHALA YANG
TAK PERNAH PUTUS
DAN BERGUNA UNTUK
KAMI (ANAK DIDIK IBU)
monikaseptian@gmail.com

Teori ekonomi makro resume

  • 1.
    monikaseptian@gmail.com TEORI EKONOMI MAKRO MONIKASEPTIAN ABDUL GOPUR MANAJEMEN (SHIFT) SEMESTER IV Dosen : Novi Lestari ,SE.,ME
  • 2.
    BAB I ANALISIS TEORIMIKRO DAN MAKRO monikaseptian@gmail.com
  • 3.
    PENGERTIAN MACROEKONOMI Ilmu EkonomiMakro atau Macroekonomi merupakan bagian dari ilmu ekonomi yang mengkhususkan mempelajari mekanisme bekerjanya perekonomian secara keseluruhan termasuk pertumbuhan dalam pendapatan, perubahan dalam harga, dan tingkat pengangguran. Sedangkan tujuan dari macroekonomi adalah untuk memahami peristiwa ekonomi dan untuk memperbaiki kebijakan ekonomi. Dalam perekonomian mengenal teori makroekonomi. Teori ini lebih memperhatikan aspek-aspek yang menyeluruh dari kegiatan ekonomi. Apabila yang dibicarakan mengenai produsen, maka yang diperhatikan adalah kegiatan produsen dalam keseluruhan ekonomi. Begitu pula, apabila yang diperhatikan adalah tingkah laku konsumen, maka yang dianalisis adalah tingkah laku keseluruhan konsumen dalam menggunakan pendapatannya untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan dalam perekonomian. Dalam analisis makro ekonomi juga diperhatikan peranan pemerintahan dalam mengatur kegiatan sesuatu perekonomian. monikaseptian@gmail.com
  • 4.
    RUANG LINGKUP ANALISISMAKROEKONOMI Ilmu Ekonomi dibedakan menjadi: Ekonomi deskriptif, • Mengumpulkan keterangan- keterangan faktual yang relevan mengenai sesuatu masalah ekonomi. Teori ekonomi, • Teori ekonomi tugas utamanya menyusun model analisis ekonomi untuk menerangkan secara umum perilaku sistem ekonomi. Ekonomi terapan, • Menggunakan hasil-hasil pemikiran yang terkumpul dalam teori ekonomi untuk menerangkan keterangan- keterangan yang dikumpulkan oleh ekonomi deskriptif. monikaseptian@gmail.com
  • 5.
    TEORI EKONOMI Teori ekonomi Mikro. •Analisis-analisis dalam teori ekonomi mikro pada umumnya meliputi bagian-bagian kecil dari keseluruhan kegiatan perekonomian, seperti kegiatan seorang konsumen, suatu perusahaan atau suatu pasar. Teori Ekonomi Makro. • Analisis-analisis dalam teori ekonomi makro lebih global atau lebih menyeluruh sifatnya. Dalam ekonomi makro yang diperhatikan adalah tindakan konsumen secara keseluruhan, kegiatan-kegiatan keseluruhan pengusaha dan perubahan- perubahan keseluruhan kegiatan ekonomi. monikaseptian@gmail.com
  • 6.
    PERBEDAAN DALAM RUANGLINGKUP DAN TITIKBERAT (FOKUS) Mikro ekonomi lebih menitikberatkan pada analisis membuat pilihan untuk (1) mewujudkan efisiensi dalam penggunaan sumber-sumber daya (2) mencapai kepuasan maksimum Makro ekonomi menerangkan (1) bagaimana segi permintan dan penwaran menentukan tingkat kegaitan dalam perekonomian (2) Masalah utama yang selalu dihadapi setiap perekonomian (3) Peranan kebijakan dan campur tangan pemerintah untuk mentasai masalah ekonomi yang dihadapi monikaseptian@gmail.com
  • 7.
    MENGGUNAKAN MIKROEKONOMI DALAM MAKROEKONOMI Mikroekonomiadalah studi bagaimana rumah tangga dan Perusahaan membuat keputusan dan bagaimana pembuat keputusan ini berinteraksi dalam pasar. Dalam mikroekonomi, individu memilih memaksimalkan tingkat kepuasan (utility) dengan batasan anggaran. Peristiwa-peristiwa makroekonomi muncul dari interaksi banyak individu yang mencoba memaksimalkan kemakmurannya. Karena variabel agregat adalah jumlah variabel-variabel yang mendeskripsikan keputusan-keputusan individu, studi makroekonomi didasarkan pada landasan-landasan mikroekonomi. monikaseptian@gmail.com
  • 8.
    PERSOALAN POKOK DALAMPEREKONOMIAN PENGANGGURAN INFLASI PERTUMBUHAN EKONOMI NERACA PEMBAYARAN monikaseptian@gmail.com
  • 9.
    PENGANGGURAN Menyediakan kesempatan kerjayangs esuai dengan jumlah tenaga kerja merupakan tanggung jawab penting suatu perekonomian. Disamping itu kebijakan pemerintah sangat penting. Artinya dalam mempengaruhi kegiatan ekonomi dan penciptaan kesempatan kerja. Pengangguran dapat dibedakan menjadi tiga bentuk, yaitu: • a. Pengangguran Normal • Yaitu pengangguran yang disebabkan keinginan seseorrang untuk berhenti dari pekerjaannya dan ingin mendaatkan pekerjaan yang lebih baik. • b. Pengangguran struktural • Yaitu pengangguran yang disebabkan terciptanya teknologi modern atau teknologi canggih yang dapat menggantikan jasa seseorang tersebut, misalnya angkutan umum yang dapat membuat pengangkut becak menjadi pengangguran. • c. Pengangguran konjungtur • Yaitu pengangguran yang disebabkan oleh pemerosotan kegiatan ekonomi. monikaseptian@gmail.com
  • 10.
    INFLASI Inflasi adalah kenaikanharga secara menyeluruh yang disebabkan oleh penawaran uang yang berlebihan, kenaikan gaji, ketidakstabilan politik dan kemerosotan nilai mata uang. Selain itu dalam (Hartono, 2006) mengatakan bahwa inflasi adalah naiknya harga barang dan jasa umum secara berkelanjutan atau sustanble. monikaseptian@gmail.com
  • 11.
    PERTUMBUHAN EKONOMI Investasi masalalu akan menambah barang barang modal dan kapasitas memproduksi masa kini. Dalam setiap periode jumlah tenaga kerja akan bertambah karena ada golongan penduduk yang memasuki angkatan kerja. Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah makroekonomi jangka panjang disetiap periode sesuatu masyarakat akan menambah kemampuannya untuk memproduksikan barang dan jasa. monikaseptian@gmail.com
  • 12.
    NERACA PEMBAYARAN Neraca pembayaranadalah gambaran mengenai hubungan ekonomi yang berlaku diantara suatu negara dengan berbagai negara lain yang memberi informasi tentang nelai ekspor dan impor, transaksi jasa-jasa, aliran modal jangka panjang(penanaman modal asing, dan aliran modal jangka pendek. Defenisi lain, Neraca pembayaran adalah catatan tentang transaksi ekonomi internasional suatu negara terhadap negara lainnya dalam kurun waktu tertentu. Selain menstabilkan neraca pembayaran ini usaha lain yang biasanya dilakukan oleh suatu negara adalah menggalakkan perkembangan ekspor barang dan jasa dan meningkatkan pengaliran masuk modal jangka panjang dan jangka pendek. Suatu negara akan timbul masalah apabila sesuatu negara tersebut tidak menjada kestabilan neraca pembayaran. Apabila suatu negara mengimpor secara berlebihan maka masalah akan timbul. Pertama impor yang berlebihan itu akan cendrung akan menurunkan nilai mata uang domestic. monikaseptian@gmail.com
  • 13.
    ALAT PENGAMAT PRESTASIKEGIATAN EKONOMI Alat Pengamat Prestasi Kegiatan Ekonomi Pendapatan Nasional, pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perkapita Penggunaan tenaga kerja dan pengangguran Tingkat perubahan harga-harga atau inflasi Kedudukan negara perdagangan dan neraca pembayaran Kestabilan nilai mata uang domestic monikaseptian@gmail.com
  • 14.
    TUJUAN DAN KEBIJAKANMAKRO EKONOMI Mestabilkan Kegiatan Ekonomi Mencapai Ketingkat penggunaan tenaga kerja penuh tanpa inflasi Menghindari inflasi Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang teguh Mewujudkan kekukuhan neraca pembayaran monikaseptian@gmail.com
  • 15.
    BENTUK KEBIJAKAN MAKROEKONOMI KebijakanFiskal, meliputi langkah-langkah pemerintah membuat perubahan dalam bidang perpajakan dan pengeluran pemerintah dengan maksud mempengaruhi pengeluran agregat dalam perekonomian Kebijakan Moneter, meliputi langkah-langkah pemerintah yang dilaksa-nakan oleh Bank Sentral (BI) untuk mempengaruhi (mengubah) pena-waran uang dalam perekonomian atau menbuah suku bunga, dengan maksud untuk mempengaruhi pengeluran agregate Kebijakan segi penawaran, salah satunya adalah kebijakan pendapatan (income policy) yaitu langkah pemerintah yang bertujuan mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan pekerja. monikaseptian@gmail.com
  • 16.
  • 17.
    KONSEP PENDAPATAN NASIONAL PendapatanNasional Bruto atau GNP merupakan ukuran yang paling komperhensip dari total output barang dan jasa suatu negara. Produk Domestik Bruto atau GDP adalah seluruh barang – barang dan jasa – jasa yang dihasilkan oleh suatu negara dalam jangka waktu tertentu biasanya 1 tahun termasuk didalamnya ialah barang – barang dan jasa – jasa yang dihasilkan oleh orang dan perusahaan asing. Produk Nasional Neto ialah nilai pasar semua barang – barang dan jasa – jasa yang dihasilkan dalam jangka waktu satu tahun (GNP) dikurangi penyusutan – penyusutan untuk penggunaan barang modal. Jadi NNP = GNP – penyusutan (deprecitation). Pendapatan Perseorangan atau Personal Income (PI), ialah semua jenis pendapatan baik yang diperolah karena berfungsi sebagai faktor produksi maupun tanpa memberikan suatu kegiatan apapun yang diterima oleh penduduk suatu negara. Pendapatan Disposibel atau Pendapatan Bersih adalah total pendapatan perseorangan yang siap dibelanjakan DI = PI – Pajak Langsung. monikaseptian@gmail.com
  • 18.
    KONSEP PENDAPATAN NASIONAL Konsep-konseplain untuk melihat produk suatu Negara adalah Gross Domestik Income (GDI) dan Gross Domestik Product (GDP). Istilah domestic menunjukan bahwa nilai produk yang dihasilkan dihitung berdasarkan batas wilayah geografis suatu Negara produk itu dihasilkan GDI = GDP. Pendapatan Nasional Domestik Nominal Dan Rill Nilai produk nasional selalu dihitung berdasarkan nilai uang dari barang dan jasa yang dihasilkan. Sementara nilai uang tidak selamanya dalam keadaan stabil, sangat tergantung pada perkembangan harga pasar. Kenaikan harga menyebabkan nilai uang turun dan sebaliknya penurunan harga menyebabkan nilai uang naik. Alat ukur yang dimaksud adalah indek harga. Indek harga dalam konsep GNP disebut GNP deflator. • 1. GNP nominal merupakan nilai produk dihitung berdasarkan harga yang berlaku ketika produk tersebut dihasilkan. • 2. GNP rill merupakan niali produk dihitung berdasarkan harga tahun tertentu yang ditetapkan sebagai tahun dasar . • 3. GNP deflator merupakan nilai produk berdasarkan indeks harga. monikaseptian@gmail.com
  • 19.
    PERHITUNGAN PENDAPATAN NASIONAL Sesungguhnyaada lima perhitungan yang digunakan untuk melihat perkembangn ekonomi antara lain sebagai berikut (Ace Partadiredja; 1994). 1. National Income Account, menghitung jumlah produk/pendapatan nasional pada suatu Negara. 2. Input-Output Account, menghitung jumlah pembelian (input) dan penjualan (output) setiap sector ekonomi. 3. Balance Of Payment account, menghitung semua penerimaan dan pengeluaran suatu Negara dengan Negara lainmelalui export/import, aliran/arus dana yang terjadi: •- dari luar negeri ke dalam negeri •- dari dalam negeri ke luar negeri 4. Flow of Funds Account, menghitung arus transaksi pinjam-meminjam antar berbagai sector dalam kegiatan ekonomi. 5. National Balance Sheet atau Capital Account, menghitung kekayaan (aktiva) dan utang (pasiva) semua unit kesatuan ekonomi atau sector-sektor ekonomi. monikaseptian@gmail.com
  • 20.
    ADA TIGA METODEDALAM MENGHITUNG PENDAPATAN NASIONAL 1. METODE PRODUKSII/ PRODUCT APPROARCH 2. METODE PENDAPATAN/ INCOME APPROACH 3. METODE PENGELUARAN / EXPENDITURE APPROACH monikaseptian@gmail.com
  • 21.
    METODE PENDEKATAN PRODUKSI Pada metode produksi ini pendapatan nasional dihitung dengan cara menjumlahkan nilai produki yang diciptakan oleh tiap-tiap sector ekonomiselama satu periode tertentu. Hal yang dijumlahkan adalah nilai tambah (value added) yang yang diciptakan oleh tiap sector yang ada pada perekonomian.  Untuk mencari GNP diperoleh dengan rumus:  GNP = GDP + Net Factor Payment (Penerimaan Bersih dari LN) Untuk mencari nilai produk / pendapatan nasional (PN) diperoleh dengan rumus berikut:  PN = GNP – (Pajak Tidak Langsung + Penyusutan Nilai)  Nilai value added dalam perhitungan produk nasional adalah sebagai berikut;  1. Untuk memperlihatkan peranan tiap sector atau besarnya sumbangan tiap-tiap sector ekonomi pada pendapatan nasional.  2. Untuk menghindari terjadinya perhitungan gnda ( double counting / multiple counting ). monikaseptian@gmail.com
  • 22.
    PENDEKATAN PENDAPATAN  Metodependapatan memandang nilai output perekonomian sebagai nilai total balas jasa atas faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Kemampuan entrepreneur ialah kemampuan dan keberanian mengombinasikan tenaga kerja, barang modal, dan uang untuk menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat. Balas jasa untuk tenaga kerja adalah upah atau gaji. Untuk barang modal adalah pendapatan sewa. Untuk pemilik uang/aset finansial adalah pendapatan bunga. Sedangkan untuk pengusaha adalah keuntungan. Total balas jasa atas seluruh faktor produksi disebut Pendapatan Nasional (PN). Y = R + W + I + P Ket :  Y = pendapatan nasional  R = rent = sewa  W = wage = upah/gaji  I = interest = bunga modal  P = profit = laba monikaseptian@gmail.com
  • 23.
    PENDEKATAN PENGELUARAN Menurut metodepengeluaran, nilai PDB merupakan nilai total dalam perekonomian selama periode tertentu. Menurut metode ini ada beberapa jenis agregat dalam suatu perekonomian: 1) Konsumsi Rumah Tangga (Household Consumption)  Pengeluaran sektor rumah tangga dipakai untuk konsumsi akhir, baik barang dan jasa yang habis dalam tempo setahun atau kurang (durable goods) maupun barang yang dapat dipakai lebih dari setahun/barang tahan lama (non-durable goods). 2) Konsumsi Pemerintah (Government Consumption)  Yang masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah adalah pengeluaran-pengeluaran pemerintah yang digunakan untuk membeli barang dan jasa akhir (government expenditure). Sedangkan pengeluaran- pengeluaran untuk tunjangan-tunjangan sosial tidak masuk dalam perhitungan konsumsi pemerintah. 3) Pengeluaran Investasi (Investment Expenditure)  Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTDB) merupakan pengeluaran sektor dunia usaha. Yang termasuk dalam PMTDB adalah perubahan stok, baik berupa barang jadi maupun barang setengah jadi. 4) Ekspor Neto (Net Export)  Yang dimaksud dengan ekspor bersih adalah selisih antara nilai ekspor dengan impor. Ekspor neto yang positif menunjukkan bahwa ekspor lebih besar daipada impor. Perhitungan ekspor neto dilakukan bila perekonomian melakukan transaksi dengan perekonomian lain (dunia). Y = C + I + G + (X - M)  Ket :  Y = Pendapatan Nasional  C = konsumsi masyarakat  I = investasi  G = pengeluaran pemerintah  X = eksport  M = import monikaseptian@gmail.com
  • 24.
    MANFAAT PERHITUNGAN DANANALISIS PENDAPATAN NASIONAL d. Merumuskan kebijakan-kebijakan pemerintah. c. Membandingkan perekonomian antar daerah. b. Membandingkan perkonomian dari waktu ke waktu. a. Mengetahui dan menelaah stuktur atau susunan perekonomian. Secara umum perhitungan pendapatan nasional bermanfaat untuk melihat perkembangan kegiatan- kegiatanperekonomian yang terjadi dan dapat dicapai oleh suatu Negara.secara khususnya adalah sebagai berikut : monikaseptian@gmail.com
  • 25.
    LAJU PERTUMBUHAN EKONOMI LajuPertumbuhan Ekonomi ( Rate of Economic Growth ) adalah suatu angka dalam prosentase yang memperlihat kan tinggi rendahnya atau cepat lambatnya pertumbuhan ekonomi suatu Negara dalam satu tahun tertentu dibandingka tahun-tahun sebelumnya. Untuk menghitung laju pertumbuhan (LPE). LPE dihitung berdasarkan nilai GNP rill. monikaseptian@gmail.com
  • 26.
    DETERMINASI PENDAPATAN NASIONAL 3. Invetasi(I),dapat diartikan sebagai pengeluaran masyarakat (RTP) untuk pembelian barang-barang modal. 2. Saving (s), bagian dari pendapatan yang ditunda pengeluarannya atau dapat juga dikatakan konsumsi masa yang akan dating. 1. Konsumsi (C), dapat di artikan sebagai bagian dari PN yang dikeluarkan utuk membeli barang- barang konsumsi. Teori ini akan memperlihatkan ketergantungan atau keterkaitan antara pendapatan nasional (PN)Dan komponen-komponen penentunya yaitu: konsomsi (C), tabungan atau saving (S), dan investasi(I). adapun arti dari C,S,dan I bila dikaitkan dengan pendapatan nasional adalah sebagai berikut: monikaseptian@gmail.com
  • 27.
    MENURUT KEYNES, DETERMINASIPENDAPATAN NASIONAL DAPAT DI ANALISIS MELALUI DUA PENDEKATAN 1. Income Approach yaitu suatu pendekatan yang memandang nilai PN yang diterima masyarakat akan menentukan besar konsumsi dan tabungan masyarakat Secara matematisakan terlihat persamaannya. GNI Y = C + S Y = PN C = Konsumsi S = Tabungan 2. Product / Expenditur Approch yaitu yang memandang nilai PN dapat ditentukan oleh besarnya pengeluaran aggregate atau permintaan aggregate terhadap produk nasional. Pengeluaran aggregate atau permintaan masyarakat secara keseluruhan untuk perekonomian dua sector terdiri dari konsumsi yang dilakukan RTK dan investasi (I) yang dilakukan oleh RTP. GNP Y = C + I Y = PN C = Konsumsi I = Investasi monikaseptian@gmail.com
  • 28.
    1. Average Propensityto Consume (APC) yaitu suatu hasrat rata-rata utuk mengkonsumsi sebagaian dari pendapatan. Atau dengan kata lain perbandingan antara besar konsumsi pada suatu tingkat pendapatan nasional dan besarnya tingkat pendapatan nasional tu sendiri. 2. Marginal Propensity to Consume (MPC) yaitu pertambahan keinginan untuk konsumen masyarakat karena terjadinya pertambahan pendapatan. 3. Average Propensity to Save (APS) yaitu hasrat rata-rata untuk menabung sebagian dari pendapatan. Atau dengan kata lain perbandingan antara besarnya saving pada tingkat pendapatan nasional dan besarnya tingkat pendapatan nasional sendiri. 4. Marginal Propensity to Save (MPS) yaitu perbandingan antara pertambahan keinginan menabung dan pertambahan pendapatan. monikaseptian@gmail.com
  • 29.
    BAB III PANDANGAN KEYNESDA KLASIK monikaseptian@gmail.com
  • 30.
    Teori makroekonomi berkembangsetelah J.M. Keynes menunjukkan kelemahan- kelemahan pandangan para ahli ekonomi klasik mengenai penentuan tingkat perekonomian suatu negara yang didasari oleh penggunaan tenaga kerja penuh. Pandangan Keynes yaitu : Penggunaan tenaga kerja penuh (full employment) adalah keadaan yang jarang terjadi, dan hal itu disebabkan karena kekurangan permintaan agregat yang wujud dalam perekonomian. monikaseptian@gmail.com
  • 31.
    PERBEDAAN PANDANGAN KEYNESDAN EKONOMI KLASIK DIDASARKAN ATAS PERBEDAAN PENDAPAT YANG BERSUMBER DALAM PERSOALAN BERIKUT:  Perbedaan pandangan Keynes dan Ekonomi Klasik didasarkan atas perbedaan pendapat yang bersumber dalam persoalan berikut:  Faktor-faktor yang menentukan tingkat tabungan dan tingkat investasi dalam perekonomian. Menurut pandangan ahli ekonomi klasik faktor penentu besarnya tabungan dan investasi adalah tingkat suku bunga. Akan tetapi, menurut Keynes, besarnya tabungan yang dilakukan oleh rumah tangga bukan tergantung pada tinggi rendahnya tingkat suku bunga, tetapi tergantung pada besar kecilnya tingkat pendapatan rumah tangga. Artinya semakin besar tingkat pendapatan rumah tangga semakin besar pula tabungan dan sebaliknya.  Dalam pandangan Keynes terhadap besarnya investasi, dia beranggapan bahwa tingkat bunga bukan merupakan satu-satunya komponen utama dalam menentukan besarnya investasi. Besarnya investasi juga ditentukan oleh faktor lain seperti keadaan ekonomi pada masa kini, ramalan perkembangan di masa depan, dan tingkat penggunaan dan perkembangan teknologi. Jadi meskipun tingkat bunga tinggi, namun apabila keadaan perekonomian sekarang baik untuk dilakukan investasi dan prospek ke depannya sangat baik, maka kegiatan investasi tetap akan dilakukan. monikaseptian@gmail.com
  • 32.
     Hubungan antaratingkat upah dengan penggunaan tenaga kerja oleh pengusaha. Para ahli ekonomi klasik beranggapan bahwa dengan asumsi ceteris paribus, penurunan tingkat upah tidak akan mempengaruhi biaya produksi marjinal (biaya untuk memproduksi tambahan produk baru). Akan tetapi menurut Keynes, tidaklah demikian. Dia beranggapan bahwa penurunan tingkat upah akan menurunkan daya beli masyarakat. Turunnya daya beli masyarakat akan menurunkan tingkat pengeluaran dan berakibat pada turunnya tingkat harga barang dan jasa. Turunnya tingkat permintaan terhadap barang dan jasa akibat lemahnya daya beli masyarakat akan berakibat pada penurunan kapasitas produksi yang artinya pengurangan jumlah tenaga kerja. Dengan demikian penurunan tingkat upah tidak dapat menciptakan penggunaan tenaga kerja penuh (Full Employment).  Karena perbedaan pendapat antara Keynes dengan para ahli ekonomi klasik di atas, Keynes juga mempunyai pandangan tersendiri terhadap faktor yang menjadi penentu tingkat kegiatan ekonomi suatu negara. Menurut Keynes, faktor penentu kegiatan ekonomi suatu negara adalah permintaan efektif. Yang dimaksud dengan permintaan efektif adalah permintaan yang disertai kemampuan untuk membayar barang-barang dan jasa-jasa dalam wujud perekonomian.  Dengan bertambah besarnya permintaan efektif dalam perekonomian, bertambah pula tingkat produksi yang akan dicapai oleh sektor perusahaan. Keadaan ini dengan sendirinya akan menyebabkan pertambahan dalam tingkat kegiatan ekonomi, penggunaan tenaga kerja dan faktor-faktor produksi. monikaseptian@gmail.com
  • 33.
    Dalam analisis Keynes,dia membagi permintaan agregat kepada dua jenis pengeluaran, yaitu pengeluaran konsumsi oleh rumah tangga dan penanaman modal oleh pengusaha. Akan tetapi, dalam analisis makro ekonomi, pengeluaran pemerintah dan ekspor juga ikut mempengaruhi pengeluaran agregat. Berikut adalah penjelasan faktor yang mempengaruhi permintaan agregat : monikaseptian@gmail.com
  • 34.
    KONSUMSI DAN INVESTASI Pengeluaran konsumsi yang dilakukan oleh sektor rumah tangga dalam perekonomian tergantung dari besarnya pendapatan. Perbandingan antara besarnya konsumsi dengan jumlah pendapatan disebut kecondongan mengkonsumsi (MPC = Marginal Propensity to Consume). Semakin besar MPC semakin besar pula pendapatan yang digunakan untuk kegiatan konsumsi dan sebaliknya.  Pada kondisi negara yang MPC-nya rendah, maka akan menyebabkan selisih antara produksi nasional (dengan asumsi full employment) dengan tingkat konsumsi (penggunaan produk) menjadi semakin besar. Agar mencapai penggunaan tenaga kerja penuh, para pengusaha perlu melakukan investasi sebesar selisih antara tingkat konsumsi dan produksi tersebut. Jika besarnya investasi tidak mencapai jumlah tersebut, maka akan terjadi pengangguran. Karena kondisi tersebut dalam kondisi nyata tidak selalu tercapai, maka pengangguran akan selalu ada.  Untuk investasi, seperti yang telah disebutkan di atas, dipengaruhi oleh tingkat bunga dan efisiensi marjinal modal.  Tingkat bunga menurut Keynes dipengaruhi oleh jumlah permintaan uang (yaitu keinginan masyarakat untuk memperoleh uang untuk digunakan untuk berbagai keperluan seperti transaksi, tabungan, spekulasi dan atau untuk kebutuhan mendadak) dan jumlah penawaran uang (yaitu uang yang ada dalam perekonomian dan dapat digunakan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa).  Apabila penawaran uang > permintaan uang, maka tingkat suku bunga akan naik untuk menyerap kelebihan dana yang beredar di masyarakat, dan sebaliknya jika penawaran uang < permintaan uang, suku bunga tabungan akan turun agar masyarakat memilih untuk berinvestasi dan mencairkan tabungannya sehingga jumlah penawaran uang akan meningkat.  Efisiensi marjinal modal yaitu tingkat pengembalian atas modal yang ditanamkan yang dipengaruhi oleh faktor seperti kondisi ekonomi sekarang, penggunaan teknologi dan ramalan prospek ekonomi di masa mendatang. Semakin tinggi tingkat efisiensi modal semakin besar pula investasi dan sebaliknya. monikaseptian@gmail.com
  • 35.
    PENGELUARAN PEMERINTAH DAN EKSPOR Dalamanalisis makroekonomi dan perhitungan pendapatan nasional (dengan pendekatan pengeluaran) pengeluaran pemerintah dan ekspor juga merupakan bentuk pengeluaran. Besarnya tingkat pengeluaran pemerintah (G) akan mempengaruhi produksi nasional karena pemerintah sendiri merupakan konsumen yang besar. Sehingga konsumsi dari pemerintah juga mencakup sebagian besar dari konsumsi nasional. Ekspor menunjukkan permintaan efektif yang berasal dari luar negeri. Semakin besar ekspor semakin banyak pula produksi nasional yang dikonsumsi monikaseptian@gmail.com
  • 36.
    BAB IV PEREKONOMIAN 2SEKTOR monikaseptian@gmail.com
  • 37.
     PENGELUARAN KONSUMSI (ARUS UANG) BARANGDAN JASA (ARUS PRODUK) SEKTOR RUMAH TANGGA SEKTOR PERUSAHAAN FAKTOR PRODUKSI SDA, MODAL, SKILL, SDM (ARUS FAKTOR) BALAS JASA FAKTOR PRODUKSI (ARUS UANG) monikaseptian@gmail.com
  • 38.
    Perekonomian dua sektoradalah perekonomian yang terdiri dari sektor perusahaan dan sektor rumah tangga. Dalam perekonomian tidak terdapat pajak dan pengeluaran pemerintah. Perekonomian itu juga tidak melakukan perdagangan luar negeri dan dengan demikian perekonomian itu tidak melakukan kegiatan ekspor dan impor. Dalam perekonomian dua sektor sumber pendapatan yang diperoleh rumah tangga adalah dari perusahaan. Pendapatan ini meliputi gaji, upah, sewa, bunga dan keuntungan adalah sama nilainya dengan pendapatan nasional. Dan oleh karena itu pemerintah tidak memungut pajak maka pendapatan nasional (Y) adalah sama dengan pendapatan disposebel (Yd) atau Y = Yd. Pendapatan yang digunakan oleh rumah tangga akan digunakan untuk dua tujuan yaitu untuk pengeluaran konsumsi dan ditabung. Tabungan ini akan dipinjamkan kepada penanam modal atau investor dan akan digunakan untuk modal, untuk membeli barang– barang seperti mesin–mesin, bahan baku, peralatan produksi, mendirikan bangunan pabrik dan bangunan kantor.[ monikaseptian@gmail.com
  • 39.
    HUBUNGAN ANTARA KONSUMSIDAN PENDAPATAN Terdapat beberapa faktor yang menentukan tingkat pengeluaran rumah tangga (secara seunit kecil atau dalam keseluruhan ekonomi). Yang terpenting dalam perekonomian dua sektor adalah pendapatan rumah tangga. Tabel yang menggambarkan hubungan di antara konsumsi rumah tangga dan pendapatan dinamakan daftar (skedul) konsumsi. Daftar konsumsi pada dasarnya menggambarkan besarnya konsumsi rumah tangga pada tingkat pendapatannya yang berubah-ubah. monikaseptian@gmail.com
  • 40.
     Dalam analisismakroekonomi yang lebih penting bukanlah melihat konsumsi dan tabungan suatu rumah tangga, tetapi melihat konsumsi dan tabungan dari semua rumah tangga dalam perekonomian. Pengeluaran konsumsi dari semua rumah tangga dalam perekonomian dinamakan konsumsi agregat dan tabungan semua rumah tangga dalam perekonomian dinamakan tabungan agregat.  1. Ciri-ciri Fungsi Konsumsi dan Tabungan  Sebelum menerangkan ciri-ciri fungsi konsumsi dan fungsi tabungan terlebih dahulu perlu didefinisikan arti dari istilah fungsi konsumsi dan fungsi tabungan.  a.Fungsi konsumsi adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan diantara tingkat konsumsi rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional perekonomian tersebut.  b. Fungsi tabungan adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan diantara tingkat tabungan rumah tangga dalam perekonomian dengan pendapatan nasional perekonomian tersebut.  2. Penentu-penentu Lain Konsumsi dan Tabungan  a. Kekayaan yang telah terkumpul.  b. Suku bunga.  c. Sikap berhemat.  d. Keadaan perekonomian.  e. Distribusi pendapatan.  f. Tersedia tidaknya dana pensiun yang mencukupi. monikaseptian@gmail.com
  • 41.
    INVESTASI (PENANAMAN MODAL) 1.Definisi dan arti Investasi Investasi atau penanaman modal merupakan komponen kedua yang menentukan tingkat pengeluaran agregat. Dengan demikian investasi dapat diartikan sebagai pengeluaran atau perbelanjaan penanam-penanam modal atau perusahaan untuk membeli barang- barang modal dan perlengkapan-perlengkapan produksi untuk menambah kemampuan memproduksi barang dan jasa yang tersedia dalam perekonomian. 2. Fungsi investasi Kurva yang menunjukan perkaitan di antara tingkat investasi dan tingkat pendapatan nasional dinamakan fungsi investasi. 3. Penentu-penentu tingkat Investasi a. Ramalan keadaan perekonomian di masa depan. b. Perubahan dan perkembangan teknologi. c. Efek pertumbuhan pendapatan nasional. d. Keuntungan perusahaan. monikaseptian@gmail.com
  • 42.
    PERUBAHAN KESEIMBANGAN DANMULTIPLIER Dari satu periode ke periode lainnya keseimbangan pendapatan nasional akan selalu mengalami perubahan. Dalam perekonomian dua sektor perubahan tersebut disebabkan oleh perubahan dalam investasi. Perkembangan teknologi, misalnya akan menambah investasi dan investasi yang bertambah akan memindahkan pengeluaran agregat ke atas. Analisis mengenai multiplier bertujuan untuk menerangkan pengaruh dari kenaikan atau kemerosotan dalam pengeluaran agregat keatas tingkat keseimbangan dan terutama keatas tingkat pendapatan nasional. monikaseptian@gmail.com
  • 43.
    BAB V PEREKONOMIAN 3SEKTOR monikaseptian@gmail.com
  • 44.
  • 45.
    PENGERTIAN EKONOMI 3SEKTOR  Ekonomi tiga sektor adalah perekonomian yang meliputi kegiatan dalam sektor perusahaan, rumah tangga dan pemerintah. Dengan demikian dalam menganalisis perekonomian tiga sektor pada hakikatnya akan diperhatikan peranan dan pengaruh pemerintah keatas kegiatan dalam sesuatu perekonomian.  Campur tangan pemerintah dalam perekonomian menimbulkan dua perubahan penting dalam proses penentuan keseimbangan pendapatan nasional, yaitu:  a. Pungutan pajak yang dilakukan pemerintah akan mengurangi pengeluaran agregat melalui pengurangan atas konsumsi rumah tangga.  b. Pajak memungkinkan pemerintah melakukan perbelanjaan dan ini akan menaikkan perbelanjaan-perbelanjaan agregat.  Kedua aliran pengeluaran / pendapatan ini akan mengubah pola aliran pendapatan dalam perekonomian. Dalam ekonomi tiga sektor belum terdapat kegiatan mengekspor dan mengimpor. Oleh sebab itu ,ekonomi tiga sektor dinamakan juga ekonomi tertutup. monikaseptian@gmail.com
  • 46.
    ALIRAN PENDAPATAN DANSYARAT KESEIMBANGAN  Aliran pendapatan dan pengeluaran Campur tangan pemerintah dalam perekonomian akan menimbulkan tiga jenis aliran baru dalam sirkulasi aliran pendapatan. Tiga jenis aliran yang baru tersebut adalah :  Pembayaran pajak oleh rumah tangga dan perusahaan kepada pemerintah. Pembayaran pajak tersebut menimbulkan pendapatan kepada pihak pemerintah. Ia merupakan sumber pendapatan pemerintah yang terutama.  Pengeluaran dari sektor pemerintah ke sektor perusahaan. Aliran ini menggambarkan nilai pengeluaran pemerintah keatas barang-barang dan jasa yang diproduksikan oleh sektor perusahaan.  Aliran pendapatan dari sektor pemerintah sektor rumah tangga. Aliran itu timbul sebagai akibat dari pembayaran keatas konsumsi faktor-faktor produksi yang dimiliki sektor rumah tangga oleh pemerintah.  Pembayaran oleh sektor perusahaan sekarang dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu  Pembayaran kepada sektor rumah tangga sebagai pendapatan kepada faktor-faktor produksi dan  Pembayaran pajak pendapatan perusahaan kepada pemerintah.  Pendapatan yang diterima rumah tangga sekarang berasal dari dua sumber :  Dari pembayaran gaji dan upah, sewa, bunga dan utang oleh perusahaan dan  Dari pembayaran gaji dan upah oleh pemerintah.  Syarat Keseimbangan Keseimbangan : Y = AE, atau Y = C + I + G Y : penawaran agregat AE : pengeluaran agregat C : konsumsi rumah tangga I : investasi perusahaan G : pengeluaran pemerintah membeli barang dan jasa Y = C + S + T ( setiap pendapatan nasional ) C + I + G = C + S + T ( keseimbangan = setiap pendapatan nasional ) Jika C dikurangi dari setiap ruas maka, Dalam perekonomian tiga sektor I dan G adalah suntikan kedalam sirkulasi aliran pendapatan, sedangkan S dan T adalah kebocoran. Sebagai kesimpulan dapatlah dirumuskan bahwa dalam perekonomian tiga sektor yang mencapai keseimbangan akan berlaku keadaan : I + G = S + T monikaseptian@gmail.com
  • 47.
    JENIS-JENIS PAJAK  Pajakobjektif : pajak yg dikenakan berdasarkan aktivitas ekonomi para wajib pajak Misalnya PPN dikenakan kpd mereka yang membeli barang dan jasa kena pajak  Pajak subjektif : pajak yang dipungut dengan melihat kemampuan wajib pajak. Mislanya pendapatan. Jika pendapatan makin besar, maka beban pajaknya makin besar  Pajak langsung : jenis pungutan pemerintah yang secara langsung di kumpulkan dari pihak yang wajib membayar pajak.( pajak yang secara langsung di pungut dari orang yang berkewajiban untuk membayar pajak).  Pajak tak langsung : pajak yang bebannya dapat di pindah2 kan kepada pihak lain.( yang menanagung beban pajak tersebut adalah para konsumen. Ex : Impor. monikaseptian@gmail.com
  • 48.
    BENTUK-BENTUK PAJAK PENDAPATAN 1.Pajak regresif : sistem pajak yang persentasinya menurun apabila pendapatan yang di kenakan pajak menjadi bertambah tinggi.dalam sistem ini ,pada pendapatan rendah ,pajak yang di pungut meliputi bagian yang paling tinggi dari pendapatan tersebut.tetapi,semakin tinggi pendapatan semakin kecil persentasi pajak itu di bandingkan dengan keseluruan pendapatan. 2. Pajak proporsional : persentasi pungutan pajak yang tetap besarnya pada berbagai tingkat pendapatan,yaitu dari tingkat pendapatan yang sangat rendah kepada yang sangat tinggi.dalam sistempajak ini tidak di bedakan di antara penduduk yang kaya atau miskin dan di antara perusahaan besar dan perusaan kecil. 3. Pajak progresif : sistem pajak yang persentasinya bertambah apabila pendapatan semakin meningkat .pajak ini menyebabkan pertambahan nominal pajak yang di bayar akan menjadi semakin cepat apabila pendapatan semakin tinggi. monikaseptian@gmail.com
  • 49.
    EFEK PAJAK TERHADAPKONSUMSI DAN TABUNGAN  Setiap pemungutan pajak akan menimbulkan perubahan terhadap pendapatan disposibel (Yd). Pajak sebanyak T akan menyebabkan pendapatan disposibel turun sebanyak T. Maka: ∆Yd = - T  Kemerosotan pendapatan disposibel akan mengurangi konsumsi dan tabungan RT. Jumlah konsumsi dan tabungan yang berkurang adalah sama dengan pengurangan pendapatan diposible. Maka : ∆Yd = -T = ∆C + ∆S. Disamping tergantung pada perubahan pendapatan disposibel pengurangan konsumsi ditentukan oleh MPC dan MPS. Perhitungannya dapat dilakukan dengan menggunakan persamaan :  ∆C = MPC x ∆Yd atau ∆C =MPC x (-T)  ∆C = MPS x ∆Yd atau ∆C =MPS x (-T)  Setara dengan : T = ∆Yd = (MPC x T) + (MPS x T)[1] monikaseptian@gmail.com
  • 50.
    PENGELUARAN PEMERINTAH o Pajakyang diterima pemerintah akan digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan pemerintah. Dinegara-negara yang sudah sangat maju, Pajak adalah sumber utama dari pembelanjaan pemerintah, sebagian dari pengeluaran pemerintah adalah untuk membiayai administrasi pemerintahan dan untuk membiayai kegiatan-kegiatan pembangunan, membayar gaji pegawai-pegawai pemerintah, membiayai sistem pendidikan dan kesehatan rakyat, membiayai pembelanjaan untuk angkatan bersenjata dan membiayai berbagai jenis infrastruktur yang penting artinya dalam pembangunan adalah beberapa bidang penting yang akan dibiayai pemerintah. o Penentu-penentu pengeluaran pemerintah o a. Proyeksi jumlah pajak yang di terima : Dalam menyusun anggaran belanja pemerintah harus terlebih dahulu membuat proyeksi mengenai jumlah pajak yang akan di terimanya.makin banyak jumlah pajak yang akan dapat di kumpulkan, makin banyak pula perbelanjaan pemerintah yang akan di lakukan. o b. Tujuan-tujuan ekonomi yang ingin dicapai : mengatasi masalah pengangguran, menghidari inflasi, dan mempercepat pembangunan ekonomi. untuk mempercepat kegiatan tersebut seringkali membelanjakan uang yang lebih besar dari pendapatan yang di peroleh oleh pajak. o c. Pertimbangan politik dan keamanan : pertimbangan-pertimbangan politik dan kestabilan negara selalu menjadi salah satu tujuan penting dalam menyusun anggaran belanja pemerintah. kekacauan politik, keamanan. keadaan seperti itu akan menyebabkan kenaikan perbelanjaan pemerintah yang sangat besar. monikaseptian@gmail.com
  • 51.
    BAB VI UANG, BANK,DAN PENEMPATAN UANG monikaseptian@gmail.com
  • 52.
    UANG  Uang adalahalat tukar menukar yang diterima masyarakat dan digunakan sebagai alat untuk membayar berbagai barang atau jasa secara sah. Uang dalam ilmu ekonomi tradisional, didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa.  Definisi uang menurut beberapa ahli :  Rollin G. Thomas menyatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang diterima umum dalam pembayaran barang-barang, jasa-jasa dan pelunasan utang.  A.C. Pigou menyatakan bahwa uang adalah segala sesuatu yang umum dipergunakan sebagai alat penukar.  DH Robertson; dalam bukunya Money, ia mengatakan bahwa uang adalah sesuatu yang bisa diterima dalam pembayaran untuk mendapatkan barang-barang.  Berdasarkan hukum, uang adalah benda yang dirumuskan oleh undang-undang sebagai alat pembayaran yang sah.  Berdasarkan tujuan analisis perekonomian, uang adalah segala sesuatu yang dapat melaksanakan fungsi-fungsi dalam perekonomian, di antaranya sebagai satuan nilai dan standar pembayaran tertunda.  Berdasarkan definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa uang adalah suatu benda dengan satuan hitung tertentu yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran yang sah dalam wilayah tertentu serta penggunaannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berlakunya suatu mata uang dibatasi oleh tempat dan waktu. Mata uang suatu negara tertentu tidak berlaku, jika digunakan di negara lain (harus menukarnya terlebih dahulu). monikaseptian@gmail.com
  • 53.
    FUNGSI UANG  Uangmemiliki beberapa peranan dan fungsi. Fungsi uang dibedakan menjadi dua, yaitu :  1. Fungsi Asli  Alat Tukar  Sebagai alat tukar, uang memungkinkan seluruh transaksi dapat dilakukan. Misalnya, kita ingin membeli alat tulis untuk keperluan kuliah maka kita dapat memperolehnya dengan sejumlah uang tanpa harus melakukan barter. (Barter : kegiatan tukar-menukar barang atau jasa yang terjadi tanpa perantaraan uang / menukar barang dengan barang).  Alat Satuan Hitung  Sebagai satuan hitung uang dapat digunakan untuk menghitung harga sebuah barang. Misalnya, harga sebuah televisi 14 inch Rp. 850.000,00 ini merupakan nilai suatu barang yang dinyatakan dalam uang. Seperti juga gram untuk menyatakan berat barang, meter untuk menyatakan panjang dan lebar suatu benda maupun liter untuk menyatakan isi. monikaseptian@gmail.com
  • 54.
    JENIS UANG  Uangyang beredar dalam masyarakat dapat dibedakan dalam dua jenis, yaitu uang kartal (sering pula disebut sebagai common money) dan uang giral.  Uang kartal adalah alat bayar yang sah dan wajib digunakan oleh masyarakat dalam melakukan transaksi jual-beli sehari- hari.  Uang giral adalah uang yang dimiliki masyarakat dalam bentuk simpanan (deposito) yang dapat ditarik sesuai kebutuhan. Uang ini hanya beredar di kalangan tertentu saja, sehingga masyarakat mempunyai hak untuk menolak jika ia tidak mau barang atau jasa yang diberikannya dibayar dengan uang ini. Untuk menarik uang giral, orang menggunakan cek, giro, atau telegrafic transfer. monikaseptian@gmail.com
  • 55.
    NILAI UANG  Padadasarnya nilai uang dapat dilihat dari dua sudut pandang, yaitu nilai uang dilihat dari bahan pembuatannya dan dilihat dari penggunaannya.  1. Nilai Uang Dilihat dari Bahan Pembuatannya  1) Nilai Intrinsik  Nilai intrinsik uang adalah nilai uang berdasarkan bahan-bahan pembuatan uang. Contohnya, untuk membuat uang logam Rp100,00 diperlukan logam perak seberat 1 gram. Dengan demikian, uang sebesar Rp100,00 sama dengan harga yang senilai dengan 1 gram perak. Inilah yang disebut nilai intrinsik uang.  2) Nilai Nominal  Pada uang Rp100.000,00 tertera angka seratus ribu rupiah, maka nilai nominal uang tersebut adalah seratus ribu rupiah. Nilai nominal uang adalah nilai yang tertera pada setiap mata uang yang bersangkutan. Dari dua nilai uang di atas menimbulkan dua istilah fiducier money dan full bodied money.  Fiducier money, yaitu uang yang memiliki nilai nominal lebih besar daripada nilai intrinsiknya. Contohnya ialah semua uang kertas.  Full bodied money, yaitu uang yang memiliki nilai nominal sama dengan nilai intrinsiknya. Contohnya ialah semua jenis mata uang logam sehingga uang logam disebut juga full bodied money.  2. Dilihat dari Penggunaannya  1) Nilai internal adalah kemampuan suatu mata uang apabila ditukarkan dengan barang. Dengan kata lain, nilai internal uang adalah daya beli uang terhadap barang dan jasa. Contoh uang sebesar Rp200.000,00 dapat ditukarkan dengan 1 gram emas. Ini berarti nilai internal uang Rp200.000,00 adalah sebesar 1 gram emas.  2) Nilai eksternal adalah kemampuan uang dalam negeri apabila dibandingkan dengan mata uang asing (valuta asing). Dengan kata lain yang dimaksud nilai ekster nal uang adalah daya beli uang dalam negeri terhadap mata uang asing atau lebih dikenal dengan istilah kurs. Contohnya, uang Rp100.000,00 mampu ditukarkan dengan 10 Dollar Amerika Serikat (US$ 10 = Rp100.000,00). Ini berarti uang Rp100.000,00 mempunyai nilai ekster nal sama dengan 10 Dollar Amerika Serikat. monikaseptian@gmail.com
  • 56.
    TEORI NILAI UANG TeoriOngkos Produksi Teori Persediaan Kas Teori Kuantitas dari Irving Fisher Teori uang dinamis Teori Negara Teori Nominalisme Teori Konvensi (Perjanjian) oleh Devanzati dan Montanari Teori uang statis monikaseptian@gmail.com
  • 57.
    PERMINTAAN DAN PENAWARANUANG Agar perekonomian dapat berjalan dengan baik, harus ada cukup uang untuk membeli barang dan jasa yang dihasilkan oleh ekonomi. Permintaan uang adalah jumlah uang yang diinginkan oleh seluruh masyarakat untuk mengadakan transaksi pada suatu wilayah dan waktu tertentu. Penawaran uang adalah jumlah yang ada dan siap beredar untuk keperluan transaksi bagi masyarakat pada suatu wilayah dan waktu tertentu. monikaseptian@gmail.com
  • 58.
    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAANUANG  Menurut J.M Keynes dalam teorinya, Liquidity Preference, menyebutkan adanya tiga faktor yang mempengaruhi permintaan uang. 1. Motif transaksi (transaction motive) Orang menyimpan uang untuk membayar transaksi sehari-hari mulai dari sekedar membeli makan hingga ketika berbisnis.. 2. Motif berjaga-jaga (precautionary motive) Motif berjaga-jaga merupakan salah satu pendorong mengapa orang menyimpan uang. Motif berjaga-jaga muncul ketika rumah tangga dan perusahaan merasa tidak pasti terhadap penerimaan dan pembayaran.. 3. Motif spekulasi (speculation motive) Bila suatu rumah tangga atau perusahaan memegang uang tunai di tangan, ia sebenarnya melepaskan kesempatan untuk memperoleh bunga bila uang itu ditabung atau dibelikan obligasi di pasar modal monikaseptian@gmail.com
  • 59.
    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENAWARANUANG 1) Pendapatan 2) Tingkat suku bunga 3) Selera masyarakat 4) Harga barang 5) Fasilitas kredit 6) Kekayaan masyarakat monikaseptian@gmail.com
  • 60.
    BANK Bank diartikan sebagailembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut ke masyarakat serta memberikan jasa bank lainnya. Pengertian bank menurut Undang-Undang RI Nomor 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Dari uraian di atas dapat dijelaskan bahwa bank merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang keuangan, artinya usaha perbankan selalu berkaitan dengan masalah bidang keuangan. Fungsi utama dari bank adalah menyediakan jasa menyangkut penyimpanan nilai dan perluasan kredit. Evolusi bank berawal dari awal tulisan, dan berlanjut sampai sekarang di mana bank sebagai institusi keuangan yang menyediakan jasa keuangan. Sekarang ini bank adalah institusi yang memegang lisensi bank. Lisensi bank diberikan oleh otoriter supervisi keuangan dan memberikan hak untuk melakukan jasa perbankan dasar, seperti menerima tabungan dan memberikan pinjaman. Kata bank berasal dari bahasa Italia banca atau uang. Biasanya bank menghasilkan untung dari biaya transaksi atas jasa yang diberikan dan bunga dari pinjaman. monikaseptian@gmail.com
  • 61.
  • 62.
    FUNGSI-FUNGSI BANK UMUM Penciptaan uang. Uang yang diciptakan bank umum adalah uang giral, yaitu alat pembayaran lewat mekanisme pemindahbukuan (kliring  Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran. Fungsi lain dari bank umum yang juga sangat penting adalah mendukung kelancaran mekanisme pembayaran  Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat. Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan  Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional. Bank umum juga sangat dibutuhkan untuk memudahkan dan atau memperlancar transaksi internasional, baik transaksi barang/jasa maupun transaksi modal.  Penyimpanan Barang-Barang Berharga. Penyimpanan barang- barang berharga adalah satu satu jasa yang paling awal yang ditawarkan oleh bank umum.  Pemberian Jasa-Jasa Lainnya. Di Indonesia pemberian jasa-jasa lainnya oleh bank umum juga semakin banyak dan luas. Saat ini kita sudah dapat membayar listrik, telepon membeli pulsa telepon seluler, mengirim uang melalui atm, membayar gaji pegawai dengan menggunakan jasa-jasa bank. monikaseptian@gmail.com
  • 63.
    PENCIPTAAN UANG  Penciptaanuang adalah proses memproduksi atau menghasilkan uang baru. Terdapat tiga cara untuk menciptakan uang:  Dengan cara mencetak mata uang kertas atau uang logam,  Melalui pengadaan utang dan pinjaman,  Melalui beragam kebijakan pemerintah, misalnya seperti pelonggaran kuantitatif.  Berbagai praktik dan regulasi untuk mengatur produksi, pengeluaran, dan penarikanan uang, adalah perhatian utama dalam ilmu ekonomi moneter (misalnya tentang persediaan uang, mazhab monetarisme), dan memengaruhi berjalannya pasar keuangan dan daya beli uang. monikaseptian@gmail.com
  • 64.
    KEBIJAKAN MONETER  Upayamengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan (yang lebih baik) dengan mengatur jumlah uang yang beredar  Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :  Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy. Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang edar  Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy. Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy). monikaseptian@gmail.com
  • 65.
  • 66.
    Ekonomi Moneter merupakansalah satu instrumen penting dalam perekonomian modern, dalam perekonomian modern terdapat dua kebijakan perekonomian yang dijadikan instrumen oleh pemerintah dalam menstabilkan perekonomian suatu negara, yang pertama adalah kebijakan Fiskal, yaitu kebijakan yang diambil pemerintah untuk membelanjakan pendapatannya dalam merealisasi tujuan-tujuan ekonomi. Yang kedua adalah kebijakan moneter. Kebijakan moneter adalah langkah pemerintah untuk mengatur penawaran uang dan tingkat bunga. Pada tulisan ini saya sebagai penulis, akan mencoba menyajikan konsep-konsep dasar ekonomi moneter konvensional dan ekonomi moneter islam. monikaseptian@gmail.com
  • 67.
    DUA KEBIJAKAN DALAMPEREKONOMIAN MODERN a) Kebijakan Fiskal yaitu kebijakan yang diambil oleh pemerintah untuk membelanjakan pendapatan Negara untuk tujuan-tujuan ekonomi. Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum. b) Kebijakan Moneter yaitu suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian atau langkah pemerintah untuk mengatur penawaran uang dan tingkat bunga. Kebijakan moneter terbagi dua yaitu : •Kebijakan Moneter Ekspansif yaitu suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar disuatu Negara, apabila tidak ada kebijakan ini maka jumlah uang di suatu negara akan menipis sehingga transaksi atau jual beli disuatu negara akan terganggu. •Kebijakan Moneter Kontraktif yaitu suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang edar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policu). monikaseptian@gmail.com
  • 68.
    TUJUAN EKONOMI MONETER Neracapembayaran internasional Neraca pembayaran internasional yang seimbang menunjukkan stabilisasi ekonomi di suatu Negara. Agar neraca pembayaran internasional seimbang, maka pemerintah sering melakukan kebijakan-kebijakan moneter. Kestabilan harga Harga yang makin kian tinggi membuat masyarakat menjadi resah, tiap tahunnya harga barang bukannya menjadi turun tetapi semakin naik, untuk mencegah harga yang semakin naik maka pemerintah menstabilkan harga sehingga harga tidak mengalami kenaikkan setiap tahunnya. Kesempatan kerja. Dengan adanya kesempatan kerja atau lowongan pekerjaan maka makin besar dalam meningkatkan produksi, selain dapat meningkatkan produksi maka dapat juga membantu masyarakat yang menjadi pengangguran. Adapun tujuan ekonomi moneter adalah untuk mencapai stablisasi ekonomi yang dapat diukur dengan : monikaseptian@gmail.com
  • 69.
    KONSEP EKONOMI MONETERKONVENSIONAL • a) Tujuan transaksi Dalam rangka membayar pembelian-pembelian yang akan mereka lakukan • b) Tujuan Berjaga-jaga Sebagai alat untuk menghadapi kesusahan yang mungkin timbul di masa yang akan datang • c) Tujuan Spekulasi Dalam masyarakat yang menganunt sistem ekonomi konvensional ini, maka fungsi uang yang tak kalah pentingnya adalah untuk spekulasi, dimana pelaku ekonomi dengan cermat mengamati tingkat bunga yang berlaku saat itu, jika menguntungkan bila dibandingkan investasi, maka masyarakat cendrung mendepositokan saja uang, dengan harapan mendapat imbalan bunga.Selanjutnya terkait dengan konsep ekonomi Moneter Konvensional maka tidak bisa dipisahkan dengan Kebijakan Moneter. Ekonomi Moneter merupakan suatu cabang ilmu ekonomi yang membahas tentang peranan uang dalam mempengaruhi tingkat harga-harga dan tingkat kegiatan ekonomi dalam suatu negara. Dalam pandangan ekonomi konvensional maka tujuan memegang uang terdiri dari tiga keinginan, yaitu : monikaseptian@gmail.com
  • 70.
    KEBIJAKAN MONETER ADALAHKEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENGATUR PENAWARAN UANG DAN TINGKAT BUNGA YANG DILAKSANAKAN OLEH BANK SENTRAL. BENTUK KEBIJAKAN MONETER INI TERDIRI DARI KEBIJAKAN MONETER KUANTITATIF DAN KEBIJAKAN MONETER KUALITATIF. Kebijakan Moneter Kuantitatif Kebijakan Moneter Kualitatif. monikaseptian@gmail.com
  • 71.
    KEBIJAKAN MONETER KUANTITATIF •a)Operasi pasar terbuka Pada masa inflasi maka Bang Sentral akan mengadakan operasi pasar terbuka dengan melempar surat-surat berharga ke Bank umum, sehingga kelebihan uang di Bank Umum tidak menyebabkan inflasi, dan sebaliknya pada masa deflasi •b) Mengubah Tingkat Bunga dan Tingkat DiscontoTingkat bunga dan tingkat disconto merupakan instrumen pemerintah dalam stabilisasi moneter, ketika inflasi maka pemerintah melalui bank sentral dapat melakukan kebijakan menaikkan suku bungga sehingga jumlah uang yang beredar di masyarakat akan berkurang, dan kestabilan moneter akan tercapai, dan begitu pula sebaliknya pada masa deflasi. •c) Mengubah Tingkat Cadangan Minimum Langkah selanjutnya yang dapat dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mengubah cadangan minimun bank-bank umum ketika inflasi maka pemerintah mengambil kebijakan untuk menaikkan cadangan minimum yang harus dimiliki oleh bank umum, dengan demikian jumlah uang yang beredar di masyarakat akan berkurang, dan sebaliknya pada masa deflasi. Merupakan suatu kebijakan umum yang bertujuan untuk mempengaruhi jumlah penawaran uang dan tingkat bunga dalam perekonomian. terdiri dari: monikaseptian@gmail.com
  • 72.
    KEBIJAKAN MONETER KUALITATIF a)Pengawasan pinjaman secara selektif Melalui kebijakan ini maka pmerintah melalui bank sentral mengendalikan dan mengawasi peminjaman dan investasi-investasi yang dilakukan oleh bank-bank umum. b) Pembujukan Moral Bank sentral melakukan pertemuan dengan bank-bank umum, malalui forum ini maka bank sentral menjelaskan kebijakan-kebijakan yang sedang dijalankan pemerintah dan bantuan-bantuan apa yang diinginkan oleh bank sentral dari bank-bank umum untuk mensukseskan kebijakan tersebut.Pemikiran Ekonomi Moneter IslamiDari terminologi ekonomi konvensional, pembahasan ekonomi Moneter islami ini kelompok c) Mengambil asumsi bahwa berbicara tentang ekonomi moneter terkait tentang dua hal : 1) Tentang uang dan aspek yang terpengaruh olehnya dan 2) Tentang tingkat bunga dan semua aspeknya. monikaseptian@gmail.com
  • 73.
    BAB VIII ANALISIS LS-LM,AD-AS monikaseptian@gmail.com
  • 74.
    PERMINTAAN TOTAL (AGGREGATEDEMAND) DAN PENAWARAN TOTAL (AGGREGATE SUPPLY) Menurut para ahli, Pengertian permintaan adalah jumlah barang/jasa yang diinginkan dan mampu dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga dalma jangka waktu tertentu dengan menganggap factor yang mempengaruhinya konstan/tetap (ceteris paribus). Sedangkan Permintaan Total (Aggregate Demand) lebih ditekannya unsure kepentingannya menurut Keynes dalam rangka menggerakkan perekonomian. Dalam konteks model yang sederhana, Permintaan Total (Aggregate Demand) di asumsikan terdiri dari tiga komponen, yaitu: • 1. Pengeluaran oleh konsumen ( C) • 2. Pengeluaran untuk investasi ( I ) • 3. Pengeluaran oleh pemerintah ( G ) Selanjutnya John Maynard Keynes berpendapat bahwa kegiatan konsumsi pada pokoknya dideterminasi (ditetapkan) oleh pendapatan. Ketika pendapatan bertambah maka konsumsi akan ikut bertambah. Untuk memperoleh Permintaan Total (Aggregate Demand) maka perlu adanya penyatuan ketiga komponen di atas berupa gambar berikut : Sedangkan Penawaran adalah keseluruhan jumlah barang yang bersedia ditawarkan pada berbagai tingkat harga tertentu dan waktu tertentu. Jika harga naik, jumlah barang yang ditawarkan bertambah. Begitu juga ketika harga turun, maka jumlah barang yang ditawarkan juga turun atau semakin sedikit. Atau Menurut JM Keynes atau model Keynesian Penawaran Total dapat dianggap sebagai hal yang menunjukkan berbagai macam tingkat out put yang tersedia dan diproduksi oleh sector usaha. monikaseptian@gmail.com
  • 75.
    PENDAPATAN KESEIMBANGAN (EQUILIBRUMINCOME) Sector dunia usaha tidak dapat mengantisipasi tingkat pengeluaran (yang diinginkan ) konsumen, investor dan pemerintah seperti yang diperlihatkan dalam permintaan total. Jika dunia usaha memperkirakan bahwa permintaan total lebih besar daripada kenyataannya, maka produksi jumlah barang dan jasa akan lebih banyak meskipun tidak terjual sepenuhnya. Situasi demikian dalam gambar dapat kita tunjukkan oleh tingkat pendapatan (tingkat out put) perekonomian yang bersangkutan sebesar 1800. Lihatlah bahwa dalam kasus ini pengeluaran yang diinginkan seperti direfleksi oleh garis permintaan total adalah 1750 pada tingkat output sebesar 1800. Hasil situasi demikian yang tidak dapat dihindari adalah bahwa barang-barang dengan nilai 50 tidak laku terjual yang berarti bahwa persediaan barang-barang bertambah sebanyak 50. Dunia usaha yang menghadapi pertambahan dalam persediaan yang tidak dikehendaki pada tahun berikutnya mengurangi produksi, dan mereka terus mengikuti output atau NNP sampai mereka mencapai titik dimana mereka dapat menjual segala sesuatu yang diproduksi. Titik tersebut dalam gambar kita adalah titik 1600. Hal yang sebaliknya terjadi, apabila NNP ternyata kurang dari titik perpotongan antara penawaran total dan permintaan total. Dalam keadaan demikian, orang-orang (termasuk pemerintah) ingin membeli barang-barang (dan jasa-jasa) dalam jumlah lebih banyak daripada jumlah yang sedang diproduksi. Persediaan-persediaan tanpa sengaja berkurang dan dunia usaha mulai mmeperluas produksi yang selanjutnya menyebabkan bertambahnya NNP. Maka jelas kiranya bahwa hanya terdapat sebuah titik saja dimana jumlah barang-barang dan jasa-jasa yang ingin dibeli orang-orang persis sama dengan jumlah yang yang diproduksi. Hal tersebut terjadi pada titik perpotongan antara garis-garis permintaan total dan penawaran total (titik E = Equilibrium). NNP keseimbangan (Equilibrium NNP) dapat mengalami perubahan apabila terjadi pergeseran posisi pada garis permintaan total. monikaseptian@gmail.com
  • 76.
    PENGERTIAN SUKU BUNGA Karldan Fair (2001:635) suku bunga adalah pembayaran bunga tahunan dari suatu pinjaman, dalam bentuk persentase dari pinjaman yang diperoleh dari jumlah bunga yang diterima tiap tahun dibagi dengan jumlah pinjaman. Sunariyah (2004:80) adalah harga dari pinjaman. Suku bunga dinyatakan sebagai persentase uang pokok per unit waktu. Bunga merupakan suatu ukuran harga sumber daya yang digunakan oleh debitur yang harus dibayarkan kepada kreditur. Lipsey, Ragan, dan Courant (1997 : 99-100) suku bunga dapat dibedakan menjadi dua yaitu suku bunga nominal dan suku bunga riil. Dimana suku bunga nominal adalah rasio antara jumlah uang yang dibayarkan kembali dengan jumlah uang yang dipinjam. Sedang suku bunga riil lebih menekankan pada rasio daya beli uang yang dibayarkan kembali terhadap daya beli uang yang dipinjam. Suku bunga riil adalah selisih antara suku bunga nominal dengan laju inflasi. Menurut Samuelson dan Nordhaus (1998) suku bunga adalah pembayaran yang dilakukan atas penggunaan sejumlah uang. Menurut Nopirin (1992:176) fungsi tingkat bunga dalam perekonomian yaitu alokasi faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang dipakai sekarang dan di kemudian hari. Menurut Ramirez dan Khan (1999) ada dua jenis faktor yang menentukan nilai suku bunga, yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi pendapatan nasional, jumlah uang beredar, dan inflasi. Sedang faktor eksternal merupakan suku bunga luar negeri dan tingkat perubahan nilai valuta asing yang diduga. Menurut Prasetiantono (2000) mengenai suku bunga adalah : jika suku bunga tinggi, otomatis orang akan lebih suka menyimpan dananya di bank karena ia dapat mengharapkan pengembalian yang menguntungkan. Dan pada posisi ini, permintaan masyarakat untuk memegang uang tunai menjadi lebih rendah karena mereka sibuk mengalokasikannya ke dalam bentuk portfolio perbankan (deposito dan tabungan). Seiring dengan berkurangnya jumlah uang beredar, gairah belanja pun menurun. Selanjutnya harga barang dan jasa umum akan cenderung stagnan, atau tidak terjadi dorongan inflasi. Sebaliknya jika suku bunga rendah, masyarakat cenderung tidak tertarik lagi untuk menyimpan uangnya di bank. monikaseptian@gmail.com
  • 77.
    PENGERTIAN INVESTASI  PaulA. Samuelson dan William D. Nordhaus, investasi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh para penanam modal yang menyangkut penggunaan sumber-sumber seperti peralatan, gedung, peralatan produksi dan mesin-mesin baru lainnya atau persediaan yang diharapkan akan memberikan keuntungan dari investasi tersebut.  Komarudin (1983) memberikan pengertian investasi yaitu:  a. Suatu tindakan membeli barang-barang modal.  b. Pemanfaatan dana yang tersedia untuk produksi dengan pendapatan dimasa yang akan datang.  c. Suatu tindakan untuk membeli saham, obligasi atau surat penyertaan lainnya. monikaseptian@gmail.com
  • 78.
     Adam smithmenyatakan bahwa investasi dilakukan karena para pemilik modal mengharapkan untung dan harapan masa depan keuntungan bergantung pada iklim investasi pada hari ini dan pada keuntungan nyata. Smith yakin keuntungan cenderung menurun dengan adanya kemajuan ekonomi. Pada waktu laju pemupukan modal meningkat, persaingan yang meningkat antar pemilik modal akan menaikkan upah dan sebaliknya menurunkan keuntungan.  Menurut Harrod-Domar pengeluaran investasi (I) tidak hanya mempunyai pengaruh terhadap permintaan agregat (Z), tetapi juga terhadap penawaran agregat (S) melalui pengauhnya terhadap kapasitas produksi. Dalam prespektif waktu yang lebih panjang ini. I menambah stok kapital (misalnya, pabrik-pabrik, jalan-jalan dan sebagainya). Jadi I= K, dimana K adalah stok kapital dalam masyarakat. Ini berarti pula peningkatan kapasitas produksi masyarakat dan selanjutnya berarti bergesernya kurva S ke kanan. monikaseptian@gmail.com
  • 79.
    PERSOALAN SUKU BUNGADAN INVESTASI  Suku bunga merupakan sebuah factor penting yang mendeterminasi (menetapkan) tingkat (laju) investasi. Apabila suku bunga meningkat, maka dapat diperkirakan tingkat investasi akan menurun dan hal ini kurang menguntungkan untuk melakukan investasi. Di samping itu, apabila kredit makin sulit diperoleh, situasi selanjutnya biasanya diikuti oleh meningkatnya suku bunga, maka investasi cenderung berkurang. Hal sebaliknya berlaku, jika suku bunga menurun atau kredit lebih mudah diperoleh.  Dengan sendirinya, setiap perubahan dalam suku bunga yang mengubah komponen investasi dalam permintaan total sebaliknya juga akan mengubah tingkat permintaan total.  Jadi, suatu kenaikan dalam suku bunga cenderung menggeser garis permintaan total ke bawah dan mengurangi NNP keseimbangan. Sebaliknya, suku bunga lebih rendah berhubungan dengan garis permintaan total lebih tinggi dan tingkat NNP keseimbangan lebih tinggi pula. monikaseptian@gmail.com
  • 80.
    PENGERTIAN KURVE ISDAN KURVA LM  Kurva IS menyatakan hubungan antara tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang muncul di pasar barang dan jasa. Kurva IS juga menyatakan “investasi” dan “tabungan”. Kurva IS menunjukkan kombinasi dari tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang konsisten dengan keseimbangan dalam pasar untuk barang dan jasa. Perubahan- perubahan dalam kebijakan fiskal yang meningkatkan permintaan terhadap barang dan jasa menggeser kurva IS ke kanan. Perubahan-perubahan dalam kebijakan fiskal yang mengurangi permintaan terhadap barang dan jasa menggeser kurva IS ke kiri.  Hubungan antara tingkat bunga dan tingkat pendapatan yang muncul di pasar uang dinyatakan dengan Kurva LM. Kurva LM menggambarkan hubungan di antara tingkat pendapatan dan tingkat bunga. Semakin tinggi tingkat pendapatan semakin tinggi permintaan terhadap keseimbangan uang riil, dan semakin tinggi tingkat bunga keseimbangan. Karena itu, kurva LM miring ke atas monikaseptian@gmail.com
  • 81.
    Kurva IS merupakansebuah kurva yang menyusur ke bawah (terdapat hubungan terbalik antara suku bunga dan NNP keseimbangan). Dalam pembahasan tentang kebijaksanaan fiscal dan moneter slope eksak kurva IS merupakan sebuah determinan penting bagi kebijaksanan pemerintah guna mengurangi kesempatan kerja atau inflasi. Jadi, penting sekali untuk mengetahui apa yang mendeterminasi slope dari kurva IS. Artinya apakah sebabnya slope garis tersebut kadang-kadang curam, dan kadang- kadang mendatar? Sebuah factor penting yang mempengaruhi slope garis IS adalah slope daripada garis investasi. monikaseptian@gmail.com
  • 82.
    KESEIMBANGAN PADA SECTORMONETER Hubungan antara suku bunga atas efek dan jumlah uang yang ingin disimpan orang ditunjukkan oleh kurva permintaan uang. Suku-suku bunga tersebut merupakan biaya untuk menahan uang karena apabila orang menyimpan uang sebagai kebalikan daripada menyimpan surat-surat efek, orang mengkorbankan pendapatan (bunga) yang dapat dicapai dari efek tersebut. Makin tinggi suku bunga efek makin besar pendapatan (bunga) yang harus dikorbankan dan makin besarlkah biaya untuk menyimpan uang. Permintaan akan uang dapat kita nyatakan sebagai : Jumlah uang yang ingin dipegang orang pada macam-macam suku bunga. (suku bunga yang dimaksud di sini adalah suku bunga yang diperoleh dari surat-surat perniagaan berharga yakni dari saham-saham dan obligasi). Guna menedeterminasi suku bunga keseimbangan, perlu kita mempersoalkan permintaan akan uang dan penawaran uang. Perhatikanlah pertama-tama permintaan akan uang. Dalam hal mengkonstruksi kurva IS, telah ditunjukkan bahwa ada macam-macam tingkat keseimbangan NNP yang dapat dicapai dalam sector barang dan jasa perekonomian yang bersangkutan. Akan tetapi kita tidak tahu bagaimana mendeterminasi tingkat keseimbangan NNP mana akan berlaku pada saat tertentu. Hal tersebut hanya dapat dilakukan setelah kita mendeterminasi suku bunga keseimbangan. monikaseptian@gmail.com
  • 83.
    BAB IX MASALAH DANKEBIJAKAN EKONOMI MAKRO monikaseptian@gmail.com
  • 84.
    PERMASALAHAN EKONOMI MAKRO f.Pertumbuhan Ekonomi dan Pengangguran e. Masalah Inflasi d. Masalah Perbankan dan Kredit Macet b. Krisis Nilai Tukar a. Masalah Kemiskinan dan Pemerataan monikaseptian@gmail.com
  • 85.
    MASALAH KEMISKINAN DANPEMERATAAN Pada akhir tahun 1996 jumlah penduduk miskin Indonesia sebesar 22,5 juta jiwa atau sekitar 11,4% dari jumlah seluruh penduduk Indonesia. Namun, sebagai akibat dari krisis ekonomi yang berkepanjangan sejak pertengahan tahun 1997, jumlah penduduk miskin pada akhir tahun itu melonjak menjadi sebesar 47 juta jiwa atau sekitar 23,5% dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia. Pada akhir tahun 2000, jumlah penduduk miskin turun sedikit menjadi sebesar 37,3 juta jiwa atau sekitar 19% dari jumlah seluruh penduduk Indonesia. Dari segi distribusi pendapatan nasional, penduduk Indonesia berada dalam kemiskinan. Sebagian besar kekayaan banyak dimiliki kelompok berpenghasilan besar atau kelompok kaya Indonesia. monikaseptian@gmail.com
  • 86.
    KRISIS NILAI TUKAR Krisismata uang yang telah mengguncang Negara- negara Asia pada awal tahun 1997, akhirnya menerpa perekonomian Indonesia. Nilai tukar rupiah yang semula dikaitkan dengan dolar AS secara tetap mulai diguncang spekulan yang menyebabkan keguncangan pada perekonomian yang juga sangat tergantung pada pinjaman luar negeri sector swasta. Pemerintah menghadapi krisis nilai tukar ini dengan melakukan intervensi di pasar untuk menyelamatkan cadangan devisayang semakin menyusut. Pemerintah menerapkan kebijakan nilai tukar yang mengambang bebas sebagai pengganti kebijakan nilai tukar yang mengambang terkendali monikaseptian@gmail.com
  • 87.
    MASALAH UTANG LUARNEGERI Kebijakan nilai tukar yang mengambang terkendali pada saat sebelum krisis ternyata menyimpan kekhawatiran. Depresiasi penurunan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing terutama dolar ASyang relative tetap dari tahun ke tahun menyebabkan sebagian besar utang luar negeri tidak dilindungi dengan fasilitas lindung nilai (hedging) sehingga pada saat krisis nilai tukar terjadi dalam sekejap nilai utang tersebut membengkak. Pada tahun1997, besarnya utang luar negeri tercatat 63% dari PDB dan pada tahun 1998 melambung menjadi 152% dari PDB. Untuk mengatasi ini, pemerintah melakukan penjadwalan ulang utang luar negeri dengan pihak peminjam. Pemerintah juga menggandeng lembaga-lembaga keuangan internasional untuk membantu menyelesaikan masalah ini monikaseptian@gmail.com
  • 88.
    MASALAH PERBANKAN DANKREDIT MACET Besarnya utang luar negeri mengakibatkan permasalahan selanjutnya pada system perbankan. Banyak usaha yang macet karena meningkatnya beban utang mengakibatkan semakin banyaknya kredit yang macet sehingga beberapa bank mengalami kesulitan likuiditas. Kesulitan likuiditas makin parah ketika sebagian masyarakat kehilangan kepercayaannya terhadap sejumlah bank sehingga terjadi penarikan dana oleh masyarakat secarabesar-besaran (rush). Goncangan yang terjadi pada system perbankan menimbulkan goncangan yang lebih besar pada system perbankan secara keseluruhan, sehingga perekonomian juga akan terseret ke jurang kehancuran. Alasan-alasan di atas menyebabkan pemerintah memutuskan untuk menyelamatkan bank-bankyang mengalami masalah likuiditas tersebut dengan memberikan bantuan likuiditas. Namun untuk mengendalikan laju inflasi, bank sentral harus menarik kembali uang tersebut melalui operasi pasar terbuka. Hal ini dilakukan dengan meningkatnya suku bunga SBI. Kebijakan ini kemudian menimbulkan dilema karena peningkatan suku bunga menyebabkan beban bagi para peminjam (debitor). Akibatnya tingkat kredit macet di system perbankan meningkat dengan pesat. Dilema semakin kompleks di saat system perbankan mencoba mempertahankan likuiditasyang mereka miliki dengan meningkatkan suku bungan simpanan melebihi suku bunga pinjaman sehingga mereka mengalami kerugian yang berakibat pengikisan modal yang mereka miliki. monikaseptian@gmail.com
  • 89.
    MASALAH INFLASI Masalah inflasiyang terjadi di Indonesia tidak terlepas kaitannya dengan masalah krisis nilai tukar rupiah dan krisis perbankan yang selama ini terjadi. Pada tahun 2004 tingkat inflasi Indonesia pernah mencapai angka 10,5%. Ini terjadi karena harga barang-barang terus naik sebagai akibat dari dorongan permintaan yang tinggi. Tingginya laju inflasi tersebut jelas melebihi sasaran inflasi BI sehingga BI perlu melakukan pengetatan di bidang moneter. Pengetatan moneter tidak dapat dilakukan secara drastic dan berlebihan karena akan mengancam kelangsungan proses penyehatan perbankan dan program restrukturisasi perusahaan. monikaseptian@gmail.com
  • 90.
    PERTUMBUHAN EKONOMI DANPENGANGGURAN Menurunnya kualitas pertumbuhan ekonomi tahun 2005-2006 tercermin dari anjloknya daya serap pertumbuhan ekonomi terhadap angkatan kerja. Bila di masa lalu setiap 1% pertumbuhan ekonomi mampu menciptakan lapangan kerja hingga 240 ribu maka pada 2005-2006 setiap pertumbuhan ekonomi hanya mampu menghasilkan 40-50 ribu lapangan kerja. Berkurangnya daya serap lapangan kerja berarti meningkatnya penduduk miskin dan tingkat pengangguran. Untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan, pemerintah perlu menyelamatkan industry-industri padat karya dan perbaikan irigasi bagi pertanian monikaseptian@gmail.com
  • 91.
    KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAMBIDANG EKONOMI 1. Kebijakan Fiskal • Kebijakan fiskal merupakan kebijakan yang ditempuh pemerintah dalam perpajakan dan pengeluaran pemerintah/ anggaran untuk memengaruhi pengeluaran agregat. Contohnya pengenaan pajak penghasilan dan pengenaan cukai rokok. 2. Kebijakan Moneter • Kebijakan moneter merupakan kebijakan yang ditempuh pemerintah/ bank sentral dalam penawaran uang dan kebijakan suku bunga untuk memengaruhi pengeluaran agregat. Contohnya pemerintah menerapkan jumlah uang yang beredar di masyarakat dan peningkatan suku bunga bank. 3. Kebijakan segi penawaran • Kebijakan segi penawaran adalah kebijakan pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi perusahaan, sehingga barang dan jasa yang ditawarkan lebih banyak dan lebih murah. Contohnya pemerintah memberikan bantuan subsidi kepada pengusaha kecil menengah. 4. Kebijakan Energi • Kebijakan energi adalah kebijakan dalam menggunakan energi seefisien dan seoptimal mungkin yang didalamnya terdapat usaha penghematan energi. Misalnya kebijakan konfersi minyak tanah ke gas LPG guna penghematan penggunaan bahan bakar minyak oleh masyarakat. 5. Kebijakan Penetapan Harga • Kebijakan penetapan harga adalah kebijakan dalam menentukan harga-harga pada tingkat tertentu pada komoditas yang menguasai hajat hidup orang banyak. Contohnya penetapan tarif dasar listrik oleh pemerintah. 6. Kebijakan Neraca Pembayaran • Merupakan kebijakan yang digunakan untuk memantau keadaan neraca pembayaran guna memengaruhi nilai tukar. Contohnya larangan impor atau kuota produk tertentu dilakukan guna melindungi para pengusaha lokal dari serbuan produk asing monikaseptian@gmail.com
  • 92.
    BAB X PERDAGANGAN LUARNEGERI monikaseptian@gmail.com
  • 93.
    Pengertian Perdagangan LuarNegeri • Perdagangan luar negeri atau bisa disebut juga perdagangan internasional adalah kesepakatan perdagangan yang dilakukan antara penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain. Bisa individu dengan individu , individu dengan pemerintah maupun pemerintah dengan pemerintah. Mengapa Terjadi Perdagangan Internasional ?? • Adam Smith mengemukakan teori yang disebut Theory of Absolute Advantage (teori keunggulan mutlak). Menurut teori ini suatu negara disebut memiliki keunggulan mutlak dibandingkan negara lain apabila negara tersebut dapat memproduksi barang atau jasa yang tidak dapat diproduksi negara lain. monikaseptian@gmail.com
  • 94.
    PERDAGANGAN INTERNASIONAL TERJADI 8Terjadinya era globalisasi sehingga tidak satu negara pun di dunia dapat hidup sendiri. 7 Keinginan membuka kerja sama, hubungan politik dan dukungan dari negara lain. 6 Adanya kesamaan selera terhadap suatu barang. 5 Adanya perbedaan keadaan seperti sumber daya alam, iklim, tenaga kerja, budaya, dan jumlah penduduk yang menyebabkan adanya perbedaan hasil produksi dan adanya keterbatasan produksi 4 Adanya kelebihan produk dalam negeri sehingga perlu pasar baru untuk menjual produk tersebut. Misalnya jepang yang banyak memproduksi mobil sehingga jepang mengekspor juga ke indonesia. 3 Adanya perbedaan kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mengolah sumber daya ekonomi 2 Keinginan memperoleh keuntungan dan meningkatkan pendapatan negara 1 Untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa dalam negeri monikaseptian@gmail.com
  • 95.
    FAKTOR PENGHAMBAT PERDAGANGANINTERNASIONAL  Menurut Amir M.S., pelaksanaan perdagangan luar negeri lebih rumit dan kompleks dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan dalam negeri. Kerumitan tersebut antara lain disebabkan karena adanya batas-batas politik dan kenegaraan yang dapat menghambat perdagangan, misalnya dengan adanya bea, tarif, atau quota barang impor.  Berikut adalah penghambat perdagangan internasional :  1. Tidak Amannya Suatu Negara  2. Adanya perbedaan budaya, bahasa, mata uang, taksiran dan timbangan, dan hukum dalam perdagangan.  3. Kebijakan Ekonomi Internasional yang Dilakukan oleh Pemerintah, Misalnya, pembatasan jumlah impor, pungutan biaya impor/ekspor yang tinggi, perijinan yang berbelit-belit.  4. Tidak Stabilnya Kurs Mata Uang Asing, membuat para eksportir maupun importir mengalami kesulitan dalam menentukan harga valuta asing yang berdampak pada harga penawaran maupun permintaan dalam perdagangan. monikaseptian@gmail.com
  • 96.
    KEBIJAKAN PERDAGANGAN LUARNEGERI Kebijakan perdagangan bebas • Kebijakan ini menghendaki perdagangan internasional berlangsung tanpa adanya hambatan apapun dari pemerintah, baik hambatan tarif maupun hambatan kuota. Kebijakan proteksi • Alasan kuat yang mendorong lahirnya kebijakan proteksionisme monikaseptian@gmail.com
  • 97.
    BENTUK KEBIJAKAN PROTEKSI 1.Tarif 2. Kuota 3. Dumping dan Diskriminasi harga 4. Subsidi 5. Larangan impor monikaseptian@gmail.com
  • 98.
    monikaseptian@gmail.com 1. Tarif Tarif adalahpajak yang dikenakan terhadap barang yang diperdagangkan. Efek kebijakan ini terlihat langsung pada kenaikan harga barang. Tarif yang paling umum adalah tarif atas barang-barang impor atau yang biasa disebut bea impor. Tujuan dari bea impor adalah membatasi permintaan konsumen terhadap produk- produk impor dan mendorong konsumen menggunakan produk domestik. Semakin tinggi tingkat proteksi suatu negara terhadap produk domestiknya, semakin tinggi pula tarif pajak yang dikenakan. Perbedaan utama antara tarif dan proteksi lainnya adalah bahwa tarif memberikan pemasuka kepada pemerintah sedangkan kuota tidak.
  • 99.
    monikaseptian@gmail.com 2. Kuota Kuota adalahpembatasan dalam jumlah barang yang diperdagangkan. Ada tiga macam : • Kuota impor adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diimpor, • kuota produksi adalah pembatasan dalam jumlah barang yang diproduksi, bertujuan untuk mengurangi jumlah ekspor • Kuota ekspor adalah pembatasan jumlah barang yang diekspor,agar negara pengekspor dapat memperoleh harga yang lebih tinggi. Tujuan utama pelaksanaan kuota adalah untuk melindungi produksi dalam negeri dari serbuan-serbuan luar negeri. Dampak kebijakan kuota bagi negara importir. • a. Harga barang melambung tinggi. • b. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi berkurang, • c. Meningktanya produksi di dalam negeri. Dampak kebijakan kuota bagi negara eksportir. • a. Harga barang turun, • b. Konsumsi terhadap barang tersebut menjadi bertambah, • c. Produksi di dalam negeri berkurang.
  • 100.
    monikaseptian@gmail.com 3 Kebijakan ini hanyaberlaku sementara, harga produk akan dinaikkan sesuai dengan harga pasar setelah berhasil merebut dan menguasai pasar internasional. Predatory dumping dilakukan dengan tujuan untuk mematikan persaingan di luar negeri. Setelah persaingan di luar negeri mati maka harga di luar negeri akan dinaikkan untuk menutup kerugian sewaktu melakukan predatory dumping. Praktik diskriminasi harga secara internasional disebut dumping, yaitu menjual barang di luar negeri dengan harga yang lebih rendah dari dalam negeri atau bahkan di bawah biaya produksi. Kebijakan dumping dapat meningkatkan volume perdagangan dan menguntungkan negara pengimpor, terutama menguntungkan konsumen mereka. Namun, negara pengimpor kadang mempunyai industri yang sejenis sehingga persaingan dari luar negeri ini dapat mendorong pemerintah negara pengimpor memberlakukan kebijakan anti dumping (dengan tarif impor yang lebih tinggi), atau sering disebut counterveiling duties. Hal ini dilakukan untuk menetralisir dampak subsidi ekspor yang diberikan oleh negara lain. 3. Dumping dan Diskriminasi harga
  • 101.
    monikaseptian@gmail.com 4. Subsidi Kebijakan subsidibiasanya diberikan untuk menurunkan biaya produksi barang domestik, sehingga diharapkan harga jual produk dapat lebih murah dan bersaing di pasar internasional. Tujuan dari subsidi ekspor adalah untuk mendorong jumlah ekspor, karena eksportir dapat menawarkan harga yang lebih rendah. Harga jual dapat diturunkan sebesar subsidi tadi. Namun tindakan ini dianggap sebagai persaingan yang tidak jujur dan dapat menjurus kea rah perang subsidi. Hal ini karena semua negara ingin mendorong ekspornya dengan cara memberikan subsidi
  • 102.
    monikaseptian@gmail.com 5. Larangan impor Kebijakanini dimaksudkan untuk melarang masuknya produk-produk asing ke dalam pasar domestik. Kebijakan ini biasanya dilakukan karena alasan politik dan ekonomi.
  • 103.
    DAMPAK PERDAGANGAN INTERNASIONAL Dampakpositif : • + menambah kesempatan kerja • + menambah kemakmuran suatu negara • + memperluas pasar • + menembah keuntungan perusahaan • + mendorong kemajuan IPTEK • + faktor untuk meningkatkan GDP • + warga negaranya dapat menikmati barang- barang dengan kualitas tinggi yang tidak diproduksi di dalam negeri Dampak negatif : • - ketergantungan kepada negara lain. • - masyarakat menjadi lebih konsumtif. • - pengusaha kecil yang tidak mampu bersaing menjadi gulung tikar. • - adanya persaingan yang tidak sehat dalam perdagangan monikaseptian@gmail.com
  • 104.
  • 105.
    TEORI PERTUMBUHAN EKONOMIHISTORIS, KLASIK, DAN NEOKLASIK Teori yang membahas pertumbuhan ekonomi yang dialami oleh negara ditinjau dari dua sudut. Pertama, membahas pertumbuhan ekonomi berdasarkan tahap-tahap tertentu (secara historis). Kedua, membahas pertumbuhan ekonomi berdasarkan penyebab- penyebabnya (secara analitis). monikaseptian@gmail.com
  • 106.
  • 107.
    TEORI PERTUMBUHAN EKONOMIHISTORIS  Aliran historis berkembang di Jerman dan kemunculannya merupakan reaksi terhadap pandangan kaum klasik yang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat dipercepat dengan revolusi industri, sedangkan aliran historis menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi dilakukan secara bertahap. Pelopor aliran historis antara lain, Frederich List, Karl Bucher, Bruno Hildebrand, Wegner Sombart, dan W.W. Rostow  Teori pertumbuhan ekonomi Frederich list (1789 - 1846)  Tahap-tahap pertumbuhan ekonomi menurut frederich list adalah tingkat-tingkat yang dikenal dengan sebutan Stuffen theorien (teori tangga). monikaseptian@gmail.com
  • 108.
    TAHAPAN-TAHAPAN PERTUMBUHAN EKONOMI MENURUTFREDERICH LIST  Masa berburu dan mengembara. Pada masa ini manusia belum memenuhi kebutuhan hidupnya sangat mengantungkan diri pada pemberian alam dan untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri  Masa berternak dan bertanam. Pada masa ini manusia sudah mulai berpikir untuk hidup menetap. Sehingga mereka bermata pencaharian bertanam  Masa Bertani dan kerajinan. Pada masa ini manusia sudah hidup menetap sambil memelihara tanaman yang mereka tanam kerajinan hanya mengajar usaha sampingan.  Masa kerajinan, Industri, dan perdagangan. Pada masa ini kerajinan bukan sebagai usaha sampingan melainkan sebagai kebutuhan untuk di jual ke pasar, sehingga industri berkembang dari industri kerajinan menjadi industri besar. monikaseptian@gmail.com
  • 109.
    TEORI PERTUMBUHAN EKONOMIKARL BUCHER (1847 - 1930) Rumah tangga tertutup Rumah tangga kota Rumah tangga bangsa Rumah tangga dunia monikaseptian@gmail.com
  • 110.
    TEORI PERTUMBUHAN EKONOMIBRUNO HILDEBRAND masa tukar-menukar dengan kredit masa tukar-menukar dengan uang masa tukar-menukar secara barter Bruno Hildebrand melihat pertumbuhan ekonomi masyarakat dari perkembangan alat tukar-menukarnya, monikaseptian@gmail.com
  • 111.
    TEORI PERTUMBUHAN EKONOMIWERNER SOMBART (1863 - 1947) Prakapitalisme (Varkapitalisme) Zaman kapitalis madya (buruh kapitalisme) Zaman kapitalai Raya (Hachkapitalismus) Zaman kapitalis akhir (spetkapitalismus) monikaseptian@gmail.com
  • 112.
    TEORI PERTUMBUHAN EKONOMIWALT WHITMEN ROSTOW (1916 - 1979) Masyakart tradisional (Teh Traditional Society) Persyaratan untuk lepas landas (Precondition for take off) Lepas landas (cake off) Perekonomian yang matang / dewasa (Matarty of economic) Masa ekonomi konsumsi tinggi (high mass consumption) monikaseptian@gmail.com
  • 113.
    TEORI PERTUMBUHAN EKONOMIKLASIK DAN NEOKLASIK  Teori pertumbuhan ekonomi klasik  Menurut pandangan ahli-ahli ekonomi klasik, ada 4 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu: jumlah penduduk, jumlah stok barang-barang modal, luas tanah dan kekayaan alam, serta tingkat teknologi yang digunakan. Dalam teori pertumbuhan mereka, dimisalkan luas tanah dan kekayaan alam adalah tetap jumlahnya dan tingkat teknologi tidak mengalami perubahan.  Berdasarkan kepada teori pertumbuhan ekonomi klasik yang baru diterangkan, dikemukakan suatu teori yang menjelaskan perkaitan di antara pendapatan per kapita dan jumlah penduduk. Teori tersebut dinamakan teori penduduk optimum. Teori pertumbuhan klasik dapat dilihat bahwa apabila terdapat kekurangan penduduk, produksi marjinal adalah lebih tinggi daripada pendapatan per kapita. Akan tetapi apabila penduduk semakin banyak, hukum hasil tambahan yang semakin berkurang akan mempengaruhi fungsi produksi, yaitu produksi marjinal akan mulai mengalami penurunan. Oleh karenanya pendapatan nasional dan pendapatan per kapita menjadi semakin lambat pertumbuhannya. monikaseptian@gmail.com
  • 114.
    TEORI PERTUMBUHAN EKONOMIMENURUT ADAM SMITH “An Inquiry into the nature and causes of the wealth of the nation”, teorinya yang dibuat dengan teori the invisible hands (Teori tangan-tangan gaib) Teori Pertumbuhan ekonomi Adam Smith ditandai oleh dua faktor yang saling berkaitan : • Pertumbuhan penduduk • Pertumbuhan output total Pertumbuhan output yang akan dicapai dipengaruhi oleh 3 komponen berikut ini. • sumber-sumber alam • tenaga kerja (pertumbuhan penduduk • jumlah persediaan monikaseptian@gmail.com
  • 115.
    TEORI PERTUMBUHAN EKONOMIDAVID RICARDO DAN T.R MALTHUS Menurut David Ricardo faktor pertumbuhan penduduk yang semakin besar hingga menjadi dua kali lipat pada suatu saat akan menyebabkan jumlah tenaga kerja melimpah. Pendapat Ricardo ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Thomas Robert Malthus, menyatakan bahwa makanan (hasil produksi) akan bertambah menurut deret hitung (satu, dua, dan seterusnya). Sedangkan penduduk akan bertambah menurut deret ukur (satu, dua, empat , delapan, enam belas, dan seterusnya) sehingga pada saat perekonomian akan berada pada taraf subisten atau kemandegan. monikaseptian@gmail.com
  • 116.
    TEORI PERTUMBUHAN EKONOMINEOKLASIK  Teori pertumbuhan Neo-klasik melihat dari sudut pandang yang berbeda, yaitu dari segi penawaran. Menurut teori ini, yang dikembangkan oleh Abramovits dan Solow pertumbuhan ekonomi tergantung kepada perkembangan faktor-faktor produksi. Dalam persamaan, pandangan ini dapat dinyatakan dengan persamaan:  AY = f (AK,AL,AT)  Dimana :  AY adalah tingkat pertumbuhan ekonomi  AK adalah tingkat pertumbuhan modal  AL adalah tingkat pertumbuhan penduduk  At adalah tingkat pertumbuhan teknologi  Analisis solow selanjutnya membentuk formula matematik untuk persamaan itu dan seterusnya membuat pembuktian secara kajian empiris untuk menunjukkan kesimpulan berikut: faktor terpenting yang mewujudkan pertumbuhan ekonomi bukanlah pertambahan modal dan pertambahan tenaga kerja. Faktor yang paling penting adalah kemajuan teknologi dan pertambahan kemahiran dan kepakaran tenaga kerja. monikaseptian@gmail.com
  • 117.
    TEORI PERTUMBUHAN EKONOMIROBERT SOLLOW Rober Sollow lahir pada tahun 1950 di Brookyn, ia seorang peraih nobel di bidang dibidang ilmu ekonomi pada tahun 1987. Robert Sollow menekankan perhatiannya pada pertumbuhan out put yang akan terjadi atas hasil kerja dua faktor input utama. Yaitu modal dan tenaga kerja. monikaseptian@gmail.com
  • 118.
    TEORI PERTUMBUHAN EKONOMIHARROD DAN DOMAR RF. Harrod dan Evsey Domar tahun 1947 pertumbhan ekonomi menurut Harrod dan domar akan terjadi apabila ada peningkatan produktivitas modal (MEC) dan produktivitas tenaga kerja. monikaseptian@gmail.com
  • 119.
    TEORI PERTUMBUHAN EKONOMIJOSEPH SCHUMPETER Menurut J. Schumpeter, pertumbuhan ekonomi suatu negara ditentukan oleh adanya proses inovasi-inovasi (penemuan- penemuan baru di bidang teknologi produksi) yang dilakukan oleh para pengusaha. Tanpa adanya inovasi, tidak ada pertumbuhan ekonomi monikaseptian@gmail.com
  • 120.
    TERIMAKASIH BANYAK SAYA UCAPKAN KEPADAIBU NOVI, SEMOGA ILMU YANG ANDA BERIKAN BISA JADI PAHALA YANG TAK PERNAH PUTUS DAN BERGUNA UNTUK KAMI (ANAK DIDIK IBU) monikaseptian@gmail.com