BANK SENTRAL, SISTEM PEMBAYARAN,
DAN ALAT PEMBAYARAN
By: Dolores Silvia., S.Pd., MM
SMA Santo Aloysius
Ekonomi X
1
BANK SENTRAL dan SISTEM PEMBAYARAN
The Power of PowerPoint | thepopp.com 2
PETA KONSEP
3
Pengertian Bank Sentral
Bank Sentral merupakan badan keuangan, yang pada
umumnya dimiliki pemerintah, yang bertugas untuk
mengatur kestabilan badan-badan keuangan, serta
menjamin agar kegiatan badan-badan keuangan tersebut
dapat menciptakan tingkat kegiatan ekonomi yang stabil dan
tinggi.
Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (menurut
penjelasan UUD 45 pasal 23 ayat 3 yang diubah dalam UU RI
no 3 tahun 2004) Bank Indonesia merupakan lembaga
negara yang independen dalam melaksanakann tugas dan
wewenangnya, bebas dari campur tangan pemerintah/
pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur
dalam undang-undang.
The Power of PowerPoint | thepopp.com 4
Mengapa Bank Sentral Tidak di Bawah Pemerintah?
week-6
5
ekmakro08-ittelkom-mna
Sejarah BI
– berdasarkan UU Bank Indonesia (UU No.
11 tahun 1953) BI lahir sebagai hasil
nasionalisasi De Javasche Bank.
– melalui UU N0.13 tahun 1968 tentang
Bank Sentral, peran BI sebagai Bank
sentral.
– 17 mei 2000, UU N0.23 tahun 1999
ditetapkan sebagai pengganti UU N0.13
tahun 1968, isinya memberikan status dan
kedudukan Bank Indonesia sebagai Bank
Sentral yang independen dan bebas dari
campur tangan pihak luar termasuk
pemerintah.
6
Tujuan Bank Indonesia
Bank Indonesia dalam kapasitasnya sebagai bank sentral
memiliki tujuan tunggal yakni mencapai dan memelihara
kestabilan nilai rupiah yang terdiri dari 2 aspek yaitu:
1. Kestabilan mata uang terhadap barang dan saja
2. Kestabilan terhadap mata uang asing
7
Tiga Pilar Utama Bank Indonesia
​​Untuk mencapai tujuan tungal
tersebut Bank Indonesia
didukung oleh tiga pilar yang
merupakan tiga bidang
tugasnya. Ketiga bidang tugas
tersebut perlu diintegrasi
agar tujuan mencapai dan
memelihara kestabilan nilai
rupiah dapat dicapai secara
efektif dan efisien. Berikut
tugas dan fungsi Bank
Indonesia yang telah
dituangkan dalam bentuk
gambar berisi tiga pilar. ​
8
Dalam struktur moneter fungsi bank sentral adalah sebgai
pengendali peredaran uang. Fungsi tersebut antara lain:
BANK SIRKULASI
BANKER’S BANK
LENDER OF LAST RESORT
PELAKSANA KEBIJAKAN
MONETER
9
Tugas Bank Indonesia
Tugas :
1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
2. Mengatur dan menjaga sistem pembayaran
3. Mengatur dan mengawasi bank
10
Wewenang Bank Indonesia
Wewenang:
1. Menetetapkan sasaran moneter dengan memperhatikan laju inflasi
2. Melakukan pengendalian dengan cara yang termasuk tetapi tidak terbatas:
 Operasi pasar terbuka dipasar uang baik maupun valuta asing
 Penetapan tingkat diskonto
 Penetapan cadangan wajib minimum
 Pengaturan kredit dan pembiayaan
3. Menetapkan penggunaan alat instrumen pembayaran
4. Memberikan izin penyelenggaraan sistem pembayaran
5. Mewajibkan penyelenggara sistem pembayaran untuk menyampaikan
laporan kegiatan
6. Mengenakan sanksi terhadap bank sesuai peraturan perundang-undangan
7. Menetapakn peraturan
8. Memberikan dan mencabut izin ataskelembagaan dan kegiatan usaha
tertentu dari bank
9. Mengawasi bank, baik secara individu maupun sebagai sistem perbankan
Perbedaan Bank Sentral dengan Bank Umum
1. Lembaga yang tidak mencari
keuntungan
2. Kegiatan bank dikelola oleh
pemerintah
3. Bertindak sebagai pengawas
dan pembina bank
4. Dapat secara langsung
mempengaruhi kegiatan usaha
bank
5. Mengeluarkan uang kertas dan
uang logam
6. Tidak memiliki saingan
7. Bertindak sebagai Lender of
The Last Resort bagi perbankan
8. Tidak melayani jasa perbankan
bagi individu dan perusahaan
non-Lembaga Keuangan
1.Merupakan badan usaha yang
mencari untung
2.Umumnya secara kuantitas dimiliki
dan dikelola oleh pihak swasta
3.Diawasi dan dibina oleh bank
sentral
4.Kegiatan operasinya dipengaruhi
oleh bank sentral
5.Hanya dapat menciptakan uang
giral
6.Melakukan persaingan antar bank
7.Harus memiliki rekening pada bank
sentral
8.Melayani baik pribadi maupun
perusahaan (masyarakat) secara
umum
Bank Sentral : Bank Umum
:
12
Bank Indonesia dan Stablilitas Sistem Keuangan
Stabilitas sistem keuangan adalah suatu kondisi
yang memungkinkan sistem keuangan nasional
berfungsi efektif dan efisien serta mampu bertahan
terhadap kerentanan internal dan eksternal,
sehingga alokasi sumber pendanaan atau
pembiayaan dapat berkontribusi pada pertumbuhan
dan stabilitas perekonomian nasional
Bank Indonesia sebagai bank sentral memiliki
kepentingan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan
dqalam rangka menopang perekonomian. Hal ini juga
terkait dengan fungsi BI sebagai lender of last resort
yaitu otoritas yang berwenang menyediakan likuiditas
pada saat krisis. Disisi lain BI merupakan otoritas yang
memegang mandat moneter serta sistem pembayaran
13
Bank Indonesia dan Stablilitas Sistem Keuangan (SSK)
Sebenarnya Stabilitas Sistem Keuangan belum
memiliki definisi yang baku yang diterima secara
internasional. Oleh karena itu, muncul beberapa
definisi mengenai SSk yang pada intinya
mengatakan bahwa suatu sistem keuangan
memasuki tahap tidak stabil pada saat sistem
tersebut telah membahayakan dan menghambat
kegiatan ekonomi
14
Peran Bank Indonesia Dalam Stabilitas Sistem Keuangan
1. Bank Indonesia memiliki tugas untuk menjaga
stabilitas moneter antara lain melalui instrumen suku
bunga dari operasi pasar terbuka
2. Bank Indonesia memiliki peran vital dalam
menciptakan kinerja lembaga keuangan yang sehat
khususnya perbankan dalam mekanisme pengawasan
dan regulasi
3. Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk mengatur
dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
4. Melalui fungsinya dalam riset dan pemantauan BI
dapat mengakses informasi yang mengancam
stabilitas keuangan
5. BI memiliki fungsi sebagai jaring pengaman sistem
keuangan (lender of the last resort)
The Power of PowerPoint | thepopp.com 15
SISTEM PEMBAYARAN
Pengertian Sistem Pembayaran
Sistem Pembayaran adalah sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga
dan mekanisme yang digunakan untuk melaksanakan pemindahan dana guna
memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi. Sistem
pembayarana juga bisa disebut sebagai suatu cara yang disepakati untuk
mentransfer nilai (value) antara pembeli dan penjual dalam suatu transaksi
17
18
19
1. Alat pembayaran (payment instruments)
Setiap transaksi pembayaran memerlukan beberapa bentuk alat pembayaran yang memenuhi standar fisik,
hukum dan peraturan. Alat pembayaran dapat dikelompokkan atas alat pembayaran tunai dan alat
pembayaran nontunai. Alat pembayaran tunai contoh sederhana dari alat pembayaran. Alat pembayaran tunai
lebih banyak memakai uang kartal (uang kertas dan logam). Sementara itu, alat pembayaran nontunai
memerlukan penggunaan satu atau lebih untuk menyelesaikan transaksi.
2. Sistem pembayaran yang memproses berbagai instrumen pembayaran (interbank fund transfer system).
Variasi cukup banyak tergantung pada alat pembayaran yang diprosesnya. Faktor penting yang memengaruhi
pengoprasian sistem transfer dana antarbank adalah penggunaan teknologi informasi. Pengolahan data
elektronik dan telekomunikasi, misalnya, telah memungkinkan pengenalan Real Time Gross Settlement System
(RTGS). RTGS adalah proses penyelesaian akhir transaksi (settlement) pembayaran yang dilakukan per
transaksi dan bersifat real time.
3. Lembaga yang memproses sistem pembayaran (payment systems operators).
Di Indonesia lembaga tersebut antara lain:
1) BI-RTGS & SKNBI
2) PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)
3) Switching atau penyelenggara kliring Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK)
KOMPONEN YANG MEMBENTUK SISTEM PEMBAYARAN
20
Adapun peran sistem pembayaran dalam perekonomian adalah sebagai berikut:
1. Menjamin kelancaran pasar sebagai tempat di mana transaksi terjadi.
2. Memungkinkan terjadinya spesialisasi pada produksi.
3. Membantu menentukan seberapa efisien transaksi dilakukan dandiselesaikan
4. Mempengaruhi tingkat dan laju pertumbuhan ekonomi serta efisien pasar keuangan.
5. Elemen penting dalam infrastruktur keuangan untuk mendukung terciptanya stabilitas
sistem keuangan.
6. Sebagai channel utama transmisi kebijakan moneter untuk mendukung kebijakan
pengendalian moneter yang lebih efektif dan efisien.
7. Mendukung efisiensi dan efektivitas fungsi intermediasi lembaga keuangan.
8. Mendorong mobilitas aliran dana secara lebih cepat melalui layanan sistem pembayaran
yang lebih beragam.
PERAN SISTEM PEMBAYARAN
Thank You for Watching!

Bank sentral (bi), sistem pembayaran, dan alat pembayaran

  • 1.
    BANK SENTRAL, SISTEMPEMBAYARAN, DAN ALAT PEMBAYARAN By: Dolores Silvia., S.Pd., MM SMA Santo Aloysius Ekonomi X 1 BANK SENTRAL dan SISTEM PEMBAYARAN
  • 2.
    The Power ofPowerPoint | thepopp.com 2 PETA KONSEP
  • 3.
    3 Pengertian Bank Sentral BankSentral merupakan badan keuangan, yang pada umumnya dimiliki pemerintah, yang bertugas untuk mengatur kestabilan badan-badan keuangan, serta menjamin agar kegiatan badan-badan keuangan tersebut dapat menciptakan tingkat kegiatan ekonomi yang stabil dan tinggi. Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia (menurut penjelasan UUD 45 pasal 23 ayat 3 yang diubah dalam UU RI no 3 tahun 2004) Bank Indonesia merupakan lembaga negara yang independen dalam melaksanakann tugas dan wewenangnya, bebas dari campur tangan pemerintah/ pihak lain, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang-undang.
  • 4.
    The Power ofPowerPoint | thepopp.com 4 Mengapa Bank Sentral Tidak di Bawah Pemerintah?
  • 5.
    week-6 5 ekmakro08-ittelkom-mna Sejarah BI – berdasarkanUU Bank Indonesia (UU No. 11 tahun 1953) BI lahir sebagai hasil nasionalisasi De Javasche Bank. – melalui UU N0.13 tahun 1968 tentang Bank Sentral, peran BI sebagai Bank sentral. – 17 mei 2000, UU N0.23 tahun 1999 ditetapkan sebagai pengganti UU N0.13 tahun 1968, isinya memberikan status dan kedudukan Bank Indonesia sebagai Bank Sentral yang independen dan bebas dari campur tangan pihak luar termasuk pemerintah.
  • 6.
    6 Tujuan Bank Indonesia BankIndonesia dalam kapasitasnya sebagai bank sentral memiliki tujuan tunggal yakni mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah yang terdiri dari 2 aspek yaitu: 1. Kestabilan mata uang terhadap barang dan saja 2. Kestabilan terhadap mata uang asing
  • 7.
    7 Tiga Pilar UtamaBank Indonesia ​​Untuk mencapai tujuan tungal tersebut Bank Indonesia didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugasnya. Ketiga bidang tugas tersebut perlu diintegrasi agar tujuan mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah dapat dicapai secara efektif dan efisien. Berikut tugas dan fungsi Bank Indonesia yang telah dituangkan dalam bentuk gambar berisi tiga pilar. ​
  • 8.
    8 Dalam struktur moneterfungsi bank sentral adalah sebgai pengendali peredaran uang. Fungsi tersebut antara lain: BANK SIRKULASI BANKER’S BANK LENDER OF LAST RESORT PELAKSANA KEBIJAKAN MONETER
  • 9.
    9 Tugas Bank Indonesia Tugas: 1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter 2. Mengatur dan menjaga sistem pembayaran 3. Mengatur dan mengawasi bank
  • 10.
    10 Wewenang Bank Indonesia Wewenang: 1.Menetetapkan sasaran moneter dengan memperhatikan laju inflasi 2. Melakukan pengendalian dengan cara yang termasuk tetapi tidak terbatas:  Operasi pasar terbuka dipasar uang baik maupun valuta asing  Penetapan tingkat diskonto  Penetapan cadangan wajib minimum  Pengaturan kredit dan pembiayaan 3. Menetapkan penggunaan alat instrumen pembayaran 4. Memberikan izin penyelenggaraan sistem pembayaran 5. Mewajibkan penyelenggara sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan kegiatan 6. Mengenakan sanksi terhadap bank sesuai peraturan perundang-undangan 7. Menetapakn peraturan 8. Memberikan dan mencabut izin ataskelembagaan dan kegiatan usaha tertentu dari bank 9. Mengawasi bank, baik secara individu maupun sebagai sistem perbankan
  • 11.
    Perbedaan Bank Sentraldengan Bank Umum 1. Lembaga yang tidak mencari keuntungan 2. Kegiatan bank dikelola oleh pemerintah 3. Bertindak sebagai pengawas dan pembina bank 4. Dapat secara langsung mempengaruhi kegiatan usaha bank 5. Mengeluarkan uang kertas dan uang logam 6. Tidak memiliki saingan 7. Bertindak sebagai Lender of The Last Resort bagi perbankan 8. Tidak melayani jasa perbankan bagi individu dan perusahaan non-Lembaga Keuangan 1.Merupakan badan usaha yang mencari untung 2.Umumnya secara kuantitas dimiliki dan dikelola oleh pihak swasta 3.Diawasi dan dibina oleh bank sentral 4.Kegiatan operasinya dipengaruhi oleh bank sentral 5.Hanya dapat menciptakan uang giral 6.Melakukan persaingan antar bank 7.Harus memiliki rekening pada bank sentral 8.Melayani baik pribadi maupun perusahaan (masyarakat) secara umum Bank Sentral : Bank Umum :
  • 12.
    12 Bank Indonesia danStablilitas Sistem Keuangan Stabilitas sistem keuangan adalah suatu kondisi yang memungkinkan sistem keuangan nasional berfungsi efektif dan efisien serta mampu bertahan terhadap kerentanan internal dan eksternal, sehingga alokasi sumber pendanaan atau pembiayaan dapat berkontribusi pada pertumbuhan dan stabilitas perekonomian nasional Bank Indonesia sebagai bank sentral memiliki kepentingan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dqalam rangka menopang perekonomian. Hal ini juga terkait dengan fungsi BI sebagai lender of last resort yaitu otoritas yang berwenang menyediakan likuiditas pada saat krisis. Disisi lain BI merupakan otoritas yang memegang mandat moneter serta sistem pembayaran
  • 13.
    13 Bank Indonesia danStablilitas Sistem Keuangan (SSK) Sebenarnya Stabilitas Sistem Keuangan belum memiliki definisi yang baku yang diterima secara internasional. Oleh karena itu, muncul beberapa definisi mengenai SSk yang pada intinya mengatakan bahwa suatu sistem keuangan memasuki tahap tidak stabil pada saat sistem tersebut telah membahayakan dan menghambat kegiatan ekonomi
  • 14.
    14 Peran Bank IndonesiaDalam Stabilitas Sistem Keuangan 1. Bank Indonesia memiliki tugas untuk menjaga stabilitas moneter antara lain melalui instrumen suku bunga dari operasi pasar terbuka 2. Bank Indonesia memiliki peran vital dalam menciptakan kinerja lembaga keuangan yang sehat khususnya perbankan dalam mekanisme pengawasan dan regulasi 3. Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran 4. Melalui fungsinya dalam riset dan pemantauan BI dapat mengakses informasi yang mengancam stabilitas keuangan 5. BI memiliki fungsi sebagai jaring pengaman sistem keuangan (lender of the last resort)
  • 15.
    The Power ofPowerPoint | thepopp.com 15 SISTEM PEMBAYARAN
  • 16.
    Pengertian Sistem Pembayaran SistemPembayaran adalah sistem yang mencakup seperangkat aturan, lembaga dan mekanisme yang digunakan untuk melaksanakan pemindahan dana guna memenuhi suatu kewajiban yang timbul dari suatu kegiatan ekonomi. Sistem pembayarana juga bisa disebut sebagai suatu cara yang disepakati untuk mentransfer nilai (value) antara pembeli dan penjual dalam suatu transaksi
  • 17.
  • 18.
  • 19.
    19 1. Alat pembayaran(payment instruments) Setiap transaksi pembayaran memerlukan beberapa bentuk alat pembayaran yang memenuhi standar fisik, hukum dan peraturan. Alat pembayaran dapat dikelompokkan atas alat pembayaran tunai dan alat pembayaran nontunai. Alat pembayaran tunai contoh sederhana dari alat pembayaran. Alat pembayaran tunai lebih banyak memakai uang kartal (uang kertas dan logam). Sementara itu, alat pembayaran nontunai memerlukan penggunaan satu atau lebih untuk menyelesaikan transaksi. 2. Sistem pembayaran yang memproses berbagai instrumen pembayaran (interbank fund transfer system). Variasi cukup banyak tergantung pada alat pembayaran yang diprosesnya. Faktor penting yang memengaruhi pengoprasian sistem transfer dana antarbank adalah penggunaan teknologi informasi. Pengolahan data elektronik dan telekomunikasi, misalnya, telah memungkinkan pengenalan Real Time Gross Settlement System (RTGS). RTGS adalah proses penyelesaian akhir transaksi (settlement) pembayaran yang dilakukan per transaksi dan bersifat real time. 3. Lembaga yang memproses sistem pembayaran (payment systems operators). Di Indonesia lembaga tersebut antara lain: 1) BI-RTGS & SKNBI 2) PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) 3) Switching atau penyelenggara kliring Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) KOMPONEN YANG MEMBENTUK SISTEM PEMBAYARAN
  • 20.
    20 Adapun peran sistempembayaran dalam perekonomian adalah sebagai berikut: 1. Menjamin kelancaran pasar sebagai tempat di mana transaksi terjadi. 2. Memungkinkan terjadinya spesialisasi pada produksi. 3. Membantu menentukan seberapa efisien transaksi dilakukan dandiselesaikan 4. Mempengaruhi tingkat dan laju pertumbuhan ekonomi serta efisien pasar keuangan. 5. Elemen penting dalam infrastruktur keuangan untuk mendukung terciptanya stabilitas sistem keuangan. 6. Sebagai channel utama transmisi kebijakan moneter untuk mendukung kebijakan pengendalian moneter yang lebih efektif dan efisien. 7. Mendukung efisiensi dan efektivitas fungsi intermediasi lembaga keuangan. 8. Mendorong mobilitas aliran dana secara lebih cepat melalui layanan sistem pembayaran yang lebih beragam. PERAN SISTEM PEMBAYARAN
  • 21.
    Thank You forWatching!