TEKNIK RISET
  OPERASI

  NURHALIMA

   CHAPTER.1


          NURHALIMA   1
METODE SIMPLEKS
 Metode Simpleks adalah metode
  penentuan solusi optimal menggunakan
  simpleks didasarkan pada teknik
  eliminasi Gauss Jordan.
 Ada beberapa istilah yang sangat sering
  kita gunakan dalam metode
  simpleks, diantaranya iterasi, variabel
  non-basis, variabel basis, solusi atau
  nilai kanan, variabel slack, variabel
  surplus, variabel buatan, kolom
  pivot, baris pivot, elemen pivot, variabel
  masuk dan variabel keluar.
                          NURHALIMA            2
BENTUK UMUM
 Fungsi kendala dengan pertidaksamaan
  ≤ dalam bentuk umum, diubah menjadi
  persamaan (=) dengan menambahkan
  satu variabel slack.
 Fungsi kendala dengan pertidaksamaan
  ≥ dalam bentuk umum, dirubah menjadi
  persamaan (=) dengan mengurangkan
  satu variabel surplus.
 Fungsi kendala dengan persamaan
  dalam bentuk umum ditambahkan satu
  artificial variable (variabel buatan).
                       NURHALIMA           3
CONTOH KASUS
   Maksimumkan         z = 2x1 + 3x2
   Terhadap :          10x1 + 5x2 ≤ 600
                  6x1 + 20x2 ≤ 600
                  8x1 + 15x2 ≤ 600
                  x1, x2 ≥ 0
    Bentuk di atas juga merupakan bentuk
    umum. Perubahan ke dalam bentuk
    baku hanya membutuhkan variabel
    slack, karena semua fungsi kendalanya
    menggunakan bentuk pertidaksamaan ≤
    dalam bentuk umumnya.

                         NURHALIMA          4
 Bentuk bakunya adalah sebagai berikut :
 Maksimumkan          z = 2x1 + 3x2 + 0s1 +
  0s2 + 0s3
 Terhadap :           10x1 + 5x2 + s1 = 600
                 6x1 + 20x2 + s2 = 600
                 8x1 + 15x2 + s3 = 600
                 x1, x2, s1. s2, s3 ≥ 0
  dimana s1, s2, dan s3 merupakan
  variabel slack.

                         NURHALIMA             5
PEMBENTUKAN TABEL
SIMPLEKSmaka tabel awal simpleksnya adalah
Gunakan kasus di atas




                             NURHALIMA       6
LANGKAH-LANGKAH PENYELESAIAN
 Periksa apakah tabel layak atau tidak. Kelayakan
  tabel simpleks dilihat dari solusi (nilai kanan).
  Jika solusi ada yang bernilai negatif, maka tabel
  tidak layak. Tabel yang tidak layak tidak dapat
  diteruskan untuk dioptimalkan.
 Tentukan kolom pivot. Penentuan kolom pivot
  dilihat dari koefisien fungsi tujuan (nilai di
  sebelah kanan baris z) dan tergantung dari
  bentuk tujuan. Jika tujuan berupa
  maksimasi, maka kolom pivot adalah kolom
  dengan koefisien negatif terbesar. Jika tujuan
  minimasi, maka kolom pivot adalah kolom
  dengan koefisien positif terkecil. Tidak digunakan
  kata-kata nilai terkecil dan terbesar karena dalam
  metode ini tidak memilih nilai terkecil dan
  terbesar.
                              NURHALIMA            7
 Jika kolom pivot ditandai dan ditarik ke atas, maka kita
  akan mendapatkan variabel keluar. Jika nilai negatif
  terbesar (untuk tujuan maksimasi) atau positif terbesar
  (untuk tujuan minimasi) lebih dari satu, pilih salah satu
  secara sembarang.
 Tentukan baris pivot. Baris pivot ditentukan setelah
  membagi nilai solusi dengan nilai kolom pivot yang
  bersesuaian (nilai yang terletak dalam satu baris).
  Dalam hal ini, nilai negatif dan 0 pada kolom pivot tidak
  diperhatikan, artinya tidak ikut menjadi pembagi. Baris
  pivot adalah baris dengan rasio pembagian terkecil.
  Rasio pembagian tidak mungkin bernilai negatif, karena
  nilai kanan tidak negatif demikian juga dengan nilai
  kolom pivot.
 Jika baris pivot ditandai dan ditarik ke kiri, maka kita
  akan mendapatkan variabel keluar. Jika rasio
  pembagian terkecil lebih dari satu, maka pilih salah satu
  secara sembarang.
                                  NURHALIMA               8
X2 adalah variabel masuk dan s2 adalah variabel keluar. Elemen
pivot adalah 20.



                                        NURHALIMA                9
Iterasi 1




Perhitungan dilanjutkan ke iterasi 2.
Variabel masuk adalah x1 dan variabel keluar adalah s3




                                         NURHALIMA       10
ITERASI II




 Tabel sudah optimal sehingga perhitungan iterasi dihentikan.




                                       NURHALIMA                11
THANK U 




     NURHALIMA   12

Teknik riset operasi ppt.1

  • 1.
    TEKNIK RISET OPERASI NURHALIMA CHAPTER.1 NURHALIMA 1
  • 2.
    METODE SIMPLEKS  MetodeSimpleks adalah metode penentuan solusi optimal menggunakan simpleks didasarkan pada teknik eliminasi Gauss Jordan.  Ada beberapa istilah yang sangat sering kita gunakan dalam metode simpleks, diantaranya iterasi, variabel non-basis, variabel basis, solusi atau nilai kanan, variabel slack, variabel surplus, variabel buatan, kolom pivot, baris pivot, elemen pivot, variabel masuk dan variabel keluar. NURHALIMA 2
  • 3.
    BENTUK UMUM  Fungsikendala dengan pertidaksamaan ≤ dalam bentuk umum, diubah menjadi persamaan (=) dengan menambahkan satu variabel slack.  Fungsi kendala dengan pertidaksamaan ≥ dalam bentuk umum, dirubah menjadi persamaan (=) dengan mengurangkan satu variabel surplus.  Fungsi kendala dengan persamaan dalam bentuk umum ditambahkan satu artificial variable (variabel buatan). NURHALIMA 3
  • 4.
    CONTOH KASUS  Maksimumkan z = 2x1 + 3x2  Terhadap : 10x1 + 5x2 ≤ 600 6x1 + 20x2 ≤ 600 8x1 + 15x2 ≤ 600 x1, x2 ≥ 0 Bentuk di atas juga merupakan bentuk umum. Perubahan ke dalam bentuk baku hanya membutuhkan variabel slack, karena semua fungsi kendalanya menggunakan bentuk pertidaksamaan ≤ dalam bentuk umumnya. NURHALIMA 4
  • 5.
     Bentuk bakunyaadalah sebagai berikut :  Maksimumkan z = 2x1 + 3x2 + 0s1 + 0s2 + 0s3  Terhadap : 10x1 + 5x2 + s1 = 600 6x1 + 20x2 + s2 = 600 8x1 + 15x2 + s3 = 600 x1, x2, s1. s2, s3 ≥ 0 dimana s1, s2, dan s3 merupakan variabel slack. NURHALIMA 5
  • 6.
    PEMBENTUKAN TABEL SIMPLEKSmaka tabelawal simpleksnya adalah Gunakan kasus di atas NURHALIMA 6
  • 7.
    LANGKAH-LANGKAH PENYELESAIAN  Periksaapakah tabel layak atau tidak. Kelayakan tabel simpleks dilihat dari solusi (nilai kanan). Jika solusi ada yang bernilai negatif, maka tabel tidak layak. Tabel yang tidak layak tidak dapat diteruskan untuk dioptimalkan.  Tentukan kolom pivot. Penentuan kolom pivot dilihat dari koefisien fungsi tujuan (nilai di sebelah kanan baris z) dan tergantung dari bentuk tujuan. Jika tujuan berupa maksimasi, maka kolom pivot adalah kolom dengan koefisien negatif terbesar. Jika tujuan minimasi, maka kolom pivot adalah kolom dengan koefisien positif terkecil. Tidak digunakan kata-kata nilai terkecil dan terbesar karena dalam metode ini tidak memilih nilai terkecil dan terbesar. NURHALIMA 7
  • 8.
     Jika kolompivot ditandai dan ditarik ke atas, maka kita akan mendapatkan variabel keluar. Jika nilai negatif terbesar (untuk tujuan maksimasi) atau positif terbesar (untuk tujuan minimasi) lebih dari satu, pilih salah satu secara sembarang.  Tentukan baris pivot. Baris pivot ditentukan setelah membagi nilai solusi dengan nilai kolom pivot yang bersesuaian (nilai yang terletak dalam satu baris). Dalam hal ini, nilai negatif dan 0 pada kolom pivot tidak diperhatikan, artinya tidak ikut menjadi pembagi. Baris pivot adalah baris dengan rasio pembagian terkecil. Rasio pembagian tidak mungkin bernilai negatif, karena nilai kanan tidak negatif demikian juga dengan nilai kolom pivot.  Jika baris pivot ditandai dan ditarik ke kiri, maka kita akan mendapatkan variabel keluar. Jika rasio pembagian terkecil lebih dari satu, maka pilih salah satu secara sembarang. NURHALIMA 8
  • 9.
    X2 adalah variabelmasuk dan s2 adalah variabel keluar. Elemen pivot adalah 20. NURHALIMA 9
  • 10.
    Iterasi 1 Perhitungan dilanjutkanke iterasi 2. Variabel masuk adalah x1 dan variabel keluar adalah s3 NURHALIMA 10
  • 11.
    ITERASI II Tabelsudah optimal sehingga perhitungan iterasi dihentikan. NURHALIMA 11
  • 12.
    THANK U  NURHALIMA 12