UJI ASUMSI KLASIK

             Oleh:
     Dr. Suliyanto, SE,MM



    http://management-unsoed.ac.id
             Uji Asumsi Klasik
                 Download




                                     1
Materi
 Uji Asumsi Klasik
  – Normalitas
  – Multikolinieritas
 Uji Asumsi Klasik

  – Heteroskedastisitas
  – Linieritas
  – Outokorelasi
                          2
UJI ASUMSI KLASIK

1.   Uji Normalitas
2.   Uji Non-Multikolinieritas
3.   Uji Non-Heteroskedastisitas
4.   Uji Linieritas
5.   Uji Non-Otokorelasi (time series)



                                  3
Yang Dimaksud dengan Kurva
             Normal
 Distribusi normal merupakan suatu
  kurve berbentuk lonceng.
 Penyebab data tidak normal, karena

  terdapat nilai ekstrim dalam data seri
  yang diambil.
 Nilai ektrim adalah nilai yang terlalu

  rendah atau terlalu tinggi.


                                           4
Penyebab Munculnya Nilai
          Ekstrim
1. Kesalahan dalam pengambilan unit sampel.
   Cara mengatasi: Mengganti unit sampel.
1. Kesalahan dalam menginput data.
   Cara mengatasi: Memperbaiki input data yang
   salah.
3. Data memang aneh dibanding lainnya.
   Cara mengatasi: Tambah ukuran sampel atau
   dengan membuang data yang aneh tersebut.




                                                 5
Kapan Data Dikatakan Normal




Ekstrim Rendah                       Ektrim Tinggi

           -2,58       0      2,58




        Pada α=0,01



Ekstrim Rendah                       Ektrim Tinggi

           -1,96       0      1,96



        Pada α=0,05
                                                     6
Berikut ini manakah data yang
                      Ekstrim



Ekstrim                             Ektrim
Rendah                              Tinggi
      -2,58         0        2,58




          xi − x 50.000 − 63.333
 Z=             =                = −0439
            δ        31.734




                                             7
UJI NORMALITAS
PENGERTIAN UJI NORMALITAS
 Uji   normalitas di maksudkan untuk
  mengetahui         apakah         residual
  terstandarisasi yang diteliti berdistribusi
  normal atau tidak.

PENYEBAB TIDAK NORMAL
 Disebabkan karena terdapat nilai ektrim

  dalam data yang kita ambil.


                                                8
Uji Normalitas
CARA MENDITEKSI:
 1. Dengan gambar:
     Jika kurva regression residual
 terstandarisasi      membentuk gambar
 lonceng.
 2. Dengan angka:
  –   Uji Liliefors
  –   Chi Kuadrat (X2)
  –   Uji dengan kertas peluang normal
  –   Uji dengan Kolmogornov Smirnov

                                         9
Uji Normalitas
   Uji normalitas dapat dilakukan secara:
    – Univariate
      Dilakukan dengan menguji normalitas pada
      semua variabel yang akan dianalisis.
    – Multivariate
      Dilakukan dengan menguji normalitas pada nilai
      residual yang telah distandarisasi.




                                                   10
Contoh Kasus

   Berikut ini adalah data time series,



   Berdasarkan data tersebut ujilah
    apakah data tersebut Normal secara
    Multivariate.




                                           11
Manual Liliefors
   Buat persamaan regresinya
   Mencari nilai Prediksinya
   Cari nilai residualnya
   Stadarisasi nilai residualnya
   Urutkan nilai residual terstandarisasi dari yang
    terkecil sampai yang terbesar.
   Mencari nila Zr relatif komulatif.
   Mencari nila Zt teoritis berdasarkan tabel Z
   Mengihitung selisih nilai Zr dengan Zt atau (Zr-Zt-
    1) dan diberi simbol Li hitung
   Bandingkan nilai Li hitung dengan tabel Liliefors.
   Jika Lihitung > L tabel maka data berdistribusi 12
    normal demikian juga sebaliknya.
Pengujian Manual




Y             =2,553-1,092X1+1,961X2
Ypred         =2,553-1,092(2) +1,961(3) = 6,252
Resid         = 5-6,252
Zresid        = (-1,252—0,002)/1,042 = -1,200
Zr            = (1/10) = 0,1, (2/10) = 0,2, dts
Tabel Z cum   = 1,20 ditabel Z = 0,885
Luas Z        = Karena < 0,5 maka Luas Z = 1-0,858 =0,142
Li            = Zt-Zr(t-1) = 0,142-0,10=0,042
                                                            13
Pengujian Normalitas Dengan SPSS
Memunculkan Nilai Residual Terstandarisasi
 Buka file : Data_Regresi_1
 Analyze → Regression → Linear...
 Masukan variabel Y         → pada kotak Dependent
           X1, X2,     → pada kotak Independent
 Save…: ⇒ pada kotak Residual : klik Standardized → Continue

    (bertujuan untuk membuat variabel / kolom baru pada data yaitu
    Zre_1 )
 Abaikan pilihan yang lain → OK

Uji Kolmogornov Smirnov
 Buka file : Data Regresi_1
    Analyze → Non Parametrics Test → 1 Sample K-S...
 Masukan variabel Standardized Residual pada kotak Test Variable
    List
 Abaikan pilihan yang lain (biarkan pada posisi defaultnya) → OK




                                                                14
Memunculkan Nilai Residual   Uji Komogornov Smirnov
     Terstandarisasi


                                                 15
Output Kolmogornov
            Smirnov
           One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
                                                              Karena Nilai Sig. >
                                           Standardized
                                             Residual
                                                               0,05 maka tidak
                                                               signifikan.
N                                                     10
Normal Parameters a,b     Mean             5.960465E-09
                          Std. Deviation       .8819171
Most Extreme
Differences
                          Absolute
                          Positive
                                                    .297
                                                    .257
                                                              Tidak siginifikan
Kolmogorov-Smirnov Z
                          Negative                 -.297
                                                    .940
                                                               berarti data relatif
Asymp. Sig. (2-tailed)
  a. Test distribution is Normal.
                                                    .340
                                                               sama dengan rata-
  b. Calculated from data.
                                                               rata sehingga
                                                               disebut normal.



                                                                                      16
Cara Mengatasi Data yang Tidak
               Normal
 Menambah jumlah data.
 Melakukan transformasi data menjadi

  Log atau LN atu bentuk lainnya.
 Menghilangkan data yang dianggap

  sebagai penyebab data tidak normal.
 Dibiarkan saja tetapi kita harus

  menggunakan alat analisis yang lain.


                                         17
UJI MULTIKOLINIERITAS
PENGERTIAN
 Uji multikolinieritas berarti terjadi korelasi

  yang kuat (hampir sempurna) antar
  variabel bebas.
 Tepatnya      multikolinieritas berkenaan
  dengan terdapatnya lebih dari satu
  hubungan linier pasti, dan istilah
  kolinieritas        berkenaan         dengan
  terdapatnya satu hubungan linier.


                                               18
Uji Multikolinieritas
PENYEBAB
 Karena sifat-sifat yang terkandung

  dalam kebanyakan variabel ekonomi
  berubah bersama-sama sepanjang
  waktu.
 Besaran-besaran ekonomi

  dipengaruhi oleh faktor-faktor yang
  sama.

                                        19
Uji Non-Multikolinieritas
   Cara menditeksi:
    1. Dengan melihat koefesien korelasi antar
    variabel bebas:
        Jika koefesien korelasi antar variabel  bebas
        ≥ 0,7 maka terjadi multikolinier.
    2. Dengan melihat nilai VIF (Varian Infloating
    Factor):
        Jika nilai VIF ≤ 10 maka tidak terjadi
    multikolinier.



                                                    20
Contoh KasusMultikolinieritas

   Berikut ini adalah data time series,



   Berdasarkan data tersebut ujilah
    apakah data tersebut terjadi gejala
    Multikolikolinier ?.




                                           21
Pengujian Manual VIF

   Hitung nilai korelasi antar varibel bebas (r)
   Kuadratkan nilai korelasi antar variabel
    bebas (r2).
    Hitung nilai tolenrance (Tol) dengan rumus
    (1-r2).
   Hitung nilai VIF dengan rumus 1/TOL
   Jika VIF < 10, maka tidak terjadi
    multikolinier.


                                                22
Pengujian Manual VIF




                       23
Pengujian Multikolinier Dengan SPSS


   Buka file : Data_Regresi_1
   Analyze → Regression → Linear...
   Masukan variabel Y        → pada kotak
    Dependent
               X1, X2,        → pada kotak
    Independent
   Statistics…: ⇒ klik Colinier Diagnosis→
    Continue



                                              24
Output:




Karena nilai VIF < 10 maka tidak terjadi otokorelasi

                                                       25
CARA MENGATASI MULTIKOLINIER

   Memperbesar ukuran sampel
   Memasukan persamaan tambahan ke
    dalam model.
   Menghubungkan data cross section dan
    data time series.
   Mengeluarkan suatu variabel dan bias
    spesifikasi.
   Transformasi variabel.



                                           26
UJI NON-HETEROSKEDASTISITAS
PENGERTIAN
 Uji heteroskedastisitas berarti adanya varian dalam
  model yang tidak sama (konstan).

PENYEBAB
 Variabel yang digunakan untuk memprediksi
  memiliki nilai yang sangat beragam, sehingga
  menghasilkan nilai residu yang tidak konstan.




                                               27
Uji Heteroskedastisitas
CARA MENDITEKSI:
1. Dengan Uji Park
   Yaitu dengan meregresikan variabel bebas
   terhadap nilai log-linier kuadrat.
2. Dengan Uji Glejser
   Yaitu dengan meregresikan variabel bebas
   terhadap nilai residual mutlaknya.
3. Dengan Uji Korelasi Rank Spearman
   Mengkorelasikan nilai residual dengan variabel
   bebas dengan menggunakan Rank-spearman.




                                                    28
Contoh Kasus Heteroskedastisitas

   Berikut ini adalah data time series,



   Berdasarkan data tersebut ujilah
    apakah data tersebut apakah terjadi
    gejala Heteroskedastisitas ?




                                           29
Langkah-Langkah Metode Glejser

   Regresikan variabel bebas (X) terhadap
    variabel tergantung (Y).
   Hitung nilai prediksinya
   Hitung nilai residualnya
   Multakan nilai residualnya
   Regresikan variabel bebas terhadap nilai
    mutlak residualnya.
   Jika signifikan berarti terjadi gejala
    heteroskedastisitas dan sebaliknya jika tidak
    signifikan berarti tidak terjadi gejala
    heteroskedastisitas.
                                               30
31
Hasil Nilai Regresi Variabel Bebas
    terhadap Nilai Mutlak Residualnya




•X1 tidak signifikan karena p-value > 0,05 sehingga X 1 tidak
 terjadi gejala heteroskedastisitas.
•X2 signifikan karena p-value < 0,05 sehingga X 2 terjadi
 gejala heteroskedastisitas.                                    32
Pengujian Heteroskedastisitas
               Dengan SPSS
Memunculkan Nilai Residual
  Buka file : Data_Regresi_1
  Analyze → Regression → Linear...
  Masukan variabel Y        → pada kotak Dependent
          X1, X2,        → pada kotak Independent
  Save…: ⇒ pada kotak Residual : klik unstandardized → Continue
   (bertujuan untuk membuat variabel / kolom baru pada data yaitu res_1 )
  Abaikan pilihan yang lain → OK
Mutlakan Nilai Residualnya
  Buka file : Data Regresi_1
  Tranform → Compute
  Pada Target Variabel diisi dengan ABRES
  Pada Numeric Expresion diisi dengan ABS(RES_1)
  Abaikan pilihan yang lain → OK
Meregresikan variabel bebas terhadap Nilai Mutlak Residual
  Buka file : Data_Regresi_1
  Analyze → Regression → Linear...
  Masukan variabel ABRES          → pada kotak Dependent
          X1, X2,        → pada kotak Independent
  Abaikan pilihan yang lain → OK
                                                                            33
Prose Memunculkan Nilai Residual dan
          Memutlakannya




Memunculkan Nilai Residual   Memutlakan Nilai Residual




                                                         34
Meregresikan variabel bebas terhadap
Nilai Mutlak Residual




  • X1 tidak signifikan karena p-value > 0,05 sehingga X1 tidak terjadi gejala
    heteroskedastisitas.
  • X2 signifikan karena p-value < 0,05 sehingga X2 terjadi gejala
    heteroskedastisitas.
                                                                                 35
Cara Mengatasi Heteroskedastisitas
 Tambah jumlah pengamatan.
 Tranformasikan data ke bentuk LN

  atau Log atau bentuk laiannya.




                                     36
UJI NON-AUTOKORELASI

PENGERTIAN
 Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada

  korelasi antara anggota serangkaian data
  observasi yang diuraikan menurut waktu (time
  series) atau ruang (cross section).




                                           37
Uji Otokorelasi
PENYEBAB:
 Adanya kelembaman waktu

 Adanya bias spesifikasi model

 Manipulasi data




                                  38
Uji Otokorelasi
 Uji Durbin Watson
 Uji Lagrange Multiplier

 Uji Breusch-Godfrey




                            39
Contoh Kasus Otokorelasi

   Berikut ini adalah data time series,



   Berdasarkan data tersebut ujilah
    apakah data tersebut apakah terjadi
    gejala otokorelasi ?




                                           40
Langkah-Langkah Uji Durbin-Watson

1. Regresikan variabel bebas (X) terhadap
   variabel tergantung (Y).
2. Hitung nilai prediksinya.
3. Hitung nilai residualnya.
4. Kuadratkan nilai residualnya.
5. Lag-kan satu nilai residualnya.
6. Kurangkan nilai residual dengan Lag-kan
   satu nilai residualnya.
7. Masuk hasil perhitungan diatas masukan
   kedalam rumus Durbin-Watson

                                             41
Perhitungan Manual Durbin Matson




e      = Y-Ypred    = 5-6,252=-1,252
e2       =          = -1,2522= 1,568
et-1     = e mundur 1peiode
e-et-1   = 0,879-(-1,252) = 2,131
                                       DW =
                                            ∑ (e − e   t −1   )2
                                                                   =
                                                                       33,104
                                                                              = 3,386
                                              ∑e       2
(e-et-1)2 = 2,131        = 4,541                   t
                                                                       9,777

                                                                                 42
Kriteria Pengujian

1,641
                                                                    Tabel Durbin Watson
          Tanpa
                                                    Tanpa           dk =k,n
                                                  Kesimpulan
        Kesimpulan
                                                                 K=2 dan n=10
                              Tidak ada
   Otokorelas
      i+                      Otokorelas
                                                    Otokorelas
                                                       i–
                                                                 dL     = 0,697
                dL   dU       2        4 – dU   4 – dL
                                  i
            0,697    1,641          2,359         3,303          dU     = 1,641
                                                   3,386         4-dU = 2,359
                                                                 4-dL = 3,303




                                                                                 43
Pengujian Otokorleasi Dengan SPSS
Memunculkan Nilai Residual
 Buka file : Data_Regresi_1
 Analyze → Regression → Linear...
 Masukan variabel Y        → pada kotak Dependent
         X1, X2,      → pada kotak Independent
 Klik Statistics…:
 Pada Residual pilih Durbin Watson
 Klik Continue
 Abaikan pilihan yang lain → OK




                                                     44
Proses Analisi Surbin Watson dengan
                SPSS




                                  45
Output Uji Durbin Watson




                           46
 Jika diketahui Junmlah Variabel bebas
  3, pengamatan 20, dan diperoleh nilai
  durbin watson sebesar 2,354.
 Ujilah apakah terjadi gejala

  outokorelasi ?
 Gunakan gambar untuk menguji !




                                      47
UJI LINIERITAS

   Uji ini dilakukan untuk mengetahui model yang digunakan
    apakah menggunakan model linier atau tidak.
   Cara menditeksi:
    1. Dengan kurva:
       Model dikatakan linier jika plot antara nilai residual
    terstandarisasi dengan nilai prediksi terstandarisasi tidak
    membentuk pola tertentu (acak).
    2. Dengan uji MWD
       Cara      mengetahui linieritas dengan menggunakan
    gambar       dianggap masing kurang obyektif sehingga masih
       dibutuhkan alat analisis Mac Kinnon White              Davidson
       (MWD)



                                                               48
Langkah Analsis MWD
   Regresikan variabel bebas terhadap variabel
    tergantung dengan regresi linier dan tentukan Ypred1
   Tranformasikan semua variabel ke dalam bentuk
    Ln, dan kemudian regresikan Ln variabel bebas
    terhadap Ln variabel tergantung dan tentukan Ypred2.
   Tentukan Z1= (Ln Ypred1 - Ypred2.).
   Regresikan variabel bebas dan Z1 terhadap Y,
    jika Z1 sigifikan maka tidak linier.
   Tentukan Z2 = (antilogPred2-YPred1)
   Regresikan variabel bebas dan Z2 terhadap Y,
    jika Z2 sigifikan maka linier.


                                                       49
Pengujian Linieritas Dengan SPSS
Memunculkan Nilai Residual
•  Buka file : Data Regresi_1
•   Analyze → Regression → Linear...
•   Reset..
•  Masukan variabel Y → pada kotak Dependent
    X1, X2, → pada kotak Independent(s)
•   Plots… : ⇒ pada Y : → diisi : ZRESID
    X : → diisi : ZPRED → Continue.
•  OK




                                               50
Proses Uji Linieritas dengan SPSS

                                                                             Scatterplot
                                                                             Dependent Variable: Y
                                                                     1,0




                                  Regression Standardized Residual
                                                                       ,5



                                                                     0,0



                                                                      -,5



                                                                     -1,0


                                                                     -1,5
                                                                            -3         -2          -1         0        1        2


                                                                             Regression Standardized Predicted Value




Karena plot regresi standardiz residual dengan regresi
standardiz prediksi membentuk pola yang acak maka
menggunakan persamaan regresi Linier.


                                                                                                                           51
Bagiamana Kalau tidak Linier ?
   Jika hasil tidak linier tinggal ganti
    dengan persamaan non linier.




                                        52

Uji asumsi-klasik 20091

  • 1.
    UJI ASUMSI KLASIK Oleh: Dr. Suliyanto, SE,MM http://management-unsoed.ac.id  Uji Asumsi Klasik  Download 1
  • 2.
    Materi  Uji AsumsiKlasik – Normalitas – Multikolinieritas  Uji Asumsi Klasik – Heteroskedastisitas – Linieritas – Outokorelasi 2
  • 3.
    UJI ASUMSI KLASIK 1. Uji Normalitas 2. Uji Non-Multikolinieritas 3. Uji Non-Heteroskedastisitas 4. Uji Linieritas 5. Uji Non-Otokorelasi (time series) 3
  • 4.
    Yang Dimaksud denganKurva Normal  Distribusi normal merupakan suatu kurve berbentuk lonceng.  Penyebab data tidak normal, karena terdapat nilai ekstrim dalam data seri yang diambil.  Nilai ektrim adalah nilai yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. 4
  • 5.
    Penyebab Munculnya Nilai Ekstrim 1. Kesalahan dalam pengambilan unit sampel. Cara mengatasi: Mengganti unit sampel. 1. Kesalahan dalam menginput data. Cara mengatasi: Memperbaiki input data yang salah. 3. Data memang aneh dibanding lainnya. Cara mengatasi: Tambah ukuran sampel atau dengan membuang data yang aneh tersebut. 5
  • 6.
    Kapan Data DikatakanNormal Ekstrim Rendah Ektrim Tinggi -2,58 0 2,58 Pada α=0,01 Ekstrim Rendah Ektrim Tinggi -1,96 0 1,96 Pada α=0,05 6
  • 7.
    Berikut ini manakahdata yang Ekstrim Ekstrim Ektrim Rendah Tinggi -2,58 0 2,58 xi − x 50.000 − 63.333 Z= = = −0439 δ 31.734 7
  • 8.
    UJI NORMALITAS PENGERTIAN UJINORMALITAS  Uji normalitas di maksudkan untuk mengetahui apakah residual terstandarisasi yang diteliti berdistribusi normal atau tidak. PENYEBAB TIDAK NORMAL  Disebabkan karena terdapat nilai ektrim dalam data yang kita ambil. 8
  • 9.
    Uji Normalitas CARA MENDITEKSI: 1. Dengan gambar: Jika kurva regression residual terstandarisasi membentuk gambar lonceng. 2. Dengan angka: – Uji Liliefors – Chi Kuadrat (X2) – Uji dengan kertas peluang normal – Uji dengan Kolmogornov Smirnov 9
  • 10.
    Uji Normalitas  Uji normalitas dapat dilakukan secara: – Univariate Dilakukan dengan menguji normalitas pada semua variabel yang akan dianalisis. – Multivariate Dilakukan dengan menguji normalitas pada nilai residual yang telah distandarisasi. 10
  • 11.
    Contoh Kasus  Berikut ini adalah data time series,  Berdasarkan data tersebut ujilah apakah data tersebut Normal secara Multivariate. 11
  • 12.
    Manual Liliefors  Buat persamaan regresinya  Mencari nilai Prediksinya  Cari nilai residualnya  Stadarisasi nilai residualnya  Urutkan nilai residual terstandarisasi dari yang terkecil sampai yang terbesar.  Mencari nila Zr relatif komulatif.  Mencari nila Zt teoritis berdasarkan tabel Z  Mengihitung selisih nilai Zr dengan Zt atau (Zr-Zt- 1) dan diberi simbol Li hitung  Bandingkan nilai Li hitung dengan tabel Liliefors.  Jika Lihitung > L tabel maka data berdistribusi 12 normal demikian juga sebaliknya.
  • 13.
    Pengujian Manual Y =2,553-1,092X1+1,961X2 Ypred =2,553-1,092(2) +1,961(3) = 6,252 Resid = 5-6,252 Zresid = (-1,252—0,002)/1,042 = -1,200 Zr = (1/10) = 0,1, (2/10) = 0,2, dts Tabel Z cum = 1,20 ditabel Z = 0,885 Luas Z = Karena < 0,5 maka Luas Z = 1-0,858 =0,142 Li = Zt-Zr(t-1) = 0,142-0,10=0,042 13
  • 14.
    Pengujian Normalitas DenganSPSS Memunculkan Nilai Residual Terstandarisasi  Buka file : Data_Regresi_1  Analyze → Regression → Linear...  Masukan variabel Y → pada kotak Dependent X1, X2, → pada kotak Independent  Save…: ⇒ pada kotak Residual : klik Standardized → Continue (bertujuan untuk membuat variabel / kolom baru pada data yaitu Zre_1 )  Abaikan pilihan yang lain → OK Uji Kolmogornov Smirnov  Buka file : Data Regresi_1  Analyze → Non Parametrics Test → 1 Sample K-S...  Masukan variabel Standardized Residual pada kotak Test Variable List  Abaikan pilihan yang lain (biarkan pada posisi defaultnya) → OK 14
  • 15.
    Memunculkan Nilai Residual Uji Komogornov Smirnov Terstandarisasi 15
  • 16.
    Output Kolmogornov Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test  Karena Nilai Sig. > Standardized Residual 0,05 maka tidak signifikan. N 10 Normal Parameters a,b Mean 5.960465E-09 Std. Deviation .8819171 Most Extreme Differences Absolute Positive .297 .257  Tidak siginifikan Kolmogorov-Smirnov Z Negative -.297 .940 berarti data relatif Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal. .340 sama dengan rata- b. Calculated from data. rata sehingga disebut normal. 16
  • 17.
    Cara Mengatasi Datayang Tidak Normal  Menambah jumlah data.  Melakukan transformasi data menjadi Log atau LN atu bentuk lainnya.  Menghilangkan data yang dianggap sebagai penyebab data tidak normal.  Dibiarkan saja tetapi kita harus menggunakan alat analisis yang lain. 17
  • 18.
    UJI MULTIKOLINIERITAS PENGERTIAN  Ujimultikolinieritas berarti terjadi korelasi yang kuat (hampir sempurna) antar variabel bebas.  Tepatnya multikolinieritas berkenaan dengan terdapatnya lebih dari satu hubungan linier pasti, dan istilah kolinieritas berkenaan dengan terdapatnya satu hubungan linier. 18
  • 19.
    Uji Multikolinieritas PENYEBAB  Karenasifat-sifat yang terkandung dalam kebanyakan variabel ekonomi berubah bersama-sama sepanjang waktu.  Besaran-besaran ekonomi dipengaruhi oleh faktor-faktor yang sama. 19
  • 20.
    Uji Non-Multikolinieritas  Cara menditeksi: 1. Dengan melihat koefesien korelasi antar variabel bebas: Jika koefesien korelasi antar variabel bebas ≥ 0,7 maka terjadi multikolinier. 2. Dengan melihat nilai VIF (Varian Infloating Factor): Jika nilai VIF ≤ 10 maka tidak terjadi multikolinier. 20
  • 21.
    Contoh KasusMultikolinieritas  Berikut ini adalah data time series,  Berdasarkan data tersebut ujilah apakah data tersebut terjadi gejala Multikolikolinier ?. 21
  • 22.
    Pengujian Manual VIF  Hitung nilai korelasi antar varibel bebas (r)  Kuadratkan nilai korelasi antar variabel bebas (r2).  Hitung nilai tolenrance (Tol) dengan rumus (1-r2).  Hitung nilai VIF dengan rumus 1/TOL  Jika VIF < 10, maka tidak terjadi multikolinier. 22
  • 23.
  • 24.
    Pengujian Multikolinier DenganSPSS  Buka file : Data_Regresi_1  Analyze → Regression → Linear...  Masukan variabel Y → pada kotak Dependent X1, X2, → pada kotak Independent  Statistics…: ⇒ klik Colinier Diagnosis→ Continue 24
  • 25.
    Output: Karena nilai VIF< 10 maka tidak terjadi otokorelasi 25
  • 26.
    CARA MENGATASI MULTIKOLINIER  Memperbesar ukuran sampel  Memasukan persamaan tambahan ke dalam model.  Menghubungkan data cross section dan data time series.  Mengeluarkan suatu variabel dan bias spesifikasi.  Transformasi variabel. 26
  • 27.
    UJI NON-HETEROSKEDASTISITAS PENGERTIAN  Ujiheteroskedastisitas berarti adanya varian dalam model yang tidak sama (konstan). PENYEBAB  Variabel yang digunakan untuk memprediksi memiliki nilai yang sangat beragam, sehingga menghasilkan nilai residu yang tidak konstan. 27
  • 28.
    Uji Heteroskedastisitas CARA MENDITEKSI: 1.Dengan Uji Park Yaitu dengan meregresikan variabel bebas terhadap nilai log-linier kuadrat. 2. Dengan Uji Glejser Yaitu dengan meregresikan variabel bebas terhadap nilai residual mutlaknya. 3. Dengan Uji Korelasi Rank Spearman Mengkorelasikan nilai residual dengan variabel bebas dengan menggunakan Rank-spearman. 28
  • 29.
    Contoh Kasus Heteroskedastisitas  Berikut ini adalah data time series,  Berdasarkan data tersebut ujilah apakah data tersebut apakah terjadi gejala Heteroskedastisitas ? 29
  • 30.
    Langkah-Langkah Metode Glejser  Regresikan variabel bebas (X) terhadap variabel tergantung (Y).  Hitung nilai prediksinya  Hitung nilai residualnya  Multakan nilai residualnya  Regresikan variabel bebas terhadap nilai mutlak residualnya.  Jika signifikan berarti terjadi gejala heteroskedastisitas dan sebaliknya jika tidak signifikan berarti tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. 30
  • 31.
  • 32.
    Hasil Nilai RegresiVariabel Bebas terhadap Nilai Mutlak Residualnya •X1 tidak signifikan karena p-value > 0,05 sehingga X 1 tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. •X2 signifikan karena p-value < 0,05 sehingga X 2 terjadi gejala heteroskedastisitas. 32
  • 33.
    Pengujian Heteroskedastisitas Dengan SPSS Memunculkan Nilai Residual  Buka file : Data_Regresi_1  Analyze → Regression → Linear...  Masukan variabel Y → pada kotak Dependent X1, X2, → pada kotak Independent  Save…: ⇒ pada kotak Residual : klik unstandardized → Continue (bertujuan untuk membuat variabel / kolom baru pada data yaitu res_1 )  Abaikan pilihan yang lain → OK Mutlakan Nilai Residualnya  Buka file : Data Regresi_1  Tranform → Compute  Pada Target Variabel diisi dengan ABRES  Pada Numeric Expresion diisi dengan ABS(RES_1)  Abaikan pilihan yang lain → OK Meregresikan variabel bebas terhadap Nilai Mutlak Residual  Buka file : Data_Regresi_1  Analyze → Regression → Linear...  Masukan variabel ABRES → pada kotak Dependent X1, X2, → pada kotak Independent  Abaikan pilihan yang lain → OK 33
  • 34.
    Prose Memunculkan NilaiResidual dan Memutlakannya Memunculkan Nilai Residual Memutlakan Nilai Residual 34
  • 35.
    Meregresikan variabel bebasterhadap Nilai Mutlak Residual • X1 tidak signifikan karena p-value > 0,05 sehingga X1 tidak terjadi gejala heteroskedastisitas. • X2 signifikan karena p-value < 0,05 sehingga X2 terjadi gejala heteroskedastisitas. 35
  • 36.
    Cara Mengatasi Heteroskedastisitas Tambah jumlah pengamatan.  Tranformasikan data ke bentuk LN atau Log atau bentuk laiannya. 36
  • 37.
    UJI NON-AUTOKORELASI PENGERTIAN  Ujiini dilakukan untuk mengetahui apakah ada korelasi antara anggota serangkaian data observasi yang diuraikan menurut waktu (time series) atau ruang (cross section). 37
  • 38.
    Uji Otokorelasi PENYEBAB:  Adanyakelembaman waktu  Adanya bias spesifikasi model  Manipulasi data 38
  • 39.
    Uji Otokorelasi  UjiDurbin Watson  Uji Lagrange Multiplier  Uji Breusch-Godfrey 39
  • 40.
    Contoh Kasus Otokorelasi  Berikut ini adalah data time series,  Berdasarkan data tersebut ujilah apakah data tersebut apakah terjadi gejala otokorelasi ? 40
  • 41.
    Langkah-Langkah Uji Durbin-Watson 1.Regresikan variabel bebas (X) terhadap variabel tergantung (Y). 2. Hitung nilai prediksinya. 3. Hitung nilai residualnya. 4. Kuadratkan nilai residualnya. 5. Lag-kan satu nilai residualnya. 6. Kurangkan nilai residual dengan Lag-kan satu nilai residualnya. 7. Masuk hasil perhitungan diatas masukan kedalam rumus Durbin-Watson 41
  • 42.
    Perhitungan Manual DurbinMatson e = Y-Ypred = 5-6,252=-1,252 e2 = = -1,2522= 1,568 et-1 = e mundur 1peiode e-et-1 = 0,879-(-1,252) = 2,131 DW = ∑ (e − e t −1 )2 = 33,104 = 3,386 ∑e 2 (e-et-1)2 = 2,131 = 4,541 t 9,777 42
  • 43.
    Kriteria Pengujian 1,641 Tabel Durbin Watson Tanpa Tanpa dk =k,n Kesimpulan Kesimpulan K=2 dan n=10 Tidak ada Otokorelas i+ Otokorelas Otokorelas i– dL = 0,697 dL dU 2 4 – dU 4 – dL i 0,697 1,641 2,359 3,303 dU = 1,641 3,386 4-dU = 2,359 4-dL = 3,303 43
  • 44.
    Pengujian Otokorleasi DenganSPSS Memunculkan Nilai Residual  Buka file : Data_Regresi_1  Analyze → Regression → Linear...  Masukan variabel Y → pada kotak Dependent X1, X2, → pada kotak Independent  Klik Statistics…:  Pada Residual pilih Durbin Watson  Klik Continue  Abaikan pilihan yang lain → OK 44
  • 45.
    Proses Analisi SurbinWatson dengan SPSS 45
  • 46.
  • 47.
     Jika diketahuiJunmlah Variabel bebas 3, pengamatan 20, dan diperoleh nilai durbin watson sebesar 2,354.  Ujilah apakah terjadi gejala outokorelasi ?  Gunakan gambar untuk menguji ! 47
  • 48.
    UJI LINIERITAS  Uji ini dilakukan untuk mengetahui model yang digunakan apakah menggunakan model linier atau tidak.  Cara menditeksi: 1. Dengan kurva: Model dikatakan linier jika plot antara nilai residual terstandarisasi dengan nilai prediksi terstandarisasi tidak membentuk pola tertentu (acak). 2. Dengan uji MWD Cara mengetahui linieritas dengan menggunakan gambar dianggap masing kurang obyektif sehingga masih dibutuhkan alat analisis Mac Kinnon White Davidson (MWD) 48
  • 49.
    Langkah Analsis MWD  Regresikan variabel bebas terhadap variabel tergantung dengan regresi linier dan tentukan Ypred1  Tranformasikan semua variabel ke dalam bentuk Ln, dan kemudian regresikan Ln variabel bebas terhadap Ln variabel tergantung dan tentukan Ypred2.  Tentukan Z1= (Ln Ypred1 - Ypred2.).  Regresikan variabel bebas dan Z1 terhadap Y, jika Z1 sigifikan maka tidak linier.  Tentukan Z2 = (antilogPred2-YPred1)  Regresikan variabel bebas dan Z2 terhadap Y, jika Z2 sigifikan maka linier. 49
  • 50.
    Pengujian Linieritas DenganSPSS Memunculkan Nilai Residual • Buka file : Data Regresi_1 • Analyze → Regression → Linear... • Reset.. • Masukan variabel Y → pada kotak Dependent X1, X2, → pada kotak Independent(s) • Plots… : ⇒ pada Y : → diisi : ZRESID X : → diisi : ZPRED → Continue. • OK 50
  • 51.
    Proses Uji Linieritasdengan SPSS Scatterplot Dependent Variable: Y 1,0 Regression Standardized Residual ,5 0,0 -,5 -1,0 -1,5 -3 -2 -1 0 1 2 Regression Standardized Predicted Value Karena plot regresi standardiz residual dengan regresi standardiz prediksi membentuk pola yang acak maka menggunakan persamaan regresi Linier. 51
  • 52.
    Bagiamana Kalau tidakLinier ?  Jika hasil tidak linier tinggal ganti dengan persamaan non linier. 52