KONSEP DASAR LAYOUT
Pengertian layout menurut beberapa
 ahli
Prinsip-prinsip layout
Fungsi dan tujuan layout
Manfaat layout
Faktor-faktor yang mempengaruhi
 layout
Jenis-jenis layout
LAYOUT (TATA LETAK)
PENGERTIAN LAYOUT MENURUT
BEBERAPA AHLI
Menurut James M. Apple
 perancangan tata letak
 didefinisikan sebagai perencanaan
 dan integrasi aliran komponen-
 komponen suatu produk untuk
 mendapatkan intelerasi yang paling
 efektif dan efisien antar
 operator, peralatan, dan proses
 transformasi material dari bagian
 penerimaan sampai ke bagian
 pengiriman produk jadi
Littlefield dan Peterson (1956)
  lebih dulu menjelaskan tentang
  pengertian layout. Menurut
  mereka, layout merupakan
  penyusunan perabotan dan
  perlengkapan kantor pada luas
  lantai yang tersedia.
Terry (1966), layout dipandang
 sebagai proses penentuan
 kebutuhan akan ruang dan tentang
 penggunaan ruangan secara
 terperinci guna menyiapkan
 susunan yang praktis dari faktor-
 faktor fisik yang dianggap perlu
 untuk pelaksanaan kerja
 perkantoran dengan biaya yang
 layak.
PRINSIP-PRINSIP LAYOUT
Ensiklopedi Perancangan
 Tata Letak yang penulis
kutip dari Ensiklopedi Eka
 Marissa (2010), berikut
   prinsip-prinsip dasar
  penyusunan tata letak
          (layout):
 Integrasi secara total terhadap faktor-
  faktor produksi.
 Jarak pemindahan bahan paling minimum.
 Material diusahakan bergerak terus tanpa
  adanya interupsi oleh gangguan jadwal kerja
  (menghindari gerakan balik (back
  tracking), gerakan memotong (cross
  movement), dan gerak macet (congestion)).
 Kepuasan dan keselamatan kerja, sehingga
  memberikan suasana kerja yang
  menyenangkan.
 Fleksibilitas, yaitu dapat mengantisipasi
  perubahan teknologi, komunikasi, kebutuhan
  konsumen.
TUJUAN LAYOUT
Nu’man A. Haris, Ir.
tujuan Penataan Ruang di
Indonesia adalah sebagai
        berikut :
 Terselenggaranya pemanfaatan
  ruang berwawasan lingkungan yang
  berlandaskan wawasan nusantara
  dan ketahanan nasional.
 Terselenggaranya pengaturan
  pemanfaatan ruang kawasan lindung
  dan kawasan budi daya.
 Tercapainya pemanfaatan ruang
  yang berkualitas
 suatu usaha untuk menilai antara
  pelaksanaan rencana tata ruang pada
  kurun waktu tertentu setelah
  disahkan dengan perkembangan
  menurut kenyataan yang terjadi
  (antara keinginan dengan kenyataan).
 untuk menilai kemajuan kegiatan
  pemanfaatan ruang dalam mencapai
  tujuan rencana tata ruang.
MANFAAT TATA LETAK
(LAYOUT)
Menurut Sritomo dalam
 bukunya Tata Letak
 Pabrik dan Pemindahan
  Bahan, Layout yang
efektif akan memberikan
manfaat sebagai berikut:
 Mengoptimalkan penggunaan ruang
  yang ada secara efektif
 Mengembangkan lingkungan kerja
  yang nyaman bagi pegawai
 Memberikan kesan yang positif
  terhadap pelanggan perusahaan
 Menjamin efisiensi dari arus kerja
  yang ada
 Meningkatkan produktivitas kerja
  pegawai
 Mengantisipasi pengembangan
  organisasi di masa depan dengan
  melakukan perencanaan layout yang
  fleksibel.
FAKTOR-FAKTOR YG
MEMPENGARUHI LAYOUT
Efektifitas dari pengaturan
tata letak tata letak suatu
     kegiatan produksi
 dipengaruhi oleh beberapa
  faktor sebagai berikut :
   Penanganan Material
   Utilisasi Ruang
   Mempermudah Pemeliharaan
   Kelonggaran Gerak
   Orientsi Produk
   Perubahan Produk atau Desain
    Produk
JENIS-JENIS LAYOUT
Handoko (1993) dalam
 bukunya Dasar-Dasar
Manajemen Produksi dan
 Operasi, antara lain :
 Tata letak dengan posisi tetap
 Tata letak yang berorientasi pada
  proses (“job shop”, atau produksi
  terputus)
 Tata letak kantor
 Tata letak ritel
 Tata letak gudang
 Tata letak yang berorientasi pada
  produk
Tata Letak Kantor
  Tata Letak Kantor yaitu menempatkan
para pekerja, peralatan mereka, dan ruang
kantor yang melancarkan aliran informasi.
  Perbedaan utama tata letak kantor dan
pabrik adalah pada kepentingan informasi
 namun demikian ada beberapa lingkungan
   kantor di bidang manufaktur produksi
    sangat bergantung pada aliran bahan
Tata Letak Ritel

  Tata Letak Ritel yaitu
 menempatkan rak-rak dan
memberikan tanggapan atas
    perilaku pelanggan
Tata Letak Gudang
 Tata Letak Gudang yaitu melihat
 kelebihan dan kekurangan antara
 ruangan dan system penanganan
  bahan.Tujuan tata letak gudang
 (warehouse layout) adalah untuk
menemukan titik optimal diantara
biaya penanganan bahan dan biaya-
 biaya yang bekaitan dengan luas
       ruang dalam gudang
TIPE TATA LETAK
Berdasarkan Posisi Tetap dan Berorientasi Proses
Tata Letak Dengan
   Posisi Tetap
       Tata letak dimana
 proyek/kegiatan berada dalam
satu tempat sementara pekerja
   dan peralatan datang pada
        tempat tersebut
Permasalahan Pokok Dalam
  Tata Letak Posisi Tetap
• Tempat terbatas pada lokasi
  produksi/proyek
• Diperlukan volume bahan yang
  dibutuhkan diatur secara dinamis
• Setiap tahapan berbeda memerlukan
  bahan berbeda.
Tata Letak
Berorientasi Proses
   yaitu berhubungan dengan
produksi dengan volume rendah
  dan bervariasi tinggi ( juga di
 sebut job shop atau produksi
            terputus)
Kelebihan dan Kelemahan
• Kelebihan utama pada tata letak ini
  adalah adanya fleksibilitas peralatan
  dan penugasan tenaga kerja
• Kelemahan utama dalan tata letak ini
  adalah terletak pada peralatan yang
  biasanya di gunakan secara umum
  sehingga apabila ada kerusakan atas
  alat tersebut akan mempengaruhi
  siklus produksi.
Tata Letak (Layout)

Tata Letak (Layout)

  • 2.
    KONSEP DASAR LAYOUT Pengertianlayout menurut beberapa ahli Prinsip-prinsip layout Fungsi dan tujuan layout Manfaat layout Faktor-faktor yang mempengaruhi layout Jenis-jenis layout
  • 3.
    LAYOUT (TATA LETAK) PENGERTIANLAYOUT MENURUT BEBERAPA AHLI
  • 4.
    Menurut James M.Apple perancangan tata letak didefinisikan sebagai perencanaan dan integrasi aliran komponen- komponen suatu produk untuk mendapatkan intelerasi yang paling efektif dan efisien antar operator, peralatan, dan proses transformasi material dari bagian penerimaan sampai ke bagian pengiriman produk jadi
  • 5.
    Littlefield dan Peterson(1956) lebih dulu menjelaskan tentang pengertian layout. Menurut mereka, layout merupakan penyusunan perabotan dan perlengkapan kantor pada luas lantai yang tersedia.
  • 6.
    Terry (1966), layoutdipandang sebagai proses penentuan kebutuhan akan ruang dan tentang penggunaan ruangan secara terperinci guna menyiapkan susunan yang praktis dari faktor- faktor fisik yang dianggap perlu untuk pelaksanaan kerja perkantoran dengan biaya yang layak.
  • 7.
  • 8.
    Ensiklopedi Perancangan TataLetak yang penulis kutip dari Ensiklopedi Eka Marissa (2010), berikut prinsip-prinsip dasar penyusunan tata letak (layout):
  • 9.
     Integrasi secaratotal terhadap faktor- faktor produksi.  Jarak pemindahan bahan paling minimum.  Material diusahakan bergerak terus tanpa adanya interupsi oleh gangguan jadwal kerja (menghindari gerakan balik (back tracking), gerakan memotong (cross movement), dan gerak macet (congestion)).  Kepuasan dan keselamatan kerja, sehingga memberikan suasana kerja yang menyenangkan.  Fleksibilitas, yaitu dapat mengantisipasi perubahan teknologi, komunikasi, kebutuhan konsumen.
  • 10.
  • 11.
    Nu’man A. Haris,Ir. tujuan Penataan Ruang di Indonesia adalah sebagai berikut :
  • 12.
     Terselenggaranya pemanfaatan ruang berwawasan lingkungan yang berlandaskan wawasan nusantara dan ketahanan nasional.  Terselenggaranya pengaturan pemanfaatan ruang kawasan lindung dan kawasan budi daya.  Tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas
  • 13.
     suatu usahauntuk menilai antara pelaksanaan rencana tata ruang pada kurun waktu tertentu setelah disahkan dengan perkembangan menurut kenyataan yang terjadi (antara keinginan dengan kenyataan).  untuk menilai kemajuan kegiatan pemanfaatan ruang dalam mencapai tujuan rencana tata ruang.
  • 14.
  • 15.
    Menurut Sritomo dalam bukunya Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan, Layout yang efektif akan memberikan manfaat sebagai berikut:
  • 16.
     Mengoptimalkan penggunaanruang yang ada secara efektif  Mengembangkan lingkungan kerja yang nyaman bagi pegawai  Memberikan kesan yang positif terhadap pelanggan perusahaan  Menjamin efisiensi dari arus kerja yang ada  Meningkatkan produktivitas kerja pegawai  Mengantisipasi pengembangan organisasi di masa depan dengan melakukan perencanaan layout yang fleksibel.
  • 17.
  • 18.
    Efektifitas dari pengaturan tataletak tata letak suatu kegiatan produksi dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut :
  • 19.
    Penanganan Material  Utilisasi Ruang  Mempermudah Pemeliharaan  Kelonggaran Gerak  Orientsi Produk  Perubahan Produk atau Desain Produk
  • 20.
  • 21.
    Handoko (1993) dalam bukunya Dasar-Dasar Manajemen Produksi dan Operasi, antara lain :
  • 22.
     Tata letakdengan posisi tetap  Tata letak yang berorientasi pada proses (“job shop”, atau produksi terputus)  Tata letak kantor  Tata letak ritel  Tata letak gudang  Tata letak yang berorientasi pada produk
  • 23.
    Tata Letak Kantor Tata Letak Kantor yaitu menempatkan para pekerja, peralatan mereka, dan ruang kantor yang melancarkan aliran informasi. Perbedaan utama tata letak kantor dan pabrik adalah pada kepentingan informasi namun demikian ada beberapa lingkungan kantor di bidang manufaktur produksi sangat bergantung pada aliran bahan
  • 24.
    Tata Letak Ritel Tata Letak Ritel yaitu menempatkan rak-rak dan memberikan tanggapan atas perilaku pelanggan
  • 25.
    Tata Letak Gudang Tata Letak Gudang yaitu melihat kelebihan dan kekurangan antara ruangan dan system penanganan bahan.Tujuan tata letak gudang (warehouse layout) adalah untuk menemukan titik optimal diantara biaya penanganan bahan dan biaya- biaya yang bekaitan dengan luas ruang dalam gudang
  • 26.
    TIPE TATA LETAK BerdasarkanPosisi Tetap dan Berorientasi Proses
  • 27.
    Tata Letak Dengan Posisi Tetap Tata letak dimana proyek/kegiatan berada dalam satu tempat sementara pekerja dan peralatan datang pada tempat tersebut
  • 28.
    Permasalahan Pokok Dalam Tata Letak Posisi Tetap • Tempat terbatas pada lokasi produksi/proyek • Diperlukan volume bahan yang dibutuhkan diatur secara dinamis • Setiap tahapan berbeda memerlukan bahan berbeda.
  • 29.
    Tata Letak Berorientasi Proses yaitu berhubungan dengan produksi dengan volume rendah dan bervariasi tinggi ( juga di sebut job shop atau produksi terputus)
  • 30.
    Kelebihan dan Kelemahan •Kelebihan utama pada tata letak ini adalah adanya fleksibilitas peralatan dan penugasan tenaga kerja • Kelemahan utama dalan tata letak ini adalah terletak pada peralatan yang biasanya di gunakan secara umum sehingga apabila ada kerusakan atas alat tersebut akan mempengaruhi siklus produksi.