STROKE HEMORHAGIK
SMF BEDAH SARAF
RSUP FATMAWATI
1
KONSEP PENTING
• Jenis stroke ke 2 tersering (15-30% dari kasus stroke)
• Paling mematikan
• Progresifitas berlangsung secara lambat dari menit ke jam, gejala dari nyeri
kepala hingga ke penurunan kesadaran
• CT Scan tanpa kontras  pemeriksaan awal gold standard
• Volume dari hematoma berpengaruh pada progonosis
• Gumpalan darah bertambah setidaknya 33% pada 3 jam pertama
• Angiography disarankan
2
DAFTAR SINGKATAN
• SDH  Subdural Hemorrhagic
• SAH  Subarachnoid Hemorrhagic
• ICH  Intra Cerebral Hemorrhagic
3
DEFINISI
• Intracerebral Hemorrhagic (ICH)
atau perdarahan intraserebral
adalah Suatu perdarahan didalam
jaringan otak
4
EPIDEMIOLOGI
• Seseorang terkena stroke di AS setiap 40 detik
• Sekitar 1 dari 20 kematian di AS akibat stroke
• Membunuh seseorang di AS setiap 4 menit
• Penyebab kecacatan jangka Panjang utama di AS
Benjamin EJ , Blaha MJ, Chiuva Se, et.al. Heart disease and stroke statistics – 2017 update : a report from the
American Heart Association. AHA/ASA.2017 5
EPIDEMIOLOGI
• Prevalensi stroke di Indonesia yang terdiagnosis oleh tenaga
kesehatan 12.1 / juta
• Tertinggi pada usia >75th
• Prevalensi stroke sama tinggi antara laki-lai dan perempuan
• Lebih cenderung terjadi pada masyarakat berpendidikan rendah
• Prevalensi stroke lebih tinggi di kota dibandingkan di desa
Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar
(Riskesdas) 2013. Jakarta.
6
FAKTOR RESIKO
• Usia  meningkat signifikan pada usia lebih dari 55 th
• Jenis kelamin  paling sering laki-laki
• Riwayat stroke sebelumnya  meningkatkan resiko menjadi 23:1
• Konsumsi alcohol konsumsi alcohol jangka panjang, konsumsi >3 gelas per
minggu  meningkatkan resiko ICH 7x
• Merokok
• Penggunaan Obat-obat terlarang  cocaine, amphetamine,etc
• Disfungsi liver gangguan hemostasis
• Penggunaan obat-obat antikoagulan
7
GEJALA KLINIS UMUM
• Pada umumnya defisit neurologis terjadi secara perlahan dan
progresif dari menit ke jam
• Berbeda dengan emboli / iskemik  gejala maksimal pada
saat serangan
• Nyeri kepala hebat
• Muntah
• Penurunan kesadaran
8
GEJALA KLINIS UMUM
9
LOKASI PERDARAHAN DI OTAK
Mark S. Greenberg. Handbook of Neurosurgery 8th Edition. Thieme. 2016
10
LOKASI PERDARAHAN DI OTAK
11
PERDARAHAN LOBARIS
• Perdarahan primer  di lobus oksipital, temporal, frontal
dan parietal (termasuk ICH yang timbul dari korteks dan
substansia alba subkortikal).
• Terhitung 10-32% dari nontraumatic ICH
• Perdarahan lobaris umumnya  lebih sering terjadi akibat
kelainan structural dibandingkan dengan perdarahan letak
dalam (basal ganglia)
• Lebih sering terjadi pada pasien dengan konsumsi alkohol
tinggi
• Pada umumnya progonosis lebih baik dibandingkan dengan
perdarahan di ganglion-thalamus.
12
PERDARAHAN LOBARIS
• Gejala berhubungan dengan perdarahan di ke 4 lobus otak
1. Lobus frontalis  hemiparesis kontralateral, biasanya
tangan, beberap bagian dari kaki dan kelemahan wajah.
2. Lobus parietalis  deficit hemisensory kontralateral dan
hemiparesis ringan
3. Lobus occipitalis  nyeri mata ipsilateral, kontralateral
homonimus hemianopsia
4. Lobus Temporalis  afasia motoric, ataupun afasia
sensorik 13
ETIOLOGI
Beberapa hal yang harus ditanyakan dalam mengevaluasi pasien
dengan ICH :
1. Hipertensi
2. Obat-obatan  simpatomimetik (amfetamin, cocaine dll),
pengencer darah (warfarin), obat-obat antiplatelet (aspirin), pil KB
3. Riwayat penggunaan alcohol
4. Koagulopati
5. Leukemia
14
ETIOLOGI
Beberapa hal yang harus ditanyakan dalam mengevaluasi pasien
dengan ICH :
6. Riwayat stroke sebelumnya
7. Riwayat kelainan vascular ( AVM)
8. Tumor atau riwayat keganasan lainya
9. Riwayat operasi sebelumnya  prosedur penggunaan heparin, post
op craniotomy
10. Riwayat eclampsia atau preeclampsia
11. Riwayat trauma kepala 15
PERDARAHAN SEREBELUM
Etiologi
1. Hipertensi  penyebab sekitar 2/3 dari kasus
perdarahan serebelum
2. AVM
3. Beberapa kasus  berhubungan dengan
riwayat operasi daerah tulang belakang
ataupun operasi supratentorial
16
PERDARAHAN SEREBELUM
Gejala klinis
• Gejala peningkatan ICP ( Hipertensi,
Bradikardia, Nafas ireguler) akibat
hydrocephalus  kompresi Ventrikel 4 
obstruksi
• Kompresi langsung ke batang otak  facial
pasly, koma tanpa didahului oleh hemiparesis.
17
PERDARAHAN TUMOR OTAK
ICH akibat Tumor, biasanya berhubungan dengan keganasan otak
Bisa juga disertai SAH atau SDH
Tumor otak ganas yang sering mengakibatkan ICH:
1. Glioblastoma
2. Lymphoma
3. Tumor Metastasis  melanoma (40% perdarahan), Choriocarcinoma (60%
perdarahan), Renal Cell Carcinoma, Bronchogenic Cracinoma (9%
perdarahan) 18
PERDARAHAN THALAMUS
• Gejala klasik  contralateral hemisensory loss
• Hemiparesis  jika kapsula interna juga terkena
• Ekstensi ke batang otak  vertical gaze palsy, nystagmus retraksi,
kehilangan kemampuan konvergensi mata, ptosis, miosis, anisokor pada
20-40% kasus.
• Gejala motoroik disertai dengan defisit sensorik kontralateral
• Kompresi pada jalur LCS  hydrocephalus
19
PERDARAHAN PUTAMINAL
• Lokasi paling sering terjadinya ICH
• Gradual deterioration pada 62% pasien.
• Hemiparesis kontralateral  hemiplegia ataupun
koma
20
ANTIKOAGULAN DAN ICH
• Sekitar 10% pasien dengan warfarin  memiliki komplikasi
perdarahan signifikan, termasuk ICH (65% kematian)
• Resiko terjadinya ICH pada pasien dengan warfarin untuk Atrial
fibrilasi bervariasi  0-0.3% per tahun  pada usia tua (rata-rata
usia 80th)  insiden sekitar 1.8% per tahun
21
PENYEBAB PERBURUKAN LANJUT SETELAH SERANGAN
INISIAL
Perdarahan ulang
• Paling sering di basal ganglia
• 33-38% pada 1-3 jam pertama
• 16% pada 3-6 jam
• 14% s/d 24 jam
• Biasanya berhubungan dengan
kelainan vascular lainya
Edema serebri
• Nekrosis akibat efek desak ruang 
edema cytotoxic
• Gumpalan darah konsentrat
trombonin  meningkatkan
permeabilitas sawar darah otak 
edema bertambah
Kejang
Hydrocephalus
22
PEMERIKSAAN PENUNJANG
CT-Scan
1. Cepat, dan dapat memeperlihatkan darah dengan gambaran densitas tinggi
(hiperdens) di dalam jaringan otak sesaat setelah perdarahan terjadi.
2. Dapat menghitung volume perdarahan secara komputerisasi
MRI
1. Tidak digunakan untuk diagnostic awal  butuh proses lama
2. Tidak menunjukan darah secara jelas pada beberapa jam pertama 23
PEMERIKAAN PENUNJANG
CT Angiography / MR Angiography
Angiografi
• Biasanya dilakukan apabila dicurigai ada
kelainan vascular lainya (cth :AVM,
aneurisma dll)
• Indikasi  disarankan pada pasien >45
tahun dengan hipertensi, perdarahan di
thalamus, putamen atau fossa posterior
24
PEMERIKSAAN PENUNJANG
MR Angiography CT Angiography
25
26
KONSEP TATALAKSANA ICH
• Rawat ICU
• Tatalaksana hipertensi
• Intubasi bila GCS <8
• Pertahankan euglikemia
• Pertahankan normothermia
• Antikonvulsant  prophylactic (optional) menurunkan resiko terjadinya
kejang pada pasien dengan ICH lobaris
Pilihan  fenitoin , loading 17mg/kg IV selama 1 jam, rumatan 100mg per 8 jam
27
KONSEP TATALAKSANA ICH
J. Claude Hemphill, Steven M.Greenberg,Craig S Anderson, et.al. Guidelines for The Management of Spontaneous
Intracerebral Hemorrhage. AHA/ASA.2015
Thorsten Steiner, Rustam Al-Shahi Salman, Ronnie Beer,
et.al. European Stroke Organisation (ESO) guidelines for
the management of spontaneous intracerebral
hemorrhage.ESO. 2014
28
KONSEP TATALAKSANA ICH
• Cek faktor-faktor hemostatic  cek INR / PT, PTT & platelet count  koreksi
koagulopati
• Pemberian Steroid  kontroversial  tidak ada manfaat dari dexametason
pada pasien ICH  pertimbangkan pemberian pada kondisi edema otak
(dosis 4mg IV pemebrian tiap 6 jam, turunkan dosis 7-14 hari)
• Tatalaksana peningkatan Tekanan Intrakranial  pemberian mannitol
• Drainase Extraventricular ( EVD) untuk pasien hydrocephalus atau pada
kasus perdarahan intraventrikuler (IVH)
• Tatalaksana apabila ada gangguan elektrolit ataupun hiperglikemia
29
KONSEP TATALAKSANA ICH
J. Claude Hemphill, Steven M.Greenberg,Craig S Anderson, et.al. Guidelines for The Management of Spontaneous
Intracerebral Hemorrhage. AHA/ASA.2015
Thorsten Steiner, Rustam Al-Shahi Salman, Ronnie Beer, et.al. European Stroke Organisation (ESO) guidelines for
the management of spontaneous intracerebral hemorrhage.ESO. 2014
30
TATALAKSANA NON-BEDAH
Faktor yang Mempengaruhi untuk Terapi Konservatif :
• Gejala simptomatik minimal  deteriorasi dan hemiparesis ringan
• GCS >14
• Volume perdarahan <30ml tanpa midline shift
31
TATALAKSANA NON-BEDAH
Pada Situasi yang mempengaruhi outcome kurang baik apabila dilakukan
pembedahan :
1. Kondisi koagulopati yang berat
2. Perdarahan dengan kerusakan neuronal signifikan
3. Perdarahan besar di hemisfer dominan
4. GCS buruk (GCS <7), rusak fungsi batang otak
5. Usia >75 tahun
6. Perdarahan di thalamus 32
TATALAKSANA PEMBEDAHAN
Indikasi atau Faktor yang Mempengaruhi untuk Dilakukan Tindakan Bedah
1. Lesi besar, edema dan terdapat midline shift pada pencitraan 
potensial herniasi otak
2. Tanda-tanda peningkatan tekanan intra kranial (hipertensi, bradikardi,
nafas ireguler)
3. Volume perdarahan >30ml
4. Penurunan kesadaran progresif
5. Usia <50 tahun  toleransi untuk operasi lebih baik daripada lansia
33
TATALAKSANA PEMBEDAHAN
• Craniectomi  tanpa pengembalian tulang  lebih dipilih daripada
craniotomy  mengantisipasi edema otak post op
• External Ventricular Drainage (EVD)
Indikasi
1. Ekstensi perdarahan ke intraventricularobstruksi muara ventrikel 3
2. Hidrocephalus akut
3. Managemen Tekanan Intra Kranial
34
TATALAKSANA PEMBEDAHAN
Craniotomy Craniectomy
35
TATALAKSANA PEMBEDAHAN
External Ventricular Drainage
36
TATALAKSANA PEMBEDAHAN
J. Claude Hemphill, Steven M.Greenberg,Craig S Anderson, et.al. Guidelines for The Management of Spontaneous
Intracerebral Hemorrhage. AHA/ASA.2015
37
PENCEGAHAN KEMBALI TERJADINYA ICH
Rekomendasi:
1. Kontrol Tekanan Darah
2. Modifikasi gaya hidup (pola hidup sehat, tidak merokok, olahraga
dll)
3. Hindari penggunaan antiikoagulan dengan warfarin jangka
panjang
38
PEMBERIAN ANTIKOAGULAN SETELAH ICH
Rekomendasi :
• Atrial fibrilasi  penggunaaan antikoagulan disarankan tidak
digunakan pada pasien post ICH
• Penggunaan katup jantung mekanikal  stop pemberian
antikoagulan 1-2 minggu
• Pasien yang membutuhkan hemodialysis setelah ICH  heparin-
free dialysis boleh digunakan
39
PEMBERIAN ANTIKOAGULAN SETELAH ICH
J. Claude Hemphill, Steven M.Greenberg,Craig S Anderson, et.al. Guidelines for The Management of Spontaneous
Intracerebral Hemorrhage. AHA/ASA.2015
40
REHABILITASI PADA PASIEN ICH
J. Claude Hemphill, Steven M.Greenberg,Craig S Anderson, et.al. Guidelines for The Management of Spontaneous
Intracerebral Hemorrhage. AHA/ASA.2015
41
DAFTAR PUSTAKA
1. Mark S. Greenberg. Handbook of Neurosurgery 8th Edition. Thieme. 2016
2. J. Claude Hemphill, Steven M.Greenberg,Craig S Anderson, et.al. Guidelines for The
Management of Spontaneous Intracerebral Hemorrhage. AHA/ASA.2015
3. Thorsten Steiner, Rustam Al-Shahi Salman, Ronnie Beer, et.al. European Stroke
Organisation (ESO) guidelines for the management of spontaneous intracerebral
hemorrhage.ESO. 2014
4. Benjamin EJ , Blaha MJ, Chiuva Se, et.al. Heart disease and stroke statistics – 2017
update : a report from the American Heart Association. AHA/ASA.2017
5. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2013.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Jakarta.
42
TERIMA KASIH
43
©aris_rahmanda_2018

Stroke Perdarahan (Hemorhagik)

  • 1.
    STROKE HEMORHAGIK SMF BEDAHSARAF RSUP FATMAWATI 1
  • 2.
    KONSEP PENTING • Jenisstroke ke 2 tersering (15-30% dari kasus stroke) • Paling mematikan • Progresifitas berlangsung secara lambat dari menit ke jam, gejala dari nyeri kepala hingga ke penurunan kesadaran • CT Scan tanpa kontras  pemeriksaan awal gold standard • Volume dari hematoma berpengaruh pada progonosis • Gumpalan darah bertambah setidaknya 33% pada 3 jam pertama • Angiography disarankan 2
  • 3.
    DAFTAR SINGKATAN • SDH Subdural Hemorrhagic • SAH  Subarachnoid Hemorrhagic • ICH  Intra Cerebral Hemorrhagic 3
  • 4.
    DEFINISI • Intracerebral Hemorrhagic(ICH) atau perdarahan intraserebral adalah Suatu perdarahan didalam jaringan otak 4
  • 5.
    EPIDEMIOLOGI • Seseorang terkenastroke di AS setiap 40 detik • Sekitar 1 dari 20 kematian di AS akibat stroke • Membunuh seseorang di AS setiap 4 menit • Penyebab kecacatan jangka Panjang utama di AS Benjamin EJ , Blaha MJ, Chiuva Se, et.al. Heart disease and stroke statistics – 2017 update : a report from the American Heart Association. AHA/ASA.2017 5
  • 6.
    EPIDEMIOLOGI • Prevalensi strokedi Indonesia yang terdiagnosis oleh tenaga kesehatan 12.1 / juta • Tertinggi pada usia >75th • Prevalensi stroke sama tinggi antara laki-lai dan perempuan • Lebih cenderung terjadi pada masyarakat berpendidikan rendah • Prevalensi stroke lebih tinggi di kota dibandingkan di desa Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Jakarta. 6
  • 7.
    FAKTOR RESIKO • Usia meningkat signifikan pada usia lebih dari 55 th • Jenis kelamin  paling sering laki-laki • Riwayat stroke sebelumnya  meningkatkan resiko menjadi 23:1 • Konsumsi alcohol konsumsi alcohol jangka panjang, konsumsi >3 gelas per minggu  meningkatkan resiko ICH 7x • Merokok • Penggunaan Obat-obat terlarang  cocaine, amphetamine,etc • Disfungsi liver gangguan hemostasis • Penggunaan obat-obat antikoagulan 7
  • 8.
    GEJALA KLINIS UMUM •Pada umumnya defisit neurologis terjadi secara perlahan dan progresif dari menit ke jam • Berbeda dengan emboli / iskemik  gejala maksimal pada saat serangan • Nyeri kepala hebat • Muntah • Penurunan kesadaran 8
  • 9.
  • 10.
    LOKASI PERDARAHAN DIOTAK Mark S. Greenberg. Handbook of Neurosurgery 8th Edition. Thieme. 2016 10
  • 11.
  • 12.
    PERDARAHAN LOBARIS • Perdarahanprimer  di lobus oksipital, temporal, frontal dan parietal (termasuk ICH yang timbul dari korteks dan substansia alba subkortikal). • Terhitung 10-32% dari nontraumatic ICH • Perdarahan lobaris umumnya  lebih sering terjadi akibat kelainan structural dibandingkan dengan perdarahan letak dalam (basal ganglia) • Lebih sering terjadi pada pasien dengan konsumsi alkohol tinggi • Pada umumnya progonosis lebih baik dibandingkan dengan perdarahan di ganglion-thalamus. 12
  • 13.
    PERDARAHAN LOBARIS • Gejalaberhubungan dengan perdarahan di ke 4 lobus otak 1. Lobus frontalis  hemiparesis kontralateral, biasanya tangan, beberap bagian dari kaki dan kelemahan wajah. 2. Lobus parietalis  deficit hemisensory kontralateral dan hemiparesis ringan 3. Lobus occipitalis  nyeri mata ipsilateral, kontralateral homonimus hemianopsia 4. Lobus Temporalis  afasia motoric, ataupun afasia sensorik 13
  • 14.
    ETIOLOGI Beberapa hal yangharus ditanyakan dalam mengevaluasi pasien dengan ICH : 1. Hipertensi 2. Obat-obatan  simpatomimetik (amfetamin, cocaine dll), pengencer darah (warfarin), obat-obat antiplatelet (aspirin), pil KB 3. Riwayat penggunaan alcohol 4. Koagulopati 5. Leukemia 14
  • 15.
    ETIOLOGI Beberapa hal yangharus ditanyakan dalam mengevaluasi pasien dengan ICH : 6. Riwayat stroke sebelumnya 7. Riwayat kelainan vascular ( AVM) 8. Tumor atau riwayat keganasan lainya 9. Riwayat operasi sebelumnya  prosedur penggunaan heparin, post op craniotomy 10. Riwayat eclampsia atau preeclampsia 11. Riwayat trauma kepala 15
  • 16.
    PERDARAHAN SEREBELUM Etiologi 1. Hipertensi penyebab sekitar 2/3 dari kasus perdarahan serebelum 2. AVM 3. Beberapa kasus  berhubungan dengan riwayat operasi daerah tulang belakang ataupun operasi supratentorial 16
  • 17.
    PERDARAHAN SEREBELUM Gejala klinis •Gejala peningkatan ICP ( Hipertensi, Bradikardia, Nafas ireguler) akibat hydrocephalus  kompresi Ventrikel 4  obstruksi • Kompresi langsung ke batang otak  facial pasly, koma tanpa didahului oleh hemiparesis. 17
  • 18.
    PERDARAHAN TUMOR OTAK ICHakibat Tumor, biasanya berhubungan dengan keganasan otak Bisa juga disertai SAH atau SDH Tumor otak ganas yang sering mengakibatkan ICH: 1. Glioblastoma 2. Lymphoma 3. Tumor Metastasis  melanoma (40% perdarahan), Choriocarcinoma (60% perdarahan), Renal Cell Carcinoma, Bronchogenic Cracinoma (9% perdarahan) 18
  • 19.
    PERDARAHAN THALAMUS • Gejalaklasik  contralateral hemisensory loss • Hemiparesis  jika kapsula interna juga terkena • Ekstensi ke batang otak  vertical gaze palsy, nystagmus retraksi, kehilangan kemampuan konvergensi mata, ptosis, miosis, anisokor pada 20-40% kasus. • Gejala motoroik disertai dengan defisit sensorik kontralateral • Kompresi pada jalur LCS  hydrocephalus 19
  • 20.
    PERDARAHAN PUTAMINAL • Lokasipaling sering terjadinya ICH • Gradual deterioration pada 62% pasien. • Hemiparesis kontralateral  hemiplegia ataupun koma 20
  • 21.
    ANTIKOAGULAN DAN ICH •Sekitar 10% pasien dengan warfarin  memiliki komplikasi perdarahan signifikan, termasuk ICH (65% kematian) • Resiko terjadinya ICH pada pasien dengan warfarin untuk Atrial fibrilasi bervariasi  0-0.3% per tahun  pada usia tua (rata-rata usia 80th)  insiden sekitar 1.8% per tahun 21
  • 22.
    PENYEBAB PERBURUKAN LANJUTSETELAH SERANGAN INISIAL Perdarahan ulang • Paling sering di basal ganglia • 33-38% pada 1-3 jam pertama • 16% pada 3-6 jam • 14% s/d 24 jam • Biasanya berhubungan dengan kelainan vascular lainya Edema serebri • Nekrosis akibat efek desak ruang  edema cytotoxic • Gumpalan darah konsentrat trombonin  meningkatkan permeabilitas sawar darah otak  edema bertambah Kejang Hydrocephalus 22
  • 23.
    PEMERIKSAAN PENUNJANG CT-Scan 1. Cepat,dan dapat memeperlihatkan darah dengan gambaran densitas tinggi (hiperdens) di dalam jaringan otak sesaat setelah perdarahan terjadi. 2. Dapat menghitung volume perdarahan secara komputerisasi MRI 1. Tidak digunakan untuk diagnostic awal  butuh proses lama 2. Tidak menunjukan darah secara jelas pada beberapa jam pertama 23
  • 24.
    PEMERIKAAN PENUNJANG CT Angiography/ MR Angiography Angiografi • Biasanya dilakukan apabila dicurigai ada kelainan vascular lainya (cth :AVM, aneurisma dll) • Indikasi  disarankan pada pasien >45 tahun dengan hipertensi, perdarahan di thalamus, putamen atau fossa posterior 24
  • 25.
  • 26.
  • 27.
    KONSEP TATALAKSANA ICH •Rawat ICU • Tatalaksana hipertensi • Intubasi bila GCS <8 • Pertahankan euglikemia • Pertahankan normothermia • Antikonvulsant  prophylactic (optional) menurunkan resiko terjadinya kejang pada pasien dengan ICH lobaris Pilihan  fenitoin , loading 17mg/kg IV selama 1 jam, rumatan 100mg per 8 jam 27
  • 28.
    KONSEP TATALAKSANA ICH J.Claude Hemphill, Steven M.Greenberg,Craig S Anderson, et.al. Guidelines for The Management of Spontaneous Intracerebral Hemorrhage. AHA/ASA.2015 Thorsten Steiner, Rustam Al-Shahi Salman, Ronnie Beer, et.al. European Stroke Organisation (ESO) guidelines for the management of spontaneous intracerebral hemorrhage.ESO. 2014 28
  • 29.
    KONSEP TATALAKSANA ICH •Cek faktor-faktor hemostatic  cek INR / PT, PTT & platelet count  koreksi koagulopati • Pemberian Steroid  kontroversial  tidak ada manfaat dari dexametason pada pasien ICH  pertimbangkan pemberian pada kondisi edema otak (dosis 4mg IV pemebrian tiap 6 jam, turunkan dosis 7-14 hari) • Tatalaksana peningkatan Tekanan Intrakranial  pemberian mannitol • Drainase Extraventricular ( EVD) untuk pasien hydrocephalus atau pada kasus perdarahan intraventrikuler (IVH) • Tatalaksana apabila ada gangguan elektrolit ataupun hiperglikemia 29
  • 30.
    KONSEP TATALAKSANA ICH J.Claude Hemphill, Steven M.Greenberg,Craig S Anderson, et.al. Guidelines for The Management of Spontaneous Intracerebral Hemorrhage. AHA/ASA.2015 Thorsten Steiner, Rustam Al-Shahi Salman, Ronnie Beer, et.al. European Stroke Organisation (ESO) guidelines for the management of spontaneous intracerebral hemorrhage.ESO. 2014 30
  • 31.
    TATALAKSANA NON-BEDAH Faktor yangMempengaruhi untuk Terapi Konservatif : • Gejala simptomatik minimal  deteriorasi dan hemiparesis ringan • GCS >14 • Volume perdarahan <30ml tanpa midline shift 31
  • 32.
    TATALAKSANA NON-BEDAH Pada Situasiyang mempengaruhi outcome kurang baik apabila dilakukan pembedahan : 1. Kondisi koagulopati yang berat 2. Perdarahan dengan kerusakan neuronal signifikan 3. Perdarahan besar di hemisfer dominan 4. GCS buruk (GCS <7), rusak fungsi batang otak 5. Usia >75 tahun 6. Perdarahan di thalamus 32
  • 33.
    TATALAKSANA PEMBEDAHAN Indikasi atauFaktor yang Mempengaruhi untuk Dilakukan Tindakan Bedah 1. Lesi besar, edema dan terdapat midline shift pada pencitraan  potensial herniasi otak 2. Tanda-tanda peningkatan tekanan intra kranial (hipertensi, bradikardi, nafas ireguler) 3. Volume perdarahan >30ml 4. Penurunan kesadaran progresif 5. Usia <50 tahun  toleransi untuk operasi lebih baik daripada lansia 33
  • 34.
    TATALAKSANA PEMBEDAHAN • Craniectomi tanpa pengembalian tulang  lebih dipilih daripada craniotomy  mengantisipasi edema otak post op • External Ventricular Drainage (EVD) Indikasi 1. Ekstensi perdarahan ke intraventricularobstruksi muara ventrikel 3 2. Hidrocephalus akut 3. Managemen Tekanan Intra Kranial 34
  • 35.
  • 36.
  • 37.
    TATALAKSANA PEMBEDAHAN J. ClaudeHemphill, Steven M.Greenberg,Craig S Anderson, et.al. Guidelines for The Management of Spontaneous Intracerebral Hemorrhage. AHA/ASA.2015 37
  • 38.
    PENCEGAHAN KEMBALI TERJADINYAICH Rekomendasi: 1. Kontrol Tekanan Darah 2. Modifikasi gaya hidup (pola hidup sehat, tidak merokok, olahraga dll) 3. Hindari penggunaan antiikoagulan dengan warfarin jangka panjang 38
  • 39.
    PEMBERIAN ANTIKOAGULAN SETELAHICH Rekomendasi : • Atrial fibrilasi  penggunaaan antikoagulan disarankan tidak digunakan pada pasien post ICH • Penggunaan katup jantung mekanikal  stop pemberian antikoagulan 1-2 minggu • Pasien yang membutuhkan hemodialysis setelah ICH  heparin- free dialysis boleh digunakan 39
  • 40.
    PEMBERIAN ANTIKOAGULAN SETELAHICH J. Claude Hemphill, Steven M.Greenberg,Craig S Anderson, et.al. Guidelines for The Management of Spontaneous Intracerebral Hemorrhage. AHA/ASA.2015 40
  • 41.
    REHABILITASI PADA PASIENICH J. Claude Hemphill, Steven M.Greenberg,Craig S Anderson, et.al. Guidelines for The Management of Spontaneous Intracerebral Hemorrhage. AHA/ASA.2015 41
  • 42.
    DAFTAR PUSTAKA 1. MarkS. Greenberg. Handbook of Neurosurgery 8th Edition. Thieme. 2016 2. J. Claude Hemphill, Steven M.Greenberg,Craig S Anderson, et.al. Guidelines for The Management of Spontaneous Intracerebral Hemorrhage. AHA/ASA.2015 3. Thorsten Steiner, Rustam Al-Shahi Salman, Ronnie Beer, et.al. European Stroke Organisation (ESO) guidelines for the management of spontaneous intracerebral hemorrhage.ESO. 2014 4. Benjamin EJ , Blaha MJ, Chiuva Se, et.al. Heart disease and stroke statistics – 2017 update : a report from the American Heart Association. AHA/ASA.2017 5. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. 2013. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013. Jakarta. 42
  • 43.

Editor's Notes

  • #3 Data dari dunia riskesdas tampilkan
  • #10 Ganti dari AHA saja
  • #25 Cari video CT angiography