Dokumen tersebut membahas tentang tekanan intrakranial dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Terdapat penjelasan mengenai patofisiologi, gejala klinis, dan penatalaksanaan peningkatan tekanan intrakranial.
Tekanan Intra Kranial(TIK)
KSM BEDAH SARAF
RSUP FATMAWATI
JAKARTA
2018
dr.Moch. Evodia S.R, Sp.BS
dr.Aris Rahmanda
2.
Pendahuluan
Tekanan IntraKranial tekanan yang terdapat pada rongga kranium
Nilai normal TIK 5 s/d 15 mmHg
Tulang tengkorak struktur yang kaku.
kecuali pada bayi, peningkatan tekanan intrakranial pelebaran sutura
makrosefal
Isi tulang tengkorak terdiri dari 3 komponen utama:
Jaringan Otak (78%)
Darah (12%)
Cairan Serebrospinal (10%)
Monro-Kellie Doctrine
Totalvolume intrakranial harus tetap konstan, karena tengkorak bersifat
kaku dan tidak dapat mengembang.
Saat volume intrakranial melebihi dari normal maka terjadi peningkatan
tekanan intrakranial darah vena dan cairan serebrospinal dikompresi
keluar untuk menyangga tekanan
6.
Kenneth W Lindsay,Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery Illustrated 5th Edition. Elsevier. 2010
7.
Faktor yang MempengaruhiVasokonstriksi/ Vasodilatasi
Serebral
Kenneth W Lindsay, Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery
Illustrated 5th Edition. Elsevier. 2010
Cairan Serebrospinal
Disekreksi500ml / hari, 0,35 ml/menit
Pada kondisi normal, CSS mengalir ke ruang subarakhnoid dan
diserap masuk ke sistem vena melalui vili arakhnoid.
Jika aliran CSS mengalami obstruksi akan terbentuk hidrosefalus
menyebabkan peningkatan TIK karena CSS diproduksi terus secara
konstan.
Edema Serebri
Edemaserebral atau bengkak jaringan otak
Berkembang di sekitar lesi intrinsik pada jaringan otak, seperti tumor,
abses, kerusakan otak akibat iskemik atau traumatik
Beberapa bentuk edema serebri:
Vasogenik
Sitotoksik
Interstisial
12.
Gejala Klinis PeningkatanTIK
Penurunan Kesadaran
Muntah proyektil
Nyeri Kepala
Penurunan visus /tajam penglihatan
Kejang
Dalam keadaan normalper 100 gram jaringan otak:
White matter, diberikan aliran darah 18-25 ml/menit
Grey matter, diberikan aliran darah 67-80 ml/menit
Gejala Klinis
Herniasi Otak
Kenneth W Lindsay, Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery Illustrated 5th Edition. Elsevier. 2010
Arteri perforata
Mark S. Greenberg. Handbook of Neurosurgery 8th Edition. Thieme. 2016
17.
Kondisi Normal
Q =Debit/Cerebral Blood Flow (CBF) Rate
A = Luas penampang pembuluh darah
V = Kecepatan fluida (darah)
Q = A x V
A = r2 ; setelah stretching jari-jari arteri perforata
R2 = ½ R1
A1 = (R1)2
A2 = (R2)2 = (1/2 R1)2
= ¼ (R1)2 = ¼ A1
Saat Stretching
Akibat Herniasi Otak
Arteri Perforata
Q2 = A2 x V
= ¼ A1 x V = ¼ Q1
Misal: CBF Rate Gray Matter = Q1 adalah 80ml/menit
Maka setelah stretching didapatkan:
CBF Rate:
Q2 = ¼ Q1
= ¼ x 80 ml/menit
= 20 ml/menit
R
1
½ R
2
Trias Cushing
Hipertensi
CPP = MAP - ICP
Bradikardia
Terjadi karena tekanan intrakranial yang tinggi herniasi dan
menekan inti Nervus Vagus (CN X)
Pernapasan Ireguler
Terjadi karena tekanan intrakranial tinggi herniasi dan menekan
medula oblongata sebagai pusat pernapasan
Pemeriksaan CT-Scan /MRI
CT-Scan keuntungan hasil dapat cepat didapat, terutama dalam
setting emergency lebih superior untuk melihat ada atau tidaknya
perdarahan
MRI Lebih superior untuk melihat jaringan lunak / otak, dengan
kontras baik untuk melihat tumor / SOL intrakranial
Dampak Peningkatan TIKTerlalu
Lama
Iskemia serebral atau stroke
Cedera jaringan otak ireversibel dan hipoksia serebral
Defisit neurologis permanen (cth: vegetative state)
Herniasi otak atau mati batang otak
36.
Tatalaksana pada PeningkatanTIK
Target penurunan TIK < 22mmHg
Dekompresi Surgikal Craniectomy dekompresi, EVD, VP Shunt dll
Sedasi agitasi meningkatkan tekanan arterial sistemik peningkatan TIK. Cth
terapi: pemberian Propofol
Optimalisasi CPP atur tekanan darah, bila MAP >110mmHg turunkan bertahap
Hiperventilasi dapat dilakukan pada fase akut peningkatan TIK target PaCO2
<30mmHg vasokonstriksi serebral Penurunan TIK
Osmoteraphy pemberian mannitol 20%
Hipotermia dapat menurunkan TIK tapi tidak dalam jangka Panjang
Barbiturat Coma --> efek neuroprotektif
37.
Tatalaksana pada PeningkatanTIK
Patensi Airway & pertahankan SpO2 ≥ 96% atau PaO2 ≥ 80mmHg
Anti kejang bila kejang
Kolaborasi dengan Gizi Klinik terapi nutrisi
Cegah demam dan Infeksi
Cegah nyeri
Cegah mengedan / batuk antitussive, laxative
Dekompresi lambung pemasangan NGT bila perlu
Head Up 30o cegah obstruksi venous return dari kepala penurunan
TIK
39.
Mannitol 20%
Diuretikosmotik, bekerja dengan meningkatkan tekanan osmotik pada
intravaskuler.
Dengan terjadinya perbedaan osmolaritas maka air akan tertarik masuk
ke dalam vaskuler
Manitol 20% 100 gr / 500ml (Osmolaritas 1098 mOsm/L)
RL : 275 mOsm/L (in vitro)
RL : 254 mOsm/L (in vivo)
NaCl 0,9% : 308 mOsm/L
Osmolaritas tubuh : 275 - 290 mOsm/L
40.
Pemberian Mannitol 20%
Bersifat hiperosmol dan diuretik kuat
Sediaan : 500 ml dan 250ml
1 ml mannitol 20% 0.2 gram/ ml
Dosis 0.5 sd 1g/kgBB/kali BOLUS (0,25 - 2 g/kgBB/kali)
Efek muncul pada 15 menit pemberian. Duration of action dosis 0,5g/kgBB : 4-6 jam. Karena itu
dapat diberikan 4-6 kali per 24 jam. Duration of action dosis 1g/kgBB : 8 jam Karena itu dapat
diberikan 3 kali per 24 jam
Dapat diberikan sebagai terapi awal pada pasien dengan tanda-tanda herniasi otak dan
penurunan GCS
H Richard Winn, et al. Youmans Neurological Surgery 6th edition. Philladelphia: El Sevier; 2011
41.
Catatan Penting pemberianMannitol
Blood Pressure, Sistolik dijaga tidak kurang dari 100 mmHg
Vena kateter berukuran besar, contoh: 16G, 18G
Pasang urine kateter
Hati-hati pada pasien dengan CKD, CHF, Edema Paru
42.
Osmolaritas Aadalah 4 cube gula /
gelas
Solution adalah Larutan
Solvent adalah Pelarut
Solute adalah zat terlarut
Keseimbangan osmolaritas didapatkan dengan:
1. Menambah solvent pada gelas B
2. Menambah solute pada gelas A
A B
Osmolaritas
Osmolaritas B adalah 4 cube gula /
½ gelas = 8 cube per gelas
Membran Semipermeabel
Padatubuh, keseimbangan osmolaritas terjadi melewati
membran semipermeabel, seperti perpindahan nutrisi dan
oksigen dari pembuluh darah ke sel glia / neuron.
Endotel pembuluh darah dan membran sel glia/ neuron
berfungsi sebagai membran semipermeabel
Membran semipermeabel akan menahan solute, tetapi
melewatkan solvent
45.
Osmolaritas
VA x OsmA+ VB x OsmB = VAB x OsmAB
(300 x 100) + (100 x 300) = 400 x OsmAB
30.000 + 30.000 = 400 x OsmAB
OsmAB = 150 mOsm/L Keseimbangan
Osmolaritas
VA’= VA x OsmA / OsmAB
= 30.000/150
= 200 L
VB : 100 L
OsmB : 300
mOsm/L
VA : 300 L
OsmA : 100
mOsm/L
Cairan akan berpindah dari
osmolaritas rendah ke
osmolaritas tinggi
VB : 200 L
OsmAB: 150
mOsm/L
VA : 200 L
OsmAB :
150 mOsm/L
A
A
B
B
Membran
Semipermeabel
46.
Contoh Soal
Pasiencedera kepala, BB: 50 kg. Hasil CT Scan: Mild Cerebral Edema
Dosis Manitol: 0,5 g/kgBB/kali
Dosis Manitol: 0,5 x 50 kg = 25 gram 125 ml
Osmolaritas tubuh 275 - 290 mOsm
Volume intravaskular : 70ml/kgBB
VM x OsmM + VD x OsmD = VMD x OsmMD
0,125 L x 1098 + 3,5 L x 275 = 3,625 L x OsmMD
137,25 + 962,5 = 3,625 x OsmMP
OsmMD = 303,3 mOsm/L
Perpindahan cairan dari osmolaritas rendah ke osmolaritas tinggi, sehingga volume dari interstisial atau
intraparenkimal otak masuk ke pembuluh darah volume berkurang maka edema serebral berkurang
47.
Osmolaritas Intraparenkimal Otak= 275
mOsm/L
+
Osmolaritas Intraparenkimal Otak
= 275 mOsm/L
Osmolariras Intravaskular
+ Manitol = 303 mOsm/L
Saat terjadi Edema Serebri
Cairan akan berpindah dari
osmolaritas rendah ke
osmolaritas tinggi
Dalam hal ini, cairan akan
berpindah dari parenkim otak
ke intravaskular Edema
Serebri berkurang
48.
Kesimpulan
Peningkatan TIKdapat terjadi akibat berbagai hal , cth: trauma, infeksi, stroke,
tumor
Penting untuk mengetahui gejala dan tanda peningkatan TIK
Managemen atau tatalaksana peningkatan TIK yang tepat dapat menolong pasien.
49.
Daftar Pustaka
CriticalCare Services Ontario (2016).Intracranial Pressure (ICP) Causes, Concerns and
Management. retrieved from
https://www.criticalcareontario.ca/EN/Library/Neurosurgical%20Care/Pages/ default.aspx
Mark S. Greenberg. Handbook of Neurosurgery 8th Edition. Thieme. 2016
Kenneth W Lindsay, Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery Illustrated 5th
Edition. Elsevier. 2010
H Richard Winn, et al. Youmans Neurological Surgery 6th edition. Philladelphia: El Sevier; 2011
#5 Doktrin Monroe Kellie
Tengkorak sebagai struktur yang kaku, mengandung otak mampat dan volume darah harus tetap konstan, kecuali: 'air atau zat lain yang ditimbulkan atau dikeluarkan dari pembuluh darah 'dalam hal ini kuantitas darah, sama dalam jumlah besar untuk yang terpengaruh materi akan ditekan keluar dari tengkorak