Tekanan Intra Kranial (TIK)
KSM BEDAH SARAF
RSUP FATMAWATI
JAKARTA
2018
dr.Moch. Evodia S.R, Sp.BS
dr.Aris Rahmanda
Pendahuluan
 Tekanan Intra Kranial  tekanan yang terdapat pada rongga kranium
 Nilai normal TIK  5 s/d 15 mmHg
 Tulang tengkorak  struktur yang kaku.
 kecuali pada bayi, peningkatan tekanan intrakranial  pelebaran sutura
 makrosefal
 Isi tulang tengkorak terdiri dari 3 komponen utama:
 Jaringan Otak (78%)
 Darah (12%)
 Cairan Serebrospinal (10%)
Monro-Kellie Doctrine
Monro-Kellie Doctrine
 Total volume intrakranial harus tetap konstan, karena tengkorak bersifat
kaku dan tidak dapat mengembang.
 Saat volume intrakranial melebihi dari normal maka terjadi peningkatan
tekanan intrakranial  darah vena dan cairan serebrospinal dikompresi
keluar untuk menyangga tekanan
Kenneth W Lindsay, Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery Illustrated 5th Edition. Elsevier. 2010
Faktor yang Mempengaruhi Vasokonstriksi/ Vasodilatasi
Serebral
Kenneth W Lindsay, Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery
Illustrated 5th Edition. Elsevier. 2010
Faktor yang
Mempengaruhi
Peningkatan TIK
Kenneth W Lindsay, Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery Illustrated 5th Edition. Elsevier. 2010
Cairan Serebrospinal
 Disekreksi 500ml / hari, 0,35 ml/menit
 Pada kondisi normal, CSS mengalir ke ruang subarakhnoid dan
diserap masuk ke sistem vena melalui vili arakhnoid.
 Jika aliran CSS mengalami obstruksi akan terbentuk hidrosefalus 
menyebabkan peningkatan TIK karena CSS diproduksi terus secara
konstan.
Siklus Aliran LCS
Edema Serebri
 Edema serebral atau bengkak jaringan otak
 Berkembang di sekitar lesi intrinsik pada jaringan otak, seperti tumor,
abses, kerusakan otak akibat iskemik atau traumatik
 Beberapa bentuk edema serebri:
 Vasogenik
 Sitotoksik
 Interstisial
Gejala Klinis Peningkatan TIK
 Penurunan Kesadaran
 Muntah proyektil
 Nyeri Kepala
 Penurunan visus /tajam penglihatan
 Kejang
Patofisiologi
Peningkatan
TIK
Kenneth W Lindsay, Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery Illustrated 5th Edition. Elsevier. 2010
Tipe-tipe
Herniasi
Serebri
Kenneth W Lindsay, Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery Illustrated 5th Edition. Elsevier. 2010
Gejala Klinis
Herniasi Otak
Kenneth W Lindsay, Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery Illustrated 5th Edition. Elsevier. 2010
Dalam keadaan normal per 100 gram jaringan otak:
 White matter, diberikan aliran darah 18-25 ml/menit
 Grey matter, diberikan aliran darah 67-80 ml/menit
Gejala Klinis
Herniasi Otak
Kenneth W Lindsay, Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery Illustrated 5th Edition. Elsevier. 2010
Arteri perforata
Mark S. Greenberg. Handbook of Neurosurgery 8th Edition. Thieme. 2016
Kondisi Normal
Q = Debit/Cerebral Blood Flow (CBF) Rate
A = Luas penampang pembuluh darah
V = Kecepatan fluida (darah)
Q = A x V
A = r2 ; setelah stretching jari-jari arteri perforata
R2 = ½ R1
A1 = (R1)2
A2 = (R2)2 = (1/2 R1)2
= ¼ (R1)2 = ¼ A1
Saat Stretching
Akibat Herniasi Otak
Arteri Perforata
Q2 = A2 x V
= ¼ A1 x V = ¼ Q1
Misal: CBF Rate Gray Matter = Q1 adalah 80ml/menit
Maka setelah stretching didapatkan:
CBF Rate:
Q2 = ¼ Q1
= ¼ x 80 ml/menit
= 20 ml/menit
R
1
½ R
2
Gejala Klinis
Herniasi Otak
Kenneth W Lindsay, Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery Illustrated 5th Edition. Elsevier. 2010
Pemeriksaan Fisik pada Peningkatan TIK
 Penurunan Kesadaran ( GCS Menurun)
 Pupil  anisokor / tanda-tanda lateralisasi
 Tanda-tanda vital  trias cushing (Bradikardi,
Hipertensi, Pernafasan Iregular)
 Pemeriksaan motorik
Trias Cushing
 Hipertensi
 CPP = MAP - ICP
 Bradikardia
 Terjadi karena tekanan intrakranial yang tinggi  herniasi dan
menekan inti Nervus Vagus (CN X)
 Pernapasan Ireguler
 Terjadi karena tekanan intrakranial tinggi  herniasi dan menekan
medula oblongata sebagai pusat pernapasan
CPP = MAP - ICP
 CPP : Cerebral Perfusion Pressure
 MAP : Mean Arterial Pressure
(S + 2D) / 3
 ICP : Intracranial Pressure
0 - 10 cmH2O
0 - 8 mmHg
Kondisi Normal
Diketahui:
TD : 120/80 mmHg
ICP : 8 mmHg
Maka:
CPP = MAP - ICP
= (S+2D)/3 - 8
= (120+160)/3 - 8
= 93,3 - 8
= 85 mmHg
Peningkatan TIK
Diketahui:
ICP : 40 mmHg
Maka:
CPP = MAP - ICP
85 = MAP - 40
MAP = 125
125 = (S+2D)/3
375 = S + 2D
Misal D = 90 mmHg
Maka S = 375 - (2x90)
= 195
TD: 195 / 90 mmHg
Peningkatan TIK
Diketahui:
ICP : 60 mmHg
Maka:
CPP = MAP - ICP
85 = MAP - 60
MAP = 145
145 = (S+2D)/3
435 = S + 2D
Misal D = 110 mmHg
Maka S = 435 - (2x110)
= 215
TD: 215 / 110 mmHg
Penurunan Visus pada
Peningkatan TIK
Hukum Paskal
P = Tekanan
F = Gaya
A = Luas Permukaan
Penampang
P = F x A
P1 = P2
𝐹1
𝐴1
=
𝐹2
𝐴2
ANATOMI
BOLA MATA
Pemeriksaan CT-Scan / MRI
 CT-Scan  keuntungan hasil dapat cepat didapat, terutama dalam
setting emergency  lebih superior untuk melihat ada atau tidaknya
perdarahan
 MRI  Lebih superior untuk melihat jaringan lunak / otak, dengan
kontras  baik untuk melihat tumor / SOL intrakranial
Pemeriksaan CT-Scan / MRI
SOL Intrakranial
Hydrocephalus
Dampak Peningkatan TIK Terlalu
Lama
 Iskemia serebral atau stroke
 Cedera jaringan otak ireversibel dan hipoksia serebral
 Defisit neurologis permanen (cth: vegetative state)
 Herniasi otak atau mati batang otak
Tatalaksana pada Peningkatan TIK
 Target penurunan TIK  < 22mmHg
 Dekompresi Surgikal  Craniectomy dekompresi, EVD, VP Shunt dll
 Sedasi  agitasi meningkatkan tekanan arterial sistemik  peningkatan TIK. Cth
terapi: pemberian Propofol
 Optimalisasi CPP  atur tekanan darah, bila MAP >110mmHg turunkan bertahap
 Hiperventilasi  dapat dilakukan pada fase akut peningkatan TIK  target PaCO2
<30mmHg  vasokonstriksi serebral  Penurunan TIK
 Osmoteraphy  pemberian mannitol 20%
 Hipotermia  dapat menurunkan TIK tapi tidak dalam jangka Panjang
 Barbiturat Coma --> efek neuroprotektif
Tatalaksana pada Peningkatan TIK
 Patensi Airway & pertahankan SpO2 ≥ 96% atau PaO2 ≥ 80mmHg
 Anti kejang bila kejang
 Kolaborasi dengan Gizi Klinik  terapi nutrisi
 Cegah demam dan Infeksi
 Cegah nyeri
 Cegah mengedan / batuk  antitussive, laxative
 Dekompresi lambung  pemasangan NGT bila perlu
 Head Up 30o  cegah obstruksi venous return dari kepala  penurunan
TIK
Mannitol 20%
 Diuretik osmotik, bekerja dengan meningkatkan tekanan osmotik pada
intravaskuler.
 Dengan terjadinya perbedaan osmolaritas maka air akan tertarik masuk
ke dalam vaskuler
 Manitol 20%  100 gr / 500ml (Osmolaritas 1098 mOsm/L)
 RL : 275 mOsm/L (in vitro)
 RL : 254 mOsm/L (in vivo)
 NaCl 0,9% : 308 mOsm/L
 Osmolaritas tubuh : 275 - 290 mOsm/L
Pemberian Mannitol 20%
 Bersifat hiperosmol dan diuretik kuat
 Sediaan : 500 ml dan 250ml
 1 ml mannitol 20%  0.2 gram/ ml
 Dosis  0.5 sd 1g/kgBB/kali BOLUS (0,25 - 2 g/kgBB/kali)
 Efek muncul pada 15 menit pemberian. Duration of action dosis 0,5g/kgBB : 4-6 jam. Karena itu
dapat diberikan 4-6 kali per 24 jam. Duration of action dosis 1g/kgBB : 8 jam Karena itu dapat
diberikan 3 kali per 24 jam
 Dapat diberikan sebagai terapi awal pada pasien dengan tanda-tanda herniasi otak dan
penurunan GCS
H Richard Winn, et al. Youmans Neurological Surgery 6th edition. Philladelphia: El Sevier; 2011
Catatan Penting pemberian Mannitol
 Blood Pressure, Sistolik dijaga tidak kurang dari 100 mmHg
 Vena kateter berukuran besar, contoh: 16G, 18G
 Pasang urine kateter
 Hati-hati pada pasien dengan CKD, CHF, Edema Paru
 Osmolaritas A adalah 4 cube gula /
gelas
Solution adalah Larutan
Solvent adalah Pelarut
Solute adalah zat terlarut
Keseimbangan osmolaritas didapatkan dengan:
1. Menambah solvent pada gelas B
2. Menambah solute pada gelas A
A B
Osmolaritas
 Osmolaritas B adalah 4 cube gula /
½ gelas = 8 cube per gelas
Keseimbangan
Osmolaritas
A B
A B
A B
Penambahan solvent
pada gelas B
Penambahan solute
pada gelas A
Membran Semipermeabel
 Pada tubuh, keseimbangan osmolaritas terjadi melewati
membran semipermeabel, seperti perpindahan nutrisi dan
oksigen dari pembuluh darah ke sel glia / neuron.
 Endotel pembuluh darah dan membran sel glia/ neuron
berfungsi sebagai membran semipermeabel
 Membran semipermeabel akan menahan solute, tetapi
melewatkan solvent
Osmolaritas
VA x OsmA + VB x OsmB = VAB x OsmAB
(300 x 100) + (100 x 300) = 400 x OsmAB
30.000 + 30.000 = 400 x OsmAB
OsmAB = 150 mOsm/L  Keseimbangan
Osmolaritas
VA’= VA x OsmA / OsmAB
= 30.000/150
= 200 L
VB : 100 L
OsmB : 300
mOsm/L
VA : 300 L
OsmA : 100
mOsm/L
Cairan akan berpindah dari
osmolaritas rendah ke
osmolaritas tinggi
VB : 200 L
OsmAB: 150
mOsm/L
VA : 200 L
OsmAB :
150 mOsm/L
A
A
B
B
Membran
Semipermeabel
Contoh Soal
 Pasien cedera kepala, BB: 50 kg. Hasil CT Scan: Mild Cerebral Edema
 Dosis Manitol: 0,5 g/kgBB/kali
Dosis Manitol: 0,5 x 50 kg = 25 gram  125 ml
Osmolaritas tubuh 275 - 290 mOsm
Volume intravaskular : 70ml/kgBB
VM x OsmM + VD x OsmD = VMD x OsmMD
0,125 L x 1098 + 3,5 L x 275 = 3,625 L x OsmMD
137,25 + 962,5 = 3,625 x OsmMP
OsmMD = 303,3 mOsm/L
Perpindahan cairan dari osmolaritas rendah ke osmolaritas tinggi, sehingga volume dari interstisial atau
intraparenkimal otak masuk ke pembuluh darah  volume berkurang maka edema serebral berkurang
Osmolaritas Intraparenkimal Otak = 275
mOsm/L
+
Osmolaritas Intraparenkimal Otak
= 275 mOsm/L
Osmolariras Intravaskular
+ Manitol = 303 mOsm/L
Saat terjadi Edema Serebri
Cairan akan berpindah dari
osmolaritas rendah ke
osmolaritas tinggi
Dalam hal ini, cairan akan
berpindah dari parenkim otak
ke intravaskular  Edema
Serebri berkurang
Kesimpulan
 Peningkatan TIK dapat terjadi akibat berbagai hal , cth: trauma, infeksi, stroke,
tumor
 Penting untuk mengetahui gejala dan tanda peningkatan TIK
 Managemen atau tatalaksana peningkatan TIK yang tepat dapat menolong pasien.
Daftar Pustaka
 Critical Care Services Ontario (2016).Intracranial Pressure (ICP) Causes, Concerns and
Management. retrieved from
https://www.criticalcareontario.ca/EN/Library/Neurosurgical%20Care/Pages/ default.aspx
 Mark S. Greenberg. Handbook of Neurosurgery 8th Edition. Thieme. 2016
 Kenneth W Lindsay, Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery Illustrated 5th
Edition. Elsevier. 2010
 H Richard Winn, et al. Youmans Neurological Surgery 6th edition. Philladelphia: El Sevier; 2011
Terima Kasih
©aris_rahmanda_2018

Tekanan Intrakranial

  • 1.
    Tekanan Intra Kranial(TIK) KSM BEDAH SARAF RSUP FATMAWATI JAKARTA 2018 dr.Moch. Evodia S.R, Sp.BS dr.Aris Rahmanda
  • 2.
    Pendahuluan  Tekanan IntraKranial  tekanan yang terdapat pada rongga kranium  Nilai normal TIK  5 s/d 15 mmHg  Tulang tengkorak  struktur yang kaku.  kecuali pada bayi, peningkatan tekanan intrakranial  pelebaran sutura  makrosefal  Isi tulang tengkorak terdiri dari 3 komponen utama:  Jaringan Otak (78%)  Darah (12%)  Cairan Serebrospinal (10%)
  • 3.
  • 4.
    Monro-Kellie Doctrine  Totalvolume intrakranial harus tetap konstan, karena tengkorak bersifat kaku dan tidak dapat mengembang.  Saat volume intrakranial melebihi dari normal maka terjadi peningkatan tekanan intrakranial  darah vena dan cairan serebrospinal dikompresi keluar untuk menyangga tekanan
  • 6.
    Kenneth W Lindsay,Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery Illustrated 5th Edition. Elsevier. 2010
  • 7.
    Faktor yang MempengaruhiVasokonstriksi/ Vasodilatasi Serebral Kenneth W Lindsay, Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery Illustrated 5th Edition. Elsevier. 2010
  • 8.
    Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan TIK KennethW Lindsay, Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery Illustrated 5th Edition. Elsevier. 2010
  • 9.
    Cairan Serebrospinal  Disekreksi500ml / hari, 0,35 ml/menit  Pada kondisi normal, CSS mengalir ke ruang subarakhnoid dan diserap masuk ke sistem vena melalui vili arakhnoid.  Jika aliran CSS mengalami obstruksi akan terbentuk hidrosefalus  menyebabkan peningkatan TIK karena CSS diproduksi terus secara konstan.
  • 10.
  • 11.
    Edema Serebri  Edemaserebral atau bengkak jaringan otak  Berkembang di sekitar lesi intrinsik pada jaringan otak, seperti tumor, abses, kerusakan otak akibat iskemik atau traumatik  Beberapa bentuk edema serebri:  Vasogenik  Sitotoksik  Interstisial
  • 12.
    Gejala Klinis PeningkatanTIK  Penurunan Kesadaran  Muntah proyektil  Nyeri Kepala  Penurunan visus /tajam penglihatan  Kejang
  • 13.
    Patofisiologi Peningkatan TIK Kenneth W Lindsay,Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery Illustrated 5th Edition. Elsevier. 2010
  • 14.
    Tipe-tipe Herniasi Serebri Kenneth W Lindsay,Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery Illustrated 5th Edition. Elsevier. 2010
  • 15.
    Gejala Klinis Herniasi Otak KennethW Lindsay, Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery Illustrated 5th Edition. Elsevier. 2010
  • 16.
    Dalam keadaan normalper 100 gram jaringan otak:  White matter, diberikan aliran darah 18-25 ml/menit  Grey matter, diberikan aliran darah 67-80 ml/menit Gejala Klinis Herniasi Otak Kenneth W Lindsay, Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery Illustrated 5th Edition. Elsevier. 2010 Arteri perforata Mark S. Greenberg. Handbook of Neurosurgery 8th Edition. Thieme. 2016
  • 17.
    Kondisi Normal Q =Debit/Cerebral Blood Flow (CBF) Rate A = Luas penampang pembuluh darah V = Kecepatan fluida (darah) Q = A x V A = r2 ; setelah stretching jari-jari arteri perforata R2 = ½ R1 A1 = (R1)2 A2 = (R2)2 = (1/2 R1)2 = ¼ (R1)2 = ¼ A1 Saat Stretching Akibat Herniasi Otak Arteri Perforata Q2 = A2 x V = ¼ A1 x V = ¼ Q1 Misal: CBF Rate Gray Matter = Q1 adalah 80ml/menit Maka setelah stretching didapatkan: CBF Rate: Q2 = ¼ Q1 = ¼ x 80 ml/menit = 20 ml/menit R 1 ½ R 2
  • 18.
    Gejala Klinis Herniasi Otak KennethW Lindsay, Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery Illustrated 5th Edition. Elsevier. 2010
  • 19.
    Pemeriksaan Fisik padaPeningkatan TIK  Penurunan Kesadaran ( GCS Menurun)  Pupil  anisokor / tanda-tanda lateralisasi  Tanda-tanda vital  trias cushing (Bradikardi, Hipertensi, Pernafasan Iregular)  Pemeriksaan motorik
  • 22.
    Trias Cushing  Hipertensi CPP = MAP - ICP  Bradikardia  Terjadi karena tekanan intrakranial yang tinggi  herniasi dan menekan inti Nervus Vagus (CN X)  Pernapasan Ireguler  Terjadi karena tekanan intrakranial tinggi  herniasi dan menekan medula oblongata sebagai pusat pernapasan
  • 23.
    CPP = MAP- ICP  CPP : Cerebral Perfusion Pressure  MAP : Mean Arterial Pressure (S + 2D) / 3  ICP : Intracranial Pressure 0 - 10 cmH2O 0 - 8 mmHg
  • 24.
    Kondisi Normal Diketahui: TD :120/80 mmHg ICP : 8 mmHg Maka: CPP = MAP - ICP = (S+2D)/3 - 8 = (120+160)/3 - 8 = 93,3 - 8 = 85 mmHg Peningkatan TIK Diketahui: ICP : 40 mmHg Maka: CPP = MAP - ICP 85 = MAP - 40 MAP = 125 125 = (S+2D)/3 375 = S + 2D Misal D = 90 mmHg Maka S = 375 - (2x90) = 195 TD: 195 / 90 mmHg
  • 25.
    Peningkatan TIK Diketahui: ICP :60 mmHg Maka: CPP = MAP - ICP 85 = MAP - 60 MAP = 145 145 = (S+2D)/3 435 = S + 2D Misal D = 110 mmHg Maka S = 435 - (2x110) = 215 TD: 215 / 110 mmHg
  • 26.
    Penurunan Visus pada PeningkatanTIK Hukum Paskal P = Tekanan F = Gaya A = Luas Permukaan Penampang P = F x A P1 = P2 𝐹1 𝐴1 = 𝐹2 𝐴2
  • 27.
  • 32.
    Pemeriksaan CT-Scan /MRI  CT-Scan  keuntungan hasil dapat cepat didapat, terutama dalam setting emergency  lebih superior untuk melihat ada atau tidaknya perdarahan  MRI  Lebih superior untuk melihat jaringan lunak / otak, dengan kontras  baik untuk melihat tumor / SOL intrakranial
  • 33.
    Pemeriksaan CT-Scan /MRI SOL Intrakranial Hydrocephalus
  • 35.
    Dampak Peningkatan TIKTerlalu Lama  Iskemia serebral atau stroke  Cedera jaringan otak ireversibel dan hipoksia serebral  Defisit neurologis permanen (cth: vegetative state)  Herniasi otak atau mati batang otak
  • 36.
    Tatalaksana pada PeningkatanTIK  Target penurunan TIK  < 22mmHg  Dekompresi Surgikal  Craniectomy dekompresi, EVD, VP Shunt dll  Sedasi  agitasi meningkatkan tekanan arterial sistemik  peningkatan TIK. Cth terapi: pemberian Propofol  Optimalisasi CPP  atur tekanan darah, bila MAP >110mmHg turunkan bertahap  Hiperventilasi  dapat dilakukan pada fase akut peningkatan TIK  target PaCO2 <30mmHg  vasokonstriksi serebral  Penurunan TIK  Osmoteraphy  pemberian mannitol 20%  Hipotermia  dapat menurunkan TIK tapi tidak dalam jangka Panjang  Barbiturat Coma --> efek neuroprotektif
  • 37.
    Tatalaksana pada PeningkatanTIK  Patensi Airway & pertahankan SpO2 ≥ 96% atau PaO2 ≥ 80mmHg  Anti kejang bila kejang  Kolaborasi dengan Gizi Klinik  terapi nutrisi  Cegah demam dan Infeksi  Cegah nyeri  Cegah mengedan / batuk  antitussive, laxative  Dekompresi lambung  pemasangan NGT bila perlu  Head Up 30o  cegah obstruksi venous return dari kepala  penurunan TIK
  • 39.
    Mannitol 20%  Diuretikosmotik, bekerja dengan meningkatkan tekanan osmotik pada intravaskuler.  Dengan terjadinya perbedaan osmolaritas maka air akan tertarik masuk ke dalam vaskuler  Manitol 20%  100 gr / 500ml (Osmolaritas 1098 mOsm/L)  RL : 275 mOsm/L (in vitro)  RL : 254 mOsm/L (in vivo)  NaCl 0,9% : 308 mOsm/L  Osmolaritas tubuh : 275 - 290 mOsm/L
  • 40.
    Pemberian Mannitol 20% Bersifat hiperosmol dan diuretik kuat  Sediaan : 500 ml dan 250ml  1 ml mannitol 20%  0.2 gram/ ml  Dosis  0.5 sd 1g/kgBB/kali BOLUS (0,25 - 2 g/kgBB/kali)  Efek muncul pada 15 menit pemberian. Duration of action dosis 0,5g/kgBB : 4-6 jam. Karena itu dapat diberikan 4-6 kali per 24 jam. Duration of action dosis 1g/kgBB : 8 jam Karena itu dapat diberikan 3 kali per 24 jam  Dapat diberikan sebagai terapi awal pada pasien dengan tanda-tanda herniasi otak dan penurunan GCS H Richard Winn, et al. Youmans Neurological Surgery 6th edition. Philladelphia: El Sevier; 2011
  • 41.
    Catatan Penting pemberianMannitol  Blood Pressure, Sistolik dijaga tidak kurang dari 100 mmHg  Vena kateter berukuran besar, contoh: 16G, 18G  Pasang urine kateter  Hati-hati pada pasien dengan CKD, CHF, Edema Paru
  • 42.
     Osmolaritas Aadalah 4 cube gula / gelas Solution adalah Larutan Solvent adalah Pelarut Solute adalah zat terlarut Keseimbangan osmolaritas didapatkan dengan: 1. Menambah solvent pada gelas B 2. Menambah solute pada gelas A A B Osmolaritas  Osmolaritas B adalah 4 cube gula / ½ gelas = 8 cube per gelas
  • 43.
    Keseimbangan Osmolaritas A B A B AB Penambahan solvent pada gelas B Penambahan solute pada gelas A
  • 44.
    Membran Semipermeabel  Padatubuh, keseimbangan osmolaritas terjadi melewati membran semipermeabel, seperti perpindahan nutrisi dan oksigen dari pembuluh darah ke sel glia / neuron.  Endotel pembuluh darah dan membran sel glia/ neuron berfungsi sebagai membran semipermeabel  Membran semipermeabel akan menahan solute, tetapi melewatkan solvent
  • 45.
    Osmolaritas VA x OsmA+ VB x OsmB = VAB x OsmAB (300 x 100) + (100 x 300) = 400 x OsmAB 30.000 + 30.000 = 400 x OsmAB OsmAB = 150 mOsm/L  Keseimbangan Osmolaritas VA’= VA x OsmA / OsmAB = 30.000/150 = 200 L VB : 100 L OsmB : 300 mOsm/L VA : 300 L OsmA : 100 mOsm/L Cairan akan berpindah dari osmolaritas rendah ke osmolaritas tinggi VB : 200 L OsmAB: 150 mOsm/L VA : 200 L OsmAB : 150 mOsm/L A A B B Membran Semipermeabel
  • 46.
    Contoh Soal  Pasiencedera kepala, BB: 50 kg. Hasil CT Scan: Mild Cerebral Edema  Dosis Manitol: 0,5 g/kgBB/kali Dosis Manitol: 0,5 x 50 kg = 25 gram  125 ml Osmolaritas tubuh 275 - 290 mOsm Volume intravaskular : 70ml/kgBB VM x OsmM + VD x OsmD = VMD x OsmMD 0,125 L x 1098 + 3,5 L x 275 = 3,625 L x OsmMD 137,25 + 962,5 = 3,625 x OsmMP OsmMD = 303,3 mOsm/L Perpindahan cairan dari osmolaritas rendah ke osmolaritas tinggi, sehingga volume dari interstisial atau intraparenkimal otak masuk ke pembuluh darah  volume berkurang maka edema serebral berkurang
  • 47.
    Osmolaritas Intraparenkimal Otak= 275 mOsm/L + Osmolaritas Intraparenkimal Otak = 275 mOsm/L Osmolariras Intravaskular + Manitol = 303 mOsm/L Saat terjadi Edema Serebri Cairan akan berpindah dari osmolaritas rendah ke osmolaritas tinggi Dalam hal ini, cairan akan berpindah dari parenkim otak ke intravaskular  Edema Serebri berkurang
  • 48.
    Kesimpulan  Peningkatan TIKdapat terjadi akibat berbagai hal , cth: trauma, infeksi, stroke, tumor  Penting untuk mengetahui gejala dan tanda peningkatan TIK  Managemen atau tatalaksana peningkatan TIK yang tepat dapat menolong pasien.
  • 49.
    Daftar Pustaka  CriticalCare Services Ontario (2016).Intracranial Pressure (ICP) Causes, Concerns and Management. retrieved from https://www.criticalcareontario.ca/EN/Library/Neurosurgical%20Care/Pages/ default.aspx  Mark S. Greenberg. Handbook of Neurosurgery 8th Edition. Thieme. 2016  Kenneth W Lindsay, Ian Bone, Geraint Fuller. Neurology and Neurosurgery Illustrated 5th Edition. Elsevier. 2010  H Richard Winn, et al. Youmans Neurological Surgery 6th edition. Philladelphia: El Sevier; 2011
  • 50.

Editor's Notes

  • #5 Doktrin Monroe Kellie Tengkorak sebagai struktur yang kaku, mengandung otak mampat dan volume darah harus tetap konstan, kecuali: 'air atau zat lain yang ditimbulkan atau dikeluarkan dari pembuluh darah 'dalam hal ini kuantitas darah, sama dalam jumlah besar untuk yang terpengaruh materi akan ditekan keluar dari tengkorak