Terapi cairan pada anak

26,291 views

Published on

Published in: Education
1 Comment
16 Likes
Statistics
Notes
  • good presentation
       Reply 
    Are you sure you want to  Yes  No
    Your message goes here
No Downloads
Views
Total views
26,291
On SlideShare
0
From Embeds
0
Number of Embeds
8
Actions
Shares
0
Downloads
603
Comments
1
Likes
16
Embeds 0
No embeds

No notes for slide

Terapi cairan pada anak

  1. 1. M. Syahrir RusdyTERAPI CAIRAN PADA ANAK
  2. 2. PENDAHULUAN Cairan merupakan bagian tubuh yang amat penting bagi manusia Pada anak & bayi persentasenya lebih besar daripada orang dewasa Pergantian/ perputaran air merupakan hal penting dalam hidup Sehari-hari terjadi pergantian cairan dalam tubuh karena selalu ada kehilangan cairan Bila tubuh kekurangan cairan maka akan terasa haus dan kita minum Sebaliknya bila kelebihan cairan, akan dibuang terutama melalui ginjal
  3. 3. Ruang cairan tubuh Cairan tubuh terdiri atas :  Intraselluler : 2/3 total cairan tubuh (67%)  Ekstraselluler : 1/3 total cairan tubuh (33%)  Intra vaskuler : ¼ cairan ekstrasel (8%)  Interstitial : sisanya (25% total cairan tubuh) Total cairan tubuh  Jumlah cairan tubuh tergantung umur, jenis kelamin  Bayi : 75-80% berat badan (prematur > tinggi)  Anak-anak : 65%,  Remaja : 60% berat badan
  4. 4. Komposisi cairan tubuh ION INTRASEL EKSTRASEL (mEq/L) (mEq/L) Na+ 20 145 K+ 150 3-5 Cl - - 110 HCO3 - 10 20-25 PO4- 110-115 5 Protein 75 10
  5. 5. Komposisi beberapa cairan tubuh Na+ K+ CL- HCO3- CAIRAN (mEq/L) (mEq/L) (mEq/L) (mEq/L)Lambung 20-80 5-20 100-150 0Pankreas 120-140 5-15 40-80 100Empedu 120-140 5-15 80-110 110Ileostomi 40-135 3-15 20-115 25-30Diare 10-90 10-60 10-60 50
  6. 6. Keseimbangan osmotik Cairan tubuh terdiri dari :  Partikel yang bermuatan (elektrolit)  Partikel yang tidak bermuatan Partikel dalam cairan tubuh (Na, bikarbonat, glukosa, protein), akan dikelilingi oleh air dengan jumlah yang merata Bila dua jenis larutan yang terpisahkan oleh membran semi-permeabel,  air akan berpindah dari cairan konsentrasi partikel rendah ke konsentrasi tinggi  Hingga tekanan osmotik kedua ruang sama
  7. 7. Keseimbangan osmotik 1 2 b a b a
  8. 8. Keseimbangan Donnan Terjadi antara 2 larutan elektrolit yang dipisahkan oleh membran yang dapat dilalui oleh air dan ion dengan BM kecil Salah satu larutan mengandung polianion kompleks (misalnya protein) yang tidak dapat berdifusi ke ruang lain Kation dan anion akan berpindah, sehingga konsentrasi ion kedua ruang sama Dalam tubuh, terjadi antara  Cairan intravaskuler dan cairan interstitial  Cairan intrasel dan ekstrasel
  9. 9. Distribusi cairan intravena Tubuh mempunyai mekanisme autoregulasi yang kompleks Bila kedalam ruang intravaskuler ditambahkan air tanpa partikel (dekstrose 5%), maka air akan mengisi ruang cairan tubuh secara proporsional Bila ditambahkan NaCl 0,9%, larutan ini akan mengisi ruang ekstraselluler (intersisial & intra vaskuler) secara proporsional Bila ditambahkan Albumin 5%, larutan ini akan mengisi ruang intravaskuler saja, sebelum terjadi metabolisme
  10. 10. Distribusi cairan intravena Bila ditambahkan Albumin 25%, larutan ini akan mengisi ruang intravaskuler dengan menarik sebagian cairan dari ruang interstitial Bila ditambahkan NaCl 6%, larutan ini akan menambah cairan ekstrasel dengan menarik air dari ruang intrasel
  11. 11. Contoh kasus1. Seorang anak laki-laki usia 7 tahun, BB 30 kg, diberi infus 500 ml cairan dekstrose 5% 500 ml Dextrose 5% TCT = CIN CIV CIS 65% x 30 3/4x 6 L ¼x6 2/3 X 19,5 L = 19,5 L = 4,5 L =1,5 L =13,5 L CES: 1/3 x 19,5 = 6 L 1,5 L+ 4,5 L+ 38,5 ml 13,5 L +346 ml 115,5 ml =538,5 = 13.846 mL = 4.615,5 mL mL
  12. 12. Contoh kasus2. Bila cairan yang diberikan NaCl 0,9% 500 ml NaCl 0,9% CIN CIV CIS 4,5 L 1,5 L 13,5 L 1,5 L+ 4,5 L+ 125 ml 375 ml 13,5 L =1.625 = 4.875 mL mL
  13. 13. Contoh kasus3. Bila cairan yang diberikan 100 ml Albumin 5% 100 ml Albumin 5% CIN CIV CIS 4,5 L 1,5 L 13,5 L 1,5 L+ 125 ml 4,5 L 13,5 L =1.625 mL
  14. 14. Contoh kasus4. Bila cairan yang diberikan 20 ml Albumin 25% 20 ml Albumin 25% CIN CIV CIS 4,5 L 1,5 L 13,5 L 1,5 L+ 4,5 L 100 ml -80 mL 13,5 L =1.600 = 4.420 mL mL
  15. 15. Contoh kasus5. Bila cairan yang diberikan 100 ml NaCl 6 % 100 mL NaCl 6 % CIN CIV CIS 4,5 L 1,5 L 13,5 L 1,5 L+ 4,5 L 13,5 L 166,7 ml + 500 mL -666,7 mL =1.666,7 = 5.000 mL = 12.833,3 mL mL
  16. 16. Skema distribusi cairan Dextrose 5% CIS CIN CIV RL, NaCl 0.9% -Colloid -Darah -Plasma -Plasma expander
  17. 17. TERAPI CAIRAN Resusitasi Rumatan Air + Elektrolit +Kristaloid Koloid glukosa Mengganti kehilangan akut Memasok (Syok, dehidrasi, kebutuhan hipovolemik) harian
  18. 18. KRISTALOID Cairan kristaloid mengandung air, elektrolit dan/atau gula, dengan berbagai macam campuran Keunggulan kristaloid adalah harganya yang murah, relatif aman dari efek samping Berdasarkan kadar natriumnya, cairan ini bisa berupa hipotonik, isotonik, atau hipertonik terhadap cairan plasma
  19. 19. Cairan hipotonik ½ DaD, KaEN3B, Tridex 27B, D5+1/2NS, D5+1/4NS Bukan cairan resusitasi, penggunaannya pada kelainan keseimbangan elektrolit Cairan ini didistribusikan ke ekstra dan intraselluler  Digunakan pada kehilangan cairan tubuh yang disertai kurangnya cairan intraselluler  Misalnya dehidrasi kronik Digunakan untuk kebutuhan rumatan  Cairan rumatan bertujuan untuk mangganti kehilangan air lewat urine, feses, paru dan keringat  Cairan yang hilang dengan cara ini sedikit sekali mengandung elektrolit
  20. 20. Cairan isotonik NaCl 0,9%, Ringer Laktat, Ringer Asetat Dipakai sebagai cairan resusitasi Cairan ini hanya mengisi ruang ekstrasel.  ¼ dari jumlah cairan yang diberikan akan tinggal dalam ruang intravaskuler  Selebihnya akan mengisi ruang interstisial  Sehingga untuk mencukupi kebutuhan cairan plasma/darah dibutuhkan jumlah cairan 4 kali Dapat menyebabkan edema perifer sampai edema paru
  21. 21. Cairan hipertonik NaCl 6% (1000-2500 mOsm/L) Natrium merupakan ion ekstraselluler utama  Pemberian natrium hipertonik akan menarik cairan intraselluler ke dalam ekstraselluler Cairan ini bermanfaat pada luka bakar karena dapat mengurangi edema pada luka, edema perifer, dan mengurangi jumlah cairan yang dibutuhkan Efektif sebagai volume expander dengan sifat anti edema Efek samping :  hipernatremia, hiperchloremia, asidosis dan hipokalemia  Dehidrasi sel otak dengan perdarahan otak
  22. 22. Komposisi cairan kristaloid Jenis cairan Osmolalitas Glukose Na+ Cl- K+ Basa (mOsm/L) (g/L) (mEq/L) (mEq/L) (mEq/L) (mEq/L)NaCl 0,9% 308 - 154 154 - -NaCl 0,45%+D5 428 50 77 77 - -NaCl 0,225 %+D5 253 50 38,5 38,5 - -Ringer laktat/ 273 - 130 109 4 Laktat 28/Ringer Asetat Asetat 28½ DaD 285 25 62 52 17,4 Laktat 27,6KaEN3B/ Tridex 27B 290 27 50 50 20 Laktat 20KaEN4B 264 38 30 28 8 Laktat 10
  23. 23. KOLOID Dipakai sebagai cairan resusitasi Lebih lama berada di ruang intravaskuler dan lebih efisien dibandingkan kristaloid Harganya lebih mahal Dapat menyebabkan reaksi sensitifitas dan komplikasi lain Yang termasuk koloid :  Darah,Plasma, Albumin  Koloid buatan / Plasma expander  Dextran, Hydroxyethyl starch (HES), Gelatin
  24. 24. Albumin Berada dalam intravaskuler lebih lama  Waktu paruh 16 jam  Dapat mempertahankan cairan intravaskuler selama 3,5 - 4,5 jam Sediaan: larutan 5% & 25% dalam NaCl 0,9% 1 gram albumin dapat mengikat 18 ml air Pemberian iv 100 ml larutan Albumin 25%,  Meningkatkan cairan intravaskuler 450 ml  350 ml perpindahan dari ruang interstisial ke intravaskuler Efek samping :  Reaksi anafilaktik, edema paru, hipokalsemia
  25. 25. Dextran Sediaan: dextran 40 (BM 40.000) , dextran 70 (BM 70.000) Dalam tubuh, dextran dengan BM kecil akan keluar melalui filtrasi ginjal, sedang BM besar akan tinggal lama dalam ruang intravaskuler Pemberiaan 500 ml dextran 40 akan meningkatkan cairan intravaskuler sebesar 750 ml dalam 1 jam, dan menjadi 1050 ml pada jam ke2 Dextran 40 dapat mempertahankan cairan intravaskuler dalam 3,5-4,5 jam, dextran 70 sekitar 6-8 jam Efek samping :  Gagal ginjal, reaksi anafilaktik  Gangguan pembekuan darah (bila pemberian >20 ml/kg/hari)
  26. 26. Gelatin Tersedia dalam 2 bentuk, dengan BM 35.000  modified fluid gelatin (MFG) : Larutan 4% dalam garam fisiologis  Gelofusine  urea-bridged gelatin : Larutan 3,5% dalam garam fisiologis  Haemaccel 1 gram gelatin dapat mengikat 14 ml air Sebagian besar akan dikeluarkan melalui ginjal  60% dikeluarkan pada 24 jam pertama , 95% dalam 1 minggu Mempertahankan cairan intravaskuler sekitar 2,5 jam Pemberian berulang tidak menyebabkan penumpukan Efek samping :  Reaksi anafilaktik  Payah ginjal & gangguan pembekuan darah tidak dijumpai
  27. 27. Hydroxyethyl starch (HES) Sediaan: 6% dan 10% dalam NaCl 0,9%, dengan BM 10.000 - 1.000.000 Agar bertahan lebih lama dalam ruang intravaskuler dilakukan substitusi gugus hidroksietil  0,4 berarti 4 dari 10 molekul glukosa disubstitusi Efek volume juga ditentukan oleh BM larutan  6% HES 130/0,4 : 6 gram per 100 ml HES dengan BM 130.000 dengan substitusi 0,4 Pemberian HES 6% setara dengan albumin 5% Cukup efektif, efek intravaskulernya 3-24 jam Dosis : 10-20 ml/kgBB/hari Efek samping:  gangguan sistim koagulasi (bila dosis >20 mL/kgBB/hari  reaksi anafilaktik jarang
  28. 28. Cairan rumatan (maintenance) Cairan rumatan adalah kebutuhan cairan untuk mengganti kehilangan cairan tubuh sehari-hari Kebutuhan cairan rumatan perhari :  10 kg pertama : 100 ml/kg BB  10 kg berikutnya : + 50 ml/kg BB  >20 kg : + 2o ml/kg Misalnya :  BB 10 kg = (100x10 kg) = 1000 ml  BB 15 kg = (100x10 kg) + (50x5 kg) = 1000+250 = 1250 ml  BB 25 kg = (100x10 kg)+(50x10 kg) (20x5 kg)= 1000 + 500 + 100 = 1600 ml Setiap kenaikan suhu tubuh 1oC + 12% dari kebutuhan Kebutuhan elektrolit harian :  Na+ : 2,5 mEq/kgBB K+ : 2-4 mEq/kgBB
  29. 29. Pemilihan cairan rumatan Larutan kristaloid hipotonik (glukosa+elektrolit) dipakai untuk kebutuhan rumatan Larutan yang mengandung glukosa tidak boleh diguyur, dapat mengakibatkan edema intrasel Larutan glukosa tidak dipakai untuk membilas setelah transfusi darah, bisa menyebabkan hemolisis eritrosit Pada kasus ensefalofati cenderung terjadi edema otak dan alkalosis, cairan yang diberikan yang tidak mengandung HCO3 (D5+1/4NS)
  30. 30. Pemilihan cairan rumatan ....(lanj..) Pada kasus muntah-muntah banyak kehilangan Cl-  Diberikan cairan yang banyak mengandung Cl- Diare dapat mengakibatkan asidosis metabolik, hipokalemi, hipoglikemi  Dehidrasi ringan-sedang diberikan cairan yang mengandung glukosa, laktat, serta tinggi K Kasus Demam Dengue/ tersangka DBD  D5+1/2NS atau D5+1/2RL (1/2DaD) sampai ditemukan Ht meningkat Untuk bayi dipilih cairan dengan kadar glukosa tinggi dan elektrolit rendah Bayi baru lahir pada hari-hari pertama hanya diberikan cairan dextrose
  31. 31. Resusitasi cairan Tentukan anak yang syok menderita gizi buruk atau tidak Bila anak menderita gizi buruk  Beri cairan 1/2DaD 10 ml/kgBB selama 30 menit  Bila tidak ada perbaikan, ulangi pemberian cairan > 10 ml/kgBB selama 30 menit Bila tanpa gizi buruk  Berikan resusitasi cairan 20 ml/kgBB secepatnya (<10 menit) dengan kristaloid atau koloid  Dapat diulang 2-3 kali sampai nadi teraba kembali  Pemilihan cairan kristaloid atau koloid tergantung patofisiologi penyakit dasarnya
  32. 32. Pemilihan cairan resusitasi Jenis KEUNTUNGAN KERUGIAN cairanKristaloid •Komposisi elektrolit seimbang •Butuh volume besar •Bufer laktat/asetat •Menurunkan tekanan onkotik plasma •Cara pemberian mudah •Mudah terjadi kelebihan cairan •Efek samping minimal •Risiko edema •Tidak ada gangguan hemostatis •Risiko hipotermia •Efek diuresis baik •Harga murah Koloid •Persistensi intravaskuler tinggi •Risiko kelebihan cairan •Waktu resusitasi lebih singkat •Efek samping hemostasis •Volume cairan tidak besar •Akumulasi jaringan •Memperbaiki aliran mikrovaskuler •Efek samping pada ginjal •Risiko edema lebih kecil •Reaksi anafilaksis •Harga mahal
  33. 33. Pemilihan cairan resusitasiGejala klinis syok : Defisit cairan interstitiel :  turgor kulit yang jelek  mata cekung  ubun-ubun cekung  mukosa bibir dan kornea kering Defisit cairan intravaskular :  hipotensi  takikardi  vena-vena kolaps  Capillary refilled time memanjang  oligouri
  34. 34. Target resusitasi cairan  Capillary refill <2 detik  Kualitas nadi perifer dan sentral sama  Akral hangat  Produksi urine >1 ml/ kgBB/jam  Kesadaran normal
  35. 35. DBD derajat III &IV Oksigenasi Penggantian volume plasma segera Ringer laktat/NaCl 0,9% 20 ml/kgBB bolus dalam 30 menitSyok teratasi Tidak teratasi10 ml/kg/jam Lanjutkan 20 ml/kg/jam + (1-4 jam) koloid/plasma 10-20 ml/kg/jam 7 ml/kg/jam Evaluasi 1 jam 5 ml/kg/jam Syok belum teratasi Hb turun Ht tetap tinggi 3 ml/kg/jam Transfusi darah Koloid Infus stop 10 ml/kgBB 20 ml/kgBBsetelah 48 jam
  36. 36. DIARE +SYOK Ringer laktat/Ringer Asetat/NaCl 0,9% NaCl 0,9% Bolus 20 ml/kgBB hanya diberikan bila tidak ada RL/RA DEHIDRASI BERAT Ringer laktat/ Ringer asetat < 12 bulan : 30 ml/kgBB/1 jam, 70 ml/kgBB/5 jam>12 bulan : 30 ml/kgBB/1/2 jam, 70 ml/kgBB/21/2 jam DEHIDRASI RINGAN/SEDANG ½ DaD/ KaEN3B BB 3-10 kg : 200 ml/kgBB/hari BB 10-15 kg : 175 mL/kgBB/hari BB > 15 kg : 135 ml/kgBB/hari
  37. 37. KESIMPULAN Pemilihan cairan harus dipertimbangkan untung ruginya baik bagi farmakologi cairan maupun patofisiologi penyakit primernya Patofisiologi penyakit adalah sesuatu yang selalu harus dijadikan dasar pada terapi cairan Pemilihan yang tepat dan bijaksana akan memberikan hasil yang optimal
  38. 38. TERIMA KASIH

×