Oleh :
Andini Salsabilla (1101130024)
Girta Rama (1101130025)
Reni Dyah W (1101130026)
Gusty Aditya A (1101130027)
SS7 (Signalling System 7-selanjutnya kita sebut
SS7) adalah protokol signalling yang out-of-band
yang menyediakan pembangunan hubungan
bagi telekomunikasi yang advanced.
Out of band artinya, kanal/channel signalling
dengan kanal/channel komunikasi terpisah
antara satu dengan yang lain.
SIGNALLING POINT
SIGNALLING END POINT
SIGNALLING TRANSFER POINT
SIGNALLING TRANSFER END POINT
SIGNALLING LINK
Adalah setiap titik dalam jaringan yang
mempunyai kemampuan untuk mengontrol /
memproses signalling message.
Contoh-contoh Signalling Point dalam jaringan :
- Sentral (Switching Center)
- Pusat Operasi & Pemeliharaan (OMC)
- Service Control Point (SCP)
- Signalling Transfer Point (STP)
- dll.
Merupakan SP yang hanya mampu memproses
signalling message yang secara langsung
ditujukan kepadanya, tetapi tidak mempunyai
kemampuan untuk mentransfer message SS7
yang ditujukan ke SP lain.
Catatan : Dalam beberapa pembahasan, istilah SEP sering ditulis
SP, sehinggai dalam jaringan hanya ada dua istilah titik
pensinyalan yaitu SP dan STP.
Merupakan Signalling Point yang mempunyai
kemampuan untuk mentransfer signalling
message ke Signalling Point lain.
Merupakan Signalling Point yang dapat
melakukan fungsi STP & SEP (combined).
Adalah media transmisi untuk membawa
signalling message antara dua Signalling Point.
Dalam perkembangan selanjutnya, pengguna komunikasi data
(akses jaringan melalui perangkat terminal / PC) semakin
menjamur yang tidak jarang terjadi masalah inkompatibilitas
dengan jaringan. Maka untuk tujuan standarisasi, pada th ‘83,
ISO (International Standard Organization) memperkenalkan
konsep 7 layer OSI (Open System Interchange) yang merupakan
basic refference dalam penyusunan protokol komunikasi
terutama ditujukan bagi vendor, sehingga dapat mempertinggi
kompatibilitas dengan produk lain (yang berarti dapat
memperluas segmen pasar), di lain pihak customer merasa aman
(terlindungi) karena bebas dalam memilih produk.
Sementara itu arsitektur yang telah dibangun SS6 yang dirancang
untuk pelayanan connection oriented tidak mampu berkembang
dengan struktur jaringan yang ada karena keterbatasan aplikasi
yang dapat didukungnya. Dengan kata lain SS6 tidak dapat
memenuhi layanan komunikasi data lapis 4 s/d 7 OSI. Untuk
mengatasi hal ini, maka pada tahun 1984, dilakukan koreksi
terhadap SS6 yakni dengan menyisipkan elemen fungsional
tambahan yaitu SCCP (Signalling Connection Cointrol Part) dan
TCAP (Transaction Capabilities), dimana hasil koreksi ini dikenal
dengan Sistem Pensinyalan No. 7 (CCS7) yang arsitekturnya
seperti terlihat pada gambar
MTP Level 1
MTP Level 2
MSU
FISU
LSSU
MTP Level 1
MTP Level 1 (Signalling Data Link function)
SDL mendefinisikan karakteristik :
- Fisik  berupa kanal data dua arah (bidirectional) yang
beroperasi secara full duplex. Realisasinya misal berupa : digital
switch block, multiplexer dijital dsb).
- Elektrik  kecepatan data : 64 Kbps (untuk kedua arah
sama). Dapat menggunakan time slot manapun (pada sistem
PCM 30), kecuali time slot 0 (untuk sinkronisasi)
- Fungsional  sebagai interface untuk menyalurkan data
melalui physical connection (link transmisi) antara dua Signalling
Point.
Catatan : pada lingkungan transmisi analog, dimungkinkan (misal aplikasi
modem) dengan kecepatan  4,8 Kbps.
MTP Level 2
MTP Level 2 (Signalling Link function)
Informasi pensinyalan yang akan dikirim merupakan
intra layer primitive dalam komunikasi komputer.
Informasi ini dibagi dalam beberapa unit sinyal dengan
panjang bervariasi. Pada SS7 suatu unit pesan
(message) yang dikirim (ditransfer) melalui signaling
data link disebut Signal Unit (SU)
Terdapat 3 jenis/tipe SU yaitu MSU, FISU dan LSSU.
MSU
MSU (Message Signal Unit)
Merupakan SU yang membawa pesan/informasi
pensinyalan dari User Part (Level 4), pesan
tersebut ditempatkan pada field SIF
MTP Level 2
FISU
FISU (Fill In Signal Unit)
Merupakan SU yang yang dikirim apabila tidak
ada MSU (dari level 4) atau LSSU (dari level 3)
yang dikirim, sehingga FISU ini disebut juga filler
(pengisi kekosongan). Berfungsi menjaga
hubungan antara dua SP untuk mengawasi terus
menerus kondisi link (fungsi supervisory).
MTP Level 2
LSSU
LSSU (Link Status Signal Unit)
Merupakan SU yang digunakan untuk mengindikasikan
status link ke remote end signaling link, baik indikasi
normal, out-of-allignment, out-of-service dll.
Sinyal ini dikirim baik pada saat sistem pertama kali
dioperasikan (inisiasi) maupun saat terjadi gangguan
dan proses perbaikan (recovery). Informasi status
indikasi ini dibawa dalam field SF (Status Field)
MTP Level 2
SS7 - Signalling System 7

SS7 - Signalling System 7

  • 1.
    Oleh : Andini Salsabilla(1101130024) Girta Rama (1101130025) Reni Dyah W (1101130026) Gusty Aditya A (1101130027)
  • 2.
    SS7 (Signalling System7-selanjutnya kita sebut SS7) adalah protokol signalling yang out-of-band yang menyediakan pembangunan hubungan bagi telekomunikasi yang advanced. Out of band artinya, kanal/channel signalling dengan kanal/channel komunikasi terpisah antara satu dengan yang lain.
  • 3.
    SIGNALLING POINT SIGNALLING ENDPOINT SIGNALLING TRANSFER POINT SIGNALLING TRANSFER END POINT SIGNALLING LINK
  • 4.
    Adalah setiap titikdalam jaringan yang mempunyai kemampuan untuk mengontrol / memproses signalling message. Contoh-contoh Signalling Point dalam jaringan : - Sentral (Switching Center) - Pusat Operasi & Pemeliharaan (OMC) - Service Control Point (SCP) - Signalling Transfer Point (STP) - dll.
  • 5.
    Merupakan SP yanghanya mampu memproses signalling message yang secara langsung ditujukan kepadanya, tetapi tidak mempunyai kemampuan untuk mentransfer message SS7 yang ditujukan ke SP lain. Catatan : Dalam beberapa pembahasan, istilah SEP sering ditulis SP, sehinggai dalam jaringan hanya ada dua istilah titik pensinyalan yaitu SP dan STP.
  • 6.
    Merupakan Signalling Pointyang mempunyai kemampuan untuk mentransfer signalling message ke Signalling Point lain.
  • 7.
    Merupakan Signalling Pointyang dapat melakukan fungsi STP & SEP (combined).
  • 8.
    Adalah media transmisiuntuk membawa signalling message antara dua Signalling Point.
  • 10.
    Dalam perkembangan selanjutnya,pengguna komunikasi data (akses jaringan melalui perangkat terminal / PC) semakin menjamur yang tidak jarang terjadi masalah inkompatibilitas dengan jaringan. Maka untuk tujuan standarisasi, pada th ‘83, ISO (International Standard Organization) memperkenalkan konsep 7 layer OSI (Open System Interchange) yang merupakan basic refference dalam penyusunan protokol komunikasi terutama ditujukan bagi vendor, sehingga dapat mempertinggi kompatibilitas dengan produk lain (yang berarti dapat memperluas segmen pasar), di lain pihak customer merasa aman (terlindungi) karena bebas dalam memilih produk.
  • 11.
    Sementara itu arsitekturyang telah dibangun SS6 yang dirancang untuk pelayanan connection oriented tidak mampu berkembang dengan struktur jaringan yang ada karena keterbatasan aplikasi yang dapat didukungnya. Dengan kata lain SS6 tidak dapat memenuhi layanan komunikasi data lapis 4 s/d 7 OSI. Untuk mengatasi hal ini, maka pada tahun 1984, dilakukan koreksi terhadap SS6 yakni dengan menyisipkan elemen fungsional tambahan yaitu SCCP (Signalling Connection Cointrol Part) dan TCAP (Transaction Capabilities), dimana hasil koreksi ini dikenal dengan Sistem Pensinyalan No. 7 (CCS7) yang arsitekturnya seperti terlihat pada gambar
  • 15.
    MTP Level 1 MTPLevel 2 MSU FISU LSSU
  • 16.
    MTP Level 1 MTPLevel 1 (Signalling Data Link function) SDL mendefinisikan karakteristik : - Fisik  berupa kanal data dua arah (bidirectional) yang beroperasi secara full duplex. Realisasinya misal berupa : digital switch block, multiplexer dijital dsb). - Elektrik  kecepatan data : 64 Kbps (untuk kedua arah sama). Dapat menggunakan time slot manapun (pada sistem PCM 30), kecuali time slot 0 (untuk sinkronisasi) - Fungsional  sebagai interface untuk menyalurkan data melalui physical connection (link transmisi) antara dua Signalling Point. Catatan : pada lingkungan transmisi analog, dimungkinkan (misal aplikasi modem) dengan kecepatan  4,8 Kbps.
  • 17.
    MTP Level 2 MTPLevel 2 (Signalling Link function) Informasi pensinyalan yang akan dikirim merupakan intra layer primitive dalam komunikasi komputer. Informasi ini dibagi dalam beberapa unit sinyal dengan panjang bervariasi. Pada SS7 suatu unit pesan (message) yang dikirim (ditransfer) melalui signaling data link disebut Signal Unit (SU) Terdapat 3 jenis/tipe SU yaitu MSU, FISU dan LSSU.
  • 18.
    MSU MSU (Message SignalUnit) Merupakan SU yang membawa pesan/informasi pensinyalan dari User Part (Level 4), pesan tersebut ditempatkan pada field SIF MTP Level 2
  • 19.
    FISU FISU (Fill InSignal Unit) Merupakan SU yang yang dikirim apabila tidak ada MSU (dari level 4) atau LSSU (dari level 3) yang dikirim, sehingga FISU ini disebut juga filler (pengisi kekosongan). Berfungsi menjaga hubungan antara dua SP untuk mengawasi terus menerus kondisi link (fungsi supervisory). MTP Level 2
  • 20.
    LSSU LSSU (Link StatusSignal Unit) Merupakan SU yang digunakan untuk mengindikasikan status link ke remote end signaling link, baik indikasi normal, out-of-allignment, out-of-service dll. Sinyal ini dikirim baik pada saat sistem pertama kali dioperasikan (inisiasi) maupun saat terjadi gangguan dan proses perbaikan (recovery). Informasi status indikasi ini dibawa dalam field SF (Status Field) MTP Level 2