SPANNING TREE PROTOCOL

• Yang akan dibahas antara lain:
 Pengertian STP
   Kegunaan STP
      Bridge Protocol Data Unit (BPDU)
        Cara Kerja STP
           Keuntungan STP
              Peranan STP
PENGERTIAN SPANNING
     TREE PROTOCOL (STP)

Spanning Tree Protocol (STP) adalah protokol yang
berada di jaringan switch yang memungkinkan
semua perangkat untuk berkomunikasi antara satu
sama lain agar dapat mendeteksi dan mengelola
redundant link dalam jaringan.
STP merupakan protokol manajemen link yang
menyediakan redundansi sementara mencegah
perulangan yang tidak diinginkan dalam jaringan.
KEGUNAAN SPANNING
     TREE PROTOCOL (STP)

Kegunaan Spanning Tree Protocol (STP) yaitu
menyediakan      redundansi      jalan     dengan
mendefinisikan sebuah tree yang membentang di
semua switch dalam jaringan yang diperpanjang.
KEUNTUNGAN SPANNING
                TREE PROTOCOL (STP)
Keuntungan menggunakan STP yaitu
perangkat dapat mengelola dirinya sendiri
untuk mengumpulkan informasi. Seperti
alamat media access control (MAC), switch
dan port prioritas, port identifier, path cost,
root switch identifier, root port identifier,
designated port identifiers, dan path cost from
the port to the root switch. Informasi ini
dikirim keperangkat STP lain di dalam
jaringan dengan menggunakan Bridge
Protocol Data Units (BPDU).”
Bridge Protokol Data Unit (BPDU)


            BPDU adalah sebuah datagram yang
    digunakan oleh switch untuk berkomunikasi
    dengan satu sama lain dan mengadakan
    pertukaran informasi. Sebuah datagram adalah
    self-contained, atau independen data
    pembawa informasi yang akan disalurkan dari
    sumber ke computer tujuan. Informasi yang
    dikumpulkan dari perangkat BPDU di jaringan
    akan membantu keputusan dalam konfigurasi.
Sebuah pertukaran BPDU akan menghasilkan beberapa hasil
berikut ini:
    •Salah satu switch akan dipilih sebagai root switch (root
    switch adalah salah satu fungsi pertama dilakukan karena itu
    adalah awal STP logis dalam jaringan).
    •Jarak terpendek dari switch ke root switch akan dihitung.
    •Sebuah switch yang ditunjuk akan dipilih yang paling dekat
    dengan root switch melalui frame dan akan diteruskan ke root.
    •Port yang dipilih untuk setiap switch akan menjadi port yang
    menyediakan jalan terbaik dari root beralih ke switch.
    •Ports yang termasuk dalam Spanning Tree Protokol akan
    dipilih.
Cara Kerja Spanning Tree Protocol


          STP bekerja dengan cara memaksa jalur
          data redundan ke standby state, sehingga
          jika salah satu segmen jaringan di STP
          tidak bisa diakses (tidak bisa dijangkau),
          atau jika terjadi perubahan biaya STP.
          Maka, algoritma spanning tree akan
          mengkonfigurasi ulang spanning tree
          topologi dan membangun kembali link
          dengan mengaktifkan standby path.
1. Menentukan root bridge. Root bridge dari STP
adalah bridge dengan bridge ID terkecil (terendah).
Tiap bridge mempunyai unique identifier (ID) dan
sebuah priority number yang bisa dikonfigurasi. Untuki
membandingkan dua bridge ID, priority number yang
pertama kali dibandingkan dengan yang kedua. Jika
priority number antara kedua bridge tersebut sama,
maka yang akan dibandingkan selanjutnya adalah
MAC addressnya. Sebagai contoh, jika switch A
(MAC=0000.0000.1111)          dan       switch        B
(MAC=0000.0000.2222) memiliki priority number yang
sama, misalnya 10, maka switch A yanga akan dipilih
menjadi root bridge. Jika admin jaringan ingin switch B
yang jadi root bridge, maka priority number switch B
harus lebih kecil dari 10.
2. Menentukan least cost paths ke root bridge.
Spanning tree yang sudah dihitung mempunyai properti
yaitu pesan dari semua alat yang terkoneksi ke root
bridge dengan pengunjungan (traverse) dengan cost jalur
terendah, yaitu path dari alat ke root memiliki cost
terendah dari semua paths dari alat ke root.Cost of
traversing sebuah path adalah jumlah dari cost-cost dari
segmen yang ada dalam path. Beda teknologi mempunya
default cost yang berbeda untuk segmen-segmen
jaringan. Administrator dapat memodifikasi cost untuk
pengunjungan segment jaringan yang dirasa penting.
3. Non-aktifkan root path lainnya. Karena pada langkah
diatas kita telah menentukan cost terendah untuk tiap path
dari peralatan ke root bride, maka port yang aktif yang bukan
root port diset menjadi blocked port. Kenapa di blok? Hal ini
dilakukan untuk antisipasi jika root port tidak bisa bekerja
dengan baik, maka port yang tadinya di blok akan di aktifkan
dan kembali lagi untuk menentukan path baru.
Gambar dan Topologi yang ada pada
Spanning Tree Protocol (STP)


                              •Gambar :
                            Spanning Tree
                             Protocol Port
                                States
Root Bridge dan Proses Pertukaran Nilai BPDU
•Gambar : Bagaimana Spanning Tree
         Protocol Bekerja
Terima kasih 

Spanning Tree Protocol

  • 2.
    SPANNING TREE PROTOCOL •Yang akan dibahas antara lain:  Pengertian STP  Kegunaan STP  Bridge Protocol Data Unit (BPDU)  Cara Kerja STP  Keuntungan STP  Peranan STP
  • 3.
    PENGERTIAN SPANNING TREE PROTOCOL (STP) Spanning Tree Protocol (STP) adalah protokol yang berada di jaringan switch yang memungkinkan semua perangkat untuk berkomunikasi antara satu sama lain agar dapat mendeteksi dan mengelola redundant link dalam jaringan. STP merupakan protokol manajemen link yang menyediakan redundansi sementara mencegah perulangan yang tidak diinginkan dalam jaringan.
  • 4.
    KEGUNAAN SPANNING TREE PROTOCOL (STP) Kegunaan Spanning Tree Protocol (STP) yaitu menyediakan redundansi jalan dengan mendefinisikan sebuah tree yang membentang di semua switch dalam jaringan yang diperpanjang.
  • 5.
    KEUNTUNGAN SPANNING TREE PROTOCOL (STP) Keuntungan menggunakan STP yaitu perangkat dapat mengelola dirinya sendiri untuk mengumpulkan informasi. Seperti alamat media access control (MAC), switch dan port prioritas, port identifier, path cost, root switch identifier, root port identifier, designated port identifiers, dan path cost from the port to the root switch. Informasi ini dikirim keperangkat STP lain di dalam jaringan dengan menggunakan Bridge Protocol Data Units (BPDU).”
  • 6.
    Bridge Protokol DataUnit (BPDU) BPDU adalah sebuah datagram yang digunakan oleh switch untuk berkomunikasi dengan satu sama lain dan mengadakan pertukaran informasi. Sebuah datagram adalah self-contained, atau independen data pembawa informasi yang akan disalurkan dari sumber ke computer tujuan. Informasi yang dikumpulkan dari perangkat BPDU di jaringan akan membantu keputusan dalam konfigurasi.
  • 7.
    Sebuah pertukaran BPDUakan menghasilkan beberapa hasil berikut ini: •Salah satu switch akan dipilih sebagai root switch (root switch adalah salah satu fungsi pertama dilakukan karena itu adalah awal STP logis dalam jaringan). •Jarak terpendek dari switch ke root switch akan dihitung. •Sebuah switch yang ditunjuk akan dipilih yang paling dekat dengan root switch melalui frame dan akan diteruskan ke root. •Port yang dipilih untuk setiap switch akan menjadi port yang menyediakan jalan terbaik dari root beralih ke switch. •Ports yang termasuk dalam Spanning Tree Protokol akan dipilih.
  • 8.
    Cara Kerja SpanningTree Protocol STP bekerja dengan cara memaksa jalur data redundan ke standby state, sehingga jika salah satu segmen jaringan di STP tidak bisa diakses (tidak bisa dijangkau), atau jika terjadi perubahan biaya STP. Maka, algoritma spanning tree akan mengkonfigurasi ulang spanning tree topologi dan membangun kembali link dengan mengaktifkan standby path.
  • 9.
    1. Menentukan rootbridge. Root bridge dari STP adalah bridge dengan bridge ID terkecil (terendah). Tiap bridge mempunyai unique identifier (ID) dan sebuah priority number yang bisa dikonfigurasi. Untuki membandingkan dua bridge ID, priority number yang pertama kali dibandingkan dengan yang kedua. Jika priority number antara kedua bridge tersebut sama, maka yang akan dibandingkan selanjutnya adalah MAC addressnya. Sebagai contoh, jika switch A (MAC=0000.0000.1111) dan switch B (MAC=0000.0000.2222) memiliki priority number yang sama, misalnya 10, maka switch A yanga akan dipilih menjadi root bridge. Jika admin jaringan ingin switch B yang jadi root bridge, maka priority number switch B harus lebih kecil dari 10.
  • 10.
    2. Menentukan leastcost paths ke root bridge. Spanning tree yang sudah dihitung mempunyai properti yaitu pesan dari semua alat yang terkoneksi ke root bridge dengan pengunjungan (traverse) dengan cost jalur terendah, yaitu path dari alat ke root memiliki cost terendah dari semua paths dari alat ke root.Cost of traversing sebuah path adalah jumlah dari cost-cost dari segmen yang ada dalam path. Beda teknologi mempunya default cost yang berbeda untuk segmen-segmen jaringan. Administrator dapat memodifikasi cost untuk pengunjungan segment jaringan yang dirasa penting.
  • 11.
    3. Non-aktifkan rootpath lainnya. Karena pada langkah diatas kita telah menentukan cost terendah untuk tiap path dari peralatan ke root bride, maka port yang aktif yang bukan root port diset menjadi blocked port. Kenapa di blok? Hal ini dilakukan untuk antisipasi jika root port tidak bisa bekerja dengan baik, maka port yang tadinya di blok akan di aktifkan dan kembali lagi untuk menentukan path baru.
  • 12.
    Gambar dan Topologiyang ada pada Spanning Tree Protocol (STP) •Gambar : Spanning Tree Protocol Port States
  • 13.
    Root Bridge danProses Pertukaran Nilai BPDU
  • 14.
    •Gambar : BagaimanaSpanning Tree Protocol Bekerja
  • 15.