1. Dokumen membahas tentang jenis-jenis campuran koloid dan sifatnya, termasuk larutan, suspensi, koloid, dan macam-macam koloid seperti sol, emulsi, buih, dan gel.
Gabungan duamacam zat atau lebih.
Penggabungan dilakukan secara fisik.
Campuran tetap memiliki sifat aslinya.
Zat-zat penyusun campuran dapat berupa
unsur-unsur, senyawa-senyawa, atau unsur
dan senyawa.
5.
Larutan merupakan sistemsatu fase (homogen), tidak dapat
disaring, dan ukuran partikelnya kurang dari 1 nm.
Contoh larutan: salah satunya sirup dicampur dengan air
sirup
Suspensi merupakan system heterogen, zat zat yang dicampur
dapat dipisahkan.Ukuran partikelnya lebih dari 100 nm dan dapat
dipisahkan dengan penyaringan.
Contoh : campuran terigu dan akuades
campuran terigu dan akuades
6.
Koloid merupakan campuranyang keadaannya berada
diantara larutan dan suspensi.
• zat yang didispersikan disebut fase
terdispersi
• medium yang digunakan untuk
mendispersikannya disebut medium
pendispersi
7.
Contoh koloid diantaranyayaitu susu yang dicampur
dengan air, santan, asap, agar-agar.
Membedakan fase terdispersi dan medium pendispersi,
misalnya pada contoh koloid susu:
Fase terdispersinya adalah susu
Medium pendispersinya adalah air
susu
agar-agar
1.
Sol merupakan systemkoloid dengan fase
terdispersi padat dan medium pendispersi cair.
Contoh:sol sabun,sol detergen,sol kanji, tinta tulis, dan cat.
cat
10.
2.
Sol padat merupakansystem koloid dengan fase
terdispersi padat, dan medium pendispersi padat.
Contoh: batuan berwarna, gelas berwarna, tanah, perunggu,
kuningan.
perunggu
11.
3.
a.Aerosol Padat
Fase terdispersinyapadat dan medium pendispersinya gas.
Contoh: asap dan debu di udara.
b.Aerosol Cair
Fase terdispersinya cair dan medium pendispersinya gas.
Contoh: kabut, awan, pengeras rambut (hair spray),
dan parfum semprot.
asap
kabut
12.
4.
Emulsi merupakan systemkoloid dengan fase
terdispersi cair dan medium pendispersi cair.
Dua jenis zat dapat membentuk emulsi jika keduanya tidak saling
bercampur. Agar dapat membentuk koloid, dalam dua zat cair
yang tidak bercampur ditambahkan suatu pengemulsi
(emulgator).
13.
Emulsi ada 2jenis:
a.Emulsi
Fase terdispersinya cair dan medium pendispersinya cair.
Emulsi minyak dalam air (tipe O/W)
Contoh: susu, santan, lateks
Emulsi air dalam minyak (tipe W/O)
Contoh: minyak ikan dan minyak
bumi
susu
minyak ikan
5.
a.Buih
Fase terdispersinya gasdan medium pendispersinya cair. Contoh:
buih sabun, krim kocok.
b.Buih Padat
Fase terdispersinya gas dan medium pendispersinya padat.
Contoh: batu apung, karet busa.
buih sabun krim kocok
batu apung
16.
6.
Gel merupakan systemkoloid setangah kaku (diantara cair
dan padat).
Gel akan terbentuk jika suatu sol yang fase terdispersinya
mengabsorpsi medium pendispersinya sehingga terbentuk system
koloid yang agak padat.
Contoh: agar-agar, lem kanji, silica gel
lem kanji
17.
1.Efek Tyndall
2.Gerak Brown
3.Bermuatan Listrik
a. Elektroforesis
b. Koagulasi
c. Proses Penjernihan Air
d. Kestabilan Suhu
4. Koloid Liofil dan Liofob
18.
1.
Efek Tyndall adalahperistiwa penghamburan cahaya
oleh partikel koloid.
Gambar perbedaan larutan & koloid menurut Efek Tyndall
sorot lampu mobil pada
malam hari yang berkabut
dan berkas cahaya yang
melalui celah-celah di
rumah.
19.
Efek Tyndall dapatdigunakan
untuk membedakan sistem
koloid dengan larutan sejati.
Partikel-partikel koloid akan
menghamburkan cahaya itu ke
segala arah meskipun partikel-
partikel koloidnya sendiri tidak
tampak.
20.
2.
Gerak Brown adalahgerak acak partikel koloid dalam
medium pendispersinya.
Gambar Gerak Brown
Pemanfaatan susu panas.
21.
Partikel-partikel koloid secaraterus-menerus bergerak lurus ke
segala arah secara acak (zig-zag).
Gerak brown merupakan factor yang dapat menstabilkan system
koloid.
Makin tinggi suhu, makin cepat gerak Brown.
Karena energi kinetic partikel makin besar
sehingga frekuensi tumbukan makin besar.
22.
3.
Partikel koloid memilikikemampuan menyerap ion pada
permukaannya. Akibatnya, partikel koloid bermuatan
listrrik. Penyerapan yang terjadi pada permukaan disebut
adsorpsi.
Contoh:
23.
Adanya muatan listrikmenyebabkan partikel
koloid stabil.
Sifat adsorpsi koloid dapat dimanfaatkan
dalam berbagai proses, misalnya pemutihan
gula tebu, pembuatan obat norit, dan
penjernihan air.
24.
a.Ele
Elektroforesis adalah pergerakanpartikel-partikel koloid
di bawah pengaruh medan listrik.
Gambar Elektroforesis
Pemanfaatan cerobong pabrik
yang dipasangi lempeng logam yang
bermuatan listrik
25.
Jika sepasang elektrodedimasukan kedalam dispersi koloid
dan kedalamnya dialirkan arus listrik searah, maka partikel
koloid akan bergerak menuju elektroda yang bermuatan
berlawanan. Partikel koloid yang bermuatan negatif akan
menuju kearah anoda (elektroda positif), sedangkan partikel
koloid yang bermuatan positif akan menuju ke katoda
(elektroda negatif). Pada peristiwa elektrilisis partikel-partikel
koloid akan dinetralkan muatannya dan digumpalkan dibawah
elektrode.
Koloid akan mengalamikoagulasi (menggumpal) jika diberikan
perlakuan sebagai berikut:
• Penambahan elektrolit yang bermuatan berlawanan. Semakin
besar ion yang ditambahkan, semakin efektif penggumpalannya.
• Pencampuran dua sistem koloid yang bermuatan berlawanan.
• Pemanasan
28.
c.Pro
Sifat koloid yangdigunakan untuk menjernihkan air adalah
koagulasi adsorpsi.Bahan yang bisa digunakan untuk
penjernihan air skala rumah tangga antara lain tawas ,pasir,
klorin atau kaporit ,kapur tohor , dan karbon aktif. Untuk
penjernihan air dalam skala besar, menggunakan metode
pengolahan fisik dan pengolahan kimiawi.
29.
1) Me
a) Penyaringan
b)Aerasi (Perpindahan Gas)
c) Flokulasi
d) Pengendapan
e) Filtrasi (Penyaringan)
Gambar Metode Pengolahan Fisik
30.
2) Me
a) Koagulasi
b)Disinfektan
c) Prespitasi
d) Pertukaran Ion
e) Adsorpsi
f) Oksidasi Kimiawi
Gambar Metode Penyaringan Kimiawi
31.
d. Ke
Contoh: padadialysis, yaitu measukkan koloid bermuatan
dalam membrane smipermeabel. Contoh penerapan dialisis
yaitu pada proses pencuci darah.
GambarDialysis Gambar proses pencuci darah
32.
Koloid pelindung adalahkoloid yang sengaja
ditambahkan kedalam system koloid agar setabil.
Gelatin Es krim
33.
4.
Sistem koloid dimanafase terdispersinya mempunyai
daya adsorbsi relatif lebih besar disebut koloid liofil yang
bersifat lebih stabil.
jika partikel terdispersinya mempunyai daya adsorbsi
relatif lebih lemah disebut koloid liofob yang bersifat
kurang stabil.
34.
• Koloid liofil(suka cairan). Contoh, disperse kanji, sabun, dan
deterjen.
• Koloid liofob (tidak suka cairan). Contoh, dispersi emas,
belerang dalam air.
Gambar Sabun
Gambar Logam
35.
NO Sol Liofil/HidrofilSol Liofob
1. Mengadsorpsi mediumnya Tidak mengadsorpsi mediumnya
2. Stabil pada sembarang konsentrasi Stabil hanya pada konsentrasi rendah
3. Sulit digumpalkan dengan penambahan sedikit
elektrolit
Mudah digumpalkan dengan penambahan sedikit
elektrolit
4 Visikositas lebih besar daripada mediumnya Visikositas hamper sama dengan mediumnya
5. Bersifat reversible Tidak reversibel
Perbedaan sol liofil dan sol liofob:
1.
Dilakukan dengan caramemecah partikel kasar menjadi
partikel koloid.
Pemecahan dapat dilakukan dengan cara:
38.
a.Car
Zat-zat yang berukuranbesar dapat
direduksi menjadi partikel
berukuran koloid melalui
penggilingan, pengadukan,
penumbukan, dan penggerusan.
Zat-zat yang sudah berukuran
koloid selanjutnya didispersikan ke
dalam medium pendispersi.
Gambar Pembuatan sol belerang
39.
b.Ca
Pembuatan koloid dengancara
peptisasi dilakukuan dengan
memecah butir-butir kasar dari
suatu endapan dengan bantuan
suatu zat pemeptisasi (pemecah).
Misalnya, agar-agar dipeptisasi
oleh air.
Gambar Peptisasi
40.
d.Ca
Pembuatan koloid jenisemulsi
dapat dilakukan dengan
menggunakan mesin
penghomogen sampai berukuran
koloid. Cara ini digunakan pada
pembuatan susu.
Gambar Mesin Penghomogen untuk pembuatan susu
41.
d.Ca
• Cara busurBredig digunakan untuk membuat sol-sol logam.
• Logam yang akan dijadikan koloid digunakan sebagai elektrode
yang dicelupkan dalam medium dispersi, kemudian diberi
loncatan listrik di antara kedua ujungnya.
• Mula-mula atom-atom logam akan terlempar ke dalam air, lalu
atom-atom tersebut mengalami kondensasi, sehingga
membentuk partikel koloid.
• Jadi, cara busur ini merupakan gabungan cara dispersi dan cara
kondensasi.