SISTEM DIGITALSISTEM DIGITAL
Kamis, 20 November 2014Kamis, 20 November 2014
Pertemuan VIIIPertemuan VIII
Trienani Hariyanti,Trienani Hariyanti,
PENGGUNAAN GERBANG LOGIKA
1. Penyusunan Rangkaian dari Aljabar
Boolean
Aljabar Boole merupakan dasar dalam
menyusun rangkaian logika. Sebagai contoh
kita mempunyai ekspresi/aljabar Boole sbb:
Y = A + B + C
rangkaian logikanya adalah sbb:
Latihan
2. Aljabar/Ekspresi Boolean Maksterm
(Perkalian dari Penjumlahan / AND-OR)
Ekspresi Boolean Maksterm merupakan
perpaduan antara OR dan AND, yaitu
merupakan operasi AND dari OR
Artinya: “kita harus melakukan operasi-
operasi OR terlebih dahulu kemudian dari
hasil operasi OR tersebut kita AND-kan”
contoh
3. Ekspresi Boolean Minterm (Penjumlahan
dari Perkalian / OR-AND)
Ekspresi Boolean minterm merupakan
kebalikan dari operasi Maksterm, yaitu
merupakan ekspresi OR-AND
Artinya:” Kita harus melakukan operasi-
operasi AND terlebih dahulu kemudian hasil
operasi AND kita OR-kan”.
Latihan
4. Tabel Kebenaran dan Aljabar Boolean
Untuk menggambarkan rangkaian logika
selain menggunakan dasar aljabar Boole, kita
juga dapat menggunakan dasar dari tabel
kebenaran. Untuk dapat menggunakan tabel
kebenaran sebagai dasar penggambaran
rangkaian logika, terlebih dahulu dari tabel
kebenaran diubah dahulu ke dalam bentuk
aljabar Boole.
contoh
Rangkaian logikanya adalah sbb:
Latihan
Buatlah tabel kebenaran dan rangkaian logika
untuk aljabar Boole berikut ini:
Operasi NOT OR (NOR)
X=(A+B)’
Ekspresi untuk operasi logika NOR dengan 2 masukan adalah sbb:
Operasi NAND
X=(AB)’
Simbol gerbang logika NAND dengan 2 masukan dan tabel
kebenaran sbb:
Gerbang XOR ( OR – Ekslusif )
Gerbang XNOR ( NOR – ekslusif )
Fungsi Boolean
Fungsi Boolean adalah ekspresi yang
dibentuk dari peubah Boolean melalui
operasi penjumlahan, perkalian, atau
komplemen.
Contoh-contoh fungsi boolean :
1.f(x) = x
2.f(x,y) = x’y + y
3.f(x,y,z) = xyz’
Selain dengan cara aljabar, fungsi Boolean dapat
dinyatakan dalam bentuk tabel kebenaran.
Tabel kebenaran adalah suatu tabel yang
menyatakan seluruh kemungkinan nilai peubah
dari fungsinya.
Jika suatu fungsi Boolean memuat n peubah,
maka banyaknya baris dalam tabel kebenaran
ada 2n
.
Di dalam fungsi Boolean setiap peubah boolean
termasuk komplemennya disebut literal.
Contoh :
Buatlah tabel kebenaran dari fungsi aljabar Boolean
f(x,y,z) = xyz’ + x.
x y z z’ xyz’ f(xyz’ + x)
0 0 0 1 0 0
0 0 1 0 0 0
0 1 0 1 0 0
0 1 1 0 0 0
1 0 0 1 0 1
1 0 1 0 0 1
1 1 0 1 1 1
1 1 1 0 0 1
Fungsi Boolean tidak unik (tunggal), artinya
dua fungsi yang ekspresinya berbeda
dikatakan sama jika keduanya mempunyai
nilai yang sama pada tabel kebenaran untuk
setiap kombinasi peubah peubahnya.
Contoh:
f(x,y,z) = x’y’z + x’yz + xy’
dengan
g(x,y,z) = x’z + xy’
Prinsip Dualitas
• Dual dari suatu ekspresi dinyatakan
sebagai perubahan operator (. dan +) dan
(1 dan 0) di dalam ekspresi tersebut.
• Tidak dapat mengganti x dengan x’
• Dual tidak selalu sama dengan ekspresi asli.
Contoh:
Tentukan h(x,y,z) yang merupakan dual
dari f(x,y,z) = x’yz’ + x’y’z
h(x,y,z) = (x’+y+z’).(x’+y’+z)
Teorema 2.1
Untuk setiap elemen a, berlaku : a + a = a dan
a . a = a
Bukti
x + x = ( x + x ) (1) identitas
= ( x + x ) ( x + x’ ) komplemen
= x + ( x . x’ ) distributif
= x + 0 T8b
= x identitas
x.x = x.x + 0 identitas
= x.x + x.x’ komplemen
= x. ( x + x’ ) distributif
= x.1 T8a
= x identitas
Teorema 2.2
Untuk setiap elemen a, berlaku : a + 1 = 1 dan
a.0 = 0
Bukti
a + 1 = a + (a + a’) komplemen
= (a + a) + a’ asosiatif
= a + a’ T8a
= 1
a . 0 = a.(a.a’) komplemen
= (a.a) .a’ asosiatif
= a . a’ T8b
= 0
Teorema 2.3 (Hukum Penyerapan)
Untuk setiap elemen a dan b, berlaku :
a + a . b = a dan a . (a+b) = a
Bukti
a+ab = a.1 + a.b Identitas
= a . (1 + b) distributif
= a . 1 T7b
= a
a. (a+b)= a.a + a.b distributif
= a + ab idempoten
= a.1 + ab identitas
= a. ( 1 + b ) distributif
= a . 1 T7b
= a
Fungsi Komplemen
• Bila sebuah fungsi Boolean
dikomplemenkan, kita memperoleh
fungsi komplemen.
• Fungsi komplemen berguna pada saat
penyederhanaan fungsi boolean.
• Fungsi komplemen dari f, yaitu f’ dapat
dicari dengan menukarkan nilai 0
menjadi 1 dan nilai 1 menjadi 0
Ada dua cara yang dapat digunakan
untuk membentuk fungsi komplemen:
1. Menggunakan hukum De Morgan
Hukum De Morgan untuk dua buah peubah
(berlaku untuk n peubah), x1 dan x2, adalah:
1.(x1 + x2)’ = x1’x2’
• (x1x2)’ = x1’+ x2’
• (x1 + x2 + K + xn)’ = x1‘x2‘K xn‘
Dan dualnya:
(x1x2K xn)’ = x1’+ x2’+ K + xn’
Contoh:
f(x,y,z) = x(y’z’+yz) maka
f’(x,y,z) = (x(y’z’ + yz))’
= x’ + (y’z’+yz)’
= x’ + (y’z’)’ (yz)’
= x’ + (y + z) (y’ + z’)
2. Menggunakan Prinsip Dualitas
Cari dual dari f, lalu komplemenkan setiap
literalnya.
contoh:
f(x,y,z) = x(y’z’+yz) maka
dual dari f: x + ( y’ + z’) (y + z)
komplemenkan tiap literalnya: x’ + (y + z) (y’ + z’) = f’
jadi, f’(x,y,z) = x’ + (y + z) (y’ + z’)
Latihan Soal
1.Tentukan dualitas dari fungsi Boolean
berikut:
a)f(x,y) = (x+y)’
b)f(x,y,z) = xy + x’z +yz
c)f(x,y) = xy + x’z + x’y’
2.Tentukan komplemen dari fungsi Boolean
berikut:
a)f(x,y,z) = x’yz’ + x’y’z
b)f(x,y,z) = x(y’z’ + yz)
Bentuk Kanonik
Bentuk kanonik adalah fungsi Boolean yang
dinyatakan sebagai jumlah dari hasil kali, hasil kali
dari jumlah dengan setiap suku mengandung literal
yang lengkap.
Ada dua macam bentuk kanonik:
•Minterm atau sum of product (SOP): Jumlah dari
perkalian
•Maxterm atau product of sum (POS): perkalian
dari jumlah
x y
Minterm Maxterm
Suku Lambang Suku Lambang
0 0 x’y’ m0 x+y M0
0 1 x’y m1 x+y’ M1
1 0 xy’ m2 x’+y M2
1 1 xy m3 x’+y’ M3
Tabel kebenaran untuk Minterm dan Maxterm
x y z
Minterm Maxterm
Suku Lambang Suku Lambang
0 0 0 x’y’z’ m0 x+y+z M0
0 0 1 x’y’z m1 x+y+z’ M1
0 1 0 x’yz’ m2 x+y’+z M2
0 1 1 x’yz m3 x+y’+z’ M3
1 0 0 xy’z’ m4 x’+y+z M4
1 0 1 xy’z m5 x’+y+z’ M5
1 1 0 xyz’ m6 x’+y’+z M6
1 1 1 xyz m7 x’+y’+z’ M7
Contoh:
x y z x’y’z xy’z’ xyz f(x,y,z)
0 0 0 0 0 0 0
0 0 1 1 0 0 1
0 1 0 0 0 0 0
0 1 1 0 0 0 0
1 0 0 0 1 0 1
1 0 1 0 0 0 0
1 1 0 0 0 0 0
1 1 1 0 0 1 1
Dari tabel kebenaran diatas nyatakan fungsi f(x,y,z) = x’y’z +
xy’z’ + xyz dalam bentuk kanonik SOP dan POS.
Penyelesaian
SOP
Perhatikan kombinasi peubah yang
menghasilkan nilai 1
Bentuk kanonik SOP dari fungsi f(f,y,z) = x’y’z +
xy’z’ + xyz
Dalam bentuk lain adalah:
f(x,y,z) = x’y’z + xy’z’ + xyz
= m1 + m4 + m7
= ∑ (1,4,7)
POS
Perhatikan kombinasi peubah yang
menghasilkan nilai 0
Bentuk kanonik SOP dari fungsi f(x,y,z) = x’y’z
+ xy’z’ + xyz
Dalam bentuk lain adalah:
f(x,y,z) = (x+y+z)(x+y’+z)(x+y’+z’)(x’+y+z’)(x’+y’+z)
= M0M2M3M5M6 = Π(0,2,3,5,6)
Contoh:
Nyatakan fungsi f(x,y,z) = x + y’z dalam tabel
kebenaran, selanjutnya carilah bentuk SOP dan POS nya!
x y z y’ y’z f(x,y,z) Minterm Maxterm
0 0 0 1 0 0 m0 M0
0 0 1 1 1 1 m1 M1
0 1 0 0 0 0 m2 M2
0 1 1 0 0 0 m3 M3
1 0 0 1 0 1 m4 M4
1 0 1 1 1 1 m5 M5
1 1 0 0 0 1 m6 M6
1 1 1 0 0 1 m7 M7
SOP
Perhatikan kombinasi peubah yang
menghasilkan nilai 1
Bentuk kanonik SOP dari fungsi
f(f,y,z) = x’y’z + xy’z’ + xy’z + xyz’ + xyz
Dalam bentuk lain adalah:
f(x,y,z) = m1 + m4 + m5 + m6 + m7
= ∑ (1,4,5,6,7)
POS
Perhatikan kombinasi peubah yang
menghasilkan nilai 0
f(x,y,z) = (x+y+z)(x+y’+z)(x+y’+z’)
Dalam bentuk lain:
f(x,y,z) = M0M2M3 = Π(0,2,3)
konversi kebentuk SOP
Teorema:
x+x’ = 1 x.x’ = 0 x+x = x x.x =
x
Contoh:
Nyatakan fungsi f(x,y,z) = x + y’z dalam bentuk kanonik
SOP
f(x,y,z) = x + y’z (lengkapi literal pada tiap suku)
= x (y+y’) (z+z’) + y’z (x+x’)
= (xy+xy’)(z+z’) + xy’z + x’y’z
= xyz + xyz’ + xy’z + xy’z’ + xy’z + x’y’z
= xyz + xyz’ + xy’z + xy’z’ + x’y’z
= m7 + m6 + m5 + m4 + m1
= ∑(1, 4, 5, 6, 7)
Konversi ke bentuk POS
Nyatakan fungsi f(x,y,z) = xy + x’z dalam
bentuk kanonik SOP
Bentuk fungsi ke POS
f(x,y,z) = xy + x’z
= (xy + x’)(xy + z) distributif
= (x + x’)(y + x’)(x + z)(y + z) distributif
= (x’ + y)(x + z)(y + z) komplemen, identitas
Lengkapi literal untuk setiap suku agar sama
Suku-1  x’ + y = x’ + y + zz’
= (x’ + y + z)(x’ + y + z’)
Suku-2  x + z = x + z + yy’
= (x + y + z)(x + y’ + z)
Suku-3  y + z = xx’ + y + z
= (x + y + z)(x’ + y + z)
Semua suku dengan literal lengkap :
f(x,y,z) = (xy + x’)(xy + z)
= (x + x’)(y + x’)(x + z)(y + z)
= (x’ + y)(x + z)(y + z)
= (x’+y+z)(x’+y+z’)(x+y+z)(x+y’+z)(x+y+z)(x’+y+z)
= (x+y+z)(x+y’+z)(x’+y+z)(x’+y+z’)
= M0 . M2 . M4 . M5
= ΠM(0, 2, 4, 5)
Latihan Soal
1. Nyatakan fungsi f(x,y,z) = y’ + xy + x’yz
dalam tabel kebenaran.
2. Nyatakan fungsi Boolean f(x,y,z) = wxy +
yz + xy dalam bentuk POS.
3. Nyatakan fungsi f(x,y,z) =y’ + xy + x’yz’
dalam tabel kebenaran.
x y z f(x,y,z)
0 0 0 1
0 0 1 0
0 1 0 0
0 1 1 1
1 0 0 1
1 0 1 0
1 1 0 1
1 1 1 0
4. Carilah bentuk kanonik SOP dan POS dari
f(x,y,z) = y’ + xy + x’yz’
5. Carilah bentuk kanonik dari SOP dari fungsi
f(x,y,z) yang ditunjukkan pada tabel kebenaran
berikut ini.
6. Nyatakan Fungsi Boolean f(x,y,z) = x’y’z + xz
+ yz dalam SOP
7. Nyatakan Fungsi Boolean f(w,x,y,z) = wxy + yz
+ xy dalam SOP
8. Nyatakan Fungsi Boolean f(x,y,z)= (x+z)(y’+z’)
dalam POS

Sd 8

  • 1.
    SISTEM DIGITALSISTEM DIGITAL Kamis,20 November 2014Kamis, 20 November 2014 Pertemuan VIIIPertemuan VIII Trienani Hariyanti,Trienani Hariyanti,
  • 2.
    PENGGUNAAN GERBANG LOGIKA 1.Penyusunan Rangkaian dari Aljabar Boolean Aljabar Boole merupakan dasar dalam menyusun rangkaian logika. Sebagai contoh kita mempunyai ekspresi/aljabar Boole sbb: Y = A + B + C rangkaian logikanya adalah sbb:
  • 4.
  • 5.
    2. Aljabar/Ekspresi BooleanMaksterm (Perkalian dari Penjumlahan / AND-OR) Ekspresi Boolean Maksterm merupakan perpaduan antara OR dan AND, yaitu merupakan operasi AND dari OR Artinya: “kita harus melakukan operasi- operasi OR terlebih dahulu kemudian dari hasil operasi OR tersebut kita AND-kan”
  • 6.
  • 7.
    3. Ekspresi BooleanMinterm (Penjumlahan dari Perkalian / OR-AND) Ekspresi Boolean minterm merupakan kebalikan dari operasi Maksterm, yaitu merupakan ekspresi OR-AND Artinya:” Kita harus melakukan operasi- operasi AND terlebih dahulu kemudian hasil operasi AND kita OR-kan”.
  • 8.
  • 9.
    4. Tabel Kebenarandan Aljabar Boolean Untuk menggambarkan rangkaian logika selain menggunakan dasar aljabar Boole, kita juga dapat menggunakan dasar dari tabel kebenaran. Untuk dapat menggunakan tabel kebenaran sebagai dasar penggambaran rangkaian logika, terlebih dahulu dari tabel kebenaran diubah dahulu ke dalam bentuk aljabar Boole.
  • 10.
  • 11.
  • 12.
    Latihan Buatlah tabel kebenarandan rangkaian logika untuk aljabar Boole berikut ini:
  • 13.
    Operasi NOT OR(NOR) X=(A+B)’ Ekspresi untuk operasi logika NOR dengan 2 masukan adalah sbb:
  • 15.
    Operasi NAND X=(AB)’ Simbol gerbanglogika NAND dengan 2 masukan dan tabel kebenaran sbb:
  • 17.
    Gerbang XOR (OR – Ekslusif )
  • 18.
    Gerbang XNOR (NOR – ekslusif )
  • 23.
    Fungsi Boolean Fungsi Booleanadalah ekspresi yang dibentuk dari peubah Boolean melalui operasi penjumlahan, perkalian, atau komplemen. Contoh-contoh fungsi boolean : 1.f(x) = x 2.f(x,y) = x’y + y 3.f(x,y,z) = xyz’
  • 24.
    Selain dengan caraaljabar, fungsi Boolean dapat dinyatakan dalam bentuk tabel kebenaran. Tabel kebenaran adalah suatu tabel yang menyatakan seluruh kemungkinan nilai peubah dari fungsinya. Jika suatu fungsi Boolean memuat n peubah, maka banyaknya baris dalam tabel kebenaran ada 2n . Di dalam fungsi Boolean setiap peubah boolean termasuk komplemennya disebut literal.
  • 25.
    Contoh : Buatlah tabelkebenaran dari fungsi aljabar Boolean f(x,y,z) = xyz’ + x. x y z z’ xyz’ f(xyz’ + x) 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1
  • 26.
    Fungsi Boolean tidakunik (tunggal), artinya dua fungsi yang ekspresinya berbeda dikatakan sama jika keduanya mempunyai nilai yang sama pada tabel kebenaran untuk setiap kombinasi peubah peubahnya. Contoh: f(x,y,z) = x’y’z + x’yz + xy’ dengan g(x,y,z) = x’z + xy’
  • 27.
    Prinsip Dualitas • Dualdari suatu ekspresi dinyatakan sebagai perubahan operator (. dan +) dan (1 dan 0) di dalam ekspresi tersebut. • Tidak dapat mengganti x dengan x’ • Dual tidak selalu sama dengan ekspresi asli. Contoh: Tentukan h(x,y,z) yang merupakan dual dari f(x,y,z) = x’yz’ + x’y’z h(x,y,z) = (x’+y+z’).(x’+y’+z)
  • 28.
    Teorema 2.1 Untuk setiapelemen a, berlaku : a + a = a dan a . a = a Bukti x + x = ( x + x ) (1) identitas = ( x + x ) ( x + x’ ) komplemen = x + ( x . x’ ) distributif = x + 0 T8b = x identitas x.x = x.x + 0 identitas = x.x + x.x’ komplemen = x. ( x + x’ ) distributif = x.1 T8a = x identitas
  • 29.
    Teorema 2.2 Untuk setiapelemen a, berlaku : a + 1 = 1 dan a.0 = 0 Bukti a + 1 = a + (a + a’) komplemen = (a + a) + a’ asosiatif = a + a’ T8a = 1 a . 0 = a.(a.a’) komplemen = (a.a) .a’ asosiatif = a . a’ T8b = 0
  • 30.
    Teorema 2.3 (HukumPenyerapan) Untuk setiap elemen a dan b, berlaku : a + a . b = a dan a . (a+b) = a Bukti a+ab = a.1 + a.b Identitas = a . (1 + b) distributif = a . 1 T7b = a a. (a+b)= a.a + a.b distributif = a + ab idempoten = a.1 + ab identitas = a. ( 1 + b ) distributif = a . 1 T7b = a
  • 31.
    Fungsi Komplemen • Bilasebuah fungsi Boolean dikomplemenkan, kita memperoleh fungsi komplemen. • Fungsi komplemen berguna pada saat penyederhanaan fungsi boolean. • Fungsi komplemen dari f, yaitu f’ dapat dicari dengan menukarkan nilai 0 menjadi 1 dan nilai 1 menjadi 0
  • 32.
    Ada dua carayang dapat digunakan untuk membentuk fungsi komplemen: 1. Menggunakan hukum De Morgan Hukum De Morgan untuk dua buah peubah (berlaku untuk n peubah), x1 dan x2, adalah: 1.(x1 + x2)’ = x1’x2’ • (x1x2)’ = x1’+ x2’ • (x1 + x2 + K + xn)’ = x1‘x2‘K xn‘ Dan dualnya: (x1x2K xn)’ = x1’+ x2’+ K + xn’
  • 33.
    Contoh: f(x,y,z) = x(y’z’+yz)maka f’(x,y,z) = (x(y’z’ + yz))’ = x’ + (y’z’+yz)’ = x’ + (y’z’)’ (yz)’ = x’ + (y + z) (y’ + z’)
  • 34.
    2. Menggunakan PrinsipDualitas Cari dual dari f, lalu komplemenkan setiap literalnya. contoh: f(x,y,z) = x(y’z’+yz) maka dual dari f: x + ( y’ + z’) (y + z) komplemenkan tiap literalnya: x’ + (y + z) (y’ + z’) = f’ jadi, f’(x,y,z) = x’ + (y + z) (y’ + z’)
  • 35.
    Latihan Soal 1.Tentukan dualitasdari fungsi Boolean berikut: a)f(x,y) = (x+y)’ b)f(x,y,z) = xy + x’z +yz c)f(x,y) = xy + x’z + x’y’ 2.Tentukan komplemen dari fungsi Boolean berikut: a)f(x,y,z) = x’yz’ + x’y’z b)f(x,y,z) = x(y’z’ + yz)
  • 36.
    Bentuk Kanonik Bentuk kanonikadalah fungsi Boolean yang dinyatakan sebagai jumlah dari hasil kali, hasil kali dari jumlah dengan setiap suku mengandung literal yang lengkap. Ada dua macam bentuk kanonik: •Minterm atau sum of product (SOP): Jumlah dari perkalian •Maxterm atau product of sum (POS): perkalian dari jumlah
  • 37.
    x y Minterm Maxterm SukuLambang Suku Lambang 0 0 x’y’ m0 x+y M0 0 1 x’y m1 x+y’ M1 1 0 xy’ m2 x’+y M2 1 1 xy m3 x’+y’ M3 Tabel kebenaran untuk Minterm dan Maxterm
  • 38.
    x y z MintermMaxterm Suku Lambang Suku Lambang 0 0 0 x’y’z’ m0 x+y+z M0 0 0 1 x’y’z m1 x+y+z’ M1 0 1 0 x’yz’ m2 x+y’+z M2 0 1 1 x’yz m3 x+y’+z’ M3 1 0 0 xy’z’ m4 x’+y+z M4 1 0 1 xy’z m5 x’+y+z’ M5 1 1 0 xyz’ m6 x’+y’+z M6 1 1 1 xyz m7 x’+y’+z’ M7
  • 39.
    Contoh: x y zx’y’z xy’z’ xyz f(x,y,z) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 Dari tabel kebenaran diatas nyatakan fungsi f(x,y,z) = x’y’z + xy’z’ + xyz dalam bentuk kanonik SOP dan POS.
  • 40.
    Penyelesaian SOP Perhatikan kombinasi peubahyang menghasilkan nilai 1 Bentuk kanonik SOP dari fungsi f(f,y,z) = x’y’z + xy’z’ + xyz Dalam bentuk lain adalah: f(x,y,z) = x’y’z + xy’z’ + xyz = m1 + m4 + m7 = ∑ (1,4,7)
  • 41.
    POS Perhatikan kombinasi peubahyang menghasilkan nilai 0 Bentuk kanonik SOP dari fungsi f(x,y,z) = x’y’z + xy’z’ + xyz Dalam bentuk lain adalah: f(x,y,z) = (x+y+z)(x+y’+z)(x+y’+z’)(x’+y+z’)(x’+y’+z) = M0M2M3M5M6 = Π(0,2,3,5,6)
  • 42.
    Contoh: Nyatakan fungsi f(x,y,z)= x + y’z dalam tabel kebenaran, selanjutnya carilah bentuk SOP dan POS nya! x y z y’ y’z f(x,y,z) Minterm Maxterm 0 0 0 1 0 0 m0 M0 0 0 1 1 1 1 m1 M1 0 1 0 0 0 0 m2 M2 0 1 1 0 0 0 m3 M3 1 0 0 1 0 1 m4 M4 1 0 1 1 1 1 m5 M5 1 1 0 0 0 1 m6 M6 1 1 1 0 0 1 m7 M7
  • 43.
    SOP Perhatikan kombinasi peubahyang menghasilkan nilai 1 Bentuk kanonik SOP dari fungsi f(f,y,z) = x’y’z + xy’z’ + xy’z + xyz’ + xyz Dalam bentuk lain adalah: f(x,y,z) = m1 + m4 + m5 + m6 + m7 = ∑ (1,4,5,6,7)
  • 44.
    POS Perhatikan kombinasi peubahyang menghasilkan nilai 0 f(x,y,z) = (x+y+z)(x+y’+z)(x+y’+z’) Dalam bentuk lain: f(x,y,z) = M0M2M3 = Π(0,2,3)
  • 45.
    konversi kebentuk SOP Teorema: x+x’= 1 x.x’ = 0 x+x = x x.x = x Contoh: Nyatakan fungsi f(x,y,z) = x + y’z dalam bentuk kanonik SOP f(x,y,z) = x + y’z (lengkapi literal pada tiap suku) = x (y+y’) (z+z’) + y’z (x+x’) = (xy+xy’)(z+z’) + xy’z + x’y’z = xyz + xyz’ + xy’z + xy’z’ + xy’z + x’y’z = xyz + xyz’ + xy’z + xy’z’ + x’y’z = m7 + m6 + m5 + m4 + m1 = ∑(1, 4, 5, 6, 7)
  • 46.
    Konversi ke bentukPOS Nyatakan fungsi f(x,y,z) = xy + x’z dalam bentuk kanonik SOP Bentuk fungsi ke POS f(x,y,z) = xy + x’z = (xy + x’)(xy + z) distributif = (x + x’)(y + x’)(x + z)(y + z) distributif = (x’ + y)(x + z)(y + z) komplemen, identitas
  • 47.
    Lengkapi literal untuksetiap suku agar sama Suku-1  x’ + y = x’ + y + zz’ = (x’ + y + z)(x’ + y + z’) Suku-2  x + z = x + z + yy’ = (x + y + z)(x + y’ + z) Suku-3  y + z = xx’ + y + z = (x + y + z)(x’ + y + z)
  • 48.
    Semua suku denganliteral lengkap : f(x,y,z) = (xy + x’)(xy + z) = (x + x’)(y + x’)(x + z)(y + z) = (x’ + y)(x + z)(y + z) = (x’+y+z)(x’+y+z’)(x+y+z)(x+y’+z)(x+y+z)(x’+y+z) = (x+y+z)(x+y’+z)(x’+y+z)(x’+y+z’) = M0 . M2 . M4 . M5 = ΠM(0, 2, 4, 5)
  • 49.
    Latihan Soal 1. Nyatakanfungsi f(x,y,z) = y’ + xy + x’yz dalam tabel kebenaran. 2. Nyatakan fungsi Boolean f(x,y,z) = wxy + yz + xy dalam bentuk POS. 3. Nyatakan fungsi f(x,y,z) =y’ + xy + x’yz’ dalam tabel kebenaran.
  • 50.
    x y zf(x,y,z) 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 0 0 0 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 0 4. Carilah bentuk kanonik SOP dan POS dari f(x,y,z) = y’ + xy + x’yz’ 5. Carilah bentuk kanonik dari SOP dari fungsi f(x,y,z) yang ditunjukkan pada tabel kebenaran berikut ini.
  • 51.
    6. Nyatakan FungsiBoolean f(x,y,z) = x’y’z + xz + yz dalam SOP 7. Nyatakan Fungsi Boolean f(w,x,y,z) = wxy + yz + xy dalam SOP 8. Nyatakan Fungsi Boolean f(x,y,z)= (x+z)(y’+z’) dalam POS

Editor's Notes

  • #24 Pada contoh 3 terdiri dari 3 literal yaitu x, y, dan z’
  • #25 literal
  • #28 Beda dual dan komplemen: dual tdk bisa x jadi x’ sedangkan Komplemen x jadi x’
  • #38 Tabel 2 variabel
  • #39 Tabel 3 variabel