PROPOSAL PENELITIAN TINDAKAN KELAS
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI
STRUCTURE QUERY LANGUAGE MATA PELAJARAN BASIS DATA
DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING
METODE BLENDED LEARNING PADA MASA PANDEMI COVID-19
DI SMK NEGERI 1 SIMPANGKATIS
Nama : Desty Yani, S.Kom
No. UKG : 201503015391
No. Peserta PPG : 20290352310049
Program Studi PPG : Teknik Komputer dan Informatika
Asal Sekolah : SMK Negeri 1 Simpangkatis
PROGRAM PENDIDIKAN GURU DALAM JABATAN
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2020
A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah
Pandemi Covid-19 menghantam dunia pada akhir tahun 2019,
perkembangan pandemi ini pun akhirnya sampai ke Indonesia dengan
dinyatakannya kasus pertama pada bulan Maret 2020. Seluruh negara
mengalami kesulitan untuk menghadapi pandemi dan diperkirakan akan
tetap berlangsung sampai dengan akhir tahun 2020.
Di tengah pandemi yang terus melaju hingga saat ini tentunya
berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Kebijakan social distancing
berdampak fatal terhadap kehidupan masyarakat. Salah satu sektor yang
terkena dampak adalah sektor pendidikan. Keputusan pemerintah yang
mendadak dengan meliburkan atau memutuskan bahwa proses belajar dari
sekolah dilakukan di rumah dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ)
atau daring. Pembelajaran secara daring diumumkan pemerintah dimulai
pada 17 Maret 2020 dan dilaksanakan seluruh sekolah yang ada di Indonesia
dari sekolah dasar, menengah hingga perguruan tinggi.
SMK Negeri 1 Simpangkatis yang berada di Provinsi Kepulauan
Bangka Belitung menerapkan hal serupa selama pandemi, yaitu
pembelajaran secara daring. Namun, dalam perkembangannya status
pelaksanaan pembelajaran berubah seiring dengan perkembangan Covid-19
di daerah masing-masing. Pelaksanaan pembelajaran ini akan mengikuti
keputusan yang dibuat oleh tim satgas Covid-19 yang ada di wilayah
Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Sejak Agustus 2020 pembelajaran dilakukan secara daring dan luring.
Kelas di bagi menjadi 2 shift. Dengan ketentuan shift pertama akan
melakukan pembelajaran secara daring dan shift kedua melakukan
pembelajaran tatap muka. Namun, ketika kasus Covid-19 meningkat di
daerah maka metode pembelajaran pun akan berubah menjadi daring
kembali. Kelayakan siswa masuk ke sekolah atau tidak akan dipantau
langsung dan dipertimbangkan langsung oleh tim gugus tugas Covid-19
Wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini akan sangat bergantung pada
zona hitam, merah, kuning, atau hijau yang dihadapi oleh suatu wilayah.
Berdasarkan hasil observasi yang sudah dilakukan sejak pembelajaran
jarak jauh diterapkan khususnya pada siswa kelas XI RPL dalam mata
pelajaran Basis data, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi, antara
lain; tingkat kehadiran siswa menurun pada saat pembelajaran berlangsung,
penurunan nilai yang signifikan terjadi pada hampir seluruh siswa, motivasi
belajar siswa yang menurun untuk melaksanakan pembelajaran.
Berdasarkan permasalah yang ada, maka dibutuhkan metode yang
tepat untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran dalam menghadapi
masa pandemi ini. Mengingat hal tersebut, maka dilakukan penelitian
dengan judul: UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA
PADA MATERI STRUCTURE QUERY LANGUAGE MATA
PELAJARAN BASIS DATA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL
PROJECT BASED LEARNING METODE BLENDED LEARNING
PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SMK NEGERI 1
SIMPANGKATIS. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat
meningkatkan mutu pembelajaran dan menjadi solusi terhadap permasalah
yang dihadapi dunia pendidikan saat ini.
2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, identifikasi masalah yang terjadi
antara lain:
a. Pada kegiatan pembelajaran jarak jauh mata pelajaran basis data minat
belajar siswa menurun.
b. Pada kegiatan pembelajaran jarak jauh mata pelajaran basis data hasil
belajar siswa Menurun.
c. Pada kegiatan pembelajaran jarak jauh mata pelajaran basis data siswa
kurang aktif dalam pemebelajaran dan kehadiran.
3. Analisis Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah:
a. Menurunnya minat belajar siswa pada mata pelajaran basis data selama
pembelajaran jarak jauh
b. Menurunnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran basis data selama
pembelajaran jarak jauh.
c. Kurangnya keaktifan dan kehadiran siswa pada mata pelajaran basis
data dalam pembelajaran jarak jauh
4. Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dilakukan, maka rumusan
masalah pada penelitian ini antara lain:
a. Bagaimana meningkatkan keaktifan dan kehadiran siswa dalam
kegiatan pembelajaran jarak jauh mata pelajaran Basis Data
menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dan metode
Blended Learning?
b. Bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa dalam kegiatan
pembelajaran jarak jauh mata pelajaran Basis Data menggunakan
model pembelajaran Project Based Learning dan metode Blended
Learning?
5. Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini antara lain :
a. Menguji penerapan model pembelajaran Project Based Learning dan
metode Blended Learning pada pembelajaran jarah jauh.
b. Meningkatkan keaktifan dan kehadiran siswa melalui penerapan model
pembelajaran Project Based Learning dan metode Blended Learning
pada pembelajaran jarah jauh.
c. Meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model
pembelajaran Project Based Learning dan metode Blended Learning
pada pembelajaran jarah jauh.
6. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah:
a. Sebagai solusi untuk menghadapi kesulitan yang dihadapi selama
pembelajaran jarak jauh.
b. Siswa dapat lebih aktif dan meningkatkan prestasi belajar walaupun
pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dilakukan.
c. Guru memiliki alternatif dalam penggunaan model dan metode belajar
ketika menghadapi proses pembelajaran jarak jauh.
B. KAJIAN PUSTAKA
1. Penelitian Tindakan Kelas
a. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas
Menurut Wijaya Kusuma (2009:9) penelitian tindakan kelas
adalah penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru di dalam kelas.
Menurut O’Brien sebagaimana dikutip oleh Endang Mulyatiningsih
(2011:60) penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan
ketika sekelompok orang (siswa) diidentifikasi permasalahannya,
kemudian peneliti (guru) menetapkan suatu tindakan untuk
mengatasinya. Cohen dan Manion sebagaimana dikutip oleh Padmono
(2010) menyatakan penelitian tindakan adalah intervensi kecil terhadap
terhadap tindakan di dunia nyata dan pemeriksaan cermat terhadap
pengaruh intervensi tersebut. Pandangan ini menunjukkan bahwa
penelitian tindakan dapat dilakukan secara kolaboratif dengan pakar.
Pakar memberikan alternatif pemecahan dan alternatif tersebut perlu
diuji sejauh mana efektifitasnya. Dengan demikian peneleitian tindakan
menurut Cohen dan Manion bukan mutlak harus dilakukan oleh pekerja
sendiri (guru sendiri) akan tetapi guru dapat meminta atau bekerja sama
dengan pihak lain. Selanjutnya Kemmis dan Taggart sebagaimana
dikutip oleh Padmono (2010) menyatakan penelitian tindakan adalah
suatu penelitian refleksif diri kolektif yang dilakukan oleh peserta-
pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan
keadilan praktek pendidikan dan praktek sosial mereka, serta
pemahaman mereka terhadap praktek-praktek itu dan terhadap situasi
tempat dilakukan praktek-praktek tersebut. Kemmis dan Taggart
memandang, bahwa penelitian ini dilakukan secara kolektif untuk
memperbaiki praktek yang mereka lakukan dimana perbaikan
dilakukan berdasar refleksi diri. Dalam bukunya Becoming Critical :
Education, Knowledge, an Action Research 1986.
Kemmis dan Carr lebih jelas menyatakan penelitian tindakan
adalah bentuk penelitian refleksi diri yang dilakukan oleh partisipan
(guru, siswa, atau kepala sekolah, misalnya) dalam situasi-situasi sosial
(termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran
(a) praktek-praktek sosial atau pendidikan yang dilakukan sendiri, (b)
pengertian mengenai praktek-praktek ini, dan (c) situasi-situasi (dan
lembaga-lembaga) dimana praktek-praktek tersebut dilaksanakan.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa
penelitian tindakan kelas merupakan bentuk penelitian yang bersifat
reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat dapat
memperbaiki atau meningkatkan praktek pembelajaran di kelas secara
professional. Menurut Endang Mulyatiningsih (2011:60-63)
karakteristik penelitian tindakan kelas antara lain: 1) Tema penelitian
bersifat situasional 2) Tindakan diambil berdasarkan hasil evaluasi dan
refleksi diri 3) Dilakukan dalam beberapa putaran 4) Penelitian
dilakukan untuk memperbaiki kinerja
b. Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas
Menurut Wijaya Kusuma (2011:38-41) langkah penelitian
tindakan kelas, yaitu : adanya ide awal, praservei, diagnosis,
perencanaan, implementasi tindakan, pengamatan, refleksi,
penyusunan laporan PTK.Sedangkam menurut Endang Mulyatiningsih
langkah penelitian adalah : diagnosis masalah, perencanaan tindakan,
pelaksanaan tindakan dan observasi, analisis data,evaluasi dan refleksi.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulka n
langkah-langkah penelitian sebagai berikut:
1) Adanya ide awal
Seseorang yang melaksanakan penelitian, pasti diawali dengan
gagasan atau ide dan diharapkan dapat dilakukan atau dilaksanakan.
2) Prasurvei
Untuk mengetahui secara detail kondisi yang terdapat dikelas yang
akan diteliti. Biasanya dilakukan oleh guru dan dosen.
3) Diagnosis
Dilakukan oleh peneliti yang tidak terbiasa mengajar di kelas yang
dijadikan sasaran.
4) Perencanaan
Dibagi menjadi dua, yaitu : perencanaan umum dan khusus.
Perencanaan umu dimaksudkan untuk menyusun rancangan yang
meliputi keseluruhan aspek yang terkait PTK. Perencanaan khusus
Implementasi tindakan. Merupakan realisasi dari suati tindakan
yang sudah direncanakan sebelumnya. Strategi apa yang digunakan,
materi yang diajarkan dan sebagainya.
5) Pengamatan
Pengamatan dapat dilakukan sendiri oleh peneliti. Pada saat
monitoring haryslah mencatat semua peristiwa atau hal yang terjadi
di kelas peneliti.
6) Evaluasi dan refleksi
Kegiatan merenung atau memikirkan sesuatu guna upaya evaluasi
yang dilakukian oleh para kolaborator atau partisipan yang berperan
dalam PTK. Dilakukan dengan kolaborasi, refleksi dilakukan
sesudah implementasi tindakan dan hasil observasi.
7) Penyusunan laporan PTK.
Dilakukan setelah melakukan penelitian dilapangan. Penelitian
harus sistematis dan dilakukan sesuai acuan yang telah diberikan
dalam penelitian PTK.
2. Model Pembelajaran Project Based Learning (PJBL)
a. Pengertian Project Based Learning (PJBL)
Model pembelajaran yang dianjurkan untuk digunakan pada
kurikulum 2013 adalah model pembelajaran yang berorientasi pada
peserta didik (student centered) yang salah satunya adalah model
pembelajaran Project Based Learning. Dalam modul implementasi
kurikulum 2013 dijelaskan bahwa Project Based Learning adalah model
pembelajaran yang menggunakan proyek/ kegiatan sebagai inti
pembelajaran. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian,
interpretasi, sintetis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai
bentuk belajar.
Model pembelajaran Project Based Learning memiliki keunggulan
yang sangat penting dan bermanfaat bagi siswa, namun model
pembelajaran Project Based Learning sangat jarang digunakan oleh
guru, karena memang dalam prakteknya memerlukan persiapan yang
cukup dan pengerjaannya lama. Mulyasa (2014: 145) mengatakan
Project Based Learning, atau PJBL adalah model pembelajaran yang
bertujuan untuk memfokuskan pserta didik pada permasalahan
kompleks yang diperlukan dalam melakukan investigasi dan
memahami pelajaran melalui investigasi. Model ini juga bertujuan
untuk membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang
mengintegrasikan serbagai subyek (materi) kurikulum, memberikan
kesempatan kepada para peserta didik untuk menggali konten (materi)
dengan menggunakan berbagai cara bermakna bagi dirinya, dan
melakukan eksperimen secara kolaboratif.
Menurut Daryanto dan Raharjo (2012: 162) Project Based
Learning, atau PJBL adalah model pembelajaran yang yang
menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan
dan menintegrasikan pengetahuan beru berdasarkan pengalamannya
dan beraktifitas secara nyata. PJBL dirancang untuk digunakan pada
permasalahan yang kompleks yang diperlukan peserta didik dalam
melakukan investigasi dan memahaminya.
Kemudian Sugihartono, DKK (2015: 84) mengungkapkan metode
proyek adalah metode pembelajaran berupa penyajian kepada peserta
didik materi pelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah yang
selanjutnya dibahas dari berbagai sisi yang relevan sehingga diperolah
pemecahan secara menyeluruh dan bermakna.metode ini memberi
kesempatan siswa untuk menganalis suatu masalah dari sudut pandang
peserta didik sesuai dengan minat dan bakatnya.
Fathurrohman (2016: 119) juga mengatakan bahwa pembelajaran
berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang menggunakan
proyek/ Kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai
kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Pembelajaran ini
adalag ganti dari pembelajaran yang masih terpusat pada guru.
Penekanan pembelajaran ini terletak pada aktivitas perserta didik yang
pada akhir pembelajaran dapat menghasilkan produk yang bisa
bermakna dan bermanfaat.
Menurut Saefudin (2014: 58) pembelajaran berbasis proyek
merupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai
langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintehrasikan
pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas
secara nyata. Pembelajaran berbasis proyek menekankan pada masalah
masalah kontekstual yang mungkin daialami oleh peserta didik secara
langsung, sehingga pelajaran berbasisi proyek membuat siswa berfikir
kritis dan mampu mengembangkan kreaktivitasnya melalui
pengembangan untuk produk nyata berupa barang atau jasa.
Sedangkan menurut Isriani (2015: 5) pembelajaran berbasis proyek
merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan pada
guru untuk mengelola pembelajaran di kelas dengan melibatkan kerja
proyek.
Berdasarkan beberapa pengertian para ahli diatas dapat
disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning adalah
model pembelajaran berpusat pada siswa yaitu berangkat dari suatu
latar belakang masalah, yang kemudian dilanjutkan dengan investigasi
supaya peserta didik memperoleh pengalaman baru dari beraktivitas
secara nyata dalam proses pembelajaran dan dapat menghasilakan suatu
proyek untuk mencapai kompetensi aspektif, kognitif, dan
psikomotorik. Hasil akhir dari kerja proyek tersebut adalah suatu
produk yang antara lain berupa laporan tertulis atau lisan, presentasi
atau rekomendasi.
b. Langkah-langkah model pembelajaran PJBL (Project Based Learning)
Langkah –langkah pelaksanaan model pembelajaran PJBL(Project
Based Learning) menurut Mulyasa (2014: 145-146) adalah sebagai
berikut:
1) Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek.
Tahap ini sebagai langkah awal agar peserta didik mengamati lebih
dalam terhadap pertanyaan yang muncul dari fenomena yang ada
2) Mendesain perencanaan proyek.
Sebagai langkah nyata menjawab pertanyaan yang ada disusunlah
suatu perencanaan proyek bisa melalui percobaan
3) Menyusun jadwal sebagai langkah nyata dari sebuah proyek.
Penjadwalan sangat penting agar proyek yang dikerjakan sesuai
dengan waktu yang tersedia dan sesuai dengan target
4) Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek.
Peserta didik mengevaluasi proyek yang sedang dikerjakan
Langkah –langkah pelaksanaan model pembelajaran PJBL (Project
Based Learning) menurut modul Widiarso, E (2016:184) adalah
sebagai berikut :
Gambar 1. Langkah –langkah pelaksanaan model pembelajaran
PJBL Penjelasan langkah-langkah model pembelajaran PJBL
(Project Based Learning) adalah sebagai berikut :
1) Penentuan pertanyaan mendasar
Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial yaitu
pertanyaan yang dapat memberi penugasan kepada peserta didik
dalam melakukan suatu aktivitas. Topik penugasan sesuaidengan
dunia nyata yang relevan untuk peserta didik. dan dimulai dengan
sebuah investigasi mendalam.
2) Mendesain perencanaan proyek
Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru dan peserta
didik. Dengan demikian peserta didik diharapkan akan merasa
“memiliki” atas proyek tersebut. Perencanaan berisi tentang
aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam
menjawab pertanyaan esensial, dengan cara mengintegrasikan
berbagai subjek yang mungkin, serta mengetahui alat dan bahan
yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek.
3) Menyusun jadwal Guru dan peserta didik secara kolaboratif
menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek.
Aktivitas pada tahap ini antara lain:
a) Membuat timeline (alokasi waktu) untuk menyelesaikan
proyek,
b) Membuat deadline (batas waktu akhir) penyelesaian proyek,
c) Membawa peserta didik agar merencanakan cara yang baru,
d) Membimbing peserta didik ketika mereka membuat cara
yang tidak berhubungan dengan proyek, dan
e) Meminta peserta didik untuk membuat penjelasan (alasan)
tentang pemilihan.
4) Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek
Guru bertanggungjawab untuk melakukan monitor terhadap
aktivitas peserta didik selama menyelesaikan proyek. Monitoring
dilakukan dengan cara menfasilitasi peserta didik pada setiap
proses. Dengan kata lain guru berperan menjadi mentor
bagiaktivitas peserta didik. Agar mempermudah proses
monitoring, dibuat sebuah rubrik yang dapat merekam
keseluruhan aktivitas yang penting.
5) Menguji hasil
Penilaian dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur
ketercapaian standar, berperan dalam mengevaluasi kemajuan
masing- masing peserta didik, memberi umpan balik tentang
tingkat pemahaman yang sudah dicapai peserta didik, membantu
guru dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya.
6) Mengevaluasi pengalaman
Pada akhir pembelajaran, guru dan peserta didik melakukan
refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah
dijalankan. Proses refleksi dilakukan baik secara individu
maupun kelompok. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa
model pembelajaran Project Based Learning dimulai dengan
pertanyaan yang dapat memberi penugasan kepada peserta didik
dalam melakukan suatu aktivitas. Pertanyaan tersebut harus
relevan dengan masalah yang mungkin dialami oleh peserta didik
di kehidupan nyata. Dari permasalahan tersebut kemudian
dibentuk kelompok kecil, dimana kelompok tersebut akan
mendesain perencanaan proyek dan menysun jawdal guna
menyelsaikan proyek tersebut. Peran guru disini adalah untuk
memonitor pekerjaan peserta didik, meguji hasil dan
mengevaluasi hasil pekerjaan peserta didik.
3. Blended Learning
a. Pengertian Pembelajaran Blended Learning
Secara ketatabahasaan istilah blended learning terdiri dari dua
kata yaitu, blended dan learning. Blended atau berasal dari kata blend
yang berarti “campuran, bersama untuk meningkatkan kualitas agar
bertambah baik” (Collins Dictionary), atau formula suatu penyelarasan
kombinasi atau perpaduan (Oxford English Dictionary), sedangkan
learning berasal dari learn yang artinya “belajar”. Sehingga secara
sepintas istilah blended learning dapat diartikan sebagai campuran atau
kombinasi dari pola pembelajaran satu dengan yang lainnya.
Staker & Horn (2012) mendefinisikan blended learning sebagai
pembelajaran yang mengkombinasikan antara pembelajaran online
dengan pembelajaran konvensional (tatap muka). Pada pembelajaran
model ini, peserta didik difasilitasi untuk dapat belajar dan mengulang
materi secara mandiri untuk satu bagian sesi menggunakan bahan dan
sumber belajar online dan satu bagian sesi lainnya dilakukan secara
tatap muka di dalam ruangan kelas.
Pembelajaran blended learning tidak hanya sekedar
mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran di kelas. Namun
dalam pembelajaran blended learning keberadaan teknologi lebih
difokuskan untuk memfasilitasi peserta didik dalam mengeskplorasi
materi bahan ajar dan mendapatkan pengalaman belajar secara mandiri.
Dalam model pembelajaran ini, sesi online dan sesi tatap muka berjalan
saling melengkapi dan berkesinambungan. Artinya, pada sesi
pembelajaran online membahas materi dan kegiatan pembelajaran pada
sesi tatap muka, begitu juga sebaliknya.
b. Karakteristik pembelajaran ‘Blended Learning’
Pembelajaran blended learning memiliki beberapa karakteristik.
Beberapa karakteristik pembelajaran blended learning tersebut merujuk
pada Prayitno, (2015), diantaranya adalah sebagai berikut:
1) Model blended learning menggabungkan berbagai cara
penyampaian, model pendidikan, gaya pembelajaran, dan
menggunakan berbagai media berbasis teknologi.
2) Model pembelajaran blended learning merupakan kombinasi dari
pola pembelajaran langsung (tatap muka), belajar mandiri, dan
pembelajaran menggunakan sistem online.
3) Guru dan orangtua memiliki peran yang sama penting, dimana guru
berperan sebagai fasilitator dan orangtua berperan sebagai
pendukung.
4. Belajar
a. Pengertian Belajar
Belajar memegang peranan penting dalam perkembangan
kebiasaan, sikap, keyakinan, tujuan, kepribadian dan bahkan prestasi
manusia. Sehingga seseorang harus mampu memahami bahwa aktivitas
belajar itu memegang peranan penting dalam proses psikologis.
Banyak pengertian tentang belajar yang dikemukakan oleh pakar
pendidikan. Beberapa diantaranya yaitu:
1) Menurut Martinis Yamin belajar adalah perubahan perilaku
seseorang akibat pengalaman yang ia dapat melalui pengamatan,
pendengaran, membaca dan meniru.
2) Menurut Margaret E. Bell Gredler, belajar adalah proses orang
memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan, dan sikap.
3) Menurut Made Pidarta, belajar adalah perubahan perilaku yang
relatif permanen sebagai hasil pengalaman (bukan hasil
perkembangan, pengaruh obat, atau kecelakaan) dan bisa
melaksanakannya pada pengetahuan lain serta mampu
mengkomunikasikannya kepada orang lain.
4) Menurut Sumadi Suryabrata, mengatakan tiga hal pokok yaitu
bahwa belajar itu membawa perubahan, perubahan itu pada
pokoknya adalah didapatkannya kecakapan baru, dan perubahan
itu terjadi karena usaha atau dengan sengaja.
Dari teori dan pendapat yang dikemukakan diatas, terdapat
kesamaan mengenai definisi belajar tersebut sehingga dapat diambil
kesimpulan bahwa hakekat belajar adalah suatu proses untuk
mendapatkan pengetahuan dan pengalaman, sehingga mampu
mengubah manusia dengan segala aspeknya melalui berbagai latihan
dan interaksi dengan lingkungan.
b. Hasil Belajar
1) Pengertian hasil belajar
Menurut Agus Suprijono, hasil belajar adalah pola-pola
perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi,
dan keterampilan-keterampilan.
Menurut Dimyati dan Mudjiono hasil belajar merupakan hasil
dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi
guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar.
Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan
puncak proses belajar.
Menurut Nana Sudjana, hasil belajar adalah
kemampuankemampuan yang dimiliki peserta didik setelah
menerima pengalaman belajarnya. Jadi, hasil belajar adalah
penguasaan pengetahuan dan perubahan sikap atau tingkah laku
yang dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran melalui kegiatan
belajar yang ditunjukkan dengan tes atau nilai yang diberikan oleh
guru.
2) Aspek-aspek hasil belajar
Menurut pendapat Benyamin S. Bloom yang dikutip oleh Anas
Sudijono, hasil belajar mencakup tiga aspek yaitu: ranah kognitif,
ranah afektif, dan ranah psikomotor.
a) Ranah kognitif
Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental
(otak). Menurut Bloom, segala upaya yang menyangkut
aktivitas otak adalah termasuk dalam ranah kognitif. Dalam
ranah kognitif itu terdapat enam jenjang proses berpikir, mulai
dari jenjang terendah sampai jenjang yang paling tinggi.
Keenam jenjang dimaksud adalah: (1)
pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge), (2) pemahaman
(comprehension), (3) penerapan (application), (4) analisis
(analysis), (5) sintesis (synthesis), dan (6) penilaian
(evaluation).
b) Ranah afektif
Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan
nilai. Ranah afektif ini oleh Krathwohl (1974) dan kawankawan
ditaksonomi menjadi lebih rinci lagi ke dalam lima jenjang,
yaitu: (1) receiving atau attending (menerima atau
memperhatikan), (2) responding (menanggapi), (3) valuing
(menilai), (4) organization (mengatur atau mengorganisasikan),
(5) characterization by a value or value complex (karakterisasi
dengan suatu nilai atau komplek nilai).
c) Ranah psikomotor
Ranah psikomotor adalah ranah yang berkaitan dengan
keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah
seseorang menerima pengalaman belajar tertentu.Ranah
psikomotor ini dikembangkan oleh Elizabeth Simpon (1966-
1967), sebagai berikut: (1) persepsi (perception), (2) kesiapan
(set), (3) respons terbimbing (guided response), (4) mekanisme,
(5) respons yang unik (complex overt response), (6)
menyesuaikan (adaption), (7) menciptakan tindakan-tindakan
baru (originasi).
3) Cara Penilaian hasil belajar
Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk
mengumpulkan bukti-bukti kemajuan belajar siswa(Evelin Siregar
2011:145-146), yaitu sebagai berkut :
a) Pernilaian Portofolio (portfolio)
Merupakan kumpulan hasil kerja siswa yang sistematis dalam
satu periode. Kumpulan hasil kerja ini memperlihatkan prestasi
dan keterampilan siswa. Hal penting yang menjadi ciri dari
portofolio adalah hasil kerja tersebut harus diperbaharui
sebagaimana prestasi dan keterampilan siswa mengalami
perkembangan.
b) Penilaian melalui unuk kerja (performance)
Penilaian unjuk kerja adalah penilaian berdasarkan hasil
pengamatan penilai terhadap aktivitas siswa sebagaimana yang
terjadi. Penilaian dilakukan terhadap unjuk kerja, tingkah laku,
atau interaksi siswa. Cara penilaian ini lebih otentik daripada
tes tertulis, karena bentuk tugasnya lebih mencerminkan
kemampuan siswa yang sebenarnya. Semakin banyak
kesembapatan guru mengamati unjuk kerja siswa, semakin
reliabel hasil penilaian tersebut.
c) Penilaian melalui penugasan (project)
Penilaian melalui proyek dilakukan terhadap suatu tugas atau
penyelidikan yang dilakukan siswa secara individu atau
kelompok untuk periode tertentu. Proyek juga dapat digunakan
untuk mengetahui pemahaman dan pengetahun siswa dalam
bidang tertentu dan mengetahui kemampuan siswa dalam
menginformasikan subyek tertentu secara jelas.
C. METODOLOGI PENELITIAN
1. Subjek Penelitian
Sebagai subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI Kompetensi
Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMK Negeri 1 Simpangkatis
tahun ajaran 2020/2021 dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang, terdiri dari
15 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan.
2. Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Penelitian dilakukan di SMK Negeri 1 Simpangkatis, Jl. Raya Sungai
Selan KM. 9 Ds. Terak, Kec. Simpangkatis, Kab. Bangka Tengah.
Penelitian ini dilaksanakan 2 kali pertemuan pada semester ganjil.
penentuan waktu penelitian mengacu pada kalender akademik sekolah dan
penyesuaian jadwal mata pelajaran.
3. Deskripsi Per Siklus
Penelitian ini direncanakan menggunakan dua siklus, setiap siklus
dilaksanakan mengikuti prosedur perencanaan (planning), tindakan
(acting), pengamatan (observing),dan refleksi (reflecting). Melalui kedua
siklus tersebut dapat diamati peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran
Basis Data menggunakan model Project Based Learning.
a. Siklus I
Rincian kegiatan yang akan dilakukan pada siklus ini adalah sebagai
berikut:
1) Perencanaan (Plan)
Setelah di dapatkan pokok permasalahan, maka dimulailah
tahap perencanaan, yakni merencanakan kegiatan apa saja yang
akan dilakukan untuk memperbaiki permasalahan pembelajaran
tersebut. Hal utama yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini
adalah menyamakan persepsi antara peneliti, observer dan guru
mata pelajaran yang bersangkutan terlebih dahulu, agar nantinya
pada saat pelaksanaan, peneliti dan guru mata pelajaran memiliki
pemahaman yang sama dalam penerapan model pembelajaran
projectbasedlearning (pjbl). Setelah menyamakan persepsi tentang
model pembelajaran yang akan diterapkan, peneliti menyiapkan
beberapa persiapan sebagai berikut :
a) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus
I, Siklus I direncanakan terdiri dari 2 kali pertemuan
b) Penyusunan Lembar Kerja Proyek Individu
c) Penyusunan Lembar Kerja Proyek Kelompok
d) Melakukan pembagian kelompok belajar
e) Penyusunan lembar observasi keaktifan belajar siswa
f) Menentukan kriteria keberhasilan pembelajaran.
Dalam penelitian ini peserta didik dikatakan berhasil apabila
rata-rata keaktifan siswa dalam pembelajaran telah mencapai
minimal 70,00 dan untuk hasil belajar telah mencapai kriteria
ketuntasan minimal (KKM) dengan nilai 70.
2) Pelaksanaan dan Pengamatan (Action and Observation)
Tahap pelaksanaan dan pengamatan adalah kegiatan inti dari
penelitian tindakan kelas ini, karena proses di dalamnya meliputi
kegiatan penerapan model pembelajaran project based learning
(pjbl) yang telah disiapkan untuk meningkatkat keaktifan dan hasil
belajar siswa kelas XI RPL SMK Negeri 1 Simpangkatis pada mata
pelajaran Basis Data. Pada saat proses pembelajaran berlangsung,
observer yang terdiri dari peneliti dan dua anggota lain yang telah
sengaja dimintai bantuan untuk proses pengambilan data dalam
penelitian ini, melakukan pengamatan terhadap siswa yang telah
menjadi tanggung jawab mereka.
Pada tahap ini peneliti menerapkan kegiatan penelitian dengan
menerapkan model pembelajaran project based learning (PjBL)
mengacu pada RPP yang telah dipersiapkan dengan langkah-
langkah kegiatan inti sebagai berikut :
a) Menentukan pertanyaan mendasar
Guru mengemukakan pertanyaan esensial yang bersifat
eksplorasi pengetahuan yang telah dimiliki siswa berdasarkan
pengalamanbelajaranya yang bermuara pada penugasan
peserta didik dalam melakukan aktivitas.
b) Mendesain perencanaan proyek
Guru mengorganisiir siswa kedalam kelompok-kelompok
yang heterogen (4-6) orang. Heterogen berdasarkan tingkat
kognitif atau etnis. Guru memberikan proyek berupa proyek
motor stepper. Guru dan peserta didik membicarakan aturan
main untuk disepakati bersama dalam proses penyelesaian
proyek.
c) Menyusun jadwal
Guru memfasilitasi peserta didik untuk membuat jadwal
aktivitas yang mengacu pada waktu maksimal yang disepakati
serta menyusun langkah alternatif, jika ada sub aktifitas yang
molor dari waktu yang telah dijadwalkan.
d) Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek
Guru membagiakan lembar kerja proyek yang berisi tugas
proyek dengan tagihan :
i. menuliskan informasi secara eksplisist dinyatakan
dalam tugas,
ii. menuliskan beberapa pertanyaan yang terkait dengan
masalah/tugas yang diberikan,
iii. mengisikan jawaban pada lembar kerja proyek
iv. menarik kesimpulan.
e) Menguji hasil
Guru yang telah melaksanakan penilaian selama monitoring
dilakukan dengan mengacu pada rubrik penilaian yang bertuan
mengukur ketercapaian keaktifan siswa dalam belajar serta
hasil belajar siswa dengan mengadakan presentasi di depan
kelas.
f) Mengevaluasi pengalaman
Peserta didik secara berkelompok beserta guru melakukan
refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah
dijalankan.
3) Refleksi (Reflection)
Setelah pelaksanaan tindakan dan pengamatan termasuk di
dalamnya proses pengambilan data telah selesai, maka didapatlah
data-data yang harus segera diolah sehingga dapat diputuskan
tindakan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Jika hasil olah data
telah memenuhi target pada siklus 1 yaitu rata-rata keaktifan siswa
telah mencapai 50,00 dan untuk hasil belajar telah mencapai rata-
rata 70,00 maka siklus I dapat dihentikan dan dilanjutkan dengan
siklus berikutnya, namun jika belum mencapai target maka tindakan
dilanjutkan pada siklus berikutnya guna untuk perbaikan.
b. Siklus II
Setelah Siklus I dilaksanakan dan didapatkan hasil refleksinya,
maka hasil refleksi tersebut dijadikan penentu dalam melaksanakan
kegiatan pada siklus II ini. Pada tahap pelaksanaan kegiatan di siklus II
ini, rincian kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1) Perencanaan yang direvisi (Revised Plan)
Setelah di dapatkan pokok permasalahan pada siklus I, maka
dimulailah tahap perencanaan, yakni merencanakan kegiatan apa
saja yang akan dilakukan untuk memperbaiki permasalahan
pembelajaran tersebut. Hal utama yang dilakukan dalam tahap
perencanaan ini adalah menyamakan persepsi antara peneliti,
observer dan guru mata pelajaran yang bersangkutan terlebih
dahulu, agar nantinya pada saat pelaksanaan, peneliti dan guru
mata pelajaran memiliki pemahaman yang sama dalam penerapan
model pembelajaran project based learning (pjbl).
Setelah menyamakan persepsi tentang model pembelajaran
yang akan diterapkan, peneliti menyiapkan beberapa persiapan
sebagai berikut :
a) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus
II, Siklus II direncanakan terdiri dari 2 kali pertemuan
b) Penyusunan Lembar Kerja Proyek Individu dengan tiga
variasi.
c) Penyusunan Lembar Kerja Proyek Kelompok dengan tiga
variasi
d) Melakukan pembagian kelompok belajar
e) Penyusunan lembar observasi keaktifan belajar siswa
Menentukan kriteria keberhasilan pembelajaran. Dalam
penelitian ini peserta didik dikatakan berhasil apabila rata-rata
keaktifan siswa dalam pembelajaran telah mencapai minimal 70,00
dan untuk hasil belajar telah mencapai minimal 70,00 dan untuk
hasil belajar telah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM)
dengan nilai 70
2) Pelaksanaan dan pengamatan (Action and Observation)
Tahap pelaksanaan dan pengamatan adalah kegiatan inti dari
penelitian tindakan kelas, karena proses di dalamnya meliputi
seluruh kegiatan yang terkait dengan penerapan model
pembelajaran project based learning (pjbl) yang telah disiapkan
untuk meningkatkat keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI RPL
SMK Negeri 1 Simpangkatis pada mata pelajaran Basis Data.
Pada tahap ini peneliti menerapkan kegiatan penelitian dengan
menerapkan model pembelajaran project based learning (PjBL)
mengacu pada RPP yang telah dipersiapkan dengan langkah-
langkah kegiatan inti sebagai berikut :
a) Menentukan pertanyaan mendasar
Guru mengemukakan pertanyaan esensial yang bersifat
eksplorasi pengetahuan yang telah dimiliki siswa berdasarkan
pengalaman belajaranya yang bermuara pada penugasan
peserta didik dalam melakukan aktivitas.
b) Mendesain perencanaan proyek
Guru membagi siswa kedalam kelompok-kelompok yang
heterogen (4-5) orang. Heterogen berdasarkan tingkat jenis
kelamin, kognitif atau etnis. Guru memberikan pilihan proyek
berupa proyek motor stepper, motor DC, dan 7segmen. Guru
dan peserta didik membicarakan aturan main untuk disepakati
bersama dalam proses penyelesaian proyek.
c) Menyusun jadwal
Guru memfasilitasi peserta didik untuk membuat jadwal
aktivitas yang mengacu pada waktu maksimal yang disepakati
serta menyusun langkah alternatif, jika ada sub aktifitas yang
molor dari waktu yang telah dijadwalkan.
d) Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek
Guru membagiakan lembar kerja proyek yang berisi tugas
proyek dengan tagihan :
i. menuliskan informasi secara eksplisist dinyatakan dalam
tugas,
ii. menuliskan beberapa pertanyaan yang terkait dengan
masalah/tugas yang diberikan,
iii. mengisikan jawaban pada lembar kerja proyek
iv. menarik kesimpulan.
e) Menguji hasil
Guru yang telah melaksanakan penilaian selama monitoring
dilakukan dengan mengacu pada rubrik penilaian yang bertuan
mengukur ketercapaian keaktifan siswa dalam belajar serta
hasil belajar siswa dengan mengadakan presentasi di depan
kelas.
f) Mengevaluasi pengalaman
Peserta didik secara berkelompok beserta guru melakukan
refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah
dijalankan.
3) Refleksi (Reflection)
Setelah pelaksanaan tindakan dan pengamatan termasuk di
dalamnya proses pengambilan data telah selesai, maka didapatlah
datadata yang harus segera diolah sehingga dapat diputuskan
tindakan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Jika hasil olah data
telah memenuhi target pada siklus II yaitu rata-rata keaktifan siswa
telah mencapai minimal 70,00 dan untuk hasil belajar telah
mencapai rata-rata capaian kelas minimal 70,00 maka siklus II
dapat dihentikan dan penelitian dapat dikatakan berhasil, namun
jika belum mencapai target maka tindakan dilanjutkan pada siklus
berikutnya guna untuk perbaikan.
DAFTAR PUSTAKA
http://eprints.walisongo.ac.id/295/3/073111067_Bab2.pdf
1 Sadirman, Interaksi DanMotivasi BelajarMengajar, (Jakarta: PT. Grafindo Persada,
2007), hlm. 20. 2 Martinis Yamin, StrategiPembelajaranBerbasis Kompetensi, (Jakarta:
Gaung Persada Press, 2009), hlm. 98. 3 Margaret E. BellGredler, Belajardan
Pembelajaran, (Jakarta: CV. Rajawali, 1991), hlm. 1. 4 MadePidarta, Landasan
Kependidikan, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1997), hlm. 197. 5 Sumadi Suryabrata, Psikologi
Pendidikan, (Jakarta: RajawaliPers, 2010), hlm. 232.
6 OemarHamalik, Kurikulum DanPembelajaran, (Jakarta: BumiAksara, 2011), hlm.57. 7
E. Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, KarakteristikDan Implementasi
(Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002), hlm. 100. 8 Bambang Warsita, Teknologi
PembelajaranLandasan DanAplikasinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hlm. 85-86.
http://digilib.uinsby.ac.id/19521/6/Bab%203.pdf
https://eprints.uny.ac.id/8483/3/bab%202%20-%2008513241007.pdf
https://eprints.uny.ac.id/64995/4/4.%20BAB%20II.pdf
LAMPIRAN
PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 SIMPANGKATIS
Jl. Raya Sungai Selan KM. 9 Ds. Terak, Kec. Simpangkatis, Kab. Bangka Tengah 33674
Telp: (0717) 9102956; Hp: 082177995599; Email : smk1simpangkatis19@yahoo.com; smkn1spkatis@gmail.com
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nama Sekolah : SMKN 1 SIMPANGKATIS
Mata Pelajaran : Basis Data
Komp. Keahlian : Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)
Kelas/Semester : Sebelas (XI) / Ganjil (satu)
Tahun Pelajaran : 2018 / 2019
Alokasi Waktu : 8 JP x 45menit (4 JP @ 2X pertemuan)
A. Kompetensi Inti (KI)
KI-3 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasionaldasar, dan metakognitif sesuaidengan bidang dan lingkup kerja
Rekayasa Perangkat Lunak pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan
dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks
pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KI-4 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Rekayasa
Perangkat Lunak. Menampilkan kinerja dibawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas
yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, sertamampumelaksanakantugas spesifikdibawahpengawasan
langsung.
B. Kompetensi Dasar
3.6Menerapkan record,table dan field
4.6Membuat record,table danfield
C. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
3.4.1 Menerapkan langkah-langkah pembuatan record,table danfielddalambasisdata
3.4.2 Menganalisis penggunaan DDL dalam penerapan record,table danfield basis
data
4.4.1 Mempresentasikan SQL dalam aplikasi web server
4.4.2 Membuat record,table danfield menggunakan perintah DDL melalui aplikasi
web server
D. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat menerapkan langkah-langkah pembuatan record, table dan
field dalambasis data dengan benar dan tepat.
2. Peserta didik dapat menganalisis penggunaan DDL dalam penerapan record,
table dan field basis data dengan mandiri dan kreatif
3. Peserta didik dapat mempresentasikan SQL dalam aplikasi web server yang
terinstal dengan benar dan mandiri.
4. Peserta didik membuat record, table dan field dengan perintah DDL
menggunakan aplikasi web server terinstal.
E. Materi Pembelajaran
Tabel merupakan bentuk natural untuk menampilkan fakta/data dalam kehidupan
sehari-hari. Tabelterdiridari baris (Record) dankolom (Field). Recordataubaris adalah
kumpulan data dalam bentuk horizontal/mendatar. Field atau kolom merupakan
kumpulan data dalam bentuk vertical yang mempunyai makna sejenis. Penggunaan
perintah DDL:
1.Perintah umum MySQL
2.Membuat database dan table
3.Menghapus database atau tabel
F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Model Pembelajaran : Discovery Learning
Metode Pembelajaran : Blended Learning
No
Tujuan
Pembelajaran
Tugas dan Penilaian Kegiatan Pembelajaran
Online
Tatap
Muka
Interaksi Peserta
didik dengan materi
pembelajaran
Interaksi antar
peserta didik
Interaksi peserta
didik dengan guru
Online
Tatap
Muka
Online
Tatap
Muka
Online
Tatap
Muka
1. Peserta didik dapat
menerapkan
langkah-langkah
pembuatan record,
table danfield dalam
basis data dengan
benar dan tepat.
Google
Class Room
Video
Conference
dengan
Google
Meet
Presentas
i hasil
diskusi
kelompo
k
Chatt
room
Sharing
link
Upload
materi
dan
tugas
Presentasi
hasil kerja
Chatt
room
Sharing
link
Chatt
room
Video
Confere
nce
dengan
Google
Meet
Evaluasi
Presentasi
umpan
balik
2. Peserta didik dapat
menganalisis
penggunaan DDL
dalam penerapan
record, table dan
field dalambasis data
dengan mandiri
dan kreatif
Google
Class Room
Searching
Presentas
i hasil
diskusi
kelompo
k
Chatt
room
Sharing
link
Upload
materi
dan
tugas
Chatt
room
Sharing
link
Chatt
room
Video
Confere
nce
dengan
Google
Meet
Presentasi
umpan
balik
3. Peserta didik dapat
mempresentasikan
SQL dalam aplikasi
web server yang
terinstal dengan
benar dan mandiri
Google
Class Room
Video
Conference
dengan
Google
Meet
Presentas
i hasil
diskusi
kelompo
k
Chatt
room
Sharing
link
Instalasi
Instalasi Chatt
room
Sharing
link
Penyele
saian
instalasi
Chatt
room
Video
Confere
nce
dengan
Google
Meet
Presentasi
umpan
balik
4. Peserta didik
membuat record,
table dan field
dengan perintah
DDL menggunakan
aplikasi web server
terinstal
Presentas
i hasil
diskusi
kelompo
k
Chatt
room
Sharing
link
Upload
materi
dan
tugas
Chatt
room
Sharing
link
Penyele
saian
project
Chatt
room
Video
Confere
nce
dengan
Google
Meet
Presentasi
umpan
balik
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Tahap
Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Tatap Muka Online
A. Kegiatan Pendahuluan
Alokasi
Waktu
Kegiatan
Alokasi
Waktu
Orientasi - Guru mengucapkan salamdan siswa menjawab salam.
- Peserta didikberdoabersama sebelummemulai pembelajaran.
- Pemeriksaan kehadiran melalui Google Class Room
5 Menit Presensi Online
Class Room
Apersepsi - Guru mengaitkan materi dengan pembelajaran sebelumnya.
- Mengingatkan kembali materi prasyarat
Motivasi - Guru memberikan motivasi agar siswa semangat belajar
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
B. Kegiatan Inti 25 Menit
Stimulation
(pemberian
rangsangan)
- Guru menampilkan materi powerpoint tentangTable,Field,
Record,dan DDLAwal melalui Web meeting (Google
Meet/Zoom)
- Guru memberikan pertanyaan:
1. Apa aplikasiyangakan digunakandalampenerapanSQL?
2. Apa kelompokperintahyang digunakan dalampembuatan
database awal?
Jawaban yang diharapkan:
1. Web Server,Xampp
2. DDL
Download modul&
tugas dari Class
Room,
Statement
(identifikasi
masalah)
- Peserta didik melakukan instalasi software
- Peserta didikmenentukan karakteristik table, field dan record
- Peserta didik menuliskan ide/gagasan pada LKPD
Chat room terkait
hasiltemuan materi
Data collection
(pengumpulan
data)
- Peserta didik mencari informasi yang berkaitan dengan kasus
yang diberikan melalui LKPD-
- Peserta didik menggunakan sumber belajar: modul, internet,
untuk menggali informasi sebanyak mungkin.
- Peserta didikberkonsultasidenganguru jika mendapatkan hal
yang kurang jelas
searching
Data processing
(pengolahan
Data)
- Peserta didik berkomunikasi untuk bertukar pendapat,
argumentasi, dan ide terhadap jawaban yang telah didapatkan
secara mandiri
- Peserta didik merancang perintah yang tepat untuk kasus
tersebut
- Guru melakukan pengamatan untuk menilai sikap dan
keterampilan peserta didik
Upload LKPD di
Class Room
Verification
(pembuktian)
- Peserta didik Menganalisis rancangan perintah yang akan
digunakan
- Peserta didik menjalankan aplikasi Web Server dan
mengaktifkannya
- Peserta didik membuat perintah SQL untuk menyelesaikan
kasus yang diberikan
- Peserta didik mengkonsultasikan hasil diskusi kelompok
dengan guru.
- Peserta didik memperbaiki hasil jawaban yang masih kurang
tepat
Presentasi Virtual
Generalization
(menarik
kesimpulan)
- Peserta didik menarik kesimpulan atas jawaban dari daftar
pertanyaan yang diperoleh.
- Peserta didik menyajikan hasil perintah yang dibuat
- Guru memberikan apresiasi terhadap hasil presentasi peserta
didik.
C. Kegiatan Penutup 5 Menit
1. Peserta didikdenganbimbingan guru menyimpulkan
materi pembelajaran.
2. Peserta didikmendapat umpanbalik.
3. Guru menyampaikan tugasmembaca untukpertemuan
besok.
4. Guru mempersilahkan peserta didikuntukberdoa dan
mensyukurisegala nikmat yang diberikan TuhanYME.
evaluasi online
H. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Alat :  Seperangkat komputer
 Smartphone
 Perangkat lunak (Command Line, XAMPP, dan Browser)
2. Media :  Powerpoint
 Google Class Room
3. Sumber Belajar :  Video pembelajaran
 Modul
 E-Book Basis Data XI
I. Penilaian
Teknik Penilaian : Praktikum, tes tertulis
Bentuk Instrumen : LKPD , Pilihan ganda (Google Form)
Prosedur penilaian pengamatan :
No Aspek yang dinilai
Teknik
Penilaian
Waktu Penilaian
1.
Sikap Pengamatan
Selama pembelajaran Dan
saat diskusi
2.
Pengetahuan Tes
Penyelesaian tugas
individu
3. Keterampilan Pengamatan Penyelesaian tugas(baik
individu maupun
kelompok) dan saat
diskusi
Mengetahui Simpangkatis, 28 Oktober 2018
Kepala SMK Negeri 1 Simpangkatis Guru Mata Pelajaran
Hendroyono, S.Pd Desty Yani, S.Kom
PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG
DINAS PENDIDIKAN
SMK NEGERI 1 SIMPANGKATIS
Jl. Raya Sungai Selan KM. 9 Ds. Terak, Kec. Simpangkatis, Kab. Bangka Tengah 33674
Telp: (0717) 9102956;Hp: 082177995599; Email : smk1simpangkatis19@yahoo.com; smkn1spkatis@gmail.com
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
Nama Sekolah : SMKN 1 SIMPANGKATIS
Mata Pelajaran : Basis Data
Komp. Keahlian : Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)
Kelas/Semester : Sebelas (XI) / Ganjil (satu)
Tahun Pelajaran : 2018 / 2019
Alokasi Waktu : 8 JP x 45menit (4 JP @ 2X pertemuan)
A. Kompetensi Inti (KI)
KI-3 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual,
konseptual, operasionaldasar, dan metakognitif sesuaidengan bidang dan lingkup kerja
Rekayasa Perangkat Lunak pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan
dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks
pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga
masyarakat nasional, regional, dan internasional.
KI-4 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Rekayasa
Perangkat Lunak. Menampilkan kinerja dibawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas
yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja.
Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif,
produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak
terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu
melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.
Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir,
menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah, sertamampumelaksanakantugas spesifikdibawahpengawasan
langsung.
B. Kompetensi Dasar
3.7 Menerapkan bahasa SQL dasar untuk mengelola tabel dalam basis data
4.7 Membuat kode SQL dasar untuk mengelola tabel dalam basis data
C. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK)
3.4.3 Menerapkan langkah-langkah pembuatan tabel constraint dalambasis data
3.4.4 Menganalisis penggunaan DDL Lanjutan dalam pembuatan tabel constraint
dalam basis data
4.4.3 Mempresentasikan DDL Awal dalam mengelola struktur tabel
4.4.4 Membuat kode SQL untuk mengelola tabel constraint melalui aplikasi web
server
D. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat menerapkan langkah-langkah pembuatan tabel constraint
dalambasis data dengan benar dan tepat.
2. Peserta didik dapat menganalisis penggunaan DDL Lanjutan dalam pembuatan
tabel constraint basis data dengan mandiri dan kreatif
3. Pesertadidik dapat mempresentasikanDDLAwaldalam mengelola struktur tabel
dengan benar dan mandiri.
4. Peserta didik membuat kode SQL untuk mengelola tabel constraint melalui
aplikasi web server terinstal dengan benar dan mandiri.
E. Materi Pembelajaran
Constraint adalah aturan atau batasan yang sengaja kita terapkan pada table untuk
menjaga integritas dan konsistensi data. Constraint ini biasanya diterapkan saat
melakukan create table atau bisa juga saat alter table. Berikut ini 5 aturan constraint
pada mysqlyaitu primary key, foreign key, unique, not nulldan check. Pada prakteknya
akan melakukan :
1. Perintah umum MySQL
2. Membuat table constraint
3. Merubah struktur table
F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran
Pendekatan : Saintifik
Model Pembelajaran : Discovery Learning
Metode Pembelajaran : Blended Learning
No
Tujuan
Pembelajaran
Tugas dan Penilaian Kegiatan Pembelajaran
Online
Tatap
Muka
Interaksi Peserta
didik dengan materi
pembelajaran
Interaksi antar
peserta didik
Interaksi peserta
didik dengan guru
Online
Tatap
Muka
Online
Tatap
Muka
Online
Tatap
Muka
1. Peserta didik dapat
menerapkan
langkah-langkah
pembuatan tabel
constraint dalam
basis data dengan
benar dan tepat.
Google
Class Room
Video
Conference
dengan
Google
Meet
Presentas
i hasil
diskusi
kelompo
k
Chatt
room
Sharing
link
Upload
materi
dan
tugas
Presentasi
hasil kerja
Chatt
room
Sharing
link
Chatt
room
Video
Confere
nce
dengan
Google
Meet
Evaluasi
Presentasi
umpan
balik
2. Peserta didik dapat
menganalisis
penggunaan DDL
Lanjutan dalam
pembuatan tabel
constraint basis data
dengan mandiri
dan kreatif
Google
Class Room
Searching
Presentas
i hasil
diskusi
kelompo
k
Chatt
room
Sharing
link
Upload
materi
dan
tugas
Chatt
room
Sharing
link
Chatt
room
Video
Confere
nce
dengan
Google
Meet
Presentasi
umpan
balik
3. Peserta didik dapat
mempresentasikan
DDL Awal dalam
mengelola struktur
tabel dengan benar
dan mandiri
Google
Class Room
Video
Conference
dengan
Google
Meet
Presentas
i hasil
diskusi
kelompo
k
Chatt
room
Sharing
link
Instalasi
Instalasi Chatt
room
Sharing
link
Penyele
saian
instalasi
Chatt
room
Video
Confere
nce
dengan
Google
Meet
Presentasi
umpan
balik
4. Peserta didik
membuat kode SQL
untuk mengelola
tabel constraint
melalui aplikasi
web server terinstal
dengan benar dan
mandiri
Presentas
i hasil
diskusi
kelompo
k
Chatt
room
Sharing
link
Upload
materi
dan
tugas
Chatt
room
Sharing
link
Penyele
saian
project
Chatt
room
Video
Confere
nce
dengan
Google
Meet
Presentasi
umpan
balik
G. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Tahap
Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Tatap Muka Online
D. Kegiatan Pendahuluan
Alokasi
Waktu
Kegiatan
Alokasi
Waktu
Orientasi - Guru mengucapkan salamdan siswa menjawab salam.
- Peserta didikberdoabersama sebelummemulai pembelajaran.
- Pemeriksaan kehadiran melalui Google Class Room
5 Menit Presensi Online
Class Room
Apersepsi - Guru mengaitkan materi dengan pembelajaran sebelumnya.
- Mengingatkan kembali materi prasyarat
Motivasi - Guru memberikan motivasi agar siswa semangat belajar
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
E. Kegiatan Inti 25 Menit
Stimulation
(pemberian
rangsangan)
- Guru menampilkan materi powerpoint tentangpengelolaan
tabelmelalui Web meeting (Google Meet/Zoom)
- Guru memberikan pertanyaan:
1. Apa itu constraint tabel?
2. Apa pengelolaantabelyangbisa dilakukansetelah tabel
dibuat?
Jawaban yang diharapkan:
3. Tabelconstraint adalah tabelyang memiliki aturan
tertentuterhadaphubungannya dengantabellain
ataupun strukturtabelyang akandibuat.
4. Merubahnama field,merubah tipe data,menambahdan
menghapusfield
Download modul&
tugas dari Class
Room,
Statement
(identifikasi
masalah)
- Peserta didik melakukan instalasi software
- Peserta didik menentukan karakteristik table constraint
- Peserta didik menuliskan ide/gagasan pada LKPD
Chat room terkait
hasiltemuan materi
Data collection
(pengumpulan
data)
- Peserta didik mencari informasi yang berkaitan dengan kasus
yang diberikan melalui LKPD-
- Peserta didik menggunakan sumber belajar: modul, internet,
untuk menggali informasi sebanyak mungkin.
- Peserta didikberkonsultasidenganguru jika mendapatkan hal
yang kurang jelas
searching
Data processing
(pengolahan
Data)
- Peserta didik berkomunikasi untuk bertukar pendapat,
argumentasi, dan ide terhadap jawaban yang telah didapatkan
secara mandiri
- Peserta didik merancang perintah yang tepat untuk kasus
tersebut
- Guru melakukan pengamatan untuk menilai sikap dan
keterampilan peserta didik
Upload LKPD di
Class Room
Verification
(pembuktian)
- Peserta didik Menganalisis rancangan perintah yang akan
digunakan
- Peserta didik menjalankan aplikasi Web Server dan
mengaktifkannya
- Peserta didik membuat perintah SQL untuk menyelesaikan
kasus yang diberikan
- Peserta didik mengkonsultasikan hasil diskusi kelompok
dengan guru.
- Peserta didik memperbaiki hasil jawaban yang masih kurang
tepat
Presentasi Virtual
Generalization
(menarik
kesimpulan)
- Peserta didik menarik kesimpulan atas jawaban dari daftar
pertanyaan yang diperoleh.
- Peserta didik menyajikan hasil perintah yang dibuat
- Guru memberikan apresiasi terhadap hasil presentasi peserta
didik.
F. Kegiatan Penutup 5 Menit
1. Peserta didikdenganbimbingan guru menyimpulkan
materi pembelajaran.
2. Peserta didikmendapat umpanbalik.
3. Guru menyampaikan tugasmembaca untukpertemuan
besok.
4. Guru mempersilahkan peserta didikuntukberdoa dan
mensyukurisegala nikmat yang diberikan TuhanYME.
evaluasi online
H. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1. Alat :  Seperangkat komputer
 Smartphone
 Perangkat lunak (Command Line, XAMPP, dan Browser)
2. Media :  Powerpoint
 Google Class Room
3. Sumber Belajar :  Video pembelajaran
 Modul
 E-Book Basis Data XI
I. Penilaian
Teknik Penilaian : Praktikum, tes tertulis
Bentuk Instrumen : LKPD , Pilihan ganda (Google Form)
Prosedur penilaian pengamatan :
No Aspek yang dinilai
Teknik
Penilaian
Waktu Penilaian
1.
Sikap Pengamatan
Selama pembelajaran Dan
saat diskusi
2. Pengetahuan Tes Penyelesaian tugas
individu
3. Keterampilan Pengamatan Penyelesaian tugas(baik
individu maupun
kelompok) dan saat
diskusi
Mengetahui Simpangkatis, 28 Oktober 2018
Kepala SMK Negeri 1 Simpangkatis Guru Mata Pelajaran
Hendroyono, S.Pd Desty Yani, S.Kom
LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN KETERAMPILAN
Mata Pelajaran : Basis Data
Kelas/Semester : XI RPL
Tahun Pelajaran : 2020/2021
Waktu Pengamatan :
Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan.
No Kelompok Siswa Menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah
KT T ST
1 Kelompok 1
2 Kelompok 2
3 Kelompok 3
4 Kelompok 4
5 Kelompok 5
Keterangan:
KT : Kurang terampil
T : Terampil
ST : Sangat terampil
Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah
yang relevan yang berkaitan dengan menentukan jarak antara titik dan garis dan
bidang.
1. Kurangterampiljika sama sekali tidak dapat menerapkan konsep/prinsip dan strategi
pemecahanmasalahyang relevan yangberkaitan dengan menentukanjarak antara titik
dan garis dan bidang
2. Terampiljika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan
strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan menentukan jarak
antara titik dan garis dan bidang tetapi belum tepat.
3. Sangat terampill,jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip
dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan menentukan
jarak antara titik dan garis dan bidang dan sudah tepat.

Proposal PTK - PPG

  • 1.
    PROPOSAL PENELITIAN TINDAKANKELAS UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI STRUCTURE QUERY LANGUAGE MATA PELAJARAN BASIS DATA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING METODE BLENDED LEARNING PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SMK NEGERI 1 SIMPANGKATIS Nama : Desty Yani, S.Kom No. UKG : 201503015391 No. Peserta PPG : 20290352310049 Program Studi PPG : Teknik Komputer dan Informatika Asal Sekolah : SMK Negeri 1 Simpangkatis PROGRAM PENDIDIKAN GURU DALAM JABATAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2020
  • 2.
    A. PENDAHULUAN 1. LatarBelakang Masalah Pandemi Covid-19 menghantam dunia pada akhir tahun 2019, perkembangan pandemi ini pun akhirnya sampai ke Indonesia dengan dinyatakannya kasus pertama pada bulan Maret 2020. Seluruh negara mengalami kesulitan untuk menghadapi pandemi dan diperkirakan akan tetap berlangsung sampai dengan akhir tahun 2020. Di tengah pandemi yang terus melaju hingga saat ini tentunya berdampak terhadap kehidupan masyarakat. Kebijakan social distancing berdampak fatal terhadap kehidupan masyarakat. Salah satu sektor yang terkena dampak adalah sektor pendidikan. Keputusan pemerintah yang mendadak dengan meliburkan atau memutuskan bahwa proses belajar dari sekolah dilakukan di rumah dengan metode pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring. Pembelajaran secara daring diumumkan pemerintah dimulai pada 17 Maret 2020 dan dilaksanakan seluruh sekolah yang ada di Indonesia dari sekolah dasar, menengah hingga perguruan tinggi. SMK Negeri 1 Simpangkatis yang berada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menerapkan hal serupa selama pandemi, yaitu pembelajaran secara daring. Namun, dalam perkembangannya status pelaksanaan pembelajaran berubah seiring dengan perkembangan Covid-19 di daerah masing-masing. Pelaksanaan pembelajaran ini akan mengikuti keputusan yang dibuat oleh tim satgas Covid-19 yang ada di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sejak Agustus 2020 pembelajaran dilakukan secara daring dan luring. Kelas di bagi menjadi 2 shift. Dengan ketentuan shift pertama akan melakukan pembelajaran secara daring dan shift kedua melakukan pembelajaran tatap muka. Namun, ketika kasus Covid-19 meningkat di daerah maka metode pembelajaran pun akan berubah menjadi daring kembali. Kelayakan siswa masuk ke sekolah atau tidak akan dipantau langsung dan dipertimbangkan langsung oleh tim gugus tugas Covid-19 Wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Hal ini akan sangat bergantung pada zona hitam, merah, kuning, atau hijau yang dihadapi oleh suatu wilayah.
  • 3.
    Berdasarkan hasil observasiyang sudah dilakukan sejak pembelajaran jarak jauh diterapkan khususnya pada siswa kelas XI RPL dalam mata pelajaran Basis data, terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi, antara lain; tingkat kehadiran siswa menurun pada saat pembelajaran berlangsung, penurunan nilai yang signifikan terjadi pada hampir seluruh siswa, motivasi belajar siswa yang menurun untuk melaksanakan pembelajaran. Berdasarkan permasalah yang ada, maka dibutuhkan metode yang tepat untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran dalam menghadapi masa pandemi ini. Mengingat hal tersebut, maka dilakukan penelitian dengan judul: UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI STRUCTURE QUERY LANGUAGE MATA PELAJARAN BASIS DATA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING METODE BLENDED LEARNING PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI SMK NEGERI 1 SIMPANGKATIS. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pembelajaran dan menjadi solusi terhadap permasalah yang dihadapi dunia pendidikan saat ini. 2. Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas, identifikasi masalah yang terjadi antara lain: a. Pada kegiatan pembelajaran jarak jauh mata pelajaran basis data minat belajar siswa menurun. b. Pada kegiatan pembelajaran jarak jauh mata pelajaran basis data hasil belajar siswa Menurun. c. Pada kegiatan pembelajaran jarak jauh mata pelajaran basis data siswa kurang aktif dalam pemebelajaran dan kehadiran. 3. Analisis Masalah Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini adalah: a. Menurunnya minat belajar siswa pada mata pelajaran basis data selama pembelajaran jarak jauh
  • 4.
    b. Menurunnya hasilbelajar siswa pada mata pelajaran basis data selama pembelajaran jarak jauh. c. Kurangnya keaktifan dan kehadiran siswa pada mata pelajaran basis data dalam pembelajaran jarak jauh 4. Rumusan Masalah Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dilakukan, maka rumusan masalah pada penelitian ini antara lain: a. Bagaimana meningkatkan keaktifan dan kehadiran siswa dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh mata pelajaran Basis Data menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dan metode Blended Learning? b. Bagaimana meningkatkan hasil belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran jarak jauh mata pelajaran Basis Data menggunakan model pembelajaran Project Based Learning dan metode Blended Learning? 5. Tujuan Penelitian Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini antara lain : a. Menguji penerapan model pembelajaran Project Based Learning dan metode Blended Learning pada pembelajaran jarah jauh. b. Meningkatkan keaktifan dan kehadiran siswa melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning dan metode Blended Learning pada pembelajaran jarah jauh. c. Meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Project Based Learning dan metode Blended Learning pada pembelajaran jarah jauh. 6. Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dapat diperoleh dari hasil penelitian ini adalah: a. Sebagai solusi untuk menghadapi kesulitan yang dihadapi selama pembelajaran jarak jauh.
  • 5.
    b. Siswa dapatlebih aktif dan meningkatkan prestasi belajar walaupun pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dilakukan. c. Guru memiliki alternatif dalam penggunaan model dan metode belajar ketika menghadapi proses pembelajaran jarak jauh. B. KAJIAN PUSTAKA 1. Penelitian Tindakan Kelas a. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas Menurut Wijaya Kusuma (2009:9) penelitian tindakan kelas adalah penelitian tindakan yang dilakukan oleh guru di dalam kelas. Menurut O’Brien sebagaimana dikutip oleh Endang Mulyatiningsih (2011:60) penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dilakukan ketika sekelompok orang (siswa) diidentifikasi permasalahannya, kemudian peneliti (guru) menetapkan suatu tindakan untuk mengatasinya. Cohen dan Manion sebagaimana dikutip oleh Padmono (2010) menyatakan penelitian tindakan adalah intervensi kecil terhadap terhadap tindakan di dunia nyata dan pemeriksaan cermat terhadap pengaruh intervensi tersebut. Pandangan ini menunjukkan bahwa penelitian tindakan dapat dilakukan secara kolaboratif dengan pakar. Pakar memberikan alternatif pemecahan dan alternatif tersebut perlu diuji sejauh mana efektifitasnya. Dengan demikian peneleitian tindakan menurut Cohen dan Manion bukan mutlak harus dilakukan oleh pekerja sendiri (guru sendiri) akan tetapi guru dapat meminta atau bekerja sama dengan pihak lain. Selanjutnya Kemmis dan Taggart sebagaimana dikutip oleh Padmono (2010) menyatakan penelitian tindakan adalah suatu penelitian refleksif diri kolektif yang dilakukan oleh peserta- pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktek pendidikan dan praktek sosial mereka, serta pemahaman mereka terhadap praktek-praktek itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktek-praktek tersebut. Kemmis dan Taggart memandang, bahwa penelitian ini dilakukan secara kolektif untuk memperbaiki praktek yang mereka lakukan dimana perbaikan
  • 6.
    dilakukan berdasar refleksidiri. Dalam bukunya Becoming Critical : Education, Knowledge, an Action Research 1986. Kemmis dan Carr lebih jelas menyatakan penelitian tindakan adalah bentuk penelitian refleksi diri yang dilakukan oleh partisipan (guru, siswa, atau kepala sekolah, misalnya) dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran (a) praktek-praktek sosial atau pendidikan yang dilakukan sendiri, (b) pengertian mengenai praktek-praktek ini, dan (c) situasi-situasi (dan lembaga-lembaga) dimana praktek-praktek tersebut dilaksanakan. Berdasarkan beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan-tindakan tertentu agar dapat dapat memperbaiki atau meningkatkan praktek pembelajaran di kelas secara professional. Menurut Endang Mulyatiningsih (2011:60-63) karakteristik penelitian tindakan kelas antara lain: 1) Tema penelitian bersifat situasional 2) Tindakan diambil berdasarkan hasil evaluasi dan refleksi diri 3) Dilakukan dalam beberapa putaran 4) Penelitian dilakukan untuk memperbaiki kinerja b. Langkah-langkah Penelitian Tindakan Kelas Menurut Wijaya Kusuma (2011:38-41) langkah penelitian tindakan kelas, yaitu : adanya ide awal, praservei, diagnosis, perencanaan, implementasi tindakan, pengamatan, refleksi, penyusunan laporan PTK.Sedangkam menurut Endang Mulyatiningsih langkah penelitian adalah : diagnosis masalah, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan dan observasi, analisis data,evaluasi dan refleksi. Berdasarkan beberapa pendapat di atas maka dapat disimpulka n langkah-langkah penelitian sebagai berikut: 1) Adanya ide awal Seseorang yang melaksanakan penelitian, pasti diawali dengan gagasan atau ide dan diharapkan dapat dilakukan atau dilaksanakan.
  • 7.
    2) Prasurvei Untuk mengetahuisecara detail kondisi yang terdapat dikelas yang akan diteliti. Biasanya dilakukan oleh guru dan dosen. 3) Diagnosis Dilakukan oleh peneliti yang tidak terbiasa mengajar di kelas yang dijadikan sasaran. 4) Perencanaan Dibagi menjadi dua, yaitu : perencanaan umum dan khusus. Perencanaan umu dimaksudkan untuk menyusun rancangan yang meliputi keseluruhan aspek yang terkait PTK. Perencanaan khusus Implementasi tindakan. Merupakan realisasi dari suati tindakan yang sudah direncanakan sebelumnya. Strategi apa yang digunakan, materi yang diajarkan dan sebagainya. 5) Pengamatan Pengamatan dapat dilakukan sendiri oleh peneliti. Pada saat monitoring haryslah mencatat semua peristiwa atau hal yang terjadi di kelas peneliti. 6) Evaluasi dan refleksi Kegiatan merenung atau memikirkan sesuatu guna upaya evaluasi yang dilakukian oleh para kolaborator atau partisipan yang berperan dalam PTK. Dilakukan dengan kolaborasi, refleksi dilakukan sesudah implementasi tindakan dan hasil observasi. 7) Penyusunan laporan PTK. Dilakukan setelah melakukan penelitian dilapangan. Penelitian harus sistematis dan dilakukan sesuai acuan yang telah diberikan dalam penelitian PTK. 2. Model Pembelajaran Project Based Learning (PJBL) a. Pengertian Project Based Learning (PJBL) Model pembelajaran yang dianjurkan untuk digunakan pada kurikulum 2013 adalah model pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik (student centered) yang salah satunya adalah model
  • 8.
    pembelajaran Project BasedLearning. Dalam modul implementasi kurikulum 2013 dijelaskan bahwa Project Based Learning adalah model pembelajaran yang menggunakan proyek/ kegiatan sebagai inti pembelajaran. Peserta didik melakukan eksplorasi, penilaian, interpretasi, sintetis, dan informasi untuk menghasilkan berbagai bentuk belajar. Model pembelajaran Project Based Learning memiliki keunggulan yang sangat penting dan bermanfaat bagi siswa, namun model pembelajaran Project Based Learning sangat jarang digunakan oleh guru, karena memang dalam prakteknya memerlukan persiapan yang cukup dan pengerjaannya lama. Mulyasa (2014: 145) mengatakan Project Based Learning, atau PJBL adalah model pembelajaran yang bertujuan untuk memfokuskan pserta didik pada permasalahan kompleks yang diperlukan dalam melakukan investigasi dan memahami pelajaran melalui investigasi. Model ini juga bertujuan untuk membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan serbagai subyek (materi) kurikulum, memberikan kesempatan kepada para peserta didik untuk menggali konten (materi) dengan menggunakan berbagai cara bermakna bagi dirinya, dan melakukan eksperimen secara kolaboratif. Menurut Daryanto dan Raharjo (2012: 162) Project Based Learning, atau PJBL adalah model pembelajaran yang yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan menintegrasikan pengetahuan beru berdasarkan pengalamannya dan beraktifitas secara nyata. PJBL dirancang untuk digunakan pada permasalahan yang kompleks yang diperlukan peserta didik dalam melakukan investigasi dan memahaminya. Kemudian Sugihartono, DKK (2015: 84) mengungkapkan metode proyek adalah metode pembelajaran berupa penyajian kepada peserta didik materi pelajaran yang bertitik tolak dari suatu masalah yang selanjutnya dibahas dari berbagai sisi yang relevan sehingga diperolah pemecahan secara menyeluruh dan bermakna.metode ini memberi
  • 9.
    kesempatan siswa untukmenganalis suatu masalah dari sudut pandang peserta didik sesuai dengan minat dan bakatnya. Fathurrohman (2016: 119) juga mengatakan bahwa pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang menggunakan proyek/ Kegiatan sebagai sarana pembelajaran untuk mencapai kompetensi sikap, pengetahuan dan keterampilan. Pembelajaran ini adalag ganti dari pembelajaran yang masih terpusat pada guru. Penekanan pembelajaran ini terletak pada aktivitas perserta didik yang pada akhir pembelajaran dapat menghasilkan produk yang bisa bermakna dan bermanfaat. Menurut Saefudin (2014: 58) pembelajaran berbasis proyek merupakan metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintehrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. Pembelajaran berbasis proyek menekankan pada masalah masalah kontekstual yang mungkin daialami oleh peserta didik secara langsung, sehingga pelajaran berbasisi proyek membuat siswa berfikir kritis dan mampu mengembangkan kreaktivitasnya melalui pengembangan untuk produk nyata berupa barang atau jasa. Sedangkan menurut Isriani (2015: 5) pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang memberikan kesempatan pada guru untuk mengelola pembelajaran di kelas dengan melibatkan kerja proyek. Berdasarkan beberapa pengertian para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning adalah model pembelajaran berpusat pada siswa yaitu berangkat dari suatu latar belakang masalah, yang kemudian dilanjutkan dengan investigasi supaya peserta didik memperoleh pengalaman baru dari beraktivitas secara nyata dalam proses pembelajaran dan dapat menghasilakan suatu proyek untuk mencapai kompetensi aspektif, kognitif, dan psikomotorik. Hasil akhir dari kerja proyek tersebut adalah suatu
  • 10.
    produk yang antaralain berupa laporan tertulis atau lisan, presentasi atau rekomendasi. b. Langkah-langkah model pembelajaran PJBL (Project Based Learning) Langkah –langkah pelaksanaan model pembelajaran PJBL(Project Based Learning) menurut Mulyasa (2014: 145-146) adalah sebagai berikut: 1) Menyiapkan pertanyaan atau penugasan proyek. Tahap ini sebagai langkah awal agar peserta didik mengamati lebih dalam terhadap pertanyaan yang muncul dari fenomena yang ada 2) Mendesain perencanaan proyek. Sebagai langkah nyata menjawab pertanyaan yang ada disusunlah suatu perencanaan proyek bisa melalui percobaan 3) Menyusun jadwal sebagai langkah nyata dari sebuah proyek. Penjadwalan sangat penting agar proyek yang dikerjakan sesuai dengan waktu yang tersedia dan sesuai dengan target 4) Memonitor kegiatan dan perkembangan proyek. Peserta didik mengevaluasi proyek yang sedang dikerjakan Langkah –langkah pelaksanaan model pembelajaran PJBL (Project Based Learning) menurut modul Widiarso, E (2016:184) adalah sebagai berikut : Gambar 1. Langkah –langkah pelaksanaan model pembelajaran PJBL Penjelasan langkah-langkah model pembelajaran PJBL (Project Based Learning) adalah sebagai berikut :
  • 11.
    1) Penentuan pertanyaanmendasar Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan esensial yaitu pertanyaan yang dapat memberi penugasan kepada peserta didik dalam melakukan suatu aktivitas. Topik penugasan sesuaidengan dunia nyata yang relevan untuk peserta didik. dan dimulai dengan sebuah investigasi mendalam. 2) Mendesain perencanaan proyek Perencanaan dilakukan secara kolaboratif antara guru dan peserta didik. Dengan demikian peserta didik diharapkan akan merasa “memiliki” atas proyek tersebut. Perencanaan berisi tentang aturan main, pemilihan aktivitas yang dapat mendukung dalam menjawab pertanyaan esensial, dengan cara mengintegrasikan berbagai subjek yang mungkin, serta mengetahui alat dan bahan yang dapat diakses untuk membantu penyelesaian proyek. 3) Menyusun jadwal Guru dan peserta didik secara kolaboratif menyusun jadwal aktivitas dalam menyelesaikan proyek. Aktivitas pada tahap ini antara lain: a) Membuat timeline (alokasi waktu) untuk menyelesaikan proyek, b) Membuat deadline (batas waktu akhir) penyelesaian proyek, c) Membawa peserta didik agar merencanakan cara yang baru, d) Membimbing peserta didik ketika mereka membuat cara yang tidak berhubungan dengan proyek, dan e) Meminta peserta didik untuk membuat penjelasan (alasan) tentang pemilihan. 4) Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek Guru bertanggungjawab untuk melakukan monitor terhadap aktivitas peserta didik selama menyelesaikan proyek. Monitoring dilakukan dengan cara menfasilitasi peserta didik pada setiap proses. Dengan kata lain guru berperan menjadi mentor bagiaktivitas peserta didik. Agar mempermudah proses
  • 12.
    monitoring, dibuat sebuahrubrik yang dapat merekam keseluruhan aktivitas yang penting. 5) Menguji hasil Penilaian dilakukan untuk membantu guru dalam mengukur ketercapaian standar, berperan dalam mengevaluasi kemajuan masing- masing peserta didik, memberi umpan balik tentang tingkat pemahaman yang sudah dicapai peserta didik, membantu guru dalam menyusun strategi pembelajaran berikutnya. 6) Mengevaluasi pengalaman Pada akhir pembelajaran, guru dan peserta didik melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. Proses refleksi dilakukan baik secara individu maupun kelompok. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Project Based Learning dimulai dengan pertanyaan yang dapat memberi penugasan kepada peserta didik dalam melakukan suatu aktivitas. Pertanyaan tersebut harus relevan dengan masalah yang mungkin dialami oleh peserta didik di kehidupan nyata. Dari permasalahan tersebut kemudian dibentuk kelompok kecil, dimana kelompok tersebut akan mendesain perencanaan proyek dan menysun jawdal guna menyelsaikan proyek tersebut. Peran guru disini adalah untuk memonitor pekerjaan peserta didik, meguji hasil dan mengevaluasi hasil pekerjaan peserta didik. 3. Blended Learning a. Pengertian Pembelajaran Blended Learning Secara ketatabahasaan istilah blended learning terdiri dari dua kata yaitu, blended dan learning. Blended atau berasal dari kata blend yang berarti “campuran, bersama untuk meningkatkan kualitas agar bertambah baik” (Collins Dictionary), atau formula suatu penyelarasan kombinasi atau perpaduan (Oxford English Dictionary), sedangkan learning berasal dari learn yang artinya “belajar”. Sehingga secara
  • 13.
    sepintas istilah blendedlearning dapat diartikan sebagai campuran atau kombinasi dari pola pembelajaran satu dengan yang lainnya. Staker & Horn (2012) mendefinisikan blended learning sebagai pembelajaran yang mengkombinasikan antara pembelajaran online dengan pembelajaran konvensional (tatap muka). Pada pembelajaran model ini, peserta didik difasilitasi untuk dapat belajar dan mengulang materi secara mandiri untuk satu bagian sesi menggunakan bahan dan sumber belajar online dan satu bagian sesi lainnya dilakukan secara tatap muka di dalam ruangan kelas. Pembelajaran blended learning tidak hanya sekedar mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran di kelas. Namun dalam pembelajaran blended learning keberadaan teknologi lebih difokuskan untuk memfasilitasi peserta didik dalam mengeskplorasi materi bahan ajar dan mendapatkan pengalaman belajar secara mandiri. Dalam model pembelajaran ini, sesi online dan sesi tatap muka berjalan saling melengkapi dan berkesinambungan. Artinya, pada sesi pembelajaran online membahas materi dan kegiatan pembelajaran pada sesi tatap muka, begitu juga sebaliknya. b. Karakteristik pembelajaran ‘Blended Learning’ Pembelajaran blended learning memiliki beberapa karakteristik. Beberapa karakteristik pembelajaran blended learning tersebut merujuk pada Prayitno, (2015), diantaranya adalah sebagai berikut: 1) Model blended learning menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pendidikan, gaya pembelajaran, dan menggunakan berbagai media berbasis teknologi. 2) Model pembelajaran blended learning merupakan kombinasi dari pola pembelajaran langsung (tatap muka), belajar mandiri, dan pembelajaran menggunakan sistem online. 3) Guru dan orangtua memiliki peran yang sama penting, dimana guru berperan sebagai fasilitator dan orangtua berperan sebagai pendukung.
  • 14.
    4. Belajar a. PengertianBelajar Belajar memegang peranan penting dalam perkembangan kebiasaan, sikap, keyakinan, tujuan, kepribadian dan bahkan prestasi manusia. Sehingga seseorang harus mampu memahami bahwa aktivitas belajar itu memegang peranan penting dalam proses psikologis. Banyak pengertian tentang belajar yang dikemukakan oleh pakar pendidikan. Beberapa diantaranya yaitu: 1) Menurut Martinis Yamin belajar adalah perubahan perilaku seseorang akibat pengalaman yang ia dapat melalui pengamatan, pendengaran, membaca dan meniru. 2) Menurut Margaret E. Bell Gredler, belajar adalah proses orang memperoleh berbagai kecakapan, keterampilan, dan sikap. 3) Menurut Made Pidarta, belajar adalah perubahan perilaku yang relatif permanen sebagai hasil pengalaman (bukan hasil perkembangan, pengaruh obat, atau kecelakaan) dan bisa melaksanakannya pada pengetahuan lain serta mampu mengkomunikasikannya kepada orang lain. 4) Menurut Sumadi Suryabrata, mengatakan tiga hal pokok yaitu bahwa belajar itu membawa perubahan, perubahan itu pada pokoknya adalah didapatkannya kecakapan baru, dan perubahan itu terjadi karena usaha atau dengan sengaja. Dari teori dan pendapat yang dikemukakan diatas, terdapat kesamaan mengenai definisi belajar tersebut sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa hakekat belajar adalah suatu proses untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman, sehingga mampu mengubah manusia dengan segala aspeknya melalui berbagai latihan dan interaksi dengan lingkungan.
  • 15.
    b. Hasil Belajar 1)Pengertian hasil belajar Menurut Agus Suprijono, hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi, dan keterampilan-keterampilan. Menurut Dimyati dan Mudjiono hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru, tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi hasil belajar. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar. Menurut Nana Sudjana, hasil belajar adalah kemampuankemampuan yang dimiliki peserta didik setelah menerima pengalaman belajarnya. Jadi, hasil belajar adalah penguasaan pengetahuan dan perubahan sikap atau tingkah laku yang dimiliki peserta didik dalam mata pelajaran melalui kegiatan belajar yang ditunjukkan dengan tes atau nilai yang diberikan oleh guru. 2) Aspek-aspek hasil belajar Menurut pendapat Benyamin S. Bloom yang dikutip oleh Anas Sudijono, hasil belajar mencakup tiga aspek yaitu: ranah kognitif, ranah afektif, dan ranah psikomotor. a) Ranah kognitif Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak). Menurut Bloom, segala upaya yang menyangkut aktivitas otak adalah termasuk dalam ranah kognitif. Dalam ranah kognitif itu terdapat enam jenjang proses berpikir, mulai dari jenjang terendah sampai jenjang yang paling tinggi. Keenam jenjang dimaksud adalah: (1) pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge), (2) pemahaman (comprehension), (3) penerapan (application), (4) analisis (analysis), (5) sintesis (synthesis), dan (6) penilaian (evaluation).
  • 16.
    b) Ranah afektif Ranahafektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Ranah afektif ini oleh Krathwohl (1974) dan kawankawan ditaksonomi menjadi lebih rinci lagi ke dalam lima jenjang, yaitu: (1) receiving atau attending (menerima atau memperhatikan), (2) responding (menanggapi), (3) valuing (menilai), (4) organization (mengatur atau mengorganisasikan), (5) characterization by a value or value complex (karakterisasi dengan suatu nilai atau komplek nilai). c) Ranah psikomotor Ranah psikomotor adalah ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu.Ranah psikomotor ini dikembangkan oleh Elizabeth Simpon (1966- 1967), sebagai berikut: (1) persepsi (perception), (2) kesiapan (set), (3) respons terbimbing (guided response), (4) mekanisme, (5) respons yang unik (complex overt response), (6) menyesuaikan (adaption), (7) menciptakan tindakan-tindakan baru (originasi). 3) Cara Penilaian hasil belajar Terdapat beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengumpulkan bukti-bukti kemajuan belajar siswa(Evelin Siregar 2011:145-146), yaitu sebagai berkut : a) Pernilaian Portofolio (portfolio) Merupakan kumpulan hasil kerja siswa yang sistematis dalam satu periode. Kumpulan hasil kerja ini memperlihatkan prestasi dan keterampilan siswa. Hal penting yang menjadi ciri dari portofolio adalah hasil kerja tersebut harus diperbaharui sebagaimana prestasi dan keterampilan siswa mengalami perkembangan.
  • 17.
    b) Penilaian melaluiunuk kerja (performance) Penilaian unjuk kerja adalah penilaian berdasarkan hasil pengamatan penilai terhadap aktivitas siswa sebagaimana yang terjadi. Penilaian dilakukan terhadap unjuk kerja, tingkah laku, atau interaksi siswa. Cara penilaian ini lebih otentik daripada tes tertulis, karena bentuk tugasnya lebih mencerminkan kemampuan siswa yang sebenarnya. Semakin banyak kesembapatan guru mengamati unjuk kerja siswa, semakin reliabel hasil penilaian tersebut. c) Penilaian melalui penugasan (project) Penilaian melalui proyek dilakukan terhadap suatu tugas atau penyelidikan yang dilakukan siswa secara individu atau kelompok untuk periode tertentu. Proyek juga dapat digunakan untuk mengetahui pemahaman dan pengetahun siswa dalam bidang tertentu dan mengetahui kemampuan siswa dalam menginformasikan subyek tertentu secara jelas. C. METODOLOGI PENELITIAN 1. Subjek Penelitian Sebagai subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI Kompetensi Keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMK Negeri 1 Simpangkatis tahun ajaran 2020/2021 dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang, terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 17 siswa perempuan. 2. Tempat dan Waktu Pelaksanaan Penelitian dilakukan di SMK Negeri 1 Simpangkatis, Jl. Raya Sungai Selan KM. 9 Ds. Terak, Kec. Simpangkatis, Kab. Bangka Tengah. Penelitian ini dilaksanakan 2 kali pertemuan pada semester ganjil. penentuan waktu penelitian mengacu pada kalender akademik sekolah dan penyesuaian jadwal mata pelajaran.
  • 18.
    3. Deskripsi PerSiklus Penelitian ini direncanakan menggunakan dua siklus, setiap siklus dilaksanakan mengikuti prosedur perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing),dan refleksi (reflecting). Melalui kedua siklus tersebut dapat diamati peningkatan hasil belajar siswa mata pelajaran Basis Data menggunakan model Project Based Learning. a. Siklus I Rincian kegiatan yang akan dilakukan pada siklus ini adalah sebagai berikut: 1) Perencanaan (Plan) Setelah di dapatkan pokok permasalahan, maka dimulailah tahap perencanaan, yakni merencanakan kegiatan apa saja yang akan dilakukan untuk memperbaiki permasalahan pembelajaran tersebut. Hal utama yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini adalah menyamakan persepsi antara peneliti, observer dan guru mata pelajaran yang bersangkutan terlebih dahulu, agar nantinya pada saat pelaksanaan, peneliti dan guru mata pelajaran memiliki pemahaman yang sama dalam penerapan model pembelajaran projectbasedlearning (pjbl). Setelah menyamakan persepsi tentang model pembelajaran yang akan diterapkan, peneliti menyiapkan beberapa persiapan sebagai berikut : a) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I, Siklus I direncanakan terdiri dari 2 kali pertemuan b) Penyusunan Lembar Kerja Proyek Individu c) Penyusunan Lembar Kerja Proyek Kelompok d) Melakukan pembagian kelompok belajar e) Penyusunan lembar observasi keaktifan belajar siswa f) Menentukan kriteria keberhasilan pembelajaran. Dalam penelitian ini peserta didik dikatakan berhasil apabila rata-rata keaktifan siswa dalam pembelajaran telah mencapai minimal 70,00 dan untuk hasil belajar telah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) dengan nilai 70.
  • 19.
    2) Pelaksanaan danPengamatan (Action and Observation) Tahap pelaksanaan dan pengamatan adalah kegiatan inti dari penelitian tindakan kelas ini, karena proses di dalamnya meliputi kegiatan penerapan model pembelajaran project based learning (pjbl) yang telah disiapkan untuk meningkatkat keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI RPL SMK Negeri 1 Simpangkatis pada mata pelajaran Basis Data. Pada saat proses pembelajaran berlangsung, observer yang terdiri dari peneliti dan dua anggota lain yang telah sengaja dimintai bantuan untuk proses pengambilan data dalam penelitian ini, melakukan pengamatan terhadap siswa yang telah menjadi tanggung jawab mereka. Pada tahap ini peneliti menerapkan kegiatan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran project based learning (PjBL) mengacu pada RPP yang telah dipersiapkan dengan langkah- langkah kegiatan inti sebagai berikut : a) Menentukan pertanyaan mendasar Guru mengemukakan pertanyaan esensial yang bersifat eksplorasi pengetahuan yang telah dimiliki siswa berdasarkan pengalamanbelajaranya yang bermuara pada penugasan peserta didik dalam melakukan aktivitas. b) Mendesain perencanaan proyek Guru mengorganisiir siswa kedalam kelompok-kelompok yang heterogen (4-6) orang. Heterogen berdasarkan tingkat kognitif atau etnis. Guru memberikan proyek berupa proyek motor stepper. Guru dan peserta didik membicarakan aturan main untuk disepakati bersama dalam proses penyelesaian proyek. c) Menyusun jadwal Guru memfasilitasi peserta didik untuk membuat jadwal aktivitas yang mengacu pada waktu maksimal yang disepakati
  • 20.
    serta menyusun langkahalternatif, jika ada sub aktifitas yang molor dari waktu yang telah dijadwalkan. d) Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek Guru membagiakan lembar kerja proyek yang berisi tugas proyek dengan tagihan : i. menuliskan informasi secara eksplisist dinyatakan dalam tugas, ii. menuliskan beberapa pertanyaan yang terkait dengan masalah/tugas yang diberikan, iii. mengisikan jawaban pada lembar kerja proyek iv. menarik kesimpulan. e) Menguji hasil Guru yang telah melaksanakan penilaian selama monitoring dilakukan dengan mengacu pada rubrik penilaian yang bertuan mengukur ketercapaian keaktifan siswa dalam belajar serta hasil belajar siswa dengan mengadakan presentasi di depan kelas. f) Mengevaluasi pengalaman Peserta didik secara berkelompok beserta guru melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. 3) Refleksi (Reflection) Setelah pelaksanaan tindakan dan pengamatan termasuk di dalamnya proses pengambilan data telah selesai, maka didapatlah data-data yang harus segera diolah sehingga dapat diputuskan tindakan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Jika hasil olah data telah memenuhi target pada siklus 1 yaitu rata-rata keaktifan siswa telah mencapai 50,00 dan untuk hasil belajar telah mencapai rata- rata 70,00 maka siklus I dapat dihentikan dan dilanjutkan dengan siklus berikutnya, namun jika belum mencapai target maka tindakan dilanjutkan pada siklus berikutnya guna untuk perbaikan.
  • 21.
    b. Siklus II SetelahSiklus I dilaksanakan dan didapatkan hasil refleksinya, maka hasil refleksi tersebut dijadikan penentu dalam melaksanakan kegiatan pada siklus II ini. Pada tahap pelaksanaan kegiatan di siklus II ini, rincian kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) Perencanaan yang direvisi (Revised Plan) Setelah di dapatkan pokok permasalahan pada siklus I, maka dimulailah tahap perencanaan, yakni merencanakan kegiatan apa saja yang akan dilakukan untuk memperbaiki permasalahan pembelajaran tersebut. Hal utama yang dilakukan dalam tahap perencanaan ini adalah menyamakan persepsi antara peneliti, observer dan guru mata pelajaran yang bersangkutan terlebih dahulu, agar nantinya pada saat pelaksanaan, peneliti dan guru mata pelajaran memiliki pemahaman yang sama dalam penerapan model pembelajaran project based learning (pjbl). Setelah menyamakan persepsi tentang model pembelajaran yang akan diterapkan, peneliti menyiapkan beberapa persiapan sebagai berikut : a) Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II, Siklus II direncanakan terdiri dari 2 kali pertemuan b) Penyusunan Lembar Kerja Proyek Individu dengan tiga variasi. c) Penyusunan Lembar Kerja Proyek Kelompok dengan tiga variasi d) Melakukan pembagian kelompok belajar e) Penyusunan lembar observasi keaktifan belajar siswa Menentukan kriteria keberhasilan pembelajaran. Dalam penelitian ini peserta didik dikatakan berhasil apabila rata-rata keaktifan siswa dalam pembelajaran telah mencapai minimal 70,00 dan untuk hasil belajar telah mencapai minimal 70,00 dan untuk hasil belajar telah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) dengan nilai 70
  • 22.
    2) Pelaksanaan danpengamatan (Action and Observation) Tahap pelaksanaan dan pengamatan adalah kegiatan inti dari penelitian tindakan kelas, karena proses di dalamnya meliputi seluruh kegiatan yang terkait dengan penerapan model pembelajaran project based learning (pjbl) yang telah disiapkan untuk meningkatkat keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XI RPL SMK Negeri 1 Simpangkatis pada mata pelajaran Basis Data. Pada tahap ini peneliti menerapkan kegiatan penelitian dengan menerapkan model pembelajaran project based learning (PjBL) mengacu pada RPP yang telah dipersiapkan dengan langkah- langkah kegiatan inti sebagai berikut : a) Menentukan pertanyaan mendasar Guru mengemukakan pertanyaan esensial yang bersifat eksplorasi pengetahuan yang telah dimiliki siswa berdasarkan pengalaman belajaranya yang bermuara pada penugasan peserta didik dalam melakukan aktivitas. b) Mendesain perencanaan proyek Guru membagi siswa kedalam kelompok-kelompok yang heterogen (4-5) orang. Heterogen berdasarkan tingkat jenis kelamin, kognitif atau etnis. Guru memberikan pilihan proyek berupa proyek motor stepper, motor DC, dan 7segmen. Guru dan peserta didik membicarakan aturan main untuk disepakati bersama dalam proses penyelesaian proyek. c) Menyusun jadwal Guru memfasilitasi peserta didik untuk membuat jadwal aktivitas yang mengacu pada waktu maksimal yang disepakati serta menyusun langkah alternatif, jika ada sub aktifitas yang molor dari waktu yang telah dijadwalkan. d) Memonitor peserta didik dan kemajuan proyek Guru membagiakan lembar kerja proyek yang berisi tugas proyek dengan tagihan :
  • 23.
    i. menuliskan informasisecara eksplisist dinyatakan dalam tugas, ii. menuliskan beberapa pertanyaan yang terkait dengan masalah/tugas yang diberikan, iii. mengisikan jawaban pada lembar kerja proyek iv. menarik kesimpulan. e) Menguji hasil Guru yang telah melaksanakan penilaian selama monitoring dilakukan dengan mengacu pada rubrik penilaian yang bertuan mengukur ketercapaian keaktifan siswa dalam belajar serta hasil belajar siswa dengan mengadakan presentasi di depan kelas. f) Mengevaluasi pengalaman Peserta didik secara berkelompok beserta guru melakukan refleksi terhadap aktivitas dan hasil proyek yang sudah dijalankan. 3) Refleksi (Reflection) Setelah pelaksanaan tindakan dan pengamatan termasuk di dalamnya proses pengambilan data telah selesai, maka didapatlah datadata yang harus segera diolah sehingga dapat diputuskan tindakan apa yang akan dilakukan selanjutnya. Jika hasil olah data telah memenuhi target pada siklus II yaitu rata-rata keaktifan siswa telah mencapai minimal 70,00 dan untuk hasil belajar telah mencapai rata-rata capaian kelas minimal 70,00 maka siklus II dapat dihentikan dan penelitian dapat dikatakan berhasil, namun jika belum mencapai target maka tindakan dilanjutkan pada siklus berikutnya guna untuk perbaikan.
  • 24.
    DAFTAR PUSTAKA http://eprints.walisongo.ac.id/295/3/073111067_Bab2.pdf 1 Sadirman,Interaksi DanMotivasi BelajarMengajar, (Jakarta: PT. Grafindo Persada, 2007), hlm. 20. 2 Martinis Yamin, StrategiPembelajaranBerbasis Kompetensi, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2009), hlm. 98. 3 Margaret E. BellGredler, Belajardan Pembelajaran, (Jakarta: CV. Rajawali, 1991), hlm. 1. 4 MadePidarta, Landasan Kependidikan, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1997), hlm. 197. 5 Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: RajawaliPers, 2010), hlm. 232. 6 OemarHamalik, Kurikulum DanPembelajaran, (Jakarta: BumiAksara, 2011), hlm.57. 7 E. Mulyasa, Kurikulum Berbasis Kompetensi: Konsep, KarakteristikDan Implementasi (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2002), hlm. 100. 8 Bambang Warsita, Teknologi PembelajaranLandasan DanAplikasinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2008), hlm. 85-86. http://digilib.uinsby.ac.id/19521/6/Bab%203.pdf https://eprints.uny.ac.id/8483/3/bab%202%20-%2008513241007.pdf https://eprints.uny.ac.id/64995/4/4.%20BAB%20II.pdf
  • 25.
  • 26.
    PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUANBANGKA BELITUNG DINAS PENDIDIKAN SMK NEGERI 1 SIMPANGKATIS Jl. Raya Sungai Selan KM. 9 Ds. Terak, Kec. Simpangkatis, Kab. Bangka Tengah 33674 Telp: (0717) 9102956; Hp: 082177995599; Email : smk1simpangkatis19@yahoo.com; smkn1spkatis@gmail.com RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMKN 1 SIMPANGKATIS Mata Pelajaran : Basis Data Komp. Keahlian : Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) Kelas/Semester : Sebelas (XI) / Ganjil (satu) Tahun Pelajaran : 2018 / 2019 Alokasi Waktu : 8 JP x 45menit (4 JP @ 2X pertemuan) A. Kompetensi Inti (KI) KI-3 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasionaldasar, dan metakognitif sesuaidengan bidang dan lingkup kerja Rekayasa Perangkat Lunak pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. KI-4 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Rekayasa Perangkat Lunak. Menampilkan kinerja dibawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, sertamampumelaksanakantugas spesifikdibawahpengawasan langsung. B. Kompetensi Dasar 3.6Menerapkan record,table dan field 4.6Membuat record,table danfield C. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 3.4.1 Menerapkan langkah-langkah pembuatan record,table danfielddalambasisdata 3.4.2 Menganalisis penggunaan DDL dalam penerapan record,table danfield basis data 4.4.1 Mempresentasikan SQL dalam aplikasi web server 4.4.2 Membuat record,table danfield menggunakan perintah DDL melalui aplikasi web server D. Tujuan Pembelajaran 1. Peserta didik dapat menerapkan langkah-langkah pembuatan record, table dan field dalambasis data dengan benar dan tepat. 2. Peserta didik dapat menganalisis penggunaan DDL dalam penerapan record, table dan field basis data dengan mandiri dan kreatif 3. Peserta didik dapat mempresentasikan SQL dalam aplikasi web server yang terinstal dengan benar dan mandiri. 4. Peserta didik membuat record, table dan field dengan perintah DDL menggunakan aplikasi web server terinstal.
  • 27.
    E. Materi Pembelajaran Tabelmerupakan bentuk natural untuk menampilkan fakta/data dalam kehidupan sehari-hari. Tabelterdiridari baris (Record) dankolom (Field). Recordataubaris adalah kumpulan data dalam bentuk horizontal/mendatar. Field atau kolom merupakan kumpulan data dalam bentuk vertical yang mempunyai makna sejenis. Penggunaan perintah DDL: 1.Perintah umum MySQL 2.Membuat database dan table 3.Menghapus database atau tabel F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Saintifik Model Pembelajaran : Discovery Learning Metode Pembelajaran : Blended Learning No Tujuan Pembelajaran Tugas dan Penilaian Kegiatan Pembelajaran Online Tatap Muka Interaksi Peserta didik dengan materi pembelajaran Interaksi antar peserta didik Interaksi peserta didik dengan guru Online Tatap Muka Online Tatap Muka Online Tatap Muka 1. Peserta didik dapat menerapkan langkah-langkah pembuatan record, table danfield dalam basis data dengan benar dan tepat. Google Class Room Video Conference dengan Google Meet Presentas i hasil diskusi kelompo k Chatt room Sharing link Upload materi dan tugas Presentasi hasil kerja Chatt room Sharing link Chatt room Video Confere nce dengan Google Meet Evaluasi Presentasi umpan balik 2. Peserta didik dapat menganalisis penggunaan DDL dalam penerapan record, table dan field dalambasis data dengan mandiri dan kreatif Google Class Room Searching Presentas i hasil diskusi kelompo k Chatt room Sharing link Upload materi dan tugas Chatt room Sharing link Chatt room Video Confere nce dengan Google Meet Presentasi umpan balik 3. Peserta didik dapat mempresentasikan SQL dalam aplikasi web server yang terinstal dengan benar dan mandiri Google Class Room Video Conference dengan Google Meet Presentas i hasil diskusi kelompo k Chatt room Sharing link Instalasi Instalasi Chatt room Sharing link Penyele saian instalasi Chatt room Video Confere nce dengan Google Meet Presentasi umpan balik 4. Peserta didik membuat record, table dan field dengan perintah DDL menggunakan aplikasi web server terinstal Presentas i hasil diskusi kelompo k Chatt room Sharing link Upload materi dan tugas Chatt room Sharing link Penyele saian project Chatt room Video Confere nce dengan Google Meet Presentasi umpan balik
  • 28.
    G. Langkah-langkah KegiatanPembelajaran Tahap Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Online A. Kegiatan Pendahuluan Alokasi Waktu Kegiatan Alokasi Waktu Orientasi - Guru mengucapkan salamdan siswa menjawab salam. - Peserta didikberdoabersama sebelummemulai pembelajaran. - Pemeriksaan kehadiran melalui Google Class Room 5 Menit Presensi Online Class Room Apersepsi - Guru mengaitkan materi dengan pembelajaran sebelumnya. - Mengingatkan kembali materi prasyarat Motivasi - Guru memberikan motivasi agar siswa semangat belajar - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran B. Kegiatan Inti 25 Menit Stimulation (pemberian rangsangan) - Guru menampilkan materi powerpoint tentangTable,Field, Record,dan DDLAwal melalui Web meeting (Google Meet/Zoom) - Guru memberikan pertanyaan: 1. Apa aplikasiyangakan digunakandalampenerapanSQL? 2. Apa kelompokperintahyang digunakan dalampembuatan database awal? Jawaban yang diharapkan: 1. Web Server,Xampp 2. DDL Download modul& tugas dari Class Room, Statement (identifikasi masalah) - Peserta didik melakukan instalasi software - Peserta didikmenentukan karakteristik table, field dan record - Peserta didik menuliskan ide/gagasan pada LKPD Chat room terkait hasiltemuan materi Data collection (pengumpulan data) - Peserta didik mencari informasi yang berkaitan dengan kasus yang diberikan melalui LKPD- - Peserta didik menggunakan sumber belajar: modul, internet, untuk menggali informasi sebanyak mungkin. - Peserta didikberkonsultasidenganguru jika mendapatkan hal yang kurang jelas searching Data processing (pengolahan Data) - Peserta didik berkomunikasi untuk bertukar pendapat, argumentasi, dan ide terhadap jawaban yang telah didapatkan secara mandiri - Peserta didik merancang perintah yang tepat untuk kasus tersebut - Guru melakukan pengamatan untuk menilai sikap dan keterampilan peserta didik Upload LKPD di Class Room Verification (pembuktian) - Peserta didik Menganalisis rancangan perintah yang akan digunakan - Peserta didik menjalankan aplikasi Web Server dan mengaktifkannya - Peserta didik membuat perintah SQL untuk menyelesaikan kasus yang diberikan - Peserta didik mengkonsultasikan hasil diskusi kelompok dengan guru. - Peserta didik memperbaiki hasil jawaban yang masih kurang tepat Presentasi Virtual Generalization (menarik kesimpulan) - Peserta didik menarik kesimpulan atas jawaban dari daftar pertanyaan yang diperoleh. - Peserta didik menyajikan hasil perintah yang dibuat - Guru memberikan apresiasi terhadap hasil presentasi peserta didik. C. Kegiatan Penutup 5 Menit 1. Peserta didikdenganbimbingan guru menyimpulkan materi pembelajaran. 2. Peserta didikmendapat umpanbalik. 3. Guru menyampaikan tugasmembaca untukpertemuan besok. 4. Guru mempersilahkan peserta didikuntukberdoa dan mensyukurisegala nikmat yang diberikan TuhanYME. evaluasi online
  • 29.
    H. Media, Alat,dan Sumber Pembelajaran 1. Alat :  Seperangkat komputer  Smartphone  Perangkat lunak (Command Line, XAMPP, dan Browser) 2. Media :  Powerpoint  Google Class Room 3. Sumber Belajar :  Video pembelajaran  Modul  E-Book Basis Data XI I. Penilaian Teknik Penilaian : Praktikum, tes tertulis Bentuk Instrumen : LKPD , Pilihan ganda (Google Form) Prosedur penilaian pengamatan : No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian 1. Sikap Pengamatan Selama pembelajaran Dan saat diskusi 2. Pengetahuan Tes Penyelesaian tugas individu 3. Keterampilan Pengamatan Penyelesaian tugas(baik individu maupun kelompok) dan saat diskusi Mengetahui Simpangkatis, 28 Oktober 2018 Kepala SMK Negeri 1 Simpangkatis Guru Mata Pelajaran Hendroyono, S.Pd Desty Yani, S.Kom
  • 30.
    PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUANBANGKA BELITUNG DINAS PENDIDIKAN SMK NEGERI 1 SIMPANGKATIS Jl. Raya Sungai Selan KM. 9 Ds. Terak, Kec. Simpangkatis, Kab. Bangka Tengah 33674 Telp: (0717) 9102956;Hp: 082177995599; Email : smk1simpangkatis19@yahoo.com; smkn1spkatis@gmail.com RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Nama Sekolah : SMKN 1 SIMPANGKATIS Mata Pelajaran : Basis Data Komp. Keahlian : Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) Kelas/Semester : Sebelas (XI) / Ganjil (satu) Tahun Pelajaran : 2018 / 2019 Alokasi Waktu : 8 JP x 45menit (4 JP @ 2X pertemuan) A. Kompetensi Inti (KI) KI-3 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan faktual, konseptual, operasionaldasar, dan metakognitif sesuaidengan bidang dan lingkup kerja Rekayasa Perangkat Lunak pada tingkat teknis, spesifik, detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional. KI-4 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang kerja Rekayasa Perangkat Lunak. Menampilkan kinerja dibawah bimbingan dengan mutu dan kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas spesifik di bawah pengawasan langsung. Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan, gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, sertamampumelaksanakantugas spesifikdibawahpengawasan langsung. B. Kompetensi Dasar 3.7 Menerapkan bahasa SQL dasar untuk mengelola tabel dalam basis data 4.7 Membuat kode SQL dasar untuk mengelola tabel dalam basis data C. Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) 3.4.3 Menerapkan langkah-langkah pembuatan tabel constraint dalambasis data 3.4.4 Menganalisis penggunaan DDL Lanjutan dalam pembuatan tabel constraint dalam basis data 4.4.3 Mempresentasikan DDL Awal dalam mengelola struktur tabel 4.4.4 Membuat kode SQL untuk mengelola tabel constraint melalui aplikasi web server D. Tujuan Pembelajaran 1. Peserta didik dapat menerapkan langkah-langkah pembuatan tabel constraint dalambasis data dengan benar dan tepat. 2. Peserta didik dapat menganalisis penggunaan DDL Lanjutan dalam pembuatan tabel constraint basis data dengan mandiri dan kreatif 3. Pesertadidik dapat mempresentasikanDDLAwaldalam mengelola struktur tabel dengan benar dan mandiri. 4. Peserta didik membuat kode SQL untuk mengelola tabel constraint melalui aplikasi web server terinstal dengan benar dan mandiri.
  • 31.
    E. Materi Pembelajaran Constraintadalah aturan atau batasan yang sengaja kita terapkan pada table untuk menjaga integritas dan konsistensi data. Constraint ini biasanya diterapkan saat melakukan create table atau bisa juga saat alter table. Berikut ini 5 aturan constraint pada mysqlyaitu primary key, foreign key, unique, not nulldan check. Pada prakteknya akan melakukan : 1. Perintah umum MySQL 2. Membuat table constraint 3. Merubah struktur table F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran Pendekatan : Saintifik Model Pembelajaran : Discovery Learning Metode Pembelajaran : Blended Learning No Tujuan Pembelajaran Tugas dan Penilaian Kegiatan Pembelajaran Online Tatap Muka Interaksi Peserta didik dengan materi pembelajaran Interaksi antar peserta didik Interaksi peserta didik dengan guru Online Tatap Muka Online Tatap Muka Online Tatap Muka 1. Peserta didik dapat menerapkan langkah-langkah pembuatan tabel constraint dalam basis data dengan benar dan tepat. Google Class Room Video Conference dengan Google Meet Presentas i hasil diskusi kelompo k Chatt room Sharing link Upload materi dan tugas Presentasi hasil kerja Chatt room Sharing link Chatt room Video Confere nce dengan Google Meet Evaluasi Presentasi umpan balik 2. Peserta didik dapat menganalisis penggunaan DDL Lanjutan dalam pembuatan tabel constraint basis data dengan mandiri dan kreatif Google Class Room Searching Presentas i hasil diskusi kelompo k Chatt room Sharing link Upload materi dan tugas Chatt room Sharing link Chatt room Video Confere nce dengan Google Meet Presentasi umpan balik 3. Peserta didik dapat mempresentasikan DDL Awal dalam mengelola struktur tabel dengan benar dan mandiri Google Class Room Video Conference dengan Google Meet Presentas i hasil diskusi kelompo k Chatt room Sharing link Instalasi Instalasi Chatt room Sharing link Penyele saian instalasi Chatt room Video Confere nce dengan Google Meet Presentasi umpan balik 4. Peserta didik membuat kode SQL untuk mengelola tabel constraint melalui aplikasi web server terinstal dengan benar dan mandiri Presentas i hasil diskusi kelompo k Chatt room Sharing link Upload materi dan tugas Chatt room Sharing link Penyele saian project Chatt room Video Confere nce dengan Google Meet Presentasi umpan balik
  • 32.
    G. Langkah-langkah KegiatanPembelajaran Tahap Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Online D. Kegiatan Pendahuluan Alokasi Waktu Kegiatan Alokasi Waktu Orientasi - Guru mengucapkan salamdan siswa menjawab salam. - Peserta didikberdoabersama sebelummemulai pembelajaran. - Pemeriksaan kehadiran melalui Google Class Room 5 Menit Presensi Online Class Room Apersepsi - Guru mengaitkan materi dengan pembelajaran sebelumnya. - Mengingatkan kembali materi prasyarat Motivasi - Guru memberikan motivasi agar siswa semangat belajar - Guru menyampaikan tujuan pembelajaran E. Kegiatan Inti 25 Menit Stimulation (pemberian rangsangan) - Guru menampilkan materi powerpoint tentangpengelolaan tabelmelalui Web meeting (Google Meet/Zoom) - Guru memberikan pertanyaan: 1. Apa itu constraint tabel? 2. Apa pengelolaantabelyangbisa dilakukansetelah tabel dibuat? Jawaban yang diharapkan: 3. Tabelconstraint adalah tabelyang memiliki aturan tertentuterhadaphubungannya dengantabellain ataupun strukturtabelyang akandibuat. 4. Merubahnama field,merubah tipe data,menambahdan menghapusfield Download modul& tugas dari Class Room, Statement (identifikasi masalah) - Peserta didik melakukan instalasi software - Peserta didik menentukan karakteristik table constraint - Peserta didik menuliskan ide/gagasan pada LKPD Chat room terkait hasiltemuan materi Data collection (pengumpulan data) - Peserta didik mencari informasi yang berkaitan dengan kasus yang diberikan melalui LKPD- - Peserta didik menggunakan sumber belajar: modul, internet, untuk menggali informasi sebanyak mungkin. - Peserta didikberkonsultasidenganguru jika mendapatkan hal yang kurang jelas searching Data processing (pengolahan Data) - Peserta didik berkomunikasi untuk bertukar pendapat, argumentasi, dan ide terhadap jawaban yang telah didapatkan secara mandiri - Peserta didik merancang perintah yang tepat untuk kasus tersebut - Guru melakukan pengamatan untuk menilai sikap dan keterampilan peserta didik Upload LKPD di Class Room Verification (pembuktian) - Peserta didik Menganalisis rancangan perintah yang akan digunakan - Peserta didik menjalankan aplikasi Web Server dan mengaktifkannya - Peserta didik membuat perintah SQL untuk menyelesaikan kasus yang diberikan - Peserta didik mengkonsultasikan hasil diskusi kelompok dengan guru. - Peserta didik memperbaiki hasil jawaban yang masih kurang tepat Presentasi Virtual Generalization (menarik kesimpulan) - Peserta didik menarik kesimpulan atas jawaban dari daftar pertanyaan yang diperoleh. - Peserta didik menyajikan hasil perintah yang dibuat - Guru memberikan apresiasi terhadap hasil presentasi peserta didik. F. Kegiatan Penutup 5 Menit 1. Peserta didikdenganbimbingan guru menyimpulkan materi pembelajaran. 2. Peserta didikmendapat umpanbalik. 3. Guru menyampaikan tugasmembaca untukpertemuan besok. 4. Guru mempersilahkan peserta didikuntukberdoa dan mensyukurisegala nikmat yang diberikan TuhanYME. evaluasi online
  • 33.
    H. Media, Alat,dan Sumber Pembelajaran 1. Alat :  Seperangkat komputer  Smartphone  Perangkat lunak (Command Line, XAMPP, dan Browser) 2. Media :  Powerpoint  Google Class Room 3. Sumber Belajar :  Video pembelajaran  Modul  E-Book Basis Data XI I. Penilaian Teknik Penilaian : Praktikum, tes tertulis Bentuk Instrumen : LKPD , Pilihan ganda (Google Form) Prosedur penilaian pengamatan : No Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian 1. Sikap Pengamatan Selama pembelajaran Dan saat diskusi 2. Pengetahuan Tes Penyelesaian tugas individu 3. Keterampilan Pengamatan Penyelesaian tugas(baik individu maupun kelompok) dan saat diskusi Mengetahui Simpangkatis, 28 Oktober 2018 Kepala SMK Negeri 1 Simpangkatis Guru Mata Pelajaran Hendroyono, S.Pd Desty Yani, S.Kom
  • 34.
    LEMBAR PENGAMATAN PENILAIANKETERAMPILAN Mata Pelajaran : Basis Data Kelas/Semester : XI RPL Tahun Pelajaran : 2020/2021 Waktu Pengamatan : Bubuhkan tanda √ pada kolom-kolom sesuai hasil pengamatan. No Kelompok Siswa Menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah KT T ST 1 Kelompok 1 2 Kelompok 2 3 Kelompok 3 4 Kelompok 4 5 Kelompok 5 Keterangan: KT : Kurang terampil T : Terampil ST : Sangat terampil Indikator terampil menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan menentukan jarak antara titik dan garis dan bidang. 1. Kurangterampiljika sama sekali tidak dapat menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahanmasalahyang relevan yangberkaitan dengan menentukanjarak antara titik dan garis dan bidang 2. Terampiljika menunjukkan sudah ada usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan menentukan jarak antara titik dan garis dan bidang tetapi belum tepat. 3. Sangat terampill,jika menunjukkan adanya usaha untuk menerapkan konsep/prinsip dan strategi pemecahan masalah yang relevan yang berkaitan dengan menentukan jarak antara titik dan garis dan bidang dan sudah tepat.