41 
41 
BAB iii 
PROSEDUR PENELITIAN 
A. Metode Penelitian 
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) adalah metode penelitian yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok pada ranah praktis yang ditunjukkan untuk memperbaiki kualitas kinerja. PTK ini merupakan penelitian kualitatif meskipun demikian, data-data yang diperoleh dalam penelitian ini tidak saja berupa data narasi tetapi juga akan diperoleh data angka yaitu dalam bentuk nilai rata-rata siswa. Dari data yang dikumpulkan, kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif kuantitatif. 
Dalam pelaksanaannya penelitian ini menggunakan model Kemmis & Taggart. Menurut Kemmis dan taggart “ Action way group of the people can organize the condition under which the can learnfrom their owm experience accessible to otheirs”. Dari definisi tersebut bisa diketahui bahwa penelitian tindakan kelas adalah cara suatu kelas atau seseorang dalam mengorganisasi
42 
suatu kondisi sehingga mereka dapat mempelajari pengalaman mereka dan membuat pengalaman mereka dapat diakses oleh orang lain.1 
Penelitian ini dilaksanakan dengan mengikuti prosedur penelitian dari prinsip Kemmis dan Taggart yang menyangut kegiatan perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (reflection). Keempat kegiatan ini berlangsung secara berulang dalam bentuk siklus tentang variable yang dimanipulasi dan dapat digunakan untuk melakukan perbaikan. Siklus 1 kegiatan perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (reflection) . kemudian, siklus 2 melakukan kembali tahap-tahap pada siklus 1, tetapi sebelumnya telah dilakukan perencanaan ulang dengan revisi dari siklus sebelumnya. 
Apabila dalam implementasinya kemudian dievaluasi masih terdapat kesalahan atau kekurangan, masih bisa diperbaiki dengan cara spiral dilanjutkan ketindakan ketiga dan seterusnya. Tindakan spiral ini, baru berhenti apabila tindakan substantif yang dilakukan penyaji sudah dievaluasi baik Komponen-komponennya yaitu: 
1. Perencanaan 
Menyusun perencanaan tindakan dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, bagaimana tindakan dilakukan. 
1 Andi Prastowo, Memahami metode-metode Penelitian, (Jogjakarta: Arr-Ruzz Media, 20011), 225
43 
2. Pelaksanaan 
Pelaksanaan tindakan tahap ini merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan, mengenalkan tindakan kelas. tindakan yang telah dirumuskan pada RPP dalam situasi yang aktual, meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. 
3. Observasi 
Yaitu kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh pengamat dalam tahap ini, guru pelaksana mencatat sedikit demi sedikit apa yang terjadi agar memperoleh data yang akurat untuk perbaikan siklus. 
4. Refleksi 
Kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Dakam tahap ini guru berusaha untuk mengemukakan hal-hal yang sudah dirasakan memuaskan hati karena sudah sesuai dengan rancangan dan secara cermatmengenai hal-hal yang perlu diperbaiki..2 
2 Tim LAPIS PGMI, Penelitian Tindakan Kelas, (Surabaya: Aprinta, 2009), paket 5 hal. 13
44 
Gambar 3.1 
Model Kemmis & Taggart 
B. Setting Penelitian 
1. Tempat Penelitian 
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dikelas v SDN SURUH-Sidoarjo tahun ajaran 2013/2014. 
2. Waktu Penelitian 
Waktu pelaksanaan PTK ini adalah pada semester ganjil tanggal 1 November sampai 16 November 2013. 
C. Subjek Penelitian 
1. Subjek penelitian yang melaksanakan tindakan 
Subjek penelitian yang melaksanakan tindakan adalah guru kelas v SDN SURUH-Sidoarjo. 
2. Subjek peneitian yang menerima tindakan
45 
Subjek penelitian yang menerima tindakan adalah siswa kelas v SDN SURUH-Sidoarjo. Siswa laki-laki sebanyak 10 siswa dan siswi perempuan sebanyak 15 siswa. 
D. Variable yang Diselidiki 
1. Variable input : semua siswa kelas v di SDN SURUH-Sidoarjo 
2. Variable proses : penggunaan model kooperatif tipe PQ4R 
3. Variable output : peningkatan hasil belajar 
E. Rencana Tindakan 
Penelitian ini dilaksanakan dengan model Kemmis & M. C. Taggert yang menyatakan setelah siklus pertama diselesaikan dan revisi hasil implementasi, dilaksanakan siklus kedua dan apabila belum berhasil dilakukan perencanaan ulang dengan melanjutkan ke siklus ketiga. Siklus berhenti apabila sudah sesuai dengan hasil yang ingin diperbaiki dan ketuntasan hasil belajar. penjelasan untuk masing-masing tahap adalah sebagai berikut: 
1. Siklus I 
a. Perencanaan (planning) 
meliputi tahap-tahap sebagai berikut:
46 
1) Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai perbaikan pada siklus I, yang sesuai dengan metode PQ4R. RPP ini digunakan sebagai pedoman bagi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. 
2) Menyiapkan instrumen validasi dokumen RPP. 
3) Menyusun dan menyiapkan pedoman observasi pelaksanaan pembelajaran dan lembar observasi. Pedoman observasi digunakan untuk mencatat hasil pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran serta digunakan untuk mencatat segala perilaku dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. 
4) Menyusun pedoman wawancara untuk mempermudah peneliti dalam mengetahui respon siswa dan guru terhadap pembelajaran yang sedang dilaksanakan. 
5) Menyusun kisi-kisi butir soal hasil belajar siswa. Kisi-kisi butir soal untuk mengukur keberhasilan belajar siswa. 
6) Penyusunan evaluasi belajar siswa. 
b. Tindakan (action) 
Setelah dilakukan perencanaan secara memadai, selanjutnya dilaksanakan tindakan dengan penerapan metode PQ4R pada
47 
pembelajaran matematika materi Operasi Hitung Bilangan Bulat. Secara berkelompok, siswa akan dipandu untuk memahami isi bacaan dengan mencari ide pokok serta bertanya jawab dengan bimbingan guru. 
c. Observasi (observation) 
Observasi atau pengamatan dalam penelitian ini dilakukan selama proses pembelajaran di kelas berlangsung. Observasi dilaksanakan untuk mengamati setiap proses dan perkembangan yang terjadi pada peserta didik. Observasi dilakukan oleh peneliti sesuai dengan pedoman observasi yang telah dibuat. 
d. Refleksi (Reflection) 
Pada tahap ini peneliti mengumpulkan dan menganalisis data yang diperoleh selama observasi, yaitu data yang diperoleh dari lembar observasi. Kemudian peneliti mendiskusikan dengan guru dari hasil pengamatan yang dilakukan, baik kekurangan maupun ketercapaian. Pembelajaran dari siklus pertama sebagai pertimbangan perencanaan pembelajaran pada siklus selanjutnya. 
2. Siklus II 
Kegiatan yang dilaksanakan pada siklus kedua dimaksudkan sebagai perbaikan dari siklus pertama. Tahapan pada siklus kedua identik dengan siklus pertama yaitu sebagai berikut: 
a. Perencanaan
48 
Pada tahap perencanaan siklus II diawali dengan refleksi dan analisis bersama antara peneliti dan guru terhadap hasil belajar siswa, mengidentifikasi masalah, menganalisa masalah dan mencari alternatif pemecahan masalah. 
Dari hasil tersebut di atas peneliti melakukan hal-hal sebagai berikut: 
1). Menyusun Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) siklus II dengan memperhatikan kekurangan yang terjadi pada perbaikan siklus I. 
2). Menyiapkan bahan ajar, lembar kerja siswa (LKS) yang akan digunakan oleh siswa pada proses pembelajaran 
3). Menyiapkan instrument pengumpulan data yaitu : 
a). Lembar pengamatan aktivitas siswa selama melaksanakan penugasan. 
b). Lembar tes akhir pembelajaran 
4). Merencanakan aspek-aspek yang diamati dan dinilai dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran, yaitu persiapan, kejelasan materi, pengorganisasian, latihan dan bimbingan, penutup. 
b. Pelaksanaan Tindakan 
Pada tahap pelaksanaan siklus II peneliti dibantu oleh guru (kolaborator) melaksanakan skenario pembelajaran seperti yang telah di rencanakan di dalam RPP yaitu Guru melaksanakan pembelajaran Matematika masih tentang materi yang sama yaitu operasi hitung
49 
bilangan bulat dengan menggunakan metode PQ4R berdasarkan rencana pembelajaran hasil refleksi pada siklus pertama. 
c. Observasi 
Pada tahap ini peneliti dan guru melakukan pengamatan terhadap aktifitas pembelajaran dengan menggunakan metode PQ4R pada siklus pertama 
d. Refleksi 
Tim peneliti melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus kedua seperti pada siklus pertama, serta menganalisis untuk membuat kesimpulan atas pelaksanaan metode PQ4R dan hasil belajar siswa dalam pelajaran Matematika pada materi operasi hitung bilangan bulat SDN Suruh-Sidoarjo. 
Pada tahap refleksi, dilakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus I dan siklus II serta diskusi dengan guru kolaborator untuk mengevaluasi untuk membuat kesimpulan atas pelaksanaan pembelajaran matematika dengan metode PQ4R dalam meningkatkan hasil belajar. siswa setelah melaksanakan rangkaian kegiatan mulai dari siklus I sampai siklus II. Apabila siklus 1 dan 2 belum berhasil, maka dilanjutkan ke siklus 3 dan seterusnya dengan tahap-tahap yang sama sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. 
F. Data dan Cara Pengambilan 
1. Data
50 
Data adalah semua keterangan seseorang yang dijadikan responden maupun yang berasal dari dokumen-dokumen, baik bentuk statistik atau dalam bentuk lainnya guna keperluan penelitian yang dimaksud.3 Dengan demikian maka peneliti menggunakan dua data untuk keperluan antara lain: 
a. Data Kualitatif 
Data yang berupa penerangan dalam bentuk uraian atau penjelasan (tidak berbentuk angka).4 Adapun yang termasuk data kualitatif pada penelitian ini adalah data-data untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran, selain itu data kuaitatif juga digunakan untuk mengetahui situasi dan kondisi selama proses pembelajaran berlangsung. 
b. Data kuantitatif 
Data kuantitatif yaitu penyajian dalam bentuk angka-angka.5 Adapun yang termasuk data kuantitatif pada penelitian ini adalah data-data tentang hasil belajar siswa (tes). 
2. Sumber Data 
a. Siswa 
3 P. joko Subagyo, Metode Penelitian: Dalam Teori dan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006),87 
4 Ibid., 94 
5 Ibid., 97
51 
Untuk mendapatkan data tentang hasil belajar siswa kelas v di SDN SURUH-Sidoarjo selama proses kegiatan mengajar yang berjumlah 25 siswa. 
b. Guru 
Untuk melihat tingkat keberhasilan implementasi metode PQ4R dan hasil belajar siswa dalam proses pembeajaran. 
3. Cara Pengambilan Data 
a. Observasi 
Observasi dilakukan untuk mengamati kondisi, situasi, proses, dan perilaku siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung dari tahap awal sampai akhir. Dalam observasi ini digunakan untuk mengetahui data tentang aktivitas belajar siswa dan guru dalam proses belajar mngajar. 
Untuk mengetahui peningkatan aktivitas guru dalam mengajar dalam mengajar dengan penerapan metode PQ4R. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data yang dilakukan dengan teknik observasi adalah sebagai berikut: 
Tabel 3.1 
Instrument Lembar Observasi tentang Aktivitas Guru 
No. 
Aspek yang Diamati 
Kriteria Aspek yang Diamati 
Skor 
Hasil
52 
1. 
Perangkat pembelajaran yaitu RPP 
a. Guru belum menyiapkan RPP 
1 
b. Guru sudah menyiapkan RPP tetapi belum dilaksanakan. 
2 
c. Guru telah menyiapkan RPP serta menerapkannya dengan maksimal. 
3 
2. 
Persiapan media pembelajaran 
a. Guru belum menyiapkan media pembelajaran 
1 
b. Guru telah menyiapan media pembelajaran tetapi belum diterapkan 
2 
c. Guru telah menyiapkan media pembelajaran dan telah menyiapkan secara optimal. 
3 
3. 
Memberi motivasi dengan yel-yel kelas. 
a. Guru belum bisa memotivasi siswa 
1 
b. Guru telah memberi motivasi dengan yel-yel tetapi tidak dihiraukan siswa 
2 
c. Guru telah memberikan motivasi dengan yel-yel yang menarik 
3
53 
epada siswa sehingga siswa termotivasi. 
4. 
Mengingat kembali pelajaran sebelumnya 
a. Guru tidak feed beck tentang materi sebelumnya. 
1 
b. Guru memberikan feed back sebagian materi sebelumnya tetapi belum optimal. 
2 
c. Guru memberikan feed back sebelumnya secara baik dan optimal 
3 
5. 
Menyampaikan tujuan pembelajaran 
a. Guru tidak menyampaikantujun pembelajaran 
1 
b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tetapi tidak dijelaskan dengan maksimal. 
2 
c. Guru telah menyampaikan tujuan pembelajaranserta dijelaskan dengan optimal. 
3 
6. 
Guru memberikan suatu 
a. Guru tidak pernah memberikan pertanyaan kepada siswa. 
1 
b. Guru hanya sekali memberikan 
2
54 
pertanyaan pada siswa 
pertanyaan kepada siswa. 
c. Guru selalu memberikan pertanyaan setelah menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. 
3 
7. 
Guru memberikan LKS pada siswa 
a. Guru tidak memberikan LKS pada siswa. 
1 
b. Guru terkadang memberikan LKS pada siswa 
2 
c. Guru selalu menyiapkan dan memberi LKS pada siswa 
3 
8. 
Guru menjelaskan aturan dalam pembelajaran 
a. Guru tidak menjelaskan aturan dalam pembelajaran. 
1 
b. Guru terkadang menjelaskan aturan dalam pembelajaran. 
2 
c. Guru tidak membimbing siswa untuk menemukan konsep dan prinsip materi pembelajaran. 
3 
9. 
Guru membimbing siswa untuk 
a. Guru tidak membimbing siswa untuk menemukan konsep dan prinsip materi pelajaran. 
1
55 
menemukan konsep dan prinsip materi tersebut. 
b. Guru terkadang membimbing siswa untuk menemukan konsep dan prinsip materi pelajaran. 
2 
c. Guru selalu mebimbing siswa untuk menemukan konsep dan prinsip materi pelajaran. 
3 
10. 
Guru memberi penguatan materi yang telah dilakukan 
a. Guru tidak memberikan penguatan materi yang telah disampaikan. 
1 
b. Guru terkadang memberikan penguatan pada materi yang telah disampaikan. 
2 
c. Guru selalu memberi penguatan pada materi yang telah disampaikan. 
3 
11. 
Guru memberikan kesimpulan pembeajaran yang telah dilakukan siswa. 
a. Guru tidak memberikan kesimpulan pembelajaran yang telah dilakukan oleh siswa. 
1 
b. Guru terkadang memberikan kesimpulan pembelajaran yang telah dilakuka oleh siswa. 
2
56 
c. Guru selalu memberikan kesimpulan hasil pembelajaran yang telah dilakukan oleh siswa. 
3 
12. 
Guru bertanya jawab tetang hal-hal yang belum diketahui siswa 
a. Guru tidak melakukan tanya jawab dengan siswa tentang materi yang belum dipahami siswa 
1 
b. Guru terkadang melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang mateti yang belum dipahami oleh siswa. 
2 
c. Guru selalu melakukan tanya jawab tentang materi yang belum dipahami siswa. 
3 
13. 
Guru memberikan pertanyaan atau soal kepada siswa 
a. Guru tidak memberi pertanyaan pada siswa tetang materi yang telah disampaikan. 
1 
b. Guru terkadang memberi pertanyaan pada siswa tentang materi yang telah disampaikan 
2 
c. Guru selalu memberi pertanyaan 
3
57 
pada siswa tentang materi yang telah disampaikan 
14. 
Guru memberi motivasi dengan yel-yel khusus kelas v 
a. Guru tidak memotivasi siswa dengan yel-yel 
1 
b. Guru terkadang memotivasi siswa dengan yel-yel 
2 
c. Guru selalu memotivasi siswa dengan yel-yel khusus kelas v 
3 
15. 
Guru engakhiridengan do’a bersama 
a. Guru tidak tepat dalam mengakhiri proses belajar mengajar 
1 
b. Guru terkadang mengakhiri proses belajar mengajar dengan do’a 
2 
d. Guru selalu mengakhiri proses belajar mengajar dengan do’a bersama 
3 
16. 
Ketepatan memulai pembelajaran 
a. Guru tidak tepat dalam memulai pembelajaran 
1 
b. Guru terkadang mengakhiri proses belajar mengajar dengan 
2
58 
do’a 
c. Guru selalu tepat dalam memulai pembelajaran 
3 
17. 
Ketepatan menutu pembelajaran 
a. Guru tidak tepat dalam menutup pembelajaran. 
1 
b. Guru kurang tepat dalam menutup pembelajaran 
2 
c. Guru selalu tepat dalam menutup pembelajaran. 
3 
18. 
Kesesuaian dengan RPP 
a. Guru menyampaikan materi pembelajaran yang tidak sesuai dengan RPP. 
1 
b. Guru terkadang menyampaikan materi pembelajaran sesuai dengan RPP 
2 
c. Guru selalu menyampaikan materi sesuai dengan RPP 
3 
19. 
Kelas kondusif 
a. Guru tidak menciptakan kelas yang kondusif. 
1 
b. Guru terkadang menciptakan kelas yang kondusif 
2
59 
c. Guru selalu menciptakan kelas yang kondusif. 
3 
Jumlah 
Tabel 3.2 
Instrument Lembar Observasi aktivitas Siswa 
No. 
Aspek yang Diamati 
Kriteria Aspek yang diamati 
Skor 
Hasil 
1. 
Menjawab salam 
a. Siswa tidak menjawab salam 
1 
b. Sebagian siswa menjawab salam 
2 
c. Seluruh siswa menjawab salam dengan kompak. 
3 
2. 
Perhatian terhadap penjelasan materi ajar 
a. Siswa tidak memperhatikan penjelasan dari guru. 
1 
b. Sebagian siswa memperhatikan penjelasan dari guru tetapi masih banyak yang belum siap menerima pelajaran 
2 
c. Seluruh siswa memperhatikan penjelasan 
3
60 
dari guru dan seluruh siswa sudah siap untuk menerima pelajaran dengan baik. 
3. 
Merespon kegiatan apersepsi 
a. Siswa tidak menjawab pertanyaan dari guru ketika diberikan apersepsi. 
1 
b. Sebagian siswa menjawab pertanyaan dari guru ketika diberikan apersepsi 
2 
c. Seluruh siswa merespon dengan menjawab pertanyaan dari guru ketika diberikan apersepsi. 
3 
4. 
Perhatian terhadap petunjuk yang diberikan oleh guru. 
a. Siswa tidak memperhatikan petunjuk yang diberikan oleh guru 
1 
b. Siswa memperhatikan petunjuk yang diberikan oleh guru akan tetapi masih ada sebagian yang belum dipahami siswa. 
2
61 
c. Seluruh siswa memperhatikan pelajaran. 
3 
5. 
Semangat dalam mengerjakan tugas. 
a. Siswa terlihat malas dalam mengerjkan tugas. 
1 
b. Sebagian siswa terlihat semangat dalam mengerjakan tugas. 
2 
c. Siswa tampa bersemangat dan saling mendukung dalam mengerjakan tugas. 
3 
6. 
Keterampilan dalam mengerjakan tugas. 
a. Siswa tidak tuntas dalam mengerjakan tugas. 
1 
b. Sebagian besar siswatuntas dalam mengerjakan tugas. 
2 
c. Seluruh siswa tuntas dalam mengerjakan tugas. 
3 
7. 
Ketangkasan dalam mengerjakan tugas 
a. Siswa tidak bisa menjawab pertanyaan dari guru 
1 
b. Sebagian siswa mampu menjawab pertanyaan dari guru. 
2
62 
c. Seluruh siswa semangat dalam menjawab [ertanyaan dari guru. 
3 
8. 
Mengerjakan tugas dengan mandiri 
a. Siswa tidak mengerjakan tugas dengan mandiri 
1 
b. Sebagian siswa mengerjakan tugas dengan mandiri. 
2 
c. Seluruh siswa mengerjakan tugas dengan mandiri 
3 
9. 
Perhatian terhadap media yang ditampilkan/diberikan oleh guru. 
a. Tidak ada siswa yang memperhatikan media yang ditampilkan/diberikan oleh guru. 
1 
b. Sebagian besar siswa mau memperhatikan media yang ditampilkan/diberikan oleh guru 
2 
c. Seluruh siswa mau memperhatikan media yang ditampilkan/diberikan oleh guru 
3
63 
10. 
Respon siswa terhadap ajakan guru untuk menyimpulkan 
a. Siswa tidak memberikan respon terhadap ajakan guru ntuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan 
1 
b. Sebagian besar siswa merespon trhadap ajakan guru untuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan 
2 
c. Seluruh siswa merespon terhadap ajakan guru untuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan. 
3 
Jumlah 
b. Wawancara 
Wawancara ini digunakan untuk memperoleh data tentang keadaan guru selama proses belajar mengajar dan apa saja kesulitan yang dihadapi guru selama proses belajar mengajar berlangsung dengan menggunakan PQ4R. Instrument yang digunakan untuk
64 
mengumpulkan data yang dilaukan dengan teknik observasi adalah sebagai berikut: 
Tabel 3.3 
Instrumen Lembar Wawancara Guru 
No. 
Pertanyaan 
1. 
Apa strategi, metode dan media yang bapak gunakan? 
2. 
Bagaimana respon siswa ketika menggunakanstrategi, metode dan media tersebut? 
3. 
Apa yang menjadi kendala ketika pelajaran berlangsung? 
4. 
Bagaimana hasil belajar yang telah diraih oleh siswa setelah diterapkan strategi ini? 
Tabel 3.4 
Instrument Lembar Wawancara Siswa 
No. 
Pertanyaan 
1. 
Bagaimana pendapatmu tentang pembelajaran yang baru diikuti? 
2. 
Apakah kalian senang dengan pembelajaran matematika hari ini? Mengapa? 
3. 
Bagaimana menurut pendapatmu tentang cara guru menerangkan atau menjelaskan pembelajaran matematika yang baru saja kalian ikuti?
65 
4. 
Bagaimana pembelajaran matematika pada materi operasi hitung bilangan bulat? Mudah ataukah sulit? 
5. 
Apakah kalian bersemangat ketika melakukan proses pembelajaran. 
c. Tes 
Tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa, jenis yang digunakan adalah tes tulis. tes tulis dituangkan dalam soal pada akhir pembelajaran dengan kisi-kisi sebagai berikut: 
Tabel 3.5 
Kisi-kisi Butir Soal 
No. 
Unsur yang hendak diukur 
Indikator 
Nomor Butir Soal 
1. 
Knowledge 
(pengetahuan ) 
1.1 Melakukan operasi hitung bilangan bulat termasuk penggunaan sifat- sifatnya, pembulatan, dan penaksiran. 
1,2,3,4,5 
2. 
Comprehension 
(pemahaman) 
1.3 Melakukan operasi hitung campuran bilangan bulat. 
6,7,8,9,10
66 
4. Teknik Analisis Data 
Teknik pengumpulan data berguna untuk pengumpulan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, antara lain: 
a. Data observasi kegiatan guru dan siswa 
Data ini dieroleh dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh guru bidang studi dengan teman sejawat sebagai pengamat. Pengamatan dilakukan mulai tahap pendahuluan sampai penutup.pengamat menuliskan penilaian padda setiap aspek dengan cara memberi tanda (√) untuk instrument pengamatan siswa pada kolom nilai yang sesuai. Peneliti mengadakan analisis data dengan rumus: 
Σ n = 
Xp = 
Dengan rincian: 
Σ n = rata-rata 
Xp = nilai presentase 
Jumlah masing masing tahapan PQ4R dalam pembelajaran yang mampu dilakukan guru dan respon siswa, diberikan kriteria penialaian dengan skor 1 (sangat kurang), 2 (kurang), 3 (baik). Sedangkan jumlah skor ideal dalam tahapan kegiatan pembelajaran
67 
matematika dengan pendekatan PQ4R berjumlah 19 tahap dikalikan skor maksimal 3. 
Tabel 3.7 
Tingkat keberhasilan guru dan siswa dalam pembelajaran 
Tingkat keberhasilan 
Kriteria 
≥ 90 % 
80 – 89 % 
60 – 79 % 
40 – 59 % 
≤ 40 % 
Sangat baik 
Baik 
Cukup 
Kurang 
Sangat kurang 
b. Tes evaluasi hasil belajar 
Siswa diberi test evaluasi pada setiap akhir siklus yaitu antara 1-10 soal untuk setiap siklusnya dengan kriteria penilaian soal sesuai dengan bobot soal. 
X = 100 
X = nilai 
Pembelajaran matematika dengan metode PQ4R terdiri dari 10 soal, kemudian dianalisis tiap item soal dengan cara menghitung siswa
68 
yang menjawab sama pada soal tersebut dibagi dengan jumlah siswa keseluruhan dikalikan 100%. 
Tabel 3.8 
Kriteria respon siswa dalam pembelajaran (kelas) 
Tingkat keberhasilan 
Kriteria 
≥ 90 % 
80 – 89 % 
60 – 79 % 
40 – 59 % 
≤ 40 % 
Sangat baik 
Baik 
Cukup 
Kurang 
Sangat kurang 
Pada mata pelajaran Matematika dengan pendekatan PQ4R. Tes yang diberikan kepada siswa SDN SURUH-SIDOARJO ini adalah tes tertulis yaitu soal-soaloperasi hitung bilangan bulat. 
Sedangkan analisis ketuntasan belajar, dikategorikan secara perseorangan dan secara klasikal. Pembelajaran ini dianggap berhasil jika siswa mampu menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan operasi pembagian dan telah mencapai skor minimal 70. Adapun kriteria ketuntasan belajar siswa secara perorangan adalah sebagai berikut:
69 
Tabel 3.9 
Kriteria tingkat ketuntasan/kelulusan belajar siswa 
dalam pembelajaran 
Lulus ≥ 70 
Sangat Baik 89 -100 
Baik 79 - 88 
Cukup 68 – 78 
Tidak lulus ≤ 70 
Kurang 45 – 70 
Sangat kurang 0 - 45 
G. Indikator Kinerja 
Dalam PTK ini yang akan dilihat adalah indikator kinerjanya, selain siswa adalah guru. Kriteria ketuntasan siswa dan indikator keberhasilan kinerja dapat ditetapkan sebagai berikut: 
1) Siswa 
Tes : nilai rata-rata normatif 
Observasi : keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika 
2) Guru 
Dokumentasi : kehadiran, RPP, dan kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran matematika. 
Observasi : hasil observasi 
Setelah dilakukan PTK ini diharapkan dapat terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas 5 SDN SURUH-Sidoarjo dengan indikator: skor minimal 70, dan tuntas secara klasikal jika kelas tersebut terdapat ≥ 80% siswa yang
70 
telah mencapai nilai lebih dari sama dengan 70. Respon siswa dalam pembelajaran dikategorikan baik berdasarkan hasil wawancara (≥ 80%) dan hasil persentase siswa dalam mengikuti pembelajaran sebesar 80%. 
Keterlaksanaannya langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan langkah- langkah PQ4R dalam pembelajaran operasi pembagian di kelas 5 SDN SURUH-Sidoarjo dengan hasil persentase kemampuan guru sebesar 80%. 
H. Tim Peneliti dan Tugasnya 
Penelitian tindakan kelas ini dilakukan oleh gurue kelas, yaitu Bpk. Purnomo, S.Pd.I yang berkolaborasi dengan peneliti (mahasiswa) dalam proses pembelajaran yang berguna unutk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 5 terkait materi operasi hitung bilangan bulat melalui metode PQ4R. 
Guru dan peneliti merupakan kesatuan tim yang bertugas untuk mengarahkan proses kegiatan pembelajaranagar berjalan efektif dan juga diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa untuk turut aktif dalam kegiatan denga nilai yang memuaskan. Sehingga akan diketahui sejauh mana pemahaman siswa tentang materi operasi hitung bilangan bulat melalui metode PQ4R. 
Peneliti disini bertugas untuk melakukan penelitian terhadap kinerja guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan siswa. Selain itu peneliti mempunyai tugas menyediakan perabgkat pembelajaran (RPP). RPP yang sudah dibat dipraktikkan. Kemudian peeliti bersama guru malakukan
71 
evaluasi terhadap hasil belajar siswa. Sehingga peneliti dan guru mengetahui sejauh mana hasil belajar siswa apakah sudah meningkat dan sebaliknya.
72 
DAFTAR PUSTAKA 
Crow , L. Crow.A. 1989. Psychologi Pendidikan. Yogyakarta: Nur Cahaya 
Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Standar Isi. Jakarta : …., 
Heruman. 2007. Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya 
Lisnawati, Ratna dan Dani haryanto.2011. Teori-teori Dasar Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Prestasi Pustakaraya 
Mustaki. 2008. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar 
Roestiyah NK.1982. Masalah-masalah Ilmu Keguruan, (Jakarta: Bumi Aksara 
Saepul, Asep. 2006. Bahan Perkuliahan Matematika 1. Surabaya: LAPIS- PGMI 
Simanjuntak, Lisnawati. 1992. Metode Pembelajaran Matematika. Jakarta: Rineka Cipta 
Slamet. 1999. Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta 
Tim LAPIS PGMI. 2009. Penelitian Tindakan Kelas (paket 5). Surabaya: Aprinta 
Trianto. 2007. Model-Model pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher 
Trianto.2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group 
Wijaya, Ariyadi. 2011. Pendidikan Matematika Realistik. Yogyakarta: Graha Ilmu 
72

Bab iii

  • 1.
    41 41 BABiii PROSEDUR PENELITIAN A. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research) adalah metode penelitian yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok pada ranah praktis yang ditunjukkan untuk memperbaiki kualitas kinerja. PTK ini merupakan penelitian kualitatif meskipun demikian, data-data yang diperoleh dalam penelitian ini tidak saja berupa data narasi tetapi juga akan diperoleh data angka yaitu dalam bentuk nilai rata-rata siswa. Dari data yang dikumpulkan, kemudian dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif kuantitatif. Dalam pelaksanaannya penelitian ini menggunakan model Kemmis & Taggart. Menurut Kemmis dan taggart “ Action way group of the people can organize the condition under which the can learnfrom their owm experience accessible to otheirs”. Dari definisi tersebut bisa diketahui bahwa penelitian tindakan kelas adalah cara suatu kelas atau seseorang dalam mengorganisasi
  • 2.
    42 suatu kondisisehingga mereka dapat mempelajari pengalaman mereka dan membuat pengalaman mereka dapat diakses oleh orang lain.1 Penelitian ini dilaksanakan dengan mengikuti prosedur penelitian dari prinsip Kemmis dan Taggart yang menyangut kegiatan perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (reflection). Keempat kegiatan ini berlangsung secara berulang dalam bentuk siklus tentang variable yang dimanipulasi dan dapat digunakan untuk melakukan perbaikan. Siklus 1 kegiatan perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (reflection) . kemudian, siklus 2 melakukan kembali tahap-tahap pada siklus 1, tetapi sebelumnya telah dilakukan perencanaan ulang dengan revisi dari siklus sebelumnya. Apabila dalam implementasinya kemudian dievaluasi masih terdapat kesalahan atau kekurangan, masih bisa diperbaiki dengan cara spiral dilanjutkan ketindakan ketiga dan seterusnya. Tindakan spiral ini, baru berhenti apabila tindakan substantif yang dilakukan penyaji sudah dievaluasi baik Komponen-komponennya yaitu: 1. Perencanaan Menyusun perencanaan tindakan dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa, mengapa, kapan, dimana, oleh siapa, bagaimana tindakan dilakukan. 1 Andi Prastowo, Memahami metode-metode Penelitian, (Jogjakarta: Arr-Ruzz Media, 20011), 225
  • 3.
    43 2. Pelaksanaan Pelaksanaan tindakan tahap ini merupakan implementasi atau penerapan isi rancangan, mengenalkan tindakan kelas. tindakan yang telah dirumuskan pada RPP dalam situasi yang aktual, meliputi kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. 3. Observasi Yaitu kegiatan pengamatan yang dilakukan oleh pengamat dalam tahap ini, guru pelaksana mencatat sedikit demi sedikit apa yang terjadi agar memperoleh data yang akurat untuk perbaikan siklus. 4. Refleksi Kegiatan untuk mengemukakan kembali apa yang sudah dilakukan. Dakam tahap ini guru berusaha untuk mengemukakan hal-hal yang sudah dirasakan memuaskan hati karena sudah sesuai dengan rancangan dan secara cermatmengenai hal-hal yang perlu diperbaiki..2 2 Tim LAPIS PGMI, Penelitian Tindakan Kelas, (Surabaya: Aprinta, 2009), paket 5 hal. 13
  • 4.
    44 Gambar 3.1 Model Kemmis & Taggart B. Setting Penelitian 1. Tempat Penelitian Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dikelas v SDN SURUH-Sidoarjo tahun ajaran 2013/2014. 2. Waktu Penelitian Waktu pelaksanaan PTK ini adalah pada semester ganjil tanggal 1 November sampai 16 November 2013. C. Subjek Penelitian 1. Subjek penelitian yang melaksanakan tindakan Subjek penelitian yang melaksanakan tindakan adalah guru kelas v SDN SURUH-Sidoarjo. 2. Subjek peneitian yang menerima tindakan
  • 5.
    45 Subjek penelitianyang menerima tindakan adalah siswa kelas v SDN SURUH-Sidoarjo. Siswa laki-laki sebanyak 10 siswa dan siswi perempuan sebanyak 15 siswa. D. Variable yang Diselidiki 1. Variable input : semua siswa kelas v di SDN SURUH-Sidoarjo 2. Variable proses : penggunaan model kooperatif tipe PQ4R 3. Variable output : peningkatan hasil belajar E. Rencana Tindakan Penelitian ini dilaksanakan dengan model Kemmis & M. C. Taggert yang menyatakan setelah siklus pertama diselesaikan dan revisi hasil implementasi, dilaksanakan siklus kedua dan apabila belum berhasil dilakukan perencanaan ulang dengan melanjutkan ke siklus ketiga. Siklus berhenti apabila sudah sesuai dengan hasil yang ingin diperbaiki dan ketuntasan hasil belajar. penjelasan untuk masing-masing tahap adalah sebagai berikut: 1. Siklus I a. Perencanaan (planning) meliputi tahap-tahap sebagai berikut:
  • 6.
    46 1) MenyusunRencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai perbaikan pada siklus I, yang sesuai dengan metode PQ4R. RPP ini digunakan sebagai pedoman bagi guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. 2) Menyiapkan instrumen validasi dokumen RPP. 3) Menyusun dan menyiapkan pedoman observasi pelaksanaan pembelajaran dan lembar observasi. Pedoman observasi digunakan untuk mencatat hasil pengamatan terhadap pelaksanaan pembelajaran serta digunakan untuk mencatat segala perilaku dan aktivitas siswa selama proses pembelajaran berlangsung. 4) Menyusun pedoman wawancara untuk mempermudah peneliti dalam mengetahui respon siswa dan guru terhadap pembelajaran yang sedang dilaksanakan. 5) Menyusun kisi-kisi butir soal hasil belajar siswa. Kisi-kisi butir soal untuk mengukur keberhasilan belajar siswa. 6) Penyusunan evaluasi belajar siswa. b. Tindakan (action) Setelah dilakukan perencanaan secara memadai, selanjutnya dilaksanakan tindakan dengan penerapan metode PQ4R pada
  • 7.
    47 pembelajaran matematikamateri Operasi Hitung Bilangan Bulat. Secara berkelompok, siswa akan dipandu untuk memahami isi bacaan dengan mencari ide pokok serta bertanya jawab dengan bimbingan guru. c. Observasi (observation) Observasi atau pengamatan dalam penelitian ini dilakukan selama proses pembelajaran di kelas berlangsung. Observasi dilaksanakan untuk mengamati setiap proses dan perkembangan yang terjadi pada peserta didik. Observasi dilakukan oleh peneliti sesuai dengan pedoman observasi yang telah dibuat. d. Refleksi (Reflection) Pada tahap ini peneliti mengumpulkan dan menganalisis data yang diperoleh selama observasi, yaitu data yang diperoleh dari lembar observasi. Kemudian peneliti mendiskusikan dengan guru dari hasil pengamatan yang dilakukan, baik kekurangan maupun ketercapaian. Pembelajaran dari siklus pertama sebagai pertimbangan perencanaan pembelajaran pada siklus selanjutnya. 2. Siklus II Kegiatan yang dilaksanakan pada siklus kedua dimaksudkan sebagai perbaikan dari siklus pertama. Tahapan pada siklus kedua identik dengan siklus pertama yaitu sebagai berikut: a. Perencanaan
  • 8.
    48 Pada tahapperencanaan siklus II diawali dengan refleksi dan analisis bersama antara peneliti dan guru terhadap hasil belajar siswa, mengidentifikasi masalah, menganalisa masalah dan mencari alternatif pemecahan masalah. Dari hasil tersebut di atas peneliti melakukan hal-hal sebagai berikut: 1). Menyusun Rencana Perbaikan Pembelajaran (RPP) siklus II dengan memperhatikan kekurangan yang terjadi pada perbaikan siklus I. 2). Menyiapkan bahan ajar, lembar kerja siswa (LKS) yang akan digunakan oleh siswa pada proses pembelajaran 3). Menyiapkan instrument pengumpulan data yaitu : a). Lembar pengamatan aktivitas siswa selama melaksanakan penugasan. b). Lembar tes akhir pembelajaran 4). Merencanakan aspek-aspek yang diamati dan dinilai dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran, yaitu persiapan, kejelasan materi, pengorganisasian, latihan dan bimbingan, penutup. b. Pelaksanaan Tindakan Pada tahap pelaksanaan siklus II peneliti dibantu oleh guru (kolaborator) melaksanakan skenario pembelajaran seperti yang telah di rencanakan di dalam RPP yaitu Guru melaksanakan pembelajaran Matematika masih tentang materi yang sama yaitu operasi hitung
  • 9.
    49 bilangan bulatdengan menggunakan metode PQ4R berdasarkan rencana pembelajaran hasil refleksi pada siklus pertama. c. Observasi Pada tahap ini peneliti dan guru melakukan pengamatan terhadap aktifitas pembelajaran dengan menggunakan metode PQ4R pada siklus pertama d. Refleksi Tim peneliti melakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus kedua seperti pada siklus pertama, serta menganalisis untuk membuat kesimpulan atas pelaksanaan metode PQ4R dan hasil belajar siswa dalam pelajaran Matematika pada materi operasi hitung bilangan bulat SDN Suruh-Sidoarjo. Pada tahap refleksi, dilakukan refleksi terhadap pelaksanaan siklus I dan siklus II serta diskusi dengan guru kolaborator untuk mengevaluasi untuk membuat kesimpulan atas pelaksanaan pembelajaran matematika dengan metode PQ4R dalam meningkatkan hasil belajar. siswa setelah melaksanakan rangkaian kegiatan mulai dari siklus I sampai siklus II. Apabila siklus 1 dan 2 belum berhasil, maka dilanjutkan ke siklus 3 dan seterusnya dengan tahap-tahap yang sama sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. F. Data dan Cara Pengambilan 1. Data
  • 10.
    50 Data adalahsemua keterangan seseorang yang dijadikan responden maupun yang berasal dari dokumen-dokumen, baik bentuk statistik atau dalam bentuk lainnya guna keperluan penelitian yang dimaksud.3 Dengan demikian maka peneliti menggunakan dua data untuk keperluan antara lain: a. Data Kualitatif Data yang berupa penerangan dalam bentuk uraian atau penjelasan (tidak berbentuk angka).4 Adapun yang termasuk data kualitatif pada penelitian ini adalah data-data untuk mengetahui aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran, selain itu data kuaitatif juga digunakan untuk mengetahui situasi dan kondisi selama proses pembelajaran berlangsung. b. Data kuantitatif Data kuantitatif yaitu penyajian dalam bentuk angka-angka.5 Adapun yang termasuk data kuantitatif pada penelitian ini adalah data-data tentang hasil belajar siswa (tes). 2. Sumber Data a. Siswa 3 P. joko Subagyo, Metode Penelitian: Dalam Teori dan Praktek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2006),87 4 Ibid., 94 5 Ibid., 97
  • 11.
    51 Untuk mendapatkandata tentang hasil belajar siswa kelas v di SDN SURUH-Sidoarjo selama proses kegiatan mengajar yang berjumlah 25 siswa. b. Guru Untuk melihat tingkat keberhasilan implementasi metode PQ4R dan hasil belajar siswa dalam proses pembeajaran. 3. Cara Pengambilan Data a. Observasi Observasi dilakukan untuk mengamati kondisi, situasi, proses, dan perilaku siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung dari tahap awal sampai akhir. Dalam observasi ini digunakan untuk mengetahui data tentang aktivitas belajar siswa dan guru dalam proses belajar mngajar. Untuk mengetahui peningkatan aktivitas guru dalam mengajar dalam mengajar dengan penerapan metode PQ4R. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data yang dilakukan dengan teknik observasi adalah sebagai berikut: Tabel 3.1 Instrument Lembar Observasi tentang Aktivitas Guru No. Aspek yang Diamati Kriteria Aspek yang Diamati Skor Hasil
  • 12.
    52 1. Perangkatpembelajaran yaitu RPP a. Guru belum menyiapkan RPP 1 b. Guru sudah menyiapkan RPP tetapi belum dilaksanakan. 2 c. Guru telah menyiapkan RPP serta menerapkannya dengan maksimal. 3 2. Persiapan media pembelajaran a. Guru belum menyiapkan media pembelajaran 1 b. Guru telah menyiapan media pembelajaran tetapi belum diterapkan 2 c. Guru telah menyiapkan media pembelajaran dan telah menyiapkan secara optimal. 3 3. Memberi motivasi dengan yel-yel kelas. a. Guru belum bisa memotivasi siswa 1 b. Guru telah memberi motivasi dengan yel-yel tetapi tidak dihiraukan siswa 2 c. Guru telah memberikan motivasi dengan yel-yel yang menarik 3
  • 13.
    53 epada siswasehingga siswa termotivasi. 4. Mengingat kembali pelajaran sebelumnya a. Guru tidak feed beck tentang materi sebelumnya. 1 b. Guru memberikan feed back sebagian materi sebelumnya tetapi belum optimal. 2 c. Guru memberikan feed back sebelumnya secara baik dan optimal 3 5. Menyampaikan tujuan pembelajaran a. Guru tidak menyampaikantujun pembelajaran 1 b. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran tetapi tidak dijelaskan dengan maksimal. 2 c. Guru telah menyampaikan tujuan pembelajaranserta dijelaskan dengan optimal. 3 6. Guru memberikan suatu a. Guru tidak pernah memberikan pertanyaan kepada siswa. 1 b. Guru hanya sekali memberikan 2
  • 14.
    54 pertanyaan padasiswa pertanyaan kepada siswa. c. Guru selalu memberikan pertanyaan setelah menyampaikan materi pelajaran kepada siswa. 3 7. Guru memberikan LKS pada siswa a. Guru tidak memberikan LKS pada siswa. 1 b. Guru terkadang memberikan LKS pada siswa 2 c. Guru selalu menyiapkan dan memberi LKS pada siswa 3 8. Guru menjelaskan aturan dalam pembelajaran a. Guru tidak menjelaskan aturan dalam pembelajaran. 1 b. Guru terkadang menjelaskan aturan dalam pembelajaran. 2 c. Guru tidak membimbing siswa untuk menemukan konsep dan prinsip materi pembelajaran. 3 9. Guru membimbing siswa untuk a. Guru tidak membimbing siswa untuk menemukan konsep dan prinsip materi pelajaran. 1
  • 15.
    55 menemukan konsepdan prinsip materi tersebut. b. Guru terkadang membimbing siswa untuk menemukan konsep dan prinsip materi pelajaran. 2 c. Guru selalu mebimbing siswa untuk menemukan konsep dan prinsip materi pelajaran. 3 10. Guru memberi penguatan materi yang telah dilakukan a. Guru tidak memberikan penguatan materi yang telah disampaikan. 1 b. Guru terkadang memberikan penguatan pada materi yang telah disampaikan. 2 c. Guru selalu memberi penguatan pada materi yang telah disampaikan. 3 11. Guru memberikan kesimpulan pembeajaran yang telah dilakukan siswa. a. Guru tidak memberikan kesimpulan pembelajaran yang telah dilakukan oleh siswa. 1 b. Guru terkadang memberikan kesimpulan pembelajaran yang telah dilakuka oleh siswa. 2
  • 16.
    56 c. Guruselalu memberikan kesimpulan hasil pembelajaran yang telah dilakukan oleh siswa. 3 12. Guru bertanya jawab tetang hal-hal yang belum diketahui siswa a. Guru tidak melakukan tanya jawab dengan siswa tentang materi yang belum dipahami siswa 1 b. Guru terkadang melakukan Tanya jawab dengan siswa tentang mateti yang belum dipahami oleh siswa. 2 c. Guru selalu melakukan tanya jawab tentang materi yang belum dipahami siswa. 3 13. Guru memberikan pertanyaan atau soal kepada siswa a. Guru tidak memberi pertanyaan pada siswa tetang materi yang telah disampaikan. 1 b. Guru terkadang memberi pertanyaan pada siswa tentang materi yang telah disampaikan 2 c. Guru selalu memberi pertanyaan 3
  • 17.
    57 pada siswatentang materi yang telah disampaikan 14. Guru memberi motivasi dengan yel-yel khusus kelas v a. Guru tidak memotivasi siswa dengan yel-yel 1 b. Guru terkadang memotivasi siswa dengan yel-yel 2 c. Guru selalu memotivasi siswa dengan yel-yel khusus kelas v 3 15. Guru engakhiridengan do’a bersama a. Guru tidak tepat dalam mengakhiri proses belajar mengajar 1 b. Guru terkadang mengakhiri proses belajar mengajar dengan do’a 2 d. Guru selalu mengakhiri proses belajar mengajar dengan do’a bersama 3 16. Ketepatan memulai pembelajaran a. Guru tidak tepat dalam memulai pembelajaran 1 b. Guru terkadang mengakhiri proses belajar mengajar dengan 2
  • 18.
    58 do’a c.Guru selalu tepat dalam memulai pembelajaran 3 17. Ketepatan menutu pembelajaran a. Guru tidak tepat dalam menutup pembelajaran. 1 b. Guru kurang tepat dalam menutup pembelajaran 2 c. Guru selalu tepat dalam menutup pembelajaran. 3 18. Kesesuaian dengan RPP a. Guru menyampaikan materi pembelajaran yang tidak sesuai dengan RPP. 1 b. Guru terkadang menyampaikan materi pembelajaran sesuai dengan RPP 2 c. Guru selalu menyampaikan materi sesuai dengan RPP 3 19. Kelas kondusif a. Guru tidak menciptakan kelas yang kondusif. 1 b. Guru terkadang menciptakan kelas yang kondusif 2
  • 19.
    59 c. Guruselalu menciptakan kelas yang kondusif. 3 Jumlah Tabel 3.2 Instrument Lembar Observasi aktivitas Siswa No. Aspek yang Diamati Kriteria Aspek yang diamati Skor Hasil 1. Menjawab salam a. Siswa tidak menjawab salam 1 b. Sebagian siswa menjawab salam 2 c. Seluruh siswa menjawab salam dengan kompak. 3 2. Perhatian terhadap penjelasan materi ajar a. Siswa tidak memperhatikan penjelasan dari guru. 1 b. Sebagian siswa memperhatikan penjelasan dari guru tetapi masih banyak yang belum siap menerima pelajaran 2 c. Seluruh siswa memperhatikan penjelasan 3
  • 20.
    60 dari gurudan seluruh siswa sudah siap untuk menerima pelajaran dengan baik. 3. Merespon kegiatan apersepsi a. Siswa tidak menjawab pertanyaan dari guru ketika diberikan apersepsi. 1 b. Sebagian siswa menjawab pertanyaan dari guru ketika diberikan apersepsi 2 c. Seluruh siswa merespon dengan menjawab pertanyaan dari guru ketika diberikan apersepsi. 3 4. Perhatian terhadap petunjuk yang diberikan oleh guru. a. Siswa tidak memperhatikan petunjuk yang diberikan oleh guru 1 b. Siswa memperhatikan petunjuk yang diberikan oleh guru akan tetapi masih ada sebagian yang belum dipahami siswa. 2
  • 21.
    61 c. Seluruhsiswa memperhatikan pelajaran. 3 5. Semangat dalam mengerjakan tugas. a. Siswa terlihat malas dalam mengerjkan tugas. 1 b. Sebagian siswa terlihat semangat dalam mengerjakan tugas. 2 c. Siswa tampa bersemangat dan saling mendukung dalam mengerjakan tugas. 3 6. Keterampilan dalam mengerjakan tugas. a. Siswa tidak tuntas dalam mengerjakan tugas. 1 b. Sebagian besar siswatuntas dalam mengerjakan tugas. 2 c. Seluruh siswa tuntas dalam mengerjakan tugas. 3 7. Ketangkasan dalam mengerjakan tugas a. Siswa tidak bisa menjawab pertanyaan dari guru 1 b. Sebagian siswa mampu menjawab pertanyaan dari guru. 2
  • 22.
    62 c. Seluruhsiswa semangat dalam menjawab [ertanyaan dari guru. 3 8. Mengerjakan tugas dengan mandiri a. Siswa tidak mengerjakan tugas dengan mandiri 1 b. Sebagian siswa mengerjakan tugas dengan mandiri. 2 c. Seluruh siswa mengerjakan tugas dengan mandiri 3 9. Perhatian terhadap media yang ditampilkan/diberikan oleh guru. a. Tidak ada siswa yang memperhatikan media yang ditampilkan/diberikan oleh guru. 1 b. Sebagian besar siswa mau memperhatikan media yang ditampilkan/diberikan oleh guru 2 c. Seluruh siswa mau memperhatikan media yang ditampilkan/diberikan oleh guru 3
  • 23.
    63 10. Responsiswa terhadap ajakan guru untuk menyimpulkan a. Siswa tidak memberikan respon terhadap ajakan guru ntuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan 1 b. Sebagian besar siswa merespon trhadap ajakan guru untuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan 2 c. Seluruh siswa merespon terhadap ajakan guru untuk menyimpulkan materi yang telah disampaikan. 3 Jumlah b. Wawancara Wawancara ini digunakan untuk memperoleh data tentang keadaan guru selama proses belajar mengajar dan apa saja kesulitan yang dihadapi guru selama proses belajar mengajar berlangsung dengan menggunakan PQ4R. Instrument yang digunakan untuk
  • 24.
    64 mengumpulkan datayang dilaukan dengan teknik observasi adalah sebagai berikut: Tabel 3.3 Instrumen Lembar Wawancara Guru No. Pertanyaan 1. Apa strategi, metode dan media yang bapak gunakan? 2. Bagaimana respon siswa ketika menggunakanstrategi, metode dan media tersebut? 3. Apa yang menjadi kendala ketika pelajaran berlangsung? 4. Bagaimana hasil belajar yang telah diraih oleh siswa setelah diterapkan strategi ini? Tabel 3.4 Instrument Lembar Wawancara Siswa No. Pertanyaan 1. Bagaimana pendapatmu tentang pembelajaran yang baru diikuti? 2. Apakah kalian senang dengan pembelajaran matematika hari ini? Mengapa? 3. Bagaimana menurut pendapatmu tentang cara guru menerangkan atau menjelaskan pembelajaran matematika yang baru saja kalian ikuti?
  • 25.
    65 4. Bagaimanapembelajaran matematika pada materi operasi hitung bilangan bulat? Mudah ataukah sulit? 5. Apakah kalian bersemangat ketika melakukan proses pembelajaran. c. Tes Tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa, jenis yang digunakan adalah tes tulis. tes tulis dituangkan dalam soal pada akhir pembelajaran dengan kisi-kisi sebagai berikut: Tabel 3.5 Kisi-kisi Butir Soal No. Unsur yang hendak diukur Indikator Nomor Butir Soal 1. Knowledge (pengetahuan ) 1.1 Melakukan operasi hitung bilangan bulat termasuk penggunaan sifat- sifatnya, pembulatan, dan penaksiran. 1,2,3,4,5 2. Comprehension (pemahaman) 1.3 Melakukan operasi hitung campuran bilangan bulat. 6,7,8,9,10
  • 26.
    66 4. TeknikAnalisis Data Teknik pengumpulan data berguna untuk pengumpulan data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, antara lain: a. Data observasi kegiatan guru dan siswa Data ini dieroleh dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh guru bidang studi dengan teman sejawat sebagai pengamat. Pengamatan dilakukan mulai tahap pendahuluan sampai penutup.pengamat menuliskan penilaian padda setiap aspek dengan cara memberi tanda (√) untuk instrument pengamatan siswa pada kolom nilai yang sesuai. Peneliti mengadakan analisis data dengan rumus: Σ n = Xp = Dengan rincian: Σ n = rata-rata Xp = nilai presentase Jumlah masing masing tahapan PQ4R dalam pembelajaran yang mampu dilakukan guru dan respon siswa, diberikan kriteria penialaian dengan skor 1 (sangat kurang), 2 (kurang), 3 (baik). Sedangkan jumlah skor ideal dalam tahapan kegiatan pembelajaran
  • 27.
    67 matematika denganpendekatan PQ4R berjumlah 19 tahap dikalikan skor maksimal 3. Tabel 3.7 Tingkat keberhasilan guru dan siswa dalam pembelajaran Tingkat keberhasilan Kriteria ≥ 90 % 80 – 89 % 60 – 79 % 40 – 59 % ≤ 40 % Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang b. Tes evaluasi hasil belajar Siswa diberi test evaluasi pada setiap akhir siklus yaitu antara 1-10 soal untuk setiap siklusnya dengan kriteria penilaian soal sesuai dengan bobot soal. X = 100 X = nilai Pembelajaran matematika dengan metode PQ4R terdiri dari 10 soal, kemudian dianalisis tiap item soal dengan cara menghitung siswa
  • 28.
    68 yang menjawabsama pada soal tersebut dibagi dengan jumlah siswa keseluruhan dikalikan 100%. Tabel 3.8 Kriteria respon siswa dalam pembelajaran (kelas) Tingkat keberhasilan Kriteria ≥ 90 % 80 – 89 % 60 – 79 % 40 – 59 % ≤ 40 % Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Pada mata pelajaran Matematika dengan pendekatan PQ4R. Tes yang diberikan kepada siswa SDN SURUH-SIDOARJO ini adalah tes tertulis yaitu soal-soaloperasi hitung bilangan bulat. Sedangkan analisis ketuntasan belajar, dikategorikan secara perseorangan dan secara klasikal. Pembelajaran ini dianggap berhasil jika siswa mampu menyelesaikan soal-soal yang berkaitan dengan operasi pembagian dan telah mencapai skor minimal 70. Adapun kriteria ketuntasan belajar siswa secara perorangan adalah sebagai berikut:
  • 29.
    69 Tabel 3.9 Kriteria tingkat ketuntasan/kelulusan belajar siswa dalam pembelajaran Lulus ≥ 70 Sangat Baik 89 -100 Baik 79 - 88 Cukup 68 – 78 Tidak lulus ≤ 70 Kurang 45 – 70 Sangat kurang 0 - 45 G. Indikator Kinerja Dalam PTK ini yang akan dilihat adalah indikator kinerjanya, selain siswa adalah guru. Kriteria ketuntasan siswa dan indikator keberhasilan kinerja dapat ditetapkan sebagai berikut: 1) Siswa Tes : nilai rata-rata normatif Observasi : keaktifan siswa dalam pembelajaran matematika 2) Guru Dokumentasi : kehadiran, RPP, dan kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran matematika. Observasi : hasil observasi Setelah dilakukan PTK ini diharapkan dapat terjadi peningkatan hasil belajar siswa kelas 5 SDN SURUH-Sidoarjo dengan indikator: skor minimal 70, dan tuntas secara klasikal jika kelas tersebut terdapat ≥ 80% siswa yang
  • 30.
    70 telah mencapainilai lebih dari sama dengan 70. Respon siswa dalam pembelajaran dikategorikan baik berdasarkan hasil wawancara (≥ 80%) dan hasil persentase siswa dalam mengikuti pembelajaran sebesar 80%. Keterlaksanaannya langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan langkah- langkah PQ4R dalam pembelajaran operasi pembagian di kelas 5 SDN SURUH-Sidoarjo dengan hasil persentase kemampuan guru sebesar 80%. H. Tim Peneliti dan Tugasnya Penelitian tindakan kelas ini dilakukan oleh gurue kelas, yaitu Bpk. Purnomo, S.Pd.I yang berkolaborasi dengan peneliti (mahasiswa) dalam proses pembelajaran yang berguna unutk meningkatkan hasil belajar siswa kelas 5 terkait materi operasi hitung bilangan bulat melalui metode PQ4R. Guru dan peneliti merupakan kesatuan tim yang bertugas untuk mengarahkan proses kegiatan pembelajaranagar berjalan efektif dan juga diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa untuk turut aktif dalam kegiatan denga nilai yang memuaskan. Sehingga akan diketahui sejauh mana pemahaman siswa tentang materi operasi hitung bilangan bulat melalui metode PQ4R. Peneliti disini bertugas untuk melakukan penelitian terhadap kinerja guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dengan siswa. Selain itu peneliti mempunyai tugas menyediakan perabgkat pembelajaran (RPP). RPP yang sudah dibat dipraktikkan. Kemudian peeliti bersama guru malakukan
  • 31.
    71 evaluasi terhadaphasil belajar siswa. Sehingga peneliti dan guru mengetahui sejauh mana hasil belajar siswa apakah sudah meningkat dan sebaliknya.
  • 32.
    72 DAFTAR PUSTAKA Crow , L. Crow.A. 1989. Psychologi Pendidikan. Yogyakarta: Nur Cahaya Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Standar Isi. Jakarta : …., Heruman. 2007. Model Pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Lisnawati, Ratna dan Dani haryanto.2011. Teori-teori Dasar Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Prestasi Pustakaraya Mustaki. 2008. Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Roestiyah NK.1982. Masalah-masalah Ilmu Keguruan, (Jakarta: Bumi Aksara Saepul, Asep. 2006. Bahan Perkuliahan Matematika 1. Surabaya: LAPIS- PGMI Simanjuntak, Lisnawati. 1992. Metode Pembelajaran Matematika. Jakarta: Rineka Cipta Slamet. 1999. Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta Tim LAPIS PGMI. 2009. Penelitian Tindakan Kelas (paket 5). Surabaya: Aprinta Trianto. 2007. Model-Model pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher Trianto.2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group Wijaya, Ariyadi. 2011. Pendidikan Matematika Realistik. Yogyakarta: Graha Ilmu 72