1. Media mampu memberikan rangsangan yang bervariasi kepada otak,
sehingga otak dapat berfungsi secara optimal.
2. Media dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh
peserta didik.
3. Media dapat melampaui batas ruang kelas.
•Objek terlalu besar, misalnya candi, stasiun, dan lain-lain.
•Beberapa objek, makhluk hidup dan benda, yang terlalu kecil untuk diamati dengan mata
telanjang, misalnya bakteri.
•Gerakan-gerakan yang terlalu lambat untuk diamati, misalnya proses pemekaran bunga.
•Gerakan-gerakan yang terlalu cepat dan sulit ditangkap oleh mata biasa, misalnya
kepakan sayap burung, kumbang, dan lain-lain.
•Objek yang dipelajari terlalu kompleks, misalnya rantai makanan.
4. Media membangkitkan motivasi dan rangsangan
untuk belajar. Pemasangan gambar-gambar,
pemutaran film, mendengarkan rekaman, atau
radio merupakan rangsangan yang
membangkitkan keinginan untuk belajar.
5. Media memberikan pengalaman yang integral / menyeluruh dari
sesuatu yang konkret maupun abstrak. Sebuah film atau serangkaian
foto tentang candi Borobudur, misalnya, dapat memberikan imajinasi
yang konkret tentang wujud, ukuran, lokasi, dan lain sebagainya.
 Tidak ada satu media pun yang paling
baik untuk semua tujuan.
 Media adalah bagian integral dari proses
pembelajaran.
 Media apapun yang akan digunakan,
sasaran akhirnya adalah untuk
memudahkan belajar peserta didik.
• Pemilihan media harus objektif, yaitu
berdasarkan pada tujuan
pembelajaran, tidak didasarkan pada
kesenangan pribadi staf pengajar.
• Untuk dapat memilih media dengan
tepat, guru harus mengenal ciri-ciri
dan tiap tiap media pembelajaran
• pemilihan media pembelajaran harus berorientasi pada
siswa yang belajar, artinya pemilihan media untuk
meningkatkan efektivitas belajar siswa,
• pemilihan media harus mempertimbangkan biaya
pengadaan, ketersediaan bahan media, mutu media,
dan lingkungan fisik tempat siswa belajar.
 Proses pembelajaran pada
tempat dan waktu yang sama
(same time/same place
instruction).
 Proses pembelajaran pada
waktu yang sama namun pada
tempat yang berbeda (same
time/different place instruction).
Interaksi pembelajaran dengan
menggunakan media telekomunikasi.
Media yang digunakan misalnya telepon,
dan faksimili.
Interaksi dengan menggunakan media
non interaktif. Contohnya yaitu siaran
program radio dan program televisi.
 Proses pembelajaran pada waktu yang
berbeda, namun pada tempat yang
sama (different time/same place
instruction).
 Proses pembelajaran berlangsung pada
waktu dan tempat yang berbeda (different
time/different place instruction).

Prinsip pemanfaatan media pembelajaran

  • 2.
    1. Media mampumemberikan rangsangan yang bervariasi kepada otak, sehingga otak dapat berfungsi secara optimal. 2. Media dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik. 3. Media dapat melampaui batas ruang kelas. •Objek terlalu besar, misalnya candi, stasiun, dan lain-lain. •Beberapa objek, makhluk hidup dan benda, yang terlalu kecil untuk diamati dengan mata telanjang, misalnya bakteri. •Gerakan-gerakan yang terlalu lambat untuk diamati, misalnya proses pemekaran bunga. •Gerakan-gerakan yang terlalu cepat dan sulit ditangkap oleh mata biasa, misalnya kepakan sayap burung, kumbang, dan lain-lain. •Objek yang dipelajari terlalu kompleks, misalnya rantai makanan.
  • 3.
    4. Media membangkitkanmotivasi dan rangsangan untuk belajar. Pemasangan gambar-gambar, pemutaran film, mendengarkan rekaman, atau radio merupakan rangsangan yang membangkitkan keinginan untuk belajar. 5. Media memberikan pengalaman yang integral / menyeluruh dari sesuatu yang konkret maupun abstrak. Sebuah film atau serangkaian foto tentang candi Borobudur, misalnya, dapat memberikan imajinasi yang konkret tentang wujud, ukuran, lokasi, dan lain sebagainya.
  • 4.
     Tidak adasatu media pun yang paling baik untuk semua tujuan.  Media adalah bagian integral dari proses pembelajaran.  Media apapun yang akan digunakan, sasaran akhirnya adalah untuk memudahkan belajar peserta didik.
  • 5.
    • Pemilihan mediaharus objektif, yaitu berdasarkan pada tujuan pembelajaran, tidak didasarkan pada kesenangan pribadi staf pengajar. • Untuk dapat memilih media dengan tepat, guru harus mengenal ciri-ciri dan tiap tiap media pembelajaran
  • 6.
    • pemilihan mediapembelajaran harus berorientasi pada siswa yang belajar, artinya pemilihan media untuk meningkatkan efektivitas belajar siswa, • pemilihan media harus mempertimbangkan biaya pengadaan, ketersediaan bahan media, mutu media, dan lingkungan fisik tempat siswa belajar.
  • 7.
     Proses pembelajaranpada tempat dan waktu yang sama (same time/same place instruction).  Proses pembelajaran pada waktu yang sama namun pada tempat yang berbeda (same time/different place instruction). Interaksi pembelajaran dengan menggunakan media telekomunikasi. Media yang digunakan misalnya telepon, dan faksimili. Interaksi dengan menggunakan media non interaktif. Contohnya yaitu siaran program radio dan program televisi.
  • 8.
     Proses pembelajaranpada waktu yang berbeda, namun pada tempat yang sama (different time/same place instruction).  Proses pembelajaran berlangsung pada waktu dan tempat yang berbeda (different time/different place instruction).