MODEL PEMBELAJARAN TERPADU IMMERSED
MENURUT FOGARTY
Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah IPA Terpadu
Dosen Pengampu : Fahrizal Eko Setiono, S.Pd, M.Pd; Dr. Sarwanto, S.Pd, M.Si
Disusun Oleh :
Tiara Obrilian C. - K2312071
Usman Abdillah - K2312074
2012 / Kelas A / Semester 6
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2015
A. Karakteristik Pembelajaran Terpadu Tipe Immersed
Pembelajaran terpadu tipe immersed merupakan pembelajaran yang dirancang agar
setiap individu dapat memadukan semua data dari beberapa bidang ilmu dan
menghasilkan pemikiran sesuai bidang minatnya. Pembelajaran immersed ini
memerlukan kemampuan berpikir yang tinggi pada anak.
Tipe ini tidak mengharuskan sebuah perancangan yang rumit. Tipe ini dapat
berlangsung secara otomatis karena proses perpaduan terjadi secara internal dalam diri
pebelajar, akan tetapi sekali tipe ini dipakai, maka tim pengajar harus dapat memfasilitasi
proses perpaduan dengan memperhitungkan materi pembelajaran yang luas, variasi materi
pembelajaran, yang dipadukan dengan berbagai keterampilan, konsep, dan sikap kerja
yang baik dari pebelajar immersed (Fogarty, 1991; 86).
Menurut Suprayekti (2003) arti harfiah dari kata immersed adalah pencelupan atau
pembenaman. Pada pembelajaran terpadu tipe ini, seluruh mata pelajaran merupakan
bagian dari sudut pandang keahlian para siswa secara individu. Para siswa menyaring
sendiri seluruh konsep yang dipelajarinya menurut sudut pandang mereka sendiri dan
meleburkan atau membenamkan diri mereka dalam pengalaman melalui kegiatan yang
dijalaninya.
Diagram immersed
Model Immersed merupakan model keterpaduan yang terjadi di dalam individu atau
siswanya. Model Immersed juga disebut dengan model intensif, karena pada model ini
keterpaduan terfokus pada satu bidang. Kata Immersed berarti terbenam, maksudnya
yaitu seorang siswa bekecimpung dan mendalami suatu bidang yang menjadi keahlian
atau minatnya. Jadi model Immersed ini diartikan bahwa seorang learner (pebelajar) yang
mempunyai keinginan atau mempunyai minat dalam suatu bidang yang sama
digabungkan dalam suatu kelompok. Penggabungan ini bermaksud agar dalam kelompok
tersebut seorang individu dapat memperdalam materi atau mengembangkan minat yang ia
miliki.
Misalnya yaitu pada pembelajaran pengelolaan laboratorium, siswa-siswa yang
memiliki minat di bidang desain laboratorium akan digabungkan menjadi satu agar dapat
memperdalam materi.
B. Langkah-langkah Pembelajaran Terpadu Model Immersed
Pada dasarnya langkah-langkah pembelajaran terpadu tipe immersed mengikuti
tahap-tahap yang dilalui dalam setiap pembelajaran terpadu yang meliputi tiga tahap, yaitu
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi (Prabowo 2006; 4)
1. Tahap perencanaan, terdiri dari
 Menentukan jenis mata pelajaran yang dipadukan.
 Memilih kajian materi, standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator.
Langkah ini akan mengarahkan guru untuk menentukan sub-keterampilan dari
masing-masing keterampilan dalam satu unit pelajaran.
 Menentukan sub-keterampilan yang dipadukan. Secara umum, keterampilan-
keterampilan yang harus dikuasai meliputi keterampilan berpikir (thinking skill),
keterampilan sosial (social skill), dan keterampilan mengorganisasi (organizing
skill) yang masing-masing terdiri atas sub-sub keterampilan.
 Merumuskan indikator hasil belajar. Berdasarkan kompetensi dasar dan sub-
keterampilan yang telah dipilih, dirumuskan indikator. Setiap indikator
dirumuskan berdasarkan kaidah penulisan yang meliputi: audience, behaviour,
condition, dan degree.
 Menentukan langkah-langkah pembelajaran. Langkah ini diperlukan sebagai
strategi guru untuk memadukan setiap sub-keterampilan yang telah dipilih pada
setiap langkah pembelajaran.
2. Tahap Pelaksanaan. Tahap ini meliputi skenario langkah-langkah pembelajaran.
Menurut Samani (dalam Lutfiana, 2006; 32) tidak ada model pembelajaran tunggal
yang cocok untuk suatu topik dalam pembelajaran terpadu. Dalam Depdiknas (1996;
6) prinsip-prinsip pelaksanaan pembelajaran terpadu meliputi:
 Guru hendaknya jangan menjadi aktor tunggal yang mendominasi pembicaraan
dalam proses pembelajaran.
 Pemberian tanggung jawab individu dan kelompok harus jelas dalam setiap tugas
yang menuntut adanya kerja sama kelompok.
 Guru perlu mengakomodasi ide-ide yang terkadang sama sekali tidak terpikirkan
dalam perencanaan.
3. Tahap evaluasi. Tahap ini dapat berupa evaluasi proses pembelajaran dan evaluasi
hasil pembelajaran. Tahap evaluasi sebagaimana termuat pada Depdiknas (dalam
Lutfiana, 2006; 32) hendaknya memperhatikan prinsip evaluasi pembelajaran terpadu.
C. Kelebihan dari Pembelajaran Terpadu Tipe Immersed
Terdapat beberapa kelebihan dari pembelajaran terpadu tipe immersed yakni
sebagai berikut:
1. Dampak positif dari membenamkan ide-ide dari beberapa bidang studi adalah siswa
dapat memadukan semua data dari setiap bidang ilmu dan menghasilkan pemikiran
sesuai dengan minatnya.
2. Siswa merasa tak pernah puas dalam menuntut ilmu. Karena siswa tersebut berada
pada suatu kelompok yang menjadi minatnya maka siswa tersebut akan senantiasa
mengkaji, mengkonseptualisasi, memperbaiki, serta mengasimilasi ide-ide secara
terus menerus sesuai dengan minatnya.
3. Terbentuknya keyakinan bahwa semakin banyak tahu, semakin tidak tahu. Hal ini
dapat memacu siswa untuk terus menggali ilmu sehingga akan banyak pengetahuan
baru yang ia peroleh.
4. Pebelajar dapat membuat hubungan secara eksplisit dengan pebelajar yang lain.
Karena model immersed menggabungakan pebelajar satu dengan yang lain yang
memiliki minat yang sama maka secara tidak langsung akan terjain hubungan diantara
pebelajar tersebut.
D. Kelemahan Pembelajaran Terpadu Tipe Immersed
Beberapa kelemahan yang mungkin dijumpai pada pembelajaran terpadu tipe immersed
diantaranya adalah:
1. Karena yang dipelajari hanya dari satu sudut pandang, maka materi yang dipelajari
masih terasa dangkal.
2. Model pembelajaran terpadu tipe immersed, menekankan pada penggabungan
pengetahuan pada beberapa bidang studi berbeda untuk membahas suatu masalah
khusus. Keadaan ini berpotensi untuk mempersempit cakupan pemikiran siswa
terhadap bidang-bidang studi tertentu.
3. Pada jenjang pendidikan dasar, keluasan wawasan pemikiran siswa merupakan hal
semestinya ditekankan, tidak perlu terburu-buru untuk mengkhususkannya.
E. Contoh Penerapan Model Immersed
Contoh model Immersed yaitu seperti pada kelas imersi, dimana pada kelas
imersi beberapa pelajar yang memiliki minat atau menyukai bahasa inggris digabung
menjadi satu agar mereka bisa memperdalam materi dan mengembangkan minatnya.
PELAJAR
“D”
PELAJAR
“A”
PELAJAR
“B”
PELAJAR
“C”
KELAS IMERSI
Sumber :
Fogarty, Robin. 1991. “How to Integrate the Curricula”. United States of America :
IRI/Skylight Publishing, Inc.
Suprayekti, dkk. 2003. Pembaharuan Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Alamendah. 2013. Pembelajaran Terpadu Model Immersed. Tersedia di :
https://journal424.wordpress.com/2013/02/10/pembelajaran-terpadu-model-immersed-
pembenaman/. (diakses 3 Maret 2015)

Model pembelajaran-terpadu-immersed

  • 1.
    MODEL PEMBELAJARAN TERPADUIMMERSED MENURUT FOGARTY Tugas ini disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah IPA Terpadu Dosen Pengampu : Fahrizal Eko Setiono, S.Pd, M.Pd; Dr. Sarwanto, S.Pd, M.Si Disusun Oleh : Tiara Obrilian C. - K2312071 Usman Abdillah - K2312074 2012 / Kelas A / Semester 6 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2015
  • 2.
    A. Karakteristik PembelajaranTerpadu Tipe Immersed Pembelajaran terpadu tipe immersed merupakan pembelajaran yang dirancang agar setiap individu dapat memadukan semua data dari beberapa bidang ilmu dan menghasilkan pemikiran sesuai bidang minatnya. Pembelajaran immersed ini memerlukan kemampuan berpikir yang tinggi pada anak. Tipe ini tidak mengharuskan sebuah perancangan yang rumit. Tipe ini dapat berlangsung secara otomatis karena proses perpaduan terjadi secara internal dalam diri pebelajar, akan tetapi sekali tipe ini dipakai, maka tim pengajar harus dapat memfasilitasi proses perpaduan dengan memperhitungkan materi pembelajaran yang luas, variasi materi pembelajaran, yang dipadukan dengan berbagai keterampilan, konsep, dan sikap kerja yang baik dari pebelajar immersed (Fogarty, 1991; 86). Menurut Suprayekti (2003) arti harfiah dari kata immersed adalah pencelupan atau pembenaman. Pada pembelajaran terpadu tipe ini, seluruh mata pelajaran merupakan bagian dari sudut pandang keahlian para siswa secara individu. Para siswa menyaring sendiri seluruh konsep yang dipelajarinya menurut sudut pandang mereka sendiri dan meleburkan atau membenamkan diri mereka dalam pengalaman melalui kegiatan yang dijalaninya. Diagram immersed Model Immersed merupakan model keterpaduan yang terjadi di dalam individu atau siswanya. Model Immersed juga disebut dengan model intensif, karena pada model ini keterpaduan terfokus pada satu bidang. Kata Immersed berarti terbenam, maksudnya yaitu seorang siswa bekecimpung dan mendalami suatu bidang yang menjadi keahlian
  • 3.
    atau minatnya. Jadimodel Immersed ini diartikan bahwa seorang learner (pebelajar) yang mempunyai keinginan atau mempunyai minat dalam suatu bidang yang sama digabungkan dalam suatu kelompok. Penggabungan ini bermaksud agar dalam kelompok tersebut seorang individu dapat memperdalam materi atau mengembangkan minat yang ia miliki. Misalnya yaitu pada pembelajaran pengelolaan laboratorium, siswa-siswa yang memiliki minat di bidang desain laboratorium akan digabungkan menjadi satu agar dapat memperdalam materi. B. Langkah-langkah Pembelajaran Terpadu Model Immersed Pada dasarnya langkah-langkah pembelajaran terpadu tipe immersed mengikuti tahap-tahap yang dilalui dalam setiap pembelajaran terpadu yang meliputi tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi (Prabowo 2006; 4) 1. Tahap perencanaan, terdiri dari  Menentukan jenis mata pelajaran yang dipadukan.  Memilih kajian materi, standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator. Langkah ini akan mengarahkan guru untuk menentukan sub-keterampilan dari masing-masing keterampilan dalam satu unit pelajaran.  Menentukan sub-keterampilan yang dipadukan. Secara umum, keterampilan- keterampilan yang harus dikuasai meliputi keterampilan berpikir (thinking skill), keterampilan sosial (social skill), dan keterampilan mengorganisasi (organizing skill) yang masing-masing terdiri atas sub-sub keterampilan.  Merumuskan indikator hasil belajar. Berdasarkan kompetensi dasar dan sub- keterampilan yang telah dipilih, dirumuskan indikator. Setiap indikator dirumuskan berdasarkan kaidah penulisan yang meliputi: audience, behaviour, condition, dan degree.  Menentukan langkah-langkah pembelajaran. Langkah ini diperlukan sebagai strategi guru untuk memadukan setiap sub-keterampilan yang telah dipilih pada setiap langkah pembelajaran. 2. Tahap Pelaksanaan. Tahap ini meliputi skenario langkah-langkah pembelajaran. Menurut Samani (dalam Lutfiana, 2006; 32) tidak ada model pembelajaran tunggal
  • 4.
    yang cocok untuksuatu topik dalam pembelajaran terpadu. Dalam Depdiknas (1996; 6) prinsip-prinsip pelaksanaan pembelajaran terpadu meliputi:  Guru hendaknya jangan menjadi aktor tunggal yang mendominasi pembicaraan dalam proses pembelajaran.  Pemberian tanggung jawab individu dan kelompok harus jelas dalam setiap tugas yang menuntut adanya kerja sama kelompok.  Guru perlu mengakomodasi ide-ide yang terkadang sama sekali tidak terpikirkan dalam perencanaan. 3. Tahap evaluasi. Tahap ini dapat berupa evaluasi proses pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran. Tahap evaluasi sebagaimana termuat pada Depdiknas (dalam Lutfiana, 2006; 32) hendaknya memperhatikan prinsip evaluasi pembelajaran terpadu. C. Kelebihan dari Pembelajaran Terpadu Tipe Immersed Terdapat beberapa kelebihan dari pembelajaran terpadu tipe immersed yakni sebagai berikut: 1. Dampak positif dari membenamkan ide-ide dari beberapa bidang studi adalah siswa dapat memadukan semua data dari setiap bidang ilmu dan menghasilkan pemikiran sesuai dengan minatnya. 2. Siswa merasa tak pernah puas dalam menuntut ilmu. Karena siswa tersebut berada pada suatu kelompok yang menjadi minatnya maka siswa tersebut akan senantiasa mengkaji, mengkonseptualisasi, memperbaiki, serta mengasimilasi ide-ide secara terus menerus sesuai dengan minatnya. 3. Terbentuknya keyakinan bahwa semakin banyak tahu, semakin tidak tahu. Hal ini dapat memacu siswa untuk terus menggali ilmu sehingga akan banyak pengetahuan baru yang ia peroleh. 4. Pebelajar dapat membuat hubungan secara eksplisit dengan pebelajar yang lain. Karena model immersed menggabungakan pebelajar satu dengan yang lain yang memiliki minat yang sama maka secara tidak langsung akan terjain hubungan diantara pebelajar tersebut.
  • 5.
    D. Kelemahan PembelajaranTerpadu Tipe Immersed Beberapa kelemahan yang mungkin dijumpai pada pembelajaran terpadu tipe immersed diantaranya adalah: 1. Karena yang dipelajari hanya dari satu sudut pandang, maka materi yang dipelajari masih terasa dangkal. 2. Model pembelajaran terpadu tipe immersed, menekankan pada penggabungan pengetahuan pada beberapa bidang studi berbeda untuk membahas suatu masalah khusus. Keadaan ini berpotensi untuk mempersempit cakupan pemikiran siswa terhadap bidang-bidang studi tertentu. 3. Pada jenjang pendidikan dasar, keluasan wawasan pemikiran siswa merupakan hal semestinya ditekankan, tidak perlu terburu-buru untuk mengkhususkannya. E. Contoh Penerapan Model Immersed
  • 6.
    Contoh model Immersedyaitu seperti pada kelas imersi, dimana pada kelas imersi beberapa pelajar yang memiliki minat atau menyukai bahasa inggris digabung menjadi satu agar mereka bisa memperdalam materi dan mengembangkan minatnya. PELAJAR “D” PELAJAR “A” PELAJAR “B” PELAJAR “C” KELAS IMERSI
  • 7.
    Sumber : Fogarty, Robin.1991. “How to Integrate the Curricula”. United States of America : IRI/Skylight Publishing, Inc. Suprayekti, dkk. 2003. Pembaharuan Pembelajaran di SD. Jakarta: Universitas Terbuka. Alamendah. 2013. Pembelajaran Terpadu Model Immersed. Tersedia di : https://journal424.wordpress.com/2013/02/10/pembelajaran-terpadu-model-immersed- pembenaman/. (diakses 3 Maret 2015)