Pajak Penghasilan Pasal 23
Dosen Pengampu: Anissa Windarti, M.Sc
Pemotong PPh pasal 23:
1.
2.
3.
4.
5.
6.

Badan pemerintah
Subjek Pajak badan dalam negeri
Penyelenggara kegiatan
Bentuk usaha tetap
Perwakilan perusahaan di luar negeri lainnya
Orang pribadi sebagai Wajib Pajak dalam negeri tertentu yang
ditunjuk oleh Kepala KPP :
- akuntan, arsitek, dokter, notaris, PPAT kecuali camat,
pengacara dan konsultan yang mengerjakan pekerjaan bebas
- orang pribadi yang menjalankan usaha yang
menyelenggarakan pembukuan atas pembayaran berupa sewa.

2
Wajib Pajak PPh pasal 23:
1. WP dalam negeri (orang pribadi dan badan)
2. BUT

Penghasilan yang dikenakan PPh pasal 23:
1. Dividen
2. Bunga termasuk premium, diskonto, imbalan sehubungan dengan jaminan
pengembalian utang
3. Royalti
4. Hadiah, penghargaan, bonus dan sejenisnya selain yang telah dipotong
PPh
5. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta
6. Imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi,
jasa konsultan dan jasa lainnya selain yang telah dipotong PPh pasal 21.

3
Bukan Objek PPh pasal 23:
1.
Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank
2.
Sewa yang dibayarkan atau terutang sehubungan dengan
sewa guna usaha dengan hak opsi
3.
Dividen atau bagian laba yang diterima atau diperoleh PT sbg
WP dalam negeri, koperasi, BUMN/D, dari penyertaan modal
pada badan usaha yg bersyarat *
4.
Bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari CV yg
modalnya tidak terbagi atas saham, persekutuan,
perkumpulan, firma, kongsi, termasuk pemegang unit
penyertaan kontrak investasi kolektif.
5.
SHU koperasi untuk anggotanya
6.
Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada badan usaha
atas jasa keuangan yang berfungsi sebagai penyalur
pinjaman dan/atau pembiayaan.

4
Tarif pajak dan dasar pemotongan PPh pasal 23:
Jenis Pajak

Tarif pemungutan

Dividen

15% x jumlah bruto

Bunga termasuk premium, diskonto dan imbalan
sehubungan dengan jaminan pengembalian utang

15% x jumlah bruto

Royalti

15% x jumlah bruto

Hadiah, penghargaan, bonus

15% x jumlah bruto

Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan
penggunaan harta

2% x jumlah bruto

Imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa
manajemen, jasa konstruksi, jasa konsultan, dan jasa
lain

2% x jumlah bruto

5
Perbedaan pengenaan PPh atas dividen, bunga dan sewa
Jenis
Penghasilan
Dividen

Pengenaan Pajak

Penghitungan

Penerima

-

PT, koperasi,
BUMN/D, dengan
syarat tertentu

PPh pasal 23

15% x jumlah bruto

WP dalam negeri

PPh pasal 26

20% x jumlah bruto (final)

WP luar negeri

PPh pasal 17 ayat (2)
c
Bunga

Bukan Objek Pajak

10% x jumlah bruto (final)

WP dalam negeri
OP

Bukan Objek Pajak

-

Perusahaan
reksadana atas
bunga obligasi

PPh pasal 23

15% x jumlah bruto

WP dalam negeri

PPh pasal 26

20% x jumlah bruto (final)

WP luar negeri

PPh pasal 4 ayat (2) c

20% x jumlah bruto

WP dalam negeri
atas bunga
deposito, tab, bunga
obligasi pasar
modal
6
Jenis
Penghasilan
Sewa

Pengenaan Pajak

Penghitungan

Penerima

PPh pasal 23

2% x jumlah bruto

WP dalam negeri

PPh pasal 26

20% jumlah bruto

WP luar negeri

PPh pasal 4 ayat 2

10% x jumlah bruto
(final)

WP dalam negeri atas
sewa tanah/bangunan

7
Saat terutang PPh pasal 23 :
pada akhir bulan dilakukan pembayaran
Penyetoran PPh pasal 23 :
selambat-lambatnya tgl 10 bulan takwim
berikutnya setelah bulan saat terutangnya pajak.
Penyetoran SPT Masa :
selambat-lambatnya 20 hari setelah masa pajak
berakhir.
8
Contoh Kasus 1
1. Pada tgl 1 April 2011, PT Dunia membayarkan dividen
tunai sbb :
Nama Pemegang
Saham

Jumlah
Penyertaan

Jumlah Dividen

PT Mutiara

5%

Rp 5 .000.000,00

Bank DKI

28 %

Rp 28.000.000,00

Bank BRI

25 %

Rp 25.000.000,00

PT Sinar

32 %

Rp 32.000.000,00

Fa. Tangguh

5%

Rp 5.000.000,00

Tuan Kitaro

5%

Rp 5.000.000,00

9
Contoh Kasus 2
2. Pada bulan April 2011, PT Musica Studio
membayarkan royalti kepada pencipta lagu
sebagai berikut :
Nama Pencipta
lagu

Jumlah Royalti

Ket

Ahmad Dhani

Rp 20.000.000,00

Mempunyai NPWP,
menikah dgn 3 anak

Anang

Rp 30.000.000,00

Tidak mempunyai
NPWP, menikah
dgn 2 anak

10
Contoh Kasus 3
3. Penerimaan bunga
PT Anugerah menerima bunga atas penyerahan
obligasi pada PT Karunia senilai Rp 7.800,00. Obligasi
tersebut tidak diperdagangkan di BEI. PPh pasal 23
yang dipotong oleh PT Karunia adalah

11
Contoh Kasus 4
4. Hadiah
Dalam rangka HUT RCTI ke-20, MNC Group
menyelenggarakan kegiatan fun-bike dan memberikan
hadiah kepada Ananda sebesar Rp 50.000.000,00
sebelum dipotong pajak. Ananda belum memiliki
NPWP.
PPh pasal 23 = …..

12
Contoh Kasus 5
5. Jasa design
Ivan Gunawan merupakan designer pakaian. Atas jasa
rancangannya, Ivan menerima Rp 10.000.000,00 dari
kliennya.
PPh pasal 23 = ……

13

PPh Pasal 23

  • 1.
    Pajak Penghasilan Pasal23 Dosen Pengampu: Anissa Windarti, M.Sc
  • 2.
    Pemotong PPh pasal23: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Badan pemerintah Subjek Pajak badan dalam negeri Penyelenggara kegiatan Bentuk usaha tetap Perwakilan perusahaan di luar negeri lainnya Orang pribadi sebagai Wajib Pajak dalam negeri tertentu yang ditunjuk oleh Kepala KPP : - akuntan, arsitek, dokter, notaris, PPAT kecuali camat, pengacara dan konsultan yang mengerjakan pekerjaan bebas - orang pribadi yang menjalankan usaha yang menyelenggarakan pembukuan atas pembayaran berupa sewa. 2
  • 3.
    Wajib Pajak PPhpasal 23: 1. WP dalam negeri (orang pribadi dan badan) 2. BUT Penghasilan yang dikenakan PPh pasal 23: 1. Dividen 2. Bunga termasuk premium, diskonto, imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang 3. Royalti 4. Hadiah, penghargaan, bonus dan sejenisnya selain yang telah dipotong PPh 5. Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta 6. Imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi, jasa konsultan dan jasa lainnya selain yang telah dipotong PPh pasal 21. 3
  • 4.
    Bukan Objek PPhpasal 23: 1. Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada bank 2. Sewa yang dibayarkan atau terutang sehubungan dengan sewa guna usaha dengan hak opsi 3. Dividen atau bagian laba yang diterima atau diperoleh PT sbg WP dalam negeri, koperasi, BUMN/D, dari penyertaan modal pada badan usaha yg bersyarat * 4. Bagian laba yang diterima atau diperoleh anggota dari CV yg modalnya tidak terbagi atas saham, persekutuan, perkumpulan, firma, kongsi, termasuk pemegang unit penyertaan kontrak investasi kolektif. 5. SHU koperasi untuk anggotanya 6. Penghasilan yang dibayar atau terutang kepada badan usaha atas jasa keuangan yang berfungsi sebagai penyalur pinjaman dan/atau pembiayaan. 4
  • 5.
    Tarif pajak dandasar pemotongan PPh pasal 23: Jenis Pajak Tarif pemungutan Dividen 15% x jumlah bruto Bunga termasuk premium, diskonto dan imbalan sehubungan dengan jaminan pengembalian utang 15% x jumlah bruto Royalti 15% x jumlah bruto Hadiah, penghargaan, bonus 15% x jumlah bruto Sewa dan penghasilan lain sehubungan dengan penggunaan harta 2% x jumlah bruto Imbalan sehubungan dengan jasa teknik, jasa manajemen, jasa konstruksi, jasa konsultan, dan jasa lain 2% x jumlah bruto 5
  • 6.
    Perbedaan pengenaan PPhatas dividen, bunga dan sewa Jenis Penghasilan Dividen Pengenaan Pajak Penghitungan Penerima - PT, koperasi, BUMN/D, dengan syarat tertentu PPh pasal 23 15% x jumlah bruto WP dalam negeri PPh pasal 26 20% x jumlah bruto (final) WP luar negeri PPh pasal 17 ayat (2) c Bunga Bukan Objek Pajak 10% x jumlah bruto (final) WP dalam negeri OP Bukan Objek Pajak - Perusahaan reksadana atas bunga obligasi PPh pasal 23 15% x jumlah bruto WP dalam negeri PPh pasal 26 20% x jumlah bruto (final) WP luar negeri PPh pasal 4 ayat (2) c 20% x jumlah bruto WP dalam negeri atas bunga deposito, tab, bunga obligasi pasar modal 6
  • 7.
    Jenis Penghasilan Sewa Pengenaan Pajak Penghitungan Penerima PPh pasal23 2% x jumlah bruto WP dalam negeri PPh pasal 26 20% jumlah bruto WP luar negeri PPh pasal 4 ayat 2 10% x jumlah bruto (final) WP dalam negeri atas sewa tanah/bangunan 7
  • 8.
    Saat terutang PPhpasal 23 : pada akhir bulan dilakukan pembayaran Penyetoran PPh pasal 23 : selambat-lambatnya tgl 10 bulan takwim berikutnya setelah bulan saat terutangnya pajak. Penyetoran SPT Masa : selambat-lambatnya 20 hari setelah masa pajak berakhir. 8
  • 9.
    Contoh Kasus 1 1.Pada tgl 1 April 2011, PT Dunia membayarkan dividen tunai sbb : Nama Pemegang Saham Jumlah Penyertaan Jumlah Dividen PT Mutiara 5% Rp 5 .000.000,00 Bank DKI 28 % Rp 28.000.000,00 Bank BRI 25 % Rp 25.000.000,00 PT Sinar 32 % Rp 32.000.000,00 Fa. Tangguh 5% Rp 5.000.000,00 Tuan Kitaro 5% Rp 5.000.000,00 9
  • 10.
    Contoh Kasus 2 2.Pada bulan April 2011, PT Musica Studio membayarkan royalti kepada pencipta lagu sebagai berikut : Nama Pencipta lagu Jumlah Royalti Ket Ahmad Dhani Rp 20.000.000,00 Mempunyai NPWP, menikah dgn 3 anak Anang Rp 30.000.000,00 Tidak mempunyai NPWP, menikah dgn 2 anak 10
  • 11.
    Contoh Kasus 3 3.Penerimaan bunga PT Anugerah menerima bunga atas penyerahan obligasi pada PT Karunia senilai Rp 7.800,00. Obligasi tersebut tidak diperdagangkan di BEI. PPh pasal 23 yang dipotong oleh PT Karunia adalah 11
  • 12.
    Contoh Kasus 4 4.Hadiah Dalam rangka HUT RCTI ke-20, MNC Group menyelenggarakan kegiatan fun-bike dan memberikan hadiah kepada Ananda sebesar Rp 50.000.000,00 sebelum dipotong pajak. Ananda belum memiliki NPWP. PPh pasal 23 = ….. 12
  • 13.
    Contoh Kasus 5 5.Jasa design Ivan Gunawan merupakan designer pakaian. Atas jasa rancangannya, Ivan menerima Rp 10.000.000,00 dari kliennya. PPh pasal 23 = …… 13