SlideShare a Scribd company logo
1 of 58
POLUSI
SMP – SMA – SMK – UMUM
DI SELURUH INDONESIA
PENGERTIAN POLUSI
Masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi,
dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan oleh kegiatan
manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat
tertentu yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi
sesuai dengan peruntukkannya
UU RI no. 23 tahun 1997
ingkungan yang mengalami pencemaran akan memberika
dampak negatif bagi MH di dalamnya
ingkungan yang mengalami pencemaran akan memberikan
dampak negatif bagi MH di dalamnya
Kaitan Polutan dengan Limbah
Limbah dapat disebut sebagai polutan bila :
1.Jumlahnya melebihi ambang batas (baku mutu)
2.Berada di tempat yang tidak semestinya
3.Berada pada waktu yang tidak tepat
Zat yang dapat menyebabkan
pencemaran
pencemar (polutan)
Jika zat yang bersifat polutan mencemari alam, alam
memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi
lingkungan yang telah tercemar melalui proses pemurnian
secara alami, namun jika jumlah polutannya telah melebihi
ambang batas, maka kemampuan alam untuk memurnikan
kembali kondisinya menjadi turun (alam akan kehilangan
kemampuan untuk mengembalikan kondisi seperti semula),
hingga alam mengalami kerusakan.
Jenis
Polusi
Polusi
Udara
Polusi Air
Polusi
Tanah
POLUSIPOLUSI
UDARAUDARA
Polusi UdaraPolusi Udara
polutan primer
polutan sekunder
Polutan primer
ditimbulkan
langsung dari
sumber pencemaran
udara, contohnya
karbon monoksida
(CO) dan Sulfur
dioksida (SO2).
Polutan sekunder
terbentuk dari
reaksi polutan
primer di atmosfer,
contohnya sulfur
trioksida (SO3) dan
Ozon (O3).
Polutan utama di udara:
1.Materi partikulat
2.Nitrogen oksida
3.Sulfur oksida
4.Karbon oksida
5.Hidrokarbon
6.Ozon
7.Suara
Polusi Udara (Polusi Udara ( airair
pollutionpollution))
Materi Partikulat
• Terdiri atas berbagai partikel padat dan
partikel cair yang tersuspensi di udara.
• Partikel yang berukuran besar tersuspensi di
udara dalam jangka waktu relatif pendek
• Partikel berukuran kecil tersuspensi dalam
jangka waktu relatif panjang.
• Materi partikulat berupa partikel padat
biasanya disebut debu, sedangkan yang
berupa partikel cair biasanya disebut kabut.
• Contoh materi partikulat adalah partikel tanah,
serbuk sari, partikel asbes, timbal, besi, timah,
tembaga, dan tetesan asam sulfat (H2SO4)
Materi Partikulat
Nitrogen Oksida
 Gas nitrogen oksida yang
merupakan polutan di udara
terutama terdapat dalam
bentuk senyawa nitrogen
dioksida (NO2), dan nitrat
oksida (N2O).
 Nitrogen dioksida merupakan
gas yang berwarna cokelat
kemerahan dan di atmosfer
dapat bereaksi menjadi asam
nitrat (HNO3).
Sulfur Oksida
 Gas sulfur oksida yang merupakan
polutan utama di udara adalah sulfur
dioksida (SO2).
 Sulfur dioksida adalah gas tidak
berwarna dengan bau yang kuat.
 Sulfur dioksida dapat bereaksi di
atmosfer membentuk sulfur trioksida
(SO3).
 Sulfur trioksida dapat bereaksi dengan
air menghasilkan asam sulfat (H2SO4)
Karbon Oksida
Karbon oksida terdiri atas gas karbon monoksida
(CO) dan karbon dioksida (CO2). Kedua gas ini
tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa.
Hidrokarbon
• Hidrokarbon adalah kelompok berbagai
senyawa organik yang hanya
mengandung hidrogen dan karbon.
• Sebagian besar hidrokarbon merupakan
senyawa organik yang mudah menguap
(volatile organic compound).
• Contoh hidrokarbon adalah metana (CH4)
dan benzena (C6H6)
Ozon
• Ozon yang terdapat di
lapisan stratosfer
merupakan senyawa
penting yang
melindungi manusia
dan makhluk hidup
lain dari bahaya
radiasi sinar UV
matahari.
Suara
Suara yang dapat mengganggu Polutan di udara
Polusi yang disebabkan oleh suara Polusi suara/ kebisingan
Suara / bunyi yang dapat
mengganggu atau merusak
pendengaran manusia dan
hewanTingkat kebisingan dapat diukur
dengan satuan unit pengukuran
desibel (dB)
Semakin besar desibelnya,
semakin besar resiko kerusakan
yang ditimbulkan suara tersebut.
Diartikan
Polusi Suara / Kebisingan
☺ Kebisingan impulsif
Kebisingan yang datangnya tidak terus menerus
contoh : suara palu ketika orang memaku
☺ Kebisingan kontinyu
Kebisingan yang datangnya secara terus menerus dalam jangka
waktu yang cukup lama
contoh : suara mesin yang dihidupkan
☺ Kebisingan semi kontinyu
Kebisingan kontinyu yang hanya sekejap, kemudian hilang, tetapi
ada kemungkinan akan terulang
contoh : suara kereta api atau pesawat terbang yang lewat
Tingkat Kebisingan
Tingkat kebisingan dB (desibel) contoh
- 0 (batas ambang dengar)
amat sangat tenang 10-20 Suara daun bergesek
sangat tenang 30-50
Suara orang bercakap
normal
bising 60-70
Suara orang berteriak,
suara vacuum cleaner
sangat bising 80-90
Suara sirine, suara mesin
diesel, suara mesin
pengolah kapas, suara
blender
menulikan 100-120
Suara pesawat jet, suara
halilintar, suara mesin
traktor, suara mesin tekstil,
suara mesin pabrik baja
amat sangat
menulikan
>120 Suara mesin roket
Tingkat kebisingan
amat sangat tenang 10-20 Suara daun bergesek
sangat tenang 30-50 Suara orang bercakap normal
Tingkat kebisingan
bising 60-70 Suara orang berteriak, suara vacuum cleaner
sangat bising 80-90
Suara sirine, suara mesin diesel, suara
mesin pengolah kapas, suara blender
Tingkat kebisingan
menulikan 100-120
Suara pesawat jet, suara halilintar, suara mesin
traktor, suara mesin tekstil, suara mesin pabrik
baja
amat sangat menulikan >120 Suara mesin roket
Sumber-Sumber Polusi Udara
• Polusi udara dapat terjadi
di luar ruangan (outdoor
pollution)
• Bersumber dari kegiatan
manusia & sumber alami
• Contoh: letusan gunung
berapi, kebakaran hutan,
pembakaran batu bara
oleh industri (industri
kimia, industri metal,
industri kertas),
pembakaran bahan bakar
kendaraan bermotor
• Polusi udara dapat terjadi
di dalam ruangan (indoor
pollution)
• Bersumber dari kegiatan
manusia
• Contoh: bahan baku
bangunan, senyawa
pembersih, asap rokok,
perapian, kompor gas,
kompor minyak, produk
perawatan tubuh dan
pakaian
Sumber-Sumber Polusi Udara
Jenis polutan Sumber polusi
Sulfur oksida (gas dan
partikulat)
Pembakaran bahan bakar industri,
proses peleburan logam
Ozon Reaksi fotokimia
Timbal dan mangan Kendaraan bermotor
Materi partikulat, klorin, dan
kadmium
Produk pembakaran, berbagai
bahan/zat buangan industri
Nitrogen oksida (NO dan
NO2)
Pembakaran bahan bakar industri,
bangunan pembangkit listrik, kompor
gas, perapian, kebakaran hutan, tanah
pertanian yang dipupuk berlebihan
Karbon oksida (CO dan CO2) Pembakaran bahan bakar industri dan
kendaraan bermotor
Formaldehid Asap rokok, perabot kayu
Asbes Ubin, atap
Sumber-Sumber Polusi Udara
Jenis polutan Sumber polusi
Amonia Produk-produk pembersih
Hidrokarbon Asap rokok, pembakaran bahan bakar
industri, dan kendaraan bermotor
Trikloroetan Semprotan aerosol
Para-diklorobenzena Penyegar/ pengharum ruangan
Tetrakloroetilen Uap cairan dry-cleaning pada pakaian
POLUSIPOLUSI
AIRAIR
• Tidak semua air dapat digunakan untuk
memenuhi kehidupan hidup manusia
• Air yang diperlukan adalah air yang bersih
dan murni
• Air dikatakan tercemar jika terjadi
perubahan pada kualitas air, baik secara
kimia, biologi, atau fisika, yang dapat
membahayakan MH
• Pencemaran air dapat terjadi di mata air,
sungai, laut, waduk, danau, dan air tanah
Merkuri di Cikaniki, di hasilkan oleh
kegiatan penambangan emas di daerah
Gunung Pongkor. Merkuri
dapat meyebabkan tidak berfungsinya
otak, gelisah/gugup, kerusakan ginjal
dan liver sehingga dapat menyebabkan
kematian atau jika seorang wanita
sedang mengandung maka berpotensi
cacat lahir pada janin yang di kandung,
menyebabkan iritasi pada kulit
PENCEMARAN AIR
Kelompok Polutan Utama di Air
1.Agen Penyebab penyakit
2.Limbah yang memerlukan oksigen
3.Bahan kimia organik
4.Bahan kimia anorganik
5.Nutrien tumbuhan
6.Sedimen
7.Bahan radioaktif
8.Panas
1. Agen Penyebab Penyakit
• Organisme-organisme yang dapat
menginfeksi dan menyebabkan penyakit.
• Contoh:
– Bakteri
– Virus
– Protozoa
– Cacing parasit
2. Limbah yang memerlukan
oksigen
• Terdiri atas berbagai limbah organik yang
dapat diurai oleh bakteri aerob
• Contoh jenis limbah:
– kotoran manusia dan hewan
– sisa-sisa tumbuhan
– limbah industri (industri pengolahan makanan,
kertas & minyak)
3. Bahan Kimia
Organik
• Senyawa kimia yang
mengandung atom karbon
• Contoh:
– Pestisida (DDT, aldrin,
dieldrin, heptaklor & klordan)
– minyak
– gasolin
– plastik (vinil klorida)
– pelarut pada produk
pembersih (benzena, karbon
tetraklorida, kloroform &
trikloroetilen)
– deterjen
– PCB (Poliklorinasi bifenil)
4. Bahan Kimia
Anorganik
• Polutan yang mengandung
unsur kimia selain karbon,
misalnya berbagai
senyawa asam, senyawa
garam-garam & logam
berat.
• Contoh:
– Timbal (Pb)
– Arsenik (As)
– Merkuri (Hg)
5. Nutrien Tumbuhan
• Senyawa-Senyawa kimia yang dapat
menstimulasi pertumbuhan tumbuhan dan
ganggang (alga)
• Contoh:
– nitrat (NO3)
– fosfat (PO4)
– Amonium (NH4)
6. Sedimen
• Endapan berbagai partikel padat seperti
partikel pasir, lempung, lumpur, dan
batuan di dasar perairan
• Sedimen dapat menjadi polutan bagi air
apabila jumlahnya berlebihan
7. Bahan Radioaktif
• Mengandung atom-atom dari senyawa
isotop yang tidak stabil sehingga
memancarkan radiasi secara spontan
• Contoh:
– radon
– iodin
– uranium
8. Panas
• Polusi yang disebabkan panas : polusi
termal
• Panas dapat menjadi polutan di air
apabila berlebihan sehingga suhu
perairan meningkat terlalu tinggi
Sumber Polusi Air
Sumber Langsung
• Sumber polusi yang
membuang polutan di lokasi
spesifik melalui pipa,
selokan, atau saluran
pembuangan langsung
menuju badan atau
permukaan air
• Cenderung mudah dideteksi
karena lokasi pembuangan
polutannya spesifik
• Contoh:
– pabrik
– tempat pengolahan limbah
– pertambangan
– tangki minyak
Sumber Tidak Langsung
• Sumber polusi yang asalnya
dari area lahan luas atau dari
partikel yang terbawa udara,
yang mencemari air melalui
aliran air atau pengendapan
senyawa dari atmosfer
• Cenderung lebih sulit
dideteksi dari sumber
langsung
• Contoh:
– aliran/ rembesan senyawa
kimia dari lahan pertanian
– peternakan
– perkotaan
– jalan raya
Berbagai polutan di air beserta sumbernya
Jenis Polutan Sumber Utama
Agen penyebab penyakit
Limbah (buangan) rumah tangga,
buangan hewan
Limbah yang memerlukan
oksigen
Kotoran hewan dan manusia, limbah
industri, aliran buangan dari perkotaan
Bahan Kimia Organik
Minyak
Buangan mesin dan kendaraan
bermotor, kebocoran pipa, tumpahan
tangki & sumur minyak
Pestisida & Herbisida
Lahan pertanian & perkebunan,
program pembasmian nyamuk
Plastik Rumah tangga & industri
Deterjen Rumah tangga & industri
Senyawa-Senyawa
Berklorin
Industri kertas dan industri lain yang
melakukan proses pemutihan
(bleaching), air yang ditambahkan
klorin (sebagai desinfektan)
Jenis Polutan Sumber Utama
Bahan Kimia Anorganik
Senyawa Asam
Pertambangan, limbah industri, pengendapan
asam
Garam-Garaman
Irigasi pertanian, pertambangan, limbah industri,
ladang minyak, aliran buangan dari perkotaan
Timbal
Bahan bakar yang mengandung timbal, beberapa
pestisida, peleburan timbal
Merkuri Limbah industri, fungisida
Nutrien Tumbuhan (fosfat dan
nitrat)
Aliran dari pertanian, pertambangan, limbah
rumah tangga, limbah industri, air limbah yang
tidak terolah dengan baik, industri pengolahan
makanan, fosfat yang terkandung dalam deterjen
Sedimen
Erosi tanah, aliran dari pertanian, pertambangan,
hutan & kegiatan pembangunan (konstruksi)
Bahan Radioaktif
Batuan, tambang uranium, pembangkit tenaga
nuklir, pengujian senjata nuklir
Panas
Air pendingin dari industri dan pusat pembangkit
listrik
• Polutan dapat mencemari air permukaan
dan air tanah.
– Air permukaan tercemar oleh polutan melalui
saluran pembuangan atau terbawa aliran air
dari daratan
– Air tanah tercemar oleh polutan melalui
proses perembesan
POLUSI
TANAH
• Tanah yang tandus merupakan salah satu
contoh akibat dari polusi tanah
• Polusi tanah mencakup berbagai
perubahan fisik dan kimia pada tanah
yang memberi dampak negatif bagi
kehidupan tumbuhan dan MH yang hidup
di tanah
• Polusi tanah juga dapat menyebabkan:
– polusi air (polutan yang mencemari tanah
dapat terbawa melalui aliran air ke air
permukaan, merembes menuju air tanah)
– polusi udara (menguap ke udara).
• Polutan/ Pencemar Utama di Tanah
1.Limbah Padat (Sampah)
2.Logam Berat
3.Pestisida
4.Nitrogen, fosfat, dan garam mineral
1. Limbah Padat (Sampah)
• Limbah yang meliputi bahan-bahan padatan
buangan
• Contoh:
– kertas
– plastik
– kayu
– metal
– kaca
– sisa makanan
– karet, dan lainnya
• Limbah ini meningkat jumlahnya setiap tahun
dan seringkali menumpuk di lahan TPA (Tempat
Pembuangan Akhir)
2. Logam Berat
• Contoh:
– kadmium
– timbal
– kromium
– tembaga
– besi
– nikel
3. Pestisida
• Senyawa yang digunakan untuk membunuh MH yang
dianggap mengganggu oleh manusia.
• Jenisnya:
– Insektisida : Pembunuh serangga
– Herbisida: Pembunuh gulma/ tumbuhan pengganggu
– Rodentisida: Pembunuh hewan pengerat
– Fungisida: Pembunuh jamur
• Pestisida sangat berguna untuk membantu
meningkatkan jumlah panen atau mengontrol populasi
organisme penyebab penyakit
• Penggunaan secara berlebihan dapat berdampak negatif
bagi MH lain.
• Pestisida yang berbahaya terutama dari jenis yang
memiliki efek luas dan sulit terurai sehingga
keberadaannya di alam bersifat persistent (ada terus
menerus) untuk waktu yang lama
4. Nitrogen, Fosfat, dan Garam
Mineral
• Merupakan unsur-unsur yang sangat
diperlukan tumbuhan untuk pertumbuhan
• Namun, jika keberadaannya di tanah
berlebihan, unsur-unsur tersebut dapat
bersifat racun bagi tumbuhan
Sumber-Sumber Polusi Tanah
• Sumber polutan utama di tanah adalah kegiatan
pertanian.
– Menggunakan sejumlah besar pupuk dan pestisida
serta melakukan irigasi untuk meningkatkan jumlah
panen di lahan pertaniannya
• Pupuk mengandung nitrogen dan fosfat
• Pestisida mengandung senyawa berbahaya
• Air irigasi umumnya mengandung garam-garaman
• Sumber lain berasal dari rumah tangga (sampah padat)
dan industri (sampah padat & logam berat)
POLUSI DAN POLUTAN DI LINGKUNGAN
KERJA
No
.
Lingkungan Kerja Jenis Polutan
1
Agrikultur
(Pertanian/
Perkebunan)
Partikel tanah, nitrogen, fosfor, kalium,
pestisida (insektisida, fungisida, dan
herbisida), ammonia, dan ammonium
2 Pertambangan
Sianida, arsenik, merkuri, tumpahan
minyak, materi radioaktif, dan sulfur
3 Industri Tekstil
Tetrakloroetilen, metilen klorida,
klorobenzena, toluen, benzena, NOx (NOS4,
NOS), pewarna pakaian, dan disinfektan
seperti insektisida
4 Rumah sakit
Sisa obat-obatan, alat kesehatan bekas
pakai, dan materi radioaktif
5 Industri kertas
Natrium hidroksida,
klorin (Cl2), dan klorin dioksida (ClO2)
6 Perminyakan
Tumpahan minyak, nitrogen oksida, sulfur
dioksida, senyawa organik mudah menguap
(volatile), dan logam berat

More Related Content

What's hot

Power point pencemaran udara
Power point pencemaran udaraPower point pencemaran udara
Power point pencemaran udarapanjinugroho
 
Power point biofuel
Power point biofuelPower point biofuel
Power point biofuelplethot
 
LIMBAH PADAT
LIMBAH PADATLIMBAH PADAT
LIMBAH PADATMawar 99
 
Pengolahan limbah industri
Pengolahan limbah industriPengolahan limbah industri
Pengolahan limbah industriAlleya Hanifa
 
Pengelolaan sampah
Pengelolaan sampahPengelolaan sampah
Pengelolaan sampahSiti Aisyah
 
Limbah, Jenis dan Sifatnya
Limbah, Jenis dan SifatnyaLimbah, Jenis dan Sifatnya
Limbah, Jenis dan SifatnyaEma Rahayu
 
Pengelolaan limbah (tersier)
Pengelolaan limbah (tersier)Pengelolaan limbah (tersier)
Pengelolaan limbah (tersier)Nila Rahayu
 
SNI 19-7117.2-2005 tentang Emisi Gas Buang - Sumber Tidak Bergerak - Bagian 2...
SNI 19-7117.2-2005 tentang Emisi Gas Buang - Sumber Tidak Bergerak - Bagian 2...SNI 19-7117.2-2005 tentang Emisi Gas Buang - Sumber Tidak Bergerak - Bagian 2...
SNI 19-7117.2-2005 tentang Emisi Gas Buang - Sumber Tidak Bergerak - Bagian 2...Muhamad Imam Khairy
 
Perencanaan Teknis Bangunan Pengolahan Air Limbah secara Gabungan
Perencanaan Teknis Bangunan Pengolahan Air Limbah secara GabunganPerencanaan Teknis Bangunan Pengolahan Air Limbah secara Gabungan
Perencanaan Teknis Bangunan Pengolahan Air Limbah secara GabunganJoy Irman
 
proses pengelolaan air limbah secara kimia
proses pengelolaan air limbah secara kimiaproses pengelolaan air limbah secara kimia
proses pengelolaan air limbah secara kimiamun farid
 
B3 klasifikasi & penyimpanannya
B3 klasifikasi & penyimpanannyaB3 klasifikasi & penyimpanannya
B3 klasifikasi & penyimpanannyasujatno angga
 
SNI 16-7058-2004 tentang Pengukuran Kadar Debu Total di Udara Tempat Kerja
SNI 16-7058-2004 tentang Pengukuran Kadar Debu Total di Udara Tempat KerjaSNI 16-7058-2004 tentang Pengukuran Kadar Debu Total di Udara Tempat Kerja
SNI 16-7058-2004 tentang Pengukuran Kadar Debu Total di Udara Tempat KerjaMuhamad Imam Khairy
 
Presentasi polusi udara
Presentasi polusi udaraPresentasi polusi udara
Presentasi polusi udaraSyifa, F.F.
 
Permen lhk no.68 2016 ttg baku mutu air limbah domestik
Permen lhk no.68 2016 ttg baku mutu air limbah domestikPermen lhk no.68 2016 ttg baku mutu air limbah domestik
Permen lhk no.68 2016 ttg baku mutu air limbah domestikRizki Darmawan
 
Sni 19 0232-2005-nab kimia
Sni 19 0232-2005-nab kimiaSni 19 0232-2005-nab kimia
Sni 19 0232-2005-nab kimiaWinarso Arso
 

What's hot (20)

Power point pencemaran udara
Power point pencemaran udaraPower point pencemaran udara
Power point pencemaran udara
 
Ppt energi biomassa
Ppt energi biomassaPpt energi biomassa
Ppt energi biomassa
 
Sosialisasi PPPU.pptx
Sosialisasi PPPU.pptxSosialisasi PPPU.pptx
Sosialisasi PPPU.pptx
 
Power point biofuel
Power point biofuelPower point biofuel
Power point biofuel
 
LIMBAH PADAT
LIMBAH PADATLIMBAH PADAT
LIMBAH PADAT
 
Pengolahan limbah industri
Pengolahan limbah industriPengolahan limbah industri
Pengolahan limbah industri
 
Pengelolaan sampah
Pengelolaan sampahPengelolaan sampah
Pengelolaan sampah
 
Limbah, Jenis dan Sifatnya
Limbah, Jenis dan SifatnyaLimbah, Jenis dan Sifatnya
Limbah, Jenis dan Sifatnya
 
Pengelolaan limbah (tersier)
Pengelolaan limbah (tersier)Pengelolaan limbah (tersier)
Pengelolaan limbah (tersier)
 
SNI 19-7117.2-2005 tentang Emisi Gas Buang - Sumber Tidak Bergerak - Bagian 2...
SNI 19-7117.2-2005 tentang Emisi Gas Buang - Sumber Tidak Bergerak - Bagian 2...SNI 19-7117.2-2005 tentang Emisi Gas Buang - Sumber Tidak Bergerak - Bagian 2...
SNI 19-7117.2-2005 tentang Emisi Gas Buang - Sumber Tidak Bergerak - Bagian 2...
 
Perencanaan Teknis Bangunan Pengolahan Air Limbah secara Gabungan
Perencanaan Teknis Bangunan Pengolahan Air Limbah secara GabunganPerencanaan Teknis Bangunan Pengolahan Air Limbah secara Gabungan
Perencanaan Teknis Bangunan Pengolahan Air Limbah secara Gabungan
 
K3 - TOKSIKOLOGI
K3 - TOKSIKOLOGIK3 - TOKSIKOLOGI
K3 - TOKSIKOLOGI
 
Insinerasi Limbah Non B3
Insinerasi Limbah Non B3Insinerasi Limbah Non B3
Insinerasi Limbah Non B3
 
proses pengelolaan air limbah secara kimia
proses pengelolaan air limbah secara kimiaproses pengelolaan air limbah secara kimia
proses pengelolaan air limbah secara kimia
 
B3 klasifikasi & penyimpanannya
B3 klasifikasi & penyimpanannyaB3 klasifikasi & penyimpanannya
B3 klasifikasi & penyimpanannya
 
SNI 16-7058-2004 tentang Pengukuran Kadar Debu Total di Udara Tempat Kerja
SNI 16-7058-2004 tentang Pengukuran Kadar Debu Total di Udara Tempat KerjaSNI 16-7058-2004 tentang Pengukuran Kadar Debu Total di Udara Tempat Kerja
SNI 16-7058-2004 tentang Pengukuran Kadar Debu Total di Udara Tempat Kerja
 
Presentasi polusi udara
Presentasi polusi udaraPresentasi polusi udara
Presentasi polusi udara
 
Permen lhk no.68 2016 ttg baku mutu air limbah domestik
Permen lhk no.68 2016 ttg baku mutu air limbah domestikPermen lhk no.68 2016 ttg baku mutu air limbah domestik
Permen lhk no.68 2016 ttg baku mutu air limbah domestik
 
Sni 19 0232-2005-nab kimia
Sni 19 0232-2005-nab kimiaSni 19 0232-2005-nab kimia
Sni 19 0232-2005-nab kimia
 
Pengolahan limbah
Pengolahan limbahPengolahan limbah
Pengolahan limbah
 

Viewers also liked

PENCEMARAN TANAH
PENCEMARAN TANAH PENCEMARAN TANAH
PENCEMARAN TANAH Anisa Budi
 
Polusi air
Polusi airPolusi air
Polusi airAnika YP
 
Kepmeneg Lingkungan Hidup No. 40 Tahun 2000 tentang Pedoman Tata Kerja Komisi...
Kepmeneg Lingkungan Hidup No. 40 Tahun 2000 tentang Pedoman Tata Kerja Komisi...Kepmeneg Lingkungan Hidup No. 40 Tahun 2000 tentang Pedoman Tata Kerja Komisi...
Kepmeneg Lingkungan Hidup No. 40 Tahun 2000 tentang Pedoman Tata Kerja Komisi...infosanitasi
 
7 pencemaran air
7 pencemaran air7 pencemaran air
7 pencemaran airawireni
 
Pencemaran air
Pencemaran air Pencemaran air
Pencemaran air yesica trs
 
Manfaat dan dampak dalam penggunaan incinerator
Manfaat dan dampak dalam penggunaan incineratorManfaat dan dampak dalam penggunaan incinerator
Manfaat dan dampak dalam penggunaan incineratorNurul Yeollipop
 
Kumpulan soal ipa smk kelas x xii
Kumpulan soal ipa smk kelas x xiiKumpulan soal ipa smk kelas x xii
Kumpulan soal ipa smk kelas x xiiEko Margo
 
PPT PENCEMARAN LINGKUNGAN ( Yani Sutriyani )
PPT PENCEMARAN LINGKUNGAN ( Yani Sutriyani ) PPT PENCEMARAN LINGKUNGAN ( Yani Sutriyani )
PPT PENCEMARAN LINGKUNGAN ( Yani Sutriyani ) Zayyin Nihayah
 
Planificación de Educación física sexto bloque II
Planificación de  Educación física sexto bloque IIPlanificación de  Educación física sexto bloque II
Planificación de Educación física sexto bloque IIAlfredo Banda Jr.
 
Komposisi kimia bumi
Komposisi kimia bumiKomposisi kimia bumi
Komposisi kimia bumiTedi Eka
 
September 2015 - Market Snapshot - Santa Clara County
September 2015 - Market Snapshot - Santa Clara CountySeptember 2015 - Market Snapshot - Santa Clara County
September 2015 - Market Snapshot - Santa Clara CountyMLSListings Inc
 
Fundamentos do design_de_interacao (1)
Fundamentos do design_de_interacao (1)Fundamentos do design_de_interacao (1)
Fundamentos do design_de_interacao (1)Renan Pinheiro
 

Viewers also liked (20)

Indikator polusi udara
Indikator polusi udaraIndikator polusi udara
Indikator polusi udara
 
Latihan soal uas ipa smk
Latihan soal uas ipa smkLatihan soal uas ipa smk
Latihan soal uas ipa smk
 
Polusi tanah
Polusi tanahPolusi tanah
Polusi tanah
 
PENCEMARAN TANAH
PENCEMARAN TANAH PENCEMARAN TANAH
PENCEMARAN TANAH
 
Polusi air
Polusi airPolusi air
Polusi air
 
Kepmeneg Lingkungan Hidup No. 40 Tahun 2000 tentang Pedoman Tata Kerja Komisi...
Kepmeneg Lingkungan Hidup No. 40 Tahun 2000 tentang Pedoman Tata Kerja Komisi...Kepmeneg Lingkungan Hidup No. 40 Tahun 2000 tentang Pedoman Tata Kerja Komisi...
Kepmeneg Lingkungan Hidup No. 40 Tahun 2000 tentang Pedoman Tata Kerja Komisi...
 
7 pencemaran air
7 pencemaran air7 pencemaran air
7 pencemaran air
 
Pencemaran air
Pencemaran air Pencemaran air
Pencemaran air
 
Manfaat dan dampak dalam penggunaan incinerator
Manfaat dan dampak dalam penggunaan incineratorManfaat dan dampak dalam penggunaan incinerator
Manfaat dan dampak dalam penggunaan incinerator
 
Kumpulan soal ipa smk kelas x xii
Kumpulan soal ipa smk kelas x xiiKumpulan soal ipa smk kelas x xii
Kumpulan soal ipa smk kelas x xii
 
PENCEMARAN AIR
PENCEMARAN AIRPENCEMARAN AIR
PENCEMARAN AIR
 
MATERI IPA SMK: AMDAL
 MATERI IPA SMK: AMDAL MATERI IPA SMK: AMDAL
MATERI IPA SMK: AMDAL
 
Pencemaran lingkungan
Pencemaran lingkunganPencemaran lingkungan
Pencemaran lingkungan
 
PPT PENCEMARAN LINGKUNGAN ( Yani Sutriyani )
PPT PENCEMARAN LINGKUNGAN ( Yani Sutriyani ) PPT PENCEMARAN LINGKUNGAN ( Yani Sutriyani )
PPT PENCEMARAN LINGKUNGAN ( Yani Sutriyani )
 
Planificación de Educación física sexto bloque II
Planificación de  Educación física sexto bloque IIPlanificación de  Educación física sexto bloque II
Planificación de Educación física sexto bloque II
 
Komposisi kimia bumi
Komposisi kimia bumiKomposisi kimia bumi
Komposisi kimia bumi
 
Ashutosh rubber-pvt-ltd
Ashutosh rubber-pvt-ltdAshutosh rubber-pvt-ltd
Ashutosh rubber-pvt-ltd
 
краєзнавчий бібліо Pr
краєзнавчий бібліо Prкраєзнавчий бібліо Pr
краєзнавчий бібліо Pr
 
September 2015 - Market Snapshot - Santa Clara County
September 2015 - Market Snapshot - Santa Clara CountySeptember 2015 - Market Snapshot - Santa Clara County
September 2015 - Market Snapshot - Santa Clara County
 
Fundamentos do design_de_interacao (1)
Fundamentos do design_de_interacao (1)Fundamentos do design_de_interacao (1)
Fundamentos do design_de_interacao (1)
 

Similar to POLUSI (Polusi Air, Polusi Udara, Polusi Tanah)

Similar to POLUSI (Polusi Air, Polusi Udara, Polusi Tanah) (20)

Polusi Udara
Polusi UdaraPolusi Udara
Polusi Udara
 
POLUSI.ppt
POLUSI.pptPOLUSI.ppt
POLUSI.ppt
 
Macam
MacamMacam
Macam
 
Pencemaran Lingkungan
Pencemaran LingkunganPencemaran Lingkungan
Pencemaran Lingkungan
 
PENCEMARAN LINGKUNGAN
PENCEMARAN LINGKUNGANPENCEMARAN LINGKUNGAN
PENCEMARAN LINGKUNGAN
 
Limbah
LimbahLimbah
Limbah
 
Polutan udara
Polutan udaraPolutan udara
Polutan udara
 
pencemaran udara
pencemaran udarapencemaran udara
pencemaran udara
 
PPT Polusi
PPT PolusiPPT Polusi
PPT Polusi
 
Polusi
PolusiPolusi
Polusi
 
KIMIA_LINGKUNGAN.ppt
KIMIA_LINGKUNGAN.pptKIMIA_LINGKUNGAN.ppt
KIMIA_LINGKUNGAN.ppt
 
KIMIA+LINGKUNGAN.ppt
KIMIA+LINGKUNGAN.pptKIMIA+LINGKUNGAN.ppt
KIMIA+LINGKUNGAN.ppt
 
Persentasi biologi5
Persentasi biologi5Persentasi biologi5
Persentasi biologi5
 
Pencemaran dan pelstarian lingkungan
Pencemaran dan pelstarian lingkunganPencemaran dan pelstarian lingkungan
Pencemaran dan pelstarian lingkungan
 
Pencemaran lingkungan
Pencemaran lingkunganPencemaran lingkungan
Pencemaran lingkungan
 
Why air-quality-important-cipto-utomo-by tridinamika.com
Why air-quality-important-cipto-utomo-by tridinamika.comWhy air-quality-important-cipto-utomo-by tridinamika.com
Why air-quality-important-cipto-utomo-by tridinamika.com
 
Ppt_biologi.pptx
Ppt_biologi.pptxPpt_biologi.pptx
Ppt_biologi.pptx
 
Ppt_biologi.pptx
Ppt_biologi.pptxPpt_biologi.pptx
Ppt_biologi.pptx
 
Presentasi_Pengetahuan_Lingkungan-2015-C.ppt
Presentasi_Pengetahuan_Lingkungan-2015-C.pptPresentasi_Pengetahuan_Lingkungan-2015-C.ppt
Presentasi_Pengetahuan_Lingkungan-2015-C.ppt
 
Pencemaran udara
Pencemaran udaraPencemaran udara
Pencemaran udara
 

More from Wulung Gono

Transpor membran sel
Transpor membran selTranspor membran sel
Transpor membran selWulung Gono
 
Materi Enzim dan Metabolisme Kelas XII SMA & SMK
Materi Enzim dan Metabolisme Kelas XII SMA & SMKMateri Enzim dan Metabolisme Kelas XII SMA & SMK
Materi Enzim dan Metabolisme Kelas XII SMA & SMKWulung Gono
 
Infeksi Varicella Zoster dan Rubella
Infeksi Varicella Zoster dan RubellaInfeksi Varicella Zoster dan Rubella
Infeksi Varicella Zoster dan RubellaWulung Gono
 
Perdarahan, Trombosis, dan DIC
Perdarahan, Trombosis, dan DICPerdarahan, Trombosis, dan DIC
Perdarahan, Trombosis, dan DICWulung Gono
 
Pengelolaan Limbah
Pengelolaan LimbahPengelolaan Limbah
Pengelolaan LimbahWulung Gono
 
Struktur & Jaringan Pada Tumbuhan (Jaringan Meristem)
Struktur & Jaringan Pada Tumbuhan (Jaringan Meristem)Struktur & Jaringan Pada Tumbuhan (Jaringan Meristem)
Struktur & Jaringan Pada Tumbuhan (Jaringan Meristem)Wulung Gono
 
Tabel Istilah dan Pengertian yang Ada Hubungannya dengan Kegunaan Simplisia d...
Tabel Istilah dan Pengertian yang Ada Hubungannya dengan Kegunaan Simplisia d...Tabel Istilah dan Pengertian yang Ada Hubungannya dengan Kegunaan Simplisia d...
Tabel Istilah dan Pengertian yang Ada Hubungannya dengan Kegunaan Simplisia d...Wulung Gono
 
Bahan Ajar/ Modul Pembuatan Simplisia dari Tanaman Obat
Bahan Ajar/ Modul Pembuatan Simplisia dari Tanaman ObatBahan Ajar/ Modul Pembuatan Simplisia dari Tanaman Obat
Bahan Ajar/ Modul Pembuatan Simplisia dari Tanaman ObatWulung Gono
 
Pembuatan Simplisia dari tanaman obat
Pembuatan Simplisia dari tanaman obatPembuatan Simplisia dari tanaman obat
Pembuatan Simplisia dari tanaman obatWulung Gono
 
Sistem sirkulasi (sistem peredaran darah manusia)
Sistem sirkulasi (sistem peredaran darah manusia)Sistem sirkulasi (sistem peredaran darah manusia)
Sistem sirkulasi (sistem peredaran darah manusia)Wulung Gono
 
Sistem Gerak pada Manusia
Sistem Gerak pada ManusiaSistem Gerak pada Manusia
Sistem Gerak pada ManusiaWulung Gono
 
Divisi Pteridophyta (Tumbuhan Paku-Pakuan)
Divisi Pteridophyta (Tumbuhan Paku-Pakuan)Divisi Pteridophyta (Tumbuhan Paku-Pakuan)
Divisi Pteridophyta (Tumbuhan Paku-Pakuan)Wulung Gono
 
Klasifikasi Makhluk Hidup
Klasifikasi Makhluk HidupKlasifikasi Makhluk Hidup
Klasifikasi Makhluk HidupWulung Gono
 
Kingdom protista
Kingdom protistaKingdom protista
Kingdom protistaWulung Gono
 
Ruang lingkup biologi
Ruang lingkup biologiRuang lingkup biologi
Ruang lingkup biologiWulung Gono
 

More from Wulung Gono (20)

Transpor membran sel
Transpor membran selTranspor membran sel
Transpor membran sel
 
Materi Enzim dan Metabolisme Kelas XII SMA & SMK
Materi Enzim dan Metabolisme Kelas XII SMA & SMKMateri Enzim dan Metabolisme Kelas XII SMA & SMK
Materi Enzim dan Metabolisme Kelas XII SMA & SMK
 
Infeksi Varicella Zoster dan Rubella
Infeksi Varicella Zoster dan RubellaInfeksi Varicella Zoster dan Rubella
Infeksi Varicella Zoster dan Rubella
 
Perdarahan, Trombosis, dan DIC
Perdarahan, Trombosis, dan DICPerdarahan, Trombosis, dan DIC
Perdarahan, Trombosis, dan DIC
 
Pengelolaan Limbah
Pengelolaan LimbahPengelolaan Limbah
Pengelolaan Limbah
 
Struktur & Jaringan Pada Tumbuhan (Jaringan Meristem)
Struktur & Jaringan Pada Tumbuhan (Jaringan Meristem)Struktur & Jaringan Pada Tumbuhan (Jaringan Meristem)
Struktur & Jaringan Pada Tumbuhan (Jaringan Meristem)
 
Bencana Alam
Bencana Alam Bencana Alam
Bencana Alam
 
Tabel Istilah dan Pengertian yang Ada Hubungannya dengan Kegunaan Simplisia d...
Tabel Istilah dan Pengertian yang Ada Hubungannya dengan Kegunaan Simplisia d...Tabel Istilah dan Pengertian yang Ada Hubungannya dengan Kegunaan Simplisia d...
Tabel Istilah dan Pengertian yang Ada Hubungannya dengan Kegunaan Simplisia d...
 
Bahan Ajar/ Modul Pembuatan Simplisia dari Tanaman Obat
Bahan Ajar/ Modul Pembuatan Simplisia dari Tanaman ObatBahan Ajar/ Modul Pembuatan Simplisia dari Tanaman Obat
Bahan Ajar/ Modul Pembuatan Simplisia dari Tanaman Obat
 
Pembuatan Simplisia dari tanaman obat
Pembuatan Simplisia dari tanaman obatPembuatan Simplisia dari tanaman obat
Pembuatan Simplisia dari tanaman obat
 
Cell (Sel)
Cell (Sel)Cell (Sel)
Cell (Sel)
 
Sistem sirkulasi (sistem peredaran darah manusia)
Sistem sirkulasi (sistem peredaran darah manusia)Sistem sirkulasi (sistem peredaran darah manusia)
Sistem sirkulasi (sistem peredaran darah manusia)
 
Sistem Gerak pada Manusia
Sistem Gerak pada ManusiaSistem Gerak pada Manusia
Sistem Gerak pada Manusia
 
Virus
VirusVirus
Virus
 
Divisi Pteridophyta (Tumbuhan Paku-Pakuan)
Divisi Pteridophyta (Tumbuhan Paku-Pakuan)Divisi Pteridophyta (Tumbuhan Paku-Pakuan)
Divisi Pteridophyta (Tumbuhan Paku-Pakuan)
 
Klasifikasi Makhluk Hidup
Klasifikasi Makhluk HidupKlasifikasi Makhluk Hidup
Klasifikasi Makhluk Hidup
 
Kingdom plantae
Kingdom plantaeKingdom plantae
Kingdom plantae
 
Kingdom fungi
Kingdom fungiKingdom fungi
Kingdom fungi
 
Kingdom protista
Kingdom protistaKingdom protista
Kingdom protista
 
Ruang lingkup biologi
Ruang lingkup biologiRuang lingkup biologi
Ruang lingkup biologi
 

Recently uploaded

KISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.doc
KISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.docKISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.doc
KISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.docriska190321
 
AKSI NYATA Menyelenggarakan Pelaporan Belajar Oleh Murid.pdf
AKSI NYATA Menyelenggarakan Pelaporan Belajar Oleh Murid.pdfAKSI NYATA Menyelenggarakan Pelaporan Belajar Oleh Murid.pdf
AKSI NYATA Menyelenggarakan Pelaporan Belajar Oleh Murid.pdfyulizar29
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
METODE PENGEMBANGAN MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA.pptx
METODE PENGEMBANGAN MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA.pptxMETODE PENGEMBANGAN MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA.pptx
METODE PENGEMBANGAN MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA.pptxFidiaHananasyst
 
Penjelasan Asmaul Khomsah bahasa arab nahwu
Penjelasan Asmaul Khomsah bahasa arab nahwuPenjelasan Asmaul Khomsah bahasa arab nahwu
Penjelasan Asmaul Khomsah bahasa arab nahwuKhiyaroh1
 
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptxSlide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptxtressa8
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Materi Penggolongan Obat Undang-Undang Kesehatan
Materi Penggolongan Obat Undang-Undang KesehatanMateri Penggolongan Obat Undang-Undang Kesehatan
Materi Penggolongan Obat Undang-Undang KesehatanTitaniaUtami
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 3.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 3.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 3.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 3.pdfAndiCoc
 
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptx
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptxPPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptx
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptxiwidyastama85
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran  IDM 2024 di kec Plumbon.pptxMateri Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran  IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran IDM 2024 di kec Plumbon.pptxAvivThea
 
perwalian IKLIM SEKOLAH AMAN Mencegah Intoleransi.pptx
perwalian IKLIM SEKOLAH AMAN Mencegah Intoleransi.pptxperwalian IKLIM SEKOLAH AMAN Mencegah Intoleransi.pptx
perwalian IKLIM SEKOLAH AMAN Mencegah Intoleransi.pptxMas PauLs
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Variasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar
Variasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar MengajarVariasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar
Variasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar MengajarAureliaAflahAzZahra
 
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?AdePutraTunggali
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfAndiCoc
 

Recently uploaded (20)

KISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.doc
KISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.docKISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.doc
KISI KISI SAS GENAP-PAI 7- KUMER-2023.doc
 
AKSI NYATA Menyelenggarakan Pelaporan Belajar Oleh Murid.pdf
AKSI NYATA Menyelenggarakan Pelaporan Belajar Oleh Murid.pdfAKSI NYATA Menyelenggarakan Pelaporan Belajar Oleh Murid.pdf
AKSI NYATA Menyelenggarakan Pelaporan Belajar Oleh Murid.pdf
 
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI MUSIK KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
METODE PENGEMBANGAN MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA.pptx
METODE PENGEMBANGAN MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA.pptxMETODE PENGEMBANGAN MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA.pptx
METODE PENGEMBANGAN MORAL DAN NILAI-NILAI AGAMA.pptx
 
Penjelasan Asmaul Khomsah bahasa arab nahwu
Penjelasan Asmaul Khomsah bahasa arab nahwuPenjelasan Asmaul Khomsah bahasa arab nahwu
Penjelasan Asmaul Khomsah bahasa arab nahwu
 
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptxSlide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
Slide Kick Off for Public - Google Cloud Arcade Facilitator 2024.pptx
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Materi Penggolongan Obat Undang-Undang Kesehatan
Materi Penggolongan Obat Undang-Undang KesehatanMateri Penggolongan Obat Undang-Undang Kesehatan
Materi Penggolongan Obat Undang-Undang Kesehatan
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 3.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 3.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 3.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM & BUDI PEKERTI (PAIBP) KELAS 3.pdf
 
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptx
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptxPPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptx
PPt-Juknis-PPDB-2024 (TerbarU) kabupaten GIanyar.pptx
 
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 4 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran  IDM 2024 di kec Plumbon.pptxMateri Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran  IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
Materi Bid PPM Bappeda Sos Pemutakhiran IDM 2024 di kec Plumbon.pptx
 
perwalian IKLIM SEKOLAH AMAN Mencegah Intoleransi.pptx
perwalian IKLIM SEKOLAH AMAN Mencegah Intoleransi.pptxperwalian IKLIM SEKOLAH AMAN Mencegah Intoleransi.pptx
perwalian IKLIM SEKOLAH AMAN Mencegah Intoleransi.pptx
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI TARI KELAS 5 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Variasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar
Variasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar MengajarVariasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar
Variasi dan Gaya Mengajar, Mata Kuliah Strategi Belajar Mengajar
 
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR SENI RUPA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
Materi: Mengapa tidak memanfaatkan Media ?
 
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INDONESIA KELAS 2 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 

POLUSI (Polusi Air, Polusi Udara, Polusi Tanah)

  • 1. POLUSI SMP – SMA – SMK – UMUM DI SELURUH INDONESIA
  • 2. PENGERTIAN POLUSI Masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya UU RI no. 23 tahun 1997 ingkungan yang mengalami pencemaran akan memberika dampak negatif bagi MH di dalamnya ingkungan yang mengalami pencemaran akan memberikan dampak negatif bagi MH di dalamnya
  • 3. Kaitan Polutan dengan Limbah Limbah dapat disebut sebagai polutan bila : 1.Jumlahnya melebihi ambang batas (baku mutu) 2.Berada di tempat yang tidak semestinya 3.Berada pada waktu yang tidak tepat Zat yang dapat menyebabkan pencemaran pencemar (polutan)
  • 4. Jika zat yang bersifat polutan mencemari alam, alam memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi lingkungan yang telah tercemar melalui proses pemurnian secara alami, namun jika jumlah polutannya telah melebihi ambang batas, maka kemampuan alam untuk memurnikan kembali kondisinya menjadi turun (alam akan kehilangan kemampuan untuk mengembalikan kondisi seperti semula), hingga alam mengalami kerusakan.
  • 7. Polusi UdaraPolusi Udara polutan primer polutan sekunder Polutan primer ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara, contohnya karbon monoksida (CO) dan Sulfur dioksida (SO2). Polutan sekunder terbentuk dari reaksi polutan primer di atmosfer, contohnya sulfur trioksida (SO3) dan Ozon (O3).
  • 8.
  • 9. Polutan utama di udara: 1.Materi partikulat 2.Nitrogen oksida 3.Sulfur oksida 4.Karbon oksida 5.Hidrokarbon 6.Ozon 7.Suara Polusi Udara (Polusi Udara ( airair pollutionpollution))
  • 10. Materi Partikulat • Terdiri atas berbagai partikel padat dan partikel cair yang tersuspensi di udara. • Partikel yang berukuran besar tersuspensi di udara dalam jangka waktu relatif pendek • Partikel berukuran kecil tersuspensi dalam jangka waktu relatif panjang. • Materi partikulat berupa partikel padat biasanya disebut debu, sedangkan yang berupa partikel cair biasanya disebut kabut. • Contoh materi partikulat adalah partikel tanah, serbuk sari, partikel asbes, timbal, besi, timah, tembaga, dan tetesan asam sulfat (H2SO4)
  • 12. Nitrogen Oksida  Gas nitrogen oksida yang merupakan polutan di udara terutama terdapat dalam bentuk senyawa nitrogen dioksida (NO2), dan nitrat oksida (N2O).  Nitrogen dioksida merupakan gas yang berwarna cokelat kemerahan dan di atmosfer dapat bereaksi menjadi asam nitrat (HNO3). Sulfur Oksida  Gas sulfur oksida yang merupakan polutan utama di udara adalah sulfur dioksida (SO2).  Sulfur dioksida adalah gas tidak berwarna dengan bau yang kuat.  Sulfur dioksida dapat bereaksi di atmosfer membentuk sulfur trioksida (SO3).  Sulfur trioksida dapat bereaksi dengan air menghasilkan asam sulfat (H2SO4)
  • 13.
  • 14.
  • 15. Karbon Oksida Karbon oksida terdiri atas gas karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2). Kedua gas ini tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak berasa.
  • 16. Hidrokarbon • Hidrokarbon adalah kelompok berbagai senyawa organik yang hanya mengandung hidrogen dan karbon. • Sebagian besar hidrokarbon merupakan senyawa organik yang mudah menguap (volatile organic compound). • Contoh hidrokarbon adalah metana (CH4) dan benzena (C6H6)
  • 17. Ozon • Ozon yang terdapat di lapisan stratosfer merupakan senyawa penting yang melindungi manusia dan makhluk hidup lain dari bahaya radiasi sinar UV matahari.
  • 18. Suara Suara yang dapat mengganggu Polutan di udara Polusi yang disebabkan oleh suara Polusi suara/ kebisingan Suara / bunyi yang dapat mengganggu atau merusak pendengaran manusia dan hewanTingkat kebisingan dapat diukur dengan satuan unit pengukuran desibel (dB) Semakin besar desibelnya, semakin besar resiko kerusakan yang ditimbulkan suara tersebut. Diartikan
  • 19. Polusi Suara / Kebisingan ☺ Kebisingan impulsif Kebisingan yang datangnya tidak terus menerus contoh : suara palu ketika orang memaku ☺ Kebisingan kontinyu Kebisingan yang datangnya secara terus menerus dalam jangka waktu yang cukup lama contoh : suara mesin yang dihidupkan ☺ Kebisingan semi kontinyu Kebisingan kontinyu yang hanya sekejap, kemudian hilang, tetapi ada kemungkinan akan terulang contoh : suara kereta api atau pesawat terbang yang lewat
  • 20.
  • 21. Tingkat Kebisingan Tingkat kebisingan dB (desibel) contoh - 0 (batas ambang dengar) amat sangat tenang 10-20 Suara daun bergesek sangat tenang 30-50 Suara orang bercakap normal bising 60-70 Suara orang berteriak, suara vacuum cleaner sangat bising 80-90 Suara sirine, suara mesin diesel, suara mesin pengolah kapas, suara blender menulikan 100-120 Suara pesawat jet, suara halilintar, suara mesin traktor, suara mesin tekstil, suara mesin pabrik baja amat sangat menulikan >120 Suara mesin roket
  • 22. Tingkat kebisingan amat sangat tenang 10-20 Suara daun bergesek sangat tenang 30-50 Suara orang bercakap normal
  • 23. Tingkat kebisingan bising 60-70 Suara orang berteriak, suara vacuum cleaner sangat bising 80-90 Suara sirine, suara mesin diesel, suara mesin pengolah kapas, suara blender
  • 24. Tingkat kebisingan menulikan 100-120 Suara pesawat jet, suara halilintar, suara mesin traktor, suara mesin tekstil, suara mesin pabrik baja amat sangat menulikan >120 Suara mesin roket
  • 25. Sumber-Sumber Polusi Udara • Polusi udara dapat terjadi di luar ruangan (outdoor pollution) • Bersumber dari kegiatan manusia & sumber alami • Contoh: letusan gunung berapi, kebakaran hutan, pembakaran batu bara oleh industri (industri kimia, industri metal, industri kertas), pembakaran bahan bakar kendaraan bermotor • Polusi udara dapat terjadi di dalam ruangan (indoor pollution) • Bersumber dari kegiatan manusia • Contoh: bahan baku bangunan, senyawa pembersih, asap rokok, perapian, kompor gas, kompor minyak, produk perawatan tubuh dan pakaian
  • 26.
  • 27. Sumber-Sumber Polusi Udara Jenis polutan Sumber polusi Sulfur oksida (gas dan partikulat) Pembakaran bahan bakar industri, proses peleburan logam Ozon Reaksi fotokimia Timbal dan mangan Kendaraan bermotor Materi partikulat, klorin, dan kadmium Produk pembakaran, berbagai bahan/zat buangan industri Nitrogen oksida (NO dan NO2) Pembakaran bahan bakar industri, bangunan pembangkit listrik, kompor gas, perapian, kebakaran hutan, tanah pertanian yang dipupuk berlebihan Karbon oksida (CO dan CO2) Pembakaran bahan bakar industri dan kendaraan bermotor Formaldehid Asap rokok, perabot kayu Asbes Ubin, atap
  • 28. Sumber-Sumber Polusi Udara Jenis polutan Sumber polusi Amonia Produk-produk pembersih Hidrokarbon Asap rokok, pembakaran bahan bakar industri, dan kendaraan bermotor Trikloroetan Semprotan aerosol Para-diklorobenzena Penyegar/ pengharum ruangan Tetrakloroetilen Uap cairan dry-cleaning pada pakaian
  • 29.
  • 30.
  • 31.
  • 33. • Tidak semua air dapat digunakan untuk memenuhi kehidupan hidup manusia • Air yang diperlukan adalah air yang bersih dan murni • Air dikatakan tercemar jika terjadi perubahan pada kualitas air, baik secara kimia, biologi, atau fisika, yang dapat membahayakan MH • Pencemaran air dapat terjadi di mata air, sungai, laut, waduk, danau, dan air tanah
  • 34. Merkuri di Cikaniki, di hasilkan oleh kegiatan penambangan emas di daerah Gunung Pongkor. Merkuri dapat meyebabkan tidak berfungsinya otak, gelisah/gugup, kerusakan ginjal dan liver sehingga dapat menyebabkan kematian atau jika seorang wanita sedang mengandung maka berpotensi cacat lahir pada janin yang di kandung, menyebabkan iritasi pada kulit
  • 36. Kelompok Polutan Utama di Air 1.Agen Penyebab penyakit 2.Limbah yang memerlukan oksigen 3.Bahan kimia organik 4.Bahan kimia anorganik 5.Nutrien tumbuhan 6.Sedimen 7.Bahan radioaktif 8.Panas
  • 37. 1. Agen Penyebab Penyakit • Organisme-organisme yang dapat menginfeksi dan menyebabkan penyakit. • Contoh: – Bakteri – Virus – Protozoa – Cacing parasit
  • 38. 2. Limbah yang memerlukan oksigen • Terdiri atas berbagai limbah organik yang dapat diurai oleh bakteri aerob • Contoh jenis limbah: – kotoran manusia dan hewan – sisa-sisa tumbuhan – limbah industri (industri pengolahan makanan, kertas & minyak)
  • 39. 3. Bahan Kimia Organik • Senyawa kimia yang mengandung atom karbon • Contoh: – Pestisida (DDT, aldrin, dieldrin, heptaklor & klordan) – minyak – gasolin – plastik (vinil klorida) – pelarut pada produk pembersih (benzena, karbon tetraklorida, kloroform & trikloroetilen) – deterjen – PCB (Poliklorinasi bifenil) 4. Bahan Kimia Anorganik • Polutan yang mengandung unsur kimia selain karbon, misalnya berbagai senyawa asam, senyawa garam-garam & logam berat. • Contoh: – Timbal (Pb) – Arsenik (As) – Merkuri (Hg)
  • 40. 5. Nutrien Tumbuhan • Senyawa-Senyawa kimia yang dapat menstimulasi pertumbuhan tumbuhan dan ganggang (alga) • Contoh: – nitrat (NO3) – fosfat (PO4) – Amonium (NH4)
  • 41. 6. Sedimen • Endapan berbagai partikel padat seperti partikel pasir, lempung, lumpur, dan batuan di dasar perairan • Sedimen dapat menjadi polutan bagi air apabila jumlahnya berlebihan
  • 42. 7. Bahan Radioaktif • Mengandung atom-atom dari senyawa isotop yang tidak stabil sehingga memancarkan radiasi secara spontan • Contoh: – radon – iodin – uranium
  • 43. 8. Panas • Polusi yang disebabkan panas : polusi termal • Panas dapat menjadi polutan di air apabila berlebihan sehingga suhu perairan meningkat terlalu tinggi
  • 44. Sumber Polusi Air Sumber Langsung • Sumber polusi yang membuang polutan di lokasi spesifik melalui pipa, selokan, atau saluran pembuangan langsung menuju badan atau permukaan air • Cenderung mudah dideteksi karena lokasi pembuangan polutannya spesifik • Contoh: – pabrik – tempat pengolahan limbah – pertambangan – tangki minyak Sumber Tidak Langsung • Sumber polusi yang asalnya dari area lahan luas atau dari partikel yang terbawa udara, yang mencemari air melalui aliran air atau pengendapan senyawa dari atmosfer • Cenderung lebih sulit dideteksi dari sumber langsung • Contoh: – aliran/ rembesan senyawa kimia dari lahan pertanian – peternakan – perkotaan – jalan raya
  • 45. Berbagai polutan di air beserta sumbernya Jenis Polutan Sumber Utama Agen penyebab penyakit Limbah (buangan) rumah tangga, buangan hewan Limbah yang memerlukan oksigen Kotoran hewan dan manusia, limbah industri, aliran buangan dari perkotaan Bahan Kimia Organik Minyak Buangan mesin dan kendaraan bermotor, kebocoran pipa, tumpahan tangki & sumur minyak Pestisida & Herbisida Lahan pertanian & perkebunan, program pembasmian nyamuk Plastik Rumah tangga & industri Deterjen Rumah tangga & industri Senyawa-Senyawa Berklorin Industri kertas dan industri lain yang melakukan proses pemutihan (bleaching), air yang ditambahkan klorin (sebagai desinfektan)
  • 46. Jenis Polutan Sumber Utama Bahan Kimia Anorganik Senyawa Asam Pertambangan, limbah industri, pengendapan asam Garam-Garaman Irigasi pertanian, pertambangan, limbah industri, ladang minyak, aliran buangan dari perkotaan Timbal Bahan bakar yang mengandung timbal, beberapa pestisida, peleburan timbal Merkuri Limbah industri, fungisida Nutrien Tumbuhan (fosfat dan nitrat) Aliran dari pertanian, pertambangan, limbah rumah tangga, limbah industri, air limbah yang tidak terolah dengan baik, industri pengolahan makanan, fosfat yang terkandung dalam deterjen Sedimen Erosi tanah, aliran dari pertanian, pertambangan, hutan & kegiatan pembangunan (konstruksi) Bahan Radioaktif Batuan, tambang uranium, pembangkit tenaga nuklir, pengujian senjata nuklir Panas Air pendingin dari industri dan pusat pembangkit listrik
  • 47. • Polutan dapat mencemari air permukaan dan air tanah. – Air permukaan tercemar oleh polutan melalui saluran pembuangan atau terbawa aliran air dari daratan – Air tanah tercemar oleh polutan melalui proses perembesan
  • 48.
  • 50. • Tanah yang tandus merupakan salah satu contoh akibat dari polusi tanah
  • 51. • Polusi tanah mencakup berbagai perubahan fisik dan kimia pada tanah yang memberi dampak negatif bagi kehidupan tumbuhan dan MH yang hidup di tanah • Polusi tanah juga dapat menyebabkan: – polusi air (polutan yang mencemari tanah dapat terbawa melalui aliran air ke air permukaan, merembes menuju air tanah) – polusi udara (menguap ke udara).
  • 52. • Polutan/ Pencemar Utama di Tanah 1.Limbah Padat (Sampah) 2.Logam Berat 3.Pestisida 4.Nitrogen, fosfat, dan garam mineral
  • 53. 1. Limbah Padat (Sampah) • Limbah yang meliputi bahan-bahan padatan buangan • Contoh: – kertas – plastik – kayu – metal – kaca – sisa makanan – karet, dan lainnya • Limbah ini meningkat jumlahnya setiap tahun dan seringkali menumpuk di lahan TPA (Tempat Pembuangan Akhir)
  • 54. 2. Logam Berat • Contoh: – kadmium – timbal – kromium – tembaga – besi – nikel
  • 55. 3. Pestisida • Senyawa yang digunakan untuk membunuh MH yang dianggap mengganggu oleh manusia. • Jenisnya: – Insektisida : Pembunuh serangga – Herbisida: Pembunuh gulma/ tumbuhan pengganggu – Rodentisida: Pembunuh hewan pengerat – Fungisida: Pembunuh jamur • Pestisida sangat berguna untuk membantu meningkatkan jumlah panen atau mengontrol populasi organisme penyebab penyakit • Penggunaan secara berlebihan dapat berdampak negatif bagi MH lain. • Pestisida yang berbahaya terutama dari jenis yang memiliki efek luas dan sulit terurai sehingga keberadaannya di alam bersifat persistent (ada terus menerus) untuk waktu yang lama
  • 56. 4. Nitrogen, Fosfat, dan Garam Mineral • Merupakan unsur-unsur yang sangat diperlukan tumbuhan untuk pertumbuhan • Namun, jika keberadaannya di tanah berlebihan, unsur-unsur tersebut dapat bersifat racun bagi tumbuhan
  • 57. Sumber-Sumber Polusi Tanah • Sumber polutan utama di tanah adalah kegiatan pertanian. – Menggunakan sejumlah besar pupuk dan pestisida serta melakukan irigasi untuk meningkatkan jumlah panen di lahan pertaniannya • Pupuk mengandung nitrogen dan fosfat • Pestisida mengandung senyawa berbahaya • Air irigasi umumnya mengandung garam-garaman • Sumber lain berasal dari rumah tangga (sampah padat) dan industri (sampah padat & logam berat)
  • 58. POLUSI DAN POLUTAN DI LINGKUNGAN KERJA No . Lingkungan Kerja Jenis Polutan 1 Agrikultur (Pertanian/ Perkebunan) Partikel tanah, nitrogen, fosfor, kalium, pestisida (insektisida, fungisida, dan herbisida), ammonia, dan ammonium 2 Pertambangan Sianida, arsenik, merkuri, tumpahan minyak, materi radioaktif, dan sulfur 3 Industri Tekstil Tetrakloroetilen, metilen klorida, klorobenzena, toluen, benzena, NOx (NOS4, NOS), pewarna pakaian, dan disinfektan seperti insektisida 4 Rumah sakit Sisa obat-obatan, alat kesehatan bekas pakai, dan materi radioaktif 5 Industri kertas Natrium hidroksida, klorin (Cl2), dan klorin dioksida (ClO2) 6 Perminyakan Tumpahan minyak, nitrogen oksida, sulfur dioksida, senyawa organik mudah menguap (volatile), dan logam berat