TENSION
PNEUMOTHORAK

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA
T.A. 2012-2013
Skenario
Lembar 1
Seorang perempuan berusia 42 tahun, datang ke IGD RS
Muhammadiyah Medan dengan keluhan sesak napas
sejak tadi pagi yang tejadi secara mendadak sesudah ia
mengangkat beban berat. Sesak napas dirasakannya
semakin memberat sehingga ia tidak bisa lagi berbaring.
Lembar 2
Pasien juga mengeluhkan nyeri dada kanan, yang terasa
seperti ditusuk. Selama ini pasien hanya mengalami batukbatuk dalam 1 bulan terakhir. Dari alloanamnese didapatkan
setahun yang lalu ia pernah mengalami batuk darah dan
didiagnosa dokter menderita TB Paru tetapi ia hanya minum
obat selama 3 bulan dan putus berobat. Riwayat merokok (-),
suami merokok (+) 20 batang rokok per hari jenis kretek.
Pekerjaan suami supir angkot.
Lembar 3
Vital Sign, Sens :CM,TD :140/90 mmHg,Nadi 110 x/I, FP:40 x/I
Suhu:36,80C.
Pemeriksaan fisik
Umum:gelisah, berkeringat,berbicara pendek-pendek
Thoraks:
Inspeksi: ketinggalan bernapas pada dada kanan;retraksi iga
(+),palpasi:SF kanan menghilang;perkusi:hipersonor pada paru
kanan;auskultasi:suara napas menghilang pada paru kanan.
Pemeriksaan penunjang
Hasil foto toraks PA: tampak hemitoraks kanan hiperlusen
dengan corakan paru menghilang yang disertai gambaran
pleural line, dan mediastinum terdorong ke hemitoraks kiri,CTR
dalam batas normal.EKG tidak bisa dilakukan;AGDA
pH:7,30;PaCo2:46mmHg;paO2:55mmHg;HCO3:24;BE:2,5;SaO2
94%;leukosit:8000/mm3;Hb:11 gr%
We Don’t Know
• Hubungan penyakit tuberkulosis Paru
dengan pneumothoraks
Hubungan penyakit TB Paru
dengan Pneumotoraks
Pneumothoraks terjadi secara spontan tanpa
didahului oleh kecelakaan atau trauma seringkali
didapatkan penyakit dasar berupa :
1. Tuberkulosis paru yang prosesnya sudah lama,
dengan multiple cavety, fibrosis, emfisema, TB
milier
2. Bronkitis kronis dengan kekambuhan akut
3. Emfisema
4. Asma bronkiale yang kronis mengalami serangan
batuk; influenza
5. Kanker paru
Penyebab tersering pneumothoraks ialah
adanya valve mechanism distal dari bronkial yang
mengalami keradangan atau adanya jaringan parut.
Apabila alveoli melebar akibar peradangan ataupun
robek dan tekanan didalam alveol meningkat maka
udara masuk dengan mudah menuju kejaringan
peribronkovaskular
sehingga
menyebabkan
penumothoraks.
We Don’t Know
• Nilai normal pada AGDA skenario!
AGDA

NILAI PADA SKENARIO NILAI NORMAL

pH

7,30

7,35-7,45

paO2

55

Arterial 80-105 mmHg
Alveolar 90-115 mmHg

paCO2

46

Arterial 38-44 mmHg
Alveolar 38-44 mmHg

Be

+2

-2,5 - +2,5

HCO3

24

22-26

SaO2

94%

>95% atau 100%

Leukosit

8000/mm3

4500-1000/mm3

Hb

11 gr%

Pria :13,5-18,0 gr/dl
Wanita :12,0-16,0 gr/dl
Learning Issue
•
•
•
•
•

DEFENISI DAN ETIOLOGI
PATOFISIOLOGI
TANDA DAN GEJALA
FAKTOR RESIKO
CARA MENEGAKKAN
DIAGNOSA,DIAGNOSA BANDING
• PENATALAKSANAAN
• KOMPLIKASI DAN PROGNOSA
DEFENISI DAN
ETIOLOGI
Defenisi
• Kolaps
paru/pneumotoraks(pneumothorax)
adalah penimbunan udara atau gas di
dalam rongga pleura, Rongga pleura
adalah rongga yang terletak diantara
selaput yang melapisi paru-paru dan
rongga dada.
Etiologi
•

Terdapat beberapa jenis pneumotoraks yang dikelompokkan
berdasarkan penyebabnya:
A.pneumotoraks spontan
a.pneumotoraks primer: terjadi tanpa disertai penyakit
paru
yang mendasarinya.
b.pneumotoraks sekunder: merupakan komplikasi dari
penyakit
paru yang mendahuluinya.
B.Pneumotoraks traumatik
terjadi akibat cedera traumatik pada dada.traumanya
bisa bersifat
menembus(luka usuk,peluru,) atau
tumpul(benturan pada kecelakaan bermotor).
Pneumotoraks juga bisa merupakan komplikasi dari
tindakan
medis tertentu(misal torakosentesis)
• C.pneumotoraks karena tekanan
terjadi jika paru-paru mendapatkan tekanan
berlebihan sehingga paru-paru mengalami
kolaps.tekanan yang berlebihan juga bisa
menghalangi pemompaan darah oleh jantung secara
efektif sehingga terjadi syok.
Klasifikasi
• Pada keadaan normal rongga pleura tidak
berisi udara,supaya paru-paru leluasa
mengembang terhadap rongga
dada.pneumotoraks dapat terjadi secara
spontan dan traumatik
• Pneumotraks spontan terbagi menjadi dua:
1. pneumotoraks spontan
pneumotoraks spontan primer: terjadi tanpa
disertai penyakit paru yang mendasarinya.
pneumotoraks spontan sekunder: merupakan
komplikasi dari penyakit paru yang
mendahuluinya
• pneumotoraks traumatik berdasarkan kejadian:
1.pneumotoraks traumatik non iatrogenik
2.pneumotoraks traumatik iatrogenik

Pneumotorak berdasarkan fistulanya:
 pneumotoraks tertutup: tekanan udara di rongga
pleura sedikit lebih tinggi di bandingkan tekanan pleura
pada sisi hemitoraks kontra lateral tetapi tekanan masih
lebih rendah dari tekanan atmosfer.
 pneumotoraks terbuka: terjadi karena luka terbuka
pada dinding dada,sehingga pada saat inspirasi udara
dapat keluar melalui luka tersebut
 tension pneumotoraks: terjadi karena
mekanisme chek valve yaitu pada saat inspirasi
udara masuk kerongga pleura,tetapi pada saat
ekspirasi udara dari rongga pleura tidak dapat
keluar.
PATOFISIOLOGI
Tension pneumotoraks terjadi
ketika udara dalam rongga pleura
memiliki tekanan yang lebih tinggi
daripada udara dalam paru
sebelahnya.
Udara memasuki rongga
pleura dari tempat ruptur
pleura
yang
bekerja
seperti katup satu arah.
Udara dapat memasuki
rongga pleura pada saat
inspirasi tetapi tidak bisa
keluar lagi karena tempat
ruptur tersebut akan
menutup
pada
saat
ekspirasi.
• Pada saat inspirasi akan terdapat lebih banyak
udara lagi yang masuk dan tekanan udara mulai
melampaui tekanan barometrik.
• Peningkatan tekanan udara akan mendorong paru
yang dalam keadaan recoiling sehingga terjadi
atelektasis kompresi.
• Udara
juga
menekan
mediastinum sehingga terjadi
kompresi serta pergeseran
jantung dan pembuluh darah
besar. Udara tidak bisa keluar
dan tekanan yang semakin
meningkat akibat penumpukan
udara ini menyebabkan kolaps
paru.
• Ketika udara terus menumpuk dan tekanan intrapleura
terus meningkat, mediastinum akan tergeser dari sisi
yang terkena dan aliran balik vena menurun.
• Keadaan ini mendorong jantung, trakea, esofagus dan
pembuluh darah besar berpindah ke sisi yang sehat
sehingga terjadi penekanan pada jantung serta paru ke
sisi kontralateral yang sehat.

(Kowalak, Jennifer P. dkk ; Buku Ajar Patofisiologi : “SISTEM PERNAPASANPNEUMOTHORAKS : BAB.7-Hal.253 : EGC-Jakarta, 2011)
TANDA DAN
GEJALA KLINIS
 Gejalanya pneumotoraks adalah:
Nyeri dada tajam yang timbul secara tiba-tiba, dan
semakin nyeri jika penderita menarik nafas dalam
atau terbatuk
- Sesak nafas
- Dada terasa sempit
- Mudah lelah
- Denyut jantung yang cepat
- Warna kulit menjadi kebiruan akibat kekurangan
oksigen.
 Gejala-gejala tersebut mungkin timbul pada saat
istirahat atau tidur.
 Gejala lainnya yang mungkin ditemukan:
- Cemas, stres, tegang
- Tekanan darah rendah (hipotensi)
- nafas berat, status mental berubah dan hiperkapnia.
 Tanda-tanda terdiri dari penyimpang atau deviasi
trakea menjauhi bagian atau sisi paru yang menglami
tension, dada mengalami hiperekspansi, peningkatan
nada perkusi dan situasi hiperekspansi yang
pergerakan sedikit pada respirasi.
FAKTOR RESIKO
•
•
•
•
•
•
•
•
•

Usia
Jenis kelamin
merokok
Anak dengan fibrosis kistic
Pembentukan infeksi paru,spt pneumonia
akibat pneumo cistic cranii yang berhubunga
dengan infeksi HIV
Penderita dengan syndrom
Penderita skleroderma
Penderita dengan syndrom entres-danlos
Penderita dengan ankilosis spondilitis
CARA
MENEGAKKAN
DIAGNOSA DAN
DD
Gejala klinis Pneumotoraks
Ventil :keluhan subyektif
SESAK NAPAS BERAT
KERINGAT DINGIN
TAKIKARDI
SIANOTIK
DISORIENTASI

GELISAH
Pemeriksaan Fisik ;







Gerakan dinding dada asimetris /
tertinggal pada daerah pneumotoraks,
Fremitus suara melemah,
Perkusi hipersonor,
Deviasi mediastinum kontralateral,
Auskultasi vesikuler menghilang.
PEMERIKSAAN PENUNJANG :






FOTO TORAKS PA :
- pleural line / garis pleura (+)
- hiperlusens
- jantung dan mediastinum terdorong ke arah paru sehat
- diafragma terdorong ke bawah
ANALISA GAS DARAH
PEMRIKSAAN COMPUTED TOMOGRAFI(CT-scan)
PEMERIKSAAN ENDOSKOPI(torakostomi),pemeriksaan
enoskopi ini dibagi menjadi 4 derajat:
DERAJAT I
DERAJAT II
DERAJAT III
DERAJAT IV
DIAGNOSA
BANDING

INFARK
MIOKARD

EMBOLI PARU

PHENEUMONIA
PENATALAKSANAAN
• Umum
tindakan dekompresi yaitu membuat hubungan
rongga pleura dengan udara luar,ada beberapa cara:
a.Menusukkan jarum melalui dinding dada sampai
masuk kerongga pleura, sehingga tekanan udara
positif akan keluar melalui jarum tersebut.
b.Membuat hubungan dengan udara luar melalui
kontra ventil:
1.jarum infuset ditusukkan kedinding dada sampai
masuk ke rongga pleura.
2.abbocath: jarum abbocath no 14 ditusukkan ke
rongga pleura dan setelah madrin dicabut,dihubungkan
dengan infus set
3.WSD: pupa khusus yang steril dimasukkan
kerongga pleura.
• Spesifik
Britis Thoracic Society and American
Collage Of Chest Physician telah memberikan
rekomendasi penanganan pneumotoraks
dengan prinsip:
- Observasi denganpemberian ditambahkan
oksigen
- Aspirasi sederhana denga jarum dan
pemasangan tube torakostomi dengan atau
tanpa pleurodosis
- Torakoskopi dengan pleurodosis dan
penanganan terhadap adanya bleb atau bula
- torakotomi
• Observasi + oksigen
a.jika luas pneumotoraks < 15% dari
hemitoraks
b.fistula dari alveoli ke rongga pleura telah
menutup,udara perlahan akan di resorbsi
(1,25%/hari)
c.laju resorbsi akan meningkat dengan di +
oksigen
d.observasi dilakukan dengan beberapa hari
dengan foto dada serial setiap 12-24 jam selama 2
hari dengan atau tanpa dirawat di RS
• Aspirasi dengan jarum dan tube
torakostomi
a.jika luas pneumotoraks > 15%
mengeluarkan udara dari
rongga pleura
b.dengaan cara: - menusuk jarum melalui
dinding dada sampai rongga pleura
- Membuat hubungan dengan udara luar melalui
kontra ventil,yaitu:*jarum infus
*jarum abbocath 14
*WSD (water sealed drainage)
KOMPLIKASI DAN
PROGNOSA
KOMPLIKASI: Pheneumothoraks tension terjadi pada 35% pasien pheneumothoraks.dan dapat mengakibatkan:

Kegagalan
respirasi

Piopheneumoth
oraks

Henti
jantung dan
paru

Hidropheneumoth
oraks

Dan bisa
menyebabkan
kematian
PROGNOSA
• Hasil dari pneumothorax tergantung pada luasnya
dan
tipe
dari
pneumothorax.
Spontaneous
pneumothorax akan umumnya hilang dengan
sendirinya
tanpa
perawatan.
Secondary
pneumothorax yang berhubungan dengan penyakit
yang mendasarinya, bahkan ketika kecil, adalah jauh
lebih serius dan membawa angka kematian sebesar
15%.
Secondary
pneumothorax
memerlukan
perawatan darurat dan segera. Mempunyai satu
pneumothorax meningkatkan risiko mengembangkan
kondisi ini kembali. Angka kekambuhan untuk
keduanya primary dan secondary pneumothorax
adalah kira-kira 40%; kebanyakan kekambuhan
terjadi dalam waktu 1,5 sampai 2 tahun
REFERENSI
•
•
•
•

•

Hood Alsagaff,Abdul Mukty.2008.Dasar-dasar Ilmu Penyakit
Paru.Surabaya:Airlangga University Press.
Jeremy P.T,dkk.2008. At a Glance SISTEM
RESPIRASI.Jakarta:Penerbit Erlangga.
Aru W.Sudoyo,dkk.2009.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.Jilid
III.Ed V.Jakarta:Interna Publishing.
Andi Renny Amita.2012.Referat Pneumothorax. Dibawakan
dalam rangka tugas kepaniteraan klinik bagian radiologi
fakultas kedokteran universitas muhammadiyah makassar
2012.
Kowalak, Jennifer P. dkk ; Buku Ajar Patofisiologi : “SISTEM
PERNAPASAN-PNEUMOTHORAKS : BAB.7-Hal.253 :
EGC-Jakarta, 2011

Pneumothoraks

  • 1.
  • 2.
    Skenario Lembar 1 Seorang perempuanberusia 42 tahun, datang ke IGD RS Muhammadiyah Medan dengan keluhan sesak napas sejak tadi pagi yang tejadi secara mendadak sesudah ia mengangkat beban berat. Sesak napas dirasakannya semakin memberat sehingga ia tidak bisa lagi berbaring. Lembar 2 Pasien juga mengeluhkan nyeri dada kanan, yang terasa seperti ditusuk. Selama ini pasien hanya mengalami batukbatuk dalam 1 bulan terakhir. Dari alloanamnese didapatkan setahun yang lalu ia pernah mengalami batuk darah dan didiagnosa dokter menderita TB Paru tetapi ia hanya minum obat selama 3 bulan dan putus berobat. Riwayat merokok (-), suami merokok (+) 20 batang rokok per hari jenis kretek. Pekerjaan suami supir angkot.
  • 3.
    Lembar 3 Vital Sign,Sens :CM,TD :140/90 mmHg,Nadi 110 x/I, FP:40 x/I Suhu:36,80C. Pemeriksaan fisik Umum:gelisah, berkeringat,berbicara pendek-pendek Thoraks: Inspeksi: ketinggalan bernapas pada dada kanan;retraksi iga (+),palpasi:SF kanan menghilang;perkusi:hipersonor pada paru kanan;auskultasi:suara napas menghilang pada paru kanan. Pemeriksaan penunjang Hasil foto toraks PA: tampak hemitoraks kanan hiperlusen dengan corakan paru menghilang yang disertai gambaran pleural line, dan mediastinum terdorong ke hemitoraks kiri,CTR dalam batas normal.EKG tidak bisa dilakukan;AGDA pH:7,30;PaCo2:46mmHg;paO2:55mmHg;HCO3:24;BE:2,5;SaO2 94%;leukosit:8000/mm3;Hb:11 gr%
  • 4.
    We Don’t Know •Hubungan penyakit tuberkulosis Paru dengan pneumothoraks
  • 5.
    Hubungan penyakit TBParu dengan Pneumotoraks Pneumothoraks terjadi secara spontan tanpa didahului oleh kecelakaan atau trauma seringkali didapatkan penyakit dasar berupa : 1. Tuberkulosis paru yang prosesnya sudah lama, dengan multiple cavety, fibrosis, emfisema, TB milier 2. Bronkitis kronis dengan kekambuhan akut 3. Emfisema 4. Asma bronkiale yang kronis mengalami serangan batuk; influenza 5. Kanker paru
  • 6.
    Penyebab tersering pneumothoraksialah adanya valve mechanism distal dari bronkial yang mengalami keradangan atau adanya jaringan parut. Apabila alveoli melebar akibar peradangan ataupun robek dan tekanan didalam alveol meningkat maka udara masuk dengan mudah menuju kejaringan peribronkovaskular sehingga menyebabkan penumothoraks.
  • 7.
    We Don’t Know •Nilai normal pada AGDA skenario! AGDA NILAI PADA SKENARIO NILAI NORMAL pH 7,30 7,35-7,45 paO2 55 Arterial 80-105 mmHg Alveolar 90-115 mmHg paCO2 46 Arterial 38-44 mmHg Alveolar 38-44 mmHg Be +2 -2,5 - +2,5 HCO3 24 22-26 SaO2 94% >95% atau 100% Leukosit 8000/mm3 4500-1000/mm3 Hb 11 gr% Pria :13,5-18,0 gr/dl Wanita :12,0-16,0 gr/dl
  • 8.
    Learning Issue • • • • • DEFENISI DANETIOLOGI PATOFISIOLOGI TANDA DAN GEJALA FAKTOR RESIKO CARA MENEGAKKAN DIAGNOSA,DIAGNOSA BANDING • PENATALAKSANAAN • KOMPLIKASI DAN PROGNOSA
  • 9.
  • 10.
    Defenisi • Kolaps paru/pneumotoraks(pneumothorax) adalah penimbunanudara atau gas di dalam rongga pleura, Rongga pleura adalah rongga yang terletak diantara selaput yang melapisi paru-paru dan rongga dada.
  • 11.
    Etiologi • Terdapat beberapa jenispneumotoraks yang dikelompokkan berdasarkan penyebabnya: A.pneumotoraks spontan a.pneumotoraks primer: terjadi tanpa disertai penyakit paru yang mendasarinya. b.pneumotoraks sekunder: merupakan komplikasi dari penyakit paru yang mendahuluinya. B.Pneumotoraks traumatik terjadi akibat cedera traumatik pada dada.traumanya bisa bersifat menembus(luka usuk,peluru,) atau tumpul(benturan pada kecelakaan bermotor). Pneumotoraks juga bisa merupakan komplikasi dari tindakan medis tertentu(misal torakosentesis)
  • 12.
    • C.pneumotoraks karenatekanan terjadi jika paru-paru mendapatkan tekanan berlebihan sehingga paru-paru mengalami kolaps.tekanan yang berlebihan juga bisa menghalangi pemompaan darah oleh jantung secara efektif sehingga terjadi syok.
  • 13.
    Klasifikasi • Pada keadaannormal rongga pleura tidak berisi udara,supaya paru-paru leluasa mengembang terhadap rongga dada.pneumotoraks dapat terjadi secara spontan dan traumatik • Pneumotraks spontan terbagi menjadi dua: 1. pneumotoraks spontan pneumotoraks spontan primer: terjadi tanpa disertai penyakit paru yang mendasarinya. pneumotoraks spontan sekunder: merupakan komplikasi dari penyakit paru yang mendahuluinya
  • 14.
    • pneumotoraks traumatikberdasarkan kejadian: 1.pneumotoraks traumatik non iatrogenik 2.pneumotoraks traumatik iatrogenik Pneumotorak berdasarkan fistulanya:  pneumotoraks tertutup: tekanan udara di rongga pleura sedikit lebih tinggi di bandingkan tekanan pleura pada sisi hemitoraks kontra lateral tetapi tekanan masih lebih rendah dari tekanan atmosfer.  pneumotoraks terbuka: terjadi karena luka terbuka pada dinding dada,sehingga pada saat inspirasi udara dapat keluar melalui luka tersebut
  • 15.
     tension pneumotoraks:terjadi karena mekanisme chek valve yaitu pada saat inspirasi udara masuk kerongga pleura,tetapi pada saat ekspirasi udara dari rongga pleura tidak dapat keluar.
  • 16.
  • 17.
    Tension pneumotoraks terjadi ketikaudara dalam rongga pleura memiliki tekanan yang lebih tinggi daripada udara dalam paru sebelahnya.
  • 18.
    Udara memasuki rongga pleuradari tempat ruptur pleura yang bekerja seperti katup satu arah. Udara dapat memasuki rongga pleura pada saat inspirasi tetapi tidak bisa keluar lagi karena tempat ruptur tersebut akan menutup pada saat ekspirasi.
  • 19.
    • Pada saatinspirasi akan terdapat lebih banyak udara lagi yang masuk dan tekanan udara mulai melampaui tekanan barometrik. • Peningkatan tekanan udara akan mendorong paru yang dalam keadaan recoiling sehingga terjadi atelektasis kompresi.
  • 20.
    • Udara juga menekan mediastinum sehinggaterjadi kompresi serta pergeseran jantung dan pembuluh darah besar. Udara tidak bisa keluar dan tekanan yang semakin meningkat akibat penumpukan udara ini menyebabkan kolaps paru.
  • 21.
    • Ketika udaraterus menumpuk dan tekanan intrapleura terus meningkat, mediastinum akan tergeser dari sisi yang terkena dan aliran balik vena menurun. • Keadaan ini mendorong jantung, trakea, esofagus dan pembuluh darah besar berpindah ke sisi yang sehat sehingga terjadi penekanan pada jantung serta paru ke sisi kontralateral yang sehat. (Kowalak, Jennifer P. dkk ; Buku Ajar Patofisiologi : “SISTEM PERNAPASANPNEUMOTHORAKS : BAB.7-Hal.253 : EGC-Jakarta, 2011)
  • 22.
  • 23.
     Gejalanya pneumotoraksadalah: Nyeri dada tajam yang timbul secara tiba-tiba, dan semakin nyeri jika penderita menarik nafas dalam atau terbatuk - Sesak nafas - Dada terasa sempit - Mudah lelah - Denyut jantung yang cepat - Warna kulit menjadi kebiruan akibat kekurangan oksigen.
  • 24.
     Gejala-gejala tersebutmungkin timbul pada saat istirahat atau tidur.  Gejala lainnya yang mungkin ditemukan: - Cemas, stres, tegang - Tekanan darah rendah (hipotensi) - nafas berat, status mental berubah dan hiperkapnia.  Tanda-tanda terdiri dari penyimpang atau deviasi trakea menjauhi bagian atau sisi paru yang menglami tension, dada mengalami hiperekspansi, peningkatan nada perkusi dan situasi hiperekspansi yang pergerakan sedikit pada respirasi.
  • 25.
  • 26.
    • • • • • • • • • Usia Jenis kelamin merokok Anak denganfibrosis kistic Pembentukan infeksi paru,spt pneumonia akibat pneumo cistic cranii yang berhubunga dengan infeksi HIV Penderita dengan syndrom Penderita skleroderma Penderita dengan syndrom entres-danlos Penderita dengan ankilosis spondilitis
  • 27.
  • 28.
    Gejala klinis Pneumotoraks Ventil:keluhan subyektif SESAK NAPAS BERAT KERINGAT DINGIN TAKIKARDI SIANOTIK DISORIENTASI GELISAH
  • 29.
    Pemeriksaan Fisik ;      Gerakandinding dada asimetris / tertinggal pada daerah pneumotoraks, Fremitus suara melemah, Perkusi hipersonor, Deviasi mediastinum kontralateral, Auskultasi vesikuler menghilang.
  • 30.
    PEMERIKSAAN PENUNJANG :     FOTOTORAKS PA : - pleural line / garis pleura (+) - hiperlusens - jantung dan mediastinum terdorong ke arah paru sehat - diafragma terdorong ke bawah ANALISA GAS DARAH PEMRIKSAAN COMPUTED TOMOGRAFI(CT-scan) PEMERIKSAAN ENDOSKOPI(torakostomi),pemeriksaan enoskopi ini dibagi menjadi 4 derajat: DERAJAT I DERAJAT II DERAJAT III DERAJAT IV
  • 32.
  • 33.
  • 34.
    • Umum tindakan dekompresiyaitu membuat hubungan rongga pleura dengan udara luar,ada beberapa cara: a.Menusukkan jarum melalui dinding dada sampai masuk kerongga pleura, sehingga tekanan udara positif akan keluar melalui jarum tersebut. b.Membuat hubungan dengan udara luar melalui kontra ventil: 1.jarum infuset ditusukkan kedinding dada sampai masuk ke rongga pleura. 2.abbocath: jarum abbocath no 14 ditusukkan ke rongga pleura dan setelah madrin dicabut,dihubungkan dengan infus set 3.WSD: pupa khusus yang steril dimasukkan kerongga pleura.
  • 35.
    • Spesifik Britis ThoracicSociety and American Collage Of Chest Physician telah memberikan rekomendasi penanganan pneumotoraks dengan prinsip: - Observasi denganpemberian ditambahkan oksigen - Aspirasi sederhana denga jarum dan pemasangan tube torakostomi dengan atau tanpa pleurodosis - Torakoskopi dengan pleurodosis dan penanganan terhadap adanya bleb atau bula - torakotomi
  • 36.
    • Observasi +oksigen a.jika luas pneumotoraks < 15% dari hemitoraks b.fistula dari alveoli ke rongga pleura telah menutup,udara perlahan akan di resorbsi (1,25%/hari) c.laju resorbsi akan meningkat dengan di + oksigen d.observasi dilakukan dengan beberapa hari dengan foto dada serial setiap 12-24 jam selama 2 hari dengan atau tanpa dirawat di RS
  • 37.
    • Aspirasi denganjarum dan tube torakostomi a.jika luas pneumotoraks > 15% mengeluarkan udara dari rongga pleura b.dengaan cara: - menusuk jarum melalui dinding dada sampai rongga pleura - Membuat hubungan dengan udara luar melalui kontra ventil,yaitu:*jarum infus *jarum abbocath 14 *WSD (water sealed drainage)
  • 38.
  • 39.
    KOMPLIKASI: Pheneumothoraks tensionterjadi pada 35% pasien pheneumothoraks.dan dapat mengakibatkan: Kegagalan respirasi Piopheneumoth oraks Henti jantung dan paru Hidropheneumoth oraks Dan bisa menyebabkan kematian
  • 40.
    PROGNOSA • Hasil daripneumothorax tergantung pada luasnya dan tipe dari pneumothorax. Spontaneous pneumothorax akan umumnya hilang dengan sendirinya tanpa perawatan. Secondary pneumothorax yang berhubungan dengan penyakit yang mendasarinya, bahkan ketika kecil, adalah jauh lebih serius dan membawa angka kematian sebesar 15%. Secondary pneumothorax memerlukan perawatan darurat dan segera. Mempunyai satu pneumothorax meningkatkan risiko mengembangkan kondisi ini kembali. Angka kekambuhan untuk keduanya primary dan secondary pneumothorax adalah kira-kira 40%; kebanyakan kekambuhan terjadi dalam waktu 1,5 sampai 2 tahun
  • 41.
    REFERENSI • • • • • Hood Alsagaff,Abdul Mukty.2008.Dasar-dasarIlmu Penyakit Paru.Surabaya:Airlangga University Press. Jeremy P.T,dkk.2008. At a Glance SISTEM RESPIRASI.Jakarta:Penerbit Erlangga. Aru W.Sudoyo,dkk.2009.Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.Jilid III.Ed V.Jakarta:Interna Publishing. Andi Renny Amita.2012.Referat Pneumothorax. Dibawakan dalam rangka tugas kepaniteraan klinik bagian radiologi fakultas kedokteran universitas muhammadiyah makassar 2012. Kowalak, Jennifer P. dkk ; Buku Ajar Patofisiologi : “SISTEM PERNAPASAN-PNEUMOTHORAKS : BAB.7-Hal.253 : EGC-Jakarta, 2011