PNEUMONIA
Nama kelompok:
1. Monita sari
2. Muharif nurhidayat
3. Nia sundari
4. Noti setiani
Apa itu Pneumonia?
Pneumonia adalah peradangan pada alveolus yang berisi cairan dan
eritrosit berlebihan. Awalnya, alveolus akan mengalami peradangan
sehingga berlubang dan cairan pun akan masuk ke dalam alveolus. Infeksi
disebarkan oleh bakteri dari alveolus ke alveolus lain, dapat meluas ke
lobus lain bahkan seluruh paru-paru
Pneumonia ada yang akut dan kronis yang biasanya ditandai dengan peradangan
pada satu bagian paru-paru atau keduanya.
Penyakit ini disebabkan oleh serangan dari virus, bakteri dan mikroorganisme
lainnya, atau juga bisa disebabkan dari infeksi zat kimia.
Kantung udara atau alveoli dalam paru-paru berisi nanah dan cairan lainnya.
Hal ini akan membuat oksigen kesulitan untuk masuk dalam darah sehingga
menyebabkan sesak nafas yang terus menerus. Saat pneumonia sudah parah,
infeksi ini bisa menyebar ke organ-organ lain dalam tubuh.
Penyakit ini, dikategorikan menjadi 2 tingkat, dari yang rendah sampai parah.
Parah dan tidaknya tingkat penyakit ini, tergantung dari penyebab virus atau
organisme yang menyebabkan pneumonia, serta usia dan tingkat kesehatannya
dari si penderita.
Pneumonia terdiri dari 3 jenis menurut lokasi paru-parunya yang terserang
1. Pneumonia Lobar, yaitu jenis pneumonia yang menyerang 1 lobus paru-paru
2) Pneumonia interstisial
2. Bronkopneumonia, yaitu jenis pneumonia yang menyerang seluruhnya
Apa sih penyebab Pneumonia?
Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada jaringan paru (parenkim)
yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur. Umumnya disebabkan oleh
bakteri streptokokus (Streptococcus) ,bakteri Mycoplasma pneumoniae, dan
bakteri Diplococcus pneumonia
Jenis Radang Paru-paru
1) Penyakit Radang Paru-paru Non-invasif
Pada kasus Radang Paru-paru Non-invasif, bakteri penyebab Radang
Paru-paru dapat menyebar dari nasofaring (hidung dan tenggorokan),
pada saluran pernapasan atas dan bawah dan dapat menyebabkan:
a)Otitis media - infeksi telinga tengah. Biasanya dengan akumulasi cairan di
telinga tengah, sehingga terjadi pembengkakan gendang telinga atau sakit
telinga.
b)Non-bacteremic pneumonia - Radang Paru-paru Non-invasif
menyebabkan infeksi saluran pernapasan bagian bawah tanpa terdeteksi
adanya penyebaran organisme ke aliran darah.
2) Penyakit Radang Paru-paru Invasif
Radang Paru-paru Invasif cenderung lebih serius dan terjadi di dalam
organ utama, atau dalam darah. Contoh Radang Paru-paru Invasif
meliputi:
• Bakteremia (sepsis) - infeksi bakteri darah. Bakteremia adalah adanya
bakteri hidup dalam darah, sedangkan sepsis berarti infeksi darah yang
berhubungan dengan kebocoran kapiler, shock dan peningkatan risiko
kematian.
• Meningitis - peradangan pada meninges. Meninges adalah tiga membran
yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang.
• Bacteremic pneumonia - peradangan pada salah satu atau kedua paru-
paru.
Bagaimana Penyakit Radang Paru-paru Menular?
Bagaimana Penyakit Radang Paru-paru Menyebar?
• S. pneumoniae, yaitu bakteri penyebab Radang Paru-paru, yang paling
sering ditemukan di tenggorokan dan hidung dari bayi dan anak kecil.
Mereka juga mungkin ada dalam hidung orang dewasa, tapi ini kecil
kemungkinannya.
• Bakteri menyebar dari orang-ke-orang melalui pernapasan - jika orang
yang terinfeksi batuk atau bersin di dekat orang lain, orang lain mungkin
terinfeksi.
• Anda tidak dapat terinfeksi/tertular dengan mengkonsumsi makanan atau
air yang terkontaminasi. Bakteri ini hanya bisamenyebar dalam tetesan
air di udara saja.
Jika sistem kekebalan tubuh bekerja dengan baik, maka sistem kekebalan
ini akan menghentikan inveksi bakteri penyebab Radang Paru-paru.
Namun jika seseorang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah,
bakteri dapat menyebar dan berpindah dari tenggorokan ke paru-paru,
darah, sinus, telinga tengah, atau otak, yang dapat menyebabkan infeksi
yang lebih serius.
Diagnosa Pneumonia
• Pertama kali dokter dapat mendiagnosa apakah penderita
memang terkena pneumonia atau tidak ketika dokter
mendengar suara napas yang kasar atau suara berderak saat
mendengarkan sebagian dari dada dengan stetoskop. Untuk
mengkonfirmasi hal ini dilakukan sinar X dada.
• Selain itu dapat didiagnosa melalui sampel dahak yang dapat
dikumpulkan dan diperiksa di bawah mikroskop. Jika
pneumonia disebabkan oleh bakteri atau jamur, dapat
terdeteksi oleh pemeriksaan ini.
• Dilakukan tes darah yang mengukur jumlah sel darah putih.
Darah putih seseorang dapat memberikan petunjuk
mengenai keparahan radang paru-paru dan apakah hal itu
disebabkan oleh bakteri atau virus. Peningkatan jumlah
neutrofil, salah satu jenis sel darah putih, terlihat pada infeksi
bakteri, sedangkan peningkatan limfosit, jenis lain dari sel
darah, terlihat pada infeksi virus, infeksi jamur, dan beberapa
infeksi bakteri (seperti TBC).
• Dengan melakukan bronkoskopi maka saluran pernapasan
dapat langsung diperiksa oleh dokter, dan spesimen dari
bagian yang terinfeksi paru-paru dapat diperoleh. Atau juga
bisa dilakukan thoracoscope atau operasi melalui tabung.
KOMPLIKASI PNEUMONIA
Kelompok orang yang lebih berisiko mengalami komplikasi pneumonia
adalah manula, anak-anak, dan orang yang memiliki penyakit lain,
1. Infeksi Darah
Infeksi darah yang dikenal dengan istilah septikemia adalah salah satu
komplikasi pneumonia yang serius.
Gejalanya yaitu tekanan darah rendah gejala septikemia juga dapat
meliputi, detak jantung yang cepat, napas yang meningkat, demam, serta
kulit yang terasa dingin, lembap, dan pucat. Infeksi darah ditangani dengan
antibiotik dosis tinggi melalui infus.
Saat darah Anda terinfeksi, infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lain
seperti selaput rongga perut (peritonitis), selaput otak, persendian (artritis
septik), dan selaput jantung (endokarditis).
2. Abses Paru
• Sebagian besar abses paru ditemukan pada pasien pneumonia yang
sebelumnya telah mengidap penyakit lain atau yang kecanduan minuman
keras.
• Abses paru adalah ruang penuh nanah yang tumbuh di jaringan paru-
paru.
• Indikasi abses paru meliputi, dengan dahak berbau tidak sedap dan
pembengkakan pada jari tangan serta kaki.
• Antibiotik sering digunakan untuk mengobati abses paru dan biasanya
diawali dengan pemberian infus antibiotik, lalu tablet antibiotik selama
maksimal enam minggu. Walau sebagian besar pasien akan merasa lebih
baik dalam 3-4 hari, sangat penting bagi Anda untuk menghabiskan
antibiotik agar infeksi tidak kambuh.
3. Pleurisi
• Pleurisi adalah peradangan pada pleura yaitu dua lapis
selaput yang berada di antara paru-paru dan rongga dada.
Tetapi cairan juga terkadang bisa memenuhi ruang di antara
dua selaput pleura dan kondisi ini disebut efusi pleura.
Cairan ini mengakibatkan tekanan pada paru-paru hingga
penderita sulit bernapas. Komplikasi ini dapat terjadi sekitar
50 persen dari jumlah pasien pneumonia yang menjalani
perawatan di rumah sakit. Efusi pleura biasanya bisa pulih
sendiri jika pneumonia sudah diobati.
Gejala penyakit pneumonia
Gejala-gejala umum yang sering ditemui adalah
• demam,
• menggigil,
• batuk berdahak,
• nafas cepat,
• nafas dengan suara mengi/mengorok,
• sesak nafas yang disertai gerakan dada yang tidak normal,
• muntah,
• nyeri dada,
• nyeri perut,
• nafsu makan menurun, sampai bibir & ujung jari kebiruan.
Radang akibat bakteri biasanya menimbulkan gejala-gejala
seperti gemetar, demam tinggi, berkeringat, nyeri dada, serta
batuk mengeluarkan lendir berwarna kehijauan atau kuning.
Radang akibat virus menimbulkan gejala-gejala berupa batuk,
sakit kepala, demam, nyeri otot dan lelah. Jika semakin parah
biasanya di sertai juga dengan kesulitan bernapas serta batuk
berlendir, yang kemudian memicu juga munculnya radang
lanjutan akibat serangan bakteri.
Radang akibat mikroplasma menyebabkan munculnya gejala-
gejala yang juga mirip dengan raadang akibat virus atau
bakteri. Namun, bedanya, si penderita tidak merasa sakit dan
memerlukan istirahat di tempat tidur. Jenis radang paru yang
satu ini lebih banyak menyerang anak-anak serta orang
dewasa muda. Radang akibat parasit menyebabkan batuk
yang tak sembuh-sembuh, demam, serta kesulitan bernapas.
Siapa yang Lebih Berisiko Terkena
Penyakit Radang Paru-paru?
• Bayi dan anak-anak dibawah dua tahun.
• Orang-orang di atas 65 tahun.
• Anak-anak di daerah miskin dari negara-negara berkembang.
• Orang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti orang-orang dengan
imunosupresi (misalnya steroid dosis tinggi, kemoterapi), HIV, dan AIDS.
• Penderita penyakit kronis, seperti:
– diabetes
– penyakit paru-paru
– penyakit jantung
– kancer
– penyakit ginjal
– penyakit sickle cell (sel sabit)
– alkoholisme
• Seseorang yang mendapatkan perawatan penyakit kronis
jangka panjang.
• Pasien yang memiliki riwayat disfungsi limpa atau penyakit
limpa.
• Perokok.
• Orang-orang yang memiliki implan koklea (sejenis alat
bantu dengar).
• Pasien dengan kebocoran cairan serebrospinal (misalnya
karena retak pada tengkorak).
Penularannya
Penularannya dapat melalui air liur & cairan yang keluar dari
hidung penderita, termasuk ketika penderita batuk/bersin,
atau melalui penggunakan alat makan-minum & sapu
tangan secara bersama-sama.
Penyakit ini tergolong sangat mudah menular dan dapat bisa
menyerang siapa saja tidak kenal usia, dan jenis kelamin
Cara pencegahan dan solusi
1. Selalu memelihara kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh tetap kuat
dapat mencegah agar bakteri tidak mampu menembus pertahanan
kesehatan tubuh.
2. Makan makanan bergizi atau berolahraga secara teratur.
3. Dapatkan vaksinasi jika Anda termasuk orang yang beresiko tinggi terkena
radang paru, misalnya jika Anda penderita penyakit kronis, seperti penyakit
paru-paru, jantung, diabetes, kelainan darah, asma, dan sebagainnya.
4. Jangan lupa cuci tangan. Tangan amat sering bersentuhan langsung dengan
kuman penyakit penyebab radang paru.
5. Jangan merokok. Rokok merusak pertahanan alami paru-paru terhadap
infeksi pernapasan.
6. Aturlah pola makan sebaik mungkin dengan memperbanyak mengonsumsi
buah dan sayuran serta kacang-kacangan.
7. Lindungi orang lain dari infeksi. Jika Anda menderita radang paru, hindarilah
orang lain dari penyakit ini dengan cara menjaga jarak untuk sementara
waktu, misalnya dengan menggunakan penutup mulut dan batuk serta
ditutupi sapu tangan.
Pengobatan
Apabila telah menderita pneumonia, biasanya disembuhkan dengan
meminum antibiotik.
Pneumonia

Pneumonia

  • 1.
    PNEUMONIA Nama kelompok: 1. Monitasari 2. Muharif nurhidayat 3. Nia sundari 4. Noti setiani
  • 2.
    Apa itu Pneumonia? Pneumoniaadalah peradangan pada alveolus yang berisi cairan dan eritrosit berlebihan. Awalnya, alveolus akan mengalami peradangan sehingga berlubang dan cairan pun akan masuk ke dalam alveolus. Infeksi disebarkan oleh bakteri dari alveolus ke alveolus lain, dapat meluas ke lobus lain bahkan seluruh paru-paru
  • 3.
    Pneumonia ada yangakut dan kronis yang biasanya ditandai dengan peradangan pada satu bagian paru-paru atau keduanya. Penyakit ini disebabkan oleh serangan dari virus, bakteri dan mikroorganisme lainnya, atau juga bisa disebabkan dari infeksi zat kimia. Kantung udara atau alveoli dalam paru-paru berisi nanah dan cairan lainnya. Hal ini akan membuat oksigen kesulitan untuk masuk dalam darah sehingga menyebabkan sesak nafas yang terus menerus. Saat pneumonia sudah parah, infeksi ini bisa menyebar ke organ-organ lain dalam tubuh. Penyakit ini, dikategorikan menjadi 2 tingkat, dari yang rendah sampai parah. Parah dan tidaknya tingkat penyakit ini, tergantung dari penyebab virus atau organisme yang menyebabkan pneumonia, serta usia dan tingkat kesehatannya dari si penderita. Pneumonia terdiri dari 3 jenis menurut lokasi paru-parunya yang terserang 1. Pneumonia Lobar, yaitu jenis pneumonia yang menyerang 1 lobus paru-paru 2) Pneumonia interstisial 2. Bronkopneumonia, yaitu jenis pneumonia yang menyerang seluruhnya
  • 4.
    Apa sih penyebabPneumonia? Pneumonia merupakan infeksi yang terjadi pada jaringan paru (parenkim) yang disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur. Umumnya disebabkan oleh bakteri streptokokus (Streptococcus) ,bakteri Mycoplasma pneumoniae, dan bakteri Diplococcus pneumonia
  • 5.
    Jenis Radang Paru-paru 1)Penyakit Radang Paru-paru Non-invasif Pada kasus Radang Paru-paru Non-invasif, bakteri penyebab Radang Paru-paru dapat menyebar dari nasofaring (hidung dan tenggorokan), pada saluran pernapasan atas dan bawah dan dapat menyebabkan: a)Otitis media - infeksi telinga tengah. Biasanya dengan akumulasi cairan di telinga tengah, sehingga terjadi pembengkakan gendang telinga atau sakit telinga. b)Non-bacteremic pneumonia - Radang Paru-paru Non-invasif menyebabkan infeksi saluran pernapasan bagian bawah tanpa terdeteksi adanya penyebaran organisme ke aliran darah.
  • 6.
    2) Penyakit RadangParu-paru Invasif Radang Paru-paru Invasif cenderung lebih serius dan terjadi di dalam organ utama, atau dalam darah. Contoh Radang Paru-paru Invasif meliputi: • Bakteremia (sepsis) - infeksi bakteri darah. Bakteremia adalah adanya bakteri hidup dalam darah, sedangkan sepsis berarti infeksi darah yang berhubungan dengan kebocoran kapiler, shock dan peningkatan risiko kematian. • Meningitis - peradangan pada meninges. Meninges adalah tiga membran yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang. • Bacteremic pneumonia - peradangan pada salah satu atau kedua paru- paru.
  • 7.
    Bagaimana Penyakit RadangParu-paru Menular? Bagaimana Penyakit Radang Paru-paru Menyebar? • S. pneumoniae, yaitu bakteri penyebab Radang Paru-paru, yang paling sering ditemukan di tenggorokan dan hidung dari bayi dan anak kecil. Mereka juga mungkin ada dalam hidung orang dewasa, tapi ini kecil kemungkinannya. • Bakteri menyebar dari orang-ke-orang melalui pernapasan - jika orang yang terinfeksi batuk atau bersin di dekat orang lain, orang lain mungkin terinfeksi. • Anda tidak dapat terinfeksi/tertular dengan mengkonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi. Bakteri ini hanya bisamenyebar dalam tetesan air di udara saja.
  • 8.
    Jika sistem kekebalantubuh bekerja dengan baik, maka sistem kekebalan ini akan menghentikan inveksi bakteri penyebab Radang Paru-paru. Namun jika seseorang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, bakteri dapat menyebar dan berpindah dari tenggorokan ke paru-paru, darah, sinus, telinga tengah, atau otak, yang dapat menyebabkan infeksi yang lebih serius.
  • 9.
    Diagnosa Pneumonia • Pertamakali dokter dapat mendiagnosa apakah penderita memang terkena pneumonia atau tidak ketika dokter mendengar suara napas yang kasar atau suara berderak saat mendengarkan sebagian dari dada dengan stetoskop. Untuk mengkonfirmasi hal ini dilakukan sinar X dada. • Selain itu dapat didiagnosa melalui sampel dahak yang dapat dikumpulkan dan diperiksa di bawah mikroskop. Jika pneumonia disebabkan oleh bakteri atau jamur, dapat terdeteksi oleh pemeriksaan ini.
  • 10.
    • Dilakukan tesdarah yang mengukur jumlah sel darah putih. Darah putih seseorang dapat memberikan petunjuk mengenai keparahan radang paru-paru dan apakah hal itu disebabkan oleh bakteri atau virus. Peningkatan jumlah neutrofil, salah satu jenis sel darah putih, terlihat pada infeksi bakteri, sedangkan peningkatan limfosit, jenis lain dari sel darah, terlihat pada infeksi virus, infeksi jamur, dan beberapa infeksi bakteri (seperti TBC). • Dengan melakukan bronkoskopi maka saluran pernapasan dapat langsung diperiksa oleh dokter, dan spesimen dari bagian yang terinfeksi paru-paru dapat diperoleh. Atau juga bisa dilakukan thoracoscope atau operasi melalui tabung.
  • 11.
    KOMPLIKASI PNEUMONIA Kelompok orangyang lebih berisiko mengalami komplikasi pneumonia adalah manula, anak-anak, dan orang yang memiliki penyakit lain, 1. Infeksi Darah Infeksi darah yang dikenal dengan istilah septikemia adalah salah satu komplikasi pneumonia yang serius. Gejalanya yaitu tekanan darah rendah gejala septikemia juga dapat meliputi, detak jantung yang cepat, napas yang meningkat, demam, serta kulit yang terasa dingin, lembap, dan pucat. Infeksi darah ditangani dengan antibiotik dosis tinggi melalui infus. Saat darah Anda terinfeksi, infeksi dapat menyebar ke bagian tubuh lain seperti selaput rongga perut (peritonitis), selaput otak, persendian (artritis septik), dan selaput jantung (endokarditis).
  • 12.
    2. Abses Paru •Sebagian besar abses paru ditemukan pada pasien pneumonia yang sebelumnya telah mengidap penyakit lain atau yang kecanduan minuman keras. • Abses paru adalah ruang penuh nanah yang tumbuh di jaringan paru- paru. • Indikasi abses paru meliputi, dengan dahak berbau tidak sedap dan pembengkakan pada jari tangan serta kaki. • Antibiotik sering digunakan untuk mengobati abses paru dan biasanya diawali dengan pemberian infus antibiotik, lalu tablet antibiotik selama maksimal enam minggu. Walau sebagian besar pasien akan merasa lebih baik dalam 3-4 hari, sangat penting bagi Anda untuk menghabiskan antibiotik agar infeksi tidak kambuh.
  • 13.
    3. Pleurisi • Pleurisiadalah peradangan pada pleura yaitu dua lapis selaput yang berada di antara paru-paru dan rongga dada. Tetapi cairan juga terkadang bisa memenuhi ruang di antara dua selaput pleura dan kondisi ini disebut efusi pleura. Cairan ini mengakibatkan tekanan pada paru-paru hingga penderita sulit bernapas. Komplikasi ini dapat terjadi sekitar 50 persen dari jumlah pasien pneumonia yang menjalani perawatan di rumah sakit. Efusi pleura biasanya bisa pulih sendiri jika pneumonia sudah diobati.
  • 14.
    Gejala penyakit pneumonia Gejala-gejalaumum yang sering ditemui adalah • demam, • menggigil, • batuk berdahak, • nafas cepat, • nafas dengan suara mengi/mengorok, • sesak nafas yang disertai gerakan dada yang tidak normal, • muntah, • nyeri dada, • nyeri perut, • nafsu makan menurun, sampai bibir & ujung jari kebiruan.
  • 15.
    Radang akibat bakteribiasanya menimbulkan gejala-gejala seperti gemetar, demam tinggi, berkeringat, nyeri dada, serta batuk mengeluarkan lendir berwarna kehijauan atau kuning. Radang akibat virus menimbulkan gejala-gejala berupa batuk, sakit kepala, demam, nyeri otot dan lelah. Jika semakin parah biasanya di sertai juga dengan kesulitan bernapas serta batuk berlendir, yang kemudian memicu juga munculnya radang lanjutan akibat serangan bakteri. Radang akibat mikroplasma menyebabkan munculnya gejala- gejala yang juga mirip dengan raadang akibat virus atau bakteri. Namun, bedanya, si penderita tidak merasa sakit dan memerlukan istirahat di tempat tidur. Jenis radang paru yang satu ini lebih banyak menyerang anak-anak serta orang dewasa muda. Radang akibat parasit menyebabkan batuk yang tak sembuh-sembuh, demam, serta kesulitan bernapas.
  • 16.
    Siapa yang LebihBerisiko Terkena Penyakit Radang Paru-paru? • Bayi dan anak-anak dibawah dua tahun. • Orang-orang di atas 65 tahun. • Anak-anak di daerah miskin dari negara-negara berkembang. • Orang dengan sistem kekebalan yang lemah, seperti orang-orang dengan imunosupresi (misalnya steroid dosis tinggi, kemoterapi), HIV, dan AIDS. • Penderita penyakit kronis, seperti: – diabetes – penyakit paru-paru – penyakit jantung – kancer – penyakit ginjal – penyakit sickle cell (sel sabit) – alkoholisme
  • 17.
    • Seseorang yangmendapatkan perawatan penyakit kronis jangka panjang. • Pasien yang memiliki riwayat disfungsi limpa atau penyakit limpa. • Perokok. • Orang-orang yang memiliki implan koklea (sejenis alat bantu dengar). • Pasien dengan kebocoran cairan serebrospinal (misalnya karena retak pada tengkorak).
  • 18.
    Penularannya Penularannya dapat melaluiair liur & cairan yang keluar dari hidung penderita, termasuk ketika penderita batuk/bersin, atau melalui penggunakan alat makan-minum & sapu tangan secara bersama-sama. Penyakit ini tergolong sangat mudah menular dan dapat bisa menyerang siapa saja tidak kenal usia, dan jenis kelamin
  • 19.
    Cara pencegahan dansolusi 1. Selalu memelihara kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh tetap kuat dapat mencegah agar bakteri tidak mampu menembus pertahanan kesehatan tubuh. 2. Makan makanan bergizi atau berolahraga secara teratur. 3. Dapatkan vaksinasi jika Anda termasuk orang yang beresiko tinggi terkena radang paru, misalnya jika Anda penderita penyakit kronis, seperti penyakit paru-paru, jantung, diabetes, kelainan darah, asma, dan sebagainnya. 4. Jangan lupa cuci tangan. Tangan amat sering bersentuhan langsung dengan kuman penyakit penyebab radang paru. 5. Jangan merokok. Rokok merusak pertahanan alami paru-paru terhadap infeksi pernapasan. 6. Aturlah pola makan sebaik mungkin dengan memperbanyak mengonsumsi buah dan sayuran serta kacang-kacangan. 7. Lindungi orang lain dari infeksi. Jika Anda menderita radang paru, hindarilah orang lain dari penyakit ini dengan cara menjaga jarak untuk sementara waktu, misalnya dengan menggunakan penutup mulut dan batuk serta ditutupi sapu tangan.
  • 20.
    Pengobatan Apabila telah menderitapneumonia, biasanya disembuhkan dengan meminum antibiotik.