RINI SAFITRI, S.Pd 
9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
Penggunaan Garis 
9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
Pengenalan Garis Gambar 
 Di dalam menggambar teknik ada beberapa 
jenis garis yang semuanya memiliki maksud 
dan arti sendiri – sendiri. Penggunaan setiap 
jenis garis yang dipilih harus sesuai dengan 
maksud dan tujuan dari gambar. 
Jenis – jenis garis yang dipakai dalam 
menggambar teknik ditentukan oleh 
gabungan bentuk dan tebal garis. 
RiniSv3@gmail.com 9/7/2014
1. Garis gambar (garis kontinyu 
tebal) 
Garis gambar adalah garis yang digunakan untuk 
membuat batas dari suatu benda dalam gambar. 
Garis tebal kontinyu, ukuran 0,5 dan 0,7 mm 
digunakan untuk garis tepi, garis benda yang 
terlihat. 
9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
2. Garis Sumbu (garis bertitik 
tipis) 
 Setiap lingkaran atau bentuk dasar lingkaran/silinder 
dan lengkungan yang dibuat berdasarkan lingkaran 
(setengah lingkaran, seperempat lingkaran, sepertiga 
lingkaran, dll) harus selalu diberi garis sumbu. Baik 
dalam posisi yang kelihatan lingkarannya maupun dari 
tampak samping. Pada gambar berikut contoh 
pembuatan garis sumbu pada lingkaran/silinder. Tebal 
garis sumbu adalah 0,3 mm dan bentuknya garis-titik-garis 
atau garis pendek yang diapit oleh garis panjang. 
Dan dipusat lingkaran harus membentuk tanda ”+”. 
9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
RiniSv3@gmail.com 9/7/2014
9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
3. Garis Ukuran ( Garis kontinyu 
tipis 
 Berupa garis tipis dengan ketebalan 1/2 dari tebal garis 
biasa. Garis ini digunakan untuk menunjukkan 
ukuran suatu benda atau ruang. Garis ukuran terdiri 
dari garis petunjuk batas ukuran dan garis petunjuk 
ukuran. Garis petunjuk batas ukuran dibuat terpisah 
dari garis batas benda, dengan demikian maka tidak 
mengacaukan pembaca gambar. Sedang garis 
petunjuk ukuran dibuat dengan ujung pangkalnya 
diberi anak tanda panah tepat pada garis petunjuk 
batas ukuran. 
RiniSv3@gmail.com 9/7/2014
9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
4. Garis potongan ( garis bertitik 
tipis, ujung tebal atau garis tipis 
bebas ) 
Garis ini berupa garis “strip,titik,titik,strip” 
dengan ketebalan 1/2 tebal garis biasa. 
Semua gambar teknik yang dikehendaki 
dengan pemotongan, batas potongan harus 
digaris dengan garis potong ini. 
9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
5. Garis bantu dan garis arsiran ( 
kontinyu tipis) 
9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
1. Garis tipis kontinyu, ukuran 0,25 
dan 0,35 mm 
2. Digunakan untuk garis 
bantu,garis arsir, garis permukaan 
radius, garis ukur,garis 
penampang putar dan garis 
sumbu pendek 
9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
6. Garis benda yang tertutup ( garis 
putus – putus sedang ) 
Garis putus-putus atau gores-gores 
tipis,ukuran 0,5 mm dan 0,3 mm. 
Digunakan untuk garis yang terhalang 
0,3 mm 
0,35mm 
9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
 Jenis garis menurut tebalnya ada tiga 
macam, yaitu : garis tebal, garis sedang dan 
garis tipis. Ketiga jenis tebal garis ini 
menurut standar ISO memiliki 
perbandingan 1:0,7; 1:0,5. Tebal garis dipilih 
sesuai besar kecilnya gambar, dan dipilih 
dari deretan tebal berikut : 0,18; 0,25; 0,35; 
0,5; 0,7; 1; 1,4; dan 2 mm. Karena kesukaran-kesukaran 
yang ada pada cara reproduksi 
tertentu, tebal 0,18 sebaiknya jangan 
dipakai. Pada umumnya tebal garis adalah 
0,5 atau 0,7. 
9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
TEKNIK MENGGAMBAR GARIS 
GORES DAN GARIS BERTITIK: 
9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
 Panjang garis gores dan jarak antara pada 
satu gambar harus sama. Panjang ruang 
antara harus cukup pendek dan jangan 
terlalu panjang. 
9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
Garis – garis berimpit 
Bila dua garis atau lebih yang berbeda-beda 
jenisnya berimpit, maka penggambarannya harus 
dilaksanakan sesuai dengan prioritas berikut: 
 Garis gambar. 
 Garis tidak tampak. 
 Garis potong. 
 Garis-garis sumbu. 
 Garis bantu, garis ukur dan garis arsir. 
9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
9/7/2014 RiniSv3@gmail.com

Pengenalan bentuk dan fungsi garis gambar

  • 1.
    RINI SAFITRI, S.Pd 9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
  • 2.
    Penggunaan Garis 9/7/2014RiniSv3@gmail.com
  • 3.
  • 4.
    Pengenalan Garis Gambar  Di dalam menggambar teknik ada beberapa jenis garis yang semuanya memiliki maksud dan arti sendiri – sendiri. Penggunaan setiap jenis garis yang dipilih harus sesuai dengan maksud dan tujuan dari gambar. Jenis – jenis garis yang dipakai dalam menggambar teknik ditentukan oleh gabungan bentuk dan tebal garis. RiniSv3@gmail.com 9/7/2014
  • 5.
    1. Garis gambar(garis kontinyu tebal) Garis gambar adalah garis yang digunakan untuk membuat batas dari suatu benda dalam gambar. Garis tebal kontinyu, ukuran 0,5 dan 0,7 mm digunakan untuk garis tepi, garis benda yang terlihat. 9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
  • 6.
    2. Garis Sumbu(garis bertitik tipis)  Setiap lingkaran atau bentuk dasar lingkaran/silinder dan lengkungan yang dibuat berdasarkan lingkaran (setengah lingkaran, seperempat lingkaran, sepertiga lingkaran, dll) harus selalu diberi garis sumbu. Baik dalam posisi yang kelihatan lingkarannya maupun dari tampak samping. Pada gambar berikut contoh pembuatan garis sumbu pada lingkaran/silinder. Tebal garis sumbu adalah 0,3 mm dan bentuknya garis-titik-garis atau garis pendek yang diapit oleh garis panjang. Dan dipusat lingkaran harus membentuk tanda ”+”. 9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
  • 7.
  • 8.
  • 9.
    3. Garis Ukuran( Garis kontinyu tipis  Berupa garis tipis dengan ketebalan 1/2 dari tebal garis biasa. Garis ini digunakan untuk menunjukkan ukuran suatu benda atau ruang. Garis ukuran terdiri dari garis petunjuk batas ukuran dan garis petunjuk ukuran. Garis petunjuk batas ukuran dibuat terpisah dari garis batas benda, dengan demikian maka tidak mengacaukan pembaca gambar. Sedang garis petunjuk ukuran dibuat dengan ujung pangkalnya diberi anak tanda panah tepat pada garis petunjuk batas ukuran. RiniSv3@gmail.com 9/7/2014
  • 10.
  • 11.
    4. Garis potongan( garis bertitik tipis, ujung tebal atau garis tipis bebas ) Garis ini berupa garis “strip,titik,titik,strip” dengan ketebalan 1/2 tebal garis biasa. Semua gambar teknik yang dikehendaki dengan pemotongan, batas potongan harus digaris dengan garis potong ini. 9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
  • 12.
    5. Garis bantudan garis arsiran ( kontinyu tipis) 9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
  • 13.
    1. Garis tipiskontinyu, ukuran 0,25 dan 0,35 mm 2. Digunakan untuk garis bantu,garis arsir, garis permukaan radius, garis ukur,garis penampang putar dan garis sumbu pendek 9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
  • 14.
    6. Garis bendayang tertutup ( garis putus – putus sedang ) Garis putus-putus atau gores-gores tipis,ukuran 0,5 mm dan 0,3 mm. Digunakan untuk garis yang terhalang 0,3 mm 0,35mm 9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
  • 15.
  • 16.
     Jenis garismenurut tebalnya ada tiga macam, yaitu : garis tebal, garis sedang dan garis tipis. Ketiga jenis tebal garis ini menurut standar ISO memiliki perbandingan 1:0,7; 1:0,5. Tebal garis dipilih sesuai besar kecilnya gambar, dan dipilih dari deretan tebal berikut : 0,18; 0,25; 0,35; 0,5; 0,7; 1; 1,4; dan 2 mm. Karena kesukaran-kesukaran yang ada pada cara reproduksi tertentu, tebal 0,18 sebaiknya jangan dipakai. Pada umumnya tebal garis adalah 0,5 atau 0,7. 9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
  • 17.
  • 18.
  • 19.
  • 20.
    TEKNIK MENGGAMBAR GARIS GORES DAN GARIS BERTITIK: 9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
  • 21.
     Panjang garisgores dan jarak antara pada satu gambar harus sama. Panjang ruang antara harus cukup pendek dan jangan terlalu panjang. 9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
  • 22.
    Garis – garisberimpit Bila dua garis atau lebih yang berbeda-beda jenisnya berimpit, maka penggambarannya harus dilaksanakan sesuai dengan prioritas berikut:  Garis gambar.  Garis tidak tampak.  Garis potong.  Garis-garis sumbu.  Garis bantu, garis ukur dan garis arsir. 9/7/2014 RiniSv3@gmail.com
  • 23.