Penelitian Kualitatif
Anisyah Dewi Syah Fitri,A.Md.TW.,M.Pd
Penelitian Kualitatif
• Penelitian Tindakan (Action Research).
Dikembangkan oleh peneliti dan pengambil
keputusan untuk menentukan kebijakan dalam
memecahkan suatu masalah dengan penerapan
langsung di dunia kerja atau dunia aktual yang
lain.Grounded Theory. Untuk menghasilkan,
membuktikan, mengembangkan suatu teori yang
berhubungan dengan situasi tertentu. Situasi
dimana individu saling berhubungan, bertindak,
atau terlibat dalam suatu proses sebagai respon
terhadap suatu peristiwa.
Penelitian Kualitatif (lanjutan)
• Studi Kasus. Memberi gambaran secara rinci
tentang latar belakang dan karakteristik yang
khas dari suatu kasus, yang kemudian
dijadikan suatu hal yang bersifat
umum.Pengambilan data dilakukan secara
mendalam dan menyertakan berbagai sumber
informasi.Dibatasi oleh waktu dan
tempat.Kasus yang dipelajari berupa program,
peristiwa, aktivitas, atau individu.
• Penelitian Kualitatif (lanjutan)
Ethnography. Ethnography adalah uraian dan
penafsiran suatu budaya atau sistem kelompok
sosial dimana peneliti menguji kelompok tersebut
dan mempelajari pola perilaku, kebiasaan, dan
cara hidup.Ethnography adalah sebuah proses
dan hasil dari sebuah penelitian.Melibatkan
pengamatan yang cukup panjang terhadap suatu
kelompok, dimana dalam pengamatan tersebut
peneliti terlibat dalam keseharian hidup
responden atau melalui wawancara satu per satu
dengan anggota kelompok tersebut.
Ciri-Ciri Penelitian Kualitatif
• Data dikumpulkan dalam kondisi yang asli atau
alamiah (natural setting).Peneliti sebagai alat
penelitian. Peneliti sebagai alat utama dalam
proses pengumpulan data, yaitu dengan metode
observasi atau wawancara.Pengumpulan data
secara deskriptif. Data yang diperoleh dari
penelitian ini berupa kata-kata, gambar, dan
bukan angka-angka.Mengutamakan data
langsung atau “first hand”. Penelitian kualitatif
menuntut sebanyak mungkin kepada penelitinya
untuk melakukan sendiri kegiatan penelitian
secara langsung di lapangan.
Ciri-Ciri Penelitian Kualitatif (lanjutan)
• Lebih mementingkan proses daripada hasil.Latar
belakang tingkah laku/perbuatan dicari
maknanya. Apa yang ada di balik tingkah laku
manusia merupakan hal yang pokok bagi
penelitian kualitatif.Mementingkan rincian
kontekstual. Peneliti mengumpulkan dan
mencatat data yang sangat rinci mengenai hal-hal
yang dianggap berhubungan dengan masalah
yang diteliti.Pengambilan sampel dilakukan
secara purposif. Metode kualitatif menggunakan
sampel yang sedikit dan dipilih menurut tujuan
penelitian.
Ciri-Ciri Penelitian Kualitatif (lanjutan)
• Subjek yang diteliti berkedudukan sama dengan
peneliti.Mengutamakan perspektif emik, artinya
mementingkan pandangan responden, yakni
bagaimana ia memandang dan menafsirkan dunia
dari segi pendiriannya.Data yang diperoleh
langsung dianalisa, dilanjutkan dengan pencarian
data lagi dan dianalisa, demikian seterusnya
sampai dianggap mencapai hasil yang
memadai.Teori bersifat dari dasar. Dengan data
yang diperoleh dari penelitian di lapangan dapat
dirumuskan kesimpulan atau teori.
Perbedaan Paradigma Ilmiah
(Kuantitatif) dan Alamiah (Kualitatif)
• Pertanyaan tentang kausalitas Penelitian biasanya
dihadapkan pada penentuan hubungan sebab-akibat.
• Paradigma ilmiah biasanya bertanya :“Dapatkah X
menyebabkan Y ?”Hubungan tersebut
didemonstrasikan di laboratorium, bahwa Y
sesungguhnya dapat disebabkan oleh X.Paradigma
alamiah kurang tertarik dengan apa yang diusahakan
terjadi dalam situasi yang dirancang terlebih dahulu,
namun lebih tertarik pada apa yang terjadi pada latar
alamiah.
Perbedaan Paradigma Ilmiah
(Kuantitatif) dan Alamiah (Kualitatif)
• Tipe pengetahuan yang digunakan Ada dua tipe
pengetahuan, yaitu :
• a) Pengetahuan proposisional └> dapat dinyatakan dalam
bentuk bahasa.
• b) Pengetahuan yang diketahui bersama └> intuisi,
pemahaman, atau perasaan yang tidak dapat dinyatakan
dengan kata-kata yang dalam hal-hal tertentu diketahui
oleh subjek.Paradigma ilmiah membatasi diri pada
pengetahuan proposisional.Paradigma alamiah
mengizinkan dan mendorong pengetahuan yang diketahui
bersama untuk dimunculkan, untuk keperluan membantu
pembentukan teori dari dasar.
Perbedaan Paradigma Ilmiah
(Kuantitatif) dan Alamiah (Kualitatif)
• PendirianParadigma ilmiah berpendirian
Reduksionis, yaitu menyempitkan penelitian pada
fokusyang relatif kecil. Peneliti ilmiah mulai
dengan merumuskan hipotesis, lalu hanya
mencari informasi yang akan memberikan
jawaban berkenaan dengan pengujian
hipotesis.Paradigma alamiah berpendirian
Ekspansionis. Peneliti alamiah mencari perspektif
yang akan mengarahkan pada deskripsi dan
pengertian fenomena sebagai keseluruhan.
Peneliti alamiah bersifat terbuka, menjajaki, dan
kompleks.
Perbedaan Paradigma Ilmiah
(Kuantitatif) dan Alamiah (Kualitatif)
• 1. Teknik yang digunakan Pada dasarnya, baik teknik
kuantitatif maupun teknik kualitatif dapat digunakan
bersama-sama. Namun, pada paradigma ilmiah
memberi tekanan pada teknik kuantitatif, sedangkan
paradigma alamiah memberi tekanan pada teknik
kualitatif.
• 2. Kriteria kualitasParadigma ilmiah sangat percaya
pada kriteria: Keandalan, Obyektivitas, dan Rigor
(kesahihan eksternal & internal).Paradigma alamiah
menggunakan kriteria relevansi, dimana usaha
menemukan kepastian dan keaslian merupakan hal
yang penting dalam penelitian alamiah.
Perbedaan Paradigma Ilmiah
(Kuantitatif) dan Alamiah (Kualitatif)
• 3. Sumber teoriParadigma ilmiah menekankan
pada verifikasi hipotesis yang diturunkan dari
teori Apriori, yaitu teori yang disusun dengan
analisis secara deduktif dan logis.Paradigma
alamiah menemukan teori dengan berdasar
pada data yang berasal dari dunia nyata,
dimana penyusunan teorinya dimulai dari
dasar.
Perbedaan Paradigma Ilmiah
(Kuantitatif) dan Alamiah (Kualitatif)
• Maksud Paradigma ilmiah bermaksud menemukan
pengetahuan melalui verifikasi hipotesis yang
dispesifikasikan secara Apriori (disusun dengan analisis
secara deduktif dan logis).Peneliti alamiah menitik-
beratkan upayanya pada usaha menemukan unsur-
unsur atau pengetahuan yang belum ada dalam teori
yang berlaku.8. Instrumen untuk mengumpulkan
dataParadigma ilmiah memanfaatkan tes tertulis,
seperti kuesioner atau alat bantu fisik lainnya.Peneliti
alamiah lebih banyak bergantung pada dirinya sendiri
sebagai alat pengumpulan data.
Perbedaan Paradigma Ilmiah
(Kuantitatif) dan Alamiah (Kualitatif)
• Penetapan pengumpulan dan analisis
dataPeneliti ilmiah dapat menetapkan semua
aturan pengumpulan dan analisis data
sebelum penelitian. Mereka sudah
mengetahui hipotesis yang akan diuji dan
dapat mengembangkan instrumen yang cocok
dengan variabel penelitiannya.Dalam
paradigma alamiah, analisis data dilakukan
selama proses pengumpulan data berlangsung
dan sesudah pengumpulan data.
Perbedaan Paradigma Ilmiah
(Kuantitatif) dan Alamiah (Kualitatif)
• Desain penelitian dalam paradigma ilmiah,
desain harus disusun secara pasti sebelum
fakta dikumpulkan. Sekali desain digunakan,
maka tidak boleh mengubahnya dalam bentuk
apapun.Dalam paradigma alamiah, desain
dapat disusun sebelumnya secara tidak
lengkap. Apabila sudah digunakan, desain
senantiasa dilengkapi dan disempurnakan.
Perbedaan Paradigma Ilmiah
(Kuantitatif) dan Alamiah (Kualitatif)
• Gaya Paradigma ilmiah menerapkan
intervensi. Variabel bebas dan terikat diatur
sedemikian rupa sehingga hanya variabel ini
yang muncul untuk diukur dan kemudian
dikonfirmasikan dengan
hipotesisnya.Paradigma alamiah bergantung
pada seleksi. Dari peristiwa- peristiwa yang
terjadi secara alamiah akhirnya dipilih suatu
gejala tanpa mengadakan intervensi (tidak
mengelola situasi, tetapi memanfaatkannya).
Perbedaan Paradigma Ilmiah
(Kuantitatif) dan Alamiah (Kualitatif)
• LatarPeneliti ilmiah bersandar pada latar
laboratorium untuk keperluan mengadakan
kontrol.Peneliti alamiah cenderung mengadakan
penelitian dalam latar alamiah (alam).13.
PerlakuanDalam paradigma ilmiah, konsep
perlakuan sangat penting. Pada setiap
eksperimen, perlakuan itu harus stabil karena
akan menentukan unsur yang berpengaruh pada
suatu variabel tertentu.Dalam paradigma
alamiah, tidak mengenal konsep perlakuan
karena perlakuan menyertakan beberapa cara
manipulasi atau intervensi.
Perbedaan Paradigma Ilmiah
(Kuantitatif) dan Alamiah (Kualitatif)
• Satuan kajianSatuan kajian paradigma ilmiah adalah
variabel dan hubungan antar variabel.Paradigma
alamiah berpendirian agar satuan kajian lebih
sederhana, lebih menekankan pada kemurnian pola-
pola yang diamati secara alamiah.
• Unsur-unsur kontekstualPeneliti ilmiah senantiasa
berusaha mengontrol seluruh unsur yang
menggaggu.Peneliti alamiah mengundang adanya ikut
campur sehingga mereka secara lebih baik dapat
mengerti peristiwa dalam dunia nyata dan merasakan
pola-pola yang ada di dalamnya.
PENELITIAN KUALITATIF.pdf

PENELITIAN KUALITATIF.pdf

  • 1.
    Penelitian Kualitatif Anisyah DewiSyah Fitri,A.Md.TW.,M.Pd
  • 2.
    Penelitian Kualitatif • PenelitianTindakan (Action Research). Dikembangkan oleh peneliti dan pengambil keputusan untuk menentukan kebijakan dalam memecahkan suatu masalah dengan penerapan langsung di dunia kerja atau dunia aktual yang lain.Grounded Theory. Untuk menghasilkan, membuktikan, mengembangkan suatu teori yang berhubungan dengan situasi tertentu. Situasi dimana individu saling berhubungan, bertindak, atau terlibat dalam suatu proses sebagai respon terhadap suatu peristiwa.
  • 3.
    Penelitian Kualitatif (lanjutan) •Studi Kasus. Memberi gambaran secara rinci tentang latar belakang dan karakteristik yang khas dari suatu kasus, yang kemudian dijadikan suatu hal yang bersifat umum.Pengambilan data dilakukan secara mendalam dan menyertakan berbagai sumber informasi.Dibatasi oleh waktu dan tempat.Kasus yang dipelajari berupa program, peristiwa, aktivitas, atau individu.
  • 4.
    • Penelitian Kualitatif(lanjutan) Ethnography. Ethnography adalah uraian dan penafsiran suatu budaya atau sistem kelompok sosial dimana peneliti menguji kelompok tersebut dan mempelajari pola perilaku, kebiasaan, dan cara hidup.Ethnography adalah sebuah proses dan hasil dari sebuah penelitian.Melibatkan pengamatan yang cukup panjang terhadap suatu kelompok, dimana dalam pengamatan tersebut peneliti terlibat dalam keseharian hidup responden atau melalui wawancara satu per satu dengan anggota kelompok tersebut.
  • 5.
    Ciri-Ciri Penelitian Kualitatif •Data dikumpulkan dalam kondisi yang asli atau alamiah (natural setting).Peneliti sebagai alat penelitian. Peneliti sebagai alat utama dalam proses pengumpulan data, yaitu dengan metode observasi atau wawancara.Pengumpulan data secara deskriptif. Data yang diperoleh dari penelitian ini berupa kata-kata, gambar, dan bukan angka-angka.Mengutamakan data langsung atau “first hand”. Penelitian kualitatif menuntut sebanyak mungkin kepada penelitinya untuk melakukan sendiri kegiatan penelitian secara langsung di lapangan.
  • 6.
    Ciri-Ciri Penelitian Kualitatif(lanjutan) • Lebih mementingkan proses daripada hasil.Latar belakang tingkah laku/perbuatan dicari maknanya. Apa yang ada di balik tingkah laku manusia merupakan hal yang pokok bagi penelitian kualitatif.Mementingkan rincian kontekstual. Peneliti mengumpulkan dan mencatat data yang sangat rinci mengenai hal-hal yang dianggap berhubungan dengan masalah yang diteliti.Pengambilan sampel dilakukan secara purposif. Metode kualitatif menggunakan sampel yang sedikit dan dipilih menurut tujuan penelitian.
  • 7.
    Ciri-Ciri Penelitian Kualitatif(lanjutan) • Subjek yang diteliti berkedudukan sama dengan peneliti.Mengutamakan perspektif emik, artinya mementingkan pandangan responden, yakni bagaimana ia memandang dan menafsirkan dunia dari segi pendiriannya.Data yang diperoleh langsung dianalisa, dilanjutkan dengan pencarian data lagi dan dianalisa, demikian seterusnya sampai dianggap mencapai hasil yang memadai.Teori bersifat dari dasar. Dengan data yang diperoleh dari penelitian di lapangan dapat dirumuskan kesimpulan atau teori.
  • 8.
    Perbedaan Paradigma Ilmiah (Kuantitatif)dan Alamiah (Kualitatif) • Pertanyaan tentang kausalitas Penelitian biasanya dihadapkan pada penentuan hubungan sebab-akibat. • Paradigma ilmiah biasanya bertanya :“Dapatkah X menyebabkan Y ?”Hubungan tersebut didemonstrasikan di laboratorium, bahwa Y sesungguhnya dapat disebabkan oleh X.Paradigma alamiah kurang tertarik dengan apa yang diusahakan terjadi dalam situasi yang dirancang terlebih dahulu, namun lebih tertarik pada apa yang terjadi pada latar alamiah.
  • 9.
    Perbedaan Paradigma Ilmiah (Kuantitatif)dan Alamiah (Kualitatif) • Tipe pengetahuan yang digunakan Ada dua tipe pengetahuan, yaitu : • a) Pengetahuan proposisional └> dapat dinyatakan dalam bentuk bahasa. • b) Pengetahuan yang diketahui bersama └> intuisi, pemahaman, atau perasaan yang tidak dapat dinyatakan dengan kata-kata yang dalam hal-hal tertentu diketahui oleh subjek.Paradigma ilmiah membatasi diri pada pengetahuan proposisional.Paradigma alamiah mengizinkan dan mendorong pengetahuan yang diketahui bersama untuk dimunculkan, untuk keperluan membantu pembentukan teori dari dasar.
  • 10.
    Perbedaan Paradigma Ilmiah (Kuantitatif)dan Alamiah (Kualitatif) • PendirianParadigma ilmiah berpendirian Reduksionis, yaitu menyempitkan penelitian pada fokusyang relatif kecil. Peneliti ilmiah mulai dengan merumuskan hipotesis, lalu hanya mencari informasi yang akan memberikan jawaban berkenaan dengan pengujian hipotesis.Paradigma alamiah berpendirian Ekspansionis. Peneliti alamiah mencari perspektif yang akan mengarahkan pada deskripsi dan pengertian fenomena sebagai keseluruhan. Peneliti alamiah bersifat terbuka, menjajaki, dan kompleks.
  • 11.
    Perbedaan Paradigma Ilmiah (Kuantitatif)dan Alamiah (Kualitatif) • 1. Teknik yang digunakan Pada dasarnya, baik teknik kuantitatif maupun teknik kualitatif dapat digunakan bersama-sama. Namun, pada paradigma ilmiah memberi tekanan pada teknik kuantitatif, sedangkan paradigma alamiah memberi tekanan pada teknik kualitatif. • 2. Kriteria kualitasParadigma ilmiah sangat percaya pada kriteria: Keandalan, Obyektivitas, dan Rigor (kesahihan eksternal & internal).Paradigma alamiah menggunakan kriteria relevansi, dimana usaha menemukan kepastian dan keaslian merupakan hal yang penting dalam penelitian alamiah.
  • 12.
    Perbedaan Paradigma Ilmiah (Kuantitatif)dan Alamiah (Kualitatif) • 3. Sumber teoriParadigma ilmiah menekankan pada verifikasi hipotesis yang diturunkan dari teori Apriori, yaitu teori yang disusun dengan analisis secara deduktif dan logis.Paradigma alamiah menemukan teori dengan berdasar pada data yang berasal dari dunia nyata, dimana penyusunan teorinya dimulai dari dasar.
  • 13.
    Perbedaan Paradigma Ilmiah (Kuantitatif)dan Alamiah (Kualitatif) • Maksud Paradigma ilmiah bermaksud menemukan pengetahuan melalui verifikasi hipotesis yang dispesifikasikan secara Apriori (disusun dengan analisis secara deduktif dan logis).Peneliti alamiah menitik- beratkan upayanya pada usaha menemukan unsur- unsur atau pengetahuan yang belum ada dalam teori yang berlaku.8. Instrumen untuk mengumpulkan dataParadigma ilmiah memanfaatkan tes tertulis, seperti kuesioner atau alat bantu fisik lainnya.Peneliti alamiah lebih banyak bergantung pada dirinya sendiri sebagai alat pengumpulan data.
  • 14.
    Perbedaan Paradigma Ilmiah (Kuantitatif)dan Alamiah (Kualitatif) • Penetapan pengumpulan dan analisis dataPeneliti ilmiah dapat menetapkan semua aturan pengumpulan dan analisis data sebelum penelitian. Mereka sudah mengetahui hipotesis yang akan diuji dan dapat mengembangkan instrumen yang cocok dengan variabel penelitiannya.Dalam paradigma alamiah, analisis data dilakukan selama proses pengumpulan data berlangsung dan sesudah pengumpulan data.
  • 15.
    Perbedaan Paradigma Ilmiah (Kuantitatif)dan Alamiah (Kualitatif) • Desain penelitian dalam paradigma ilmiah, desain harus disusun secara pasti sebelum fakta dikumpulkan. Sekali desain digunakan, maka tidak boleh mengubahnya dalam bentuk apapun.Dalam paradigma alamiah, desain dapat disusun sebelumnya secara tidak lengkap. Apabila sudah digunakan, desain senantiasa dilengkapi dan disempurnakan.
  • 16.
    Perbedaan Paradigma Ilmiah (Kuantitatif)dan Alamiah (Kualitatif) • Gaya Paradigma ilmiah menerapkan intervensi. Variabel bebas dan terikat diatur sedemikian rupa sehingga hanya variabel ini yang muncul untuk diukur dan kemudian dikonfirmasikan dengan hipotesisnya.Paradigma alamiah bergantung pada seleksi. Dari peristiwa- peristiwa yang terjadi secara alamiah akhirnya dipilih suatu gejala tanpa mengadakan intervensi (tidak mengelola situasi, tetapi memanfaatkannya).
  • 17.
    Perbedaan Paradigma Ilmiah (Kuantitatif)dan Alamiah (Kualitatif) • LatarPeneliti ilmiah bersandar pada latar laboratorium untuk keperluan mengadakan kontrol.Peneliti alamiah cenderung mengadakan penelitian dalam latar alamiah (alam).13. PerlakuanDalam paradigma ilmiah, konsep perlakuan sangat penting. Pada setiap eksperimen, perlakuan itu harus stabil karena akan menentukan unsur yang berpengaruh pada suatu variabel tertentu.Dalam paradigma alamiah, tidak mengenal konsep perlakuan karena perlakuan menyertakan beberapa cara manipulasi atau intervensi.
  • 18.
    Perbedaan Paradigma Ilmiah (Kuantitatif)dan Alamiah (Kualitatif) • Satuan kajianSatuan kajian paradigma ilmiah adalah variabel dan hubungan antar variabel.Paradigma alamiah berpendirian agar satuan kajian lebih sederhana, lebih menekankan pada kemurnian pola- pola yang diamati secara alamiah. • Unsur-unsur kontekstualPeneliti ilmiah senantiasa berusaha mengontrol seluruh unsur yang menggaggu.Peneliti alamiah mengundang adanya ikut campur sehingga mereka secara lebih baik dapat mengerti peristiwa dalam dunia nyata dan merasakan pola-pola yang ada di dalamnya.