ANALISIS ITEM
FRIHAPMA SEMITA ADE, M.PSI, PSIKOLOG
• Analisis Item adalah suatu prosedur yang dilakukan
untuk menilai kualitas dari item dan tes secara
keseluruhan
• Hasil analisis item menjadi dasar dalam seleksi item,
dimana item yang tidak memenuhi syarat psikometris
akan disingkirkan atau direvisi terlebih dahulu
• Tujuan Analisis Item
• meningkatkan reliabilitas dan validitas suatu alat ukur
• Prosedur analisis item ada dua tahap:
 Analisis Secara Kualitatif
 Analisis Secara Kuantitatif
• Menganalisis item ditinjau dari segi teknis, isi dan
editorial
• Teknik menganalisis butir item secara
kualitatif:
 Teknik Moderator
 Teknik Panel
Analisis Item Secara Kualitatif
 Prosedur analisis item berdasarkan data empiris (data hasil uji
coba item pada kelompok subjek yang karakteristiknya setara
dengan subjek yang hendak dikenai skala itu nantinya)
 Uji coba item secara empiris
 Harus dalam situasi dan kondisi testing yang sebenarnya
 Item yang disajikan dalam bentuk format final skala
 Banyaknya subjek untuk sampel minimal lima sampai
sepuluh kali lipat jumlah item yang hendak dianalisis
Analisis Item Secara Kuantitatif
 Dalam seleksi item skala psikologi yang mengukur atribut
afektif, parameter yang paling penting adalah daya beda atau
daya diskriminasi item
 Daya diskriminasi item adalah sejauhmana item mampu
membedakan antara individu atau kelompok individu yang
memiliki dan tidak memiliki atribut yang diukur
 Indeks daya diskriminasi item merupakan indikator konsistensi
antara fungsi item dengan fungsi skala secara keseluruhan
yang dikenal dengan istilah konsistensi item total
Parameter Item Untuk Skala Psikologi
 Pengujian daya diskriminasi item yaitu dengan komputasi
koefisien korelasi antara distribusi skor item dengan distribusi
skor skala itu sendiri
 Komputasi ini akan menghasilkan koefisien korelasi item-total
yang dikenal dengan istilah parameter daya beda item.
 Formula korelasi yang digunakan yaitu formula koefisien
korelasi product-moment Pearson
 Semakin tinggi koefisien korelasi berarti semakin tinggi
konsistensi antara item tersebut dengan skala secara
keseluruhan yang berarti semakin tinggi daya bedanya atau
daya diskriminasinya
Parameter Item Untuk Skala Psikologi
 Apabila koefisien korelasi item-total dihitung pada suatu skala
yang berisi hanya sedikit item, maka sangat mungkin akan
diperoleh koefisien korelasi item-total yang overestimated
(lebih tinggi dari pada yang sebenarnya)
 Ini dikarenakan adanya overlap antara skor item dengan skor
skala. Overestimasi ini dapat terjadi dikarenakan pengaruh
kontribusi skor masing-masing item ikut menentukan besarnya
skor skala
 Semakin sedikit item yang ada dalam skala, maka akan
semakin besar overlap yang terjadi. Sebaliknya semakin
banyak jumlah item maka akibat yang ditimbulkan oleh
spurious overlap semakin kecil dan tidak signifikan
Koreksi terhadap Efek Spurious Overlap
 Sebagai pedoman, bila jumlah item dalam skala lebih dari 30
buah, maka umumnya efek spurious overlap tidak begitu besar
dan dapat diabaikan. Sedangkan bila jumlah item dalam skala
kurang dari 30 buah maka pengaruhnya menjadi substansial
sehingga perlu diperhitungkan
 Agar informasi korelasi antara item dengan skala lebih akurat,
maka rumusan koreksi terhadap efek spurious overlap ini
denganmenggunakan formula product-moment Spearman
Koreksi terhadap Efek Spurious Overlap
 Parameter daya beda item yang berupa koefisien korelasi item-
total memperlihatkan kesesuaian fungsi item dengan fungsi
skala dalam mengungkap perbedaan individual
 Guna mengoptimalkan fungsi skala, maka pemilihan item
didasarkan pada besarnya koefisien korelasi
 Besarnya koefisien korelasi item-total bergerak dari 0 sampai 1
dengan tanda positif atau negatif
 Semakin baik daya diskriminasinya maka nilai koefisien korelasi
semakin mendekati angka 1. Koefisien yang mendekati angka 0
atau yang memiliki tanda negatif mengindikasikan daya
diskriminasi yang tidak baik
Memilih Item Berdasarkan Koefisien Korelasi Item-Total
 Kriteria pemilihan item berdasarkan korelasi item-total,
digunakan batasan 0.30
 Semua item yang mencapai koefisien korelasi minimal 0.30,
daya pembedanya dianggap memuaskan. Sedangkan dibawah
0.30 diinterpretasikan sebagai item yang memiliki daya
diskriminasi rendah
Memilih Item Berdasarkan Koefisien Korelasi Item-Total
 Penyusun tes boleh menentukan sendiri batasan daya diskriminasi
item dengan mempertimbangkan isi dan tujuan skala yang disusun
 Apabila item dengan indeks diskriminasi sama atau lebih dari 0.30
jumlahnya melebihi jumlah skala, maka kita dapat memilih item-
item yang memiliki indeks daya diskriminasi tertinggi
 Sebaliknya apabila jumlah item yang lolos belum mencukupi jumlah
yang diinginkan, dapat mempertimbangkan untuk menurunkan
batas menjadi 0.25 sehingga jumlah item yang diinginkan dapat
tercapai. Apabila hal ini tidak juga menolong, maka kita harus
merevisi item tersebut bahkan menulis item yang baru dan
melakukan field-testing lagi
Memilih Item Berdasarkan Koefisien Korelasi Item-Total
 Pendekatan dalam Teori Tes Klasik
 Kualitas item yang diuji adalah Tingkat Kesulitan, Daya Beda
dan Efektivitas Pengecoh (untuk soal pilihan ganda)
 Butir item yang baik adalah item yang memiliki tingkat
kesukaran sedang, daya beda tinggi dan pengecohnya
berfungsi efektif
Analisis Item
 Dikelompokkan menjadi dua macam:
◦ 1. Bentuk pernyataan dengan pilihan
◦ 2. Bentuk pertanyaan
Format Item
 Skala psikologi dapat direspons dalam berbagai
bentuk perilaku seperti menggambar (pada skala
proyektif), menjawab dengan kata-kata, memilih
jawaban yang disediakan dsb
 Pada bentuk skala psikologi yang populer, item-
item hampir selalu disajikan dalam bentuk yang
meminta subjek untuk memilih jawaban yang telah
disediakan
Format Respons
 Variasi bentuk memilih jawaban:
◦ 1. Memperlihatkan tingkat kesetujuan
◦ 2. Menunjukkan frekuensi kejadian
Format Respons
 Norma tes adalah sekumpulan data yang menggambarkan
kinerja sejumlah besar orang pada tes tersebut

 Norma tes dapat diwakili oleh dua statistik penting yaitu
Means dan Standar Deviasi
 Norma pengukuran:
 Acuan evaluasi adalah skor populasi
 Jumlah subjek yang banyak
 Sebaran skor cenderung merata
Norma
 Fitur inti pada sebagian besar tes psikologi adalah bahwa
skor individu harus dibandingkan dengan beberapa kelompok
normatif. Fitur ini memungkinkan kita menginterpretasikan
makna skor
 Norma mengindikasikan posisi seseorang pada tes yang
dibandingkan dengan distribusi skor yang diperoleh orang
pada kronologi usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan
karakteristik demografi lain yang sama
Norma
 Tes terstandardisasi memiliki petunjuk standar mengenai
penyelenggaraan dan pemberian skor yang harus diikuti.
Standardisasi tes juga melibatkan sampel orang dalam jumlah
besar
 Tujuan standardisasi tes adalah untuk menentukan distribusi
skor mentah pada sampel terstandarisasi (kelompok norma).
Skor mentah tersebut kemudian dikonversikan ke beberapa
bentuk skor turunan atau norma
Norma
 Pedoman untuk memisahkan individu ke dalam beberapa
bagian dengan didsarkan pada data
 Memberikan kategorisasi atau tempat bagi individu dimna
sesungguhnya posisi dia didalam kelompoknya
 Menggambarkan kedudukan indvidu terhadap orang lain
Fungsi Norma
 Norma ada dua:
 Norma Hipotetik
 Didasarkan pada skala yang disusun
 Hasil pengkategorian sesuai dengan skor hipotetik dari
skala
 Norma Empirik
 Didasarkan pada data yang didapatkan
 Hasil pengkategorian mengikuti kurva normal
Norma
 Skala Motivasi terdiri dari 10 item dengan skor butir 1 sampai
4. Berapa batas skor jika dibuat menjadi 3 kategori?
 Statistik Hipotetik
 Skor Maksimal : 10 x 4 = 40
 Skor Minimal : 10 x
1 = 10
 Range (Maks-Min) : 40 –
10 = 30
 Mean Hipotetik ((Maks+Min)/2) : ((40+10)/2) = 25
 Standar Deviasi Hipotetik : 30/6 = 5
 Kategori
 Rendah : X < 20 (kurang dari 20)
 Sedang : 20 < X < 30 (dari 20 – kurang dari 30)
 Tinggi : 30 < X (dari 30 ke atas)
Menyusun Kategori Berdasarkan Norma Hipotetik
Analisis Item dan Norma

Analisis Item dan Norma

  • 1.
    ANALISIS ITEM FRIHAPMA SEMITAADE, M.PSI, PSIKOLOG
  • 2.
    • Analisis Itemadalah suatu prosedur yang dilakukan untuk menilai kualitas dari item dan tes secara keseluruhan • Hasil analisis item menjadi dasar dalam seleksi item, dimana item yang tidak memenuhi syarat psikometris akan disingkirkan atau direvisi terlebih dahulu
  • 3.
    • Tujuan AnalisisItem • meningkatkan reliabilitas dan validitas suatu alat ukur • Prosedur analisis item ada dua tahap:  Analisis Secara Kualitatif  Analisis Secara Kuantitatif
  • 4.
    • Menganalisis itemditinjau dari segi teknis, isi dan editorial • Teknik menganalisis butir item secara kualitatif:  Teknik Moderator  Teknik Panel Analisis Item Secara Kualitatif
  • 5.
     Prosedur analisisitem berdasarkan data empiris (data hasil uji coba item pada kelompok subjek yang karakteristiknya setara dengan subjek yang hendak dikenai skala itu nantinya)  Uji coba item secara empiris  Harus dalam situasi dan kondisi testing yang sebenarnya  Item yang disajikan dalam bentuk format final skala  Banyaknya subjek untuk sampel minimal lima sampai sepuluh kali lipat jumlah item yang hendak dianalisis Analisis Item Secara Kuantitatif
  • 6.
     Dalam seleksiitem skala psikologi yang mengukur atribut afektif, parameter yang paling penting adalah daya beda atau daya diskriminasi item  Daya diskriminasi item adalah sejauhmana item mampu membedakan antara individu atau kelompok individu yang memiliki dan tidak memiliki atribut yang diukur  Indeks daya diskriminasi item merupakan indikator konsistensi antara fungsi item dengan fungsi skala secara keseluruhan yang dikenal dengan istilah konsistensi item total Parameter Item Untuk Skala Psikologi
  • 7.
     Pengujian dayadiskriminasi item yaitu dengan komputasi koefisien korelasi antara distribusi skor item dengan distribusi skor skala itu sendiri  Komputasi ini akan menghasilkan koefisien korelasi item-total yang dikenal dengan istilah parameter daya beda item.  Formula korelasi yang digunakan yaitu formula koefisien korelasi product-moment Pearson  Semakin tinggi koefisien korelasi berarti semakin tinggi konsistensi antara item tersebut dengan skala secara keseluruhan yang berarti semakin tinggi daya bedanya atau daya diskriminasinya Parameter Item Untuk Skala Psikologi
  • 8.
     Apabila koefisienkorelasi item-total dihitung pada suatu skala yang berisi hanya sedikit item, maka sangat mungkin akan diperoleh koefisien korelasi item-total yang overestimated (lebih tinggi dari pada yang sebenarnya)  Ini dikarenakan adanya overlap antara skor item dengan skor skala. Overestimasi ini dapat terjadi dikarenakan pengaruh kontribusi skor masing-masing item ikut menentukan besarnya skor skala  Semakin sedikit item yang ada dalam skala, maka akan semakin besar overlap yang terjadi. Sebaliknya semakin banyak jumlah item maka akibat yang ditimbulkan oleh spurious overlap semakin kecil dan tidak signifikan Koreksi terhadap Efek Spurious Overlap
  • 9.
     Sebagai pedoman,bila jumlah item dalam skala lebih dari 30 buah, maka umumnya efek spurious overlap tidak begitu besar dan dapat diabaikan. Sedangkan bila jumlah item dalam skala kurang dari 30 buah maka pengaruhnya menjadi substansial sehingga perlu diperhitungkan  Agar informasi korelasi antara item dengan skala lebih akurat, maka rumusan koreksi terhadap efek spurious overlap ini denganmenggunakan formula product-moment Spearman Koreksi terhadap Efek Spurious Overlap
  • 10.
     Parameter dayabeda item yang berupa koefisien korelasi item- total memperlihatkan kesesuaian fungsi item dengan fungsi skala dalam mengungkap perbedaan individual  Guna mengoptimalkan fungsi skala, maka pemilihan item didasarkan pada besarnya koefisien korelasi  Besarnya koefisien korelasi item-total bergerak dari 0 sampai 1 dengan tanda positif atau negatif  Semakin baik daya diskriminasinya maka nilai koefisien korelasi semakin mendekati angka 1. Koefisien yang mendekati angka 0 atau yang memiliki tanda negatif mengindikasikan daya diskriminasi yang tidak baik Memilih Item Berdasarkan Koefisien Korelasi Item-Total
  • 11.
     Kriteria pemilihanitem berdasarkan korelasi item-total, digunakan batasan 0.30  Semua item yang mencapai koefisien korelasi minimal 0.30, daya pembedanya dianggap memuaskan. Sedangkan dibawah 0.30 diinterpretasikan sebagai item yang memiliki daya diskriminasi rendah Memilih Item Berdasarkan Koefisien Korelasi Item-Total
  • 12.
     Penyusun tesboleh menentukan sendiri batasan daya diskriminasi item dengan mempertimbangkan isi dan tujuan skala yang disusun  Apabila item dengan indeks diskriminasi sama atau lebih dari 0.30 jumlahnya melebihi jumlah skala, maka kita dapat memilih item- item yang memiliki indeks daya diskriminasi tertinggi  Sebaliknya apabila jumlah item yang lolos belum mencukupi jumlah yang diinginkan, dapat mempertimbangkan untuk menurunkan batas menjadi 0.25 sehingga jumlah item yang diinginkan dapat tercapai. Apabila hal ini tidak juga menolong, maka kita harus merevisi item tersebut bahkan menulis item yang baru dan melakukan field-testing lagi Memilih Item Berdasarkan Koefisien Korelasi Item-Total
  • 13.
     Pendekatan dalamTeori Tes Klasik  Kualitas item yang diuji adalah Tingkat Kesulitan, Daya Beda dan Efektivitas Pengecoh (untuk soal pilihan ganda)  Butir item yang baik adalah item yang memiliki tingkat kesukaran sedang, daya beda tinggi dan pengecohnya berfungsi efektif Analisis Item
  • 14.
     Dikelompokkan menjadidua macam: ◦ 1. Bentuk pernyataan dengan pilihan ◦ 2. Bentuk pertanyaan Format Item
  • 15.
     Skala psikologidapat direspons dalam berbagai bentuk perilaku seperti menggambar (pada skala proyektif), menjawab dengan kata-kata, memilih jawaban yang disediakan dsb  Pada bentuk skala psikologi yang populer, item- item hampir selalu disajikan dalam bentuk yang meminta subjek untuk memilih jawaban yang telah disediakan Format Respons
  • 16.
     Variasi bentukmemilih jawaban: ◦ 1. Memperlihatkan tingkat kesetujuan ◦ 2. Menunjukkan frekuensi kejadian Format Respons
  • 17.
     Norma tesadalah sekumpulan data yang menggambarkan kinerja sejumlah besar orang pada tes tersebut   Norma tes dapat diwakili oleh dua statistik penting yaitu Means dan Standar Deviasi  Norma pengukuran:  Acuan evaluasi adalah skor populasi  Jumlah subjek yang banyak  Sebaran skor cenderung merata Norma
  • 18.
     Fitur intipada sebagian besar tes psikologi adalah bahwa skor individu harus dibandingkan dengan beberapa kelompok normatif. Fitur ini memungkinkan kita menginterpretasikan makna skor  Norma mengindikasikan posisi seseorang pada tes yang dibandingkan dengan distribusi skor yang diperoleh orang pada kronologi usia, tingkat pendidikan, jenis kelamin, dan karakteristik demografi lain yang sama Norma
  • 19.
     Tes terstandardisasimemiliki petunjuk standar mengenai penyelenggaraan dan pemberian skor yang harus diikuti. Standardisasi tes juga melibatkan sampel orang dalam jumlah besar  Tujuan standardisasi tes adalah untuk menentukan distribusi skor mentah pada sampel terstandarisasi (kelompok norma). Skor mentah tersebut kemudian dikonversikan ke beberapa bentuk skor turunan atau norma Norma
  • 20.
     Pedoman untukmemisahkan individu ke dalam beberapa bagian dengan didsarkan pada data  Memberikan kategorisasi atau tempat bagi individu dimna sesungguhnya posisi dia didalam kelompoknya  Menggambarkan kedudukan indvidu terhadap orang lain Fungsi Norma
  • 21.
     Norma adadua:  Norma Hipotetik  Didasarkan pada skala yang disusun  Hasil pengkategorian sesuai dengan skor hipotetik dari skala  Norma Empirik  Didasarkan pada data yang didapatkan  Hasil pengkategorian mengikuti kurva normal Norma
  • 22.
     Skala Motivasiterdiri dari 10 item dengan skor butir 1 sampai 4. Berapa batas skor jika dibuat menjadi 3 kategori?  Statistik Hipotetik  Skor Maksimal : 10 x 4 = 40  Skor Minimal : 10 x 1 = 10  Range (Maks-Min) : 40 – 10 = 30  Mean Hipotetik ((Maks+Min)/2) : ((40+10)/2) = 25  Standar Deviasi Hipotetik : 30/6 = 5  Kategori  Rendah : X < 20 (kurang dari 20)  Sedang : 20 < X < 30 (dari 20 – kurang dari 30)  Tinggi : 30 < X (dari 30 ke atas) Menyusun Kategori Berdasarkan Norma Hipotetik