Oleh: Reni Anita
Dosen Pengasuh :
Prof. Chuzaimah D.Diem, MLS.Ed.D
Dr. Riswan Jaenuddin, M.Pd
Pengajaran
 Merancang pengajaran
di kelas.
 Menciptakan lingkungan
dan suasana belajar
yang efektif dan inovatif.
 Menciptakan cara
belajar yang baik bagi
siswa.
 Mengajarkan siswa
untuk berinteraksi antar
learn how to learn (Dewey)
MODEL PENGAJARAN
 Menurut Joyce, Weil, dan Calhoun
(2009).
1. Kelompok model pengajaran
memproses informasi (the
information-processing family)
2. Kelompok model pengajaran sosial
(the social family)
3. Kelompok model pengajaran personal
(the personal family)
4. Kelompok model pengajaran sistem
perilaku (the behavioral system
family).
Kelompok Model Pengolaan Informasi
Menitikberatkan pada aktivitas yang
terkait dengan kegiatan proses atau
pengolahan informasi untuk
meningkatkan kemampuan siswa
Bentuk-bentuk Model Pengolahan
Informasi.
a. Berfikir induktif
model pengajaran ini beranggapan
bahwa kemapuan berfikir seseorang
tidak dengan sendirinya dapat
berkembang dengan baik jika proses
pengajaran dikembangkan tanpa
memperhatikan kesesuaian dengan
kebutuhan berfikir seseorang.
Beberapa Strategi Berfikir Induktif
(Joyce, Weil, & Calhoun, 2000)
1. Strategi pertama: pembentukan konsep;
meliputi perhitungan dan pendaftaran.
2. Strategi kedua: interpretasi data yang
meliputi tahap mengindentifikasi hubungan
antara data atau masalah, tahap
menemukan hubungan dan tahap membuat
inferensi.
3. Strategi ketiga: aplikasi prinsip yang meliputi
tahap memprediksi
konsekuensi, menjelaskan fenomena-
fenomena dan menguji hipotesis.
b. Penemuan konsep
model penemuan konsep adalah
model pengajaran yang dirancang
untuk menata atau menyusun data
sehingga konsep-konsep penting
dapat dipelajari secara tepat dan
efisien.
c. Model induktif kata-Bergambar
Model pengajaran ini merupakan gabungan
model perpikir induktif dan model penemuan
konsep.
Model pengajaran ini dirancang agar siswa
tidak hanya belajar menulis dan
membaca, tetapi juga belajar mendengarkan
dan mengucapkan kosa kata, serta belajar
kata-kata, kalimat-kalimat, dan paragraf-
paragraf.
d. Penelitian Ilmiah
model pengajaran adalah untuk
mengembangkan kemampuan siswa di
dalam menyelesaikan masalah melalui
suatu kegiatan ilmiah (saintifik) dengan
membandingkan masalah dengan kondisi
nyata pada areal ilmiah, membantu siswa
mengindentifikasi konsep atau metode
pemecahan masalah dan mendesain cara
mengatasi masalah.
Tiga Tahapan Pokok:
Tahap I : Mengumpulkan dan menganalisis
data.
Tahap II : Memeriksa hipotesis dan teori.
Tahap III : Merefleksikan tujuan konstruksi
pengetahuan.
e. Mnemonik
model pengajaran menghafal dan
mengasimilasikan informasi.
model ini diarahkan untuk mengembangkan
kemampuan siswa menyerap dan
mengintegrasikan informasi sehingga siswa-
siswa dapat mengingat informasi yang telah
diterima dan dapat me-recall kembali pada
saat ditentukan.
Tahap-tahap pengajaran:
1. Mencermati materi
2. Mengembangkan hubungan
3. Mengembangkan sensori image
4. Melatih me-recall dengan
memperhatikan tahapan sebelumnya
dan hal ini harus dipelajari secara terus
menerus.
f. Sinektik
sinektik didesain oleh Gordon yang diarahkan
untuk mengembangkan kreativitas.
4 gagasan Gordon:
1. kreativitas penting di dalam melaksanakan
aktivitas sehari-hari
2. Proses kreatif tidak sepenuhnya hal yang
misterius.
3. Temuan tentang kreatif berlaku sama pada
berbagai bidang.
4. Penemuan/berfikir kreativitas (creative
thinking) individu ada prinsipnya tidak berbeda.
6 langkah dalam menerapkan
pembelajaran sinektik:
1. Guru menjelaskan siswa untuk mendiskripsikan situasi
yang ada sekarang.
2. Siswa mengembangkan berbagai analogi, kemudian
memilih salah satu dan mendeskripsikan serta menjelaskan
secara mendalam.
3. Siswa menjadi bagian dari analogi dari yang dipilihnya pada
tahap sebelumnya.
4. Siswa mengembangkan pemikiran dalam bentuk deskripsi-
deskripsi dari yang dihasilkan pada tahap dua dan tiga.
5. Siswa menyimpulkan dan menentukan analogi-analogi
tidak langsung lainnya.
6. Guru mengarahkan agar siswa kembali pada tugas dan
masalah semula dengan menggunakan analogi-analogi
terakhir atau dengan menggunakan seluruh pengalaman
sinektik.
g. Advance Organizer
model ini dikembangkan berdasarkan
pemikiran Ausubel tentang materi
pembelajaran dan struktur kognitif.
3 Tahap Advance Organizer:
1. Menjelaskan panduan pembelajaran
2. Menjelaskan materi dan tugas-tugas
pembelajaran
3. Memperkokoh pengorganisasian kognitif.
Kelompok Model Pengajaran Sosial
 Model-model pengajaran ini memberikan
prioritas pada peningkatan kemampuan
individu untuk berhubungan dengan orang
lain untuk meningkatkan proses
demokratis, dan untuk belajar dalam
masyarakat secara produktif.
a. Mitra Belajar (Patners in learning)
Model pengajaran ini bertujuan untuk
membantu siswa bekerja sama secara
efektif. Metode ini mengajarkan siswa untuk
melaksanakan tugas-tugas pembelajaran
dengan berpasangan.
b. Investigasi Kelompok (group investigation)
Model ini dirancang untuk membimbing
siswa dalam memperjelas
masalah, menelusuri berbagai persfektif
dalam masalah tersebut, dan mengkaji
bersama untuk menguasai
informasi, gagasan, skill, dan
mengembangkan kompetensi social mereka.
c. Bermain Peran (rola playing)
Model ini membimbing siswa dalam
memahami perilaku sosial, peran mereka
dalam interaksi sosial, dan cara-cara dalam
memecahkan masalah dengan lebih efektif.
Model pengajaran ini menuntut siswa untuk
mementaskan konflik, belajar mengambil
peran orang lain, dan meneliti perilaku
sosial.
d. Penelitian Hukum (jurisprudential inquiry)
 Model pengajaran ini dirancang untuk
melibatkan siswa untuk mengkaji kasus-
kasus masalah sosial yang berhubungan
dengan kebijakan publik
misalnya, isu-isu seputar keadilan dan
kesetaraan, kemiskinan dan kekuatan.
Kelompok Model Pengajaran Personal
 Model-model pengajaran ini menekankan
pada pengembangan pribadi.
 Model-model ini berusaha bagaimana kita
bisa memahami diri kita sendiri dengan
baik, bertanggung jawab pada pendidikan
kita, dan belajar untuk menjangkau atau
bahkan melampaui perkembangan kita saat
ini agar lebih kuat, lebih sensitif, dan lebih
kreatif dalam mencari kehidupan yang lebih
sejahtera.
a. Pengajaran tanpa arahan (non directive
teaching)
 Model pengajaran ini menekankan pada
hubungan antara siswa dan guru.
 Guru ditempatkan sebagai
konselor/penasehat.
 Guru berupaya membantu siswa berperan
dalam mengarahkan pendidikan mereka
sendiri.
b. Meningkatkan konsep diri melalui prestasi
(enhancingself concept through
achievement)
 Model pengajaran ini membantu siswa
untuk pembentukan kemampuan
menjajagi dan menyadari pemahaman diri
sendiri.
 Pengajaran ini secara langsung
mengarahkan kebutuhan siswa akan
harga diri, pemahaman
diri, dukungan, dan penghormatan pada
Kelompok Sistem Prilaku
Menciptakan lingkungan belajar yang
memungkinkan manipulasi penguatan
perilaku secara efektif sehingga terbentuk
pola perilaku yang dikehendaki.
a. Belajar menguasai (mastery learning) dan
instruksi terencana (programmed instruction)
Penerapan teori sistem perilaku yang paling
umum bagi tujuan-tujuan pendidikan
terbentuk dari apa yang disebut dengan
belajar menguasai.
b. Intruksi langsung (direct instruction)
 Model intruksi langsung menekankan pada
pernyataan langsung tentang sasaran-
sasaran, rangkaian aktivitas yang
berhubungan dengan
 Sasaran tersebut, pemantauan
perkembangan secara seksama, umpan balik
prestasi, dan taktik dalam mencapai tujuan
yang lebih efektif.
c. Belajar dari simulasi (simulation): pelatihan dan
latihan diri
 Para pakar behavioral sibernetik telah
mengembangkan dua pendekatan dalam
pelatihan, yaitu dari model praktik ke teori (theory-
to-practice model) dan model simulasi (simulation
model).
 Model praktik ke teori memadukan informasi
tentang keterampilan dalam demonstrasi, praktik,
umpan balik, dan pelatihan sampai keterampilan
tersebut dikuasai.
 simulasi dibangun dari gambaran tentang kondisi
hidup nyata. Siswa harus dilibatkan untuk
mencapai tujuan simulasi tersebut dalam suasana
sesungguhnya hingga tujuan ini benar-benar
dikuasai.
Model pengajaran

Model pengajaran

  • 1.
    Oleh: Reni Anita DosenPengasuh : Prof. Chuzaimah D.Diem, MLS.Ed.D Dr. Riswan Jaenuddin, M.Pd
  • 2.
    Pengajaran  Merancang pengajaran dikelas.  Menciptakan lingkungan dan suasana belajar yang efektif dan inovatif.  Menciptakan cara belajar yang baik bagi siswa.  Mengajarkan siswa untuk berinteraksi antar learn how to learn (Dewey)
  • 3.
    MODEL PENGAJARAN  MenurutJoyce, Weil, dan Calhoun (2009). 1. Kelompok model pengajaran memproses informasi (the information-processing family) 2. Kelompok model pengajaran sosial (the social family) 3. Kelompok model pengajaran personal (the personal family) 4. Kelompok model pengajaran sistem perilaku (the behavioral system family).
  • 4.
    Kelompok Model PengolaanInformasi Menitikberatkan pada aktivitas yang terkait dengan kegiatan proses atau pengolahan informasi untuk meningkatkan kemampuan siswa
  • 5.
    Bentuk-bentuk Model Pengolahan Informasi. a.Berfikir induktif model pengajaran ini beranggapan bahwa kemapuan berfikir seseorang tidak dengan sendirinya dapat berkembang dengan baik jika proses pengajaran dikembangkan tanpa memperhatikan kesesuaian dengan kebutuhan berfikir seseorang.
  • 6.
    Beberapa Strategi BerfikirInduktif (Joyce, Weil, & Calhoun, 2000) 1. Strategi pertama: pembentukan konsep; meliputi perhitungan dan pendaftaran. 2. Strategi kedua: interpretasi data yang meliputi tahap mengindentifikasi hubungan antara data atau masalah, tahap menemukan hubungan dan tahap membuat inferensi. 3. Strategi ketiga: aplikasi prinsip yang meliputi tahap memprediksi konsekuensi, menjelaskan fenomena- fenomena dan menguji hipotesis.
  • 7.
    b. Penemuan konsep modelpenemuan konsep adalah model pengajaran yang dirancang untuk menata atau menyusun data sehingga konsep-konsep penting dapat dipelajari secara tepat dan efisien.
  • 8.
    c. Model induktifkata-Bergambar Model pengajaran ini merupakan gabungan model perpikir induktif dan model penemuan konsep. Model pengajaran ini dirancang agar siswa tidak hanya belajar menulis dan membaca, tetapi juga belajar mendengarkan dan mengucapkan kosa kata, serta belajar kata-kata, kalimat-kalimat, dan paragraf- paragraf.
  • 9.
    d. Penelitian Ilmiah modelpengajaran adalah untuk mengembangkan kemampuan siswa di dalam menyelesaikan masalah melalui suatu kegiatan ilmiah (saintifik) dengan membandingkan masalah dengan kondisi nyata pada areal ilmiah, membantu siswa mengindentifikasi konsep atau metode pemecahan masalah dan mendesain cara mengatasi masalah.
  • 10.
    Tiga Tahapan Pokok: TahapI : Mengumpulkan dan menganalisis data. Tahap II : Memeriksa hipotesis dan teori. Tahap III : Merefleksikan tujuan konstruksi pengetahuan.
  • 11.
    e. Mnemonik model pengajaranmenghafal dan mengasimilasikan informasi. model ini diarahkan untuk mengembangkan kemampuan siswa menyerap dan mengintegrasikan informasi sehingga siswa- siswa dapat mengingat informasi yang telah diterima dan dapat me-recall kembali pada saat ditentukan.
  • 12.
    Tahap-tahap pengajaran: 1. Mencermatimateri 2. Mengembangkan hubungan 3. Mengembangkan sensori image 4. Melatih me-recall dengan memperhatikan tahapan sebelumnya dan hal ini harus dipelajari secara terus menerus.
  • 13.
    f. Sinektik sinektik didesainoleh Gordon yang diarahkan untuk mengembangkan kreativitas. 4 gagasan Gordon: 1. kreativitas penting di dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari 2. Proses kreatif tidak sepenuhnya hal yang misterius. 3. Temuan tentang kreatif berlaku sama pada berbagai bidang. 4. Penemuan/berfikir kreativitas (creative thinking) individu ada prinsipnya tidak berbeda.
  • 14.
    6 langkah dalammenerapkan pembelajaran sinektik: 1. Guru menjelaskan siswa untuk mendiskripsikan situasi yang ada sekarang. 2. Siswa mengembangkan berbagai analogi, kemudian memilih salah satu dan mendeskripsikan serta menjelaskan secara mendalam. 3. Siswa menjadi bagian dari analogi dari yang dipilihnya pada tahap sebelumnya. 4. Siswa mengembangkan pemikiran dalam bentuk deskripsi- deskripsi dari yang dihasilkan pada tahap dua dan tiga. 5. Siswa menyimpulkan dan menentukan analogi-analogi tidak langsung lainnya. 6. Guru mengarahkan agar siswa kembali pada tugas dan masalah semula dengan menggunakan analogi-analogi terakhir atau dengan menggunakan seluruh pengalaman sinektik.
  • 15.
    g. Advance Organizer modelini dikembangkan berdasarkan pemikiran Ausubel tentang materi pembelajaran dan struktur kognitif. 3 Tahap Advance Organizer: 1. Menjelaskan panduan pembelajaran 2. Menjelaskan materi dan tugas-tugas pembelajaran 3. Memperkokoh pengorganisasian kognitif.
  • 16.
    Kelompok Model PengajaranSosial  Model-model pengajaran ini memberikan prioritas pada peningkatan kemampuan individu untuk berhubungan dengan orang lain untuk meningkatkan proses demokratis, dan untuk belajar dalam masyarakat secara produktif.
  • 17.
    a. Mitra Belajar(Patners in learning) Model pengajaran ini bertujuan untuk membantu siswa bekerja sama secara efektif. Metode ini mengajarkan siswa untuk melaksanakan tugas-tugas pembelajaran dengan berpasangan.
  • 18.
    b. Investigasi Kelompok(group investigation) Model ini dirancang untuk membimbing siswa dalam memperjelas masalah, menelusuri berbagai persfektif dalam masalah tersebut, dan mengkaji bersama untuk menguasai informasi, gagasan, skill, dan mengembangkan kompetensi social mereka.
  • 19.
    c. Bermain Peran(rola playing) Model ini membimbing siswa dalam memahami perilaku sosial, peran mereka dalam interaksi sosial, dan cara-cara dalam memecahkan masalah dengan lebih efektif. Model pengajaran ini menuntut siswa untuk mementaskan konflik, belajar mengambil peran orang lain, dan meneliti perilaku sosial.
  • 20.
    d. Penelitian Hukum(jurisprudential inquiry)  Model pengajaran ini dirancang untuk melibatkan siswa untuk mengkaji kasus- kasus masalah sosial yang berhubungan dengan kebijakan publik misalnya, isu-isu seputar keadilan dan kesetaraan, kemiskinan dan kekuatan.
  • 21.
    Kelompok Model PengajaranPersonal  Model-model pengajaran ini menekankan pada pengembangan pribadi.  Model-model ini berusaha bagaimana kita bisa memahami diri kita sendiri dengan baik, bertanggung jawab pada pendidikan kita, dan belajar untuk menjangkau atau bahkan melampaui perkembangan kita saat ini agar lebih kuat, lebih sensitif, dan lebih kreatif dalam mencari kehidupan yang lebih sejahtera.
  • 22.
    a. Pengajaran tanpaarahan (non directive teaching)  Model pengajaran ini menekankan pada hubungan antara siswa dan guru.  Guru ditempatkan sebagai konselor/penasehat.  Guru berupaya membantu siswa berperan dalam mengarahkan pendidikan mereka sendiri.
  • 23.
    b. Meningkatkan konsepdiri melalui prestasi (enhancingself concept through achievement)  Model pengajaran ini membantu siswa untuk pembentukan kemampuan menjajagi dan menyadari pemahaman diri sendiri.  Pengajaran ini secara langsung mengarahkan kebutuhan siswa akan harga diri, pemahaman diri, dukungan, dan penghormatan pada
  • 24.
    Kelompok Sistem Prilaku Menciptakanlingkungan belajar yang memungkinkan manipulasi penguatan perilaku secara efektif sehingga terbentuk pola perilaku yang dikehendaki.
  • 25.
    a. Belajar menguasai(mastery learning) dan instruksi terencana (programmed instruction) Penerapan teori sistem perilaku yang paling umum bagi tujuan-tujuan pendidikan terbentuk dari apa yang disebut dengan belajar menguasai.
  • 26.
    b. Intruksi langsung(direct instruction)  Model intruksi langsung menekankan pada pernyataan langsung tentang sasaran- sasaran, rangkaian aktivitas yang berhubungan dengan  Sasaran tersebut, pemantauan perkembangan secara seksama, umpan balik prestasi, dan taktik dalam mencapai tujuan yang lebih efektif.
  • 27.
    c. Belajar darisimulasi (simulation): pelatihan dan latihan diri  Para pakar behavioral sibernetik telah mengembangkan dua pendekatan dalam pelatihan, yaitu dari model praktik ke teori (theory- to-practice model) dan model simulasi (simulation model).  Model praktik ke teori memadukan informasi tentang keterampilan dalam demonstrasi, praktik, umpan balik, dan pelatihan sampai keterampilan tersebut dikuasai.  simulasi dibangun dari gambaran tentang kondisi hidup nyata. Siswa harus dilibatkan untuk mencapai tujuan simulasi tersebut dalam suasana sesungguhnya hingga tujuan ini benar-benar dikuasai.