Pembicara : Dr. Yeni Hendriani
Widyaiswara P4TK IPA
E-mail: ynsedc@yahoo.co.id
Standar Kompetensi
Menguasai metode/pendekatan/
model/strategi pembelajaran, serta
penerapannya dalam merancang dan
melaksanakan pembelajaran di
sekolah
Perubahan Paragdima
Perubahan Paragdima

dari mengajar (
dari mengajar (teaching
teaching) ke belajar
) ke belajar
(
(learning
learning)
)

dari penilaian (
dari penilaian (testing
testing) ke perbaikan
) ke perbaikan
terus menerus (
terus menerus (continuous
continuous
improvement
improvement)
)
Vernon A. Magnesen (1996), dalam
Vernon A. Magnesen (1996), dalam
Quantum Teaching menyatakan bahwa kita
Quantum Teaching menyatakan bahwa kita
belajar :
belajar :

10% dari apa yang kita baca
10% dari apa yang kita baca

20% dari apa yang kita dengar
20% dari apa yang kita dengar

30% dari apa yang kita lihat
30% dari apa yang kita lihat

50% dari apa yang kita lihat dan dengar
50% dari apa yang kita lihat dan dengar
 70% dari apa yang kita katakan
70% dari apa yang kita katakan
 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan
90% dari apa yang kita katakan dan lakukan
CONTRIBUTING FACTORS
TO MEANING-
MAKING
Emotion
Context and Patterns
Relevance
What are some of the determinants
of instructional success?
Learner
Teacher
Process
PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN

Proses belajar mengajar.
Proses belajar mengajar.

Pengorganisasian atau penciptaan
Pengorganisasian atau penciptaan
atau pengaturan suatu kondisi
atau pengaturan suatu kondisi
lingkungan yang sebaik-baiknya
lingkungan yang sebaik-baiknya
yang memungkinkan terjadinya
yang memungkinkan terjadinya
belajar pada siswa.
belajar pada siswa.
Strategi Pembelajaran
Rencana dan cara-cara
membawakan pembelajaran agar
segala prinsip dasar dapat
terlaksana dan segala tujuan
pembelajaran dapat dicapai
secara efektif.
Pendekatan Mengajar
•Cara pandang yang digunakan guru
terhadap permasalahan yang dihadapi
dalam pembelajaran.
•Contoh Pendekatan Mengajar :
Pendekatan Konsep, Pendekatan
Lingkungan, Pendekatan Proses Sains,
pendekatan STS (Science-Technology-
Society), dan Pendekatan Kontekstual.
Metode
Metode

D
Dalam
alam k
konteks
onteks p
pendidikan
endidikan :k
:kumpulan
umpulan
prinsip yang terkordinir untuk melaksanakan
prinsip yang terkordinir untuk melaksanakan
pengajaran
pengajaran

D
Dalam konteks pengajaran
alam konteks pengajaran: C
: Cara-cara
ara-cara
menyajikan suatu bahan pelajaran pada
menyajikan suatu bahan pelajaran pada
situasi tertentu.( Sukarno et.al, 1981:34).
situasi tertentu.( Sukarno et.al, 1981:34).

Contoh M
Contoh Metode
etode:
: ceramah, demonstrasi,
ceramah, demonstrasi,
diskusi, dan eksperimen.
diskusi, dan eksperimen.
T
Teknik
eknik M
Mengajar
engajar

M
Menyangkut hal-hal yang spesifik
enyangkut hal-hal yang spesifik
yang dilakukan guru dalam
yang dilakukan guru dalam
mengelola pembelajaran
mengelola pembelajaran.
.

C
Contoh, dalam metode diskusi
ontoh, dalam metode diskusi
digunakan teknik
digunakan teknik snow ball
snow ball.
.
Pendekatan
Pendekatan Titik tolak atau sudut pandang terhadap
Titik tolak atau sudut pandang terhadap
proses pembelajaran
proses pembelajaran
Strategi
Strategi Serangkaian rencana, metode, dan
Serangkaian rencana, metode, dan
perangkat kegiatan yang direncanakan
perangkat kegiatan yang direncanakan
untuk tujuan tertentu
untuk tujuan tertentu (a plan of operation
(a plan of operation
achieving something).
achieving something).
Metode
Metode Upaya untuk mengimplementasikan
Upaya untuk mengimplementasikan
rencana yang telah disusun dalam
rencana yang telah disusun dalam
kegiatan yang nyata untuk mencapai
kegiatan yang nyata untuk mencapai
tujuan secara optimal.
tujuan secara optimal. (a way in achieving
(a way in achieving
something).
something).
Teknik
Teknik Cara-cara operasional untuk
Cara-cara operasional untuk
melaksanakan metode pembelajaran
melaksanakan metode pembelajaran
MODEL PEMBELAJARAN
MODEL PEMBELAJARAN

Model pembelajaran adalah pembelajaran yang
Model pembelajaran adalah pembelajaran yang
memperlihatkan suatu pola tertentu didalamnya
memperlihatkan suatu pola tertentu didalamnya
terdapat urutan mengajar yang ditujukan untuk
terdapat urutan mengajar yang ditujukan untuk
mencapai hasil belajar yang diharapkan
mencapai hasil belajar yang diharapkan

Model pembelajaran adalah suatu deskripsi dari
Model pembelajaran adalah suatu deskripsi dari
lingkungan belajar yang menggambarkan
lingkungan belajar yang menggambarkan
perencanaan kurikulum, kursus, desain unit
perencanaan kurikulum, kursus, desain unit
pelajaran dan pembelajaran, perlengkapan belajar,
pelajaran dan pembelajaran, perlengkapan belajar,
buku-buku pelajaran, program multimedia, dan
buku-buku pelajaran, program multimedia, dan
bantuan belajar melalui program komputer
bantuan belajar melalui program komputer
Ciri-ciri Model Pembelajaran
Ciri-ciri Model Pembelajaran
1.
1. Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar;
Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar;
2.
2. Mempunyai tujuan pendidikan tertentu;
Mempunyai tujuan pendidikan tertentu;
3.
3. Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan
Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas;
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas;
4.
4. Bagian2 model terdiri atas: (a) urutan langkah-
Bagian2 model terdiri atas: (a) urutan langkah-
langkah pembelajaran
langkah pembelajaran (syntax);
(syntax); (b) prinsip-
(b) prinsip-
prinsip reaksi; (c) sistem sosial; dan (d) sistem
prinsip reaksi; (c) sistem sosial; dan (d) sistem
pendukung.
pendukung.
5.
5. Memiliki dampak pembelajaran: (a)
Memiliki dampak pembelajaran: (a)
instructional effects, (b) nurturant effects.
instructional effects, (b) nurturant effects.
6.
6. Adanya rencana persiapan mengajar
Adanya rencana persiapan mengajar
(instructional design).
(instructional design).
Macam-macam Model Pembelajaran
Macam-macam Model Pembelajaran
 Pemrosesan Informasi
Pemrosesan Informasi

Perilaku
Perilaku
 Personal
Personal
 Sosial
Sosial
No Model Penjelasan
1 Interaksi
Sosial
Menitikberatkan pada hubungan
harmonis antara individu dengan
masyarakat
2 Pemrosesan
Informasi
Berorientasi pada kemampuan
siswa dalam memproses informasi
untuk memperbaiki kemampuannya.
3 Personal Berorientasi pada pengembangan
diri individu
4 Modifikasi
Tingkahlaku
Mengembangkan sistem yang efisien
dengan mengurutkan tugas-tugas belajar
siswa dan membentuk tingkahlaku dengan
cara memberikan penguatan
(reinforcement).
No Model Strategi/metode pembelajaran
1 Interaksi
Sosial
Kerja kelompok, pemecahan
masalah sosial, bermain peran,
simulasi sosial.
2 Pemrosesan
Informasi
Latihan inquiry, induktif,
pembentukan konsep,
pengembangan diri.
3 Personal Pembelajaran non-direktif (utk
membentuk
kemampuan/pengembangan diri),
latihan kesadaran, sinetik (utk
mengembangkan kreatifitas siswa).
4 Modifikasi
Tingkahlaku
Penjabaran tugas-tugas yang harus
dipelajari siswa lebih efisien dan berurutan.
Rumpun Model Pemrosesan Informasi
Rumpun Model Pemrosesan Informasi
Orientasi pokok dari rumpun model
Orientasi pokok dari rumpun model
pembelajaran pemrosesan informasi adalah
pembelajaran pemrosesan informasi adalah
pengembangan proses kognitif dan berpikir
pengembangan proses kognitif dan berpikir
induktif
induktif
Titik beratnya pada pengaturan kegiatan
Titik beratnya pada pengaturan kegiatan
pencarian informasi oleh siswa
pencarian informasi oleh siswa
Pemrosesan Informasi
Mengolah-
menata
Informasi
Pembentukan
Konsep
Latihan
Inkuari Mnemonic
Induktif
Advance
Organicer
Teori Kognitif ------ Pemrosesan Informasi
TEORI KOGNITIF
Jembatan
Keledai
Menerapkan
Metode
Ilmiah
Contoh ke
Teori/Konsep
Mempelp-
Konsep
Model pembelajaran Advance Organizer
1. Fase penyajian advance organizer
1. Fase penyajian advance organizer
2 Fase penyajian tugas-tugas belajar atau
2 Fase penyajian tugas-tugas belajar atau
materi pelajaran
materi pelajaran
3. Fase penguatan pengaturan kognitif
3. Fase penguatan pengaturan kognitif
siswa.
siswa.
Sintak
Sintak Model
Model P
Pembelajaran
embelajaran L
Latihan
atihan
I
Inkuari
nkuari
 Fase 1: menghadapkan siswa dengan masalah
Fase 1: menghadapkan siswa dengan masalah
 Fase 2:pengumpulan data untuk verifikasi
Fase 2:pengumpulan data untuk verifikasi

Fase 3: pengumpulan data dalam eksperimen
Fase 3: pengumpulan data dalam eksperimen
 Fase 4: Merumuskan penjelasan
Fase 4: Merumuskan penjelasan
 Fase 5: Menga
Fase 5: Mengana
nalisis proses inkuari
lisis proses inkuari
Discovery Learning
Siswa belajar mencari tahu tentang sesuatu
Ciptakan situasi
Beri pertanyaan yang bersifat inkuiri

•Bahas tugas
•Observasi
•Kumpulkan data
•Analisis
•Simpulkan
•Presentasikan
•Diskusikan
SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN PBI
SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN PBI
FASE - FASE
FASE - FASE PERILAKU GURU
PERILAKU GURU
Fase 1
Fase 1
Orientasi siswa kepada masalah
Orientasi siswa kepada masalah
Fase 2
Fase 2
Mengorganisasikan siswa untuk belajar
Mengorganisasikan siswa untuk belajar
Fase 3
Fase 3
Membimbing penyelidikan individu dan klp
Membimbing penyelidikan individu dan klp
Fase 4
Fase 4
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Mengembangkan dan menyajikan hasil karya
Fase 5
Fase 5
Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan
Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan
masalah
masalah

Menjelaskan tujuan,logistik yg dibutuhkan
Menjelaskan tujuan,logistik yg dibutuhkan

Memotivasi siswa terlibat aktif pemecahan
Memotivasi siswa terlibat aktif pemecahan
masalah yg dipilih
masalah yg dipilih

Membantu siswa mendefinisikan dan
Membantu siswa mendefinisikan dan
mengorganisasikan tugas bel yg berhub dg
mengorganisasikan tugas bel yg berhub dg
Masalah tersebut
Masalah tersebut

Mendorong siswa utk mengumpulkan informasi
Mendorong siswa utk mengumpulkan informasi
yg sesuai, melaksanakan eksperimen utk
yg sesuai, melaksanakan eksperimen utk
mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah
mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah

Membantu siswa dal merencanakan dan
Membantu siswa dal merencanakan dan
menyiapkan karya yg sesuai spt laporan, model
menyiapkan karya yg sesuai spt laporan, model
dan berbagi tugas dengan teman
dan berbagi tugas dengan teman

Mengevaluasi hasil belajar
Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yg tlh
tentang materi yg tlh
dipelajari /meminta klp presentasi hasil kerja
dipelajari /meminta klp presentasi hasil kerja
Sintaks Model Pembelajaran Berbasis Proyek
Model PjBL STEM (Laboy-Rush)
26
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (CL)
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (CL)
FASE – FASE
FASE – FASE PERILAKU GURU
PERILAKU GURU
Fase 1
Fase 1
Menyampaikan tujuan dan memotivasi
Menyampaikan tujuan dan memotivasi
Siswa
Siswa
Fase 2
Fase 2
Menyajikan informasi
Menyajikan informasi
Fase 3
Fase 3
Mengorganisasikan siswa kedalam
Mengorganisasikan siswa kedalam
kelompok – kelompik belajar
kelompok – kelompik belajar
Fase 4
Fase 4
Membimbing kelompok bekerja dan
Membimbing kelompok bekerja dan
belajar
belajar
Fase 5
Fase 5
Evaluasi
Evaluasi
Fase 6
Fase 6
Memberikan penghargaan
Memberikan penghargaan

Menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai
Menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai
selama pembelajaran dan memotivasi siswa belajar
selama pembelajaran dan memotivasi siswa belajar

Menyajikan informasi kepada siswa dg jalan
Menyajikan informasi kepada siswa dg jalan
demonstrasi atau lewat bahan bacaan
demonstrasi atau lewat bahan bacaan

Menjelaskan kpd siswa bgm cara membentuk
Menjelaskan kpd siswa bgm cara membentuk
kelompok belajar dan membantu setiap klp agar
kelompok belajar dan membantu setiap klp agar
melakukan transisi secara efisien
melakukan transisi secara efisien

Membimbing kelompok belajar pada saat mereka
Membimbing kelompok belajar pada saat mereka
mengerjakan tugas mereka
mengerjakan tugas mereka

Mengevaluasi hasil belajar ttg materi yg telah
Mengevaluasi hasil belajar ttg materi yg telah
dipelajari/meminta kelompok presentasi hsl kerja
dipelajari/meminta kelompok presentasi hsl kerja

Menghargai baik upaya maupun hsl bel individu
Menghargai baik upaya maupun hsl bel individu
dan kelompok
dan kelompok
MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG
MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG
FASE – FASE
FASE – FASE PERILAKU GURU
PERILAKU GURU
Fase 1
Fase 1
Menyampaikan tujuan dan
Menyampaikan tujuan dan
mempersiapkan
mempersiapkan
Siswa
Siswa
Fase 2
Fase 2
Mendemonstrasikan pengetahuan atau
Mendemonstrasikan pengetahuan atau
keterampilan
keterampilan
Fase 3
Fase 3
Membimbing pelatihan
Membimbing pelatihan
Fase 4
Fase 4
Mengecek pemahaman dan memberikan
Mengecek pemahaman dan memberikan
umpan balik
umpan balik
Fase 5
Fase 5
Memberikan kesempatan untuk pelatihan
Memberikan kesempatan untuk pelatihan
 Menjelaskan tujuan, informasi latar
Menjelaskan tujuan, informasi latar
belakang pelajaran, pentingnya
belakang pelajaran, pentingnya
pelajaran, mempersiapkan siswa untuk
pelajaran, mempersiapkan siswa untuk
belajar
belajar
 Mendemonstrasikan keterampilan yang
Mendemonstrasikan keterampilan yang
benar, atau menyajikan informasi tahap
benar, atau menyajikan informasi tahap
demi tahap
demi tahap

Merencanakan dan memberi bimbingan
Merencanakan dan memberi bimbingan
pelatihan awal
pelatihan awal

Mengecek apakah siswa telah berhasil
Mengecek apakah siswa telah berhasil
melakukan tugas dengan baik, memberi
melakukan tugas dengan baik, memberi
umpan
umpan

Mempersiapkan kesempatan melakukan
Mempersiapkan kesempatan melakukan
pelatihan lanjutan, dengan perhatian
pelatihan lanjutan, dengan perhatian
khusus pada penerapan kepada situasi
khusus pada penerapan kepada situasi
lebih kompleks dlm kehidupan sehari -
lebih kompleks dlm kehidupan sehari -
Discovery Learning
Siswa belajar mencari tahu tentang sesuatu
Ciptakan situasi
Beri pertanyaan yang bersifat inkuiri

•Bahas tugas
•Observasi
•Kumpulkan data
•Analisis
•Simpulkan
•Presentasikan
•Diskusikan
Model Pembelajaran STS (Science
Technology Society)
• Fase Invitasi, guru menghadapkan
siswa pada permasalahan-
permasalahan lingkungan
• Fase Eksplorasi, strategi pemecahan
masalah
• Fase Pengajuan Eksplanasi dan Solusi
• Fase Tindak Lanjut, tindakan aplikasi
personal dan sosial
Maman Wijaya (C) 2004
Maman Wijaya (C) 2004 31
31
Model CLIS (
Model CLIS (Children Learning in Science)
Children Learning in Science)

Orientasi (menyebutkan beberapa fenomena aneh
Orientasi (menyebutkan beberapa fenomena aneh
dalam kehidupan)
dalam kehidupan)

Pemunculan Gagasan (pengajuan pertanyaan)
Pemunculan Gagasan (pengajuan pertanyaan)

Penyusunan Ulang Gagasan (pengungkapan dan
Penyusunan Ulang Gagasan (pengungkapan dan
pertukaran gagasan, pembukaan situasi konflik,
pertukaran gagasan, pembukaan situasi konflik,
konstruksi gagasan baru)
konstruksi gagasan baru)

Penerapan Gagasan (bisa berupa latihan soal)
Penerapan Gagasan (bisa berupa latihan soal)

Kajian ulang perubahan gagasan (pemberian umpan
Kajian ulang perubahan gagasan (pemberian umpan
balik)
balik)
Maman Wijaya (C) 2004
Maman Wijaya (C) 2004 32
32
Model Generative Learning
Model Generative Learning
 Persiapan
Persiapan
 Fokus
Fokus

Tantangan
Tantangan
 Penerapan
Penerapan
Maman Wijaya (C) 2004
Maman Wijaya (C) 2004 33
33
Model Belajar Siklus
Model Belajar Siklus (Karlplus,1967)
(Karlplus,1967)
 Fase Eksplorasi
Fase Eksplorasi
 Fase Pen
Fase Pene
elusuran (
lusuran (Invention
Invention)
)

Fase Penemuan (
Fase Penemuan (Discovery
Discovery)
)
Maman Wijaya (C) 2004
Maman Wijaya (C) 2004 34
34
Model Belajar Siklus
Model Belajar Siklus (Lawson,1988)
(Lawson,1988)
 Fase Eksplorasi
Fase Eksplorasi
 Fase Pengenalan Istilah (
Fase Pengenalan Istilah (Term Introduction
Term Introduction)
)

Fase Penerapan Konsep
Fase Penerapan Konsep
Maman Wijaya (C) 2004
Maman Wijaya (C) 2004 35
35
Model Belajar Siklus
Model Belajar Siklus (Kolb,1991)
(Kolb,1991)
 Mengalami
Mengalami
 Mengamati
Mengamati

Memikirkan
Memikirkan
 Melakukan
Melakukan
Langkah-langkah :
1. Guru menyiapkan sebuah tongkat
2. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian
memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan
mempelajari materi pada pegangannya/paketnya
3. Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya mempersilahkan
siswa untuk menutup bukunya
4. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu
guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat
tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian
besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari
guru
5. Siswa menarik kesimpulan dengan bantuan guru
6. Evaluasi
7. Penutup
(MENCARI PASANGAN)
(MENCARI PASANGAN)
(Lorna Curran, 1994)
(Lorna Curran, 1994)
Langkah-langkah :
1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok
untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban
2. Setiap siswa mendapat satu buah kartu
3. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang
4. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya
(soal jawaban)
5. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin
6. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda
dari sebelumnya. Demikian seterusnya
7. Kesimpulan/penutup
Model-Model Pembelajaran Yeni P4TK IPA.ppt

Model-Model Pembelajaran Yeni P4TK IPA.ppt

  • 1.
    Pembicara : Dr.Yeni Hendriani Widyaiswara P4TK IPA E-mail: ynsedc@yahoo.co.id
  • 2.
    Standar Kompetensi Menguasai metode/pendekatan/ model/strategipembelajaran, serta penerapannya dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran di sekolah
  • 3.
    Perubahan Paragdima Perubahan Paragdima  darimengajar ( dari mengajar (teaching teaching) ke belajar ) ke belajar ( (learning learning) )  dari penilaian ( dari penilaian (testing testing) ke perbaikan ) ke perbaikan terus menerus ( terus menerus (continuous continuous improvement improvement) )
  • 4.
    Vernon A. Magnesen(1996), dalam Vernon A. Magnesen (1996), dalam Quantum Teaching menyatakan bahwa kita Quantum Teaching menyatakan bahwa kita belajar : belajar :  10% dari apa yang kita baca 10% dari apa yang kita baca  20% dari apa yang kita dengar 20% dari apa yang kita dengar  30% dari apa yang kita lihat 30% dari apa yang kita lihat  50% dari apa yang kita lihat dan dengar 50% dari apa yang kita lihat dan dengar  70% dari apa yang kita katakan 70% dari apa yang kita katakan  90% dari apa yang kita katakan dan lakukan 90% dari apa yang kita katakan dan lakukan
  • 5.
  • 6.
    What are someof the determinants of instructional success? Learner Teacher Process
  • 7.
    PEMBELAJARAN PEMBELAJARAN  Proses belajar mengajar. Prosesbelajar mengajar.  Pengorganisasian atau penciptaan Pengorganisasian atau penciptaan atau pengaturan suatu kondisi atau pengaturan suatu kondisi lingkungan yang sebaik-baiknya lingkungan yang sebaik-baiknya yang memungkinkan terjadinya yang memungkinkan terjadinya belajar pada siswa. belajar pada siswa.
  • 8.
    Strategi Pembelajaran Rencana dancara-cara membawakan pembelajaran agar segala prinsip dasar dapat terlaksana dan segala tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif.
  • 9.
    Pendekatan Mengajar •Cara pandangyang digunakan guru terhadap permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran. •Contoh Pendekatan Mengajar : Pendekatan Konsep, Pendekatan Lingkungan, Pendekatan Proses Sains, pendekatan STS (Science-Technology- Society), dan Pendekatan Kontekstual.
  • 10.
    Metode Metode  D Dalam alam k konteks onteks p pendidikan endidikan:k :kumpulan umpulan prinsip yang terkordinir untuk melaksanakan prinsip yang terkordinir untuk melaksanakan pengajaran pengajaran  D Dalam konteks pengajaran alam konteks pengajaran: C : Cara-cara ara-cara menyajikan suatu bahan pelajaran pada menyajikan suatu bahan pelajaran pada situasi tertentu.( Sukarno et.al, 1981:34). situasi tertentu.( Sukarno et.al, 1981:34).  Contoh M Contoh Metode etode: : ceramah, demonstrasi, ceramah, demonstrasi, diskusi, dan eksperimen. diskusi, dan eksperimen.
  • 11.
    T Teknik eknik M Mengajar engajar  M Menyangkut hal-halyang spesifik enyangkut hal-hal yang spesifik yang dilakukan guru dalam yang dilakukan guru dalam mengelola pembelajaran mengelola pembelajaran. .  C Contoh, dalam metode diskusi ontoh, dalam metode diskusi digunakan teknik digunakan teknik snow ball snow ball. .
  • 12.
    Pendekatan Pendekatan Titik tolakatau sudut pandang terhadap Titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran proses pembelajaran Strategi Strategi Serangkaian rencana, metode, dan Serangkaian rencana, metode, dan perangkat kegiatan yang direncanakan perangkat kegiatan yang direncanakan untuk tujuan tertentu untuk tujuan tertentu (a plan of operation (a plan of operation achieving something). achieving something). Metode Metode Upaya untuk mengimplementasikan Upaya untuk mengimplementasikan rencana yang telah disusun dalam rencana yang telah disusun dalam kegiatan yang nyata untuk mencapai kegiatan yang nyata untuk mencapai tujuan secara optimal. tujuan secara optimal. (a way in achieving (a way in achieving something). something). Teknik Teknik Cara-cara operasional untuk Cara-cara operasional untuk melaksanakan metode pembelajaran melaksanakan metode pembelajaran
  • 13.
    MODEL PEMBELAJARAN MODEL PEMBELAJARAN  Modelpembelajaran adalah pembelajaran yang Model pembelajaran adalah pembelajaran yang memperlihatkan suatu pola tertentu didalamnya memperlihatkan suatu pola tertentu didalamnya terdapat urutan mengajar yang ditujukan untuk terdapat urutan mengajar yang ditujukan untuk mencapai hasil belajar yang diharapkan mencapai hasil belajar yang diharapkan  Model pembelajaran adalah suatu deskripsi dari Model pembelajaran adalah suatu deskripsi dari lingkungan belajar yang menggambarkan lingkungan belajar yang menggambarkan perencanaan kurikulum, kursus, desain unit perencanaan kurikulum, kursus, desain unit pelajaran dan pembelajaran, perlengkapan belajar, pelajaran dan pembelajaran, perlengkapan belajar, buku-buku pelajaran, program multimedia, dan buku-buku pelajaran, program multimedia, dan bantuan belajar melalui program komputer bantuan belajar melalui program komputer
  • 14.
    Ciri-ciri Model Pembelajaran Ciri-ciriModel Pembelajaran 1. 1. Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar; Berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar; 2. 2. Mempunyai tujuan pendidikan tertentu; Mempunyai tujuan pendidikan tertentu; 3. 3. Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan Dapat dijadikan pedoman untuk perbaikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas; Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas; 4. 4. Bagian2 model terdiri atas: (a) urutan langkah- Bagian2 model terdiri atas: (a) urutan langkah- langkah pembelajaran langkah pembelajaran (syntax); (syntax); (b) prinsip- (b) prinsip- prinsip reaksi; (c) sistem sosial; dan (d) sistem prinsip reaksi; (c) sistem sosial; dan (d) sistem pendukung. pendukung. 5. 5. Memiliki dampak pembelajaran: (a) Memiliki dampak pembelajaran: (a) instructional effects, (b) nurturant effects. instructional effects, (b) nurturant effects. 6. 6. Adanya rencana persiapan mengajar Adanya rencana persiapan mengajar (instructional design). (instructional design).
  • 16.
    Macam-macam Model Pembelajaran Macam-macamModel Pembelajaran  Pemrosesan Informasi Pemrosesan Informasi  Perilaku Perilaku  Personal Personal  Sosial Sosial
  • 17.
    No Model Penjelasan 1Interaksi Sosial Menitikberatkan pada hubungan harmonis antara individu dengan masyarakat 2 Pemrosesan Informasi Berorientasi pada kemampuan siswa dalam memproses informasi untuk memperbaiki kemampuannya. 3 Personal Berorientasi pada pengembangan diri individu 4 Modifikasi Tingkahlaku Mengembangkan sistem yang efisien dengan mengurutkan tugas-tugas belajar siswa dan membentuk tingkahlaku dengan cara memberikan penguatan (reinforcement).
  • 18.
    No Model Strategi/metodepembelajaran 1 Interaksi Sosial Kerja kelompok, pemecahan masalah sosial, bermain peran, simulasi sosial. 2 Pemrosesan Informasi Latihan inquiry, induktif, pembentukan konsep, pengembangan diri. 3 Personal Pembelajaran non-direktif (utk membentuk kemampuan/pengembangan diri), latihan kesadaran, sinetik (utk mengembangkan kreatifitas siswa). 4 Modifikasi Tingkahlaku Penjabaran tugas-tugas yang harus dipelajari siswa lebih efisien dan berurutan.
  • 19.
    Rumpun Model PemrosesanInformasi Rumpun Model Pemrosesan Informasi Orientasi pokok dari rumpun model Orientasi pokok dari rumpun model pembelajaran pemrosesan informasi adalah pembelajaran pemrosesan informasi adalah pengembangan proses kognitif dan berpikir pengembangan proses kognitif dan berpikir induktif induktif Titik beratnya pada pengaturan kegiatan Titik beratnya pada pengaturan kegiatan pencarian informasi oleh siswa pencarian informasi oleh siswa
  • 20.
    Pemrosesan Informasi Mengolah- menata Informasi Pembentukan Konsep Latihan Inkuari Mnemonic Induktif Advance Organicer TeoriKognitif ------ Pemrosesan Informasi TEORI KOGNITIF Jembatan Keledai Menerapkan Metode Ilmiah Contoh ke Teori/Konsep Mempelp- Konsep
  • 21.
    Model pembelajaran AdvanceOrganizer 1. Fase penyajian advance organizer 1. Fase penyajian advance organizer 2 Fase penyajian tugas-tugas belajar atau 2 Fase penyajian tugas-tugas belajar atau materi pelajaran materi pelajaran 3. Fase penguatan pengaturan kognitif 3. Fase penguatan pengaturan kognitif siswa. siswa.
  • 22.
    Sintak Sintak Model Model P Pembelajaran embelajaranL Latihan atihan I Inkuari nkuari  Fase 1: menghadapkan siswa dengan masalah Fase 1: menghadapkan siswa dengan masalah  Fase 2:pengumpulan data untuk verifikasi Fase 2:pengumpulan data untuk verifikasi  Fase 3: pengumpulan data dalam eksperimen Fase 3: pengumpulan data dalam eksperimen  Fase 4: Merumuskan penjelasan Fase 4: Merumuskan penjelasan  Fase 5: Menga Fase 5: Mengana nalisis proses inkuari lisis proses inkuari
  • 23.
    Discovery Learning Siswa belajarmencari tahu tentang sesuatu Ciptakan situasi Beri pertanyaan yang bersifat inkuiri  •Bahas tugas •Observasi •Kumpulkan data •Analisis •Simpulkan •Presentasikan •Diskusikan
  • 24.
    SINTAKS MODEL PEMBELAJARANPBI SINTAKS MODEL PEMBELAJARAN PBI FASE - FASE FASE - FASE PERILAKU GURU PERILAKU GURU Fase 1 Fase 1 Orientasi siswa kepada masalah Orientasi siswa kepada masalah Fase 2 Fase 2 Mengorganisasikan siswa untuk belajar Mengorganisasikan siswa untuk belajar Fase 3 Fase 3 Membimbing penyelidikan individu dan klp Membimbing penyelidikan individu dan klp Fase 4 Fase 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Mengembangkan dan menyajikan hasil karya Fase 5 Fase 5 Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan Menganalisa dan mengevaluasi proses pemecahan masalah masalah  Menjelaskan tujuan,logistik yg dibutuhkan Menjelaskan tujuan,logistik yg dibutuhkan  Memotivasi siswa terlibat aktif pemecahan Memotivasi siswa terlibat aktif pemecahan masalah yg dipilih masalah yg dipilih  Membantu siswa mendefinisikan dan Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas bel yg berhub dg mengorganisasikan tugas bel yg berhub dg Masalah tersebut Masalah tersebut  Mendorong siswa utk mengumpulkan informasi Mendorong siswa utk mengumpulkan informasi yg sesuai, melaksanakan eksperimen utk yg sesuai, melaksanakan eksperimen utk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah  Membantu siswa dal merencanakan dan Membantu siswa dal merencanakan dan menyiapkan karya yg sesuai spt laporan, model menyiapkan karya yg sesuai spt laporan, model dan berbagi tugas dengan teman dan berbagi tugas dengan teman  Mengevaluasi hasil belajar Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yg tlh tentang materi yg tlh dipelajari /meminta klp presentasi hasil kerja dipelajari /meminta klp presentasi hasil kerja
  • 25.
  • 26.
    Model PjBL STEM(Laboy-Rush) 26
  • 27.
    MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF(CL) MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF (CL) FASE – FASE FASE – FASE PERILAKU GURU PERILAKU GURU Fase 1 Fase 1 Menyampaikan tujuan dan memotivasi Menyampaikan tujuan dan memotivasi Siswa Siswa Fase 2 Fase 2 Menyajikan informasi Menyajikan informasi Fase 3 Fase 3 Mengorganisasikan siswa kedalam Mengorganisasikan siswa kedalam kelompok – kelompik belajar kelompok – kelompik belajar Fase 4 Fase 4 Membimbing kelompok bekerja dan Membimbing kelompok bekerja dan belajar belajar Fase 5 Fase 5 Evaluasi Evaluasi Fase 6 Fase 6 Memberikan penghargaan Memberikan penghargaan  Menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai Menyampaikan semua tujuan yang ingin dicapai selama pembelajaran dan memotivasi siswa belajar selama pembelajaran dan memotivasi siswa belajar  Menyajikan informasi kepada siswa dg jalan Menyajikan informasi kepada siswa dg jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan demonstrasi atau lewat bahan bacaan  Menjelaskan kpd siswa bgm cara membentuk Menjelaskan kpd siswa bgm cara membentuk kelompok belajar dan membantu setiap klp agar kelompok belajar dan membantu setiap klp agar melakukan transisi secara efisien melakukan transisi secara efisien  Membimbing kelompok belajar pada saat mereka Membimbing kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka mengerjakan tugas mereka  Mengevaluasi hasil belajar ttg materi yg telah Mengevaluasi hasil belajar ttg materi yg telah dipelajari/meminta kelompok presentasi hsl kerja dipelajari/meminta kelompok presentasi hsl kerja  Menghargai baik upaya maupun hsl bel individu Menghargai baik upaya maupun hsl bel individu dan kelompok dan kelompok
  • 28.
    MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG MODELPEMBELAJARAN LANGSUNG FASE – FASE FASE – FASE PERILAKU GURU PERILAKU GURU Fase 1 Fase 1 Menyampaikan tujuan dan Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan mempersiapkan Siswa Siswa Fase 2 Fase 2 Mendemonstrasikan pengetahuan atau Mendemonstrasikan pengetahuan atau keterampilan keterampilan Fase 3 Fase 3 Membimbing pelatihan Membimbing pelatihan Fase 4 Fase 4 Mengecek pemahaman dan memberikan Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik umpan balik Fase 5 Fase 5 Memberikan kesempatan untuk pelatihan Memberikan kesempatan untuk pelatihan  Menjelaskan tujuan, informasi latar Menjelaskan tujuan, informasi latar belakang pelajaran, pentingnya belakang pelajaran, pentingnya pelajaran, mempersiapkan siswa untuk pelajaran, mempersiapkan siswa untuk belajar belajar  Mendemonstrasikan keterampilan yang Mendemonstrasikan keterampilan yang benar, atau menyajikan informasi tahap benar, atau menyajikan informasi tahap demi tahap demi tahap  Merencanakan dan memberi bimbingan Merencanakan dan memberi bimbingan pelatihan awal pelatihan awal  Mengecek apakah siswa telah berhasil Mengecek apakah siswa telah berhasil melakukan tugas dengan baik, memberi melakukan tugas dengan baik, memberi umpan umpan  Mempersiapkan kesempatan melakukan Mempersiapkan kesempatan melakukan pelatihan lanjutan, dengan perhatian pelatihan lanjutan, dengan perhatian khusus pada penerapan kepada situasi khusus pada penerapan kepada situasi lebih kompleks dlm kehidupan sehari - lebih kompleks dlm kehidupan sehari -
  • 29.
    Discovery Learning Siswa belajarmencari tahu tentang sesuatu Ciptakan situasi Beri pertanyaan yang bersifat inkuiri  •Bahas tugas •Observasi •Kumpulkan data •Analisis •Simpulkan •Presentasikan •Diskusikan
  • 30.
    Model Pembelajaran STS(Science Technology Society) • Fase Invitasi, guru menghadapkan siswa pada permasalahan- permasalahan lingkungan • Fase Eksplorasi, strategi pemecahan masalah • Fase Pengajuan Eksplanasi dan Solusi • Fase Tindak Lanjut, tindakan aplikasi personal dan sosial
  • 31.
    Maman Wijaya (C)2004 Maman Wijaya (C) 2004 31 31 Model CLIS ( Model CLIS (Children Learning in Science) Children Learning in Science)  Orientasi (menyebutkan beberapa fenomena aneh Orientasi (menyebutkan beberapa fenomena aneh dalam kehidupan) dalam kehidupan)  Pemunculan Gagasan (pengajuan pertanyaan) Pemunculan Gagasan (pengajuan pertanyaan)  Penyusunan Ulang Gagasan (pengungkapan dan Penyusunan Ulang Gagasan (pengungkapan dan pertukaran gagasan, pembukaan situasi konflik, pertukaran gagasan, pembukaan situasi konflik, konstruksi gagasan baru) konstruksi gagasan baru)  Penerapan Gagasan (bisa berupa latihan soal) Penerapan Gagasan (bisa berupa latihan soal)  Kajian ulang perubahan gagasan (pemberian umpan Kajian ulang perubahan gagasan (pemberian umpan balik) balik)
  • 32.
    Maman Wijaya (C)2004 Maman Wijaya (C) 2004 32 32 Model Generative Learning Model Generative Learning  Persiapan Persiapan  Fokus Fokus  Tantangan Tantangan  Penerapan Penerapan
  • 33.
    Maman Wijaya (C)2004 Maman Wijaya (C) 2004 33 33 Model Belajar Siklus Model Belajar Siklus (Karlplus,1967) (Karlplus,1967)  Fase Eksplorasi Fase Eksplorasi  Fase Pen Fase Pene elusuran ( lusuran (Invention Invention) )  Fase Penemuan ( Fase Penemuan (Discovery Discovery) )
  • 34.
    Maman Wijaya (C)2004 Maman Wijaya (C) 2004 34 34 Model Belajar Siklus Model Belajar Siklus (Lawson,1988) (Lawson,1988)  Fase Eksplorasi Fase Eksplorasi  Fase Pengenalan Istilah ( Fase Pengenalan Istilah (Term Introduction Term Introduction) )  Fase Penerapan Konsep Fase Penerapan Konsep
  • 35.
    Maman Wijaya (C)2004 Maman Wijaya (C) 2004 35 35 Model Belajar Siklus Model Belajar Siklus (Kolb,1991) (Kolb,1991)  Mengalami Mengalami  Mengamati Mengamati  Memikirkan Memikirkan  Melakukan Melakukan
  • 36.
    Langkah-langkah : 1. Gurumenyiapkan sebuah tongkat 2. Guru menyampaikan materi pokok yang akan dipelajari, kemudian memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca dan mempelajari materi pada pegangannya/paketnya 3. Setelah selesai membaca buku dan mempelajarinya mempersilahkan siswa untuk menutup bukunya 4. Guru mengambil tongkat dan memberikan kepada siswa, setelah itu guru memberikan pertanyaan dan siswa yang memegang tongkat tersebut harus menjawabnya, demikian seterusnya sampai sebagian besar siswa mendapat bagian untuk menjawab setiap pertanyaan dari guru 5. Siswa menarik kesimpulan dengan bantuan guru 6. Evaluasi 7. Penutup
  • 37.
    (MENCARI PASANGAN) (MENCARI PASANGAN) (LornaCurran, 1994) (Lorna Curran, 1994) Langkah-langkah : 1. Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk sesi review, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban 2. Setiap siswa mendapat satu buah kartu 3. Tiap siswa memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang 4. Setiap siswa mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban) 5. Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin 6. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap siswa mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya. Demikian seterusnya 7. Kesimpulan/penutup