By: Kelompok 4
Model Of
• sebagai penggambaran tentang
suatu realita yang dibuat
sesederhana mungkin.
• Keuntungannya :
1. Model memberikan informasi
dan berorientasi pada tindakan.
2. Model menyajikan informasi
yang berorientasi kemasa depan.
3. Model menunjukkan
alternatif arah tindakan untuk
dievaluasi sebelum dilaksanakan.
4. Model menyajikan penberian
situasi masalah yang kompleks
secara formal dan tersruktur
5. Model mencerminkan
pendekatan ilmiah untuk tidak
menggantungkan diri pada intuisi
dan spekulasi.
• Kerugiannya :
1. Yang menggunakan model
seringkali lupa bahwa model
hanyalah abstraksi kenyataan bukan
kenyataan itu sendiri.
2. Factor kuantitatif seperti
pengalaman dan penilaian
diminimalkan atau dihilangkan.
3. Proses membuat model sering
sukar dan mahal.
4. Yang menggunakan model
sering enggan mengubah modelnya
sehingga mengalami kesukaran
dalam melaksanakannya.
5. Banyak model yang
menganggap situasi dunia nyata itu
adalah selalu “linier.
1. Teori Jarum Hipodermik dari Elihu Katz.
• Berkembang pada 1930 hingga 1940an
• mengasumsikan bahwa komunikator yakni
media massa digambarkan lebih pintar dan juga
lebih segalanya dari audience. khalayak
dianggap hanya sekumpulan orang yang
homogen dan mudah dipengaruhi. Sehingga,
pesan-pesan yang disampaikan pada mereka
akan selalu diterima,
• istilah lain yakni Hypodermic needle (teori
jarum suntik ), Bullet Theory (teori peluru)
transmition belt theory (teori sabuk transmisi).
• Kekuatan:
• media memiliki peranan yang kuat dan dapat
mempengaruhi afektif, kognisi dan behaviour
dari audiencenya.
• Pemerintah dalam hal ini penguasa dapat
memanfaatkan media untuk kepentingan
birokrasi ( negara otoriter )
• Audience dapat lebih mudah di pengaruhi.
• Pesanya lebih mudah dipahami.
• Sedikit kontrol karena masyarakat masih
dalam kondisi homogen.
• Kelemahan:
• o Keberadaan masyarakat yang tak lagi
homogen dapat mengikis teori ini, tingkat
pendidikan masyarakat yang semakin
meningkat dan Meningkatnya jumlah media
massa sehingga masyarakat menentukan
pilihan yang menarik bagi dirinya.
• o Adanya peran kelompok yang juga
menjadi dasar audience untuk menerima
pesan dari media tersebut.
• Contoh:
iklan detergen dengan
merek rinso , saat iklan
ini ditayangkan
pertama kalinya,
mempengaruhi asumsi
khlayak bahwa
detergen itu adalah
rinso bahkan hingga
saat ini meskipun
sudah bermunculan
merek-merek lain.
2.Model Komunikasi Satu Arah
(One Step Flow Model)
• Model komunikasi satu tahap menyatakan bahwa
saluran media massa berkomunikasi langsung
dengan massa komunikan tanpa berlalunya suatu
pesan melalui orang lain, tetapi pesan tersebut tidak
mencapai semua komunikan dan tidak menumbulkan
efek yang sama pada setiap komunikan.
•
Sumber ---------- komunikator
PESAN Media
Massa
Komunikan
TAHAP 1
Model ini beranggapan
1. Media tidak mempunyai
kekuatan yang tetap
2. Aspek pilihan dari penampilan,
penerimaan, pemahaman
dalam ingatan yang selektif
mempengaruhi suatu pesan.
3. Untuk setiap komunikan
terjadi efek yang berbeda
FORMULASI MODEL SATU TAHAP
• 1. Model one-step flow mengakui, media massa bukanlah all
powerfull, dan tidak semua media mempunyai kekuatan yang
sama.
• 2. Aspek-aspek seleksi penyaringan (selective screening) dari
khalavak, seperti selective exposure, selective
perception, dan selective retention mempengaruhi
dampak (impact) pesan.
• 3. Model satu tahap mempengaruhi kemungkinan timbulnya
reaksi atau efek yang berbeda di kalangan audiens
penerima (receiving audience) terhadap pesanpesan media yang
sama.
• Contoh: pidato presiden dalam memperingati
proklamasi RI disiarkan diberbagai media baik media
elektronik maupun cetak dan diterima oleh khalayak
dengan tanggapn yang berbeda.
3. Model Komunikasi Dua Tahap
( Two Step Flow Model)
• Oleh Lazarsfeld, Berelson, dan Gaudet (1948)
• berlangsung dua tahap, yaitu:
Tahap 1 : proses komunikasi massa kepada khlayak.
• Tahap 2: gate keepers/ pemuka pendapat mempengaruhi pendapat
khalayak lain tentang informasi yang berasal dari media untuk proses
komunikasi interpersonal.
• Contoh: isu-isu mengenai kiamat tahun 2012 disiarkan diberbagai
media baik elektronik maupun cetak yang menghebohkan
masyarakat tetapi para pemuka agama memberikan bahwa isu
tersebut tidaklah benar sehingga dapat meredahkan kegelisahan
khalayak.
Sumber ---------- komunikator
PESAN Media Massa
TAHAP 1
Opinion
Leader
KOMUNIKAN
TAHAP 2
KELEBIHAN MODEL ALIR DUA
TAHAP• 1. Model ini banyak membantu kita dalam memusatkan perhatian
atas adanya hubungan yang komplementer atau hubungan saling
melengkapi antara komunikasi massa dan komunikasi
antarpribadi, atau antara saluran media massa dan saluran
antarpribadi.
• 2. Adanya peranan aktif dari pemuka-pemuka pendapat (opinion
leaders) dan cara-cara berkomunikasi tatap maka yang tetap
dipandang mempunyai peranan penting dalam setiap situasi
komunikasi, khususnya bagi masyarakat-masyarakat yang sedang
membangun.
• 3. Model ini secara umum memberikan kerangka kerja
(framework) yang secara konseptual dapat. dipakai guna meneliti
gejala komunikasi massa yang amat kompleks.
• 4. Model alir dua tahap mendorong dilakukannya studi-studi yang
lebih mendalam, sehingga berhasil merangsang timbulnya model-
model lain tentang alir komunikasi massa.
Kelemahan
:
• 1. Model alir dua tahap memberikan
kesan, yang aktif mencari dan
menyebarkan pesan-pesan media
adalah opinion leaders.
Sebaliknya mass audience pada
umumnya tidak lebih hanya sebagai
sekumpulan individu-individu yang
pasif.
• 2. Paham yang mengatakan, proses
komunikasi massa esensinya
adalah two-step flow dianggap
membatasi dan mengganggu analisis
proses. Proses atau berlangsungnya
komunikasi massa tidak selalu harus
dua tahap, tetapi dapat lebih atau
kurang dari dua tahap, ketika media
massa berdampak langsung atau kuat
atas penerima. Tetapi oleh kepesatan
dan bertuhi-tubi pesan-pesan media
massa, tidak mustahil mendorong
terjadinya proses komunikasi banyak
tahap (multi-stepped atau multi-
staged).
• 3. Model alir dua tahap terlampau
menekankan peranan opinion
leader sebagai penyalur pesan-pesan
media massa sehingga seakan-akan
mereka sangat bergantung pada me-
dia massa untuk pesan-pesan yang
akan diteruskan lebih lanjut.
• 4. Media massa berperan sebagai
kreator-kreator pengetahuan,
sedangkan saluran antarpribadi
berperan dalam mempengaruhi,
membentuk, mengubah sikap, dan
perilaku nyata.
• 5. Model alir dua tahap memberikan
gambaran seakan-akan mass
audienceterbentuk hanya dari opinion
leaders dan followers. Namun,
kenyataan menunjukkan, mass
audience selain terdiri dari opinion
leaders dan followers,juga terdiri
dari nonleaders dan nonfollowers, sek
urang-kurangnya secara langsung.
OPINION LEADER
• Opinion Leader adalah
orang yang memiliki
kemampuan
mempengaruhi sikap
atau perilaku
seseorang secara
informal sesuai
dengan kehendak si
pemimpin melalui
hubungan sosial yang
telah dibinanya.
• Karakteristik Opinion
Leader
1. Lebih tinggi tingkat
pendidikan formalnya
dibandingkan dengan
anggota masyarakat.
2. Lebih tinggi status
sosial ekonominya.
3. Lebih inovatif dalam
menerima atau
mengadopsi ide baru.
4. Lebih tinggi
pengenalan medianya
(media expossure)
5. Kemampuan emphaty
mereka lebih besar
4. Model Banyak Tahap (Multistep flow model)
• Paul Lazarsfeld tahun 1994
• Model ini merupakan gabungan dari semua model.
• Model ini menyatakan bahwa audience bisa
memperoleh pesan secara langsung dari media
massa ataupun dari sumber yang lain sebagai
tangan kedua, ketiga dst. Khlayak dan media
saling berinteraksi satu sama lain.
• Contoh: saat ada kabar yang mengatakan kosmetik
merek X bagus untuk digunakan, kemudian
pendapat tersebut diperkuat oleh teman Yuyun
dan kemudian ia meyakininya tetapi setelah
menemukan fakta dari pengumuman badan POM
ditemukannya kandungan merkuri yang melebihi
batas pada merek X , yang menyebabkan yuyun
enggan untuk menggunakan produk tersebut.
Gambar Model Alur Banyak Tahap :
• Kelebihan
Ada beberapa jaringan yang bekerja
diantara media dan khalayak yang berfungsi
untuk meneruskan pesan dari yang satu
kepada yang lain dalam penyebaran pesan-
pesan media kepada khalayak.
• Kekurangan
Adanya miss komunikasi dalam
penyampaian pesan dari khalayak pertama
kepada khalayak yang lainnya, sehingga pesan
yang diterima khalayak lainnya berbeda
dengan pesan yang disampaikan oleh
khalayak pertama
Terima kasih

Model komunikasi massa

  • 1.
  • 2.
    • sebagai penggambarantentang suatu realita yang dibuat sesederhana mungkin. • Keuntungannya : 1. Model memberikan informasi dan berorientasi pada tindakan. 2. Model menyajikan informasi yang berorientasi kemasa depan. 3. Model menunjukkan alternatif arah tindakan untuk dievaluasi sebelum dilaksanakan. 4. Model menyajikan penberian situasi masalah yang kompleks secara formal dan tersruktur 5. Model mencerminkan pendekatan ilmiah untuk tidak menggantungkan diri pada intuisi dan spekulasi. • Kerugiannya : 1. Yang menggunakan model seringkali lupa bahwa model hanyalah abstraksi kenyataan bukan kenyataan itu sendiri. 2. Factor kuantitatif seperti pengalaman dan penilaian diminimalkan atau dihilangkan. 3. Proses membuat model sering sukar dan mahal. 4. Yang menggunakan model sering enggan mengubah modelnya sehingga mengalami kesukaran dalam melaksanakannya. 5. Banyak model yang menganggap situasi dunia nyata itu adalah selalu “linier.
  • 3.
    1. Teori JarumHipodermik dari Elihu Katz. • Berkembang pada 1930 hingga 1940an • mengasumsikan bahwa komunikator yakni media massa digambarkan lebih pintar dan juga lebih segalanya dari audience. khalayak dianggap hanya sekumpulan orang yang homogen dan mudah dipengaruhi. Sehingga, pesan-pesan yang disampaikan pada mereka akan selalu diterima, • istilah lain yakni Hypodermic needle (teori jarum suntik ), Bullet Theory (teori peluru) transmition belt theory (teori sabuk transmisi).
  • 4.
    • Kekuatan: • mediamemiliki peranan yang kuat dan dapat mempengaruhi afektif, kognisi dan behaviour dari audiencenya. • Pemerintah dalam hal ini penguasa dapat memanfaatkan media untuk kepentingan birokrasi ( negara otoriter ) • Audience dapat lebih mudah di pengaruhi. • Pesanya lebih mudah dipahami. • Sedikit kontrol karena masyarakat masih dalam kondisi homogen. • Kelemahan: • o Keberadaan masyarakat yang tak lagi homogen dapat mengikis teori ini, tingkat pendidikan masyarakat yang semakin meningkat dan Meningkatnya jumlah media massa sehingga masyarakat menentukan pilihan yang menarik bagi dirinya. • o Adanya peran kelompok yang juga menjadi dasar audience untuk menerima pesan dari media tersebut. • Contoh: iklan detergen dengan merek rinso , saat iklan ini ditayangkan pertama kalinya, mempengaruhi asumsi khlayak bahwa detergen itu adalah rinso bahkan hingga saat ini meskipun sudah bermunculan merek-merek lain.
  • 5.
    2.Model Komunikasi SatuArah (One Step Flow Model) • Model komunikasi satu tahap menyatakan bahwa saluran media massa berkomunikasi langsung dengan massa komunikan tanpa berlalunya suatu pesan melalui orang lain, tetapi pesan tersebut tidak mencapai semua komunikan dan tidak menumbulkan efek yang sama pada setiap komunikan. • Sumber ---------- komunikator PESAN Media Massa Komunikan TAHAP 1
  • 6.
    Model ini beranggapan 1.Media tidak mempunyai kekuatan yang tetap 2. Aspek pilihan dari penampilan, penerimaan, pemahaman dalam ingatan yang selektif mempengaruhi suatu pesan. 3. Untuk setiap komunikan terjadi efek yang berbeda
  • 7.
    FORMULASI MODEL SATUTAHAP • 1. Model one-step flow mengakui, media massa bukanlah all powerfull, dan tidak semua media mempunyai kekuatan yang sama. • 2. Aspek-aspek seleksi penyaringan (selective screening) dari khalavak, seperti selective exposure, selective perception, dan selective retention mempengaruhi dampak (impact) pesan. • 3. Model satu tahap mempengaruhi kemungkinan timbulnya reaksi atau efek yang berbeda di kalangan audiens penerima (receiving audience) terhadap pesanpesan media yang sama. • Contoh: pidato presiden dalam memperingati proklamasi RI disiarkan diberbagai media baik media elektronik maupun cetak dan diterima oleh khalayak dengan tanggapn yang berbeda.
  • 8.
    3. Model KomunikasiDua Tahap ( Two Step Flow Model) • Oleh Lazarsfeld, Berelson, dan Gaudet (1948) • berlangsung dua tahap, yaitu: Tahap 1 : proses komunikasi massa kepada khlayak. • Tahap 2: gate keepers/ pemuka pendapat mempengaruhi pendapat khalayak lain tentang informasi yang berasal dari media untuk proses komunikasi interpersonal. • Contoh: isu-isu mengenai kiamat tahun 2012 disiarkan diberbagai media baik elektronik maupun cetak yang menghebohkan masyarakat tetapi para pemuka agama memberikan bahwa isu tersebut tidaklah benar sehingga dapat meredahkan kegelisahan khalayak. Sumber ---------- komunikator PESAN Media Massa TAHAP 1 Opinion Leader KOMUNIKAN TAHAP 2
  • 9.
    KELEBIHAN MODEL ALIRDUA TAHAP• 1. Model ini banyak membantu kita dalam memusatkan perhatian atas adanya hubungan yang komplementer atau hubungan saling melengkapi antara komunikasi massa dan komunikasi antarpribadi, atau antara saluran media massa dan saluran antarpribadi. • 2. Adanya peranan aktif dari pemuka-pemuka pendapat (opinion leaders) dan cara-cara berkomunikasi tatap maka yang tetap dipandang mempunyai peranan penting dalam setiap situasi komunikasi, khususnya bagi masyarakat-masyarakat yang sedang membangun. • 3. Model ini secara umum memberikan kerangka kerja (framework) yang secara konseptual dapat. dipakai guna meneliti gejala komunikasi massa yang amat kompleks. • 4. Model alir dua tahap mendorong dilakukannya studi-studi yang lebih mendalam, sehingga berhasil merangsang timbulnya model- model lain tentang alir komunikasi massa.
  • 10.
    Kelemahan : • 1. Modelalir dua tahap memberikan kesan, yang aktif mencari dan menyebarkan pesan-pesan media adalah opinion leaders. Sebaliknya mass audience pada umumnya tidak lebih hanya sebagai sekumpulan individu-individu yang pasif. • 2. Paham yang mengatakan, proses komunikasi massa esensinya adalah two-step flow dianggap membatasi dan mengganggu analisis proses. Proses atau berlangsungnya komunikasi massa tidak selalu harus dua tahap, tetapi dapat lebih atau kurang dari dua tahap, ketika media massa berdampak langsung atau kuat atas penerima. Tetapi oleh kepesatan dan bertuhi-tubi pesan-pesan media massa, tidak mustahil mendorong terjadinya proses komunikasi banyak tahap (multi-stepped atau multi- staged). • 3. Model alir dua tahap terlampau menekankan peranan opinion leader sebagai penyalur pesan-pesan media massa sehingga seakan-akan mereka sangat bergantung pada me- dia massa untuk pesan-pesan yang akan diteruskan lebih lanjut. • 4. Media massa berperan sebagai kreator-kreator pengetahuan, sedangkan saluran antarpribadi berperan dalam mempengaruhi, membentuk, mengubah sikap, dan perilaku nyata. • 5. Model alir dua tahap memberikan gambaran seakan-akan mass audienceterbentuk hanya dari opinion leaders dan followers. Namun, kenyataan menunjukkan, mass audience selain terdiri dari opinion leaders dan followers,juga terdiri dari nonleaders dan nonfollowers, sek urang-kurangnya secara langsung.
  • 11.
    OPINION LEADER • OpinionLeader adalah orang yang memiliki kemampuan mempengaruhi sikap atau perilaku seseorang secara informal sesuai dengan kehendak si pemimpin melalui hubungan sosial yang telah dibinanya. • Karakteristik Opinion Leader 1. Lebih tinggi tingkat pendidikan formalnya dibandingkan dengan anggota masyarakat. 2. Lebih tinggi status sosial ekonominya. 3. Lebih inovatif dalam menerima atau mengadopsi ide baru. 4. Lebih tinggi pengenalan medianya (media expossure) 5. Kemampuan emphaty mereka lebih besar
  • 12.
    4. Model BanyakTahap (Multistep flow model) • Paul Lazarsfeld tahun 1994 • Model ini merupakan gabungan dari semua model. • Model ini menyatakan bahwa audience bisa memperoleh pesan secara langsung dari media massa ataupun dari sumber yang lain sebagai tangan kedua, ketiga dst. Khlayak dan media saling berinteraksi satu sama lain. • Contoh: saat ada kabar yang mengatakan kosmetik merek X bagus untuk digunakan, kemudian pendapat tersebut diperkuat oleh teman Yuyun dan kemudian ia meyakininya tetapi setelah menemukan fakta dari pengumuman badan POM ditemukannya kandungan merkuri yang melebihi batas pada merek X , yang menyebabkan yuyun enggan untuk menggunakan produk tersebut.
  • 13.
    Gambar Model AlurBanyak Tahap :
  • 14.
    • Kelebihan Ada beberapajaringan yang bekerja diantara media dan khalayak yang berfungsi untuk meneruskan pesan dari yang satu kepada yang lain dalam penyebaran pesan- pesan media kepada khalayak. • Kekurangan Adanya miss komunikasi dalam penyampaian pesan dari khalayak pertama kepada khalayak yang lainnya, sehingga pesan yang diterima khalayak lainnya berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh khalayak pertama
  • 15.

Editor's Notes