Model Aliran Banyak Tahap

Lusia Tri Nur Wiranti    1071502528
Sastya Putri Irwandini   1071501140
Tri Setyo Harsoyo        1071502163
Definisi
      Model aliran banyak tahap ini merupakan
gabungan dari semua model yang telah
sebelumnya. Model banyak tahap ini didasarkan
pada fungsi penyebaran yang berurutan yang
terjadi pada kebanyakan situasi komunikasi.

     Beberapa     model     komunikasi   yang
sebelumnya : model          komunikasi jarum
hipodermik, model komunikasi satu tahap, dan
model komunikasi dua tahap.
Model aliran banyak tahap ini
terbentuk karena banyaknya tahap yang di
anggap tidak penting. Tahap yang penting
adalah menyebarkan pesan-pesan media
kepada khalayak.

     Jumlah tahap yang pasti dalam proses
ini bergantung pasa maksud dan tujuan
komunikator, tersediannya media massa
dengan          kemampuan           untuk
menyebarkannya, sifat dari pesan, dan nilai
pentingnya pesan bagi komunikan.
Dalam model ini, pesan-pesan dari
media massa tidak seluruhnya langsung
mengenai audience, tetepi pesan tersebut
disampaikan oleh pihak tertentu.
Artinya, pihak tertentu tersebut dikenal
dengan opinion leader.

     Ada 2 tahap penyampaian pesan dalam
aliran ini :
1. Pesan media pada opinion leader, dan
2. Pesan opinion leader pada audience
Model ini menyatakan bahwa
lajunya komunikasi dari komunikator
kepada komunikan terdapat jumlah
“relay” yang berganti-ganti.

    Beberapa komunikan menerima
pesan langsung melalui saluran dari
komunikator, yang lainnya terpindahkan
dari sumbernya beberapa kali.
Ada sejumlah variable yang bekerja
antara media dan khalayak, yang
berfungsi untuk meneruskan pesan dari
yang satu kepada yang lain.

    Beberapa khalayak ada yang
menerima pesan secara langsung dari
media, tapi yang lain menerimanya dari
tangan kedua, ketiga, dan seterusnya.
Penggunaan model komunikasi aliran
banyak tahap ini dapat dikatakan kurang efektif
dari komunikasi satu tahap maupun dua tahap.
Hal ini dikarenakan dalam proses penyampaian
pesan dari media kepada khalayak melalui
beberapa tahapan untuk dapat sampai kepada
khalayak luas terdapat banyak hambatan.

     Penyampaian pesan dari sumber ke media
hingga ke khalayak, dan khalayak kepada khalayak
lain merupakan suatu proses interaksi yang
kompleks
Model Komunikasi Banyak Tahap

                  Media
 Sumber   Pesan           Khalayak 1
                  Massa




                          Khalayak 2




                          Khalayak 3
• Kelebihan
      Ada beberapa jaringan yang bekerja
 diantara media dan khalayak yang berfungsi
 untuk meneruskan pesan dari yang satu kepada
 yang lain dalam penyebaran pesan-pesan media
 kepada khalayak.

• Kekurangan
      Adanya      miss     komunikasi     dalam
  penyampaian pesan dari khalayak pertama
  kepada khalayak yang lainnya, sehingga pesan
  yang diterima khalayak lainnya berbeda dengan
  pesan yang disampaikan oleh khalyak pertama
Kesimpulan
    Model ini merupakan penggabungan
dari model jarum hipodermik, model satu
tahap, dan model dua tahap.
Adanya model ini dimaksudkan untuk
melengkapi model-model yang sudah
ada sebelumnya yang dianggap kurang
efektif. Namun kenyataannya model ini
juga kurang efektif, karna masih
ditemukan adanya miss komunikasi.
Model aliran banyak tahap

Model aliran banyak tahap

  • 1.
    Model Aliran BanyakTahap Lusia Tri Nur Wiranti 1071502528 Sastya Putri Irwandini 1071501140 Tri Setyo Harsoyo 1071502163
  • 2.
    Definisi Model aliran banyak tahap ini merupakan gabungan dari semua model yang telah sebelumnya. Model banyak tahap ini didasarkan pada fungsi penyebaran yang berurutan yang terjadi pada kebanyakan situasi komunikasi. Beberapa model komunikasi yang sebelumnya : model komunikasi jarum hipodermik, model komunikasi satu tahap, dan model komunikasi dua tahap.
  • 3.
    Model aliran banyaktahap ini terbentuk karena banyaknya tahap yang di anggap tidak penting. Tahap yang penting adalah menyebarkan pesan-pesan media kepada khalayak. Jumlah tahap yang pasti dalam proses ini bergantung pasa maksud dan tujuan komunikator, tersediannya media massa dengan kemampuan untuk menyebarkannya, sifat dari pesan, dan nilai pentingnya pesan bagi komunikan.
  • 4.
    Dalam model ini,pesan-pesan dari media massa tidak seluruhnya langsung mengenai audience, tetepi pesan tersebut disampaikan oleh pihak tertentu. Artinya, pihak tertentu tersebut dikenal dengan opinion leader. Ada 2 tahap penyampaian pesan dalam aliran ini : 1. Pesan media pada opinion leader, dan 2. Pesan opinion leader pada audience
  • 5.
    Model ini menyatakanbahwa lajunya komunikasi dari komunikator kepada komunikan terdapat jumlah “relay” yang berganti-ganti. Beberapa komunikan menerima pesan langsung melalui saluran dari komunikator, yang lainnya terpindahkan dari sumbernya beberapa kali.
  • 6.
    Ada sejumlah variableyang bekerja antara media dan khalayak, yang berfungsi untuk meneruskan pesan dari yang satu kepada yang lain. Beberapa khalayak ada yang menerima pesan secara langsung dari media, tapi yang lain menerimanya dari tangan kedua, ketiga, dan seterusnya.
  • 7.
    Penggunaan model komunikasialiran banyak tahap ini dapat dikatakan kurang efektif dari komunikasi satu tahap maupun dua tahap. Hal ini dikarenakan dalam proses penyampaian pesan dari media kepada khalayak melalui beberapa tahapan untuk dapat sampai kepada khalayak luas terdapat banyak hambatan. Penyampaian pesan dari sumber ke media hingga ke khalayak, dan khalayak kepada khalayak lain merupakan suatu proses interaksi yang kompleks
  • 8.
    Model Komunikasi BanyakTahap Media Sumber Pesan Khalayak 1 Massa Khalayak 2 Khalayak 3
  • 9.
    • Kelebihan Ada beberapa jaringan yang bekerja diantara media dan khalayak yang berfungsi untuk meneruskan pesan dari yang satu kepada yang lain dalam penyebaran pesan-pesan media kepada khalayak. • Kekurangan Adanya miss komunikasi dalam penyampaian pesan dari khalayak pertama kepada khalayak yang lainnya, sehingga pesan yang diterima khalayak lainnya berbeda dengan pesan yang disampaikan oleh khalyak pertama
  • 10.
    Kesimpulan Model ini merupakan penggabungan dari model jarum hipodermik, model satu tahap, dan model dua tahap. Adanya model ini dimaksudkan untuk melengkapi model-model yang sudah ada sebelumnya yang dianggap kurang efektif. Namun kenyataannya model ini juga kurang efektif, karna masih ditemukan adanya miss komunikasi.