UNDANG-UNDANG NO 1 TAHUN 1970
TENTANG
KESELAMATAN KERJA
Upaya atau pemikiran dan penerapannya
yang ditujukan untuk menjamin keutuhan
dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun
rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan
manusia pada umumnya, hasil karya dan
budaya, untuk meningkatkan kesejahteraan
tenaga kerja
PENGERTIAN
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
KEDUDUKAN HUKUM UU No.1 Tahun 1970
HUKUM
KETENAGAKERJAAN
HUKUM
PERDATA
HUKUM
PIDANA
Lex Specialist
• UU Uap 1930 (Stbl.No.225 Th.1930)
• UU Petasan (Stbl.No.143 Th.1932)
• UU Rel Industri (Stlbl.No.593 Th.1938)
• UU Timah Putih Kering (Stbl.No.509 Th.1932)
• MPR 1930
Lex Generalist
• UU KK No.1/1970
PERATURAN PELAKSANAAN
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
LATAR BELAKANG
 Yuridis - VR. 1910 Stbl No.406 sudah tidak sesuai lagi
 Industrialisasi, elektrifikasi, modernisasi -
peningkatan intensitas kerja
 Upaya preventif mulai dari perencanaan sampai
pada tahap akhir (pemusnahan)
Veiligheids Reglement
Th 1910
S/d
Th.1970
Sifat :
Repressive
UNDANG UNDANG
No: 1 TAHUN 1970
TENTANG
KESELAMATAN KERJA
Sifat
Preventive
(Pembinaan)
SEJARAH PERATURAN PERUNDANGAN K3
ZAMAN PEJAJAHAN BELANDA
12 JANUARI 1970
DASAR HUKUM
1.UUD 1945
2.UU No 13 TAHUN 2003
3.UU No. 1 tahun 1970
Policy Nasional K3 berada ditangan Menteri yang
bertanggungjawab dibidang ketenagakerjaan
 UUD 1945 Pasal 27 ayat (2) :
Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan
penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
 UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
Pasal 2
Pembangunan ketenagakerjaan berdasarkan
Pancasila dan Undang-Undang Dasar R.I tahun
1945.
DASAR HUKUM
UU No.13 Tahun 2003
Pasal 4
Pembangunan ketenagakerjaan bertujuan :
a. Membudayakan & mendayagunakan tenaga kerja secara
optimal dan manusiawi,
b. Mewujudkan pemerataan kesempatan kerja & penyedian
tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan
pembangunan nasional dan daerah,
c. Memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dalam
mewujudkan kesejahteraan tenaga kerja,
d. Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja
dan keluarganya.
DASAR HUKUM
DASAR HUKUM
Pasal 86
(1) Setiap pekerja / buruh mempunyai hak untuk memperoleh
perlindungan atas :
a. keselamatan dan kesehatan kerja
b. Moral dan kesusilaan
c. Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat
manusia serta nilai-nilai agama.
(2) Untuk melindungi keselamatan pekerja / buruh guna
mewujudkan produktivitas kerja yang optimal
diselenggarakan upaya K3.
(3) Perlindungan sebagaimana pada ayat (1) dan ayat (2)
dilaksanakan dengan peraturan perundangan yang berlaku.
2/14/2020 Undang - Undang No. 1 tahun 1970
Beberapa pengertian
(UU 13/2003)
 Tenaga kerja adalah setiap orang yang
mampu melakukan pekerjaan guna
menghasilkan barang dan atau jasa baik
untuk memenuhi kebutuhan sendiri
mau pun untuk masyarakat
 Pekerja/buruh adalah setiap orang yang
bekerja dengan menerima upah atau
imbalan dalam bentuk lain.
UNDANG-UNDANG
KESELAMATAN KERJA
Undang-Undang No.1 Tahun 1970
(Tambahan Lembaran Negara No.1918)
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
TUJUAN (considerants)
Memberikan perlindungan atas keselamatan
 Tenaga kerja
 Orang lain
 Sumber-sumber produksi
agar dapat dipakai secara aman dan efisien
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
Tenaga
kerja
Sumber bahaya
usaha
Pasal 1
-Tetap
-Temporary
Barang/jasa
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
RUANG LINGKUP
Psl. 2
Tempat kerja : di darat, dalam tanah,
permukaan air, dalam air,
di udara wil. Hukum RI
18 jenis
lapangan
kerja
Jenis-jenis usaha (tempat kerja) yang
diwajibkan melaksanakan syarat K3,
tempat kerja yang mempunyai sumber
bahaya, yg berkaitan dengan :
- Keadaan mesin,pesawat,alat kerja,
peralatan dan bahan
- Sifat pekerjaan
- Cara bekerja
- lingkungan
- Proses produksi
2/14/2020 Undang - Undang No. 1 tahun 1970
Bab II, Pasal 2 : Ruang Lingkup
(1) Yang diatur oleh Undang-undang ini ialah keselamatan kerja dalam segala
tempat kerja……;
(2) Ketentuan-ketentuan dalam ayat (1) tersebut berlaku dalam tempat
kerja di mana :
c. dikerjakan pembangunan, perbaikan ….
d. Dilakukan usaha: pertanian, perkebunan, pembukaan hutan ….
e. dilakukan usaha pertambangan dan pengolahan ….
g. dikerjakan bongkar muat barang muatan di ….
i. dilakukan pekerjaan dalam ketinggian di atas permukaan tanah atau
perairan;
j. dilakukan pekerjaan dibawah tekanan udara atau suhu yang tinggi
atau rendah;
k. dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah ……
terjatuh atau terperosok ….;
l. dilakukan pekerjaan dalam tangki, sumur atau lubang;
m. terdapat atau menyebar suhu, kelembaban………;
Psl. 3
SYARAT-SYARAT K3
Dengan peraturan perundangan ditetapkan syarat syarat
keselamatan kerja untuk :
Arah dan sasaran Kongkrit :
- Pencegahan kecelakaan (kebakaran, peledakan, Pencemaran)
dan PAK
- Penyediaan sarana pengendalian sumber bahaya.
(18 butir bentuk sumber bahaya yang dirumuskan harus dikendalikan)
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
Pemeriksaan/
perhitungan
teknis
Pengesahan
gambar rencana
Pemeriksaan/
pengujian
Pengesahan
Pemakaian
Perencanaan
-Pemasangan
-Pembuatan
-dll
- Pemakaian
- Peredaran
- Pengangkutan
Test
Berkala
Pola penerapan K3
Psl 4
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
Termasuk
produk
dari Luar
Negeri
SISTEM KELEMBAGAAN PENGAWASAN K3
UU No. 1 TAHUN 1970
MENAKER
DIREKTUR
PEG.
PENGA
WAS
AHLI
K3
DOKTER
PRSH
P2K3
disnaker LUAR
DEPNAKER
- POLI PRSH
- JASA KESEH
Perusahaan
PEMERINTAH SWASTA
- INDUSTRI
- JASA ----PJIT
Pasal 5
2/14/2020 Undang - Undang No. 1 tahun 1970
Pasal 6
Ketentuan banding bagi yang tidak
menerima keputusan direktur
Pasal 7
Pengusaha membayar retribusi yang
diatur oleh peraturan perundangan
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan
Kerja
Pasal 8
 Pemeriksaan kesehatan badan, kondisi mental
dan kemampuan tenaga kerja :
• Baru
• Yang hendak dipindah ke tugas lain
(yang berpotensi bahaya)
• Berkala
 Oleh Dokter perusahaan (yang dibenarkan oleh
Menteri)
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
KEWAJIBAN PENGURUS
2/14/2020 Undang - Undang No. 1 tahun 1970
 Menjelaskan dan menunjukkan pada tenaga kerja baru:
 Kondisi dan bahaya di tempat kerja
 Semua pengaman dan alat perlindungan yang diharuskan
 Menyediakan APD
 Menjelaskan cara dan sikap bekerja aman
 Mempekerjakan setelah yakin memahami K3
 Melakukan pembinaan
 pencegahan kecelakaan
 pemberantasan kebakaran
 peningkatan K3
 pemberian P3K
 Wajib memenuhi dan mentaati syarat K3
Pasal 9 Pembinaan
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
KEWAJIBAN PENGURUS
 Fungsi
 Wadah kerjasama peningkatan bidang K3
antara :
- Pihak perusahaan (managemen)
- Pihak pekerja
 Susunan
 Diatur dan tetapkan oleh Menteri
 Peraturan pelaksana Permen No.
04/Men/1987
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
Pasal 10
P2K3
( PANTIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA)
2/14/2020 Undang - Undang No. 1 tahun 1970
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan
Kerja
Pasal 11
Kewajiban melaporkan kecelakaan kerja
• Pengurus wajib melaporkan kecelakaan
yang terjadi di tempat kerja
• Tata cara Pelaporan diatur oleh
Peraturan Perundangan Permen No.
03/Men/1998
2/14/2020 Undang - Undang No. 1 tahun 1970
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan
Kerja
Pasal 12
Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja
Kewajiban
• Memberikan keterangan
pada Pegawai Pengawas
• Memakai APD
• Memenuhi dan mentaati
syarat K3
Hak
• Meminta pengurus
untuk melaksanakan
Syarat K3
• Menyatakan
keberatan, jika syarat
K3 belum terpenuhi
2/14/2020 Undang - Undang No. 1 tahun 1970
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
Pasal 13
Perlindungan terhadap orang lain
Kewajiban mentaati petunjuk k3 dan
memakai APD yang diwajibkan
2/14/2020 Undang - Undang No. 1 tahun 1970
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
Pasal 14
Kewajiban Pengurus
 Menempatkan UU No. 1 Tahun 1970dan syarat k3
 Memasang gambar dan bahan pembinaan K3
 Menyediakan secara cuma-cuma APD dan petunjuk
K3 untuk tenaga kerja dan orang lain
2/14/2020 Undang - Undang No. 1 tahun 1970
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
Pasal 15
SANKSI
1. Denda Rp. 100.000
2. Kurungan 3 bulan
2/14/2020 Undang - Undang No. 1 tahun 1970
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
Pasal 16
Kewajiban Pengusaha
Pengusaha menyesuaikan dalam
waktu satu tahun setelah
diundangkan
2/14/2020 Undang - Undang No. 1 tahun 1970
UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
Pasal 17
Pemberlakuan peraturan lama sepanjang tidak
bertentangan
Pasal 18
Nama Undang-Undang ini adalah
Undang-Udang Keselamatan kerja
PERATURAN PELAKSANAAN
UU No. 1 Tahun 1970
PERATURAN ORGANIK
secara sektoral
pembidangan teknis
PERATURAN PELAKSANAAN
UU No. 1 Tahun 1970
Secara sektoral
 PP No. 19/1973 ( K3 di Pertambangan)
 PP No. 11/ 1979 ( K3 di Pemurnian dan pengolahan
migas)
 Per.Menaker No. 01/1978 K3 Dalam Penebangan dan
Pengangkutan Kayu
 Per.Menaker No. 01/1980 K3 Pada Konstruksi
Bangunan
Pembidangan Teknis
- PP No. 7/1973 - Pestisida
- PP No. 11/ 1975 - Keselamatan Kerja Radiasi
- Per.Menaker No. 04/1980 - APAR
- Per.Menaker No. 01/1982 - Bejana Tekan
- Per.Menaker No. 02/1983 - Instalasi Alarm Kebakaran
Otomatik
- Per.Menaker No. 03/1985 - Pemakaian Asbes
- Per.Menaker No. 04/1985 - Pes. Tenaga & Prod.
- Per.Menaker No. 05/1985 - Pes. Angkat & Angkut
Pembidangan Teknis
 KepMenaker No. 187 /1999 Pengendalian
bahan kimia berbahaya di tempat kerja
 Per.Kepmenaker & Trans No.75/2002 – PUIL
2000
 Per.Menaker No. 02/1989 - Instalasi Petir
 Per.Menaker No. 03/1999 - Lif Listrik
PERATURAN PELAKSANAAN
UU No. 1 Tahun 1970
Pendekatan SDM
- Per.Menaker No. 06/1976- Wajib Latih Hiperkes Bagi Dokter
Perusahaan
- Per.Menaker No. 01/1979 - Wajib Latih Bagi Paramedis
- Per.Menaker No. 02/1980 - Pemeriksaan Kesehatan Tenaga
Kerja
- Per.Menaker No. 02/1982 - Syarat dan Kwalifikasi Juru Las
- Per.Menaker No. 01/1988 - Syarat dan Kwalifikasi Oparator
Pesawat Uap
Pendekatan SDM
 Per.Menaker No. 01/1979 - Syarat dan Kwalifikasi Operator Angkat dan
Angkut
 Per.Menaker No. 02/1992 - Ahli K3
 Kep.Menaker No. 407/1999 - Kompetensi Tehnisi Lift
 Kep.Menaker No. 186/1999 Pengorganisasian Penanggulangan
Kebakaran
 Kep Dirjen No. 311/BW/M/2002 Kompetensi teknisi Listrik.
Pendekatan Kelembagaan dan Sistem
 Per.Menaker No. 04/1987 - P2K3
 Per.Menaker No. 04/1995 - Perusahaan Jasa K3
 Per.Menaker No. 05/1996 - SMK3
 Per.Menaker No. 03/1998 - Pelaporan Kecelakaan
PERATURAN PELAKSANAAN
UU No. 1 Tahun 1970
2/14/2020Undang - Undang No. 1 tahun 1970
TERIMA KASIH

Materi ii

  • 1.
    UNDANG-UNDANG NO 1TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERJA
  • 2.
    Upaya atau pemikirandan penerapannya yang ditujukan untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya, untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja PENGERTIAN Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • 3.
    KEDUDUKAN HUKUM UUNo.1 Tahun 1970 HUKUM KETENAGAKERJAAN HUKUM PERDATA HUKUM PIDANA Lex Specialist • UU Uap 1930 (Stbl.No.225 Th.1930) • UU Petasan (Stbl.No.143 Th.1932) • UU Rel Industri (Stlbl.No.593 Th.1938) • UU Timah Putih Kering (Stbl.No.509 Th.1932) • MPR 1930 Lex Generalist • UU KK No.1/1970 PERATURAN PELAKSANAAN
  • 4.
    UU No. 1Tahun 1970 Keselamatan Kerja LATAR BELAKANG  Yuridis - VR. 1910 Stbl No.406 sudah tidak sesuai lagi  Industrialisasi, elektrifikasi, modernisasi - peningkatan intensitas kerja  Upaya preventif mulai dari perencanaan sampai pada tahap akhir (pemusnahan)
  • 5.
    Veiligheids Reglement Th 1910 S/d Th.1970 Sifat: Repressive UNDANG UNDANG No: 1 TAHUN 1970 TENTANG KESELAMATAN KERJA Sifat Preventive (Pembinaan) SEJARAH PERATURAN PERUNDANGAN K3 ZAMAN PEJAJAHAN BELANDA 12 JANUARI 1970
  • 6.
    DASAR HUKUM 1.UUD 1945 2.UUNo 13 TAHUN 2003 3.UU No. 1 tahun 1970 Policy Nasional K3 berada ditangan Menteri yang bertanggungjawab dibidang ketenagakerjaan
  • 7.
     UUD 1945Pasal 27 ayat (2) : Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan  UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 2 Pembangunan ketenagakerjaan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar R.I tahun 1945. DASAR HUKUM
  • 8.
    UU No.13 Tahun2003 Pasal 4 Pembangunan ketenagakerjaan bertujuan : a. Membudayakan & mendayagunakan tenaga kerja secara optimal dan manusiawi, b. Mewujudkan pemerataan kesempatan kerja & penyedian tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan nasional dan daerah, c. Memberikan perlindungan kepada tenaga kerja dalam mewujudkan kesejahteraan tenaga kerja, d. Meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dan keluarganya. DASAR HUKUM
  • 9.
    DASAR HUKUM Pasal 86 (1)Setiap pekerja / buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas : a. keselamatan dan kesehatan kerja b. Moral dan kesusilaan c. Perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat manusia serta nilai-nilai agama. (2) Untuk melindungi keselamatan pekerja / buruh guna mewujudkan produktivitas kerja yang optimal diselenggarakan upaya K3. (3) Perlindungan sebagaimana pada ayat (1) dan ayat (2) dilaksanakan dengan peraturan perundangan yang berlaku.
  • 10.
    2/14/2020 Undang -Undang No. 1 tahun 1970 Beberapa pengertian (UU 13/2003)  Tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri mau pun untuk masyarakat  Pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain.
  • 11.
    UNDANG-UNDANG KESELAMATAN KERJA Undang-Undang No.1Tahun 1970 (Tambahan Lembaran Negara No.1918)
  • 12.
    UU No. 1Tahun 1970 Keselamatan Kerja TUJUAN (considerants) Memberikan perlindungan atas keselamatan  Tenaga kerja  Orang lain  Sumber-sumber produksi agar dapat dipakai secara aman dan efisien
  • 13.
    UU No. 1Tahun 1970 Keselamatan Kerja Tenaga kerja Sumber bahaya usaha Pasal 1 -Tetap -Temporary Barang/jasa
  • 14.
    UU No. 1Tahun 1970 Keselamatan Kerja RUANG LINGKUP Psl. 2 Tempat kerja : di darat, dalam tanah, permukaan air, dalam air, di udara wil. Hukum RI 18 jenis lapangan kerja Jenis-jenis usaha (tempat kerja) yang diwajibkan melaksanakan syarat K3, tempat kerja yang mempunyai sumber bahaya, yg berkaitan dengan : - Keadaan mesin,pesawat,alat kerja, peralatan dan bahan - Sifat pekerjaan - Cara bekerja - lingkungan - Proses produksi
  • 15.
    2/14/2020 Undang -Undang No. 1 tahun 1970 Bab II, Pasal 2 : Ruang Lingkup (1) Yang diatur oleh Undang-undang ini ialah keselamatan kerja dalam segala tempat kerja……; (2) Ketentuan-ketentuan dalam ayat (1) tersebut berlaku dalam tempat kerja di mana : c. dikerjakan pembangunan, perbaikan …. d. Dilakukan usaha: pertanian, perkebunan, pembukaan hutan …. e. dilakukan usaha pertambangan dan pengolahan …. g. dikerjakan bongkar muat barang muatan di …. i. dilakukan pekerjaan dalam ketinggian di atas permukaan tanah atau perairan; j. dilakukan pekerjaan dibawah tekanan udara atau suhu yang tinggi atau rendah; k. dilakukan pekerjaan yang mengandung bahaya tertimbun tanah …… terjatuh atau terperosok ….; l. dilakukan pekerjaan dalam tangki, sumur atau lubang; m. terdapat atau menyebar suhu, kelembaban………;
  • 16.
    Psl. 3 SYARAT-SYARAT K3 Denganperaturan perundangan ditetapkan syarat syarat keselamatan kerja untuk : Arah dan sasaran Kongkrit : - Pencegahan kecelakaan (kebakaran, peledakan, Pencemaran) dan PAK - Penyediaan sarana pengendalian sumber bahaya. (18 butir bentuk sumber bahaya yang dirumuskan harus dikendalikan) UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
  • 17.
    Pemeriksaan/ perhitungan teknis Pengesahan gambar rencana Pemeriksaan/ pengujian Pengesahan Pemakaian Perencanaan -Pemasangan -Pembuatan -dll - Pemakaian -Peredaran - Pengangkutan Test Berkala Pola penerapan K3 Psl 4 UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja Termasuk produk dari Luar Negeri
  • 18.
    SISTEM KELEMBAGAAN PENGAWASANK3 UU No. 1 TAHUN 1970 MENAKER DIREKTUR PEG. PENGA WAS AHLI K3 DOKTER PRSH P2K3 disnaker LUAR DEPNAKER - POLI PRSH - JASA KESEH Perusahaan PEMERINTAH SWASTA - INDUSTRI - JASA ----PJIT Pasal 5
  • 19.
    2/14/2020 Undang -Undang No. 1 tahun 1970 Pasal 6 Ketentuan banding bagi yang tidak menerima keputusan direktur Pasal 7 Pengusaha membayar retribusi yang diatur oleh peraturan perundangan UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja
  • 20.
    Pasal 8  Pemeriksaankesehatan badan, kondisi mental dan kemampuan tenaga kerja : • Baru • Yang hendak dipindah ke tugas lain (yang berpotensi bahaya) • Berkala  Oleh Dokter perusahaan (yang dibenarkan oleh Menteri) UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja KEWAJIBAN PENGURUS
  • 21.
    2/14/2020 Undang -Undang No. 1 tahun 1970  Menjelaskan dan menunjukkan pada tenaga kerja baru:  Kondisi dan bahaya di tempat kerja  Semua pengaman dan alat perlindungan yang diharuskan  Menyediakan APD  Menjelaskan cara dan sikap bekerja aman  Mempekerjakan setelah yakin memahami K3  Melakukan pembinaan  pencegahan kecelakaan  pemberantasan kebakaran  peningkatan K3  pemberian P3K  Wajib memenuhi dan mentaati syarat K3 Pasal 9 Pembinaan UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja KEWAJIBAN PENGURUS
  • 22.
     Fungsi  Wadahkerjasama peningkatan bidang K3 antara : - Pihak perusahaan (managemen) - Pihak pekerja  Susunan  Diatur dan tetapkan oleh Menteri  Peraturan pelaksana Permen No. 04/Men/1987 UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja Pasal 10 P2K3 ( PANTIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA)
  • 23.
    2/14/2020 Undang -Undang No. 1 tahun 1970 UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja Pasal 11 Kewajiban melaporkan kecelakaan kerja • Pengurus wajib melaporkan kecelakaan yang terjadi di tempat kerja • Tata cara Pelaporan diatur oleh Peraturan Perundangan Permen No. 03/Men/1998
  • 24.
    2/14/2020 Undang -Undang No. 1 tahun 1970 UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja Pasal 12 Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja Kewajiban • Memberikan keterangan pada Pegawai Pengawas • Memakai APD • Memenuhi dan mentaati syarat K3 Hak • Meminta pengurus untuk melaksanakan Syarat K3 • Menyatakan keberatan, jika syarat K3 belum terpenuhi
  • 25.
    2/14/2020 Undang -Undang No. 1 tahun 1970 UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja Pasal 13 Perlindungan terhadap orang lain Kewajiban mentaati petunjuk k3 dan memakai APD yang diwajibkan
  • 26.
    2/14/2020 Undang -Undang No. 1 tahun 1970 UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja Pasal 14 Kewajiban Pengurus  Menempatkan UU No. 1 Tahun 1970dan syarat k3  Memasang gambar dan bahan pembinaan K3  Menyediakan secara cuma-cuma APD dan petunjuk K3 untuk tenaga kerja dan orang lain
  • 27.
    2/14/2020 Undang -Undang No. 1 tahun 1970 UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja Pasal 15 SANKSI 1. Denda Rp. 100.000 2. Kurungan 3 bulan
  • 28.
    2/14/2020 Undang -Undang No. 1 tahun 1970 UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja Pasal 16 Kewajiban Pengusaha Pengusaha menyesuaikan dalam waktu satu tahun setelah diundangkan
  • 29.
    2/14/2020 Undang -Undang No. 1 tahun 1970 UU No. 1 Tahun 1970 Keselamatan Kerja Pasal 17 Pemberlakuan peraturan lama sepanjang tidak bertentangan Pasal 18 Nama Undang-Undang ini adalah Undang-Udang Keselamatan kerja
  • 30.
    PERATURAN PELAKSANAAN UU No.1 Tahun 1970 PERATURAN ORGANIK secara sektoral pembidangan teknis
  • 31.
    PERATURAN PELAKSANAAN UU No.1 Tahun 1970 Secara sektoral  PP No. 19/1973 ( K3 di Pertambangan)  PP No. 11/ 1979 ( K3 di Pemurnian dan pengolahan migas)  Per.Menaker No. 01/1978 K3 Dalam Penebangan dan Pengangkutan Kayu  Per.Menaker No. 01/1980 K3 Pada Konstruksi Bangunan
  • 32.
    Pembidangan Teknis - PPNo. 7/1973 - Pestisida - PP No. 11/ 1975 - Keselamatan Kerja Radiasi - Per.Menaker No. 04/1980 - APAR - Per.Menaker No. 01/1982 - Bejana Tekan - Per.Menaker No. 02/1983 - Instalasi Alarm Kebakaran Otomatik - Per.Menaker No. 03/1985 - Pemakaian Asbes - Per.Menaker No. 04/1985 - Pes. Tenaga & Prod. - Per.Menaker No. 05/1985 - Pes. Angkat & Angkut
  • 33.
    Pembidangan Teknis  KepMenakerNo. 187 /1999 Pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja  Per.Kepmenaker & Trans No.75/2002 – PUIL 2000  Per.Menaker No. 02/1989 - Instalasi Petir  Per.Menaker No. 03/1999 - Lif Listrik PERATURAN PELAKSANAAN UU No. 1 Tahun 1970
  • 34.
    Pendekatan SDM - Per.MenakerNo. 06/1976- Wajib Latih Hiperkes Bagi Dokter Perusahaan - Per.Menaker No. 01/1979 - Wajib Latih Bagi Paramedis - Per.Menaker No. 02/1980 - Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja - Per.Menaker No. 02/1982 - Syarat dan Kwalifikasi Juru Las - Per.Menaker No. 01/1988 - Syarat dan Kwalifikasi Oparator Pesawat Uap
  • 35.
    Pendekatan SDM  Per.MenakerNo. 01/1979 - Syarat dan Kwalifikasi Operator Angkat dan Angkut  Per.Menaker No. 02/1992 - Ahli K3  Kep.Menaker No. 407/1999 - Kompetensi Tehnisi Lift  Kep.Menaker No. 186/1999 Pengorganisasian Penanggulangan Kebakaran  Kep Dirjen No. 311/BW/M/2002 Kompetensi teknisi Listrik.
  • 36.
    Pendekatan Kelembagaan danSistem  Per.Menaker No. 04/1987 - P2K3  Per.Menaker No. 04/1995 - Perusahaan Jasa K3  Per.Menaker No. 05/1996 - SMK3  Per.Menaker No. 03/1998 - Pelaporan Kecelakaan PERATURAN PELAKSANAAN UU No. 1 Tahun 1970
  • 37.
    2/14/2020Undang - UndangNo. 1 tahun 1970 TERIMA KASIH

Editor's Notes